Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tidur merupakan kondisi tubuh dalam keadaan istirahat yang

terjadi karena adanya penurunan terhadap rangsangan dari lingkugan,

sehingga mengurangi kelelahan jasmani dan mental (Yolanda,2019).

Menurut Klasifikasi Internasional Gangguan Tidur (ICSD-3), kurang tidur

merupakan terbatasnya durasi terhadap pola tidur seseorang sehingga

berdampak pengaruh buruk diwaktu siang hari (Chattu dkk, 2019)

Kualitas tidur merupakan keadaan tidur yang dijalani seorang

individu untuk menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun.

Kualitas tidur mencakup aspek kuantitatif dari tidur, seperti durasi tidur,

latensi tidur serta aspek subjektif dari tidur.

(Potter & Perry, 2009). Kualitas tidur yang baik adalah suatu keadaan fisik

,mental, kebugaran serta vitalitas tubuh dalam keadaan baik. (Ohayon

Dkk ,2017)

Kurang tidur dapat menyebabkan seseorang merasa mengantuk

yang berlebihan pada siang hari dan kurang berenergi serta

menyebabkan gangguan konsentrasi. Kualitas tidur yang buruk dapat

menyebabkan seseorang terganggunya kualitas kinerjanya dan dapat

beresiko untuk mengalami gangguan kejiwaannya. Metode

penatalaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia

pada umumnya dengan menggunakan farmakologis, namun pemakaian

obat yang berlebihan akan berdampak bagi kesehatan lansia. Pemakaian


obat-obatan inipun bila tidak disertai dengan perbaikan pola makan, pola

tidur serta penyelesaian penyebab psikologis, maka obat-obatan hanya

dapat mengatasi gangguan yang bersifat sementara dan tidak

menyembuhkan. Dengan demikian di perlukan terapi non farmakologis

yang efektif dan aman untuk meningkatkan kualitas tidur lansia salah

satunya dengan Teknik Relaksasi Benson. (Handono,.R.dkk, 2019)

Mengatasi kualitas tidur bisa menerapkan salah satu cara yaitu

relaksasi benson. Relaksasi benson merupakan pengembangan metode

respon relaksasi dengan melibatkan faktor keyakinan pasien, yang dapat

menciptakan suatu lingkungan internal sehingga dapat membantu pasien

mencapai kondisi kesehatan dan kesejahteraan lebih tinggi .Respon

relaksasi dengan melibatkan faktor keyakinan pasien, yang dapat

menciptakan suatu lingkungan internal sehingga dapat membantu pasien

mencapai kondisi kesehatan dan kesejahteraan lebih tinggi. Cara kerja

teknik relaksasi Benson ini adalah berfokus pada kata atau kalimat

tertentu yang diucapkan berulang kali dengan ritme teratur yang disertai

sikap pasrah pada Tuhan Yang Maha Esa sambil menarik nafas dalam.

Pernafasan yang panjang dapat memberikan energi yang cukup, karena

pada waktu menghembuskan nafas mengeluarkan karbondioksida (CO2)

dan saat menghirup nafas panjang mendapatkan oksigen yang sangat

diperlukan tubuh untuk membersihkan darah dan mencegah kerusakan

jaringan otak akibat kekurangan oksigen (hipoksia). Saat tarik

nafaspanjang otot-otot dinding perut (Rektus abdominalis, transverses

abdominalis, internaldan ekternal obligue) menekan iga bagian bawah

kearah belakang serta mendorong sekat diafragma ke atas dapat


berakibat meninggikan tekanan intra abdominal, sehingga dapat

merangsang aliran darah baik vena cava inferior maupun aorta

abdominalis, mengakibatkan aliran darah (vaskularisasi) menjadi

meningkat keseluruh tubuh terutama organ - organ vitalseperti otak,

sehingga O2 tercukupi didalam otakdan tubuh menjadi rileks ((Benson &

Proctor, 2000) dalam jurnal Indah,M,.2017)

1.2 Batasan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas identifikasi dan

pembatasan masalah dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti ialah

“Adakah Pengaruh Terapi Relaksasi (Benson) terhadap Kualitas Tidur

Remaja Di Pondok Putra Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan

Genggong?”

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi (Benson) terhadap

Kualitas Tidur Remaja Di Pondok Putra Hafshawaty Pesantren Zainul

Hasan Genggong.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengindentifikasi Terapi Relaksasi (Benson) Di Pondok Putra Hafshawaty

Pesantren Zainul Hasan Genggong.

2. Mengindentifikasi Kualitas Tidur Remaja Di Pondok Putra Hafshawaty

Pesantren Zainul Hasan Genggong.


3. Menganalisis Pengaruh Terapi Relaksasi (Benson) terhadap Kualitas

Tidur Remaja Di Pondok Putra Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan

Genggong.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Institusi Pendidikan

Hasil Penelitian ini dapat berguna sebagai sumber data baru yang

bisa digunakan sebagai pemecahan masalah yang ada kaitannya dengan

kualitas tidur.

1.4.1 Bagi Profesi Keperawatan

Setelah diadakan penelitian ini dapat diketahui adanya pengaruh

terapi relaksasi (benson) terhadap kualitas tidur remaja.

1.4.2 Lahan Penelitian

Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi bagi lahan penelitian tentang

pentingnya terapi relaksasi (benson).

1.4.3 Bagi Responden

Perawat dapat mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi (Benson) terhadap

Kualitas Tidur Remaja Di Pondok Putra Hafshawaty Pesantren Zainul

Hasan Genggong.
1.4.4 Bagi Peneliti

Sebagai proses dalam menambah ilmu pengetahuan dan wawasan

tentang pengaruh terapi relaksasi (benson) terhadap kualitas tidur remaja