Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA BANGUNAN

PENGUJIAN PRAKTIKUM 1
PENGUJIAN PERMEABILITAS BAHAN BANGUNAN
Rabu, 19 September 2017

Dosen Pengampu
Indah Wahyuni, S.Pd.T,. M.Pd.

Kelompok II
1. Candra Ramadhan (17510134027)
2. Ega Pramudita Dwi P. (17510134032)
3. Hermawan Wahyu R. (17510134035)

PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL& PERENCANAAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018
PRAKTIKUM FISIKA BANGUNAN
JUDUL DOSEN
NAMA / NIM / KELAS
PRAKTIKUM PENGAMPU
1. Candra Ramadhan/
(17510134027)/ K2
PENGUJIAN Indah Wahyuni, 2. Ega Pramudita D.P./
PERMEABILITAS S.Pd.T.,M.Pd. (17510134032)/K2
TEKNIK SIPIL 3. Hermawan W.R./
(17510134035)/ K2

A. Tujuan Percobaan
Setelah selesai praktikum, mahasiswa diharapkan dapat:
1. Memahami prosedur pengujian dalam menentukan keofisien permeabilitas bahan bangunan.
2. Melakukan analisis data dan membuat kesimpulan dari hasil percobaan tersebut.
3. Membuat karya ilmiah pelaporan hasil percobaan.

B. Pendahuluan
Permeabilitas bahan adalah daya rembes zat cair (fluida) yang mengalir melalui suatu bahan
dalam keadaaan tekanan tetap. Sifat Ini dinyatakan sebagai jumlah air yang merembes tiap-tiap 1
cm2 bahan pada setiap detiknya pada tekanan tetap. Nilai permebilitas sutau bahan akan sangat
tergantung pada kerapatan bahannya.

Gambar 1.1 Seperangkat instrumen pengujian Permeabilitas

Alat ini digunakan untuk penyelidikan bahan yang bersifat porous (dengan K>2,7x10-7
cm/dt). Bahan yang akan diselidiki permeabilitasnya (k) harus dalam keadaan jenuh, yakni
dengan cara merendam terlebih dahulu dalam air ± 3 menit.
Bila luas bidang permukaan bahan yang diresapi air = A dan tebal bahan yang dilalui air L
serta permukaan air yang masuk dan yang keluar adalah h, maka harga hidrolik gradient (i) =
h/L. Sementara itu, volume air yang meresap melalui permukaan bahan adalah: volume (V) =
debit (Q) x waktu (t). Sedangkan debit air yang merembes (Q) sama dengan kecepatan rembesan
kali luas permukaan rembesan, atau Q = V. A. Dan kecepatan rembesan : V = k . i
A .k .h
Sehingga volume air yang merembes : V = Q . t = atau koefisien permeabilitas bahan
L .t
V .L
: k = A .h .t (cm/detik)

C. Alat Percobaan
1. Seperangkat instrumen pengujian permeabilitas
2. Stopwatch
3. Jangka sorong
4. Mistar

D. Bahan Percobaan
1. Genteng
2. Asbes

E. Prosedur/Langkah Percobaan
1. Menyiapkan alat yang diperlukan.
2. Memasang/merakit alat dengan rangkaian sesuai dengan petunjuk dosen pembimbing.
3. Mengisi tabung mariatte sampai penuh, memastikan bahwa semua kran (k1, k2, dan k3)
dalam keadaan tertutup.
4. Mengukur ketebalan bahan dan ukuran penampang resapannya.
5. Menutup kran pada pipa/tabung pengukur volume (k2), dan membuka kran yang
menghubungkan tabung mariatte dengan bahan percobaan serta kran pelepas udara (k3).
6. Setelah tabung diatas bahan sudah penuh air, maka membuka kran pada pipa pengukur
volume (pipa kapiler) yaitu k2 dan membiarkan air mengalir sampai batas 0 (jangan sampai
ada gelembung udara).
7. Menutup pelepas udara (k3) dan kran yang menghubungkan antara tabung mariatte dengan
bahan (k1).
8. Mencatat lama waktu yang diperlu untuk volume perembesan tertentu ( misalnya untuk
setiap 0,01 ml), hingga mencapai volume rembesan tertentu (misal 0,10 ml).
9. Mengukur selisih tinggi antara as pipa pengukur (as pipa kapiler) dengan permukaan atas
bahan percobaan (h).
10. Mengulangi pengamatan ini dengan dimulai dari titik 0 sebanyak 2 kali untuk masing-masing
jenis bahan.
11. Membersihkan tempat praktikum dan semua peralatan yang digunakan.
12. Mencatat semua hasil pengamatan menjadi laporan sementara, melapor dan meminta
pengesahan kepada dosen pembimbing.
13. Membuat laporan lengkap sesuai dengan pedoman yang letah diberikan, dan menyerahkan
kepada dosen pengajar paling lambat satu minggu setelah percobaan dilakukan.

F. Tabel Hasil Percobaan


Percobaan I Percobaan II
Benda Volume Waktu t Volume Waktu t Keterangan
Perembesan (detik) Perembesan (detik)
0.00-0.01 1,2 0.00-0.01 1,1
0.01-0.02 1,4 0.01-0.02 2,0
0.02-0.03 1,2 0.02-0.03 1,7
L = 1,47 cm
0.03-0.04 1,3 0.03-0.04 1,8
p = 10,38 cm
0.04-0.05 1,1 0.04-0.05 1,8
Genteng l = 10,38 cm
0.05-0.06 1,2 0.05-0.06 2,0
h1 = 19,8 cm
0.06-0.07 1,3 0.06-0.07 1,7
h2 = 19,8 cm
0.07-0.08 1,2 0.07-0.08 1,7
0.08-0.09 1,1 0.08-0.09 2,0
0.09-0.10 1,1 0.09-0.10 1,6
0.00-0.01 45,5 0.00-0.01 47,5
0.01-0.02 51,8 0.01-0.02 53,8
0.02-0.03 49,1 0.02-0.03 51,1
L = 0,5225 cm
0.03-0.04 57,7 0.03-0.04 59,7
p =10,44 cm
0.04-0.05 62,5 0.04-0.05 65,5
Asbes l = 10,44 cm
0.05-0.06 58,5 0.05-0.06 60,5
h1 = 19,6 cm
0.06-0.07 71,9 0.06-0.07 73,9
h2 = 19,6 cm
0.07-0.08 68,7 0.07-0.08 70,7
0.08-0.09 62,5 0.08-0.09 64,5
0.09-0.10 76,3 0.09-0.10 78,3
G. Analisis Data
Rumus Koefisien Permeabilitas (k) Rumus Luas Resap (A)
V.L
k= A = p. l
A.h.t
1. Genteng
a. Percobaan I
0,01 x 1,47 0,01 x 1,47
k1 = k6 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,2 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,2

= 5,74 x 10-6 = 5,74 x 10-6

0,01 x 1,47 0,01 x 1,47


k2 = k7 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,4 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,3

= 4,92 x 10-6 = 5,3 x 10-6

0,01 x 1,47 0,01 x 1,47


k3 = k8 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,2 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,2

= 5,74 x 10-6 = 5,74 x 10-6

0,01 x 1,47 0,01 x 1,47


k4 = k9 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,3 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,1

= 5,3 x 10-6 = 6,2 x 10-6

0,01 x 1,47 0,01 x 1,47


k5 = k10 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,1 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,1

= 6,2 x 10-6 = 6,2 x 10-6

b. Percobaan II
0,01 x 1,47 0,01 x 1,47
k1 = k6 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,1 10,38 x 10,38 x 19,8 x 2,0

= 6,2 x 10-6 = 3,44 x 10-6

0,01 x 1,47 0,01 x 1,47


k2 = k7 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 2,0 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,7

= 3,44 x 10-6 = 4,05 x 10-6


0,01 x 1,47 0,01 x 1,47
k3 = k8 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,7 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,7

= 4,05 x 10-6 = 4,05 x 10-6

0,01 x 1,47 0,01 x 1,47


k4 = k9 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,8 10,38 x 10,38 x 19,8 x 2,0

= 3,82 x 10-6 = 3,44 x 10-6

0,01 x 1,47 0,01 x 1,47


k5 = k10 =
10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,8 10,38 x 10,38 x 19,8 x 1,6

= 3,82 x 10-6 = 4,31 x 10-6

2. Asbes
a. Percobaan I
0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225
k1 = k6 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 45,5 10,44 x 10,44 x 19,6 x 58,5

= 5,37 x 10-8 = 4,18 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k2 = k7 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 51,8 10,44 x 10,44 x 19,6 x 71,9

= 4,72 x 10-8 = 3,4 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k3 = k8 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 49,1 10,44 x 10,44 x 19,6 x 68,7

= 4, 98 x 10-8 = 3,56 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k4 = k9 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 57,7 10,44 x 10,44 x 19,6 x 62,5

= 4,23 x 10-8 = 3,91 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k5 = k10 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 62,5 10,44 x 10,44 x 19,6 x 76,3

= 3,91 x 10-8 = 3,21 x 10-8


b. Percobaan II
0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225
k1 = k6 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 47,5 10,44 x 10,44 x 19,6 x 60,5

= 5,15 x 10-8 = 4,04 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k2 = k7 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 53,8 10,44 x 10,44 x 19,6 x 73,9

= 4,55 x 10-8 = 3,31 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k3 = k8 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 51,1 10,44 x 10,44 x 19,6 x 70,7

= 4, 79 x 10-8 = 3,46 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k4 = k9 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 59,7 10,44 x 10,44 x 19,6 x 64,5

= 4,09 x 10-8 = 3,79 x 10-8

0,01 x 0,5225 0,01 x 0,5225


k5 = k10 =
10,44 x 10,44 x 19,6 x 64,5 10,44 x 10,44 x 19,6 x 78,3

= 3,79 x 10-8 = 3,12 x 10-8


Tabel Hasil Perhitungan
Percobaan I Percobaan II
Benda Volume Waktu Koefisien Volume Waktu Koefisien Keterangan
Perembesan (t) detik Permeabilitas Perembesan (t) detik Permeabilitas
0.00-0.01 1,2 5,74 x 10-6 0.00-0.01 1,1 6,20 x 10-6
0.01-0.02 1,4 4,92 x 10-6 0.01-0.02 2,0 3,44 x 10-6
0.02-0.03 1,2 5,74 x 10-6 0.02-0.03 1,7 4,05 x 10-6
L = 1,47 cm
0.03-0.04 1,3 5,30 x 10-6 0.03-0.04 1,8 3,82 x 10-6
p = 10,38 cm
0.04-0.05 1,1 6,20 x 10-6 0.04-0.05 1,8 3,82 x 10-6
Genteng l = 10,38 cm
0.05-0.06 1,2 5,74 x 10-6 0.05-0.06 2,0 3,44 x 10-6
h1 = 19,8 cm
0.06-0.07 1,3 5,30 x 10-6 0.06-0.07 1,7 4,05 x 10-6
h2 = 19,8 cm
0.07-0.08 1,2 5,74 x 10-6 0.07-0.08 1,7 4,05 x 10-6
0.08-0.09 1,1 6,20 x 10-6 0.08-0.09 2,0 3,44 x 10-6
0.09-0.10 1,1 6,20 x 10-6 0.09-0.10 1,6 4,31 x 10-6
0.00-0.01 45,5 5,37 x 10-8 0.00-0.01 47,5 5,15 x 10-8
0.01-0.02 51,8 4,72 x 10-8 0.01-0.02 53,8 4,55 x 10-8
0.02-0.03 49,1 4, 98 x 10-8 0.02-0.03 51,1 4, 79 x 10-8 L = 0,5225
0.03-0.04 57,7 4,23 x 10-8 0.03-0.04 59,7 4,09 x 10-8 cm
0.04-0.05 62,5 3,91 x 10-8 0.04-0.05 65,5 3,79 x 10-8 p =10,44 cm
Asbes
0.05-0.06 58,5 4,18 x 10-8 0.05-0.06 60,5 4,04 x 10-8 l = 10,44 cm
0.06-0.07 71,9 3,40 x 10-8 0.06-0.07 73,9 3,31 x 10-8 h1 = 19,6 cm
0.07-0.08 68,7 3,56 x 10-8 0.07-0.08 70,7 3,46 x 10-8 h2 = 19,6 cm
0.08-0.09 62,5 3,91 x 10-8 0.08-0.09 64,5 3,79 x 10-8
0.09-0.10 76,3 3,21 x 10-8 0.09-0.10 78,3 3,12 x 10-8

H. Standar Deviasi
Rumus

̅2
Σ |k−k|
SD = √
n−1
1. Genteng
a. Percobaan 1
2
No k k − k̅ |k − k̅| |k − k̅|
1 5,74 x 10-6 0,032 x 10-6 0,032 x 10-6 0,00102 x 10-12
2 4,92 x 10-6 -0,788 x 10-6 0,788 x 10-6 0,62 x 10-12
3 5,74 x 10-6 0,032 x 10-6 0,032 x 10-6 0,00102 x 10-12
4 5,30 x 10-6 -0,408 x 10-6 0,408 x 10-6 0,17 x 10-12
5 6,20 x 10-6 0,492 x 10-6 0,492 x 10-6 0,24 x 10-12
6 5,74 x 10-6 0,032 x 10-6 0,032 x 10-6 0,00102 x 10-12
7 5,30 x 10-6 -0,408 x 10-6 0,408 x 10-6 0,17 x 10-12
8 5,74 x 10-6 0,032 x 10-6 0,032 x 10-6 0,00102 x 10-12
9 6,20 x 10-6 0,492 x 10-6 0,492 x 10-6 0,24 x 10-12
10 6,20 x 10-6 0,492 x 10-6 0,492 x 10-6 0,24 x 10-12
k̅ = 5,708 x 10-6 Σ = 1,68 x 10-12

1,68 x 10−12
SD = √
10−1

1,68 x 10−12
=√ = 0,43 x 10-6
9

1) k̅ ± SD
k̅ + SD = 5,708 x 10-6 + 0,43 x 10-6
= 6,138 x 10-6
k̅ − SD = 5,708 x 10-6 − 0,43 x 10-6
= 5,278 x 10-6

2) k̅ ± 5%
k̅ + 5% = 5,708 x 10-6 + 0,05
= 5,758 x 10-6
k̅ − 5% = 5,708 x 10-6 – 0,05
= 5,658 x 10-6
b. Percobaan II
2
No K k − k̅ |k − k̅| |k − k̅|
1 6,20 x 10-6 2,14 x 10-6 2,14 x 10-6 4,58 x 10-12
2 3,44 x 10-6 -0,62 x 10-6 0,62 x 10-6 0,38 x 10-12
3 4,05 x 10-6 -0,01 x 10-6 0,01 x 10-6 0,0001 x 10-12
4 3,82 x 10-6 -0,24 x 10-6 0,24 x 10-6 0,058 x 10-12
5 3,82 x 10-6 -0,24 x 10-6 0,24 x 10-6 0,058 x 10-12
6 3,44 x 10-6 -0,62 x 10-6 0,62 x 10-6 0,38 x 10-12
7 4,05 x 10-6 -0,01 x 10-6 0,01 x 10-6 0,0001 x 10-12
8 4,05 x 10-6 -0,01 x 10-6 0,01 x 10-6 0,0001 x 10-12
9 3,44 x 10-6 -0,62 x 10-6 0,62 x 10-6 0,38 x 10-12
10 4,31 x 10-6 0,25 x 10-6 0,25 x 10-6 0,0625 x 10-12
k̅ = 4,06 x 10-6 Σ = 5,90 x 10-12

5,90 x 10−12
SD = √
10−1

5,90 x 10−12
=√ = 0,81 x 10-6
9

1) k̅ ± SD
k̅ + SD = 4,06 x 10-6 + 0,81 x 10-6
= 4,87 x 10-6
k̅ − SD = 4,06 x 10-6 − 0,81 x 10-6
= 3,25 x 10-6

2) k̅ ± 5%
k̅ + 5% = 4,06 x 10-6 + 0,05
= 4,11 x 10-6
k̅ − 5% = 4,06 x 10-6 – 0,05
= 4,01 x 10-6
2. Asbes
a. Percobaan I
2
No K k − k̅ |k − k̅| |k − k̅|
1 5,37 x 10-8 1,22 x 10-8 1,22 x 10-8 1,4884 x 10-16
2 4,72 x 10-8 0,57 x 10-8 0,57 x 10-8 0,3249 x 10-16
3 4, 98 x 10-8 0,83 x 10-8 0,83 x 10-8 0,6889 x 10-16
4 4,23 x 10-8 0,08 x 10-8 0,08 x 10-8 0,0064 x 10-16
5 3,91 x 10-8 -0,24 x 10-8 0,24 x 10-8 0,0576 x 10-16
6 4,18 x 10-8 0,03 x 10-8 0,03 x 10-8 0,0009 x 10-16
7 3,40 x 10-8 -0,75 x 10-8 0,75 x 10-8 0,5625 x 10-16
8 3,56 x 10-8 -0,59 x 10-8 0,59 x 10-8 0,3481 x 10-16
9 3,91 x 10-8 -0,24 x 10-8 0,24 x 10-8 0,0576 x 10-16
10 3,21 x 10-8 0,94 x 10-8 0,94 x 10-8 0,8836 x 10-16
k̅ = 4,15 x 10-6 Σ = 4,42 x 10-16

4,42 x 10−16
SD = √
10−1

4,42 x 10−16
=√ = 0,70 x 10-8
9

1) k̅ ± SD
k̅ + SD = 4,15 x 10-8 + 0,70 x 10-8
= 4,85 x 10-8
k̅ − SD = 4,15 x 10-8 − 0,70 x 10-8
= 3,45 x 10-8

2) k̅ ± 5%
k̅ + 5% = 4,15 x 10-8 + 0,05
= 4,20 x 10-8
k̅ − 5% = 4,15 x 10-8 − 0,05
= 4,10 x 10-8
b. Percobaan II
2
No K k − k̅ |k − k̅| |k − k̅|
1 5,15 x 10-8 1,141 x 10-8 1,141 x 10-8 1,30 x 10-16
2 4,55 x 10-8 0,541 x 10-8 0,541 x 10-8 0,29 x 10-16
3 4, 79 x 10-8 0,781 x 10-8 0,781 x 10-8 0,61 x 10-16
4 4,09 x 10-8 0,081 x 10-8 0,081 x 10-8 0,0066 x 10-16
5 3,79 x 10-8 -0,219 x 10-8 -0,219 x 10-8 0,048 x 10-16
6 4,04 x 10-8 0,031 x 10-8 0,031 x 10-8 0,000961 x 10-16
7 3,31 x 10-8 -0,699 x 10-8 -0,699 x 10-8 0,49 x 10-16
8 3,46 x 10-8 -0,549 x 10-8 -0,549 x 10-8 0,30 x 10-16
9 3,79 x 10-8 -0,219 x 10-8 -0,219 x 10-8 0,048 x 10-16
10 3,12 x 10-8 -0,889 x 10-8 -0,889 x 10-8 0,79 x 10-16
k̅ = 4,009 x 10-8 Σ = 3,88 x 10-16

3,88 x 10−16
SD = √
10−1

3,88 x 10−16
=√ = 0,66 x 10-8
9

1) k̅ ± SD
k̅ + SD = 4,009 x 10-8 + 0,66 x 10-8
= 4,67 x 10-8
k̅ − SD = 4,009 x 10-8 − 0,66 x 10-8
= 3,35 x 10-8

2) k̅ ± 5%
k̅ + 5% = 4,009 x 10-8 + 0,05
= 4,059 x 10-8
k̅ − 5% = 4,009 x 10-8 − 0,05
= 3,959 x 10-8
I. Evaluasi

Jelaskan apa yang akan terjadi jika benda uji mula-mula tidak dalam keadaan jenuh air ?

Jawab :
Benda uji yang mula-mula tidak dalam keadaan jenuh akan mengakibatkan daya resap air pada
benda uji menjadi besar dan waktu penyerapannya menjadi singkat. Alhasil, nilai koefisien
permeabilitas dari benda uji menjadi semakin besar dan sulit untuk mencatat laju indikator air
karena terlalu cepat. Oleh sebab itu, maka proses perendaman benda uji sebaiknya dilakukan
sampai jenuh (± 2 menit). Beberapa faktor yang mempengaruhi permeabilitas yaitu, struktur dan
tekstur benda uji, ruang pori, dan gelembung udara saat pengujian permeabilitas.

J. Kesimpulan
1. Genteng
a. Percobaan 1
Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± SD dengan batas 5,278 x
10-6 sampai dengan 6,138 x 10-6 yaitu pada waktu :
0.00-0.01 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
0.02-0.03 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
0.03-0.04 dengan nilai K = 5,30 x 10-6
0.05-0.06 dengan nilai K = 6,20 x 10-6
0.05-0.06 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
0.06-0.07 dengan nilai K = 5,30 x 10-6
0.07-0.08 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
0.08-0.09 dengan nilai K = 6,20 x 10-6
0.09-0.10 dengan nilai K = 6,20 x 10-6

Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± 5% dengan batas 5,658 x


10-6 sampai dengan 5,758 x 10-6 yaitu pada waktu :
0.00-0.01 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
0.02-0.03 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
0.05-0.06 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
0.07-0.08 dengan nilai K = 5,74 x 10-6
b. Percobaan 2
Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± SD dengan batas 3,25 x
10-6 sampai dengan 4,87 x 10-6 yaitu pada waktu :
0.01-0.02 dengan nilai K = 3,44 x 10-6
0.02-0.03 dengan nilai K = 4,05 x 10-6
0.03-0.04 dengan nilai K = 3,82 x 10-6
0.04-0.05 dengan nilai K = 3,82 x 10-6
0.05-0.06 dengan nilai K = 3,44 x 10-6
0.06-0.07 dengan nilai K = 4,05 x 10-6
0.07-0.08 dengan nilai K = 4,05 x 10-6
0.08-0.09 dengan nilai K = 3,44 x 10-6
0.09-0.10 dengan nilai K = 4,31 x 10-6

Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± 5% dengan batas 4,01 x


10-6 sampai dengan 4,11 x 10-6 yaitu pada waktu :
0.02-0.03 dengan nilai K = 4,05 x 10-6
0.06-0.07 dengan nilai K = 4,05 x 10-6
0.07-0.08 dengan nilai K = 4,05 x 10-6

2. Asbes
a. Percobaan 1
Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± SD dengan batas 3,45 x
10-8 sampai dengan 4,85 x 10-8 yaitu pada waktu :
0.01-0.02 dengan nilai K = 4,72 x 10-8
0.03-0.04 dengan nilai K = 4,23 x 10-8
0.04-0.05 dengan nilai K = 3,91 x 10-8
0.05- 0.06 dengan nilai K = 4,18 x 10-8
0.07-0.08 dengan nilai K = 3,56 x 10-8
0.08-0.09 dengan nilai K = 3,91 x 10-8

Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± 5% dengan batas 4,10 x


10-8 sampai dengan 4,20 x 10-8 yaitu pada waktu :
0.05-0.06 dengan nilai K = 4,18 x 10-8
b. Percobaan 2
Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± SD dengan batas 3,35 x
10-8 sampai dengan 4,67 x 10-8 yaitu pada waktu :
0.01-0.02 dengan nilai K = 4,55 x 10-8
0.03-0.04 dengan nilai K = 4,09 x 10-8
0.04-0.05 dengan nilai K = 3,79 x 10-8
0.05-0.06 dengan nilai K = 4,04 x 10-8
0.07-0.08 dengan nilai K = 3,46 x 10-8
0.08-0.09 dengan nilai K = 3,79 x 10-8

Koefisien Permeabilitas yang memenuhi standar deviasi k̅ ± 5% dengan batas 3,959


x 10-8 sampai dengan 4,059 x 10-8 yaitu pada waktu :
0.05-0.06 dengan nilai K = 4,04 x 10-8
K. Lampiran
1. Gambar Alat dan Benda Uji
a. Alat

Gambar Seperangkat alat pengujian permeabilitas Gambar Limas


yang terdiri dari Tabung Mariot, selang, dan pengukur tiap 0,01

Gambar Penstabil benda uji Gambar Mistar dan Jangka sorong

b. Benda Uji

Gambar Pengujian Permeabilitas Asbes Gambar Pengujian Permeabilitas Genteng


2. Laporan Sementara