Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN NY.

N DENGAN ANSIETAS
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JONGAYA

YULINAR SYAM
R014172004

CI INSTITUSI CI LAHAN

[ ] [ ]

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018

1
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
MASALAH PSIKOSOSIAL

I. Identitas Klien
Inisial : Ny. Nurkasim / Perempuan
Umur : 70 tahun
Alamat : Jl. Kumala 160 RT 02 RW 08

II. Keluhan Yang Dirasakan


Ny. N usia 70 tahun datang ke Puskesmas untuk memeriksakan
kesehatannya dikarenakan selam 3 hari terakhir klien merasa pusing, mata
berkuang-kunang dan tidak dapat tidur dengan nyenyak. Klien juga
mengungkapkan bahwa jantungya berdebar-debar dan leher terasa tegang.
Klien mengaku memliki riwayat hipertensi ± 10 tahun yang lalu. Penyakit
hipertensinya dapat dikendalikan dengan dengan minum obat Amloidipin 10
mg 1×1. Akan tetapi, klien merasa obatnya tidak berguna lagi karena sudah 5
hari rutin mengonsumsi tapi lehernya masih tegang. Klien mengutarakan
bahwa kemungkinan penyebab kekambuhan penyakit klien adalah klien tidak
mematuhi diet yang telah ditetapkan. Lima hari yang lalu, tetangga klien
melakukan acara syukuran dan klien memakan daging yang dihidangkan. Sejak
saat itu, kepala klien pusing. Saat dilakukan anamnesa, klien mengutarakan
bahwa dirinya sangat khawatir akan kondisi kesehatannya saat ini dan klien
pun mulai berandai-andai “….. Jika saya meninggal hari ini siapa yang akan
menjaga cucu saya? Atau bagaimana jika saya harus dirujuk berobat ke RS,
dengan apa saya membayarnya?.” Klien mengaku meskipun Ia mendapatkan
kartu kartu jaminan kesehatan, akan tetapi klien mengalami keterbatasan
ekonomi. Dalam keseharian klien, klien terbiasa makan dari pemberian
tetangganya. Klien juga sering mendapatkan tambahan uang dari hasil mencuci
pakaian tetangga dan mengumpulkan botol plastik. Saat ini klien tinggal
bersama dua orang cucunya yang masih kecil dan belum mampu bekerja. Sejak
suami klien meninggal, 3 orang anak klien pergi merantau dan ± 5 tahun
mereka tidak punya kabar. Klien merasa saat ini sangat tertekan.

2
III. Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda vital :
TD : 180/100 mmHg
N : 126 ×/ menit
S : 37.9 0C
P : 28 ×/menit

IV. PSIKOSOSIAL
1. Konsep Diri
a. Citra Tubuh
Klien mengatakan menyukai bagian tubuhnya. Namun klien merasa
kurang nyaman dengan kepala dan punggungnya sering sakit.
b. Identitas
Klien mengatakan suaminya telah meninggal dan dalam keseharian
klien, klien terbiasa makan dari pemberian tetangganya. Klien juga
sering mendapatkan tambahan uang dari hasil mencuci pakaian tetangga
dan mengumpulkan botol plastik.
c. Peran
Saat ini klien tinggal bersama dua orang cucunya yang masih kecil dan
belum mampu bekerja. Klien bertugas menafkahi cucunya.
d. Ideal diri
Klien berharap anaknya datang menjenguknya dan bisa sembuh
secepatnya agar bisa bekerja kembali.
e. Harga diri
Klien mengatakan bahwa semenjak klien sakit beberapa aktivitas klien
terganggu. Namun, klien masih berusaha agar klien cepat sembuh.

2. Hubungan sosial
a. Orang yang berarti

3
Klien mengatakan orang berarti baginya adalah anak dan cucunya karena
suami klien telah meninggal.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Klien aktif dalam kegiatan majelis taklim yang diadakan di sekitar tempat
tinggal klien.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien tidak mengalami hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
dan lingkungan yang berada disekitarnya.
V. MEKANISME KOPING

Adaptif : Maladaptif :
1. Bicara dengan orang lain 1. Minum alkohol
2. Mampu menyelesaikan masalah 2. Reaksi lambat/berlebih
3. Teknik relokasi 3. Bekerja berlebihan
4. Aktivitas konstruktif 4. Menghindar
5. Olahraga 5. Mencederai diri
6. Lainnya:............................... 6. Lainnya:................................

VI. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


1. Masalah dengan dukungan kelompok, uraikan
Tidak ada masalah terkait dukungan kelompok. Klien sangat aktif dalam
mengikuti kegiatan majelis taklim di sekitar tempat tinggal klien
2. Masalah dengan pendidikan, uraikan
Tingkat pendidikan klien hingga SD dan klien merasa tidak memiliki
masalah dengan pendidikan.
3. Masalah dengan pekerjaan, uraikan
Pekerjaan klien tidak menentu. Kadang-kadang klien bekerja sebagai
tukang cuci pakaian dan mengumpulkan plastik bekas.
4. Masalah dengan perumahan, uraikan
Klien tidak memiliki masalah dengan perumahan

5. Masalah dengan ekonomi, uraikan

4
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, klien hanya mengandalkan
pemberian tetangga di sekitar tempat tinggal klien, hasil penjualan plastik
bekas dan upah cuci pakaian yang diberikan oleh masyarakat sekitar.
6. Masalah dengan pelayanan kesehatan, uraikan
Klien mengatakan terkadang klien merasa khawatir jika sakit dan harus
berobat ke puskesmas. Klien taku dirujuk ke RS karena tidak memiliki biaya
yang cukup untuk pengobatan.
VII. ASPEK MEDIK
Diagnosa medik: Hipertensi
Terapi medik: Captopril 25 mg/8 jam/ oral
VIII. ANALISA DATA
Nama Pasien: Ny. N Dx Medis : Hipertensi
Ruangan/RS :PKM Jongaya No RM :-

NO DATA MASALAH KEPERAWATAN


DS:
1. a. Klien mengeluh pusing, mata berkuang-
kunang dan tidak dapat tidur dengan
nyenyak.
b. Klien juga mengungkapkan bahwa
jantungya berdebar-debar dan leher
terasa tegang.
c. Saat dilakukan anamnesa, klien
mengutarakan bahwa dirinya sangat
khawatir akan kondisi kesehatannya saat
ini
d. klien merasa obatnya tidak berguna lagi Ansietas
karena sudah 5 hari rutin mengonsumsi
tapi lehernya masih tegang
e. Klien merasa saat ini sangat tertekan.
DO:
a. Ekspresi wajah klien tampak tegang
b. Kontak mata baik
c. Vital Sign
Tanda-tanda vital :
TD: 180/100 mmHg
N: 126 x/menit
S : 37.9 0C

5
P: 28 x/menit

6
IX. Pohon Masalah

Gangguan pola tidur Effect

Ansietas sedang Core problem

Koping individu tidak efektif

Perubahan status kesehatan Etiologi

X. DIAGNOSA KEPERAWATAN

TANGGAL
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
DITEMUKAN TERATASI

1. Ansietas 18 Oktober 2018 -

7
DATA PASIEN DAN KELUARGA
(PUSKESMAS)
A. Data Pasien
1. Inisial pasien : Ny. N
2. Umur : 70 Tahun
3. Jenis kelamin : Perempuan
4. Status pernikahan : Janda
5. Riwayat pendidikan : SD
6. Alamat : Jl. Kumala 160 RT 02 RW 08
7. Jenis gangguan : Ansietas sedang
psikososial
8. Riwayat pengobatan : Klien sering dating ke Puskesmas untuk
memeriksakan kesehatannya dengan
keluhan yang sama.
B. Data Keluarga
1. Inisial penanggung jawab : An. R
2. Hubungan dengan pasien : Cucu
3. Alamat : Jl. Kumala 160 RT 02 RW 08
C. Wilayah Kerja
1. Kota : Makassar
2. Kelurahan : Jongaya
3. Kecamatan : Tamalate
4. Puskesmas : Puskesmas Jongaya
D. Jarak Rumah Pasien ke Puskesmas
Jarak rumah pasien ke PKM kurang lebih 500 m
E. Transportasi dari Rumah Pasien ke Puskesmas
Pasien atau keluarga dapat mengakses puskesmas dengan naik bentor

8
PENDOKUMENTASIAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA
KOMUNITAS

Nama Pasien : Ny. N


Puskesmas : Jongaya
No. RM :-
Tanggal :18 Oktober 2018

1. Data Pasien
Ny. N usia 70 tahun datang ke Puskesmas untuk memeriksakan
kesehatannya dikarenakan selam 3 hari terakhir klien merasa pusing, mata
berkuang-kunang dan tidak dapat tidur dengan nyenyak. Klien juga
mengungkapkan bahwa jantungya berdebar-debar dan leher terasa tegang. Klien
mengaku memliki riwayat hipertensi ± 10 tahun yang lalu. Penyakit
hipertensinya dapat dikendalikan dengan dengan minum obat Amloidipin 10 mg
1×1. Akan tetapi, klien merasa obatnya tidak berguna lagi karena sudah 5 hari
rutin mengonsumsi tapi lehernya masih tegang. Klien mengutarakan bahwa
kemungkinan penyebab kekambuhan penyakit klien adalah klien tidak
mematuhi diet yang telah ditetapkan. Lima hari yang lalu, tetangga klien
melakukan acara syukuran dan klien memakan daging yang dihidangkan. Sejak
saat itu, kepala klien pusing. Saat dilakukan anamnesa, klien mengutarakan
bahwa dirinya sangat khawatir akan kondisi kesehatannya saat ini dan klien pun
mulai berandai-andai “….. Jika saya meninggal hari ini siapa yang akan
menjaga cucu saya? Atau bagaimana jika saya harus dirujuk berobat ke RS,
dengan apa saya membayarnya?.” Klien mengaku meskipun Ia mendapatkan
kartu kartu jaminan kesehatan, akan tetapi klien mengalami keterbatasan
ekonomi. Dalam keseharian klien, klien terbiasa makan dari pemberian
tetangganya. Klien juga sering mendapatkan tambahan uang dari hasil mencuci
pakaian tetangga dan mengumpulkan botol plastik. Saat ini klien tinggal
bersama dua orang cucunya yang masih kecil dan belum mampu bekerja. Sejak
suami klien meninggal, 3 orang anak klien pergi merantau dan ± 5 tahun mereka
tidak punya kabar. Klien merasa saat ini sangat tertekan.

9
2. Diagnosa keperawatan
Ansietas sedang (+)
3. Tindakan keperawatan
a. Masalah keperawatan: Ansietas berhubungan dengan perubahan status
kesehatan
b. Tujuan tindakan keperawatan yang dilakukan (NOC)
Anxiety level:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1 × 24 jam, klien
diharapkan dapat:
1) Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas
2) Klien mampu melakukan teknik untuk mengontrol kecemasan
3) Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas
menunjukkan kecemasan berkurang
c. Impelementasi (NIC)
Anxiety Reduce
1) Membina hubungan saling percaya dengan menggunakan pendekatan
terapeutik
2) Memberikan informasi terkait diagnosis, perawatan dan gejala penyakit
yang dialami
3) Membantu pasien mengenal penyebab ansietas
4) Membantu pasien mengidentifikasi waktu dan frekuensi timbulnya
ansietas
5) Membantu pasien menyadari respon ansietas yang dirasakan

Terapi relaksasi
1) Mengajarkan pasien melakukan aktivitas untuk menurunkan ansietas yang
dialami: dengan melakukan teknik relaksasi nafas dalam
2) Memberikan informasi kepada klien terkait manfaat dan waktu yang tepat
untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam
3) Menganjurkan klien mengulang teknik relaksasi nafas dalam setiap hari.

10
4. Evaluasi
S :  Klien mengeluh pusing, mata berkuang-kunang dan tidak dapat
tidur dengan nyenyak.
 Klien juga mengungkapkan bahwa jantungya berdebar-debar dan
leher terasa tegang.
 Saat dilakukan anamnesa, klien mengutarakan bahwa dirinya
sangat khawatir akan kondisi kesehatannya saat ini
 Klien merasa obatnya tidak berguna lagi karena sudah 5 hari rutin
mengonsumsi tapi lehernya masih tegang
 Klien merasa saat ini sangat tertekan
 Klien mengatakan sangat nyaman setelah mempraktekkan terapi
relaksasi nafas dalam
O :  Klien nampak kooperatif ketika diajarkan teknik relaksasi nafas
dalam
 Klien nampak lebih tenang setelah melakukan relaksasi nafas
dalam
A : Ansietas belum teratasi
P : Menganjurkan klien untuk melakukan terapi relaksasi nafas dalam
3 × sehari

Makassar, 18 Oktober 2018

Nama Perawat,

Yulinar Syam

11