Anda di halaman 1dari 2

B. Penanganan Quality Control PT.

TIRTA JAYA RAYA


PT. TIRTA ALAM SEMESTA telah menerapkan sistem jaminan
mutu terhadap bahan baku dan proses produksi melalui penerapan ISO
9001 : 2008 tentang manajemen mutu, HACCP (Hazard Analysis
Critical Control Point) tentang keamanan pangan dan SJH (Sistem
Jaminan Halal) terhadap produk yang dihasilkan.
Pengendalian mutu mutlak diperlukan untuk menjamin kualitas air
minum dalam kemasan. Quality control bertugas untuk melakukan hal
tersebut. Tujuan dari pengendalian mutu adalah untuk mempertahankan
kualitas air minum dalam kemasan agar sesuai dengan SNI.
Faktor utama yang mempengaruhi dalam proses pembuatan air
minum dalam kemasan yang dapat menurunkan kualitas adalah, tingkat
kontaminasi yang sering terjadi seperti, kontaminasi udara ruang
produksi (ducting) dan kontaminasi air. Kebersihan (kesterilan) air yang
dihasilkan juga dapat terpengaruh oleh kebersihan dari lingkungan
sekitarnya, sehingga kebersihan harus di jaga agar kualitas air yang
dihasilkan dapat bermutu tinggi.
Beberapa pengujian / analisa yang dilakukan untuk menghasilkan
air minum dalam kemasan agar memiliki kualitas yang baik diantaranya :
a. Analisa fisik
Analisa fisik dilakukan dengan menggunakan peralatan dan dicatat
sesuai dengan kepekaan alat terhadap sampel yang dianalisis.:
1. Uji Fisik Kardus
2. Uji Fisik Layer
3. Uji Fisik Cup
4. Uji Fisik Straw
5. Uji Fisik Gallon
6. Uji Fisik Flakban

b. Analisa fisiko kimia


Analisa kimia yang dilakukan dengan menggunakan metode titrasi
pada pengujian kadar Na2O dan PAA pada air cucian gallon, kesadahan
dalam CaCO3 dan kadar ion Ca2+ dalam sample. Analisa juga dilakukan
dengan metode spetrokoskopi untuk mengetahui tubiditas, kadar ozone,
nitrit, nitrat, amonium, sulfat, klorida, flourida, sianida, besi, mangan,
klor, timbal, tembaga, kadmium, raksa dan arsen dalam sample.
Pengujian secara fisiko kimia yang dilakukan diantaranya :
1. Uji kimia PC 101 / Na2O
2. Uji kimia Oxy 200 / PAA (perokcide acetic acid)
3. Uji kimia kalsium (bularan)
4. Uji kimia kesadahan
5. Uji fisika TDS (total disolvid solid) dan conductivity
6. Uji fisika TCl (total chlorine) dan turbidity
7. Uji fisika pH

c. Analisa Mikrobiologi
Analisa mikrobiologi dilakukan dengan isolasi mikrobiologi dalam
media agar maupun media cair. Analisa yang dolakukan diantaranya :
1. Uji mikrobiologi TPC (total plate count)
2. Uji mikrobiologi Salmonella, Sigella dan Pseudomonas
3. Uji mikrobiologi ruang filling

C. Penanganan Limbah PT. TIRTA JAYA RAYA


Pada proses produksi air minum dalam kemasan PT. TIRTA JAYA
RAYA hampir tidak menghasilkan limbah karena bahan baku yang
digunakan hanyalah air biasa. Bahan-bahan sisa produksi air minum
dalam kemasan yang berupa air limpahan dari proses terutama pada
pengisian air minum tidak akan menyrbabkan pencemaran lingkungan,
sehingga tidak ada penanganan khusus dalam masalah ini. Hanya saja air
limpahan ini akan dipel pada waktu proses produksi berakhir dan pada
waktu istirahat.
Limbah padat yang dihasilkan oleh PT. TIRTA JAYA RAYA hanya berupa
plastik atau gallon yang rusak atau terdapat kotoran yang tidak bisa
dibersihkan, kemasan ini ditempatkan ditempat yang jauh dari proses
produksi dan kemudian dijual kembali.