Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

PENILAIAN STATUS GIZI

Dosen Pembimbing

SAJIMAN, SKM.M.Gizi

Disusun Oleh :

Anggita Puspita Ratu Dayyan NIM P07131216094

Devia Gustiana Maulida NIM P07131216099

Laila Sholehah NIM P07131216111

Marsina Bayuni NIM P07131216113

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia


Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Banjarmasin
Program Diploma IV Jurusan Gizi
2017/2018

Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Metode


Skrining
1. Metode Pediatric Nutritional Risk Score (PNRS)

Kelebihan :

 Sederhana
 Mudah digunakan.
 Spesitivitasnya mencapai 80%
 Sensitivitasnya mencapai 94%

Kekurangan :

 Tidak mempertimbangkan faktor penyakit


 Tidak dapat digunakan untuk mendiagnosa
 Hanya dilakukan untuk anak-anak

2. Metode Screening Tool For The Assesment Of Malnutrition In Pediatrics


(STAMP)

Kelebihan :

 Caranya yang mudah dan rinci


 Memberi panduan memberikan perawatan malnturisi
 Terdapat tabel yang dapat membantu melakukan skrinning dengan cepat
 Terdapat tindakan setelah mengetahui anak beresiko malnutrisi atau tidak

Kekurangan :

 Hanya dilakukan pada anak anak


 Tidak untuk mendeteksi kelebihan atas kekurangan vitamin dan mineral
 Memerlukan tenaga terlatih
 Subjektif menilai asupan gizi anak
3. Metode Screening tools risk on nutritional status and growt
(STRONGkids)

Kelebihan :
 Cepat dan mudah diaplikasikan,
 Hasilnya dekat dengan indeks antroprometri

Kekurangan :
 Hanya bisa dilakukan oleh dokter anak,
 Butuh tenaga kesehatan untuk mengetahui indeks mana yang tepat.

4. Metode Malnutrition Skrining Tool (MST)

Kelebihan :

 Skrining dapat dilakukan dalam waktu singkat,

 non-invasive,

 menggunakan data yang tersedia sehari-hari,

 dan dapat dilakukan oleh siapa saja namun hasilnya tetap valid.

Kekurangan :

 Meskipun demikikan MST gizi terstandar.

 Tidak bisa diterapkan pada beresiko gangguan gizi berat akan lebih baik
ditangani pasien yang mengalami kesulitan komunikasi

5. Malnutrition Universal Screening Tools (MUST)


Kelebihan :

 Dapat memprediksi lama seseorang dirawat di rumah sakit, dan dalam


penerapannya di masyarakat
 Dapat memperkirakan seberapa sering anggota masyarakat berobat ke rumah
sakit ataupun klinik.
 proses yang cepat
 Sederhana

Kekurangan :

 Adanya perhitungan matematik


 Membutuhkan data yang detail yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga
terampil (ahli gizi)

6. Nutritional Risk Skrining (NRS)

Kelebihan :

 Dapat melihat dari karakteristik gizi dan manifestasi klinis pada subjek-
subjek
 Penilaian sederhana untuk menilai status katabolik
 Bahwa penilaiannya tidak tergantung pada IMT, cukup menggunakan
perubahan berat badan juga bisa.

Kekurangan :

 Tes yang digunakan dalam skala besar


 Hanya bisa mengetahui siapa yang mendapatkan manfaat dari
intervensi gizi, tetapi tidak bisa mengelompokkan risiko
malnutrisinya menjadi berat, sedang, ringan.

7. Short Nutritional Assesment Questionnaire (SNAQ)

Kelebihan :

 Dapat mendeteksi pasien dengan malnutrisi sedang sampai parah.


 Cepat
 Mudah digunakan serta mudah divalidasi.
 Dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan.
 Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang
efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.

Kekurangan :

 Responden tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena jawaban


terbatas pada hal-hal yang ditanyakan.
 Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan
yang ada.
 Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakah sudah responden
sudah terjawab atau belum.

8. Subjective Global Assessment (SGA)

Kelebihan :

 Metodenya sederhana dan murah


 Lebih efektif karena pemeriksaannya berdasarkan riwayat pasien dan
pemeriksaan fisik.
 Metode ini lebih komprehensif dibandingkan dengan antropometri karena
terdiri dari dua tahap dan menggunakan pendekatan klinis tersruktur terdiri
dari anamnesis dan pemeriksaan fisis yang mencerminkan perubahan
metabolik dan fungsional.
 Metode ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas lebih baik dibandingkan
antropometri

Kekurangan :

 Tidak memiliki kriteria penilaian yang baku


 Sifatnya subjective
 Kualitas data tergantung dari kemampuan petugas penilai dalam
berkomunikasi dengan pasien.

9. Mini Nutritional Assessment-Short Form (MNA-SF)

Kelebihan :

 Metode ini sangat spesifik, reliabel, dan sudah divalidasi sebagai alat skrining
pada lansia
 Metodenya sederhana dan murah
 Metode ini tidak invasif dan mudah digunakan
 Metode ini digunakan sebagai alat diagnostik dan juga prognostik

Kekurangan :

 Hanya dapat digunakan pada lansia


 Masih membutuhkan perhitungan secara matematika dan penggunaan metode
antropometri yang membutuhkan tenaga terampil.
 Metode in bersifat subjektif

10. Paediatric Yorkhill Malnutrition Score (PYMS)

Kelebihan :
 Memiliki sensitivitas yang tinggi
 Memiliki positive predictive value yang sangat tinggi

Kekurangan :

 Tidak dapat digunakan pada anak yang berusia dibawah 1 tahun


 Tidak dapat digunakan pada orang dewasa
 Tidak menanyakan penyakit secara speifik