Anda di halaman 1dari 12

Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.

1 Tahun 2018

ANALISIS USAHA SARANG BURUNG WALET


DIKELURAHAN TEMBILAHAN KOTA (Studi Kasus Usaha Sarang
Burung Walet Pak Sutrisno)
Gunawan Syahrantau1, M.Yandrizal1
1Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNISI

Email: syahrantau_gsr@yahoo.co.id

ABSTRAK

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan,


keuntungan dan efisiensi usaha dari usaha sarang walet Pak Sutrisno di Kelurahan
Tembilahan Kota.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisi biaya, analisis penerimaan, analisis keuntungan dan analisis
efisiensi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Biaya total rata-rata
yang dikeluarkan pada usaha Sarang Burung Walet Pak Sutrisno adalah sebesar
Rp. 11.475.355,55,(2) rata – rata penerimaan yang diperoleh sebesar
Rp.38.000.000,00 per bulan, (3) rata-rata keuntungan yang di peroleh sebesar
Rp.26.524.644,45 per bulan, (4) Nilai efisiensi usaha adalah sebesar 3,31, yang
berarti bahwa usaha Sarang Walet Pak Sutrisno sudah efisien, dimana setiap Rp1
biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp.3,31 dan
keuntungan Rp.2,31.

Kata Kunci : sarang walet, biaya investasi, keuntungan, efisiensi

ABSTRACT

The purposes of research were to determine the cost, revenue, profit and
business efficiency of swallow’s nest of Pak sutrisno in Subdistrict
Tembilahan.The methods used are the total cost analysis, revenue, profit and
analysis ofbusiness efficiency.The results showthat:(1) Average total cost is
Rp11.475.355,55/month,(2)The averagerevenue is Rp38.000.000,00/month, (3)
The average profit is Rp26.524.644,45/month, (4) The value R/C ratio is 3,31,
which means the effort of Swallow's Nest of Mr. Sutrisno efficient, where every
one rupiah of cost spent will give revenue Rp3,31 and will give profit Rp2,31.

Keywords: swallow's nest, profit, efficiency

I. PENDAHULUAN terkenal didunia.Sarang burung walet


dipercaya memiliki manfaat yang
Salah satu komoditas
sangat baik bagi kesehatan tubuh
agribisnis yang mempunyai peluang
pasar besar terutama pasar ekspor manusia.karena manfaatnya yang
dan mempunyai nilai ekonomi yang berkhasiat itu maka tidakheran jika
harganya sangat mahal.
tinggi adalah sarang burung
Usaha sarang burung walet
walet.Sarang burung walet
sangat menjanjikan dan memiliki
merupakan salah satu makanan yang

74
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

banyak tantangan, selain harus karena disebabkan tingginya tingkat


memiliki modal besar hingga ratusan ancaman seperti Burung Hantu,
juta rupiah, peternak harus pandai Tikus dan Karlahut (Kebakaran
mengelola rumah walet agar tetap Lahan Hutan) dimana asap
betah di huni oleh walet.Hasil dari kebakaran tersebut membuat walet
peternakan walet adalah sarangnya tidak betah berada di rumah walet
yang terbuat dari air liurnya.Sarang sehingga sarang walet tidak
walet ini selain mempunyai harga terbentuk sempurna.
tinggi, juga dapat bermanfaat bagi Usaha Sarang Burung Walet
dunia kesehatan, yaitu untuk milik Pak Sutrisno membutuhkan
menyembuhkan paru-paru, panas modal yang sangat besar seperti
dalam, melancarkan peredaran darah modal untuk mendirikan bangunan,
dan penambah tenaga. namun dalam menjalankan usahanya
Salah satu usaha sarang ada yang berhasil dan ada juga yang
burung walet yang cukup gagal.Permasalahan yang lainnya
berkembang di kelurahan adalah peternak belum mengetahui
Tembilahan Kota adalah milik Pak secara pasti biaya yang di keluarkan
Sutrisno. Usaha Walet ini di dirikan dikarenakan tidak melakukan
padatahun 1997. Usaha yang di pembukuan dan peternak tidak
dirikan oleh pak sutrisno ini mengetahui secara rinci pendapatan
berdasarkan saran dari keluarga di yang di peroleh. Tujuan penelitian ini
mana menganggap sarang burung adalah untuk mengetahui besarnya
walet merupakan usaha yang sangat biaya, penerimaan, keuntungan dan
menjanjikan di karenakan harga jual efisiensi usaha dari usaha sarang
untuk perkilonya yang tinggi. walet Pak Sutrisno di Kelurahan
Pada tahun 2007 hingga Tembilahan Kota.
tahun 2013 harga perkilo untuk
sarang burung walet sangat
bervariasi antara Rp9.000.000,00/kg II. TINJAUAN PUSTAKA
sampai Rp15.000.000,00/kg
2.1 Burung Walet (collocalia
tergantung dari kualitasnya. Untuk
fuciphaga)
kualitas super (mangkok super)
sarang yang paling bersih, warnanya Collocalia fuciphaga
sangat putih dan tidak ada bulu merupakan spesies dari burung walet
burung, mencapai harga yang paling banyak di budidayakan
Rp15.000.000,00/kg, kualitas A di Indonesia.Spesies ini berukuran
(mangkok) sarang yang terdapat bulu sedang (12cm), tubuh bagian atas
burung dan sedikit kotor, mencapai berwarna coklat kehitam-hitaman
Rp13.000.000/kg, untuk kualitas B dengan tungging abu-abu pucat,
(sudut) sarang yang agak kotor dan tubuh bagian bawah berwarna coklat,
tidak terbentuk seperti mangkok, sayap berbentuk bulan sabit
mencapai Rp11.000.000,00/kg memanjang dan runcing, memiliki
sedangkan untuk kualitas C sarang ekor yang menggarpu dan kuku yang
yang paling kotor sehingga harganya tajam. Kedua jenis kelamin pada
paling murah, mencapai burung ini sulit di bedakan memiliki
Rp9.000.000,00/kg.Akan tetapi dari bobot tubuh 8,7-14,8 gram dan
tahun 2014 sampai tahun 2016 bentang sayap 110-118 mm, burung
sangat sulit mendapatkan kualitas A, ini bersifat monogami dan induk

75
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

betina menghasilkan dua butir telur Sarang burung walet yang didapat
yang dierami oleh kedua induk dari rumah peternakan ini lebih
selama lebih kurang 23 hari bersih dari kotoran serta bulu burung
(Wibowo. S, 2008) tersebut, sehingga proses
Burung walet sarang putih pembersihan lebih mudah dan hasil
memiliki klasifikasi zoologis sebagai sarang burung walet lebih putih.
berikut: Burung walet mempunyai
Kerajaan : Animalia kebiasaan meninggalkan sarang
Filum : Chordata mereka pada pagi hari untuk mencari
Kelas : Aves makan dan kembali pada sore hari
Ordo : Apodiformes untuk beristirahat atau memberi
Famili : Apodidae makan anak–anak mereka.Sarang
Genus : Collocalia burung dipanen 3 kali pertahun,
Spesies : Collocalia fuciphaga dengan setiap periode panen
Burung ini merupakan umumnya berlangsung 3 bulan.
penerbang yang kuat, mampu Periode pertama adalah januari –
terbang sekitar 40 jam secara terus april, hal ini segera diikuti oleh
menerus, menjalani home range periode kedua dan ketiga. Curah
dengan radius 25-40 km. Burung hujan sangat tinggi pada periode
walet memiliki ekholokasi sehingga pertamaini membujuk dan
mampu terbang di tempat yang lingkungan yang sangat cocok untuk
gelap. Sarang Collocalia ficiphaga pertumbuhan hewan kecil dan
terbentuk dari air liur burung tersebut tanaman memberikan banyak walet
yang mengeras. makanan.Walet tumbuh sangat kuat
dan dengan demikian menghasilkan
2.2 Produksi Sarang jumlah berlebihan air liur.Sarang
Burung Walet burung di panen selama periode ini
adalah yang paling mahal karena
Berdasarkan asal usulnya,
sarang tersebut besar dan tebal,
sarang burung walet diklasifikasikan
sangat bengkak dan mengandung
menjadi dua tipe, yaitu sarang
kotoran lebih sedikit.Periode panen
burung walet gua (liar) dan sarang
kedua adalah pada saat musim
burung walet rumahan
kemarau.Ada penurunan dalam
(diternakkan).Sarang burung walet
gua di bangun oleh burung walet di pasokan makanan untuk burung
walet dan ini memuncak dalam
gua dan tebing (biasanya ditemukan
sarang brung yang tipis dan longgar
di dekat wilayah dengan banyak air,
dan benang sarang tebal.Bentuk dan
laut atau air terjun).Beberapa sarang
burung walet mempunyai warna kapasitas pembengkakkan sarang
lebih miskin dari periode
yang berbeda karena iklim alam,
makan dan minuman burung walet pertama.Periode ketiga adalah baik
tersebut.Burung dalam musim kemarau.Sekresi air
walet yang
diternakan sarang liur mereka rendah dan bulu
membangun
terpisah.Sarang burung yang di
mereka dirumah sarang burung walet
yang dibuat sedemikian rupa untuk bangun lebih kecil dalam ukuran,
menyamai mengandung kotoran yang lebih
dengan kondisi
besar (bulu) dan memiliki kapasitas
lingkungan liar (gua) hanya saja
rumah burung walet ini di jaga pembengkakan sangat miskin.
kebersihannya oleh para peternak.

76
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

2.3 Biaya turun ketika produksi berlebihan


Biaya adalah nilai dari semua (Soekartawi, 1995).
masukan ekonomi yang di perlukan,
2.5 Keuntungan
yang dapat di perkirakan dan dapat di
ukur untuk menghasilkan sesuatu
Keuntungan (profit) adalah
produk (Prasetya, 1995).Menurut tujuan utama dalam pembukaan
(Zulkifli,2010) Biaya tetap adalah usaha yang direncanakan.Semakin
biaya yang jumlahnya sampai tingkat
besar keuntungan yang diterima,
kegiatan tertentu relatif tetap dan
semakin layak usaha yang
tidak terpengaruh oleh perubahan
dikembangkan.Didasarkan pada
volume kegiatan.Biaya tetap perkiraan dan perencanaan produksi
merupakan jenis biaya yang bersifat dapat diketahui pada jumlah produksi
statis (tidak berubah) dalam ukuran
berapa perusahaan mendapat
tertentu. Biaya ini akan tetap kita
keuntungan dan pada jumlah
keluarkan meskipun kita tidak produksi berapa pula perusahaan
melakukan aktivitas apapun atau mendapat kerugian (Ibrahim,
bahkan ketika kita melakukan 2003).Keuntungan atau laba adalah
aktivitas yang sangat banyak menunjukkan nilai lebih (hasil) yang
sekalipun.
diperoleh dari modal yang
Biaya total menurut Wahyu dijalankan.
(2010) berarti seluruh biaya yang
dikeluarkan oleh suatu perusahaan
2.6 Efisiensi Usaha
dalam memproduksi sejumlah
output.Sedangkan menurut Efisiensi usaha dapat
Samuelson dan Nordhaus (2003) diketahui dengan menghitung
Biaya Total merupakan penegluaran perbandingan antara besarnya
terendah yang diperlukan untuk penerimaan dan biaya yang
memproduksi setiap tingkat output. digunakan dalam proses produksi
yaitu dengan menggunakan R/C
2.4 Penerimaan Ratio (Return cost Ratio). R/C adalah
perbandingan antara total
Menurut Mailya (2009), penerimaan dengan biaya total. R/C
semakin banyak jumlah produk yang menunjukkan pendapatan kotor
dihasilkan maupun semakin tinggi
(penerimaan) yang diterima untuk
harga per unit produk yang setiap rupiah yang dikeluarkan untuk
bersangkutan, maka penerimaan total produksi
yang diterima produsen akan Soekartawi (1995).
semakin besar. Sebaliknya jika
produk yang dihasilkan sedikit dan III. METODOLOGI PENELITIAN
harganya rendah maka penerimaan
total yang diterima oleh produsen 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian
semakin kecil. Penelitian ini telah
Penerimaan adalah perkalian dilaksanakan pada bulan Maret
antara produksi yang dihasilkan sampai dengan Mei 2017 pada usaha
dengan harga jual dan biasanya sarang burung walet Pak Sutrisno di
produksi berhubungan negatif Jalan Jendral Sudirman Kalurahan
dengan harga, artinya harga akan Tembilahan Kota, pemilihan lokasi
dengan pertimbangan bahwa usaha

77
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

sarang burung walet milik Pak Keterangan:


Sutrisno merupakan salah satu usaha D = Nilai Penyusutan Alat
yang cukup berkembang di (Rp/Unit/Tahun)
Kelurahan Tembilahan Kota. C = Harga Beli Alat (Rp/Unit)
SV = Nilai Sisa Alat (Rp/Unit)
3.2. Metode Pengumpulan Data 20% dari nilai beli
UL =Masa Pakai Alat (Tahun)
a. Observasi, yaitu dengan
mengamati secara langsung objek
penelitian sehingga dapat 3.3.2 Penerimaan
diperoleh gambaran yang nyata Penerimaan adalah perkalian
dari keadaan perusahaan. antara produksi yang dihasilkan
b. Wawancara atau interview, yaitu dengan harga jual dan biasanya
dengan melakukan tanya jawab produksi berhubungan negatif
langsung dengan pimpinan dan dengan harga, artinya harga akan
karyawan yang memiliki turun ketika produksi berlebihan
informasi yang diperlukan. (Soekartawi, 1995). Penerimaan
dapat dihitung dengan menggunakan
3.3. Tekhnik Analisis Data rumus sebagai berikut :
3.3.1. Biaya (Cost)
TR = Q x P
Biaya total menurut Wahyu
(2010) berarti seluruh biaya yang Keterangan :
dikeluarkan oleh suatu perusahaan TR : Penerimaan Total usaha
dalam memproduksi sejumlah (Rp)/ Satu kali panen sarang burung
output.Sedangkan menurut walet
Samuelson dan Nordhaus (2003) P : Harga produk usaha (Rp) /
Biaya Total merupakan pengeluaran Satu kali panen sarang burung walet
terendah yang diperlukan untuk Q : Jumlah produk usaha (Rp) /
memproduksi setiap tingkat Satu kali panen sarang burung walet
output.Biaya Total dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut: 3.3.3 Keuntungan
Keuntungan (profit) adalah
TC = TFC + TVC tujuan utama dalam pembukaan
usaha yang direncanakan.Semakin
Keterangan: besar keuntungan yang diterima,
TC : Biaya Total Usaha (Rp) / semakin layak usaha yang
Satu kali panen dikembangkan.Didasarkan pada
TFC : Biaya Tetap Usaha (Rp) / perkiraan dan perencanaan produksi
Satu kali panen dapat diketahui pada jumlah produksi
TVC : Biaya Variabel Usaha (Rp) / berapa perusahaan mendapat
Satu kali panen keuntungan dan pada jumlah
produksi berapa pula perusahaan
Biaya penyusutan peralatan mendapat kerugian (Ibrahim,
dihitung dengan metode garis lurus 2003).Keuntungan atau laba adalah
(Straight Line Metodh) dengan menunjukkan nilai lebih (hasil) yang
rumus sebagai berikut: diperoleh dari modal yang
− dijalankan.Setiap kegiatan yang
D=
dijalankan perusahaan tentu

78
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

berdasarkan modal yang TR/TC = 1 berarti usaha mencapai


dijalankan.Dengan modal itulah titik impas (BEP).
keuntungan atau laba diperoleh.Hal TR/TC < 1 berarti usaha yang
ini yang menjadi tujuan utama dari dijalankan tidak efesien.
setiap perusahaan (Muhammad,
2005).Secara matematis dapat ditulis
sebagai berikiut: IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Modal Usaha
π = TR – TC
Pengertian Modal Usaha
Keterangan : menurut Kamus Besar Bahasa
π = Keuntungan (Rp) / Satu Indonesia dalam Listyawan Ardi
kali panensarang burung walet Nugraha (2011:9) “modal usaha
TR = Total Penerimaan (Rp) / adalah uang yang dipakai sebagai
Satu kali panen sarang burung walet pokok (induk) untuk berdagang,
TC = Total Biaya (Rp) / Satu kali melepas uang, dan sebagainya; harta
panen sarang burung walet benda (uang, barang, dan
sebagainya) yang dapat
3.3.4 Efesiensi Usaha dipergunakan untuk menghasilkan
sesuatu yang menambah
Efesiensi usaha dapat kekayaan”.Modal dalam pengertian
diketahui dengan menghitung ini dapatdiinterpretasikan sebagai
perbandingan antara besarnya sejumlah uang yang digunakan
penerimaan dan biaya yang dalam menjalankan kegiatan-
digunakan dalam proses produksi kegiatan bisnis.Banyak kalangan
yaitu dengan menggunakan R/C yang memandang bahwa modal uang
Ratio (Return cost Ratio). R/C adalah bukanlah segala-galanya dalam
perbandingan antara total sebuah bisnis.
penerimaan dengan biaya total. R/C Dalam memulai usaha sarang
menunjukkan pendapatan kotor burung walet, pengusaha
(penerimaan) yang diterima untuk membutuhkan modal untuk membeli
setiap rupiah yang dikeluarkan untuk peralatan maupun bahan-bahan yang
produksi Soekartawi (1995). Secara dibutuhkan. Modal merupakan salah
matematis dapat ditulis sebagai satu faktor penting dalam mendirikan
berikut : usaha, tanpa modal yang mencukupi
maka usaha yang dibangun tidak
RCR = TR akan berjalan sebagaimana mestinya.
TC Berdasarkan hasil penelitian, Sumber
Keterangan : modal yang digunakan pengusaha
TR (Total Revenue) : Penerimaan secara keseluruhan pada usaha
(Rp) / Satu kali panen sarang burung sarang burung walet ini merupakan
walet modal pribadi dari tabungan.
TC (Total Cost) : Biaya (Rp) /
Satu kali panen sarang burung walet 4.2 Peralatan Usaha
Kriteria yang digunakan dalam Peralatan usaha yang
penentuan efisiensi usaha adalah : digunakan dalam usaha sarang
TR/TC > 1 berarti usaha yang burung walet Pak Sutrisno adalah
dijalankan sudah efisien. meliputi:

79
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

1. Skrap sebagai alat untuk 4.4 Pemasaran


memanen sarang burung walet Pemasaran adalah tindakan-
2. Lampu Senter Kepala berfungsi tindakan yang diperlukan untuk
untuk penerangan pada saat menyampaikan barang produksi dari
memanen sarang burung walet tangan produsen ketangan
3. Tangga Aluminium berfungsi konsumen.Pemasaran sarang burung
untuk tempat berpijak pada saat walet Pak Sutrisno di jual ke tempat
memanjat untuk memanen walet pedagang pengumpul luar kota yang
4. Speaker berfungsi sebagai telah di tunjuk oleh pemerintah
penghasilkan suara untuk
sebagai tempat yang resmi untuk di
memancing agar burung walet lakukan proses selanjutnya dan di
masuk kerumah walet
ekspor ke luar negeri. Sistem
5. Flashdisc berfungsi sebagai alat
pembayaran yang di lakukan
penyimpan suara-suara burung pengumpul yaitu dengan cara
walet transfer tunai. proses
Pada
6. Aki GS berfungsi sebagai arus pendistribusian ke luar kota, sarang
listrik cadangan burung walet yang akan dikirim
7. Mesin Air Sanyo berfungsi untuk menggunakan jasa pengiriman pos
menyedot air ke dalam bak indonesia dengan tarif Rp100.000,-
penampungan pada rumah walet /Kg.
yang berguna sebagai tempat
mandi burung walet
4.5 Analisis Usaha
8. Ampli berfungsi untuk
4.5.1 Analisis Biaya
menyalurkan suara ke masing-
masing speaker Menurut Mulyadi (2012),
9. Kabel berfungsi untuk dalam arti luas biaya adalah
penyambung arus dari ampli ke pengorbanan sumber ekonomis yang
speaker. diukur dalamsatuan uangyang telah
terjadi atau mungkin terjadi untuk
4.3 Produksi mencapai tujuan tertentu. Dalam arti
sempit biaya merupakan bagian dari
Proses produksi sarang harga pokok yang dikorbankan
burung walet dilakukan 1 kali dalam dalam usaha untuk memperoleh
1 bulan, proses pembentukan sarang penghasilan.Biaya dalam penelitian
burung walet berasal dari air liurnya, ini adalah seluruh biaya yang
cairan tersebut bersifat lem yang dikeluarkan untuk proses produksi
akan mengeras dengan mangandung sarang burung walet, baik biaya yang
banyak komponen lain yang terlarut dikeluarkan atau tidak dikeluarkan.
dalam kelenjar liur tersebut.Proses Biaya tersebut terdiri dari biaya tetap
yang berlangsung terus menerus dan biaya variabel.
sampai memakan waktu 20 hari akan
menghasilkan lembaran menyerupai a. Biaya Tetap
belahan mangkok yang secara alami
digunakan sebagai sarang bagi Biaya tetap adalah biaya yang
burung walet tersebut. jumlahnya tidak berubah, terlepas
dari perubahan tingkat aktivitas
dalam kisaran relevan tertentu. Biaya
tetap akan terus saja dikeluarkan
walaupun tingkat keluaran pabrik

80
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

anjlok hingga titik nol (Simamora, biaya tenaga kerja dan


2002).Biaya tetap dalam usaha bangunan.Jumlah biaya tetap dapat
sarang burung walet Pak Sutrisno dilihat pada Tabel 1.
meliputi biaya penyusutan peralatan,

Tabel 1. Rata-rata Biaya Tetap Usaha Sarang Burung Walet Pak Sutrisno
Perbulan
No Jenis Biaya Tetap Jumlah (Rp) Persentase
(%)
1 Penyusutan Peralatan 570.022,22 5,61
2 Tenaga Kerja 7.500.000,00 73,87
3 Bangunan 2.083.333,33 20,52
Total 10.153.355,55 100,00

Sumber: Data primer 2017

Tabel 1 diatas menunjukkan biaya tetap dapat dilihat pada


bahwa sumber biaya tetap terbesar lampiran 2,3 dan 4.
berasal dari biaya tenaga kerja yaitu Hal ini senada dengan
sebesar Rp7.500.000,00 per bulan penelitian Robins (2009), yang
atau 73,87 persen tiap satu kali menunjukkan bahwa persentasi
produksi upah untuk 3 orang tenaga terbesar berasal dari biaya tenaga
kerja yaitu masing-masing tenaga kerja yaitu sebesar Rp4.000.000,00
kerja mendapatkan upah sebesar perbulan atau 69,69 persen.
Rp2.500.000,00/bulan. Semua Kemudian biaya Penyusutan
karyawan berjenis kelamin laki- peralatan yaitu sebesar
lakidan semuanya belum Rp1.190.000,00 perbulan atau 20,73
berkeluarga/menikah. persen. Selanjutnya biaya yang
Kemudian biaya bangunan paling terkecil adalah biaya
sebesar Rp2.083.333,33,-per bulan bangunan yaitu sebesar
atau 20,52 persen.Biaya bangunan Rp550.000,00 perbulan atau 9,58
ini sebenarnya tidak benar-benar persen.
dikeluarkan dikarenakan dalam
proses produksi sarang burung walet
adalah merupakan bangunan milik b. Biaya Tidak Tetap
sendiri. Tetapi dalam penelitian ini Suprapto (2005), biaya
menggunakan konsep keuntungan variabel (Variable cost) adalah biaya
sehingga biaya bangunan tetap yang jumlah totalnya berubah secara
diperhitungkan.Bangunan ini sebanding (proporsional) dengan
didirikan sejak awal usaha ini di perubahan volume kegiatan atau
buka yaitu tahun 1997 jadi usaha ini biaya yang dikeluarkan oleh
berdiri sudah cukup lama. pengusaha sebagai akibat
Selanjutnya biaya yang penggunaan factor produksi variabel,
terkecil adalah biaya penyusutan sehingga biaya ini besarnya berubah-
peralatan sebesar Rp570.022,22,- per ubah dengan berjumlahnya barang
bulan atau 5,61 persen. Biaya yang dihasilkan.Komposisi biaya
penyusutan peralatan ini juga tidak variabel dapat dilihat pada Tabel 2.
benar-benar dikeluarkan.Perhitungan

81
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

Tabel 2. Rata-rata Biaya Tidak Tetap Usaha Sarang Burung Walet Pak Sutrisno
Perbulan
No Jenis biaya tidak tetap Jumlah (Rp) Persentase (%)

1 Bahan Penolong 10.000,00 0,76


2 Pengemasan 42.000,00 3,18
3 Lain-lain 1.270.000,00 96,07
Total 1.322.000,00 100,00
Sumber: Data primer 2017

Tabel 2 menunjukkan bahwa Kemudian biaya pengemasan yaitu


pada usaha sarang burung walet pak sebesar Rp50.000,00 perbulan atau
sutrisno tidak menggunakan bahan 2,26 persen. Selanjutnya biaya yang
baku, jadi biaya tidak tetap pada paling terkecil adalah biaya bahan
usaha sarang burung walet tersebut penolong yaitu sebesar Rp15.344,00
hanya meliputi bahan perbulan atau 0,69 persen. Sehingga
penolong,pengemasan dan biaya pada usaha sarang burung walet pak
lain-lain. Dalam satu bulan bahan Sutrisno dan pada penelitian
penolong yang digunakan pengusaha Brotodiharjo dapat dikatakan senada
adalah pakan walet 1 kg dengan karena biaya tidak tetap terbesar
harga Rp10.000,- per kg. sama-sama berasal dari biaya lain-
Pengemasan digunakan lain, dan biaya tidak tetap terkecil
kardusbesarsebanyak 2 Pcs dengan berasal dari biaya bahan penolong.
harga Rp10.000,-/Pcs, dan lakban
sebanyak 1 rol dengan harga c. Biaya Total
Rp12.000,-/rol kemudian air aqua Biaya total menurut Wahyu
ukuran 1,5L sebanyak 1 botol (2010)berarti seluruh biaya yang
dengan harga Rp10.000,-/botol, dikeluarkan oleh suatu perusahaan
Biaya lain-lain seperti biaya dalam memproduksi sejumlah
pengiriman sebanyak 4 Kg/bulan output.Sedangkan menurut
dengan hargaRp 100.000,-/bulan, Samuelson dan Nordhaus (2003)
surat jalan sebanyak 4 Kg/bulan Biaya Total merupakan pengeluaran
sebesar Rp5.000,-/Kg, surat terendah yang diperlukan untuk
pemeriksaan dengan harga
memproduksi setiap tingkat output.
Rp150.000,-/satu kali pengiriman Biaya total usaha sarang
dan listrik selama 1 bulan sebesar
burung walet meliputi seluruh biaya
Rp700.000,-.Perhitungan biaya tidak tetap dan biaya variabel. Besarnya
tetap dapat di lihat pada lampiran 5.
biaya total usaha sarang burung
Brotodiharjo (2005), walet dalam satu kali proses
memperlihatkan bahwa persentasi produksi/bulan dapat dilihat pada
terbesar berasal dari biaya lain-lain Tabel 3.
yaitu sebesar Rp2.150.000,00
perbulan atau 97,05 persen.

82
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

Tabel 3. Rata-rata Biaya Total Pada Usaha Sarang Burung Walet Pak Sutrisno
Perbulan

No Jenis Biaya Total Jumlah (Rp) Persentase (%)


1 Biaya Tetap 10.153.355,55 88,48
2 Biaya Variabel 1.322.000,00 11,52
Total 11.475.335,55 100,00
Sumber: Data primer 2017

Tabel 3 menunjukkan bahwa banyak dibandingkan biaya tidak


biaya total pada usaha sarang burung tetap dan menyebabkan biaya yang
walet Pak Sutrisno adalah sebesar dikeluarkan untuk memenuhi
Rp11.475.335,55 per Bulan. Dimana kebutuhan biaya tetap juga besar.
kontribusi terbesar barasal dari biaya
tetap yaitu sebesar Rp10.153.355,55 4.5.2 Analisis Penerimaan dan
per bulan atau 88,48 persen. Hal ini Keuntungan
disebabkan komponen biaya tetap
Penerimaan adalah perkalian
lebih banyak dibandingkan biaya antara produksi yang dihasilkan
tidak tetap sehingga biaya tetap yang dengan harga jual dan biasanya
dikeluarkan lebih besar, sedangkan
produksi berhubungan negatif
biaya tidak tetap usahasarang burung
dengan harga, artinya harga akan
walet hanya sebesar Rp1.322.000,00 turun ketika produksi berlebihan
per bulan atau 11,52 persen.
(Soekartawi, 1995) dan Keuntungan
Hal ini senada pada (profit) adalah tujuan utama dalam
penelitian Robins (2009), yang
pembukaan usaha yang
memperlihatkan bahwa persentase direncanakan.Semakin besar
terbesar terdapat pada biaya tetap
keuntungan yang diterima, semakin
yaitu 69,66 persen atau sebesar
layak usaha yang
Rp5.740.000,00 per bulan sedangkan
dikembangkan.Besarnya penerimaan
persentase pada biaya tidak tetap dan keuntungan pada usaha sarang
yaitu 30,34 persen atau sebesar burung walet Pak Sutrisno dapat
Rp2.500.000,00 per bulan. Hal ini dilihat pada tabel 4.
karena jumlah biaya tetap lebih

Tabel 4. Rata-rata Penerimaan dan Keuntungan Pada Usaha Sarang Burung Walet
Pak Sutrisno
No Uraian Jumlah
1 Penerimaan 38.000.000,00
2 Total Biaya 11.475.355,55
3 Keuntungan 26.524.644,45
Sumber: Data Primer 2017

Tabel 4 menunjukkan penerimaan yang di peroleh


bahwasarang burung walet yang pengusaha sarang burung walet
dihasilkan selama 1 kali produksi adalah sebesar Rp38.000.000,00 per
adalah sebanyak 4 kg dengan harga bulan. Sedangkan total biaya yang
Rp9.500.000,00 per bulan. Sehingga dikeluarkan adalah sebesar

83
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

Rp11.475.355,55 per bulan. pengusaha adalah sebesar Rp


Sehingga keuntungan yang diperoleh 16.142.580,97 per bulan.
pengusaha adalah sebesar
Rp26.524.644,45 per bulan. Sarang 4.5.3 Analisis Efisiensi Usaha
burung walet yang dihasilkan di
Efesiensi usaha dapat
hitung secara Ramas ( Kualitas
diketahui dengan menghitung
Campur antara kualitas A,B dan C )
perbandingan antara besarnya
dengan harga yang sudah di tetapkan
penerimaan dan biaya yang
berdasarkan kerjasama antara digunakan dalam proses produksi
peternak dan produsen.Perhitungan yaitu dengan menggunakan R/C
penerimaan dan keuntungan dapat di Ratio (Return cost Ratio). R/C
lihat pada lampiran 7. adalah perbandingan antara total
Robins (2009), penerimaan dengan biaya total. R/C
memperlihatkan bahwa total
menunjukkan pendapatan kotor
penerimaan yang diperoleh
(penerimaan) yang diterima untuk
pengusaha adalah sebesar Rp setiap rupiah yang dikeluarkan untuk
24.382.580,97 per bulan, sedangkan produksi Soekartawi (1995).Efisiensi
total biaya yang dikeluarkan usaha sarang burung walet Pak
pengusaha adalah sebesar Rp Sutrisno dapat dilihat pada tabel 5.
8.240.000,00 per bulan sehingga
keuntungan yang diperoleh

Tabel 5. Rata-rata Analisis Efisiensi Usaha Pada Usaha Sarang Burung Walet
Pak Sutrisno per bulan
No Uraian Jumlah (Rp)
1 Total Penerimaan 38.000.000,00
2 Total Biaya 11.475.355,55
Efisiensi Usaha (RCR) 3,31
Sumber: Data Primer 2017

Berdasarkan tabel 5, dapat Sehingga dapat disimpulkan


diketahui bahwa nilai efisiensi usaha bahwa pada penelitian usaha sarang
pada usaha sarang burung walet Pak burung walet Pak Sutrisno nilai RCR
Sutrisno adalah sebesar 3,31 yang lebih besar, hal ini disebabkan karena
berarti usaha sarang burung walet besarnya penerimaan yang didapat
Pak Sutrisno yang telah dijalankan oleh pengusaha yaitu sebesar
sudah efisien karena nilai R/C >1, Rp38.000.000,00 per bulantetapi
Berarti setiap Rp1 biaya yang biaya total yang dikeluarkan oleh
dikeluarkan dalam usaha sarang pengusaha sarang burung walet
burung walet Pak Sutrisno akan sedikityaitu sebesar Rp11.475.335,55
menghasilkan penerimaan sebesar per bulan. Maka diperoleh
Rp3,31 dan keuntungan sebesar keuntungan sebesar Rp26.524.644,45
Rp2,31. Penelitian Brotodiharjo per bulan, sehingga usaha sarang
(2005), menunjukkan bahwa nilai burung walet Pak Sutrisno
efisiensi usaha pada usaha sarang menghasilkan nilai RCR yaitu
burung walet di Kota Banjar Masin sebesar 3,31. Sedangkan pada
adalah sebesar 1,94. penelitian Brotodiharjo (2005),
penerimaan yang dihasilkan

84
Jurnal Agribisnis Unisi Vol.7 No.1 Tahun 2018

pengusaha sedikit yaitu harus melakukan pengiriman ke


Rp20.000.000,00 per bulan namun luar Kota.
biaya total yang dikeluarkan besar 2. Bangunan yang ada di bawah
yaitu Rp10.315.344,00 per bulan, Sarang Burung Walet sebaiknya
maka pengusaha memperoleh di gunakan untuk aktifitas usaha
keuntungan sebesar Rp9.684.656,00 lainnya guna menambah
per bulan sehingga nilai RCR pada pendapatan.
usaha sarang burung walet di Kota
Banjar Masin adalah sebesar 1,94.
DAFTAR PUSTAKA
V. KESIMPULAN DAN SARAN Austin, J.E. 1981. Agroindustrial
5.1 Kesimpulan Project Analysis.The John
Hopkins University Press.
1. Biaya Total yang di keluarkan London.
pada Usaha Sarang Burung Walet
Pak Sutrisno adalah sebesar Borror, D. J. 2005. Pengenalan
Rp11.475,355,55, sedangkan Pelajaran Serangga. Edisi
penerimaan yang di dapat adalah keenam.Yogyakarta. Gajah
sebesar Rp38.000.000, sehingga Mada Perss. 825-826.
Keuntungan yang diperoleh dari Brotodiharjo. R. 2005.Analisis Usaha
usaha sarang burung walet Pak Sarang Burung Walet Di Kota
Sutrisno di Kelurahan Banjar Masin, Skripsi.
Tembilahan Kota ini adalah Universitas Sebelas Maret
sebesar Rp26.524.644,45,- untuk Surakarta : Surakarta.
sekali produksi per bulan.
2. Usaha sarang burung walet Pak Charles, F. 2001. Budidaya Rumah
Sutrisno di Kelurahan dan Sarang Walet. Surabaya.
Tembilahan Kota Kabupaten Gitamedia Perss.
Indragiri Hilir mempunyai nilai DR payaman simanjuntak, 2008
efisiensi lebih dari satu (R/C > 1) Ekonomi Sumber Daya
yaitu sebesar 3,31. Hal ini berarti Manusia. Penebar swadaya.
bahwa setiap Rp1,- biaya yang Jakarta.
dikeluarkan pengusaha pada awal
Francis. 1987. The Management of
kegiatan usaha akan
EdibleBird’s Nest Caves in
mendapatkan penerimaan sebesar
Rp 3,31 dan keuntungan sebesar Sabah Wildlife Section.
Rp 2,31 Sabah Forest Departement,
Sabah.
5.2 Saran Hakim.A. 2011.Karakteristik
1. Untuk Lingkungan Rumah dan
meningkatkan
Produksi Sarang Burung
keuntungan,proses pengolahan
Walet (Collocalia Fuciphaga)
atau pembersihansarang burung
di Kecamatan Haurgeulis,
walet sebaiknya dapat dilakukan
Kabupaten Indramayu, Jawa
langsung di Tembilahantanpa
Barat.Skripsi.Institut
Pertanian Bogor. Bogor.

85