Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan

menggunakan pendekatan cross sectional (penelitian potong lintang). Studi

cross sectional digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas

dengan variabel tergantung. Fokus peneliti adalah mengetahui hubungan lama

menderita otitis media supuratif kronis (OMSK) dengan kebiasaan korek

telinga di Puskesmas Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Poli THT Puskesmas Kecamatan Burneh

Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 31

Desember 2017.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang berobat di

poli THT Puskesmas Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan.

2. Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah sebagian pasien yang berobat ke

Poli THT Puskesmas Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan pada

tanggal 1 – 31 Desember 2017 yang memenuhi kriteria inklusi.

24
25

a. Kriteria inklusi

Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :

1) Pasien yang menderita OMSK

2) Bersedia menjadi responden

b. Kriteria eksklusif

Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah :

1) Pasien yang tidak menderita OMSK

2) Tidak bersedia menjadi responden

3) Tidak ada di tempat pada saat penelitian dilakukan

3. Sampling

Penentuan jumlah sampel penelitian menggunakan teknik pengambilan

sampel secara accidental sampling dimana pengambilan sampel secara

aksidental (accidental) dengan mengambil kasus atau responden yang

kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks

penelitian

D. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat.

1. Variabel bebas (independent variable)

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kebiasaan korek telinga

2. Variabel terikat (dependent variable)

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah lama menderita OMSK


26

E. Definisi Operasional

Tabel IV.1 Definisi operasional hubungan lama menderita OMSK dengan


kebiasaan korek telinga pada pasien di Puskesmas Kecamatan Burneh
Kabupaten Bangkalan

Variabel Definisi operasional Alat ukur Kategori Skala


data
Lama Pasien yang didiagnosa Kuesioner 1) < 2 bulan Ordinal
menderita menderita OMSK bila dan rekam 2) 2 bulan – 1 tahun
Otitis membran timpani medis 3) > 1 tahun
Media perforasi dan keluar
Supuratif cairan > 2 bulan
Kronis
(OMSK)
Kebiasaan Kebiasaan mengorek Kuesioner 1) Tidak pernah Ordinal
korek telinga yang dilakukan 2) Kadang-kadang
telinga pasien sehari-harinya 3) Sering
baik dengan
menggunakan jari
tangan, cotton bud, atau
alat lainnya

F. Prosedur Penelitian

1. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk

mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini

adalah :

a. Informed consent

b. Kuesioner

c. Rekam medis

d. Alat tulis
27

2. Cara Pengumpulan Data

a. Data primer

Data primer dikumpulkan melalui survei dengan menggunakan

kuesioner.

b. Data sekunder

Data sekunder diperoleh melalui telaah kepustakaan dan data yang

diperoleh dari Puskesmas Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan

atau instansi lainnya sebagai penunjang penelitian ini, yaitu data rekam

medis mengenai penyakit OMSK pada bulan Desember tahun 2017.

3. Pengolahan Data

Data yang diperoleh dilakukan pengolahan dengan teknik:

a. Editing

Proses editing data yang dilakukan meliputi pengecekan

kelengkapan identitas dan kelengkapan data yangsudah terkumpul.

b. Coding

Untuk memudahkan dalam mengolah data maka data-data yang

sudah terkumpul diberi kode sesuai dengan kriteria yang sudah

ditentukan dalam penelitian.

1) Variabel lama menderita OMSK

a) < 2 bulan diberi kode 1

b) 2 bulan – 1 tahun diberi kode 2

c) > 1 tahun diberi kode 3


28

2) Variabel kebiasaan korek telinga

a) Tidak pernah diberi kode 1

b) Kadang-kadang diberi kode 2

c) Sering diberi kode 3

c. Entry data

Memasukkan data ke komputer dengan menggunakan aplikasi

program SPSS. Pada penelitian, penulis menggunakan program SPSS

20.0 for windows.

d. Tabulasi

Proses mengklasifikasikan data menurut kriteria tertentu

sehingga diperoleh frekuensi dari masing-masing data yang didapat

kemudian ditampilkan dengan cara tabulasi silang dalam bentuk

prosentase (%) kemudian hasil ukur yang didapat dari responden

dimasukkan rumus persentase.

G. Analisis Data

Setelah data seluruhnya telah terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis

data. Analisis data dari hasil penelitian dilakukan :

1. Analisis Univariat

Analisis ini dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian dan

hanya menghasilkan persentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2012).

2. Analisis Bivariat

Analisis ini dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan

atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2012). Analisis yang digunakan dalam


29

penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistika melalui program

SPSS (Statistical Program for Social Science) dengan menggunakan uji

korelasi Rank Spearman. Dengan pengambilan keputusan penerimaan

hipotesis berdasarkan taraf signifikansi atau tingkat kemaknaan (nilai α)

sebesar 5%:

a. Jika nila p ≤ α (0,05) maka hipotesis penelitian (H0) ditolak, artinya

ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel

terikat.

b. Jika nila p > α (0,05) maka hipotesis penelitian (H0) diterima, artinya

tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan

variabel terikat.
30

H. Alur Penelitian

Pasien OMSK di Puskesmas Kecamatan Burneh


Kabupaten Bangkalan

Mendapatkan responden dengan metode accidental sampling.

Responden menandatangani surat persetujuan setelah diberikan


penjelasan mengenai tujuan penelitian

Memberikan kuesioner pada responden

Pengumpulan data

Pengolahan data dan analisa data menggunakan uji Rank


Spearman

Penyajian data dalam bentuk tabel

Pembahasan

Simpulan dan Saran

Gambar IV.1 : Alur Penelitian