Anda di halaman 1dari 5

INTEGRAL

INTEGRAL TENTU DAN INTEGRAL TAK TENTU

Integral adalah kebalikan dari turunan (diferensial). Oleh karena itu integral disebut juga anti
diferensial. Ada 2 macam integral, yaitu integral tentu dan integral tak tentu. Integral tentu
yaitu integral yang nilainya tertentu, sedangkan integral tak tentu, yaitu integral yang nilainya
tak tentu. Pada integral tentu ada batas bawah dan batas atas yang nanti berguna untuk
menentukan nilai integral tersebut. Kegunaan integral dalam kehidupan sehari-hari banyak
sekali, diantaranya menentukan luas suatu bidang, menentukan voluem benda putar,
menentukan panjang busur dan sebagainya. Integral tidak hanya dipergunakan di matematika
saja. Banyak bidang lain yang menggunakan integral, seperti ekonomi, fisika, biologi, teknik
dan masih banyak lagi disiplin ilmu yang lain yang mempergunakannya.

A. Integral Tak Tentu

Karena integral merupakan kebalikan (invers) dari turunan, maka untuk menemukan rumus
dy
integral kita beranjak dari turunan. Turunan suatu fungsi y = f(x) adalah y ‘ = f ‘ (x) atau ,
dx
sedangkan notasi integral dari suatu fungsi y = f(x) adalah  y dx   f ( x) dx yang dibaca “

integral y terhadap x ”.
Turunan suatu fungsi konstan adalah 0 atau integral 0 adalah suatu fungsi konstan, biasanya
diwakili oleh notasi c.
a n 1
Rumus umum integral dari y  ax n adalah x  c atau ditulis :
n 1

a n 1
 ax dx  x c untuk n  1
n

n 1

Integral tak tentu atau antiderivatif adalah suatu bentuk operasi pengintegralan suatu fungsi
yang menghasilkan suatu fungsi baru. fungsi ini belum memiliki nilai pasti (berupa variabel),
atau batas atas dan batas bawah sehingga cara pengintegralan yang menghasilkan fungsi tak
tentu ini disebut integral tak tentu.
Adapun beberapa aturan yang dapat digunakan dalam penyelesaian integral:
 ∫ 𝑑𝑥 = 𝑥 + 𝑐
 ∫(𝑓(𝑥) ± 𝑔(𝑥))𝑑𝑥 = ∫ 𝑓(𝑥)𝑑𝑥 + ∫ 𝑔(𝑥)𝑑𝑥
1
 ∫ 𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = 𝑥𝑛 + 𝑐
𝑛+1
𝑘𝑥 𝑛+1
 ∫ 𝑘𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = +𝑐
𝑛+1

Pengertian integral

Untuk mengetahui pengertian integral, akan lebih mudah jika kita pahami dulu materi
turunan yang telah dipelajari sebelumnya.

Definisi :
Integral merupakan antiturunan, sehingga jika terdapat fungsi F(x) yang kontinu pada interval
d ( F ( x))
[a, b] diperoleh = F’(x) = f(x).
dx
Antiturunan dari f(x) adalah mencari fungsi yang turunannya adalah f (x), ditulis  f(x) dx

Secara umum dapat kita tuliskan :

∫ f(x) dx = ∫F’(x) dx = F(x) + C

Catatan:
 f(x) dx : disebut unsur integrasi, dibaca ” integral f(x) terhadap x”
f(x) : disebut integran (yang diitegralkan)
F(x) : disebut fungsi asal (fungsi primitive, fungsi pokok)
C : disebut konstanta / tetapan integrasi

Perhatikan tabel dibawah ini!

Pendiferensialan

F(x) F′(x) = f(x)


x2 + 3x 2x + 3
x2 + 3x + 2 2x + 3
x2 + 3x - 6 2x + 3
x2 + 3x + 3 2x + 3
x2 + 3x +C, dengan 2x + 3
C = konstanta  R

Pengintegralan
Berdasarkan tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa dari F(x) yang berbeda diperoleh F′(x)
yang sama, sehingga dapat kita katakan bahwa jika F′(x) = f(x) diketahui sama, maka fungsi
asal F(x) yang diperoleh belum tentu sama. Proses pencarian fungsi asal F(x) dari F′(x) yang
diketahui disebut operasi invers pendiferensialan (anti turunan) dan lebih dikenal dengan
nama operasi integral.

Jadi, secara umum perumusan integrasi dasar sebagai berikut:

Integral fungsi aljabar

1.  k dx = kx+C
x n 1
 x dx   C , bila n ≠ -1
n
2.
n 1
a
3.  ax n dx  x n 1`  c, dengan n  1
n  1`
4.  ( f ( x)  g ( x)) dx   f ( x)dx   g ( x)dx
5.  a. f ( x)dx  a  f ( x)dx, dimana a konstanta sebarang.

Integral fungsi trigonometri


Untuk merancang aturan integral tak tentu dari fungsi-fungsi trigonometri, perlu diingat
kembali turunan fungsi – fungsi trigonometri sebagaimana diperhatikan dalam table berikut:

Dengan menggunakan aturan integral tak tentu yang mempunyai sifat bahwa:
F’(x) = f(x) dan turunan fungsi-fungsi trigonometri dalam table di atas, maka integral tak
tentu dari fungsi-fungsi trigonometri dapat dirumuskan sebagai berikut :
Sedangkan aturan integral tak tentu dari fungsi-fungsi trigonometri dalam variabel sudut
ax+b dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.  sin x dx   cos x  C
1
2.  sin( ax  b)dx   cos( ax  b)  C
a
3.  cos x dx  sin x  C
1
4.  cos( ax  b)dx  sin( ax  b)  C
a

Untuk mengerjakan integral fungsi trigonometri akan digunakan kesamaan-kesamaan


sebagai berikut berikut ini:
1
1. sin2x +cos2x = 1 4. sin x. cos x = sin 2x
2
1 1
2. sin2x = (1- cos 2x) 5. 1 – cos x = 2 sin2 2 x
2
1 1
3. cos2x = (1 + cos 2x ) 6. 1 + cos x = 2 cos2 2 x
2

Contoh soal :

x6
 x dx = C
5
1.
6
4
1 4
x3 3 3
2. 
3
x dx =  x dx =
3
 x C
4 4
3

2 x 3 5x 2
3.  (2 x  5 x  3)dx 
2
  3x  C
3 2
1 1 1
4.  sin 2 xdx   (1` cos 2 x)dx  x  sin 2 x  C
2 2 4

5.  4dx  4x + C

Kegunaan integral tak tentu

Kegunaan integral tak tentu cukup banyak, diantaranya adalah untuk menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan kecepatan, jarak, dan waktu.

Perhatikan contoh berikut :

Sebuah molekul bergerak sepanjang suatu garis koordinat dengan persamaan percepatan
a(t)= -12t + 24 m/detik. Jika kecepatannya pada t = 0 adalah 20 m/detik. Tentukan
persamaan kecepatan moleku ltersebut !

Penyelesaian:
Percepatan molekul a(t) = -12t +24
Sehingga : v =  a dt
v =  (12t  24) dt

v = -6t2 + 24t + C
pada t=0, vo = 20 m/detik, maka 20 = 0 + 0 + C, C = 20
Jadi, persamaan kecepatannya adalah v = -6t2 + 24t + 20

Latihan soal :
1. Kecepatan suatu benda bergerak adalah v(t) = 5 + 2t. Jika s’(t) = v(t), dengan s(t) adalah
jarak benda pada saat t detik. Tentukan rumus umum jarak benda tersebut!
2. Diketahui rumus percepatan a(t) = t2 + 1 dan kecepatan v(0) = 6. Tentukanlah rumus
kecepatan, v(t), jika a(t) = v’(t)!
3. Diketahui turunan fungsi f dinyatakan dengan f’’(x) = 6x2 – 2x + 6, dan f(2) = -7. maka
rumus fungsi tersebut adalah ....
4. Gradien garis singgung di tiap titik (x,y) suatu kurva ditentukan oleh rumus f ‘(x) = 3x(2 –
x). Jika kurva tersebut melalui titik (-1,0), tentukan persamaannya!
5. Sebuah kurva y = f(x) melalui titik (2,0). Jika persamaan gradiennya adalah f ‘(x) = 2x – 4,
tentukan persamaan kurva tersebut!

Anda mungkin juga menyukai