Anda di halaman 1dari 6

SPESIFIKASI TEKNIS

SESUAI YANG DIPERSYARATKAN DALAM DOKUMEN LELANG

PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI SP 5A TANJUNG BUKA TAHAP III ZONA 2

1. Pekerjaan Tanah

Pekerjaan tanah terdapat item pekerjaan pembangunan jalan inspeksi. Pada item pekerjaan tersebut
mempunyai pekerjaan tanah yang serupa sehingga berlaku seragam dalam spesifikasi teknis nya.

1.1 Ruang Lingkup


Semua pekerjaan tanah yang diminta untuk dilaksanakan pada dokumen kontrak untuk semua
tujuan yang bersangkutan, dan seperti yang diminta oleh direksi, akan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang diajukan disini akan berlaku kecuali bila untuk suatu
item pekerjaan tertentu. Tempat pengambilan dan pembuangan tanah menjadi tanggung jawab
penyedia jasa.
1.2 Acuan Normatif
Standar Nasional Indonesia (SNI) :
- SNI 03-1742-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah
- SNI 03-1743-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Berat Untuk Tanah.
- SNI 03-1966-1989 : Metode Pengujian Batas Plastis.
- SNI 03-1965-1990 : Metode Pengujian Kadar Air Tanah.
- SNI 03-1967-1990 : Metode Pengujian Batas Cair dengan Alat Casagrande.
- SNI 03-1976-1990 : Metode Koreksi untuk Pengujian Pemadatan Tanah yang mengandung Butir
Kasar
- SNI 03-2636-1992 : Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah Untuk Bangunan
Sederhana
- SNI 03-2832-1992 : Metode Pengujian untuk Mendapatkan Kepadatan Tanah Maksimum
- SNI 03-3422-1994 : Metode Pengujian Batas Susut Tanah
- SNI 03-3423-1994 : Metode Pengujian Analisis Ukuran Butir Tanah dengan Alat Hidrometer.
- SNI 03-3422-1994 : Metode Pengujian Batas Susut Tanah
- SNI 03-3637-1994 : Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan Benda Uji
- SNI 7973-2013 : Spesifikasi Desain Konstruksi Struktur Kayu

1.3 Pembersihan
a. Tanah harus dibersihkan dari semua pohon-pohon, semak dan bahanbahan yang mengganggu
lainnya selanjutnya bahan tersebut akan dibuang ketempat yang disetujui oleh direksi.
b. Sisa-sisa bongkaran bangunan harus dibuang ketempat sesuai persetujuan direksi.
c. Penyedia jasa akan diminta untuk melakukan pembersihan sebelum pekerjaan konstruksi
dimulai.

SPESIFIKASI TEKNIS - Pembangunan Jaringan Irigasi SP 5A Tanjung Buka Tahap III Zona 2
d. Kerusakan terhadap pekerjaan-pekerjaan atau bangunan masyarakat atau pemerintah yang
disebabkan pelaksanaan kontraktor di dalam pembersihan akan diperbaiki atau diganti atas
biaya kontraktor.

1.4 Galian Tanah


a. Semua galian menggunakan alat berat, galian ini harus dilakukan sesuai dengan Gambar yang
ditentukan dan Syarat-Syarat Teknik ini atau seperti diperintahkan oleh Direksi. Selama
pekerjaan berlangsung Direksi mungkin mengubah lereng, kemiringan atau dimensi galian
karena sesuatu sebab.
b. Selama berlangsungnya pekerjaan, mungkin perlu atau diminta oleh direksi untuk merubah
kemiringan-kemiringan ataupun dimensi-dimensi galian dengan mengadakan revisi kemiringan
ataupun dimensi gambar dengan spesifikasi ini.
c. Jika galian tidak ditutup oleh konstruksi maka galian harus dibuat dengan dimensi penuh yang
diminta yang disempurnakan menurut profil dan elevasi yang diberikan. Semua tindakan yang
perlu harus diambil untuk menjaga agar material dibawah dan diatas profil dalam kondisi sebaik
mungkin. Setiap galian yang dibuat untuk memudahkan kontraktor dengan suatu alasan atau
tujuan kecuali bila ditentukan lain, harus ditimbun kembali bila diminta atas biaya sendiri.
d. Penyedia jasa harus menjaga dan mengontrol kecepatan dan penambahan dan penurunan
muka air terhadap galian sehingga tidak membahayakan stabilitas lereng-lereng atau
bangunan-bangunan, pondasi-pondasi, konstruksi-konstruksi dan lainnya.
e. Semua galian harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk menjaga stabilitas jalan-jalan dan
konstruksi berdekatan lainnya.

1.5 Bahan-bahan yang digali


a. Semua hasil bahan galian yang cocok dengan spesifikasi yang diminta akan digunakan dan akan
ditempatkan pada lokasi tertentu langsung dari tempat penggalian, kecuali bahan galian yang
akan dipakai untuk penimbunan kembali sesuai dengan petunjuk direksi harus ditempatkan
disekitar tempat-tempat dimana penimbunan kembali akan dilaksanakan. Bahan galian yang
akan digunakan untuk penimbunan Jalan harus dipadatkan dengan kadar air yang optimum yang
dapat diperoleh dengan penyiraman atau dengan cara lain yang cocok sebelum dan selama
penggalian.
b. Semua timbunan dan timbunan kembali disekitar bangunan pada lereng-lereng dan garis batas
sampai dengan permukaan tanah asli harus diapadatkan dengan alat pemadat, sedangkan
timbunan atau timbunan kembali diatas permukaan tanah asli harus diperlakukan sebagai
pemadatan jalan usaha tani, kecuali bila ditentukan lain pada gambar.
c. Apabila hasil galian yang cocok tidak mencukupi untuk penimbunan jalan usaha tani, timbunan
kembali pada bangunan dan pekerjaan timbunan lainnya yang ditunjuk dalam gambar atau
sesuai perintah direksi, maka dapat dipakai timbunan tanah didatangkan untuk mencukupi
volume pekerjaan tersebut sesuai dengan gambar rencana.
Bahan-bahan yang berisikan kayu, akar, humus dan lainnya yang tidak berguna dan bahan galian
yang tidak dibutuhkan untuk timbunan kembali pada bangunan, tanggul-tanggul dan konstrusi
permanen lainnya, harus ditempatkan pada tempat pembuangan yang telah ditentukan oleh direksi.

SPESIFIKASI TEKNIS - Pembangunan Jaringan Irigasi SP 5A Tanjung Buka Tahap III Zona 2
2. Pekerjaan Jembatan
Pekerjaan Kayu Kelas I 10 x 10 cm
1) Umum
Pekerjaan Kayu Kelas I yang dimaksud adalah Pekerjaan pengadaan kayu Kelas I ukuran
10 x 10 cm atau sesuai gambar rencana yang digunakan untuk tiang pancang pada pekerjaan
jembatan kayu Kelas I. Bahan yang dipakai berasal dari kayu Kelas I yang sesuai standar kayu
(PKKI).

2) Persyaratan Bahan
 Bahan yang dipakai untuk Pekerjaan Kayu Kelas I adalah balok Kelas I dengan ukuran sesuai
dengan yang ditunjukan dalam gambar.
 Harus benar-benar kayu dengan mutu terbaik.
 Dihindarkan adanya cacat-cacat kayu antara lain berupa pecah-pecah, mata kayu, melintang
basah dan lapuk.
 Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pemasangan harus diletakkan ditempat /
ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
harus dilindungi dari kerusakan.
 Semua kayu yang dipakai / dipasang harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan, jika ada
yang tidak memenuhi syarat maka kontraktor harus mengganti atas tanggung jawabnya.

3) Pengajuan Kesiapan Kerja


 Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan gambar detail rencana
pelaksanaan.

4) Pengukuran dan Pembayaran


 Pengukuran kuantitas pekerjaan kayu Kelas I harus diukur / dihitung berdasarkan gambar detail
yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan.
 Untuk pembayaran pekerjaan kayu Kelas I dibuat berdasarkan harga satuan setiap per meter
(M1). Harga satuan tersebut telah termasuk seluruh biaya pekerja, bahan-bahan dan
peralatan yang digunakan.
 Pekerjaan kayu Kelas I bisa di hitung progress fisiknya dan dibayar setelah terpasang di lokasi
pekerjaan.

a. Pekerjaan Pemancangan Kayu Kelas I


1) Umum
Pekerjaan pemancangan Kayu Kelas I yang dimaksud adalah Pekerjaan memancang tiang
jembatan yang berasal dari kayu Kelas I yang sesuai standar kayu (PKKI).
2) Persyaratan Bahan
 Bahan yang dipakai untuk Pekerjaan tiang pancang Kayu Kelas I adalah balok Kelas I
dengan ukuran sesuai dengan yang ditunjukan dalam gambar.
 Harus benar-benar kayu dengan mutu terbaik.
 Dihindarkan adanya cacat-cacat kayu antara lain berupa pecah-pecah, mata kayu, melintang
basah dan lapuk.
 Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pemasangan harus diletakkan ditempat /
ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
harus dilindungi dari kerusakan.
 Semua kayu yang dipakai / dipasang harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan, jika ada
yang tidak memenuhi syarat maka kontraktor harus mengganti atas tanggung jawabnya.

3) Pengajuan Kesiapan Kerja

SPESIFIKASI TEKNIS - Pembangunan Jaringan Irigasi SP 5A Tanjung Buka Tahap III Zona 2
 Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan gambar detail rencana
pelaksanaan.

4) Pengukuran dan Pembayaran


 Pengukuran kuantitas pekerjaan pemancangan kayu Kelas I harus diukur/ dihitung
berdasarkan panjang kayu yang terpancang di tanah yang telah disetujui oleh Direksi
Lapangan.
 Untuk pembayaran pekerjaan pemancangan kayu Kelas I dibuat berdasarkan harga satuan
setiap per meter (M1). Harga satuan tersebut telah termasuk seluruh biaya pekerja, dan
peralatan yang digunakan.

b. Pekerjaan Gelagar
1) Umum
Pekerjaan gelagar menggunakan bahan-bahan / material yang berasal dari kayu Kelas I yang
sesuai standar kayu (PKKI).

2) Persyaratan Bahan
 Bahan yang dipakai untuk Pekerjaan gelagar adalah balok dengan ukuran sesuai dengan
gambar
 Harus benar-benar kayu dengan mutu terbaik.
 Dihindarkan adanya cacat-cacat kayu antara lain berupa pecah-pecah, mata kayu, melintang
basah dan lapuk.
 Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pemasangan harus diletakkan ditempat /
ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
harus dilindungi dari kerusakan.
 Semua kayu yang dipakai / dipasang harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan, jika ada
yang tidak memenuhi syarat maka kontraktor harus mengganti atas tanggung jawabnya.

3) Pengajuan Kesiapan Kerja


 Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan gambar detail rencana
pelaksanaan.

4) Pengukuran dan Pembayaran


 Pengukuran kuantitas pekerjaan gelagar harus diukur / dihitung berdasarkan gambar detail
yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan.
 Untuk pembayaran pekerjaan gelagar dibuat berdasarkan harga satuan setiap per meter
kubik (M3). Harga satuan tersebut telah termasuk seluruh biaya pekerja, bahan-bahan dan
peralatan yang digunakan.

c. Pekerjaan Suai
1) Umum
Pekerjaan Suai menggunakan bahan-bahan / material yang berasal dari kayu Kelas I yang sesuai
standar kayu (PKKI).

2) Persyaratan Bahan
 Bahan yang dipakai untuk Pekerjaan Suai adalah balok dengan ukuran sesuai dengan
gambar.
 Harus benar-benar kayu dengan mutu terbaik.

SPESIFIKASI TEKNIS - Pembangunan Jaringan Irigasi SP 5A Tanjung Buka Tahap III Zona 2
 Dihindarkan adanya cacat-cacat kayu antara lain berupa pecah-pecah, mata kayu, melintang
basah dan lapuk.
 Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pemasangan harus diletakkan ditempat /
ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
harus dilindungi dari kerusakan.
 Semua kayu yang dipakai / dipasang harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan, jika ada
yang tidak memenuhi syarat maka kontraktor harus mengganti atas tanggung jawabnya.

3) Pengajuan Kesiapan Kerja


 Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan gambar detail rencana
pelaksanaan.

4) Pengukuran dan Pembayaran


 Pengukuran kuantitas Pekerjaan Suai harus diukur / dihitung berdasarkan gambar detail yang
telah disetujui oleh Direksi Lapangan.
 Untuk pembayaran Pekerjaan Suai dibuat berdasarkan harga satuan setiap per meter kubik
(M3). Harga satuan tersebut telah termasuk seluruh biaya pekerja, bahan-bahan dan
peralatan yang digunakan.

d. Pekerjaan Lantai
1) Umum
Pekerjaan Lantai menggunakan bahan-bahan/ material yang berasal dari kayu Kelas I yang sesuai
standar kayu (PKKI).

2) Persyaratan Bahan
 Bahan yang dipakai untuk Pekerjaan Lantai adalah papan Kelas I dengan ukuran sesuai
dengan gambar.
 Harus benar-benar kayu dengan mutu terbaik.
 Dihindarkan adanya cacat-cacat kayu antara lain berupa pecah-pecah, mata kayu, melintang
basah dan lapuk.
 Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pemasangan harus diletakkan ditempat /
ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
harus dilindungi dari kerusakan.
 Semua kayu yang dipakai / dipasang harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan, jika ada
yang tidak memenuhi syarat maka kontraktor harus mengganti atas tanggung jawabnya.

3) Pengajuan Kesiapan Kerja


 Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan gambar detail rencana
pelaksanaan.

4) Pengukuran dan Pembayaran


 Pengukuran kuantitas Pekerjaan Lantai harus diukur/ dihitung berdasarkan gambar detail
yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan.
 Untuk pembayaran Pekerjaan Lantai dibuat berdasarkan harga satuan setiap per meter kubik
(M3). Harga satuan tersebut telah termasuk seluruh biaya pekerja, bahan-bahan dan
peralatan yang digunakan.

e. Pekerjaan Turap Penahan Tanah


SPESIFIKASI TEKNIS - Pembangunan Jaringan Irigasi SP 5A Tanjung Buka Tahap III Zona 2
1) Umum
Pekerjaan Turap dan Penahan Tanah menggunakan bahan-bahan / material yang berasal dari
kayu Kelas I yang sesuai standar kayu (PKKI).

2) Persyaratan Bahan
 Bahan yang dipakai untuk Pekerjaan Turap dan Penahan Tanah adalah balok dan papan
Kelas I dengan ukuran sesuai dengan gambar
 Harus benar-benar kayu dengan mutu terbaik.
 Dihindarkan adanya cacat-cacat kayu antara lain berupa pecah-pecah, mata kayu, melintang
basah dan lapuk.
 Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pemasangan harus diletakkan ditempat /
ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
harus dilindungi dari kerusakan.
 Semua kayu yang dipakai / dipasang harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan, jika ada
yang tidak memenuhi syarat maka kontraktor harus mengganti atas tanggung jawabnya.

3) Pengajuan Kesiapan Kerja


 Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus menyerahkan gambar detail rencana
pelaksanaan.

4) Pengukuran dan Pembayaran


 Pengukuran kuantitas Pekerjaan Turap dan Penahan Tanah harus diukur / dihitung
berdasarkan gambar detail yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan.
 Untuk pembayaran Pekerjaan Turap dan Penahan Tanah dibuat berdasarkan harga satuan
setiap per meter panjang (M1). Harga satuan tersebut telah termasuk seluruh biaya pekerja,
bahan-bahan dan peralatan yang digunakan.

DAFTAR BAHAN YANG DIGUNAKAN :

1. KAYU ULIN DARI DESA TANAH KUNING


2. BAUT, KLAM DAN CAT DARI TOKO TANJUNG SELOR

SPESIFIKASI TEKNIS - Pembangunan Jaringan Irigasi SP 5A Tanjung Buka Tahap III Zona 2