Anda di halaman 1dari 8

III.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


Sel-sel parenkim adalah sel berdinding tipis yang membentuk bagian dalam banyak
struktur tanaman non-kayu termasuk batang, akar, dan daun. Parenkim dikenal untuk
membentuk korteks, atau pengisi utama, batang, lapisan dalam sel dalam daun, bahan
endosperma yang memberi makan benih tumbuh, dan pulpa buah. (Mulyani, 2006).
Jaringan Parenkim biasa disebut sebagai ground tissu atau jaringan dasar, yang
berarti bahwa pada hampir setiap bagian tumbuhan akan terdapat jaringan parenkim ini
sebagai jaringan dasar, dimana jaringan-jaringan lain terdapat di dalamnya. Secara
filogenetis, Jaringan Parenkim dapat dianggap sebagai jaringan-jaringan pada
tumbuhan yang tersusunnya merupakan pemula. Sebab kalau kita perhatikan tumbuhan
yang primitif, pada tubuhnya hanya terdiri dari sel-sel parenkim. Jadi sesuai dengan
pengertian parenkim di atas sebagai jaringan dasar (jaringan pemula), demikian juga
anggapan bahwa jaringan-jaringan dewasa ada tumbuhan tingkat tinggi berasal dari
jaringan Parenkim tersebut. (Syamsuni, 2009).
Kolenkim seperti halnya sklerenkim, merupakan jaringan mekanik yang bertugas
menyokong tumbuhan.Bagian tumbuhan yang tumbuh dengan lambat mengalami
pertumbuhan sedikit saja sehingga dukungan oleh turgor dalam sel parenkim sudah
cukup. Namun kebanyakan batang tumbuh dengan cepat dan bagian yang tumbuh itu
sering menjadi panjang dan ramping. Struktur seperti itu membutuhkan jaringan
penyokong yang berfungsi di saat organ yang bersangkutan tumbuh dan harus disusun
oleh sel yang juga dapat memanjangkan dirinya sendiri.Persyaratan itu dipenuhi oleh
kolenkim (Yayan, 2011).
Sehingga pada percobaan kali ini digunakanlah spesimen untuk jaringan parenkim
yaitu tangkai daun Bunga Tasbih (Canna sp.), tangkai daun Eceng Gondok (Eichhornia
crassipes), biji Mangga (Mangifera indica), daun Lidah Buaya (Aloe vera), serta untuk
spesimen kolenkim dan sklerenkim yaitu (Cucurbitaceae), batang Sambucus nigra,
umbi Bawang Putih (Allium sativum), batang Daun Seledri (Apium graveolens)
A. Jaringan Parenkim
a. Tangkai Daun Bunga Tasbih (Canna sp.)
Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a Divisi : Magnoliophyta

b Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Cannaceae
(Rusdiana, 2018)
Genus : Canna
Spesies : Canna indica
Keterangan :
a. Aerenkim (Parenkim udara)
b. Aktinenkim (Parenkim seperti bintang)
Dari hasil pengamatan sayatan bunga tasbih (Canna sp.) di bawah mikroskop
dengan perbesaran 10x0,25 dapat diamati jaringan parenkim yang bercabang yang
mana diantara cabang-cabang tersebut terdapat ruang yang memisahkannya. Seperti
pernyataan yang dikemukakan oleh Morris (1986)., pada tangkai bunga tasbih (Canna
indica) terlihat adanya jaringan parenkim yang tipis yaitu parenkim yang disebut
aktinenkim karena penyusun bercabang seperti bintang dengan ruang antar sel besar.
Sel penyusunnya bulat dan ruang antar selnya besar, sehingga menurut Pudjoarinto
(2004) tangkai daun bunga yang terdapat ruang antar sel dapat menyimpan udara
sehingga disebut parenkim udara. Selain itu juga terlihat adanya rongga pada tangkai
serta rongga antar sel.
b. Tangkai Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)
Foto Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a
b a Divisi : Tracheophyta
c Kelas : Spermatophyta
b
Ordo : Commelinales
Famili : Pontederiaceae
Perbesaran 40× (An’amillah, 2013)
Genus : Eichhornia
(Dok. Pribadi, 2019)
Spesies : Eichhornia
crassipes
Keterangan :
a. Sel parenkim
b. Dinding sel
c. Stomata
Dari hasil pengamatan sayatan eceng gondok (Eichhornia crassipes) di bawah
mikroskop dengan perbesaran 10x0,25 seharusnya dapat diamati jaringan parenkimnya,
dikarenakan sayatan yang masih tebal sehingga jaringan parenkim tersebut tidak terlihat
dengan jelas. Tidak berbeda jauh dengan jaringan parenkim pada Canna sp., jaaringan
parenkim pada eceng gondok ini pun bercabang-cabang
Tangkai eceng gondok (Eichornia crassipes) terdapat sel-sel yang bercabang-
cabang bentuk membulat dan saling terangkai satu dengan yang lain sehingga sel-sel
parenkim tersebut berbentuk seperti rantai yang tersusun (Syarif, 2009). Di rangkaian
sel-sel parenkim tersebut terdapat trikosklereid. Juga di antara sel-sel tersebut terdapat
rongga-rongga yang merupakan ruang udara yang cukup besar yang menyebabkan
tanaman ini dapat mengapung di permukaan air. Menurut Salisbury (2005)., Parenkim
jenis udara (aerenkim) dapat menyimpan udara karena ada ruang antar sel yang besar
untuk tempat akumulasi udara.
c. Kotiledon Biji Mangga (Mangifera indica)
Foto Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a
b a Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Perbesaran 40× (Novianti, dkk., 2013)
Genus : Mangifera
(Dok. Pribadi, 2019)
Spesies : Mangifera
indica
Keterangan :
a. Sel Parenkim (korteks)
b. Dinding sel mengandung hemiselulosa
Dari hasil pengamatan sayatan kotiledon biji mangga (Mangifera indica) di bawah
mikroskop dengan perbesaran 10x0,25 terdapat bentuk sel bulat-bulat yang mana
apabila dimati tidak terlihat bagian jaringan parenkimnya.
d. Daun Lidah Buaya (Aloe vera)
Foto Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a
b a Divisi : Magnoliophyta
c Kelas : Liliopsida
d
e Ordo : Liliales
Famili : Aloeceae
Perbesaran 40× (Triangga, dkk., 2019)
Genus : Aloe
(Dok. Pribadi, 2019)
Spesies : Aloe vera
Keterangan :
a. Sel parenkim
b. Klorenkim
c. Dinding sel mengandung hemiselulosa
d. Jaringan pengangkut
e. Epidermis
Pengamatan selanjutnya pada sayatan lidah buaya (Aloe vera) di bawah mikroskop
dengan perbesaran 4x0,10. Pada hasil pengamatan tersebut dapat diamati sel sel
parenkim yang memiliki dinding sel lebar. Lidah buaya memiliki parenkim dengan tipe
parenkim air, yang dimana menurut Mulyani (2006)., Parenkim air merupakan sel
parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup
didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.Parenkim air
berfungsi sebagai tempat menyimpan air pada tumbuhan xerofit /epifit (sedikit air)
untuk menghadapi kemarau
B. Jaringan Sklerenkim dan Jaringan Kolenkim
a. Cucurbitaceae

Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosidae
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae

(Alponsin, 2018)
Keterangan :
a. Kolenkim sudut/angular
Pada hasil pengamatan sayatan famili Cucurbitaceae, preparat batang Cucurbita sp
(batang waluh) yang diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x tampak
jaringan yang menyusun batang yaitu epidermis, korteks, empulur dan sisitem
pembuluh atau berkas pengangkut. Susunan berkas pengangkut (xylem dan fleom)
susunannya beraturan mengelilingi kambium. Pada batang Cucurbita sp (batang labu
siam) xylem diapit oleh floem yaitu dengan xylem di tengah dan terdapat dua floem
yaitu floem luar dan floem dalam. Tipe ini disebut dengan tipe bikollateral. Menurut
teori tipe bikollateral ini memiliki 2 strands floem, diantara kedua floem ini terdapat
satu xylem. Selanjutnya kambium hanya terdapat diantara floem luar dan xylem.
Sedangkan diantara xylem dan floem dalam tidak terdapat kambium atau mungkin
terdapat tetapi kurang jelas atau hanya merupakan parenkim penghubung, empulurnya
berbentuk bulat tidak beraturan dan memiliki ukuran yang lebih besar dari sel
disekelilingnya. Didalam empulur biasanya terdapat ruang antarsel yang mencolok
besarnya dan dinamakan perimedula (Tri, 2010). Sel-sel dibagian tepi empulur
berukuran kecil, tersusun kompak dan rapat empulur juga disebut medula. Korteks pada
batang biasanya terdiri dari parenkim yang dapat berisi kloroplas. Ditepi luar sering
terdapat kolenkim dan sklerenkim.
b. Batang Sambucus nigra
Foto Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a
b a Divisi : Angiospermae
Kelas : Asteridae
b
Ordo : Dipsacales
Famili : Adoxaceae
Perbesaran 40× (Anonim, 2011)
Genus : Sambucus
(Dok. Pribadi, 2019)
Spesies : Sambucus nigra
Keterangan :
a. Kolenkim papan
b. Sel parenkim
Penebalan dinding sel terutama pada dinding
tangensial (sejajar permukaan organ) sehingga pada
irisan melintang terlihat seperti papan yang berderet-deret.
Kolenkim dapat ditemukan pada batang, daun, bagian bunga dan buah, biasanya
terletak dibawah epidermis. Pada batang, kolenkim bisa membentuk silinder penuh atau
tersusun dalam berkas-berkas yang memanjang sejajar sumbu batang. Pada daun,
kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun utama atau pada satu sisi saja, serta terdapat
pula sepanjang tepi daun.dan jaringan sklerenkim merupakan jaringan yang terdiri dari
sel dengan diding sekunder yang tebal, yang dapat berlignin atau tidak.Fungsi utama
sklerenkim adalah penyokong dan kadang-kadang juga pelindung sel sklerenkim
memiliki sifat kenyal (elastis. Jaringan Sklerenkim merupakan jaringan penyokong
yang terdapat pada organ tubuh tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim
tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan
sehingga kuat, sel-selnya lebih kaku daripada sel kolenkim, sel sklerenkim tidak dapat
memanjang. liat (plastis) selanjutnya Pada batang Sambucus nigra terdapat beberapa
jaringan dan sel, yaitu diantaranya dinding sel, karotinoid, sitoplasma, kolenkim, dan
sklerenkim. Menurut (Harianto, 2009), jaringan kolenkim berfungsi untuk menyokong
tumbuhan agar kuat. Sedangkan jaringan sklerenkim merupakan jaringan mati yang
terdapat pada kulit pohon, berfungsi untuk melindungi pohon dari patogen atau
penyakit pohon. Bentuk dari jaringan kolenkim dan sklerenkim pada batang Sambucus
nigra berbentuk membulat pada jaringan kolenkim. Pada jaringan sklerenkim terletak
dibagian sisi luar.
c. Umbi Bawang Putih (Allium sativum)
Foto Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a
b a Divisi : Magnoliophyta
c Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Alliaceae
Perbesaran 40× ( Rusdiana, 2018)
Genus : Allium
(Dok. Pribadi, 2019)
Spesies : Allium sativum
Keterangan :
a. Sel parenkim
b. Dinding sel mengandung hemiselulosa
c. Aerenkim
Pada bawang putih yang telah diamati terdapat beberapa berbedaan dengan
kolenkim dan sklerenkim pada kebanyakan tumbuhan dimana ciri khas pada kolenkim
dan sklerenkim pada bawang merah adanya jaringan yang berfungsi untuk bahwan
yang bisa diolah oleh manusia beberapa jaringan dan sel yang terdiri dari dinding sel,
kolenkim, epidermis, dan sklerenkim. Menurut Kimball (1983) menyatakan bahwa
jaringan sklerenkim pada umbi bawang putih yaitu berupa sklereid. Jaringan
sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya
mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara
xylem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa
sklereida.
d. Tangkai Daun Seledri (Apium graveolens)
Foto Literature Klasifikasi
Kingdom : Plantae
a b
b Divisi : Magnoliophyta
c Kelas : Magnoliopsida
a
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Perbesaran 40× (Damayanti, 2018)
Genus : Apium
(Dok. Pribadi, 2019)
Spesies : Apium
graveolens
Keterangan :
a. Kolenkim
b. Klorenkim (parenkim berisi klorofil)
c. Aerenkim (parenkim udara)
Pada hasil pengamatan di dapatkan hasil bahwa bentuk sel kolenkim
pada tangkai seledri yaitu berbentuk segi banyak, jaringan kolenkim yang
mengalami penebalan pada bagian-bagian sudutnya. Jaringan kolenkim ini sering
ditemukan pada dedaunan yang biasa disebut dengan kolenkim angular.
DAFTAR PUSTAKA

Alponsin. 2018. Jaringan Parenkim, Jaringan Kolenkim Dan Jaringan Sklerenkim. Online.
[Diakses pada https://alponsin.wordpress.com/ tanggal 11 November 2019 pukul 18.12
WIB].
Anonim. 2011. Laporan praktikum anatomi tumbuhan. Online. [Diakses pada http://randy-
tea.blogspot.com pada tanggal 12 November 2019 pukul 14.24].
Azifah An’amillah. 2013. Parenkim (based tissue). Online. [Diakses pada
https://abisjatuhbangunlagi.wordpress.com/ pada tanggal 11 november 2019 pukul
18.21 WIB].
Damayanti, M.S. 2018. Kolenkim dan Sklerenkim. Online. [Diakes pada
https://cintabiologi111506459.wordpress.com pada tanggal 12 November 2019 pukul
14.15 WIB].
Harianto. 2009. Anatomi Dari Tumbuhan. Jakarta: Gramedia.
Kimball, J. W. 1983. Biologi jilid 1 edisi kelima . Jakarta : Erlangga.
Mulyani, S. (2006). Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Morris, P. 1986. Regulation of Product Synthesis in Cell Culture of Canna. III, Alkaloid
Metabolism in Culture Leaf tissue and Primarry Callus. Planta Med. 121 – 132.
Novianti, dkk. 2013. Anatomi mangga (Mangifera indica). Online. [Diakses pada
http://abidinsumatera.blogspot.com pada tanggal 12 November 2019 pukul 14.08
WIB].
Rusdiana, C. 2018. Jaringan Meristem dan Jaringan Parenkim. Online. [Diakses pada
https://cahyanirusdiana08.wordpress.com/ pada tanggal 12 November 2019 pukul
14.31 WIB].
Salisbury, F. B. 2005. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: ITB.
Syamsuni. (2009). Diktat Anatomi Tumbuhan. Indramayu: Universitas Wiralodra.
Syarif, 2009. Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Bandung: Pusat Pengembangan dan
Pemberdayaan Pendidikan.
Triangga, B., Rifai, M., dan Mustain, N. 2019. Jaringan pada tumbuhan. Online. [Diakses pada
https://www.slideshare.net/ pada tanggal 12 November 2019 pukul 10.14].
Tri Wahyu Agustina. 2010. Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan
Biologi
Yayan S. (2011). Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan (Tentang Sel danJaringan). Jakarta:
PT Rineka Cipta