Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN KARDIOVASKULER

PADA TN. H DENGAN NON ST-ELEVASI MIOCARD INFARC (NSTEMI)


DI ICU RS SMC TELOGOREJO SEMARANG

Unit : ICU
Ruang/Kamar : ICU / 1
Tanggal. Masuk : 17 Mei 2019, Pukul : 18.45
Tgl. Pengkajian : 18 Mei 2019, Pukul : 07.30
Auto Anamnese : Ya
Allo Anamnese : Ya

I. IDENTIFIKASI
A. PASIEN
Nama : TN. H
Umur : 71 Tahun
Jenis Kelamin : Laki – laki
Status Perkawinan : Menikah
Agama/Suku : Katolik / Jawa
Warga Negara : Indonesia
Bahasa yang digunakan : Bahasa indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswata
Alamat Rumah : Peleburan, Semarang Selatan
Dx. Medik : Chest paint dengan NSTEMI, riwayat PCI 4 Stent

B. PENANGGUNG JAWAB
Nama : Ny. L
Alamat : Peleburan, Semarang Selatan
Hubungan dengan pasien : Istri

C. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan Utama : Nyeri dada sebelah kiri
2. Riwayat Kesehatan Sekarang :
Tn. H datang diantar anak dan istrinya ke IGD RS SMC TELOGOREJO SEMARANG
pada tanggal 17 Mei 2019 Jam 18.00 WIB, dengan keluhan Tn. H mengalami sesak
nafas, nyeri dada sebelah kiri disertai keringat dingin dari jam 10.00 pagi. Pasien juga
mengeluh diare mulai hari itu. Kemudian diperiksa oleh dokter dengan kondisi umum
kesadaran composmentis, GCS E4M6V5, TD 141/97 mmHg, Nadi 74 x/menit, RR 22
x/menit, SpO2 97%, BB 79 kg, TB 170 cm, IMT 27 kg/m2, skala nyeri 7, GDS 241
mg/dL, lalu diberikan terapi infuse RL 10 tpm, oksigen 3 lpm, injeksi ranitidine 50
mg, injeksi arixtra 2,5 mg, concor 2,5 mg, ISDN 5 mg, lipitor 40 mg, aspilet 2 tablet,
dan clopidogel 4 tab. Oleh dokter dilakukan pemeriksaan EKG dengan hasil SR HR 75
x/menit, LAD, RSR lead II, III, dan aVF, pemeriksaan laboratorium, radiologi thorax.
Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan dan diberikan injeksi, pasien dipindahkan ke
ruang ICU karena perlu pengawasan.
3. Riwayat Kesehatan Lalu :
Tn. H mengatakan pernah dirawat di RS dengan kasus sama dengan pemasangan ring
(PCI) tahum 2016 2 stent, tahun 2004 2 stent dan memiliki riwayat DM dan
hipertensi. Pasien juga pernah mengkonsumsiobat platognix, concor, dan tanapres.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Tn. H mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan, penyakit menular,
penyakit DM dan penyakit jantung.

GENOGRAM (Tiga generasi )

Keterangan :
: Perempuan : Garis keturunan
: Laki-laki : Garis pernikahan
: Pasien Laki-Laki ----- : Tinggal serumah
: Meninggal
II. PEMERIKSAAN FISIK
A. TANDA-TANDA VITAL
1. Kesadaran
Kualitatif : Composmentis
Kuantitatif :
Skala Coma Glasgow : - Respon Motorik :6
- Respon Bicara :5
- Respon Membuka Mata :4
Kesimpulan : 15 (Composmentis)
2. Tekanan Darah : 170/87 mmHg
MAP : 114,6 mmHg
3. Suhu : 36,30 C (Axilar)
4. Pernafasan : 22 x/menit
5. Nadi : 85 x/menit

B. ANTROPOMETRI
1. Lingkar Lengan Atas : 24 cm
2. Tinggi Badan : 170 cm Berat Badan : 79 kg
3. IMT (Indeks Masa Tubuh) : 27,34 Kg/m2

C. PEMERIKSAAN FISIK (HEAD TO TOE)


1. Kepala : bentuk mesochepal, kulit kepala bersih tidak ada lessi
2. Rambut : rambut putih beruban, kering ,tidak berminyak
3. Mata : kojungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor 2/2, kornea
jernih, reaksi cahaya positif mata kanan dan kiri
4. Hidung : bersih, pernapasan cuping hidung, tidak ada secret, tidak ada sinusitis,
tidak ada polip, terpasang O2 3 lpm
5. Telinga : telinga simetris, bersih, tidak keluar cairan
6. Mulut : bersih, tidak ada caries gigi, tidak ada somatitis, mukosa bibir kering,
tidak ada tonsillitis, gigi ada yang tanggal
7. Paru
Inspeksi : Bentuk simetris antara dada kanan dan kiri saat inspirasi dan ekspirasi,
tidak ada lesi dan jejas
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, vocal fremitus seimbang di kedua lapang paru
Perkusi : terdapat bunyi pekak
Auskultasi : terdengar bunyi redup, tidak ada suara tambahan
8. Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ada nyeri tekan pada ics 1-6
Perkusi : batas jantung kiri melebar ke ICS ke 6 sinistra
Auskultasi : Terdengar bunyi lup dup dengan irama teratur
9. Abdomen
Inspeksi : Warna kulit sawo matang, bersih, tidak terdapat lesi
Auskulturasi : Bising usus 10 x /menit
Perkusi : Terdengar bunyi timpani
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan kuadran 1-4
10. Genetalia : Tidak ada kelainan, bersih
11. Kulit : Turgor kulit tidak elastis
12. Ekstremitas : Ekstremitas atas terpasang infus RL 6 tetes/menit ditangan kiri, capilary
refill ≤ 2detik
Skala kekuatan otot : 5555 5555
5555 5555

III. PENGKAJIAN KESEHATAN


A. POLA PERSEPSI DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN
Di rumah :
Tn. H mengatakan tahu tentang pentingnya kesehatan sehingga apabila ada salah satu
keluarganya yang sakit langsung dibawa ke RS.
Di rumah sakit :
Tn. H mengatakan tahu tentang pentingnya kesehatan sehingga apabila ada salah satu
keluarganya yang sakit langsung dibawa ke RS.

B. POLA NUTRISI METABOLIK


Di rumah :
Tn. H mengatakan mengatakan makan : 3 x 1 sehari (Nasi, sayur, lauk) habis 1 porsi
Minum : 4 – 5 gelas sehari (air putih dan teh)
Di rumah sakit :
Tn.H mengatakan makan : 3 x 1 sehari, diit nasi tim DM, jantung ( rendah rendah ureum)
habis 1 porsi, minum sehari 1-2 botol.

C. POLA ELIMINASI
Di Rumah :
Tn. H mengatakan BAB ± 1 hari sekali, bentuk padat, warna kuning, BAK ± 4-6
kali sehari, warna kekuning – kuningan
Di Rumah sakit :
Tn. H mengatakan BAB 1 hari sekali, bentuk padat, warna kuning, BAK warna
kekuning – kuningan bau khas, tidak terpasang kateter urin

D. POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN


Di rumah : Tn. H mengatakan jika di rumah sebagai kepala rumah tangga, bekerja sebagai
wiraswasta
Di Rumah Sakit : pasien hanya di tempat tidur tidur bed rest, ADL sebagian dibantu oleh
perawat

Aktivitas 0 1 2 3 4

Mandi V

Berpakaian V

Makan V

Eliminasi V

Keterangan :

0 = mandiri
1 = perlu bantuan sebagian
2 = memerlukan bantuan orang lain
3 = memerlukan alat dan orang lain
4 = ketergantungan

E. POLA ISTIRAHAT TIDUR


Dirumah
Tn. H mengatakan tidur malam jam 21.30 bangun jam 05.00, kadang-kadang tidur siang
2-3 jam, tidak ada masalah dengan pola tidur
Di rumah sakit
Tn. H mengatakan sehari tidur hanya 6 jam , kadang – kadang terbangun karena dengan
situasi kondisi saat ini di rumah sakit

F. POLA PERSEPSI KOGNITIF


Di rumah
Tn. H mengatakan penglihatan masih jelas, pengecapan masih baik, pendengaran masih
berfungsi dengan baik
Di rumah sakit
TN. H mengatakan penglihatan masih jelas, pengecapan masih baik, pendengaran masih
berfungsi dengan baik ketika diajak berbicara dengan perawat

G. POLA PERSEPSI DAN KONSEP DIRI


Di rumah :
Tn. H mengatakan merasa sesak nafas dan nyeri dada terutama saat aktivitas
Di rumah sakit
Tn. H mengatakan masih terasa nyeri saat bergerak dan nyeri dada
P : nyeri spasme otot pada jantung
Q : seperti tertimpa beban berat
R : di dada sebelah kiri menjalar ke punggung bagian belakang
S : skala 6
T : terus menerus

H. POLA PERAN DAN HUBUNGAN


Di rumah
Tn. H mengatakan bahwa pasien adalah seorang ayah, hubungan dengan keluarga baik
Di rumah sakit
Tn. H mengatakan bahwa pasien adalah seorang ayah, hubungan dengan keluarga, kerabat
yang menjenguk dan tenaga medis atau non medis baik-baik

I. POLA REPRODUKSI DAN SEKSUAL


Di rumah:
Tn. H mengatakan sudah menikah 1x dan memiliki 4 orang anak dan 9 orang cucu
Di rumah sakit:
Tn. H mengatakan keluarganya terlihat harmonis karena selalu menemani Tn. H dan
mengurus dengan baik
J. POLA MEKANISME KOPING DAN TOLERANSI TERHADAP STRES
Di rumah
Tn. H mengatakan saat memiliki masalah selalu melibatkan keluarga untuk berdiskusi
Dirumah sakit
Tn. H mengatakan cemas dengan kondisi kesehatannya saat ini, ketika ada hal yang
kurang enak pasien selalu mencurahkan perasaan yang dirasakan dengan berinteraksi
dengan keluarga dan perawat.

K. POLA SISTEM KEPERCAYAAN


Di rumah
Tn. H mengatakan setiap minggu ibadah ke gereja
Di rumah sakit
Tn. H mengatakan pasien tetap masih bias berdoa dan mendengarkan lagu – lagu rohani
di rumah sakit

IV. DATA PENUNJANG


A. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan laboratorium pada tanggal 17 Mei 2019

Jenis pemeriksaan Hasil Satuan Normal


HEMATOLOGI
RDW H 17.4 11.5 – 14.5
Band form L0 % 2.0 – 5.0
Monosit H8 % 2.0 – 6.0
L 32 % 41.0-53.0
KIMIA KLINIK
GDS H 240.6 mg/dL 70.00 – 140.0
Ureum H 47.4 mg/dL 17.12 – 38.52
Hs Troponin I HH 2577.3 hg/L < 2 ng/L : No eardiac
symtoms
2 – 99 ng/L : gray zone
> 100 ng/L : indikasi ACS
CKMB - mass H 22.2 hg/L 0.1 – 5.1
Pem

B. PEMERIKSAAN ECHO CARDIOGRAFI


Pemeriksaan echo cardiografi pada tanggal 20 Mei 2019
Kesan :
LA slightly dilated
Concentrik LVH dengan disfungsi diastolik grad 1
Fungsi sistolik LV global menurun, LVEH 50% (teich), 44% (simpson)
Hipokinetik mid anteroseptal, anterior
Kontraktilitas PV menurun (TAPSE 1,5 Cm)
TR mild, MR mild type 1
PE (-), trombus (-),Efusi pleura duplex
IVC 1.9 cm, kollapsibilitas 50% (est RAP 3 mmHG)

C. PEMERIKSAAN FOTO RONTGEN


Pemeriksaan foto thorax pada tanggal 17 Mei 2019
Kesan :
Cardiomegali (LV)
Elongatio dengan kalsifikasi aorta

D. PEMERIKSAAN EKG
Pemeriksaan EKG pada tanggal 20 Mei 2019
Kesan : Irama sinus ritm, HR 77 x/m, Q di lead III, Avf

E. TERAPI
1. RL 6 tetes/menit (indikasi gangguan irama jantung, ketidakseimbangan elektrolit
tubuh
2. Injeksi ranitidin oplos ws 20 ml 1 X 1 ampul (indikasi mengurangi jumlah asam
lambung dalam perut)
3. Injeksi ca gluconas oplos ws 20ml 1 X 1 ampul (indikasi kekurangan kalsium)
4. ISDN 5 mg 2 X 1 tablet (indikasi obat untuk mengatasi nyeri dada (angina) pada
orang dengan kondisi jantung tertentu, seperti penyakit jantung koroner, dan bekerja
melemaskan dan melebarkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih
lancar)
5. Galvus 50 mg 1 X 1 tablet (indikasi terapi tambahan untuk diet dan olahraga untuk
meningkatkan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2)
6. Brilinta 180 mg 1 X 1 tablet (indikasi untuk mencegah peristiwa trombotik (kematian
kardiovaskular, infark miokard dan stroke) pada pasien penderita sindrom koroner
akut (ACS) [angina tidak stabil, non-ST elevasi myocardial infarction (NSTEMI) atau
ST elevasi myocardial infarction (STEMI)
7. Concor 2,5 mg 2 X 1 tablet (indikasi hipertensi dan Angina Pektoris, Gagal Jantung
kronik stabil sedang sampai berat dengan penurunan fungsi ventrikular sistolik
sebagai tambahan terhadap ACE inhibitor atau Diuretik atau Glikosida jantung)
8. Platogrix 7,5 mg 1 X 1 tablet (indikasi untuk pencegahan kejadian atherothrombotic
pada pasien yang menderita infark miokard (dari beberapa hari sampai kurang dari 35
hari), stroke iskemik (dari 7 hari sampai kurang dari 6 bulan) atau penyakit arteri
perifer lainnya)
9. Pantopnezole 40 mg 1 X 1 tablet (indikasi obat yang digunakan untuk meredakan
gejala meningkatnya asam lambung seperti sakit maag dan gejala refluks asam
lambung, misalnya rasa perih dan panas di dada (heartburn), sulit menelan, serta
batuk yang tidak berhenti)
10. Tanapres 10 mg 2 X 1 tablet (indikasi untuk menurunkan tekanan darah)
11. Trombo aspriet 1 tablet (indikasi obat untuk mengatasi trombosis atau antitrombotik.
Obat ini dapat digunakan untuk pencegahan terhadap terjadinya serangan jantung,
pengobatan gejala pada saat serangan jantung, dan sebagai pengobatan tambahan
pada saat pasca stroke)
12. Lipitor 40 mg 2 X 1 tablet (indikasi terapi tambahan untuk menurunkan kadar
kolestrol total, c LDL, apolipoprotein B dan trigliserida pada pasien yang mengalami
hiperkolestrolemia primer)
13. Diaizepam 5 mg 1 X 1 tablet (indikasi salah satu jenis obat benzodiazepine yang
dapat memengaruhi sistem saraf otak dan memberikan efek penenang)

V. ANALISA DATA
NO HARI, DATA PROBLEM ETOLOGI
TGL
1 Sabtu DS: Tn. H mengatakan sesak nafas Nyeri akut Agen cidera
18 Mei dan nyeri dada biologis
2019 P : nyeri spasme otot pada jantung (Iskemia
Jam : Q : seperti tertimpa beban berat jaringan
08.00 R : di dada sebelah kiri menjalar ke sekunder
punggung bagian belakang terhadap
S : skala 6 sumbatan
T : terus menerus arteri)
DO : pasien tampak sesak nafas,
meringis kesakitan, tampak tidak
rileks, TD 170/87 mmHg, MAP
114,6 mmHg, S 36,30 C, RR 22
x/menit, N 85 x/menit.

2 Senin, DS : pasien mengatakan sesak saat Ketidakefektifan Hiperventilasi


20 Mei beraktifitas pola nafas
DO: akral dingin, terpasang O2 nasal
2019,
canul 3 liter/menit, RR 26 x/m, hasil
jam:
foto thorax Kesan: Cardiomegali
08.00
(LV), Elongatio dengan kalsifikasi
aorta, Perkusi terdapat bunyi pekak,
Auskultasi terdengar bunyi redup,
tidak ada suara tambahan,
pernafasan menggunakan cuping
hidung, pernafasan dada.

DS: Tn. H mengatakan cemas


3 Selasa, Kecemasan Perubahan
dengan kondisi kesehatan saat ini
21 Mei status
dan seterusnya.
2019 kesehatan
DO: Tn. H tampak gelisah, sedih,
jam:
dan cemas. pasien akan dilakukan
08.00
PCI

VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN


NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
1 Nyeri akut b.d Agen cidera biologis (Iskemia jaringan sekunder terhadap sumbatan
arteri)
2 Ketidakefektifan pola nafas b.d hiperventilasi
3Into Kecemasan b.d perubahan status kesehatan

VII. INTERVENSI KEPERAWATAN


1. Diagnosa keperawatan 1 : Nyeri akut b.d Agen cidera biologis (Iskemia jaringan
sekunder terhadap sumbatan arteri)
Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan 3x7 jam, klien diharapkan nyeri
berkurang.
Kriteria Hasil :
a. Skala nyeri berkurang
b. Tanda-tanda vital dalam rentang normal
Intervensi:
a. Monitoring TTV
b. Kaji skala nyeri
c. Ajarkan teknik relaksasi
d. Kolaborasi untuk pemberian antinyeri

2. Diagnosa keperawatan 2 : Ketidakefektifan pola nafas b.d hiperventilasi


Tujuan: Setelah diberikan asuhan keperawatan 3x7 jam, klien diharapkan pola nafas
pasien efektif

Kriteria Hasil :
a. Menunjukan jalan napas yang paten
b. Tanda-tanda vital dalam rentang normal
c. Tidak menggunakan otot bantu pernafasan
Intervensi:
a. Monitor vital sign
b. Posisikan pasien semi fowler
c. Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan
d. Kolaborasi untuk pemberian oksigen

3. Diagnosa keperawatan 3 : Kecemasan b.d perubahan status kesehatan


Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kecemasan berkurang
Kriteria hasil :
a. Klien menyatakan ansietas menurun sampai tingkat yang dapat diatasi
b. Klien menunjukkan strategi koping yang efektif
c. Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas menunjukkan
berkurangnya kecemasan
Intervensi:
a. Kaji TTV
b. Identifikasi tingkat kecemasan
c. Ajarkan teknik relaksasi imagary
d. Kolaborasi pemberian obat penenang

VIII. IIMPLEMENTASI KEPERAWATAN


TGL DX JAM IMPLEMENTASI RESPON PASIEN
Sabtu, 18 1,2,3 08.00 Memonitor TTV DS : pasien mengatakan pusing
Mei 2019 dan lemas
DO : TD 140/66 mmHg, N 85
x/mnt, RR 24 x/mnt, S 36,4oC,
SpO2 99%, akral teraba dingin
1 08.15 Mengkaji skala nyeri
DS: pasien mengatakan nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar
ke punggung bagian belakang
S skala 6
T terus menerus
2 08.20 Mengauskultasi suara nafas
DO : skala nyeri 6, pasien
tampak meringis kesakitan
memegang dada sebelah kiri

DS : -
DO : Inspeksi : bentuk simetris
antara dada kanan dan kiri saat
inspirasi dan ekspirasi, tidak ada
3 08.30 Mengkaji tingkat kecemasan
lesi dan jejas. Palpasi : tidak ada
nyeri tekan, vocal fremitus
seimbang di kedua lapang paru.
Perkusi : terdapat bunyi
1,2,3 09.00 Memberikan injeksi dan obat
oral pekak. Auskultasi : terdengar
Ranitidine 20 ml
bunyi redup, tidak ada suara
Ca gluconas 20 ml
ISDN 5 mg tambahan
Galvus 50 mg DS : pasien mengatakan cemas,
Brilinta 180 mg
saat tidur mudah terbangun
Concor 2,5 mg
DO : ketika dilakukan
Platogrix 7,5 mg
Pantopnezole 40 mg pemeriksaan pasien banyak
Tanapres 10 mg
bertanya tentang tidakan yang
Trombo aspriet 1 tablet
Lipitor 40 mg akan dilakukan, gelisah
Diaizepam 5 mg DS : pasien mengatakan tidak
ada riwayat alergi obat
2 09.10 Memberikan oksigen 3 lpm
DO : tidak ada edema, tidak ada
alergi, obat masuk melalui
intravena dan oral
1 09.20 Memberikan teknik relaksasi

DS : pasien mengatakan rileks


2 09.30 Memberikan posisi
DO : oksigen mengalir 3 lpm
semifowler
dengan menggunakan nasal
kanul
DS : pasien mengatakan sedikit
tidak nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar
ke punggung bagian belakang
S skala 4
T terus menerus
DO : pasien tampak rileks, skala
nyeri 4, tidak meringis kesakitan

DS : pasien mengatakan rileks


dengan posisi yang diberikan
perawat
DO : pasien rileks, posisi 45o,
dengan terpasang oksigen di
hidung,
Senin, 20 1,2,3 08.00 Memonitor TTV DS : pasien mengatakan tidak
Mei 2019 lemas dan pusing
DO : TD 130/70 mmHg, N 84
x/mnt, RR 21 x/mnt, S 36oC,
SpO2 100%, akral teraba dingin
1 08.15 Mengkaji skala nyeri
DS: pasien mengatakan sedikit
nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar
ke punggung bagian belakang
S skala 3
T terus menerus
2 08.20 Mengauskultasi suara nafas
DO : skala nyeri 3, pasien
tampak sedikit meringis
kesakitan memegang dada
sebelah kiri

DS : -
DO : Inspeksi : bentuk simetris
antara dada kanan dan kiri saat
inspirasi dan ekspirasi, tidak ada
1,2,3 09.00 Memberikan obat oral
lesi dan jejas. Palpasi : tidak ada
ISDN 5 mg
Galvus 50 mg nyeri tekan, vocal fremitus
Brilinta 180 mg
seimbang di kedua lapang paru.
Concor 2,5 mg Perkusi : terdapat bunyi
Platogrix 7,5 mg
pekak. Auskultasi : terdengar
Pantopnezole 40 mg
Tanapres 10 mg bunyi redup, tidak ada suara
Trombo aspriet 1 tablet
tambahan
Lipitor 40 mg
Diaizepam 5 mg
DS : pasien mengatakan tidak
2 09.10 Memberikan oksigen 3 lpm ada riwayat alergi obat
DO : tidak ada edema, tidak ada
alergi, obat masuk melalui oral

1 09.20 Memberikan teknik relaksasi

DS : pasien mengatakan rileks


DO : oksigen mengalir 3 lpm
dengan menggunakan nasal
2 09.30 Memberikan posisi
kanul
semifowler
DS : pasien mengatakan sedikit
tidak nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar
ke punggung bagian belakang
S skala 2
T terus menerus
DO : pasien tampak rileks, skala
nyeri 2, tidak meringis kesakitan
DS : pasien mengatakan rileks
dengan posisi yang diberikan
perawat
DO : pasien rileks, posisi 45o,
dengan terpasang oksigen di
hidung,
Selasa, 21 1,2,3 08.00 Memonitor TTV DS : pasien mengatakan tidak
Mei 2019 lemas dan pusing
DO : TD 120/80 mmHg, N 80
x/mnt, RR 20 x/mnt, S 36oC,
SpO2 100%, akral teraba dingin
1 08.15 Mengkaji skala nyeri
DS: pasien mengatakan tidak
nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar
ke punggung bagian belakang
2 08.20 Mengauskultasi suara nafas
S skala 1
T terus menerus
DO : skala nyeri 1, pasien rileks

DS : -
DO : Inspeksi : bentuk simetris
antara dada kanan dan kiri saat
inspirasi dan ekspirasi, tidak ada
lesi dan jejas. Palpasi : tidak ada
1,2,3 09.00 Memberikan obat oral
nyeri tekan, vocal fremitus
ISDN 5 mg
Galvus 50 mg seimbang di kedua lapang paru.
Brilinta 180 mg
Perkusi : terdapat bunyi
Concor 2,5 mg
Platogrix 7,5 mg pekak. Auskultasi : terdengar
Pantopnezole 40 mg
bunyi redup, tidak ada suara
Tanapres 10 mg
Trombo aspriet 1 tablet tambahan
Lipitor 40 mg
Diaizepam 5 mg DS : pasien mengatakan tidak
ada riwayat alergi obat
2 09.10 Memberikan oksigen 3 lpm
DO : tidak ada edema, tidak ada
alergi, obat masuk melalui oral
1 09.20 Memberikan posisi
semifowler

DS : pasien mengatakan rileks


DO : oksigen mengalir 3 lpm
dengan menggunakan nasal
kanul

DS : pasien mengatakan rileks


dengan posisi yang diberikan
perawat
DO : pasien rileks, posisi 45o,
dengan terpasang oksigen di
hidung

IX. EVALUASI KEPERAWATAN


TANGGAL / JAM DX EVALUASI TTD
18 Mei 2019 1 SOAP PULANG
14.00 S : pasien mengatakan sedikit tidak nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar ke punggung bagian
belakang
S skala 4
T terus menerus
O : TD 140/66 mmHg, N 85 x/mnt, RR 24 x/mnt, S
36,4oC, SpO2 99%, akral teraba dingin, pasien tampak
rileks, skala nyeri 4, tidak meringis kesakitan
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
2
- Monitoring TTV
- Kaji skala nyeri
- Ajarkan teknik relaksasi
- Kolaborasi untuk pemberian antinyeri

SOAP PULANG
S : pasien mengatakan masih sesak nafas
O : Inspeksi : bentuk simetris antara dada kanan dan
kiri saat inspirasi dan ekspirasi, tidak ada lesi dan jejas.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, vocal fremitus
3
seimbang di kedua lapang paru. Perkusi : terdapat
bunyi pekak. Auskultasi : terdengar bunyi redup,
tidak ada suara tambahan
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Monitor vital sign
- Posisikan pasien semi fowler
- Auskultasi suara napas, catat adanya suara
tambahan
- Kolaborasi untuk pemberian oksigen
SOAP PULANG
DS : pasien mengatakan sedikit cemas, saat tidur
mudah terbangun
DO : ketika dilakukan pemeriksaan pasien banyak
bertanya tentang tidakan yang akan dilakukan, gelisah
20 Mei 2019 1 SOAP DATANG
08.00 S : pasien mengatakan sedikit nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar ke punggung bagian
belakang
S skala 3
T terus menerus
O : TD 130/75 mmHg, N 85 x/mnt, RR 24 x/mnt, S
36,4oC, SpO2 99%, akral teraba dingin skala nyeri 3,
pasien tampak sedikit meringis kesakitan memegang
dada sebelah kiri
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
2
- Monitoring TTV
- Kaji skala nyeri
- Ajarkan teknik relaksasi
- Kolaborasi untuk pemberian antinyeri

SOAP DATANG
S : pasien mengatakan sesak,
O : oksigen mengalir 3 lpm dengan menggunakan
nasal kanul
3 A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Monitor vital sign
- Posisikan pasien semi fowler
- Auskultasi suara napas, catat adanya suara
tambahan
1
- Kolaborasi untuk pemberian oksigen

SOAP DATANG
S : pasien mengatakan sudah tidak cemas
O : pasien rileks, bisa tidur dengan nyenyak
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi

SOAP PULANG
S : pasien mengatakan sedikit nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar ke punggung bagian
belakang
14.00 2
S skala 2
T terus menerus
O : skala nyeri 2, pasien sedikit rileks
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Monitoring TTV
- Kaji skala nyeri
- Ajarkan teknik relaksasi
- Kolaborasi untuk pemberian antinyeri

SOAP PULANG
S : pasien mengatakan sesak,
O : oksigen mengalir 3 lpm dengan menggunakan
nasal kanul
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Monitor vital sign
- Posisikan pasien semi fowler
- Auskultasi suara napas, catat adanya suara
tambahan
- Kolaborasi untuk pemberian oksigen
21 Mei 2019 1 SOAP DATANG
08.00 S : pasien mengatakan tidak nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar ke punggung bagian
belakang
S skala 1
T terus menerus
O : TD 130/70 mmHg, N 85 x/mnt, RR 20 x/mnt, S
36,4oC, SpO2 100 %, akral teraba dingin skala nyeri 1,
pasien rileks
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
2 - Monitoring TTV
- Kaji skala nyeri
- Ajarkan teknik relaksasi
- Kolaborasi untuk pemberian antinyeri
14.00 1
SOAP DATANG
S : pasien mengatakan tidak sesak
O : oksigen nasal kanul dilepas
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi

SOAP PULANG
S : pasien mengatakan tidak nyeri
P nyeri spasme otot pada jantung
Q seperti tertimpa beban berat
R di dada sebelah kiri menjalar ke punggung bagian
belakang
S skala 1
T terus menerus
O : TD 120/70 mmHg, N 82 x/mnt, RR 20 x/mnt, S
36,4oC, SpO2 100 %, akral teraba dingin skala nyeri 0,
pasien rileks
A : masalah sudah teratasi
P : hentikan intervensi
- pasien dibolehkan untuk pulang oleh dokter
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. H
DENGAN NON ST-ELEVASI MIOCARD INFARC (NSTEMI)
DI ICU RS SMC TELOGOREJO SEMARANG

Disusun Oleh :

Devi Lusiana

518021

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN TELOGOREJO SEMARANG

2019