Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MID SEMESTER PSIKOLOGI PENDIDIKAN

“ Analisis Film Taare Zameen Par ”

Oleh :

Nama : Rijal Qalbi

Kelas : PBI 1.2

NIM : 20400118041
A. Sinopsis

Alkisah ada seorang anak yang bernama Ishaan yang merupakan siswa kelas 3 yang
'payah' dalam urusan apapun di sekolahnya. Itu karena dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia
selalu melihat dunia dengan imajinasinya. Setiap pelajaran mendapat nilai jelek, yang membuat
guru-gurunya geram. Puncaknya, orang tua Ishaan memindahkannya ke sekolah asrama karena
mendapati Ishaan bolos dari sekolahnya. Namun di sekolah yang disiplin dan tegas tersebut, dia
tetap mendapat nilai yang buruk dalam semua mata pelajaran yang membuatnya depresi. Dia
juga merasa sedih karena harus tinggal jauh dari keluarganya. Sampai akhirnya ada seorang guru
baru bernama Ram Shankar Nikumbh. Guru Ishan yang bernama Ram Shankar Nikumbh melatih
Ishan sedikit demi sedikit dengan cara melatih Membaca, Menulis, Melukis dan Belajar
menghitung dengan cara naik turun tangga. hingga akhirnya Ishan bisa seperti layaknya anak
anak lain.

Ram Shankar Nikumbh ingin menunjukkan kepada orang – orang bahwa Ishaan adalah
anak yang berprestasi dengan mengadakan lomba melukis yang di ikuti oleh semua Siswa, tetapi
pada saat itu Ishan menghilang. Ram Shankar Nikumbh mencari Ishan, dan menanyakan ke
sahabat Ishan, tetapi dia tidak tahu dimana Ishan berada. Dan setelah itu Ishan datang untuk
mengikuti perlombaan tersebut. Kemudian Ishan melukis dengan imanijasinya yang tinggi.
Setelah juri menilai, ternyata lukisan Ishan lah yang terbaik. Dan Ishan lah yang menjadi
pemenangnya, dan diberikanlah piala tersebut kepada Ishan, setelah perlobaan selesai dan Orang
tuanya menjemputnya,dan keluarganya tidak menyangka sekaligus bangga. Dan pada akhirnya
Ishan menjadi anak yang pintar.

B. Kesulitan - Kesulitan Belajar Dalam Film Ini

Kehidupan anak dengan Disleksia, Disgrafia, dan Diskalkulia digambarkan begitu jelas dalam
film ini.

Apa itu Disleksia ? Disleksia (Dyslexia) adalah sebuah gangguan dalam perkembangan
membacaa yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Ditandai dengan
kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau
di atas rata-rata. Ini termasuk kesulitan dalam penerapan disiplin Ilmu Fonologi, kemampuan
bahasa pemahaman verbal. Ada 3 aspek kognitif penderita disleksia yaitu Pendengaran,
Penglihatan, dan Perhatian. Disleksia mempengaruhi perkembangan bahasa seseorang. Disleksia
tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat
dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah,
kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak.

Apa itu Disgrafia ? Disgrafia adalah kesulitan dalam menuliskan atau mengekspresikan pikiran
dan perasaannya ke dalam bentuk tulisan. Umumnya gangguan disgrafia diderita anak ketika dia
baru mulai belajar menulis tangan. Anak-anak yang mengalami disgrafia biasanya tidak bisa
menyusun kata-kata dengan baik dan tidak bisa mengkoordinasikan tangannya untuk menulis.
Dengan kata lain anak disgrafia adalah anak yang mengalami kesulitan dalam belajar menulis.

Apa itu Diskalkulia ? Diskalkulia didefinisikan sebagai kesulitan memperoleh keterampilan


aritmatika dasar, seperti berhitung dan memahami bilangan. Mereka cenderung merasa sulit
untuk memecahkan soal matematika dasar, dan segala hal lain yang berkaitan dengan hitung-
hitungan atau angka. Mungkin juga mereka sebenarnya memahami logika di balik matematika,
tetapi tidak bagaimana atau kapan menerapkan apa yang mereka ketahui untuk menyelesaikan
soal matematika.

Bagaimana kesulitannya Ishaan memahami tiap huruf, misalnya sulit membedakan


antara "d" dengan "b" atau "p". Dia juga susah mempelajari bahasa asing, membedakan suku
kata yang bunyinya hampir sama, misalnya "Top" dengan "Pot" atau "Ring" dengan "Sing", dia
juga sering menulis huruf secara terbalik atau kesulitan lainnya dalam menulis. Tak hanya itu
Ishaan juga kesulitan dalam hitung – menghitung ( matematika ).

C. Analisis

Selain kesulitan membaca dan menulisnya, Ishaan yang dianggap anak keterbelakangan
mental ini, mempunyai beberapa tipe kecerdasan yang tidak diapresiasi oleh lingkaran
pendidikan di sekolah dan di rumahnya. Mengingat bahwa hal ini sejalan dengan Teori
kecerdasan majemuk atau multiple intelligences ini bergema sangat kuat di kalangan pendidik
karena menawarkan model untuk bertindak sesuai dengan keyakinan bahwa semua anak
memiliki kelebihan. Mengambil istilah multiple intelegences yang digagas oleh Howard
Gardner, Ishaan mempunyai beberapa kecerdasan yang luar biasa di antaranya:

1. Kecerdasan Visual adalah kemampuan untuk mengindera dunia secara akurat dan
menciptakan kembali atau mengubah aspek-aspek dunia tersebut. Dapat dilihat bahwa
Ishaan mempunyai kemampuan menggambar dan melukis di atas rata-rata. Dia juga
memvisualisasikan apa yang dia pelajari melalui imajinasinya yang sangat kreatif.

2. Kecerdasan Alam atau natural adalah kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikasi
aneka spesies, tumbuhan atau flora dan hewan fauna, dalam lingkungan. Dapat dilihat dari
perilaku Ishaan, ia sayang sekali pada binatang dan memelihara ikan di akuariumnya. Ia
sering memperhatikan tingkah laku binatang bahkan menirukannya.

3. Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan untuk memahami orang dan membina


hubungan yang efektif dengan orang lain. Dapat dilihat bahwa Ishaan adalah seorang
perenung dan pemikir. Perasaannya juga sangat sensitif, ia memikirkan apa yang salah
dengan dirinya hingga semua orang mengecapnya buruk, kecuali ibunya yang juga tidak
tahu kelainan apa yang dia alami.

4. Kecerdasan Intrapersonal adalah merujuk pada kemampuan untuk membangun


anggapan yang tepat pada seseorang. Terlihat ketika Ishaan menginterpretasikan sebuah
puisi yang dibacakan oleh salah seorang teman di kelasnya. Ishaan menjelaskan puisi itu
seperti seorang sastrawan. Sayangnya, gurunya menolak jawaban Ishaan.

• Teori Belajar dan Pembelajaran dalam film ini

Teori belajar dan pembelajaran guru - guru Ishaan dalam mengajar beragam. Dalam teori
belajar ada berbagai macam teori belajar, yaitu : behavioristik, kognitif, kontruksivisme, dan
humanistic.

• Teori belajar behavioristik adalah Teori yang menempatkan peserta didik sebagai pihak
yang pasif dan hasil pendidikan berkiblat teori behavioristik ini adalah perilaku yang
ditampakkan. Teori ini cenderung tidak mempertimbangkan sisi personal dan perasaan
peserta didik, sehingga tak heran jika hukuman adalah cara terbaik menertibkan
penyimpangan.

• Teori belajar kognitif adalah bahwa para peserta didik memproses informasi dan
pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan
hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini
menekankan pada bagaimana informasi diproses.

• Teori belajar konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat


generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Dengan teori
konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan
membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina
pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu mengapliklasikannya dalam semua
situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama
semua konsep.

• Teori belajar humanistic adalah teori belajar yang memanusiakan manusia.


Pembelajaran dipusatkan pada pribadi seseorang. Teori ini tidak lepas dari pendidikan yang
berfokus pada bagaimana menghasilkan sesuatu yang efektif, bagaimana belajar yang bisa
meningkatkan kreativitas dan memanfaatkan potensi yang ada pada seseorang.

Dalam film ini kebanyakan dari guru - guru Ishaan menggunakan teori belajar behavioristik
dan kognitif yang tidak cocok bagi keadaan atau kondisi Ishaan yang mengalami dyslexia
tersebut, namun ada satu guru yang paham dan menyadari kondisi Ishaan yang bernama Ram
Shankar Nikumbh dan dia dalam pembelajaran menggunakan teori kontruksivisme dan teori
humanistik,

Pada teori kontruksivisme yakni dengan cara melakukan pendekatan-pendekatan bertahap,


dengan usaha mendatangi keluarga Ishaan dan berusaha memecahkan permasalahan yang di
alami Ishaan, dia membimbing Ishaan, memberi motivasi, dorongan, kebebasan, memberikan
kasih sayang dan kelembutan, mengajari menulis, membaca dan menghitung dengan metode
yang bisa di terima oleh Ishaan dengan cara yang kreatif, melalui pintu kecerdasan yang sudah
dimiliki Ishaan, yaitu natural dan visual, seperti :
1. Menulis huruf di pasir

Menulis dengan jari pada pasir dan kulit tangan, menulis sembari mewarnai,
menulis sembari membuat kerajinan tangan dari clay.

2. Memanfaatkan audio book

Bersamaan dengan textbook. Ishaan mendengarkan rekaman di kaset sembari


mengikuti tulisan yang ada di buku bacaannya. Ishaan juga menuliskan huruf yang
disebutkan sang guru dengan mata ditutup.

3. Dikte

Setelah Ishaan mengenal huruf dan angka, sang guru mendikte Ishaan dengan
beberapa kata, kemudian lambat laun beberapa kalimat.

4. Mengajari berhitung dengan naik turun tangga

Sang guru menuliskan angka-angka di anak tangga, kemudian mengajari Ishaan


penambahan dan pengurangan dengan naik turun tangga itu. Dan akhirnya dia behasil
membuat muridnya tersebut mampu mengatasi kondisinya dan akhirnya dia menjadi anak
yang pintar.

Sedangkan pada teori humanistic yakni dengan cara melakukan pendekatan – pendekatan
kepada prinsip belajar pada teori humanistic yang sangat cocok dengan Ishaan , seperti :

1. Swa Arah ( self direction )

Seperti guru Ishaan yang mencari tahu terlebih dahulu teknik belajar seperti
apakah yang cocok dengan Ishaan. Setelah mengetahui cara yang tepat guru Ishaan pun
mendorong Ishaan untuk belajar dan membantu Ishaan mengidentifikasi masalah belajar
yang dialami oleh Ishaan.

2. Belajar Tentang Cara – Cara Belajar ( Learning how to learn )


Setelah merancang pengalaman belajar , memilih bahan ajar dan metode belajar
yang tepat, guru Ishaan memotivasi Ishaan dalam belajar dengan melibatkannya langsung
dalam proses belajar tersebut. Seperti pada saat belajar menghitung naik turun tangga.

3. Evaluasi Diri ( Self Evaluation )

Dalam membantu pengembangan dan evaluasi kemajuan belajar guru Ishaan tidak
membandingkannya dengan orang lain melainkan menggunakan standar atau kemampuan
Ishaan sendiri, Atau gurunya mengajarinya secara private atau pribadi.

4. Pentingnya Perasaan ( Important feelings)

Guru Ishaan senantiasa membantunya dengan sabar, dan dengan melakukan


teknik – teknik seperti berdiskusi dan belajar yang menyenangkan, dan membantu Ishaan
menerapkan hasil belajarnya kedalam dunia nyata (dikelas).

5. Bebas dari Ancaman ( Freedom of Threat)

Berbeda dengan guru – guru lainnya, guru Ishaan yang bernama Ram Shankar
Nikumbh tidak pernah mengancam dan menghukum Ishaan melainkan menciptakan kelas
yang menyenangkan dan nyaman.

Dalam film ini kita juga telah belajar beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan
hasil belajar pada seseorang. Sebagai berikut:

1) Faktor Lingkungan

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan,


memberikan landasan dasar bagi proses belajar. Faktor fisik dan sosial psikologis
yang ada di dalam keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan belajar
anak. Termasuk faktor fisik dalam lingkungan keluarga di antaranya yaitu, keadaan
rumah, ruangan tempat belajar, suasana di dalam rumah, dan suasana di sekitar
rumah. Kondisi sosial psikologis dalam keluarga menyangkut keutuhan keluarga,
iklim belajar, dan hubungan antaranggota keluarga. Suasana lingkungan keluarga
yang bermacam-macam turut menentukan proses belajar yang dialami dan dicapai oleh
anak.

Lingkungan sekolah juga memegang peranan penting bagi perkembangan


belajar para siswanya. Lingkungan sosial di sekolah menyangkut hubungan siswa
dengan teman-temannya, guru, serta staf sekolah yang lain.

2) Faktor Instrumental

Faktor yang tidak kalah penting dan mempunyai pengaruh serta proses hasil
belajar adalah faktor instrumental. Faktor-faktor tersebut meliputi kurikulum,
program, sarana dan prasarana, serta keberadaan guru. Kurikulum adalah rencana
pembelajaran yang merupakan substansi dalam pendidikan. Tanpa adanya
kurikulum, kegiatan pembelajaran tidak dapat berlangsung dengan maksimal. Selain
itu, dalam melaksanakan kegiatan belajar juga diperlukan adanya program agar
kegiatan belajar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Sarana dan fasilitas juga mempunyai pengaruh terhadap proses dan hasil belajar.
Peserta didik yang belajar dengan sarana dan fasilitas yang cukup dan memadai akan
mendapatkan hasil yang lebih baik. Pada saat belajar di sekolah, faktor guru dan
cara mengajarnya juga menjadi faktor yang penting bagi peserta didik. Sikap dan
kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki, dan bagaimana cara guru
mengajar juga turut menentukan keberhasilan peserta didik dalam belajar
D. Kesimpulan

Dalam film ini terdapat kesulitan – kesulitan dalam belajar yaitu (a) Disleksia (b)
Disgrafia dan (c) Diskalkulia. Disleksia ditandai dengan adanya kesulitan mengenal
dan mengucapkan bunyi huruf, kesulitan mengikuti perintah yang dilakukan secara
lisan, membuat kata-kata sendiri yang tidak memiliki arti pada saat disuruh
membaca, kurang memperhatikan tanda baca, membaca huruf atau kata secara
terbalik, kesulitan dalam mempelajari bahasa asing, mengacaukan huruf atau kata
yang mirip, memiliki kelemahan dalam perseptual motorik, sering mengalami
kekeliruan dalam mengenal kata, kesulitan mengikuti dan mengingat urutan visual,
memiliki daya ingat terbatas dan sulit berkonsentrasi, memiliki tulisan yang buruk
dan banyak kesalahan ejaan, sangat aktif dan tidak mampu menyelesaikan kegiatan
tertentu dengan tuntas, memiliki kekurangan dalam memahami waktu, dan memiliki
masalah dalam mengenal arah kiri dan kanan. Disgrafia ditandai dengan adanya
kesalahan dalam mengeja, tidak bisa membuat tulisan yang jelas dan bisa dibaca,
memiliki masalah terhadap huruf atau kata pada saat menulis, dan menuliskan
huruf atau kata secara terbalik. Diskalkulia ditandai dengan adanya kesalahan
dalam berhitung dan menggunakan cara yang tidak efisien untuk memecahkan soal
Matematika, mengalami kesulitan dalam mengenal dan menggunakan simbol-
simbol Matematika.

Peran orang tua sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak. Peran guru
pun tak kalah pentingnya sebagai orang tua kedua bagi anak. Setiap anak pastilah berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Bahwa setiap anak itu memiliki kelebihan masing
masing, mempunyai kecerdasan tersendiri yang mungkin tidak bisa di pahami oleh orang
lain, dari film ini betapa penting arti dari sebuah pengertian orang tua sebagai pendidik di
kalangan keluarga dan bagi guru sebagai pendidik di sekolah. Mereka memiliki
kemampuan, bakat, dan impian yang berbeda beda. Sebagai orang tua hendaknya
mendukung agar anak dapat berkembang menurut bakat alami yang ada dalam diri
mereka bukan dengan paksaan, ambisi dari orang tua dan sangat penting bagi orang tua
untuk memperhatikan kondisi anaknya, memahami keinginannya dan memberi kasih
sayang serta kelembutan sikap kepada anak, dan bersikap pola asuh demokratis bukan
otoritatif.
E. Referensi

https://dosenpsikologi.com/teori-belajar-humanistik

https://id.wikipedia.org/wiki/Konstruktivisme

https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik

https://id.wikipedia.org/wiki/Disleksia

https://en.wikipedia.org/wiki/Howard_Gardner

https://id.wikipedia.org/wiki/Taare_Zameen_Par

https://www.kompasiana.com/bilqislibrizky/551b2e91a33311e621b65d8a/struktur-kepribadian-
id-ego-dan-superego-menurut-teori-sigmund-freud

https://www.academia.edu/35766229/FAKTOR-
FAKTOR_YANG_MEMPENGARUHI_PROSES_BELAJAR_MENGAJAR_SUATU_KAJIA
N_PSIKOLOGI_PENDIDIKAN

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/diskalkulia-matematika-sulit-berhitung/