Anda di halaman 1dari 84

BAB I

PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI

Modul Pembuatan Bolero dan Gamis ini merupakan modul mata pelajaran Pembuatan

Busana Costume Made Jurusan Tatat Busana .Modul ini diajarkan dengan tujuan agar

siswa memahami tentang konsep dasar bolero, konsep dasar gamis,. ha1 ini siswa

diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat pecah pola bolero

dan pecah pola gamis.Agar tujuan pembelajaran tercapai, beberapa modul harus dikuasai

oleh siswa yaitu beberapa model bolero, pembuatan pecah pola bolero dan gamis serta

langkah menjahit bolero dan gamis hingga finishing.

B. PRASYARAT

Untuk mempelajari modul ini prasyarat yang harus dimiliki oleh peserta diklat adalah

telah selesai mempelajari dan menguasai modul : mengukur tubuh, pola busana teknik

kontruksi, pengepressan, dan mengoperasikan mesin jahit.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk peserta diklat

2. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh dalam mempelajari modul ini adalah

sebagai berikut :

a. Baca secara seksama sehingga benar-benar paham dan mengerti isi modul,

kemudian beri tanda atau catatan dengan kata/kalimat yang belum dimengerti atau

dipahami.

b. Jika ada yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam mempelajari isi

modul, silahkan menghubungi fasilitator anda.

1| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


c. Lakukan kegiatan praktek secara sistematis menurut langkah-langkah belajar yang

ditulis dalam modul ini

d. Agar benar –benar terampil dalam melakukan pekerjaan membuat bolero dan

gamis ini, anda perlu melakukan latihan secara berulang-ulang dengan membuat

uji coba menjahit bagian-bagian busana.

3. Perlengkapan Yang Disiapkan

a. Bahan-bahan :

1) Bahan utama polos (cth. Bahan taveta)

2) Bahan utama motif (cth. Motif batik)

3) Vuring (cth. Yasanta)

4) Fliselin

5) Benang jahit

6) Resleting gamis

7) Karbon jahit

8) Kertas pola

9) Kertas hvs warna merah biru

10) Pensil dan pensil merah biru

11) Kapur jahit

b. Peralatan Praktek :

1) Mesin jahit dan perlengkapannya

2) Gunting kain,gunting kertas, dan gunting benang

3) Pita ukur

4) Pendedel

2| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


5) Jarum mesin

6) Jarum pentul

7) Rader

8) Setrika

9) Jarum tangan

4. Peran Fasiltator

a. Menginformasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan peserta didik

untuk terampil dalam menjahit bagian-bagian busana

b. Menjelaskan kepada peserta diklat bagian-bagian dari modul yang belum dapat di

pahami oleh peserta diklat

c. Mendemonstrasikan langkah-langkah yang di persyaratkan dalam kegiatan belajar

d. Membimbing peserta diklat untuk melaksanakan praktek menjahit

e. Melakukan evaluasi secara komrehensif melalui proses dan produk belajar yang

dicapai peserta didik meliputi: kognitif, affectif, psikomotor.

D. TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik mampu:

1. Memahami pembuatan busana

2. Memahami prosedur menjahit bagian-bagian busana bolero dan gamis

3. Terampil dalam memilih teknologi menjahit yang digunakan sesuai dengan jenis

bahan dan desain busana

E. KOMPETENSI

1. Kompetensi :

a. Menyiapkan tempat kerja dan alat kerja

3| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


b. Menyiapkan mesin jahit

c. Mengoperasikan mesin jahit

d. Menjahit bagian-bagian busana

2. Kriteria Untuk Kerja:

a. Bagian-bagian busana diperiksa kelengkapannya sesuai dengan desain

b. Bagian-bagian busana dijahit sesuai prosedur

c. Busana diselesaikan sesuai dengan teknik jahit yang tepat

d. Sikap kerja disesuaikan dengan kesehatan dan keselamatan kerja

3. Ruang Lingkup Kompetensi:

a. Kelengkapan bagian-bagian Busana

b. Langkah menjahit bagian busana

c. Teknologi menjahit

d. Sikap kerja.

F. CEK KEMAMPUAN

NO ASPEK YANG DINILAI BELUM SUDAH

1. Pengetahuan

1.1 memahami bagian-bagian

busana

1.2 memahami prosedur menjahit

bagian-bagian busana

1.3 Memahami teknologi menjahit

busana

1.4 Memahami kesehatan dan

4| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


keselamatan kerja dalam

menjahit

Sikap

2.1 Teliti dalam memeriksa

kelengkapan bagian-bagian

busana

2.2 Mengikuti prosedur dalam

menjahit bagian-bagian

busana

2.3 Mengikuti prosedur

kesehatan dan keselamatan

kerja dalam menjahit

busana

Keterampilan

3.1 memeriksa kelengkapan

bagian-bagian busana

3.2 menjahit bagian-bagian

busana sesuai prosedur

3.3 menerapkan prosedur

kesehatan

dan keselamatan kerja

dalam menjahit

3.4 menyelesaiakan busana

5| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


sesuai dengan prosedur

menjahit busana.

3.4.1 memotong bahan

3.4.2 melakukan

pengepressan

3.4.3 menjahit bagian-bagian

busana

3.4.4 menyelesaikan busana

dengan jahitan tangan

CATATAN FASILITATOR:

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………

KESIMPULAN :

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………

6| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


G. MEKANISME PEMBELAJARAN

Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme pemelajaran

sebagai berikut:

START

Lihat Kedudukan Modul

Lihat Petunjuk
Penggunaan Modul

Kerjakan Cek Kemampuan

Y
Nilai ≥ 75

T
Kegiatan Belajar 1

Kegiatan Belajar n

Kerjaan Evaluasi

Modul
Nilai ≥ 75
berikutnya/uji
7| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS Kompetensi
BAB II

PEMBELAJARAN

A. Rencana Pembelajaran Peserta Diklat

Standar Kompetensi : pembuatan busana costume made

Kompetensi Dasar : Membuat Bolero dan Gamis

1. Mengelompokkan macam-macam bolero

2. Membuat pecah pola bolero dan gamis

3. Memotong bahan

4. Menjahit bolero dan gamis

5. Menyelesaikan bolero dan gamis

6. Melakukan pengepressan

7. Menghitung harga jual bolero dan gamis

Judul Modul : Membuat Bolero Dan Gamis

B. Kegiatan Belajar

Sebelum anda mulai belajar tentang modul membuat bolero dan gamis ada beberapa hal

yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Memahami dan menguasai kompetensi ketepatan mengambil ukuran yang diperlukan

secara individu

2. Memahami, mengikuti dan menetapkan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja

seperti :

a. Pakailah pakaian kerja sebelum memulai praktek

b. Siapkan alat dan bahan dimeja kerja

8| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


c. Bekerjalah dengan penerangan yang cukup

d. Jagalah kebersihan dan kerapian tempat kerja

9| MODUL MEMBUAT BOLERO DAN GAMIS


KEGIATAN PEMBELAJARAN I

MENGELOMPOKKAN MACAM-MACAM BOLERO

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran I

Setelah mempelajari kegiatan belajar I ini, diharapkan peserta didik mampu”

1. Mendeskripsikan pengertian bolero/ rompi

2. Mengidentifikasikan jenis-jenis bolero

3. Menjelaskan kriteris dan fungsi bolero

4. Mengelompokkan macam macam model bolero

5. Mengetahui contoh pola bolero

B. Uraian Materi Kegiatan I

1. Pengertian Bolero

Bolero adalah semacam jaket yang pas di badan dengan ukuran setengah dada dan

terbuka di bagian depan, bisa lengan pendek atau panjang. Kata bolero berasal dari

tarian Spanyol yang memiliki langkah dan berhenti yang dramatis.

Bolero adalah semacam jaket yang cenderung ketat atau pas dibadan ( Pres Body )

dan terbuka dibagian depan dengan ukuran setengah dada. Bolero bisa dibuat dalam

bentuk lengan pendek ataupun lengan panjang. Bolero juga bisa dimix dan match

dengan kategori pakaian lainnya seperti halnya cardigan. Dan ini akan mampu

memberikan penampilan yang serasi dan menarik bagi pemakainya.

10 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Bolero adalah semacam blus pendek tanpa kancing juga dikenakan diatas pakaian lain
sampai pinggang atau beberapa cm diatasnya. Bolero berbentu seperti jaket pendek
atau seolah-olah sebuah jaket yang panjangnya berakhir diatas piggang dan
mempunyai garis kurve (lengkung) dari tengah depan ke samping. Bolero adalah
bagian dari pada penduduk asli (native custome) yang biasa dipakai pada banyak
daerah-daerah di Eropa. Seringkali memakai bordir / sulaman atau jumbai-jumbai
(fringe), bahkan turun temurun sebagai warisan keluarga.
Bolero aslinya dari Spanyol. Dalam abad ke-20 Bolero dipakai dengan bluose
berleher tinggi serta menjumbai.dipadu dengan rok bawah yang menjela lantai.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an dihidupkan kembal, dipakai baik dengan rok
bawah maupun celana. Untuk pakaian malam, bolero dari bahan velvet sangat
populer. Bolero untuk siang hari telah dibuat dari banyak macam bahan, termasuk
macam-macam katun, brocade, denim dan kulit. Beberapa versi dengan hiasan
bisban.

2. Jenis-jenis Bolero
a. Bolero resmi

11 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Bolero yang dapat digunakan pada acara resmi, bolero ini sangat mudah dipadukan
dengan gaun yang resmi, dapat padukan dengan warna yang senada atau warna yang
kontras agar tetap memperlihatkan keindahan bolero

b. Bolero yang digunakan pada musim gugur atau musim dingin


Biasanya jenis bolero yang seperti ini terbuat dari bahan flannel atau bahan tebal
yang berbulu

c. Bolero dengan jenis maskulin atau trendi


Bolero jenis ini seperti ini terbuat dari bahan levis atau bahkan ada yang terbuat
dari bahan baju tentara. Cewek ataupun cowok dapat memakai bolero jenis ini
d. Bolero prom

12 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Bolero ini digunakan saat prom, dengan model nya yang elegan, terbuat dari
bahan brokat atau dapat juga bahan yang transparan

e. Bolero etnik
Bolero ini terbuat dari bahan atau kain kain tradisional, misalnya batik,kain
tenun,rajut dan lain sebagaianya

13 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
3. kriteria dan Fungsi Bolero
Kriteria bolero:
a. Jaket pendek, panjangnya di atas pinggang
b. Mempunyai garis curve (lengkung) dari tengah depan ke samping
c. Memakai hiasan bordir atau jumbai-jumbai (fringe)
d. Memakai lengan pendek atau panjang
e. Tanpa menggunakan kancing
Fungsi bolero:
Fungsi bolero adalah sebagai baju luaran (outer) pendek dan dikenakan
dengan blus berkerah tinggi serta dipadu dengan rok bawah ataupun celana

4. Model Bolero
Berikut beberapa model bolero :

14 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
5. Bentuk pola Bolero

15 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
6. Pengertian Gamis
adalah pakaian muslim wanita (muslimah) dengan model baju menyatu antara atasan
dan bawahan yang berbentuk lurus, panjang dan longgar untuk menutupi seluruh
badan mulai dari leher sampai ke mata kaki.

C. Rangkuman I
Bolero adalah semacam jaket yang cenderung ketat atau pas dibadan ( Pres Body ) dan
terbuka dibagian depan dengan ukuran setengah dada. Bolero bisa dibuat dalam bentuk
lengan pendek ataupun lengan panjang. Ada beberapa macam jenis bolero yaitu bolero
resmi,bolero yang digunakan pada musim gugur, bolero dengan jenis maskulin, bolero
prom, dan bolero etnik. Bolero memiliki kriteria dan fungsi yaitu fungsinya sebagai baju
luaran (outer) pendek dan dikenakan dengan blus berkerah tinggi serta dipadu dengan rok
bawah ataupun celana
Sedangkan gamis adalah pakaian muslim wanita (muslimah) dengan model baju menyatu
antara atasan dan bawahan yang berbentuk lurus, panjang dan longgar untuk menutupi
seluruh badan mulai dari leher sampai ke mata kaki.

16 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
D. TUGAS I
Baca dan kerjakan soal berikut ini dengan teliti tanpa melihat uraian I yang sudah anda
pelajari atau kunci jawaban:

Tes tertulis :
1. Jelaskan pengertian bolero!
2. Jelaskan pengertian gamis!
3. Sebutkan jenis-jenis bolero!
4. Jelaskan fungsi bolero !

Kunci jawaban :

1. Bolero adalah semacam jaket yang pas di badan dengan ukuran setengah dada dan
terbuka di bagian depan, bisa lengan pendek atau panjang
2. adalah pakaian muslim wanita (muslimah) dengan model baju menyatu antara atasan dan
bawahan yang berbentuk lurus, panjang dan longgar untuk menutupi seluruh badan mulai
dari leher sampai ke mata kaki.
3. Bolero resmi, bolero yang dipakai pada musim gugur, bolero maskulin,bolero prom dan
bolero etnik
4. Fungsi bolero adalah sebagai baju luaran (outer) pendek dan dikenakan dengan blus
berkerah tinggi serta dipadu dengan rok bawah ataupun celana

17 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

PECAH POLA BOLERO DAN GAMIS SERTA RANCANGAN BAHAN

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2:


Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 2 ini, diharapkan peserta didik :
1. Mengelompokkan alat dan bahan pembuatan bolero dan gamis
2. Menjabarkan prosedur teknik pembuatan bolero dan gamis
3. Menerapkan pembuatan bolero dan gamis
4. Membuat pola besar bolero dan gamis

B. Uraian Materi Kegiatan 2


1. Desain

18 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
2. Pola Dasar
Ukuran yang diperlukan :
Lingkar Badan :
Lingkar pinggang :
Lingkar panggul :
Lebar muka :
Lebar punggung :
Panjang punggung :
Panjang bahu :
Panjang lengan :
Tinggi panggul :

Keterangan Pola Depan : Keterangan Pola Belakang:

C-B : ¼ lingkar badan +1 A-B : ¼ lingkar badan -1

C-C1 : 8 cm A-A1 : 1,5cm

C-C2 : 7 cm A-A2 : 6 cm

19 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
B-B1 : 4-4,5 cm B-B1 : 4-4,5 cm

C2-C3 : panjang bahu A2-A3 : panjang bahu

C1-H : A1-D A3-A4 : naik 1 cm

C1-G : A1-F A1-D : panjang punggung

G-G1 : ½ lebar muka A1-F : ½ panjang punggung +1

H-H1 : ¼ lpi + 3 + 1 F-F1 : ½ lebar punggung

H-H2 : 1/10 lpi +1 D-D1 : ¼ lpi +3 – 1

H2-H3 : lebar kupnat 3 cm D-D2 : 1/10 lpi

Hubungkan kerung lengan dari C3-F2 D2-D3 : lebar kupnat 3 cm

Hubungkan kerung lengan dari A4-F2

Keterangan Pola Lengan :

A-B : panjang lengan

A-C : Tinggi puncak lengan

A-D : ½ lingkar kerung lengan

20 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
A-E : A-D

A-D2-D1: 1/3 dari ½ lingkar kerung lengan (1/3 dari A-D)

A-E2-E1: 1/3 dari ½ lingkar kerung lengan (1/3 dari A-E)

Titik D1 turun 0,5, titik D2 naik 1,5 cm

Titik E1 turun 0,25, titik E2 naik 2 cm

Bentuk lah kerung lengan

B-F-G: lingkar ujung lengan

3. PECAH POLA BOLERO

Keterangan Pola Depan : Keterangan Pola Belakang:

C1-C4 : 1 cm A1-a : 1 cm

G1-G2 : 1 cm A2-a1 : 1 cm

C2-C5 : 1 cm A4-a4 : 1 cm

21 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
C3-C6 : 1 cm F2-F3 : 1 cm

C4-C7 : 3 cm J : ½ panjang bahu hubungkan

Ke kupnat

F2-F3 : 1 cm F-D4 : turun 10 cm,luruskan ke D5

F3-F4 : 1 cm F3-F4 : 1 cm

J : ½ panjang bahu hubungkan ke kupnat

G-H4 : turun 10 cm, luruskan ke H5

22 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
4. Keterangan Pola Lengan :
Pola lengan 1:
A-B : panjang lengan (sesuaikan)
A-C : tinggi puncak lengan (11-13 cm )

23 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
A-D : ½ lingkar kerung lengan pola yang sudah di pecah
A-D : A-E
A-D2-D1: 1/3 A-D
A-E2-E1: 1/3 A-E
Titik D1 turun 0,5 cm titik D2 naik 1,5 cm
Titik E1 turun 0,25 cm titik E2 naik 2 cm
B-G-F :lingkar ujung lengan
G1 : ½ E-G
FI : ½ D-F
G2 : ½ G1-C1
F2 : ½ F1-C1
Tarik lurus keatas, buat segitiga dibawah titik lalu gunting mengikuti segitiga itu
Pola lengan II:
Setelah dapat 4 bagian, tentuksn tengahnya lalu bagian II dan III buka 3 cm di
atasnya, selanjutnya baian I dan IV buka 3 cm juga. Dari titik puncak awal naikkan
juga 3 cm keatas dan gambar kerung lengan baru

24 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
5. PECAH POLA GAMIS

25 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
26 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Keterangan Pola Depan : Keterangan Pola Belakang:

F2-F3 : 1 cm F2-F3 : 1 cm

C2-C4 : 1 cm A1-A5 : 1 cm

C1-C5 : 1cm A2-A6 : 1 cm

C5-C3 : 1 cm A4-A5 : 1 cm

F2-F3 : 1 cm F2-F3 : 1 cm

F3-F4 : 1 cm F3-F4 : 1 cm

H1-H2 : 1 cm D1-D2 : 1 cm

H-I : tinggi panggul D-H : tinggi panggul

I-J : ¼ LPA+1 H-H1 : ¼ LPA- 1

H4 : 13 cm D4: 13 cm

H-K : panjang gamis D-G : panjang gamis

K-K1 : lebar bawah 45 cm G-G1 : lebar bawah 45 cm

K1-K2 : naik 3 cm G1-G2 : naik 3 cm

27 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
6. RANCANGAN BAHAN
Setelah pola selesai dibuat, langkah selanjutnya yaitu menrancang bahan. Tujuan dari
merancang bahan yaitu :
- Untuk mengetahui banyak bahan yang dibutuhkan sesuai desain busana yang akan
dibuat.
- Untuk menghindari kekurangan dan kelebihan bahan.
- Sebagai pedoman waktu menggunting agar tidak terjadi kesalahan.
- Untuk mengetahui jumlah biaya yang diperlukan.
Langkah- langkah merancang bahan:
- Buatlah semua bagian–bagian pola menurut desain dalam ukuran skala.
- Setiap pola dilengkapi dengan tanda–tanda pola yaitu arah serat, tanda lipatan
bahan, kampuh dan sebagainya.
- Sediakan kertas yang lebarnya sama dengan lebar kain yang akan digunakan
dalam pembuatan pakaian tersebut seperti : kain dengan lebar 90 cm, 115 cm, atau
kain dengan lebar 150 cm dalam ukuran skala yang sama dengan skala pola.
- Kertas pengganti kain dilipat dua menurut arah panjang serat, susun dan
tempelkan pola-pola tersebut di atas kertas pengganti kain sesuai dengan tanda–tanda
pola seperti tanda arah benang, tanda lipatan kain dan sebagainya.
- Susunlah pola yang ukurannya paling besar, setelah itu baru menyusun bagian–
bagian pola yang lebih kecil dan terakhir menyusun pola yang kecil–kecil, cara ini
bisa membuat kita bekerja lebih efisien dan lebih efektif.
- Jika semua pola telah diletakkan dan telah diberi tanda, ukurlah panjang bahan
yang terpakai, sehingga dapat ukuran kain yang dibutuhkan/berapa banyak kain yang
terpakai.
- Hitung juga pelengkap yang dibutuhkan, seperti kain furing, ritsleting, pita/renda,
benang, kancing baju, kancing hak dan lain sebagainya (sesuai desain).
- Hitunglah berapa banyak uang yang diperlukan untuk membeli bahan dan
perlengkapan lainnya dalam pembuatan pakaian tersebut.

28 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
7. RANCANGAN BAHAN BOLERO (BAHAN POLOS)

29 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
8. RANCANGAN BAHAN BOLERO (BAHAN BATIK)

30 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
9. RANCANGAN BAHAN BOLERO (BAHAN VURING)

31 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
10. RANCANGAN BAHAN GAMIS

32 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
11. RANCANGAN BAHAN GAMIS (BAHAN VURING)

33 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
5. Rancangan Harga
Untuk mengetahui berapa jumlah harga yang akan dikeluarkan dalam pembuatan
busana
NO NAMA BAHAN JUMLAH JUMLAH JUMLAH
YANG HARGA KESELURUHAN
TERPAKAI SATUAN
1 Bahan utama (taveta) 1,6 cm Rp 25000 Rp 40000
2 Bahan utama batik 0,50 cm Rp 25000 Rp 12.500
3 Bahan Vuring 100 cm Rp 11000 Rp 11000
4 Fliselin 0,50 Rp 4000 Rp 1000
5 Benang I buah Rp 1500 Rp 1500
6 Resleting I buah Rp 2000 Rp 2000
Jumlah keseluruhan Rp 68000

C. Rangkuman 2
Sebelum membuat pola, dahulu dilakukan pengambilan ukuran. Ukuran yang tepat dan
benar sangat diperlukan untuk menghasilkan pakaian yang tepat dan enak dipakai, berikut
ukuran yang dipakai; lingkar leher, lingkat badan,lingkar pinggang,panjang
punggung,lebar punggung, lebar muka, panjang bahu, panjang baju, panjang lengan.
Pecah pola yang dibuat adalah pecah pola bolero dan pecah pola gamis berdasarkan pola
dasar badan dan lengan dengan mengikuti langkah pembuatan nya
Merancang bahan adalah membuat perkiraan jumlah bahan yang diperlukan atau
dibutuhkan dalam pembuatan sebuah busana dengan menggunakan ukuran skala (bukan
ukuran sebenarnya), tujuan merancang bahan untk mengetahui jumlah bahan utama atau
vuring sehingga terhindar dari kesalahan yang fatal.

D. Tugas 2
Pelajari dengan seksama kegiatan belajar 2, apabila anda merasa sudah menguasai
pengetahuan tersebut, cobalah untuk mengerjakan tugas berikut ini :

34 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
1. Pecahlah pola dasar sesuai dengan desain dan sesuai dengan materi yang telah
diajarkan!
2. Buatlah rancangan bahan !
E. Lembar Kerja 2
Bahan : buku pola, kertas HVS merah biru
Alat : alat –alat tulis, gunting, lem
Kesehatan dan keselamatan kerja: perhatikan kerapian dan kebersihan lingkungan sekitar

35 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

MEMOTONG BAHAN DAN PENGEPRESSAN

A. Tujuan kegiatan Pembelajaran :


Setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ini, diharapan peserta didik mampu :
1. Mengelompokkan alat dan bahan memotong bahan
2. Merencanakan pemotongan bahan bolero dan gamis
3. Memotong bahan sesuai rancangan bahan
4. Dapat mengetahui teknik menggunting yang benar

B. Uraian Materi Kegiatan 3


1. Menyiapkan Tempat Kerja
Tempat kerja merupakan bagian yang penting dalam suatu usaha, secara tidak
langsung tempat kerja akan berpengaruh pada kesenangan, kenyamanan dan
keselamatan dari para siswa/pekerja. Keadaan atau suasana yang menyenangkan
(comfortable) dan aman (safe) akan menimbulkan gairah produktivitas kerja.
Menyiapkan tempat kerja untuk memotong bahan berbeda dengan tempat kerja
menjahit dengan tangan ataupun dengan mesin. Suatu tempat kerja yang diatur teliti
dengan mengingat tertib kerja dan rasa keindahan, akan menyebabkan siswa/pekerja
yang sedang melakukan kegiatan memotong bahan akan bekerja dengan perasaan
senang.
Tempat kerja yang dimaksud adalah yang ergonomik dengan kata lain tempat kerja
yang sesuai dengan kebutuhan. Alat seperti meja potong, bahan/kain yang akan
dipotong dan alat-alat potong lainnya yang diperlukan disusun sesuai dengan urutan
proses kerja dalam menyelesaikan suatu potongan. Fasilitas yang harus disediakan
adalah
a. Ruang kerja untuk memotong bahan,
b. Almari tempat bahan dan tempat alat potong,
c. Tempat khusus untuk menyimpan bahan yang telah dipotong, dan

36 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
d. Tempat sampah/tempat sisa-sisa potongan
Memotong bahan dengan menggunakan mesin potong membutuhkan tempat
kerja yang berbeda dengan memotong bahan menggunakan gunting biasa yang
dilakukan secara manual. Memotong bahan dengan gunting biasa tempat yang
dibutuhkan cukup dengan menggunakan meja potong yang sederhana. Sedangkan
untuk memotong bahan dengan mesin potong tempatnya disesuaikan dengan
jenis dan besarnya mesin potong yang dipakai. Biasanya meja yang digunakan
untuk memotong bahan pada produksi massal adalah:
a. Meja dengan ukuran yang lebih besar. Lebarnya minimal 1,5 m dan
panjangya minimal 3 m sesuai dengan besar kecilnya kapasitas produksi, dan
b. Gunting khusus untuk konveksi
empat potong untuk perorangan lebih sederhana dari pada untuk memotong
secara massal. Meja potong untuk perorangan cukup dengan meja berukuran
2 m x 0,8 m. sekolah/workshop tempat bekerja untuk memotong bahan, lay
outnya disesuaikan dengan jumlah siswa dan besar ruangan.
Jumlah siswa setiap kelas praktek berkisar antara 16 s.d 20 orang. Ukuran
yang ideal untuk setiap siswa membutuhkan tempat seluas 4 s.d 5 meter bujur
sangkar, karena setiap siswa membutuhkan satu meja dan satu mesin jahit
serta satu loker untuk menyimpan alat-alat jahit dan alat lainnya. Semua alat
haruslah tertata dengan rapi dan efisien begitu pula dengan alat-alat kecil
harus tersedia dalam sebuah kotak

Ruang kerja yang perlu diperhatikan adalah ruang kerja yang sesuai dengan
kebutuhan, rapi dan menyenangkan sehingga tidak menimbulkan kebosanan.
Untuk sebuah perusahaan konveksi yang mempunyai karyawan dalam jumlah
banyak sangat diajurkan agar disediakan tempat istirahat atau tempat olahraga
ringan di ruangan kerja tersebut. Tempat berbaring disebuah ruangan terpisah
untuk pekerja yang ingin melemaskan otot punggung, selain dari itu juga
kamar kecil dan kamar ganti atau kamar rias sekedarnya harus pula
disediakan.Perlu juga disediakan sebuah kantin, mushala, dan tempat
berobat.Dan yang sangat penting diperhatikan adalah kebersihan seluruh

37 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
tempat kerja dan juga tempat lainnya sehingga karyawan merasa betah dan
nyaman dalam melakukan aktifitas sehari-hari
2. Menyiapkan Bahan
a. Memilih bahan
bahan atau tekstil mempunyai aneka ragam jenis dan sifatnya. Akibat proses
pembuatan yang berlainan dan bahan mentah (asal bahan) serta zat pelarutnya
yang berbeda, menyebabkan ciri-ciri dan sifat bahan bebeda pula, ada yang kaku,
ada yang melansai, yang lembut, lemas, berat, ringan, tebal, tipis, transparan dan
sebagainya. Untuk itu pembelian bahan atau tekstil harus dilakukan oleh seorang
yang ahli dibidang tekstil. Pembelian kain yang sesuai dengan kebutuhan akan
menghindarkan dari kelambatan dalam pemotongan. Pada waktu pembelian kain,
spesifikasi mutu kain harus dinyatakan dengan jelas
Di samping hal di atas, keserasian antara bahan dengan desain busana sangat
perlu diperhatikan.Siluet pakaian menjadi pertimbangan sebelum kita memilih
bahan, apakah sesuai untuk desain pakaian berkerut, berlipit atau mengembang.
Caranya, bahan digantungkan memanjang dengan dilipit-lipit untuk
memperhatikan jatuhnya, begitu pula untuk memperhatikan kasar halusnya kita
raba dan beratnya kita timang apakah syarat-syarat pada desain telah terpenuhi.
Permukaan bahan (tekstur) ada empat karakter:
a. Bila dilihat dari efek pantulan cahaya dari bahan misalnya berkilau atau
kusam,
b. Jika diraba terasa kasar atau halus,
c. Kalau dipegang terasa berat, ringan, tipis dan kaku, dan
d. Kesan pada penglihatan adalah mewah atau sederhana.
Setiap tekstur mempunyai pengaruh terhadap penampilan suatu busana dan
bentuk badan sipemakai, bahan yang berat atau tebal akan menambah bentuk.
Bahan yang berkilau akan menambah besar dari pada bahan tenunan yang
permukaan kusam, seperti bahan satin akan memperbesar bentuk badan dari
pada bahan Cape. Maka dari itu kita perlu memilih bahan yang tepat
jika suatu desain memerlukan efek mengembang, pilihlah bahan busana yang
dapat membentuk gelembung dengan wajar.Sebaliknya bila suatu desain

38 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
memperlihatkan kelembutan perhatikanlah jangan memakai bahan yang kaku.
Bahan tekstil yang bercorak atau bermotif juga akan ikut berperan membentuk
kesan tertentu pada busana atau sipemakainya. Penyesuaian karakter motif
seperti garis-garis atau kotak – kotak akan memberikan kesan kaku. Maka
dari itu desain mengarah kepada kesan sportif, begitu pula dengan bulatan
maka lebih mengarah pada lengkung. Untuk itu dalam menyiapkan bahan
perlu disesuaikan dengan desain, bentuk tubuh, usia, jenis pakaian serta
kesempatan sipemakai.
Dalam memotong bahan, masing masing jenis bahan memiliki cara pemotongan yang
berbeda:
a. Bahan yang menyusut seperti bahan katun, santung dan sebagainya sebelum
dilakukan pemotongan sebaiknya di rendam terlebih dahulu agar setelah di potong
dan dicuci bahan tidak mengalami perubahan ukuran
b. Bahan yang licin sebaiknya di ratakan di atas meja dengan menyematkan pentul pada
ujung atas kain atau gunakan pemberat agar bahan tidak bergeser, dan saat
menggunting jangan diangkat karna bisa menyebabkan pinggiran tidak rata dan
bergeser
c. Bahan yang bermotif perhatikan bentuk motifnya, apabila ada motif yang berukuran
besar dan kecil, letakkan pola bagian badan pada motif yang besar
d. Bahan yang cepat bertiras, sebaiknya setelah di potong, pinggirannya di obras terlebih
dahulu
e. Bahan motif berpola sebaiknya perhatikan bentuk pola nya dan letakkan pola nya
dengan tepat agar motif nya menjadi satu kesatuan setelah terjahit
f. Bahan dengan motif pinggiran biasanya motifnya terletak pada bagian bawah busana,
bagian bawah lengan atau diletakkan pada bagian tengah muka dan tengah belakang
sesuai desain
3. Proses Memotong
a. Tujuan pemotongan kain adalah untuk memisahkan bagian- bagian lapisan kain
sesuai dengan pola pada rancangan bahan/marker.Hasil potongan kain yang baik
adalah yang hasil potongannya bersih, pinggiran kain hasil potongan tidak saling
menempel, tetapi terputus satu dengan yang lainnya. Kecuali bagian lipatan kain.

39 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Dalam proses memotong, ada hal yang perlu di perhatikan:
1) Menyiapkan tempat dan alat-alat yang diperlukan
Alat-alat yang diperlukan yaitu berupa meja potong dengan ukuruan sekitar 2m x
0,8m; gunting / alat potong; alat untuk memberi tanda seperti kapur jahit, rader,
karbon jahit, pensil merah biru; dan alat bantu jarum pentul, centimetre
2) Menyiapkan bahan
Memilih bahan Keserasian antara bahan dengan desain perlu diperhatikan
sebelum memilih bahan serta perlu diuji daya lansainya, apakah sesuai untuk
model pakaian berkerut, lipit atau mengembang. Caranya, bahan digantungkan
memanjang dengan dilipit-lipit untuk memperhatikan jatuhnya bahan, serta untuk
memperhatikan kasar halusnya bahan bisa dengan diraba apakah syarat-syarat
pada desain terpenuhi.
Jika desain memerlukan efek mengembang sebaiknya pilih bahan yang dapat membentuk
gelembung dengan wajar.Sebaliknya jika desain memperlihatkan tekstur lembut maka
jangan memakai bahan yang kaku
1) Memeriksa bahan Sebelum bahan dipotong atau digunting perlu dilakukan
pemeriksaan bahan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
2) Kesesuaian bahan dengan desain,
3) Ukuran lebar kain agar bisa dibuat rancangan bahan,
4) Pemeriksaan cacat kain seperti cacat bahan, cacat warna, ataupun cacat printing
sehingga bisa ditandai dan dihindari saat menyusun pola, dan
5) Apakah bahannya menyusut. Jika menyusut sebaiknya bahan direndam agar setelah
dipakai dan dicuci ukuran baju tidak mengalami perubahan

4. Teknik menggunting
a. Bahan dilipat dua di atas meja potong, perhatikan bagian baik dan buruk kain,
meja harus rata, tidak boleh bergelembung atau berlubang
b. perhatikan arah serat kain
c. perhatikan lipatan kain, apabila ada pola yang harus diletakkan pada lipatan kain
d. tanda arah serta kain pada pola menjadi panduan dalam meletakkan pola agar
lurus.

40 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
e. Gunakan bayangan cermin saat menngunting
f. Pola-pola disusun dengan pedoman rancangan bahan dengan bantuan jarum
pentul,
g. Menggunting bahan. Jika menggunting dengan tangan kanan maka tangan kiri
diletakkan di atas kain yang akan digunting,
h. bahan tidak boleh diangkat pada saat menggunting. Pola yang terlebih dahulu
digunting adalah pola-pola yang besar seperti pola badan dan pola lengan.Setelah
itu baru menggunting pola-pola yang kecil seperti kerah dan lapisan leher,
i. Sebelum pola dilepaskan dari bahan, beri tanda-tanda pola dan batas-batas
kampuh terlebih dahulu. Caranya dengan menggunakan kapur jahit, rader dan
karbon jahit, pensil kapur dan sebagainya. Cara pemakaian rader yaitu jika bahan
baik keluar maka karbon dilipat dua dan bagian yang memberikan efek bekas
dibagian luar diletakkan diantara dua bahan atau bagian buruk bahan. Lalu dirader
pada batas kampuh atau garis kupnat.Setelah itu baru pola dilepaskan dari kain

Hasil pemotongan yang baik, adalah pemotongan yang tepat pada tanda-tanda pola
dan tidak terjadi perobahan bentuk. Hal ini akan memudahkan dalam menjahit dan
menghasilkan jahitan yang sesuai dengan kebutuhan/ukuran. Alat potong/gunting
yang digunakan adalah gunting yang tajam dan jangan dipakai gunting yang tumpul.
Jangan dibiasakan menggunakan gunting kain untuk menggunting kertas atau pun
yang lainnya, juga perlu dijaga gunting jangan sampai jatuh karena akan
mengakibatkan pergeseran mata gunting sehingga terasa tumpul atau tidak dapat
berfungsi lagi.

5. Pengepressan
pengepresan adalah suatu cara agar kampuh-kampuh terlihat lebih pipih dan rapi.
Pengepresan ini dilakukan setiap kali selesai menjahit dengan menggunakan setrika
dengan suhu yang disesuaikan dengan bahan busananya. Pada saat pengepresan untuk
kain yang tipis atau mudah mengkilat sebaiknya menggunakan pelapis atau bahan
lain.
Untuk mendapatkan sebuah produk pakaian yang berkualitias, baik dari

41 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
segi proses maupun hasilnya diperlukan yang namanya tahan
pengrepressan.Pengepressan pada pakaian sendiri pada umumnya dapat dibagi
kedalam dua tipe, yaitu pengepressan antara (under pressing) dan pengepressan akhir
(toppressing).
Pengepressan antara (under pressing)
a. pengepressan kampuh yaitu kampuh bahu dan kampuh sisi (setelah bahu dan sisi
disambungkan
b. pengepressan lipit seperti lipit pantas dan lipit-lipit pakaian yang lainnya apabila
ada
c. pengepressan lapisan (interlining) pada bagian tengah muka,depund,kerah dan
sebagainya
d. pengepressan komponen pakaian seperti tutup saku, atau bagian-bagian lainnya
sebelum dipasangkan pada pakaian
e. Pengepressan Akhir
Pengepressan akhir merupakan tahap pengepressan yang dilakukan setelah
pakaian selesai dibuat. Pengepressan akhit dapat dikerjakan dengan alat setrika
press.
Cara menyetrika kampuh
a. Setrikalah setiap kampuh pada setiap saat kampuh selesai dijahit dengan
memampatnya diatas sepotong kain yang lembab
b. Usahakan agar kampuh dibuat sepipih mungkin. Bukalah kampuh terbuka
c. Arahkan gerakan setrika sesuai dengan arah benang lungsin
d. Kampuh garis princess disetrika dengan cara dimampat dari atas kea rah titik
dada, dan dari bawah juga kearah titik dada.

C. Rangkuman
Tujuan pemotongan kain adalah untuk memisahkan bagian- bagian lapisan kain sesuai
dengan pola pada rancangan bahan. Hasil potongan kain yang baik adalah yang hasil
potongannya bersih, pinggiran kain hasil potongan tidak saling menempel, tetapi terputus
satu dengan lainnya.

42 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Pola yang telah di letakkan di atas bahan sesuai dengan rancangan bahan dan telat
diperiksa, selanjutnya digunting sesuai dengan batas-batas pola. Hasil guntingan yang
rata dan halus digunakan gunting yang tajam.

D. Tugas 3
Pelajari dengan seksama kegiatan belajar 3, apabila anda merasa sudah menguasai
pengetahuan tersebut, cobalah untuk mengerjakan tugas berikut ini :
1. Potonglah bahan bolero dan gamis sesuai langkah kerja memotong dan pindahkan
tanda pola pada bahan.
E. Lembar Kerja 3
Bahan : bahan utama bolero dan gamis, bahan vuring dan fliselin
Alat : alat memotong bahan
Kesehatan dan keselamatan kerja : perhatikan kebersihan dan kerapian lingkungan
sekitarnya.

43 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4

MENJAHIT BOLERO DAN GAMIS

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 4


Setelah mempelajari kegiatan belajar 4 ini, diharapkan peserta didik mampu:
1. Menjelaskan alat yang digunakan dalam menjahit bolero dan gamis
2. Dapat menjelaskan langkah kerja menjahit bolero dan gamis sesuai model
3. Dapat menjahit bolero dan gamis sesuai model dengan pedoman langkah kerja yang
benar dan teknik jahit yang tepat

B. Uraian Materi Kegiatan 4


1. BOLERO
Bolero adalah semacam jaket yang pas di badan dengan ukuran setengah dada dan
terbuka di bagian depan, bisa lengan pendek atau panjang. Kata bolerob erasal dari
tarian Spanyol yang memiliki langkah dan berhenti yang dramatis.
Bolero adalah semacam jaket yang cenderung ketat atau pas dibadan ( Pres Body )
dan terbuka dibagian depan dengan ukuran setengah dada. Bolero bisa dibuat dalam
bentuk lengan pendek ataupun lengan panjang. Bolero juga bisa dimix dan match
dengan kategori pakaian lainnya seperti halnya cardigan. Dan ini akan mampu
memberikan penampilan yang serasi dan menarik bagi pemakainya.
Bolero adalah semacam blus pendek tanpa kancing juga dikenakan diatas pakaian lain
sampai pinggang atau beberapa cm diatasnya. Bolero berbentu seperti jaket pendek
atau seolah-olah sebuah jaket yang panjangnya berakhir diatas piggang dan
mempunyai garis kurve (lengkung) dari tengah depan ke samping. Bolero adalah
bagian dari pada penduduk asli (native custome) yang biasa dipakai pada banyak
daerah-daerah di Eropa. Seringkali memakai bordir / sulaman atau jumbai-jumbai
(fringe), bahkan turun temurun sebagai warisan keluarga.
Bolero aslinya dari Spanyol. Dalam abad ke-20 Bolero dipakai dengan bluose
berleher tinggi serta menjumbai.dipadu dengan rok bawah yang menjela lantai.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an dihidupkan kembal, dipakai baik dengan rok
bawah maupun celana. Untuk pakaian malam, bolero dari bahan velvet sangat

44 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
populer. Bolero untuk siang hari telah dibuat dari banyak macam bahan, termasuk
macam-macam katun, brocade, denim dan kulit. Beberapa versi dengan hiasan
bisban.
2. GAMIS
Berdasarkan etimologi kata gamis berasal dari bahasa Arab yaitu “qomish”, artinya
pakaian terusan dari bagian atas tubuh sampai pertengahan betis atau mata kaki.
Namun, kata qamish tersebut telah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi gamis
dan mengalami pergeseran makna. Dalam KBBI, gamis bermakna kemeja, hal ini
merujuk pada pakaian panjang ala Pakistan yaitu baju kemeja yang panjangnya
sampai ke paha atau lebih ke bawah sedikit. Sedangkan, pakaian yang dikatakan
qamish sering disebut jubah.
Dari Pengertian lain baju gamis adalah pakaian muslim wanita (muslimah) dengan
model baju menyatu antara atasan dan bawahan yang berbentuk lurus, panjang dan
longgar untuk menutupi seluruh badan mulai dari leher sampai ke mata kaki.
3. DESAIN BOLERO dan GAMIS

45 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
4. ALAT DAN BAHAN MENJAHIT
a. Mesin jahit dan komponennya
b. Benang jahit
c. Centimeter
d. Jarum pentul
e. Jarum tangan
f. Kapur jahit
g. Gunting kain

46 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
h. Gunting benang
i. Pendedel
j. Setrika
k. Resleting
l. Jerum mesin

4. LANGKAH MENJAHIT BOLERO


a. Setelah semua bahan terpotong, tempel lapisan vliselin terlebih dahulu kesemua
bagian yang diperlukan. Bagian tengah muka, tengah belakang dan seluruh depun

b. Siapkan alat dan bahan untuk menjahit

c. Pisahkan bagian vuring dan bahan utama, jahit bagian utama terlebih dahulu,
pertama sambungkan garis garis princess bagian muka dan belakang, muka dua
garis, belakang dua garis bahan polos dan bahan batik dengan kampuh garis princess
1.5 cm.

47 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
d. Setelah semua garis princess terjahit, retak beberapa bagian yang sedikit melengkung
agar tidak berkerut. Lalu press dengan kampuh terbuka.

48 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
49 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
e. Setelah itu, sambungkan bahu depan dan belakang, kiri dan kanan dengan kampuh
jahitan sebesar 2 cm dan jangan lupa setiap awal dan akhir jahitan harus di kunci lalu
press dengan kampuh terbuka.

50 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
f. Setelah semua bagian bahu terjahit, langkah selanjutnya sambungkan sisi badan
bagian depan dan belakang, kiri dan kanan dengan kampuh jahitan sebesar 2 cm, lalu
press dengan kampuh terbuka

51 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
g. Setelah semua terbentuk dan tersambung. Jahit vuring

h. Jahit vuring diawali dari jahit garis princess terlebih dahulu sama seperti bagian
utama, diretak dan press dengan kampuh terbuka.

52 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
53 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
i. Lalu jahit garis bahu dan sisi badan, sama seperti bahan utama, press dengan kampuh
terbuka

54 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
j. Setelah itu, satukan vuring dengan bahan utama, langkah awal temukan bagian baik
vuring dengan bagian baik bahan utama, samakan sisi sisinya, seperti sisi bahu bahan
utama dengan sisi bahu vuring, dan sisi badan

55 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
k. Setelah itu jahit bagian tengah mukanya terlebih dahulu dengan kampuh jahitan
sebesar 1 cm.

l. Lalu selanjutnya bagian lingkar lehernya seluruhnya dengan kampuh 1,5 cm.

m. Setelah semuanya terjahit, retak sampai batas jahitan, seluruh lingkar leher.

56 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
n. Setelah itu tindis bagian dalam, pada bagian vuring nya, tindis dari batas jahitan 3
mili, lalu press

57 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
o. Lalu jelujur seluruhnya dari tengah muka sampai seluruh lingkar leher yang sudah di
tindis, jelujur tepat di dekat jahitan tindis agar tidak bergeser keluar
p. Setelah semuanya tertindis, hasilnya kampuh bahan utama dan vuring saling
berhadapan dan tidak terlihat.

q. Balikkan lewat lingkar kerung lengan karna lingkar leher sudah terjahit, balikkan
untuk menjahit klim bawah
r. Klim bawah bahan utama 3 cm sedangkan vuring hanya 1 cm, pertama tama
temukan bagian baik dan bagian baik klim vuring dan bahan utama, karna vuring
hanya 1 cm, samakan dengan klim bahan utama jadi agak ditarik keatas
s. Setelah itu jahit sesuai tanda klim,tapi jangan sampai ujung lalu balikkan dan press

58 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
t. Langkah selanjutnya menjahit lengan, pertama jahit sisi lengan depan dan belakang,
kiri dan kanan lalu obras dan press dengan kampuh terbuka.

59 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
u. Setelah itu, setik jarang seluruh lingkar lengan di atas garis raderan

60 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
v. Setelah di stik jarang jangan lupa lebihkan benang nya saat menjahit agar dapat di
tarik untuk dikerutkan
w. Setelah itu, tarik dan kerut dengan rata pada puncak lengannya, geser kerutan sampai
puncak lengan dan ratakan sama besar kerutannya sampai sama besar dengan kerung
lengan badan.

61 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
x. Setelah kedua lengan seperti itu, pasangkan lengan pada badan, bedakan lengan kiri
dan kanan terlebih dahulu, bagian depan lebih masuk kedalam
y. Lalu tandakan tengah puncak lengannya
z. Memasang lengan agar lebih mudah, balik bagian badan kea rah buruk kain,
masukkan lengan ke lubang lingkar lengan, lalu pertemukan bagian baik badan
dengan bagian gaik lengan
Sisi lengan majukan ke bagian depan badan sedikit, paling besar 1 cm

Lalu sematkan dengan pentul, dan jahit seluruh lingkar kerung lengan

62 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Setelah itu obras dengan kampuh tertutup dan press.

63 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
Setelah kedua lengan terpasang, obras lingkar ujung lengan dan sum klim pada ujung
lengan sebesar 3 cm dengan tusuk flannel.
Setelah kedua lengan di sum, press dan setrika bolero.

5. LANGKAH MENJAHIT GAMIS


a. Setelah bagian gamis tergunting, langkah awal adalah menjahit seluruh kupnat
gamis, bagian depan dan belakang, lalu press

64 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
b. ambil bagian belakang, lalu pasang resleting jepang, untuk membantu menjahit
agar rapi jelujur terlebih dahulu

c. Pasangkan yang sebelah kiri terlebih dahulu, kampuh masuk kedalam sebesar 3
cm, jahitnya sangat dekat dengan bagian resleting.

65 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
d. Setelah kedua resleting terpasang, jahit bagian bawah kampuh sisa resleting,
jangan sampai terlipat, pobras dan press dengan kampuh terbuka.

e. Setelah itu, sambungkan bahu depan dan belakang dengan kampuh sebesar 2 cm.
obras lalu press

66 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
f. Setelah kedua bahu terpasang, sambungkan sisi badan depan dan belakang
keduanya dengan kampuh sebesar 2 cm obras lalu press dengan kampuh terbuka.

g. Setelah sisi sisi terjahit, jahit lapisan leher yang sudah di beri fliselin, sambungkan
bagian bahu depan dan belakang pada bagian lapisan, obras dan press

67 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
h. Setelah itu jahit lapisan dengan mempertemukan bagian baik badan, jahit
sekeliling leher sesuai kampuh sebesar 1,5 cm. pada ujung bagian resleting, lipat
kedalam menjahitnya

68 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
i. Setelah itu retak seluruh kampuhnya sampai batas jahitan

j. Setelah diretak, tindis pada bagian lapisan nya dan ujung nya di obras sebelum di
masukkan kedalam dan sum hilang serta obras sekeliling ujung bawahnya

69 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
k. Jelujur sekelilingnya dekat jahitan agar tidak bergeser keluar
l. Setelah lapisan leher, jahit lapisan lengan dengan menyambungkan bagian sisi
bahu dan badan depan belakang terlebih dahulu setelah itu press dengan kampuh
terbuka

m. Lalu pertemukan bagian baik depun lengan dengan bagian badan, jahit 1,5 cm
sekeliling lingkar lengan

70 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
n. Retak kampuh, dan balikkan ke bagian buruk lalu tindis pada bagian lapisannya
sebesar 3 mili. Setelah itu jelujur seperti depun leher

71 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
o. Seperti itu kedua lengan, lalu setrika
p. Obras seluruh lingkar ujung lapisannya untuk di sum
q. Sum seluruh ujung depun yang sudah di obras, depun lengan dan depun leher
dengan tusuk flannel

r. Bagian bawah gamis di obras lalu di sum klim nya sebesar 3 cm, dengan tusuk
flannel

72 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
s. Press dan setrika seluruhnya

C. Tugas 4
Pelajari dengan seksama kegiatan belajar 4, apabila anda merasa sudah menguasai
pengetahuan tersebut, cobalah untuk mengerjakan tugas berikut ini :
1. Jahitlah busana bolero dan gamis sesuai langkah-langkah yang telah anda pelajari.

D. Lembar Kerja 4
Bahan : Bahan utama bolero dan gamis, bahan pelapis dan pelengkap
Alat : alat-alat tulis alat menjahit
Kesehatan dan keselamatan kerja : perhatikan kebersihan dan kerapian lingkungan
sekitarnya.

73 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
KEGIATAN PEMBELAJARAN 5

VURING

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 5


Setelah mempelajari kegiatan belajar 5 ini, diharapkan peserta didik dapat:
1. Dapat mengetahui tujuan pemakaian vuring
2. Dapat memilih bahan vuring sesuai bahan utama
3. Dapat membuat pola vuring
4. Dapat mengetahui cara menjait vuring
B. Uraian Materi Kegiatan
1. Vuring
tujuan pemakaian vuring :
a. Menutupi kampuh supaya tampak rapi
b. Menahan bentuk pakaian supaya jatuhnya baik
c. Menghindari tembus pandang dari bahan yang tipis
d. Menghindari rasa kasar dan gatal dari bahan yang berbulu/kasar seperti wol
e. Menyerap keringat dan memberi rasa sejuk
f. Mengganti fungsi rok dalam
g. Menimbulkan efek warna yang terang/gelap dari bahan utama yang warnanya
kurang baik
2. memilih bahan vuring
pemilihan bahan vuring hendaknya disesuaikan dengan bahan utama pakaian.
Contoh bahan vuring yang sesuai dengan bahan utama pakaian :
Bahan vuring Bahan utama
Batis Katun, katun jepang
Satin wol
Asahi Bahan renda/brokat
Asahi sutra

3. pembuatan pola vuring

74 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
pola vuring sama dengan pola untuk bahan utama,tetapi untuk pola vuring dikurangi
sesuai keinginan bentuk teknik jahitan vuringnya. Setelah itu di beri kampuh dan
tanda garis pola.

4. cara menjahit vuring


dua cara dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan pakaian yang memakai vuring :
Vuring lekat dan Vuring lepas
a. Vuring lekat
• satukan bahan utama dengan bahan vuring dan jahit menjadi satu
• selesaikan/obras kampuh dengan benang yang sewarna dengan warna
bahan atau diselesaikan dengan tusuk mesin biasa
• vuring lekat biaanya digunakan untuk pakaian yang berbahan utama
tembus terang. Warna vuring disesuaikan dengan warna bahan utama
b. Vuring lepas
• selesaikan jahitan/ kampuh bahan utama dan vuring secara terpisah.
• Kampuh dibuka, rapikan dengan gunting kemudian di setrika
• Pada bagian kampuh yang melengkung, beri “guntingan dalam”
• Satukan bahan utama dan vuring, dengan bagian buruk berhadapan,
untuk bahan yang tidak tembus pandang.
• Untuk bahan tembus pandang bagian baik dari vuring diletakkan
berhadapan dengan bagian buruk bahan utama
• Vuring dan bahan utama blus melekat pada kerung lengan
• Vuring dan bahan utama rok melekat pada bagian pinggang
• Bagian dalam pakaian yang diselesaikan dengan vuring lepas kelihatan
rapi.
5. Bahan “pelapis”
Bahan pelapis adalah bahan yang digunakan untu mengeraskan/membentuk bagian
pakaian, seperti kerah, manset, bekahan, klep saku, dan kelim blus rok dan celana.
Dikenal dua macam “bahan pelapis” :

75 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
a. Vliselin adalah bahan pelapis yang dibuat dari bahan yang dimampat dan dilapisi
perekat.
Vliselin ada yang sangat tipis dan halus,tipis,sertatebal yang tersedia dalam berbagai
warna.
b. Trubines/biasa disebut kain keras adalah bahan pelapis yang dibuat dari
tenunan kapas yang dilapisi perekat.
Cara pengepressan bahan pelapis yaitu :
1) bahan pelapis disatukan dengan buruk kain bahan utama dengan bagian
perekat bahan pelapisnya. Dengan cara pengerjaan disetrika.
2) Pada saat penyetrikaan, pastikan menyetrika di sisi yang benar ke
kain. Jika menyetrika di sisi yang salah, perekat pada bahan pelapis malah akan
menempel pada setrika.
3) Tekan secara perlahan dan pastikan semua bagian terkena gosokan setrika.
4) pastikan semua sudah di setrika dengan benar dan tanpa ada kesalahan fatal.
Seperti salah menempatkan bahan pelapis yang bagian perekatnya di tempelkan
pada bagian baik kain.
yang perlu diperhatikan agar mendapatkan hasil karya yang baik
Sebelum bekerja
a) Cucilah tangan sebelum memulai pekerjaan
b) Pelihara kebersihan ruang dan alat kerja
c) Sediakan semua peralatan yang diperlukan secara efisien
Pada saat bekerja
d) Bekerjalah dengan tekun dan penuh konsentrasi
e) Buanglah perca dan kertas yang tidak diperlukan pada tempatnya jangan
dilemparkan kelantai.

Cara menyetrika kampuh


a. Setrikalah setiap kampuh pada setiap saat kampuh selesai dijahit dengan
memampatnya diatas sepotong kain yang lembab
b. Usahakan agar kampuh dibuat sepipih mungkin. Bukalah kampuh terbuka
c. Arahkan gerakan setrika sesuai dengan arah benang lungsin

76 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
d. Kampuh garis princess disetrika dengan cara dimampat dari atas kea rah titik dada,
dan dari bawah juga kearah titik dada.

cara menjahit bahan halus/tipis :


Agar jahitan tidak berkerut, gunakan jarum dan benang yang kecil/halus, dan selipkan
kertas Koran dibawah kain yang akan dijahit. Kertas Koran ini akan dilepas sesudah
kampuh dijahit.

cara mengesum kelim


a. Selesaikan kelim secara bertahap, setiap 5 cm tusuk kelim dimatikan dan mulai lagi
dengan benang yang baru, demikian seterusnya sampai selesai, hal ini dilakukan agar
kelim tidak mudah lepas, ketika di cuci dan setrika.
b. sikap pada saat bekerja
c. Letakkan pakaian yang sedang dijahit diatas meja kerja ketika menjahit dengan
tangan(memasang kancing,mengelim dsb). Duduklah dengan punggung yang tegak
lurus dan jangan jahitan diletakkan di pangkuan
d. Buatlah tertib kerja
sesudah selesai bekerja
Perhatikan waktu yang telah digunakan selama bekerja dan catatlah jumlah waktu yang
diperlukan, untuk setiap langkah/proses pekerjaan. Hal ini penting karna agar kecepatan
dan ketepatan waktu dalam bekerja dapat terus meningkat.
C. Rangkuman Kegiatan Pembelajara 5
Pemakaian vuring memiliki fungsi pada pakaian yaitu; Menutupi kampuh supaya tampak
rapi, Menahan bentuk pakaian supaya jatuhnya baik, Menghindari tembus pandang dari
bahan yang tipis, Menghindari rasa kasar dan gatal dari bahan yang berbulu/kasar seperti
wol, Menyerap keringat dan memberi rasa sejuk, Mengganti fungsi rok dalam,
Menimbulkan efek warna yang terang/gelap dari bahan utama yang warnanya kurang
baik.
Menjahit vuring terbagi dua teknik yaitu teknik lepas dan teknik lengket

77 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
D. Tes Tertulis
1. Sebutkan tujuan pemakaian vuring!
2. Jelaskan teknik melekatkan vuring!
3. Jelaskan cara mengesum !

Kunci Jawaban

1. tujuan pemakaian vuring :


a. Menutupi kampuh supaya tampak rapi
b. Menahan bentuk pakaian supaya jatuhnya baik
c. Menghindari tembus pandang dari bahan yang tipis
d. Menghindari rasa kasar dan gatal dari bahan yang berbulu/kasar seperti wol
e. Menyerap keringat dan memberi rasa sejuk
f. Mengganti fungsi rok dalam
g. Menimbulkan efek warna yang terang/gelap dari bahan utama yang warnanya
kurang baik
2. Vuring lekat
• satukan bahan utama dengan bahan vuring dan jahit menjadi satu
• selesaikan/obras kampuh dengan benang yang sewarna dengan warna
bahan atau diselesaikan dengan tusuk mesin biasa
• vuring lekat biaanya digunakan untuk pakaian yang berbahan utama
tembus terang. Warna vuring disesuaikan dengan warna bahan utama
Vuring lepas
• selesaikan jahitan/ kampuh bahan utama dan vuring secara terpisah.
• Kampuh dibuka, rapikan dengan gunting kemudian di setrika
• Pada bagian kampuh yang melengkung, beri “guntingan dalam”
• Satukan bahan utama dan vuring, dengan bagian buruk berhadapan,
untuk bahan yang tidak tembus pandang.
• Untuk bahan tembus pandang bagian baik dari vuring diletakkan
berhadapan dengan bagian buruk bahan utama
• Vuring dan bahan utama blus melekat pada kerung lengan

78 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
• Vuring dan bahan utama rok melekat pada bagian pinggang
• Bagian dalam pakaian yang diselesaikan dengan vuring lepas kelihatan
rapi.
3. Selesaikan kelim secara bertahap, setiap 5 cm tusuk kelim dimatikan dan mulai lagi
dengan benang yang baru, demikian seterusnya sampai selesai, hal ini dilakukan agar
kelim tidak mudah lepas, ketika di cuci dan setrika.
sikap pada saat bekerja
Letakkan pakaian yang sedang dijahit diatas meja kerja ketika menjahit dengan
tangan(memasang kancing,mengelim dsb). Duduklah dengan punggung yang tegak
lurus dan jangan jahitan diletakkan di pangkuan
Buatlah tertib kerja
sesudah selesai bekerja
Perhatikan waktu yang telah digunakan selama bekerja dan catatlah jumlah waktu
yang diperlukan, untuk setiap langkah/proses pekerjaan. Hal ini penting karna agar
kecepatan dan ketepatan waktu dalam bekerja dapat terus meningkat.

79 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
BAB III
EVALUASI
I. Soal Teori
1. Dibawah ini yang tidak termasuk jenis bolero adalah……………………..
a. Bolero resmi c. Bolero Indonesia
b. Bolero Prom d. bolero etnik

2. pakaian muslim wanita (muslimah) dengan model baju menyatu antara atasan dan
bawahan yang berbentuk lurus, panjang dan longgar untuk menutupi seluruh badan
mulai dari leher sampai ke mata kaki. Adalah pengertian dari……………
a. gamis c. bolero
b. jaket d. mantel park

3. jenis bolero yang memiliki unsur budaya, adalah jenis bolero………………..


a. bolero resmi c. bolero etnik
b. bolero prom d. bolero yang dipakai pada musim gugur

4. rancangan bahan berguna untuk ……………………………………………….


a. Mempermudah dalam menjahit
b. Pembuatan pola
c. Memperkirakan bahan yang akan diperlukan
d. Mengetahui kualitas bahan

5. teknik pemasangan vuring yaitu………………………………………………


a. vuring lengket dan vuring sangkut
b. vuring sangkut dan vuring lepas
c. vuring lepas dan vuring gantung
d. vuring lengket dan vuring lepas
II. Kunci Jawaban
1. C
2. A.

80 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
3. C.
4. C.
5. D.

III. Soal Praktek


Buatlah bolero dan gamis dengan ketentuan yang telah dijelaskan dalam modul ini.

81 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
BAB IV
PENUTUP
Modul membuat bolero dan gamis ini, merupakan tentang sistematis pembuatan sebuah busana
bolero dan gamis. Dengan kompetensi pembuatan busana costume made.mencakup beberapa sub
kompetensi yaitu, mengelompokkan macam-macam jenis bolero, membuat pola, memotong
bahan, langkah menjahit dan mengenai vuring.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan dan memiliki kemampuan membuat bolero dan gamis,
peserta diklat dimungkinkan dapat mengikuti untuk pencapaian tujuan pembelajaran.

82 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
DAFTAR PUSTAKA
Ernawati,dkk.2008.Tata Busana SMK Jilid 1. Jakarta : DEPDIKNAS
Ernawati,dkk. 2008. Tata Busana SMK Jilid 2. Jakarta : DEPDIKNAS
Ernawati. Dkk. 2008 Tata Busana SMK Jilid 3. Jakarta : DEPDIKNAS
Modul Haswita Syafri.2007 Kontruksi Pola Busana

83 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S
GLOSARY

Isilah Keterangan
Kup Nat Lipit bentuk atau lipit pantas
Kampuh Bagian pinggiran kain yang merupakan tempat untuk
menghubungkan bahan satu dengan yang lain
Desain Kerangka bentuk, rancangan, model
Depun Lapisan menurut bentuk yang letaknya kedalan
Press Menekan permukaan bahan menggunakan setrika untuk hasil
pakaian yang lebih rapi

84 | M O D U L M E M B U A T B O L E R O D A N G A M I S