Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KOMUNIKASI KELOMPOK

(Teori A-b-x keseimbangan)

Dosen Pengampu : Nuraeni Hidayat S.Psi,M.Psi

Di susun oleh Kelompok

1. Widi Nurfadilah
2. Suci Nurhikmah
3. Evira
4. Nida Riska Aulya Hanifah

PRODI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS SUBANG

2019
KATA PENGANTAR

Assalamuaaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wataa’la atas segala
curahan serta limpahan karunia-Nya sehingga kami dapat menyeleaikan makalah ini tepat
waktu. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya di hari akhir nanti. kami mengucapkan
syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik
maupun akal pikiran sehingga kami mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah ini
sebagai tugas mata kuliah Komunikasi Kelompok dengan tema “Teori Abx”.
Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu kami
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya nantinya dapat
menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian dan apabila terdapat banyak kesalahan pada
makalah ini kami mohon maaf yang sebesar besarnya. Semoga makalah ini dapat bermanfat.
Terima kasih.

Subang, 2019
BAB I

LATAR BELAKANG
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung diantara beberapa orang
yang tergabung dalam sebuah kelompok kecil seperti rapat, pertemuan, konferensi, dan
sebagainya. (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan
komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih,
dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan
masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-
anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai
kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu
umtuk mencapai tujuan kelompok.
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang
berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan
memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005).
Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah,
atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi
kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori
komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

1.2. RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan Teori Abx keseimbangan?
2. Apa Asumsi teori Abx keseimbangan?
3. Apa manfaat belajar teori abx komunikasi?

1.3 TUJUAN
1. Mahasiswa mengetahui apa itu teori abx keseimbangan
2. Mahasiswa mengetahui asumsi dari teori abx keseimbangan
3. Mahasiswa mengetahui manfaat belajar teori abx komunikasi
BAB II

PEMBAHASAN
A. Model Komunikasi ABX Newcomb (Model Keseimbangan)
Salah satu teori atau model yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah Model
ABX Newcomb dari Theodore Newcomb. Model komunikasi yang dikembangkan
Newcomb merupakan model komunikasi antar pribadi. Melalui modelnya ini Newcomb
menggambarkan tentang dinamika hubungan komunikasi antara dua individu mengenai
suatu objek yang dipersoalkan mereka. Pendekatan Theodore Newcomb (dalam Effendy,
2000:260) terhadap komunikasi adalah pendekatan seorang pakar psikologi sosial
berkaitan dengan interaksi manusia.

Gambar 1. Model Komunikasi ABX Newcomb


X

A B

Berdasarkan gambar di atas dapat diilustrasikan sebagai berikut :

Dalam model Newcomb ada dua individu (A) dan (B) berorientasi terhadap
satu sama lain dan terhadap objek, manusia atau benda (X). Model ini merupakan
pengembangan dari hasil pemikiran psikolog Heider. Menurut Teori Heider ada dua
orang (A) dan (B) yang saling menyukai, disamping itu ada orang ketiga atau benda
lain (X), maka hubungan A dan B disebut Balanced atau seimbang. Sebaliknya jika A
suka pada B dan B suka pada A, namun A suka pada X tetapi B tidak suka pada X
maka hubungan mereka unbalanced atau tidak seimbang. Bila hubungan seimbang
maka tiap pihak akan menentang perubahan. Juga hubungan tidak seimbang maka
akan timbul usaha-usaha untuk memulihkan keseimbangan tersebut.

Newcomb mengembangkan Teori Heider menjadi hubungan antara dua atau


lebih manusia. Newcomb mengembangkan postulate = dalil (pendapat yang
dikemukakan sebagai kebenaran): A strain symmentry = tekanan menuju kesamaan.
Sebagai akibatnya:
Bidang persamaan pendapat akan meluas dengan mengadakan komunikasi.
Newcomb mengemukakan assumption = anggapan komunikasi menyelenggarakan
fungsi pokok yang memungkinkan dua orang atau lebih memelihara perhatian terus –
menerus terhadap satu sama lain dan terhadap objek-objek lingkungan luar mereka.
Dengan demikian:
komunikasi adalah a learned response to strain = reaksi yang dipelajari terhadap
tekanan dan bahwa kita ingin memperoleh lebih banyak kegiatan komunikasi
(memberi, mencari dan bertukar informasi) di dalam kondisi ketidakpastian dan
ketidakseimbangan. Model ini mengingatkan kepada diagram jaringan kelompok
kerja yang dibuat para psikologi sosial dan merupakan awal formulasi konsistensi
kognitif. Menurut Newcomb, yang kemudian dikenal dengan sebutan “model
keseimbangan”, pola komunikasi yang terjadi antara dua individu mempunyai dua
bentuk atau situasi “seimbang” dan “tidak seimbang”.

Situasi komunikasi seimbang akan terjadi apabila dua orang yang


berkomunikasi tentang suatu hal/objek sama-sama mempunyai sikap
menyukai atau selera yang sama terhadap hal/objek yang dibicarakan. Keadaan tidak
seimbang terjadi apabila terdapat perbedaan sikap diantara kedua orang tersebut.
Namun, apabila keadaan tidak seimbang ini terjadi, umumnya masing-masing pihak
akan berupaya untuk mengurangi perbedaan sehingga keadaan “relatif seimbang” bisa
tercapai. Sementara kalau keadaan seimbang terjadi masing-masing pihak berusaha
untuk terus mempertahankannya. Menjaga keseimbangan inilah yang menurut
Newcomb merupakan hakekat utama dari komunikasi antar pribadi (McQual dan
Windahl dalam Effendy, 2000:262).

Model ABX dari Theodore Newcomb jika dikaitkan dengan penelitian ini
adalah keadaan mahasiswa etnik pendatang yang tidak seimbang dalam
berkomunikasi dengan etnik tuan rumah (etnik Batak/Melayu), sehingga agar keadaan
menjadi relatif seimbang salah satu pihak yaitu etnik pendatang harus bisa
mengurangi keadaan yang tidak seimbang tersebut dengan cara beradaptasi.

1. Orientasi A terhadap X termasuk sikap baik terhadap X sebagai objek untuk didekati
atau dihindarkan maupun terhadap ciri-ciri kognitif.
2. Orientasi A terhadap B, dalam pengertian yang sama.
3. Orientasi B terhadap X.
4. Orientasi B terhadap A.
Dalam model ini, komunikasi merupakan cara yang biasa dan efektif di mana orang-
orang mengorientasikan dirinya terhadap lingkungan. Ini adalah suatu model tindakan
komunikatif dua orang yang disengaja (intensional). Model ini mengisyaratkan bahwa
setiap sistem apapun mungkin ditandai oleh suatu keseimbangan kekuatan-kekuatan dan
bahwa setiap perubahan dalam bagian mana pun dari sistem tersebut akan menimbulkan
suatu ketegangan terhadap keseimbangan atau simetri, karena ketidakseimbangan secara
psikologis tidak menyenangkan dan menimbulkan tekanan internal untuk memulihkan
keseimbangan.Cara kerja model ini adalah sebagai berikut: A dan B adalah komunikator
dan penerima, mereka bisa saja para individu, atau manajemen dan serikat kerja, atau
pemerintah dan rakyat. X adalah bagian dari lingkungan sosial mereka. ABX adalah
sebuah sistem, yang berarti relasi internalnya saling bergantung: Bila A berubah, maka B
dan X pun akan berubah; atau bila A merubah relasinya pada X, maka B pun akan
mengubah relasinya baik pada X maupun pada A.

Bila A dan B adalah sahabat, dan X adalah sesuatu atau seseorang yang dikenal
keduanya, maka akan menjadi penting A dan B memiliki sikap yang mirip terhadap X.
Bila itu yang terjadi, maka sistem akan berada dalam keseimbangan. Namun bila A
menyukai B sedangkan B sebaliknya pada A, maka A dan B akan berada di bawah
tekanan untuk berkomunikasi. Hal yang sangat penting adalah tempat X di dalam
lingkungan sosialnya, dan yang mendesak adalah dorongan keduanya untuk berbagi
orientasi terhadapnya.

Contoh lain dalam penerapan model ini: bila seorang pria yang memutuskan untuk
menikahi seorang wanita yang menurut sebagian orang kurang pantas baginya, terus saja
meminta pendapat orang-orang lain yang kira-kira mendukung keputusannya itu dan
menghindari pendapat yang bertentangan.

Teori ini dirumuskan oleh Fritz Heider dalam bukunya The Psycology of
Interpesonal Relations. Teori tersebut diuraikan kembali oleh GoldBerg dan larson
(1985:49). Ruang lingkup Teori Kesimbangan dari Heider ialah hubungan-hubungan
antarpribadi. Teori ini berusaha menerengkan bagaimana individu-individu sebagai
bagian dari struktur sosial, misalnya sebagai suatu kelompok cenderung untuk menjalin
hubungan satu sama. Tentunya salah satu cara bagaimana suatu kelompok dapat
berhubungan, ialah dengan menjalin komunikasi secara terbuka. Teori ini memusatkan
perhatiannya pada hubungan intra-pribadi yang berfungsi sebagai daya tarik. Mnurut teori
ini, berbagai perasaan positif dan negatif yg dimiliki oleh seseorang terhadap orang lain.

Contoh kasus : A dan B menjalin hubungan pertemanan dengan baik dan cukup dekat.
Menurut A, B adalah orang yang sangat baik dan memiliki solidaritas yang tinggi dalam
berteman. Sedangkan menurut B, A adalah orang yang sangat egois dan tidak peduli
dengan keadaan sekitarnya.

B. Asumsi Teori a-b-x


Newcomb mengasumsikan bahwa komunikasi menampilkan berbagai fungsi penting
yang memungkinkan dua orang atau lebih memelihara orientasi satu sama lain secara
simultan dan terhadap obyek yang berasal dari lingkungan eksternal mereka. Adapun asumsi
dasar model komunikasi Newcomb adalah regangan terhadap konsistensi sikap dan hubungan
akan menghasut komunikasi jika kondisi memungkinkan.Proposisi utama yang dapat
diturunkan dari model komunikasi Newcomb adalah bahwa diskrepansi antara A dan B
dalam orientasi mereka terhadap X akan menstimulasi komunikasi. Efek komunikasi akan
cenderung untuk mengembalikan keseimbangan dimana didalilkan sebagai keadaan normal
dari sistem hubungan. Kemudian, Newcomb menambahkan beberapa kualifikasi terhadap
dalil sebelumnya dengan memberi catatan bahwa komunikasi tampaknya hanya akan
diaktifkan dalam kondisi tertentu, misalnya :

 terdapat atraksi yang kuat antara partisipan


 obyek dianggap penting paling tidak oleh satu partisipan
 obyek X memiliki relevansi bersama untuk keduanya (McQuail dan Windahl, 1993 :
27-31).

C. Manfaat Mempelajari Model Komunikasi Newcomb


Mempelajari model komunikasi Newcomb dapat memberikan beberapa manfaat,
diantaranya adalah :

 Kita dapat mengetahui dan memahami akar model komunikasi Newcomb,


 Kita dapat mengetahui dan memahami asumsi model komunikasi Newcomb.
 Kita dapat mengetahui dan memahami konsep model komunikasi Newcomb beserta
contoh.

Demikianlah ulasan singkat tentang model komunikasi Newcomb. Semoga dapat


menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang model komunikasi secara umum
BAB III
PENUTUP
a. KESIMPULAN

Bentuk model komunikasi menurut para ahli berbeda-beda sesuai dengan makna
penting yang terkandung di dalamnya yang ingin ditekankan oleh si pembuat model.
Misalnya, model komunikasi transmisi atau linear yang umumnya berbentuk garis lurus
karena menggambarkan proses komunikasi yang berjalan satu arah. Kemudian, model
komunikasi interaksi yang menggambarkan proses komunikasi yang berjalan dua arah
atau komunikasi dua arah, contohnya adalah model komunikasi Schramm. Selanjutnya,
model komunikasi transaksional yang menggambarkan proses komunikasi yang berjalan
secara terus menerus atau berkesinambungan, contohnya adalah model komunikasi
Barnlund.

Begitupun halnya dengan model komunikasi Newcomb. Tidak seperti model-


model komunikasi lainnya, model komunikasi Newcomb berbentuk segitiga. Alasan
Newcomb memilih bentuk segitiga ketika mengusulkan model komunikasinya adalah
karena mudah untuk menggambarkan dua faktor penting yaitu koneksi dan dinamika.
Lebih jelasnya, model komunikasi yang dikenalkan oleh Theodore M. Newcomb ini
menggambarkan atau memvisualisasikan arus atau arah komunikasi menjadi berbentuk
segitiga dan ia meyakini bahwa komunikasi terjadi sebagai hasil dari reaksi bersama
masing-masing individu terhadap satu sama lain dan topik atau tema permasalahan.
Sebagai salah satu model komunikasi antar pribadi, model komunikasi Newcomb adalah
bentuk pengakuan terhadap pentingnya harmoni, ketetapan, dan konsistensi dalam
berbagai tujuan komunikasi.

Dalam model komunikasi Newcomb terdapat tiga elemen penting yaitu :

 A – sender atau pengirim


 B – receiver atau penerima
 X – topik atau tema permasalahan, orang ketiga, atau kebijakan

Di sini, A, B, dan X saling berhubungan dalam situasi yang dinamis. Fokusnya


adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi antara A dan B. Baik A
maupun B merujuk pada pengirim dan penerima. Keduanya dapat berupa individu,
manajemen dan serikat pekerja, atau pemerintah dan masyarakat. Sementara itu, X adalah
bagian dari lingkungan sosial mereka. Dengan demikian, A-B-X adalah sebuah sistem
yang mengandung arti bahwa hubungan internalnya saling bergantung. Terdapat beberapa
perubahan yang dapat terjadi di dalam sistem A-B-X yang dapat mengarah pada
pengurangan dalam regangan sistem. Newcomb telah merangkum beberapa kemungkinan
perubahan tersebut, diantaranya adalah :

 A dan B bersikap baik satu sama lain dan terhadap obyek orientasi X. Dalam hal ini,
segala sesuatu simetris atau seimbang. A dan B sama-sama berpandangan bahwa isu
X maupun isu-isu lain adalah positif.
 A dan B tidak menyukai satu sama lain, dan B bersikap negatif terhadap isu X.
Menurut teori keseimbangan yang menjadi dasar bagi teori disonansi kognitif,
keadaan ini masih simetris.
 Hubungan A-B-X tidak simetris. A dan B bersikap positif satu sama lain tetapi A
bersikap positif terhadap isu X. Menurut teori keseimbangan, terdapat suatu hambatan
menuju kesimetrisan atau menuju kesepakatan untuk memecahkan hal ini, yang bila
tidak dilakukan akan menumbuhkan situasi psikologis yang tidak tertanggungkan.
 Hubungan A-B-X tidak simetris, baik A maupun B bersikap negatif satu sama lain,
tetapi keduanya bersikap positif terhadap isu X. Menurut teori keseimbangan, situasi
ini juga membutuhkan resolusi. Hambatan yang ada akan menimbulkan perubahan
sikap terhadap X atau diantara A dan B (Gonzales, 1981 : 30 -31).

Model komunikasi Newcomb merupakan salah satu model komunikasi linear


sebagaimana halnya model komunikasi Aristoteles, model komunikasi Lasswell, model
komunikasi Berlo, dan model komunikasi Shannon dan Weaver. Model komunikasi
Newcomb adalah model komunikasi yang dikenalkan oleh Theodore M. Newcomb
pada tahun 1953. Melalui model komunikasinya, Newcomb memberikan pendekatan
yang berbeda terhadap proses komunikasi utamanya proses komunikasi interpersonal.
Adapun yang menjadi tujuan dari model komunikasi Newcomb adalah untuk
mengenalkan peran komunikasi dalam sebuah hubungan sosial dan untuk memelihara
keseimbangan sosial di dalam sistem sosial.Dalam modelnya, Newcomb tidak
menyertakan pesan karena memandang pesan sebagai sebuah entitas yang terpisah.
Karena itu, dalam model komunikasi Newcomb, kita tidak akan menemui berbagai unsur
komunikasi atau elemen-elemen komunikasi atau komponen-komponen komunikasi
yang mendukung jalannya proses komunikasi yang berlangsung melalui berbagai tahap-
tahap komunikasi pada umumnya. Newcomb memfokuskan pada tujuan sosial
komunikasi dan memperlihatkan bahwa semua konteks komunikasi adalah wahana untuk
memelihara hubungan antar manusia. Model komunikasi Newcomb juga dikenal dengan
sebutan model komunikasi ABX. Model komunikasi Newcomb merupakan hasil
pengembangan dari model komunikasi sebelumnya yang dirumuskan oleh Heider pada
tahun 1946. Heider menekankan pada tingkat konsistensi atau inkonsistensi yang
mungkin saja ada antara dua orang dalam hubungannya dengan orang ketiga atau sebuah
obyek. Dalam teorinya, Heider menyatakan bahwa dalam kasus dimana dua orang yang
memiliki sikap suka atau tidak suka terhadap satu sama lain dan terhadap sesuatu obyek
eksternal, beberapa pola hubungan akan menemui keseimbangan dan beberapa lainnya
akan mengalami ketidakseimbangan. Lebih lanjut Heider menyatakan bahwa dimana
terjadi keseimbangan, maka masing-masing partisipan akan menolak berubah dan
dimana terjadi ketidakseimbangan, maka upaya akan dilakukan untuk mengembalikan
keseimbangan kognitif.
DAFTAR ISI
i. http://digilib.uinsby.ac.id/191/5/Bab%202.pdf
ii. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/24743/Chapter%20I.pdf?sequence=5&i
sAllowed=
iii. Pakar komunikasi.com

Anda mungkin juga menyukai