Anda di halaman 1dari 99

DEWAN PENGURUS PUSAT

KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA


MASA BAKTI 2015 – 2018
“Trust For Harmony”

Diterbitkan oleh :
BIDANG ORGANISASI
DEWAN PENGURUS PUSAT
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
DAFTAR ISI

1). Pengantar DPP KNPI

2). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 01/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Pedoman Struktur dan Tata Kerja DPP KNPI Masa Bakti 2015 – 2018.

3). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 02/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Musyawarah Provinsi/Musyawarah Kabupaten/Kota dan Musyawarah
Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia.

4). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 03/PO/KNPI/IV/2015 tentang Disiplin


Organisasi KNPI.

5). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 04/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Penggantian Antar Waktu dan Penetapan Jabatan Lowong Pengurus KNPI.

6). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 05/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Rangkap Jabatan Pimpinan/Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia.

7). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 06/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Administrasi Kesekretariatan KNPI,

8). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 07/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Pedoman Administrasi dan Manajemen Keuangan KNPI.

9). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 08/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Pembentukan DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota Pemekaran Daerah/
Wilayah.

10). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 09/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Pembentukan Badan Khusus dan Badan Perwakilan KNPI di Luar Negeri.

11). Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 10/PO/KNPI/IV/2015 tentang Atribut


Organisasi KNPI.
Gedung Pemuda/DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. Email : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
-----------------------------------------------
Nomor : 01/PO/KNPI/IV/2015

Tentang
PEDOMAN STRUKTUR DAN TATA KERJA
DEWAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
MASA BAKTI 2015 - 2018

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Menimbang 1. Bahwa dalam suatu organisasi yang sehat para pengurus dan anggota
diharapkan dapat bersama-sama berusaha mempertahankan serta
meningkatkan kinerja organisasi sehingga bermanfaat bagi kemajuan
organisasi dalam perannya di tengah-tengah masyarakat;

2. Bahwa untuk tercapainya maksud tersebut di atas sangat ditentukan


oleh pembagian tugas dan fungsi, sehingga dapat melaksanakan
program-program kerja organisasi

3. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan


Organisasi yang mengatur tentang Tata Kerja Komite Nasional
Pemuda Indonesia.

Mengingat 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;

2. Pokok-Pokok Program Kerja Nasional Organisasi (PPPKNO) KNPI

Memperhatikan : - Keputusan Rapat Pleno I DPP KNPI tanggal 30 April 2015.

MEMUTUSKAN

Menetapkan . PEDOMAN STRUKTUR DAN TATA KERJA DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA MASA BAKTI 2015 - 2018

BAB I
U M U M

1. Pedoman Struktur & Tata Kerja DPP KNPI masa bakti 2015 – 2018 disusun berdasarkan :
a) Ketentuan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga KNPI,
b) Keputusan-Keputusan Kongres XIV Pemuda/KNPI Tahun 2015,
c) Pertimbangan dan pengalaman Tata Kerja pada kepengurusan DPP KNPI Periode
sebelumnya,

1
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
d) Konvensi dan kebiasaan-kebiasaan pelaksanaan Tata Kerja yang masih relevan
dengan kebutuhan dan perkembangan sekarang
e) Pendapat yang berkembang dalam Rapat Pleno DPP KNPI.

2. Dewan Pengurus Pusat merupakan badan eksekutif tertinggi yang bersifat kolektif, oleh
karena itu tugas-tugas DPP KNPI dilaksanakan dengan semangat persatuan dan kesatuan
serta rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

3. Maksud adanya Tata Kerja adalah untuk mengatur mekanisme tugas, wewenang,
tanggung jawab dan pembagian kerja DPP KNPI masa bakti 2015-2018. Oleh karena itu
pengaturan Tata Kerja adalah untuk memberi arah yang bernuansa pembagian tugas dan
Fungsi Porsonil DPP KNPI.

4. Tujuan adanya Tata Kerja adalah untuk membentuk sinergi kerja DPP KNPI masa bakti
2015 - 2018, melalui koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi perencanaan,
pengorganisasian serta pelaksanaan tugas, kegiatan dan program DPP KNPI, sehingga
berdaya guna dan hasil yang maksimal dengan ditopang oleh semangat Keberhimpunan,
kemandirian, semangat pembaharuan serta tekad persatuan dan kesatuan.

5. Azas-azas:

a. Kolektifitas : Kebersamaan dalam melahirkan kebijaksanaan-


kebijaksanaan organisasi.
b. Kesinambungan : Melanjutkan perencanaan dan pelaksanaan program-
program DPP KNPI pada periode sebelumnya sesuai
rekomendasi Kongres dan Keputusan DPP KNPI
c. Keterpaduan : Dalam menjalankan seluruh kegiatan dan program-
program DPP KNPI harus memperhatikan aspek
Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi (KIS).
d. Kemanfaatan : Setiap bentuk kegiatan atau program DPP KNPI
haruslah dapat mendatangkan manfaat yang sebesar-
besarnya bagi kepentingan anggota dan Pengurus
Pemuda Indonesia dan pengembangan organisasi KNPI
serta bermanfaat bagi masyarakat secara luas.

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 1
Maksud
Maksud ditetapkan Struktur dan Tata Kerja Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda
Indonesia, adalah sebagai pedoman bagi pengurus DPP KNPI dalam menjalankan tugas,
fungsi, wewenang dan tanggungjawab dalam kepengurusan.

Pasal 2
Tujuan
Tujuan ditetapkannya Struktur Tata Kerja DPP KNPI, adalah untuk efesiensi dan efektivitas
pengurus dalam menjalankan kebijaksanaan dan program organisasi, sesuai dengan
Ketetapan Kongres XIV Pemuda/KNPI dan, kebijaksanaan dan peraturan KNPI lainnya.

2
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB III
KEDUDUKAN

Pasal 3
Kedudukan
a. DPP KNPI adalah badan pelaksana kepemimpinan tertinggi KNPI,
b. DPP KNPI berada di bawah dan bertanggungjawab kepada KONGRES,
c. DPP KNPI dalam kepengurusannya adalah bersifat kolektif, yang berarti bahwa
kebijaksanaan yang ditempuh, diputuskan dan dilaksanakan secara bersama, sesuai
dengan jenjang musyawarah dan atau pembidangan tugas dan fungsinya.

BAB IV
DASAR

Pasal 4
Dasar
Tata Kerja DPP KNPI Masa Bakti 2015-2018, disusun berdasarkan:
a. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;
b. Keputusan-keputusan Kongres XIV Pemuda/KNPI;
c. Usulan dan pendapat yang berkembang dalam rapat Pleno Pengurus DPP KNPI.

BAB V
TUGAS POKOK, KOMPOSISI PENGURUS DAN
PEMBAGIAN TUGAS BIDANG

Pasal 5
Tugas Pokok

1. Tugas pokok Dewan Pengurus Pusat KNPI sebagaimana dimaksudkan oleh Kongres
Pemuda/KNPI XIV tahun 2015 adalah :

a. Memimpin organisasi KNPI dalam mencapai tujuan dan melaksanakan tugas-tugas lain
sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam AD/ART, Keputusan Kongres, Peraturan
Organisasi serta kebijaksanaan yang digariskan oleh DPP KNPI.
b. Mengkoordinir pelaksanaan Pokok Organisasi dan Program Pokok Kerja Nasional
Organisasi (PPKNO) KNPI dengan sebaik-baiknya untuk mencapai daya guna dan hasil
guna yang maksimal, dengan sejak awal telah melibatkan secara aktif Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun dan Potensi Pemuda lainnya, baik dalam
proses perencanaan, pengorganisasian dan terutama pada pelaksanaan kegiatan atau
program DPP KNPI
c. Mengambil langkah-langkah dan tindakan yang dipandang perlu, untuk
memaksimalkan pencapaian tujuan, usaha dan pengembangan organisasi dengan
kurun waktu tiga tahun ke depan.
d. Membentuk Lembaga, Kelompok Kerja (POKJA), Badan , Yayasan atau Kepanitiaan
sesuai kebutuhan, guna mendukung perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan
kegiatan serta program-program DPP KNPI. Pembentukan perangkat organisasi diatas
dilaksanakan dengan memperhatikan karakteristik sifat, fungsi dan struktur
organisasi, serta perubahan orientasi kiprah KNPI sesuai tantangan, permasalahan dan
kebutuhan anggota sebagaimana diamanatkan oleh Kongres Pemuda/KNPI XIV.
Pengaturan lebih lanjut tentang hal ini akan diatur dalam Peraturan Organisasi (PO)
KNPI.

3
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 6
Komposisi Pengurus

2. Susunan Dewan Pengurus Pusat KNPI masa bakti 2015-2018 AD Bab X Pasal, 31 terdiri
dari :

a. Ketua Umum
b. Ketua-ketua
c. Sekretaris Jenderal
d. Wakil-wakil Sekretaris Jenderal
e. Bendahara Umum
f. Wakil – Wakil Bendahara-Bendahara
g. Ketua-Ketua Departemen
h. Anggota -anggota Departemen

Pasal 7
Pembagian Tugas Bidang

1. Dalam rangka operasionalisasi dan optimalisasi pencapaian usaha organisasi melalui


berbagai aktifitas program dan kegiatan, dibentuk Bidang/Departemen yang berjumiah
50 sebagai berikut:

1. Bidang/Departemen Organisasi
2. Bidang/Departemen Kaderisasi & Keanggotaan
3. Bidang/Departemen Hubungan Antar Lembaga
4. Bidang/Departemen Politik
5. Bidang/Departemen Pengabdian Masyarakat & Sosial
6. Bidang/Departemen Kajian Strategis
7. Bidang/Departemen Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
8. Bidang/Departemen Telekomunikasi & Informatika
9. Bidang/Departemen Pendidikan & Kebudayaan
10. Bidang/Departemen Maritim & Kelautan
11. Bidang/Departemen Kesehatan
12. Bidang/Departemen Keamanan
13. Bidang/Departemen Koperasi & UKM
14. Bidang/Departemen Kehutanan
15. Bidang/Departemen Sumber Daya Alam, Energi & Mineral
16. Bidang/Departemen Perindustrian
17. Bidang/Departemen Pertanahan & Agraria
18. Bidang/Departemen Hubungan Luar Negeri
19. Bidang/Departemen Pertahanan
20. Bidang/Departemen Hukum & HAM
21. Bidang/Departemen Agama
22. Bidang/Departemen Tenaga Kerja
23. Bidang/Departemen Transmigrasi
24. Bidang/Departemen Olah Raga
25. Bidang/Departemen Pemberdayaan Perempuan
26. Bidang/Departemen Lingkungan Hidup
27. Bidang/Departemen Pembangunan Pedesaan,Daerah Tertinggal & Perbatasan
28. Bidang/Departemen Penelitian & Pengembangan
29. Bidang/Departemen Pariwisata & Ekonomi Kreatif
30. Bidang/Departemen Penanggulangan Teroris & Narkoba
31. Bidang/Departemen BUMN
32. Bidang/Departemen Pertanian

4
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
33. Bidang/Departemen Keuangan & Moneter
34. Bidang/Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional
35. Bidang/Departemen Kerjasama Parlemen & Legislatif
36. Bidang/Departemen Kebijakan Publik
37. Bidang/Departemen Riset & Teknologi
38. Bidang/Departemen Perdagangan
39. Bidang/Departemen Keluarga Berencana & Kependudukan
40. Bidang/Departemen Keamanan & Keselamatan (Search & Rescue)
41. Bidang/Departemen Penanggulangan Bencana Alam
42. Bidang/Departemen Penanaman Modal & Investasi
43. Bidang/Departemen Pelajar & Mahasiswa
44. Bidang/Departemen Pemberantasan Korupsi
45. Bidang/Departemen Hubungan Antar Lembaga Negara
46. Bidang/Departemen Infrastruktur & Tata Kota
47. Bidang/Departemen Otonomi Daerah
48. Bidang/Departemen Perhubungan
49. Bidang/Departemen Kajian Daerah & Keistimewaan Daerah
50. Bidang/Departemen Perlindungan Anak
51. Bidang/Departemen Penggalangan Opini & Publikasi

BAB VI
PEMBAGIAN TUGAS

Pasal 8
Uraian Tugas dan Wewenang

1. KETUA UMUM:
a. Memiliki tugas-tugas dan wewenang sebagai berikut:
- Bertanggungjawab Penuh secara struktural dan fungsional untuk memimpin DPP
KNPI sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Peraturan
Organisasi, Ketetapan KONGRES XIV Pemuda/KNPI , dan kebijaksanaan organisasi
lainnya;
- Mewakili untuk dan atas nama DPP KNPI, baik secara kedalam maupun keluar;
- Memimpin Rapat-Rapat DPP KNPI dan atau Rapat lainnya;
- Mengambil kebijaksanaan organisasi baik secara internal maupun eksternal
berdasarkan hasil keputusan rapat pengurus;
- Mengarahkan, membimbing, dan mengawasi pelaksanaan program kerja DPP KNPI
- Mengetahui dan mengendalikan pengelolaan keuangan DPP KNPI;
- Bertanggungjawab untuk mengemban fungsi koordinasi dengan DPD KNPI Se
Indonesia, fungsi komunikasi dengan OKP Nasioanal dan Organisasi Kemitraan
lainnya;

b. Dalam melaksanakan tugasnya secara kedalam dan keluar, Ketua didampingi oleh
Sekretaris Jenderal, serta Ketua – Ketua secara kedalam sesuai dengan bidang tugas
masing-masing;

c. Jika Ketua berhalangan dapat diwakili oleh para Ketua - Ketua dan atau Sekretaris
Jenderal, berdasarkan petunjuk langsung Ketua Umum;

d. Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Umum bertanggungjawab langsung kepada


kepengurusan kolektif DPP KNPI.

5
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
e. Dalam hal Ketua Umum Berhalangan karena suatu dan lain hal termasuk ketika ketua
umum dalam kondisi bertugas keluar negeri atau sedang non aktif sementara yang
dikarenakan atas permintaan ketua Umum sendiri, maka Ketua Umum harus
menunjuk Ketua yang membidangngi Organisasi untuk menjalankan Tugas – tugas
Ketua Umum yang sifatnya sementara

2. KETUA – KETUA

i. Melaksanakan dan Membantu tugas-tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan secara
tertulis apabila Ketua Umum berhalangan.
b. Bersama-sama Ketua Umum menganalis, menelaah dan memutuskan
permasalahan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
c. Bertanggung jawab dalam mengkoordinir perencanaan, pengorganisasian dan
pelaksanaan kegiatan atau program Bidang masing-masing sesuaikeputusan DPP KNPI.
d. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Ketua Umum.
e. Memimpin rapat dan menjalankan tugas-tugas lain yang diberikanberdasarkan
keputusan DPP KNPI.
f. Menghadiri rapat-rapat DPP KNPI sesuai undangan.

3. SEKRETARIS JENDERAL

a. Bersama-sama Ketua Umum bertanggung jawab atas jalannya organisas dan bertindak
keluar untuk dan atas_nama organisasi sesuai dengan kebijaksanaan yang digariskan
oleh DPP KNPI.
b. Menandatangani semua surat-surat keluar, terutama yang berbentuk pernyataan sikap
keluar dan atau tindakan untuk dan atas nama organisasi.
c. Bersama-sama Ketua Umum menginventarisasi masalah-masalah yang timbul untuk
dapat dicarikan pemecahannya.
d. Bersama-sama Ketua Umum dan Ketua-Ketua mengkoordinir pelaksanaan tugas dan
kegiatan sehari-hari DPP KNPI.
e. Bersama-sama dengan Pengurus Harian memberikan saran dan pertimbangan kepada
Ketua Umum dalam hal pengambilan Keputusan yang harus dilakukan dalam keadaan
yang sangat mendesak.
f. Bersama-sama Ketua Umum menunjuk beberapa fungsionaris DPP KNPI
untuk membantu menangani satu atau beberapa kegiatan Komisi yang kurang atau
tidak berjalan dengan baik
g. Bersama-sama dengan Ketua Umum dan Bendahara Umum bertanggung jawab atas
keuangan dan penggalangan dana organisasi
h. Mengadakan pembagian tugas diantara Wakil – Wakil sekretaris Jenderal dalam
rangka optimalisasi penanganan seluruh kegiatan terkhusus DPP KNPi.
i. Dalam hal Sekretaris Jenderal berhalangan, menunjuk secara tertulis salah seorang
Wakil Sekretaris Jenderal untuk melaksanakan tugas-tugasSekretaris Jenderal.
j. Menghadiri rapat-rapat DPP KNPI sesuai undangan

4. WAKIL – WAKIL SEKRETARIS JENDERAL

a. Melaksanakan tugas sesuai dengan pembidangan yang ditetapkan bersama Sekretaris


Jenderal dalam rangka optimalisasi penangananseluruh kegiatan teknis administratif
DPP KNPI.
b. Bersama-sama Ketua dan Wakil Bendahara mengkoordinir pelaksanaankegiatan dan
program Bidang/Komisi sesuai dengan pembagian tugas yang telah disepakati.
c. Melaksanakan tugas-tugas administrasi dan memberi dukungan bagisuksesnya
kegiatan dan program KNPI pada umumnya dan Komisi pada khususnya.

6
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
d. Melaksanakan tugas-tugas Sekretaris Jenderal atas penunjukkan secara tertulis apabila
Sekretaris Jenderal berhalangan.
e. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Sekretaris Jenderal.
f. Menghadiri rapat-rapat DPP KNPI sesuai undangan

5. BENDAHARA UMUM

a. Bersama-sama Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal bertanggung jawabatas keuangan


dan penggalangan dana organisasi,termasuk kebijaksanaan pengaturan keuangan dan
dana serta inventaris organisasi.
b. Bertanggung jawab atas manajemen dan teknik pengelolaan keuangan.
c. Bersama-sama Sekretaris Jenderal atau Wakil-wakil Sekretaris Jenderal yang ditunjuk,
melaksanakan pengaturan logistik DPP KNPI atas persetujuan Ketua Umum.
d. Membuat laporan keuangan sedikitnya 6 (enam) bulan sekali untuk disampaikan
kepada DPP KNPI.
e. Mengadakan pembagian tugas diantara Bendahara Umum dan Wakil-Wakil Bendahara.
f. Menghadiri rapat-rapat DPP KNPI sesuai undangan.

6. WAKIL – WAKIL BENDAHARA

a. Bersama-sama Bendahara Umum melaksanakan tugas-tugas penggalangan dana,


pengelolaan keuangan dan perbendaharaan
organisasi sesuai dengan pembagian tugas yang disepakati.
b. Melaksanakan fungsi dan tugas kebendaharaan sesuai Komisinya masing - masing.
c. Melaksanakan tugas-tugas Bendahara Umum atas dasar penunjukkan secara tertulis,
bilamana Bendahara Umum berhalangan.
d. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Bendahara Umum.
e. Menghadiri rapat-rapat DPP KNPI sesuai undangan.

7. BIDANG/DEPARTEMEN
a. Mendampingi dan membantu secara struktural dan fungsional Ketua-ketua bersama-
sama \ Wakil sekretaris Jenderal dan Wakil Bendahara Umum, untuk menyusun
rencana kebijaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja DPP KNPI sesuai
bidang tugas kerja Departennya masing-masing;
b. Bertanggungjawab atas pelaksanaan operasional program kerja DPP KNPI sesuai
bidang tugas kerja komisinya masing-masing;
c. Mempersiapkan perangkat kelengkapan organisasi berupa kepanitiaan dan atau badan
lain, untuk disampaikan pengesahannya melalui keputusan organisasi, serta ikut
terlibat melaksanakan kegiatan program kerja organisasi dimaksud;
d. Melakukan komunikasi dan kerjasama dengan mitra kerja DPP KNPI, sesuai dengan
bidang tugas kerja komisinya berdasarkan kebijaksanaan organisasi;
e. Mengikuti perkembangan keadaan dan menganalisa permasalahan kedalam dan
keluar sesuai bidang tugas kerjanya masing-masing secara terus-menerus, serta
membuat risalah kajian untuk diusulkan dan dipertimbangkan dalam menempuh
kebijaksanaan organisasi;
f. Ikut terlibat langsung untuk mengemban fungsi koordinasi dengan DPD KNPI se
Indonesia, fungsi komunikasi dengan OKP Nasioanal dan organisasi kemitraan lainnya.
g. Dalam melaksanakan tugasnya, secara struktural dan fungsional, Anggota-anggota
Komisi dipimpin langsung oleh Ketua – Ketua , didampingi Wakil Sekretaris Jenderal
dan Wakil-Wakil Bendahara Umum sesuai bidang kerja Departennye masing-masing;
h. Anggota-anggota komisi dapat mewakili atas nama DPP KNPI secara keluar,
berdasarkan petunjuk Ketua – Ketua dan Wakil Sekretaris Jenderal sesuai bidang
Departemennya masing-masing;

7
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
i. Dalam melaksanakan tugasnya secara struktural dan fungsional, Departemen
bertanggungjawab langsung kepada Ketua – Ketua sesuai bidang masing-masing

BAB VII
KOORDINATOR WILAYAH & KOORDINASI OKP

Pasal 8
Koordinator Wilayah

1. Sebagai "Jembatan Komunikasi " DPP KNPl dalam rangka pembinaan, konsolidasi,
implementasi program dan pengembangan organisasi ke tingkat daerah, dibentuk
Koordinator-Koordinator Wilayah yang beranggotakan seluruh fungsionaris DPP KNPl,
diluar instansi penanggung jawab organisasi (Ketua Umum, Sekretaris Jenderal &
Bendahara Umum).

2. Koordinator Wilayah masing-masing membawahi satu daerah/provinsi/wilayah kerja.

3. Koordinator Wilayah dalam menjalankan tugas wajib melakukan koordinasi dengan


Ketua Umum, Sekretaris Jenderal atau Bidang terkait

4. Koordinator Wilayah dalam Menjalankan Tugas wajib mendapatkan mandate atau surat
tugas dari DPP KNPI

5. Koordinator Wilayah dapat menjadi fasilitasi dan Komunikator kegiatan atau kebijakan
DPP KNPI di daerah

6. Koordinator Wilayah Memberikan Loporan tentang daerah atau wilayah kerjanya


kepada bidang organisasi secara tertulis maupun tidak tertulis dan dilaporkan setiap
pelaksanaan rapat pleno DPP KNPI

Pasal 9
Koordinasi OKP

1. Sebagai " Jembatan Komunikasi " DPP KNPl dalam rangka pembinaan, konsolidasi,
implementasi program dan pengembangan organisasi yang berhimpun di KNPI di tingkat
Nasional, dibentuk Tim Koordinasi yang beranggotakan seluruh fungsionaris DPP KNPl,
diluar instansi penanggung jawab organisasi (Ketua Umum, Sekretaris Jenderal &
Bendahara Umum).

2. Koordinasi OKP masing-masing membawahi beberapa OKP yang berhimpun serta


Potensi Pemuda Lainnya.

3. Koordinasi OKP dalam menjalankan tugas wajib melakukan koordinasi dengan Ketua
Umum, Sekretaris Jenderal serta Bidang terkait

4. Koordinasi OKP dalam Menjalankan Tugas wajib mendapatkan mandate atau surat tugas
dari DPP KNPI

5. Koordinasi OKP menjadi fasilitasi dan Komunikator kegiatan atau kebijakan DPP KNPI

6. Koordinasi OKP Memberikan Loporan tentang OKP yang menjadi kerjanya kepada
bidang organisasi secara tertulis maupun tidak tertulis dan dilaporkan setiap
pelaksanaan rapat pleno DPP KNPI

8
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 10
Pembagian Tugas Koordinator Wilayah
Dalam rangka mengoptimalisasi fungsi mekanisme tugas koordinasi dengan DPP KNPI sebagai
bagian dari bentuk konsolidasi organisasi yang berkaitan kebijakan dan program, dibentuk
Pembagian Tugas Koordinator Wilayah, sebagai berikut:

(1) Korwil 1 (NAD)


(2) Korwil 2 (Sumatra Utara)
(3) Korwil 3 (Kepri)
(4) Korwil 4 (Riau)
(5) Korwil 5 (Sumatra Barat)
(6) Korwil 6 (Jambi)
(7) Korwil 7 (Bengkelu)
(8) Korwil 8 (Sumatra Selatan)
(9) Korwil 9 (Bangka Belitung)
(10) Korwil 10 (Lampung)
(11) Korwil 11 (DKI Jakarta)
(12) Korwil 12 (Banten)
(13) Korwil 13 (Jawa Barat)
(14) Korwil 14 (Jawa Tengah)
(15) Korwil 15 (DIY)
(16) Korwil 16 (Jawa Timur)
(17) Korwil 17 (Kalimantan Barat)
(18) Korwil 18 (Kalimantan Selatan)
(19) Korwil 19 (Kalimantan Tengah)
(20) Korwil 20 (Kalimantan Timur)
(21) Korwil 21 (Kalimantan Utara)
(22) Korwil 22 (Sulawesi Utara)
(23) Korwil 23 (Gorontalo)
(24) Korwil 24 (Sulawesi Selatan)
(25) Korwil 25 (Sulawesi Barat)
(26) Korwil 26 (Sulaewesi Tengah)
(27) Korwil 27 (Sulawesi Tenggara)
(28) Korwil 28 (Nusa Tenggara Timur)
(29) Korwil 29 (Nusa Tenggara Barat)
(30) Korwil 30 (Bali)
(31) Korwil 31 (Maluku)
(32) Korwil 32 (Maluku Utara)
(33) Korwil 33 (Papua)
(34) Korwil 34 (Papua Barat)

Pasal 11
Pembagian Tugas Koordinasi OKP
Dalam rangka mengoptimalisasikan fungsi jalur komunikasi dengan Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Tingkat Nasional yang berhimpun sebagai bagian dari
keberhimpunan, maka dibentuk Pembagian Tugas Jalur Komuniasi, dengan pemetaan
sebagai berikut :

9
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Jalur ‘A’ : Pelajar & Mahasiswan
Jalur ‘B’ : Profesi
Jalur ‘C’ : Kebangsaan
Jalur ‘D’ : Agama
Jalur ‘E’ : Perempuan
Jalur ‘F’ : Partai Politik
Jalur ‘G’ : Kedaerahan

Pasal 12
Pembagian Jalur Kemitraan
Dalam rangka mengoptimalisasikan mekanisme fungsi kemitraan dan partisipasi kepada
eksponen potensi kepemudaan, instansi pemerintah, instansi swasta, Lembaga non-
Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya, maka dibentuk Pembagian Tugas Jalur
Kemitraan sebagai berikut:
a. Jalur ‘A’ : Organisasi Potensi Pemuda;
b. Jalur ‘B’ : Organisasi Pemerintah;
c. Jalur ‘C’ : Organisasi Swadaya Masyarakat;
d. Jalur ‘D’ : Organisasi Profesi dan Perempuan;
e. Jalur ‘E’ : Organisasi Partai Politik;
f. Jalur ‘F’ : Organisasi Keagamaan dan Kebangsaan;
g. Jalur ‘G’ : Organisasi Kedaerahan dan Kebudayaan;
h. Jalur ‘H’ : Organisasi Luar Negeri;

BAB VIII
RAPAT-RAPAT

Pasal 13
Bentuk dan Hirarkis Rapat
Bentuk dan Hirarkis Rapat-Rapat DPP KNPI, terdiri dari:
a. Rapat Kerja Nasional;
b. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat;
c. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat Diperluas;
d. Rapat Dewan Pengurus Harian;
e. Rapat Koordinasi;
f. Rapat-Rapat Lainnya.

Pasal 14
Tugas dan Wewenang Rapat
a. Rapat Kerja Nasional memiliki tugas dan wewenang untuk:
1. Menjabarkan hasil-hasil ketetapan Kongres XIV Pemuda/KNPI kedalam berbagai
bentuk kebijaksanaan organisasi;
2. Menjabarkan Pokok-Pokok Program Nasional kedalam bentuk butir-butir program
kerja DPP KNPI;
3. Merumuskan dan menetapkan pokok-pokok pikiran dan rekomendasi organisasi yang
bersifat menyeluruh dan strategis.

b. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat memiliki tugas dan wewenang untuk:
1. Membahas dan menetapkan berbagai peraturan dan kebijaksanaan DPP KNPI, baik
bersifat internal maupun eksternal;
2. Membahas, mengevaluasi dan menetapkan pelaksanaan kegiatan dan program kerja
DPP KNPI, dan membentuk kelengkapan organisasi berdasarkan kebutuhan;

10
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
3. Membahas dan menetapkan bentuk-bentuk kerjasama DPP KNPI dengan lembaga
lainnya, baik secara kemitraan maupun dalam bentuk partisipasi yang sinergis;
4. Mensahkan hasil-hasil rapat Dewan Pengurus Harian.

c. Rapat Pleno Dewan Pengurus Daerah Diperluas, memiliki tugas dan wewenang untuk:
1. Membahas berbagai permasalahan penting dan strategis yang berkaitan dengan
kepentingan dan tanggungjawab kepemudaan;
2. Membahas berbagai permasalahan penting dan strategis yang berkaitan dengan
pengembangan kepemudaan dan organisasi kepemudaan;
3. Mensosialisasikan dan menjabarkan kebijakan dan program DPP KNPI;
4. Menetapkan rekomendasi kepada DPP KNPI untuk dibahas lebih lanjut.

d. Rapat Dewan Pengurus Harian, memiliki tugas dan wewenang untuk:


1. Membahas kebijakan dan program DPP KNPI yang sedang, telah dan akan
dilaksanakan untuk memahami perkembangan dan permasalahan yang dihadapi;
2. Menganalisa, merumuskan dan mengambil langkah-langkah strategis dalam menjawab
dan menanggapi berbagai permasalahan internal dan eksternal yang bersifat kolektif;
3. Membahas laporan dan usulan dari hasil rapat-rapat koordinasi Bidang/departemen;
4. Membahas dan menetapkan agenda Rapat Pleno DPP KNPI.

e. Rapat Koordinasi Bidang/Departemen, memiliki tugas dan wewenang untuk:


1. Membahas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi program baik
yang telah maupun akan dilaksanakan oleh Bidang/Departeman;
2. Mempersiapkan dan membentuk perangkat pelaksana kegiatan dan program Bidang
untuk diusulkan pengesahannya oleh DPP KNPI;
3. Menerima laporan dan usulan anggota-anggota komisi, yang dapat diusulkan lebih
lanjut untuk diambil langkah-langkah kebijaksanaan organisasi;
4. Membahas dan menetapkan laporan dan usulan Bidang yang akan disampaikan dalam
Rapat Dewan Pengurus Harian;

f. Rapat-rapat lainnya, memiliki tugas dan wewenang untuk:


1. Mempersiapkan agenda dan kebijaksanaan yang akan diputuskan oleh rapat-rapat
selanjutnya;
2. Membahas hal-hal teknis operasional yang telah ditetapkan dalam rapat-rapat
sebelumnya;
3. Melakukan pertemuan-pertemuan berkala, baik dilakukan oleh kepanitiaan maupun
oleh perangkat kerja operasional lainnya;
4. Mengambil keputusan lainnya yang bersifat mendesak atas nama perangkat kerja
organisasi yang tidak bertentangan dengan kebijakan DPP KNPI.

Pasal 15
Waktu Pelaksanaan dan Peserta Rapat
a. Rapat Kerja Nasioanal dilaksakan maksimal sekali dalam satu masa bakti kepengurusan,
yang dihadiri oleh:
1. Dewan Pengurus Pusat KNPI;
2. 2 Orang Utusan MPI KNPI;
3. 2 Orang Utusan DPD KNPI Provinsi;
4. 1 Orang Utusan Badan/Lembaga;
5. 1 Orang Utusan Badan Perwakilan KNPI Luar Negeri
6. Utusan Lainnya yang ditetapkan oleh DPP KNPI.

b. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1


(satu) bulan, yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPP KNPI AD BAB V Pasal 23 , masing-
masing :
11
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
1. Ketua Umum;
2. Ketua-Ketua;
3. Sekretaris Jenderal;
4. Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal;
5. Bendahara Umum;
6. Wakil-Wakil Bendahara Umum;
7. Anggota-Anggota Departemen.
8. Badan Khusus dan Lembaga Otonom

c. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat Diperluas, dilaksanakan sesuai kebutuhan, atau
sekurang-kurangnya sekali dalam 6 (enam) bulan yang dihadiri oleh :
1. Ketua Umum;
2. Ketua-Ketua;
3. Sekretaris Jenderal;
4. Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal;
5. Bendahara Umum;
6. Wakil-Wakil Bendahara Umum;
7. Anggota-Anggota Departemen Undangan lainnya sesuai kebutuhan dari sifat Rapat
Pleno Diperluas, yang ditetapkan DPP KNPI

d. Rapat Dewan Pengurus Harian dilaksanakan sekurang-kurangnya dua kali dalam 1 (satu)
bulan, yang dihadiri oleh :
1. Ketua Umum;
2. Ketua-Ketua;
3. Sekretaris Jenderal;
4. Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal;
5. Bendahara Umum;
6. Wakil-Wakil Bendahara Umum;

e. Rapat Koordinasi Bidang-Bidang dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu)


bulan, yang dihadiri oleh :
1. Ketua yang membidangi;
2. Wakil Sekretaris Jenderal yang membidangi ;
3. Wakil Bendahara Umum yang membidangi;
4. Anggota-Anggota Departemen;
5. Undangan lainnya sesuai kebutuhan dari sifat Rapat Koordinasi.

Pasal 16
Pimpinan Rapat-Rapat

a. Rapat Kerja Nasioanal dipimpin oleh Panitia Pengarah dan atau Pimpinan Rakernas;
b. Rapat Pleno Dewan Pengurus Nasioanal dipimpin oleh Ketua Umum atau Ketua Bidang
Organisasi didampingi Sekretaris Jenderal
c. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat Diperluas dipimpin oleh Ketua Umum didampingi
Sekretaris Jenderal
d. Rapat Pengurus Harian dipimpin oleh Ketua Umum dan atau Ketua Bidang Organisasi
didampingi Sekretaris Jenderal dan atau Wakil Sekretaris Jenderal yang diputuskan untuk
tugas dimaksud;
e. Rapat Koordinasi Bidang dipimpin oleh Ketua didampingi Wakil Sekretaris Jenderal sesuai
bidang tugas kerja Komisi masing-masing;
f. Rapat-Rapat lainnya dipimpin oleh pimpinan rapat yang disesuaikan dengan kebutuhan

12
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 17
Quorum dan Pengambilan Keputusan Rapat

a. Seluruh rapat-rapat DPP KNPI hanya dapat dianggap sah untuk mengambil keputusan jika
dihadiri lebih dari setengah jumlah Pengurus atau utusan dari jumlah peserta;
b. Jika quorum tidak dicapai, maka seluruh rapat-rapat ditunda sampai dua kali untuk
selanjutnya dianggap sah dengan waktu masing-masing dua kali 30 (tiga puluh) menit
c. Pengambilan keputusan dalam rapat-rapat DPP KNPI, dilaksanakan dengan
mengutamakan prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat yang disemangati oleh rasa
kebersamaan dan kekeluargaan;
d. Apabila pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka
pengambilan keputusan dapat diambil berdasarkan pemungutan suara terbanyak
(voting);
e. Setiap jenis rapat wajib dilengkapi dengan risalah rapat, dan setiap risalah dengan
segala keputusannya ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris rapat, dilampiri daftar
hadir peserta rapat.

Pasal 18
Konsultasi, Koordinasi dan Kerjasama
Tugas dan wewenang pengurus DPP KNPI adalah merupakan kesatuan kolektif, yang terbagi
dalam bidang tugas kerja masing-masing, sehingga dalam melaksanakan tugas kerjanya
secara fungsional, seluruh pengurus diwajibkan melakukan dan memelihara konsultasi,
koordinasi dan kerjasama yang erat dan serasi secara terus-menerus, antara sesama
pengurus.

BAB IX
RANGKAP JABATAN, PERGANTIAN ANTAR WAKTU DAN PENGISIAN JABATAN LOWONG

Pasal 19
Rangkap Jabatan
a. Pengurus DPP KNPI tidak diperkenankan rangkap jabatan pada salah satu struktur
kepengurusan KNPI lainnya;
a. Majelis Pemuda Indonesia
b. Dewan Pengurus yang lebih rendah maupun lebih tinggi tingkatannya kecuali yang
bersangkutan bersedia mengundurkan diri baik lisan maupun tertulis
b. Jika rangkap jabatan terjadi, maka pengurus bersangkutan diharuskan memilih dan atau
mengundurkan diri dari salah satunya;
c. Pengurus yang mengundurkan diri dapat dilakukan pengisian jabatan lowong.
d. Ketentuan Lebih Lanjut akan diatur dalam Peraturan Organisasi

Pasal 20
Pergantian Antar Waktu dan Pengisian Jabatan Lowong
a. Yang dimaksudkan dengan pergantian antar waktu adalah penggantian seseorang atau
beberapa orang, sedang pengisian jabatan lowong adalah pengisian posisi pergantian
antar waktu pengurus DPP KNPI dalam suatu periode kepengurusan yang sedang berjalan;

b. Pergantian antar waktu dilakukan oleh karena jika pengurus bersangkutan:


1. Meninggal Dunia;
2. Pengurus yang bersangkutan mengundurkan diri dari kepengurusan secara tertulis,
dan ditembuskan kepada kelembagaan yang diwakilinya jika unsur keterwakilan;
3. Tidak menghadiri rapat pleno DPP KNPI selama 3 (tiga) kali tanpa pemberitahuan dan
alasan yang dapat dipertanggungjawabkan;

13
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
4. Tidak menunjukan keaktifan selama 3 {tiga} bulan berturut-turut tanpa
pemberitahuan dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan;
5. Pengurus yang oleh karena satu dan lain hal menggunakan jabatan kepengurusan DPP
KNPI dan atau perbuatan pribadi yang dapat dianggap mencemarkan nama baik
organisasi.
c. Ketentuan Lebih Lanjut akan diatur dalam Peraturan Organisasi

d. Pengisian jabatan lowong dilakukan dengan memperhatikan unsur keterwakilan, dan


atau komponen keterwakilan, sehingga sedapat-dapatnya melakukan pengisian jabatan
lowong tetap kapada unsur dan atau komponen yang diwakilinya;

e. Pergantian antar waktu dan atau pengisian jabatan lowong dilakukan melalui Rapat
Pleno DPP KNPI yang diagendakan khusus untuk itu setelah berkonsultasi dengan MPI ;

f. Hasil pergantian antar waktu dan pengisian jabatan lowong harus segera dilaporkan
kepada Rapat Pleno untuk mendapatkan pengesahan;

g. Hasil pengesahan DPP KNPI segera disampaikan kepada DPD KNPI dan OKP Tingkat
Nasional MPI;

h. Personalia pengurus hasil pergantian antar waktu dan jabatan lowong setelah disahkan
oleh DPP KNPI, dilakukan pengukuhan oleh Ketua Umum melalui Rapat Pleno DPP KNPI

i. Ketentuan Lebih Lanjut akan diatur dalam Peraturan Organisasi

BAB X
PENJELASAN PEMBAGIAN TUGAS
BIDANG - BIDANG / DEPARTEMEN

1). Bidang / Departemen Organisasi :

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang organisasi dan Keanggotaan


 Menyusun rencana kegiatan di bidang keorganisasian dan Keanggotaan
 Menampung dan mengkaji masalah keorganisasian dalam rangka memantapkan
keberadaan organisasi KNPI.
 Melakukan Konsolidasi Kelembagaan dan Konsolidasi Keanggotaan KNPI
 Merumuskan Pedoman dan Peraturan Organisasi.
 Menghimpun data kepengurusan OKP Tingkat Nasional dan data kepengurusan KNPI
dari tingkat pusat, provinsi hingga tingkat Kabupaten / kota.
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan organisasi guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Meiakukan kajian dan telaah secara konperehensif tentang perkembangan
organisasi KNPI, baik secara internal maupun ekstemal.
 Pengawasan, monitoring, evaluasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan konsolidasi
organisasi KNPI baik secara vertikal dan horisontal.
 Melakukan Verifikasi secara Organisasi status Keanggotaan KNPI secara konprehensif
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai hal-
hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris Jenderal
dan Anggota Departemen

14
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2). Bidang / Departemen Kaderisasi Dan Keanggotaan :

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Kaderisasi & Keanggotaan


 Menyusun rencana kegiatan di bidang Kaderisasi & Keanggotaan
 Menampung dan mengkaji masalah Kaderisasi & Keanggotaan dalam rangka
memantapkan keberadaan organisasi KNPI.
 Merumuskan Pedoman Kaderisasi & Keanggotaan.
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Melakukan kajian dan telah secara konperehensif tentang Potensi Pemuda
 Melakukan Pelatihan dan Pengembangan Pemuda
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan anggota Departemen

3). Bidang / Departemen Hubungan Antar Lembaga :

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang kerjasama antar lembaga


 Menyusun rencana kegiatan bidang Hubungan antar lembaga
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan di bidang kerjasama antar
lembaga baik secara Internal maupun eksternal
 Melakukan upaya kerjasama antar institusi atau lembaga dalam rangka menunjang
Efektifitas Kinerja organisasi KNPI.
 Mengawasi, mengendalikani dan monitoring dan evaluasi kegiatan guna
pencapaian sasaran secara-efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Waki! Sekretaris Jenderal
dan Departemen kerjasama antar lembaga.

4). Bidang / Departemen Politik :

 Melaksanakan sebahagian tugas Ketua Umum di bidang politik


 Menyusun rencana kegiatan di bidang politik
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan SDM
organisasi secara personal dan kelembagaan di bidang Politik baik secara internal
maupun eksternal
 Merumuskan pendidikan politik bagi pemuda
 Mengadakan pertukaran pemuda dalam rangka meneliti sejauh mana perkembangan
politik dinegara-negara berkembang
 Melakukan kajian, telaah dan mencermati setiap perkembangan politik yang terjadi
baik di tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep pendidikan Politik KNPI.
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai hal-
hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Bidang / Departemen Politik.

15
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
5). Bidang / Departemen Pegabdian Masyarakat & Sosial

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pengabdian Masyarakat dan


sosial
 Menyusun rencana kegiatan bidangnya
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan di bidang Pengabdian
Masyarakat dan sosial baik secara internal maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi terhadap
masalah-masalah kesejahteraan sosial baik di tingkat daerah dan nasional.
 Merumuskan pengembangan sistem informasi masalah-masalah kesejahteraan
sosial sebagai upaya pembentukan keterpaduan pengendalian masalah-masalah
kesejahteraan sosial
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pengabdian Masyarakat dan sosial.

6). Bidang / Departemen Kajian Strategis

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang kajian strategis


 Menyusun rencana kegiatan bidang kajian strategis
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan di bidang kajian strategis baik
secara internal maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen kajian strategis .

7). Bidang / Departemen Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pekerjaan Umum dan


Perumahan Rakyat
 Menyusun rencana kegiatan bidang Pekerjaan Umumdan Perumahan Rakyat
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam bidang Pekerjaan Umum dan perumahan
rakyat
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
16
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat

8). Bidang / Departemen Telekomunikasi & Informatika

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Telekomunikasi dan


Informasi
 Menyusun rencana kegiatan bidang Telekomunikasi dan Informasi
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam bidang Telekomunikasi & Informasi
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Telekomunikasi dan Informasi

9). Bidang / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pendidikan dan Kebudayaan


 Menyusun rencana kegiatan bidang Pendidikan dan Kebudayaan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Pendidikan dan Kebudayaan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

10). Bidang / Departemen Maritim & Kelautan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Maritim dan Kelautan


 Menyusun rencana kegiatan Maritim dan Kelautan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.

17
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Maritim dan Kelautan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Maritim dan Kelautan

11). Bidang / Departemen Kesehatan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Kesehatan


 Menyusun rencana kegiatan Kesehatan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Kesehatan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Kesehatan

12). Bidang / Departemen Agama

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Agama


 Menyusun rencana kegiatan Agama
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Agama
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Agama

13). Bidang / Departemen Koperasi Dan UKM

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Koperasi dan UKM


 Menyusun rencana kegiatan Koperasi dan UKM
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,

18
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Koperasi dan UKM
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Koperasi dan UKM

14). Bidang / Departemen Kehutanan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Kehutanan


 Menyusun rencana kegiatan Kehutanan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Kehutanan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Kehutanan

15). Bidang / Departemen Sumber Daya Alam, Energi dan Mineral

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Sumber Daya Alam, Energi dan
Mineral
 Menyusun rencana kegiatan Sumber Daya Alam, Energi dan Mineral
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Sumber Daya Alam ,Energi dan Mineral
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Sumber Daya Alam, Energi dan Mineral

16). Bidang / Departemen Perindustrian

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Perindustrian


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Perindustrian

19
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Perindustrian
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Perindustrian.

17). Bidang / Departemen Pertanahan & Agraria

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pertanahan & Agraria


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Pertanahan dan Agraria
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Pertanahan & Agraria
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pertanahan dan Agraria

18). Bidang / Departemen Hubungan Luar Negeri

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Hubungan Luar Negeri


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Hubungan Luar Negeri
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Hubungan Luar Negeri
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Hubungan Luar Negeri

20
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
19). Bidang / Departemen Pertahanan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pertahanan


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Pertahanan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Pertahanan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pertahanan

20). Bidang / Departemen Hukum & HAM

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Hukum & HAM


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Hukum & HAM
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Hukum & HAM
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Hukum & HAM

21). Bidang / Departemen Tenaga Kerja

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Tenaga Kerja


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Tenaga Kerja
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Tenaga Kerja
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.

21
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan DepartemenTenaga Kerja.

22). Bidang / Departemen Transmigrasi

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Transmigrasi


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Transmigrasi
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Transmigrasi
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Transmigrasi

23). Bidang / Departemen Olah Raga

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Olah Raga


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Olah Raga
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Olah Raga
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Olah Raga

24). Bidang / Departemen Pemberdayaan Perempuan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pemberdayaan Perempuan


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Pemberdayaan Perempuan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.

22
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pemberdayaan Perempuan

25). Bidang / Departemen Keamanan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Keamanan


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Keamanan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Keamanan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Keamanan

26). Bidang / Departemen Lingkungan Hidup

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Lingkungan Hidup


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Lingkungan Hidup
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Lingkungan Hidup
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Lingkungan Hidup

27). Bidang / Departemen Pemberdayaan Pedesaan, Daerah Teringgal & Perbatasan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pemberdayaan Pedesaan,


Daerah Teringgal & Perbatasan
 Menyusun rencana kegiatan bidang Pemberdayaan Pedesaan,Daerah Teringgal &
Perbatasan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.

23
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Pemberdayaan Pedesaan, Daerah
Teringgal & Perbatasan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Perberdayaan Pedesaan,Daerah Tertinggal dan
Perbatasan

28). Bidang / Departemen Penelitian & Pengembangan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Penelitian Dan Pengembangan


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Penelitian & Pengembangan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Penelitian dan Pengembangan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Penelitian & Pengembangan

29). Bidang / Departemen Parawisata & Ekonomi Kreatif

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Parawisata & Ekonomi Kreatif
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Parawiosata & Ekonomi kreatif
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Parawisata & Ekonomi Kreatif
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Parawisata & Ekonomi Kreatif

30). Bidang / Departemen Keuangan & Moneter

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Keuangan & Moneter


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Keuangan & Moneter.

24
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Keuangan & Moneter
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Keuangan & Moneter

31). Bidang / Departemen BUMN

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang BUMN


 Menyusun rencana kegiatan Bidang BUMN
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang BUMN
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen BUMN

32). Bidang / Departemen Pertanian

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pertanian


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Pertanian
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Pertanian
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pertanian.

25
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
33). Bidang / Departemen Penanggulangan Terorisme & Narkoba

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Penanggulangan Terorisme &


Narkoba
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Penanggulangan Terorisme & Narkoba
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Penanggulangan Terorisme dan
Narkoba
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Penanggulangan Terorisme dan Narkoba

34). Bidang / Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Perencanaan Pembangunan


Nasional
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Perencanaan Pembangunan Nasioanal

35). Bidang / Departemen Kerja Sama Parlemen & Legislatif

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Parlemen & Legislatif


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Parlemen & Legislatif
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Parlemen & Legislatif
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.

26
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Parlemen & Legislatif

36). Bidang / Departemen Kebijakan Publik

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Kebijakan Publik


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Kebijakan Publik
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Kebijakan Publik
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Kebijakan Publik

37). Bidang / Departemen Riset & Teknologi

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Riset & Teknologi


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Riset & Teknologi
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Riset & Teknologi
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Riset & Teknologi

38). Bidang / Departemen Perdagangan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Perdangangan


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Perdagangan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.

27
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Perdagangan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Perdagangan

39). Bidang / Departemen Keluarga Berencana & Kependudukan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Keluarga Berencana &


Kependudukan
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Keluarga Berencana & Kependudukan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Keluarga Berencana &
Kependudukan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Keluarga Berencana & Kependudukan

40). Bidang / Departemen Keamanan & Keselamatan (Search & Rescue):

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Keamanan & Keselamatan


(Search & Rescue)
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Keamanan & Keselamatan (Search & Rescue)
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Keamanan & Keselamatan (Search &
Rescue)
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Keamanan & Keselamatan (Serach & Rescue)

28
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
41). Bidang / Departemen Penangulangan Bencana Alam

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Penangulangan Bencana Alam


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Penangulangan Bencana Alam
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Penangulangan Bencana Alam
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Penangulangan Bencana Alam

42). Bidang / Departemen Penanaman Modal & Investasi

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Penanaman Modal & Investasi
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Penanaman Modal & Investasi

 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan


SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Penanaman Modal & Investasi
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Penanaman Modal & Investasi

43). Bidang / Departemen Pelajar & Mahasiswa

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pelajar & Mahasiswa


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Pelajar & Mahasiswa
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Pelajar & Mahasiswa
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.

29
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pelajar & Mahasiswa

44). Bidang / Departemen Pemberantasan Korupsi

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Pemberantasan Korupsi


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Pemberantasan Korupsi
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Pemberantasan Korupsi
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Pemberantasan Korupsi

45). Bidang / Departemen Hubungan Antar Lembaga

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Hubungan antar Lembaga


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Hubungan Antar Lembaga
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Hubungan Antar Lembaga
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Hubungan Antar Lembaga

46). Bidang / Departemen Infrastruktur & Tata Kota

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Infrastruktur & Tata Kota
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Infrastruktur & Tata Kota
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Infrastruktur & Tata kota.
30
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Infra Struktur & Tata kota

47). Bidang / Departemen Otonomi Daerah

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Otonomi Daerah


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Otonomi Daerah
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Otonomi Daerah
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Otonomi Daerah

48). Bidang / Departemen Perhubungan

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Perhubungan


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Perhubungan
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Perhubungan
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Perhubungan

49). Bidang / Departemen Kajian Khusus & Ke Istimewaan Daerah

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Kajian Khusus &


Keistimewaan Daerah
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Kajian Khusus & Keistimewaan Daerah
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,

31
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Kajian Khusus & Keistimewaan
Daerah
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Kajian Khusus & Keistimewaan Daerah

50). Bidang / Departemen Penggalangan Opini & Publikasi

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Penggalangan Opini &


Publikasi
 Menyusun rencana kegiatan Bidang Penggalangan Opini & Publikasi
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Penggalangan Opini & Publikasi
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Penggalangan Opini & Publikasi

51). Bidang / Departemen Perlindungan Anak

 Melaksanakan sebagian tugas Ketua Umum dibidang Perlindungan Anak


 Menyusun rencana kegiatan Bidang Perlindungan Anak
 Merumuskan konsep program yang menyangkut pengembangan dan pembinaan
SDM organisasi secara personal dan kelembagaan dibidang baik secara internal
maupun eksternal,
 Melakukan kajian dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi baik di
tingkat nasional maupun Internasional.
 Merumuskan konsep kajian strategis dalam pembinaan dan pengembangan
potensi anggota dan pemuda dalam Bidang Perlindungan Anak
 Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna
pencapaian sasaran secara efisien dan efektif.
 Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Ketua Umum, khususnya mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan bidang
 Membuat laporan berkala sesuai ketentuan.
 Dalam melaksanakan tugasnya Ketua Bidang dibantu oleh Wakil Sekretaris
Jenderal dan Departemen Perlindungan Anak

32
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB XI
KESEKRETARIATAN
Pasal 21
Persuratan
a. Jenis surat-surat DPP KNPI dibedakan dalam dua katagori, terdiri dari :
1. Sutar Keluar
2. Surat Masuk
b. Sifat surat-surat DPP KNPI dibedakan dalam dua kategori, terdiri dari :
1. Surat Keluar (Eksternal);
2. Surat keluar (Internal).
c. Bentuk Surat-surat DPP KNPI dibedakan dalam dua kategori, terdiri dari :
1. Surat biasa
2. Surat Khusus
d. Jenis surat keluar adalah surat-surat yang diterbitkan oleh DPP KNPI, dan jenis Surat
Masuk, adalah surat-surat yang dari luar dan ditujukan kepada DPP KNPI untuk dapat
ditindaklanjuti oleh pengurus berdasarkan tugas kerjanya masing-masing;
e. Sifat-sifat persuratan DPP KNPI yang bersifat keluar (eksternal) hanya dapat
ditindaklanjuti oleh Sekretaris Jenderal dan Ketua Umum dan atau yang diberi tugas
untuk itu, sementara yang bersifat surat keluar (Internal) untuk tindak lanjut program
dapat ditindak lanjuti oleh wakil-wakil Sekretaris Jenderal dan Ketua – Ketua sesuai
bidang tugas kerja Departemennya masing-masing;
f. Bentuk-bentuk persuratan DPP KNPI antara surat biasa dan surat khusus dibedakan atas
tujuan dan fungsinya untuk menjamin efektifitasnya dalam menjalankan kebijaksanaan
organisasi, yakni surat yang isinya bersifat umum, seperti undangan, penyampaian dan
yang lain semacamnya dan surat khusus adalah surat yang bersifat khusus dan berbentuk
baku, seperti Surat Keputusan, Surat Mandat, Surat Tugas, dan lain semacamnya.
g. Persuratan DPP KNPI diagendakan dan diarsipkan sebagaimana mestinya dalam bentuk
file kabinet secara aman dan rapi berdasarkan klasifikasi surat, dan dibundelkan secara
berkala untuk menjamin keamanan dan kerapiannya;
h. Selanjutnya akan di atur dalam Peraturan Organisasi

Pasal 22
Harta Benda
a. Harta benda DPP KNPI dibedakan dalam dua kategori, terdiri dari :
1. Benda bergerak
2. Benda yang tidak bergerak.
b. Harta benda adalah keseluruhan inventaris DPP KNPI yang berbentuk kebendaan
berwujud, yang secara sah menjadi harta kekayaan organisasi yang didapatkan secara
halal, baik yang dilakukan atas usaha pengurus maupun sumbangan lainnya yang tidak
bersifat mengikat;
c. Harta benda DPP KNPI adalah merupakan harta kekayaan organisasi yang tidak dapat
dimiliki oleh siapapun, yang pemanfaatannya semata bagi kepentingan organisasi bukan
pribadi, terkecuali yang diberi tugas atau seizin organisasi untuk tujuan lain.
d. Pengelolaan harta benda DPP KNPI harus dijamin akan pemanfaatannya secara
bertanggungjawab hanya untuk kepentingan organisasi, dengan menganut prinsip
efisiensi dan efektifitas;
f. Pertanggungjawaban pemanfaatan harta benda DPP KNPI dikoordinir langsung oleh
sekretaris bersama bendahara dilaporkan secara tertulis dalam rapat pleno DPP KNPI;
g. Pemanfaatan atas pengelolaan harta benda DPP KNPI yang menyebabkan kerusakan atau
kehilangan, dipertanggungjawabkan oleh sekretaris dan Bendahara, jika perlu diberikan
sanksi khusus terhadap pelakunya.
h. Selanjutnya akan di atur dalam Peraturan Organisasi

33
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 23
Administrasi dan Kesekretariatan
a. Pengelolaan administrasi dan Kesekretariatan DPP KNPI dikoordinir langsung oleh
Sekretaris Jenderal didampingi dan dibantu oleh Wakil-wakil Sekretaris Jenderal;
b. Administrasi dan Kesekretariatan DPP KNPI, harus dikelola dan ditata secara profesional
dan modern untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas organisasi;
c. Untuk menjamin efisiensi administrasi persuratan dan efektifitas kepengurusan, maka
untuk menindaklanjuti antara surat keluar dan surat masuk sedapat mungkin didistribusi
kepada wakil-wakil Sekretaris Jenderal dan Ketua - Ketua sesuai bidang tugas kerja
komisinya masing-masing;
d. Perkembangan administrasi dan Kesekretariatan DPP KNPI, disampaikan laporan
perkembangan dan tindaklanjutnya oleh Sekretaris dalam rapat pleno DPP KNPI, secara
lengkap dan terbuka;
e. Untuk menunjang tugas-tugas administrasi dan Kesekretariatan, maka Sekretariat
dilengkapi oleh tenaga Staff Sekretariat, yang berada dibawah koordinasi langsung
Sekretaris.
f. Ketentuan Lebih Lanjut akan diatur dalam Peraturan Organisasi
g. Selanjutnya akan di atur dalam Peraturan Organisasi

BAB XII
KEBENDAHARAAN

Pasal 24
Keuangan

a. Keuangan, yaitu keseluruhan keuangan DPP KNPI yang secra sah menjadi harta kekayaan
organisasi dan didapatkan secara halal, baik yang bersifat mengikat maupun tidak
mengikat;
b. Keuangan DPP KNPI dibedakan dalam dua kategori, terdiri dari :
1. Anggaran Rutin;
2. Anggaran Program;
c. Anggaran Rutin
1. Anggaran Rutin Sekretariat, adalah anggaran pengelolaan sekretariat secara rutin
yang disusun oleh Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum dan berlaku selama 1
(satu) tahun anggaran;
2. Anggaran Insidentil, adalah anggaran pengelolaan organisasi yang dibutuhkan secara
insidentil dengan memanfaatkan cadangan dana kas organisasi;
d. Anggaran Program adalah anggaran untuk membiayai pelaksanaan Program Kerja
Nasional DPP KNPI yang ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional, disusun oleh Sekretaris
Jenderal dan Bendahara umum untuk berlaku selama 1 (satu) tahun anggaran;
e. Selanjutnya akan di atur dalam Peraturan Organisasi

Pasal 25
Pengelolaan
a. Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dikoordinir langsung oleh Bendahara dan
dilaporkan secara tertulis dalam setiap rapat Pleno DPP KNPI;
b. Transaksi pengeluaran keuangan DPP KNPI harus didahului dengan penandatanganan
persetujuan “speciment” (Nota Pertimbangan) oleh Ketua Umum, Sekretaris Jenderal
dan Bendahara Umum, dicatat secara berurutan berdasarkan hari, tanggal, bulan dan
tahun buku;

34
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
c. Pertanggungjawaban pemanfaatan keuangan dan harta benda kepanitiaan
dipertanggungjawabkan oleh Ketua, didampingi oleh Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal dan
Wakil-Wakil Bendahara Umum sesuai dengan tugas kerja komisinya masing-masing dalam
Rapat Pleno DPP KNPI;
d. Pengelolaan keuangan DPP KNPI harus dijamin pemanfaatannya secara
bertanggungjawab hanya untuk kepentingan organisasi, dengan menganut prinsip
efisiensi dan efektifitas;
e. Penyimpangan atas pengelolaan keuangan DPP KNPI yang menyebabkan organisasi
kehilangan sebagian hartanya, dipertanggungjawabkan oleh Bendahara, jika perlu
diberikan sanksi khusus terhadap pelakunya
f. Ketentuan Lebih Lanjut akan diatur dalam Peraturan Organisasi

BAB XII
PENUTUP
Pasal 26
Penutup
a. Struktur dan tata kerja ini bersifat mengikat bagi DPP KNPI dalam mengemban tugas
kebijaksanaan dan program organisasi;
b. Hal-hal yang belum ditetapkan dalam struktur dan tata kerja ini akan ditetapkan
selanjutnya oleh DPP KNPI;
c. Keputusan Struktur dan Tata Kerja ini dinyatakan berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan
akan dilakukan peninjauan sebagaimana mestinya jika terjadi kekeliruan didalamnya.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 30 April 2015

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

35
“Trust For Harmony
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. Email : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
------------------------------------------------
Nomor : 02/PO/KNPI/IV/2015

TENTANG
MUSYAWARAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA / KECAMATAN
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Menimbang : 1. Bahwa kesinambungan dan pengembangan peran organisasi secara


effektif dan effisien, sangat ditentukan oleh penataan segenap
perangkat organisasi di setiap tingkatan;

2. Bahwa Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan


merupakan perangkat institusi tertinggi organisasi yang menentukan
kadar perkembangan organisasi pada tingkatan tersebut, oleh karena
itu pelaksanaan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota /
Kecamatan perlu penyesuaian dalam rangka menunjang dan
mewujudkan hasil-hasil Kongres XIV Pemuda/KNPI Tahun 2015;

3. Bahwa penataan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota /


Kecamatan sebagai bagian dari penataan organisasi harus dilakukan
secara nasional dengan memperhatikan kepentingan perwujudan sifat
dan fungsi KNPI;

4. Bahwa untuk itu diperlukan Peraturan Organisasi KNPI tentang


pelaksanaan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan,
sebagai keputusan organisasi yang memberi arah dan pedoman
penyelenggaraan Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota /
Kecamatan KNPI di seluruh Indonesia.

Mengingat : - Anggaran Dasar KNPI Bab VII Pasal 15,19, 20, 21,22,23,24,25,26 dan
Anggaran Rumah Tangga KNPI Bab II Pasal 8,9,10,11,12,13,14.

Memperhatikan : - Keputusan Rapat Pleno ke I DPP KNPI - tanggal 30 April 2015.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA


TENTANG PELAKSANAAN MUSYAWARAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA/
KECAMATAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA.

36
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia adalah pemegang kedaulatan


tertinggi Komite Nasional Pemuda Indonesia di tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten/Kota
dan tingkat Kecamatan yang selanjutnya di dalam Peraturan Organisasi ini disebut
Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan Muscam, yang diadakan setiap 3
(tiga) tahun sekali.

BAB II
TUGAS DAN WEWENANG

Pasal 2

Tugas dan wewenang Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan adalah :

(1) Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan adalah pemegang kekuasaan


tertinggi KNPI di setiap tingkatan
(2) Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan utusan Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP yang berhimpun disemua tingkatannya dan
Dewan Pengurus KNPI
(3) Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dilaksanakan sekali dalam 3
(tiga) tahun
(4) Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan Berwewenang :
a. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus dan Majelis Pemuda Indonesia
b. Menetapkan Pokok – Pokok Program Kerja dan Organisasi KNPI Provinsi/ Kabupaten/
Kota/Kecamatan dalam rangka penjabaran pelaksanaan Pokok – Pokok Program
Kerja Nasional dan Organisasi (PPKNO)
c. Memilih dan Menetapkan Ketua/Ketua Formatur Dewan Pengurus KNPI Provinsi /
Kabupaten / Kota / Kecamatan
d. Memilih dan Menetapkan Anggota Formatur
e. Memilih dan Menetapkan Anggota Majelis Pemuda Indonesia KNPI Provinsi /
Kabupaten / Kota / Kecamatan
f. Merekomendasikan Waktu dan tempat pelaksanaan Musyawarah Provinsi /
Kabupaten / Kota / Kecamatan

BAB III
PENYELENGGARAAN
MUSYAWARAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA / KECAMATAN

Pasal 3

1). Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah
KNPI.
2). Musyawarah Kecamatan diselenggarakan oleh Pengurus Kecamatan.

Pasal 4

Penyelenggara Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan bertanggung jawab:


(1) Atas ketertiban dan kelancaran penyelenggaraan Musyawarah Provinsi / Kabupaten /
Kota / Kecamatan.

37
(2) Atas berlangsungnya Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dalam
suasana kebersamaan, dengan hikmah kebijaksanaan, demi permusyawaratan dan
permufakatan.

BAB IV
PESERTA, PENINJAU DAN UNDANGAN
Peserta
Pasal 5

a. Musyawarah Daerah KNPI Provinsi.


1. Peserta Musyawarah Daerah KNPI Provinsi adalah :
a. Utusan Dewan Pengurus Pusat KNPI;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi;
c. Utusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota
d. Majelis Pemuda Indonesia Provinsi;
e. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional
Tingkat Provinsi .
2. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di singkat OKP yang ditetapkan pada
Kongres XIV Pemuda/KNPI, yang memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Memiliki Perwakilan/Pengurus di tingkat Provinsi.
b. Telah melaksanakan Musyawarah Daerah/Provinsi, yang kepengurusannya
telah definitif,
c. Memiliki struktur lengkap di tingkat Kabupaten/Kota di wilayah administrasi
Provinsi tersebut, serta dibuktikan dengan kepengurusanya di Kabupaten/
Kota,
d. Melampirkan/menyampaikan Surat Pernyataan Keberhimpunan di tingkat
Dewan Pengurus Pusat, sebagai bukti bahwa OKP Nasional tersebut telah
menerima syarat-syarat keberhimpunan,
e. OKP Nasional yang telah definitif kepengurusannya di tingkat Provinsi, untuk
pertama kali mengikuti Musyawarah Provinsi Pemuda/KNPI, langsung
ditetapkan menjadi peninjau dalam Musyawarah Provinsi tersebut, yang
kemudian status peserta penuhnya pada pelaksanaan Musyawarah Provinsi
berikutnya,
3. Untuk organisasi kepemudaan lainnya di tingkat Provinsi tahapan kepersertaannya,
sebagai berikut :
a. Akte pendirian organisasi kepemudaan,
b. Terdaftar di Kesbangpol Provinsi sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda,
c. Menyampaikan surat permohonan pernyataan keberhimpunan di tingkat
Provinsi,
d. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di tingkat Provinsi untuk pertama kali
mengikuti Musyawarah Provinsi, ditetapkan sebagai Peninjau dan pada
Musyawarah Provinsi berikutnya dapat ditetapkan menjadi peserta penuh.

b. Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota.


1. Peserta Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota adalah :
a. Utusan Dewan Pengurus KNPI Provinsi;
b. Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
c. Utusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota
d. Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota;
e. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional
Tingkat Kabupaten/Kota .

38
2. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di singkat OKP yang ditetapkan pada
Kongres XIV Pemuda/KNPI, yang memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Memiliki Perwakilan/Pengurus di tingkat Kecamatan,
b. Telah melaksanakan Musyawarah Daerah/Kabupaten/Kota, yang
kepengurusannya telah definitif,
c. Memiliki struktur lengkap di tingkat Kecamatan di wilayah administrasi
Kabupaten/Kota tersebut, serta dibuktikan dengan kepengurusanya di
Kecamatan,
d. Melampirkan/menyampaikan Surat Pernyataan Keberhimpunan di tingkat
Dewan Pengurus Pusat, sebagai bukti bahwa OKP Nasional tersebut telah
menerima syarat-syarat keberhimpunan,
e. OKP Nasional yang telah definitif kepengurusannya di tingkat
Kabupaten/Kota, untuk pertama kali mengikuti Musyawarah Kabupaten/Kota
Pemuda/KNPI, langsung ditetapkan menjadi peninjau dalam Musyawarah
Kabupaten/Kota tersebut, yang kemudian status peserta penuhnya pada
pelaksanaan Musyawarah Kabupaten/Kota berikutnya,
3. Untuk organisasi kepemudaan lainnya di tingkat Kabupaten/Kota tahapan
kepersertaaannya, sebagai berikut :
a. Akte pendirian organisasi kepemudaan,
b. Terdaftar di Kesbangpol Kabupaten/Kota sebagai Organisasi Kemasyarakatan
Pemuda,
c. Menyampaikan surat permohonan pernyataan keberhimpunan di tingkat
Kabupaten/Kota,
d. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di tingkat Kabupaten/Kota untuk
pertama kali mengikuti Musyawarah Kabupaten/Kota, ditetapkan sebagai
Peninjau dan pada Musyawarah Kabupaten/Kota berikutnya dapat ditetapkan
menjadi peserta

c. Musyawarah KNPI Kecamatan :


1. Peserta Musyawarah Kecamatan/Distrik KNPI :
a. Utusan Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota;
b. Pengurus Kecamatan/Distrik KNPI;
c. Majelis Pemuda Indonesia KNPI Kecamatan/ Distrik;
d. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional
Tingkat Kecamatan/Distrik.
2. Untuk organisasi kepemudaan lainnya di tingkat Kecamatan tahapan
kepersertaaannya, sebagai berikut :
a. Akte pendirian organisasi kepemudaan,
b. Terdaftar di Kesbangpol Kabupaten/Kota sebagai Organisasi Kemasyarakatan
Pemuda,
c. Menyampaikan surat permohonan pernyataan keberhimpunan di tingkat
Kecamatan,
d. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di tingkat Kecamatan untuk pertama kali
mengikuti untuk Musyawarah Kecamatan, ditetapkan sebagai Peninjau dan
pada Musyawarah Kecamatan berikutnya dapat ditetapkan menjadi peserta
penuh.

d. Jumlah Peserta Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan ditentukan oleh


DPD KNPI dan Pengurus Kecamatan serta dikoordinasikan dengan tingkatan
organisasinya.

39
Pasal 6
Peninjau

1) Peninjau Musyawarah Daerah KNPI Provinsi terdiri dari :


a. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional Tingkat
Provinsi yang untuk kedua kalinya mengikuti Musyawarah Daerah KNPI Provinsi;
b. Utusan Badan Khusus/Lembaga Otonom DPD KNPI Provinsi
c. Utusan Dewan Pengurus Kecamatan/ Distrik

2) Peninjau Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota terdiri dari :


a. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional Tingkat
Kabupaten/Kota yang untuk kedua kalinya mengikuti Musyawarah Daerah KNPI
Kabupaten/Kota;
b. Utusan Badan Khusus/Lembaga Otonom DPD KNPI Kabupaten/Kota
c. Utusan Dewan Pengurus Kecamatan/ Distrik

3) Peninjau Musyawarah Kecamatan/ Distrik KNPI terdiri dari :


a. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional Tingkat
Kecamatan/Distrik yang untuk kedua kalinya mengikuti Musyawarah
Kecamatan/Distrik KNPI;
b. Utusan Badan Khusus/Lembaga Otonom Dewan Pengurus Kecamatan/
Distrik KNPI

Pasal 7
Undangan

1) Undangan Musyawarah Daerah KNPI Provinsi KNPI terdiri dari :


a. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional Tingkat
Provinsi yang untuk pertama kalinya mengikuti Musyawarah Daerah KNPI
Provinsi.
b. Utusan Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota
c. Undangan lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI

2) Undangan Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota KNPI terdiri dari :


a. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional Tingkat
Kabupaten/Kota yang untuk pertama kalinya mengikuti Musyawarah Daerah KNPI
Kabupaten/Kota.
b. Utusan Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota
c. Undangan lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Daerah KNPI

3) Undangan Musyawarah Kecamatan/Distrik KNPI terdiri dari :


a. Utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda disingkat OKP Nasional Tingkat
Kecamatan/Distrik KNPI yang untuk pertama kalinya mengikuti
Musyawarah Kecamatan/Distrik KNPI.
b. Undangan lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Kecamatan KNPI

HAK SUARA DAN BICARA


Pasal 8

Peserta berhak :

(1) Atas satu hak suara yang dapat dipergunakan dalam pengambilan keputusan.
(2) Mengajukan pertanyaan, usul dan/atau pendapat, baik lisan maupun tertulis atas seizin
pimpinan sidang.

40
(3) Setiap utusan mempunyai hak kesempatan dan kebebasan yang sama untuk
mengeluarkan pendapat/kritik dan saran yang bersifat membangun.

Pasal 9

Peninjau berhak :

(1) Mengajukan pertanyaan, usul dan/atau pendapat baik lisan maupun tertulis, atas seizin
Pimpinan Sidang.
(2) Setiap peninjau mempunyai hak, kesempatan dan kebebasan yang sama untuk
mengeluarkan pendapat / kritik dan saran yang bersifat membangun.

Pasal 10

Undangan :

(1) Tidak memiliki hak suara atau hak bicara


(2) Apabila undangan ingin menyampaikan usul dan saran dapat dilakukan dengan cara
tertulis,
(3) Apabila Pimpinan Sidang menganggap penting terhadap saran dan usulannya, maka
pimpinan sidang dapat mengijinkan undangan tersebut untuk berbicara sampai batas
waktu yang ditentukan.

BAB V
WAKTU DAN TEMPAT
Pasal 11

(1) Pelaksanaan Musyawarah Provinsi, Kabupaten / Kota dan Musyawarah Kecamatan sesuai
periodesasi kepengurusan.

(2) Untuk DPD tingkat Provinsi yang selama periode kepengurusannya masih terdapat DPD
tingkat Kabupaten/Kota yang telah habis masa kepengurusannya, namun sampai
Periodisasinya berakhir ini belum melaksanakan Musyawarah Kabupaten/Kota, maka
DPD tingkat Provinsi harus sesegera mungkin menuntaskan Musyawarah Kabupaten/Kota
tersebut terlebih dahulu.

(3) Apabila pada ayat (1) dan (2) tidak juga terlaksana, maka Majelis Pemuda Indonesia
dapat mengambil alih setelah mendapat persetujuan tertulis DPP KNPI, sedangkan pada
tingkat Musyawarah Kecamatan diserahkan kepada DPD tingkat Kabupaten/Kota.

(4) Untuk DPD Tingkat Provinsi pelaksanaan Musyawarah Provinsi dijadwalkan oleh DPP
KNPI, untuk DPD Tingkat Kota/Kabupaten pelaksanaan Musyawarah Kabupaten / Kota
dijadwalkan oleh DPD Tingkat Provinsi dan untuk Pengurus Kecamatan pelaksanaan
Musyawarah Kecamatan dijadwalkan oleh DPD Tingkat Kabupaten/Kota.

(5) Waktu Pelaksanaan Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kecamatan di tentukan


oleh Dewan pengurus satu tingkat diatasnya.

(6) Waktu Pelaksanaan Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan di usulkan 1


(satu) bulan sebelum waktu pelaksanaan musyawarah daerah dilaksanakan atau
sebelum masa baktinya berakhir yang mendapatkan persetujuan dewan pengurus satu
(1) tingkat diatasnya

41
Pasal 12

Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan dilaksanakan di Ibukota Provinsi/


Kabupaten/Kota/Kecamatan dan atau disesuaikan dengan kemampuan daerah/kecamatan
yang bersangkutan.

BAB VI
MUSYAWARAH
Pasal 13

Sidang-Sidang Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan terdiri :

(1) Sidang Pleno,


(2) Sidang Komisi
(3) Sidang Komisi Khusus dan/atau Sub Komisi bila dianggap perlu.

Pasal 14

(1) Tugas dan Wewenang Sidang Pleno :

a. Mendengarkan pengarahan dan ceramah sesuai dengan ketentuan Musyawarah


Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan.
b. Mendengar Laporan Pertanggung Jawaban DPD KNPI/Pengurus Kecamatan.
c. Memberikan penilaian atas Laporan Pertanggung Jawaban DPD KNPI/Pengurus
Kecamatan yang disampaikan melalui Pandangan Umum.
d. Mengesahkan Laporan Pertanggung Jawaban DPD KNPI/ Pengurus Kecamatan.
e. Menetapkan Program Umum KNPI Daerah / Kecamatan yang berpedoman kepada
Pokok-pokok Program Kerja Nasional Organisasi KNPI hasil Kongres Pemuda/KNPI
dan Program Kerja Hasil RAKERNAS.
f. Membentuk Komisi-komisi menurut kebutuhan.
g. Mendengarkan Laporan Komisi untuk mendapatkan penilaian dan pengesahan
Sidang Pleno.
h. Memilih Ketua DPD / Ketua Pengurus Kecamatan
i. Memilih formatur.
j. Mengesahkan Majelis Pemuda Indonesia tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten/Kota
dan Dewan Pengurus Daerah KNPI untuk masa bhakti berikutnya.

(2) Tugas dan wewenang Sidang Komisi :

a. Memusyawarahkan dan mengambil Keputusan mengenai hal-hal yang menjadi


lingkup tugasnya.
b. Melaporkan hasil-hasil Sidang Komisi kepada Sidang Pleno Musyawarah Provinsi /
Kabupaten / Kota / Kecamatan setelah ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris
Sidang Komisi yang bersangkutan.

Pasal 15

(1) Setiap Peserta harus menjadi anggota salah satu Komisi Musyawarah Provinsi /
Kabupaten / Kota / Kecamatan.

(2) Setiap Peninjau berhak menjadi salah satu anggota Komisi Musyawarah Provinsi /
Kabupaten / Kota / Kecamatan.
(3) Jumlah anggota masing-masing Komisi disusun secara proporsional.

42
Pasal 16

Pimpinan Sidang :

(1) Pimpinan Sidang Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dipilih dari dan
oleh Peserta Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan.
(2) Setiap Sidang dipimpin oleh Pimpinan Sidang berjumlah 5 orang, masing-masing 1 (satu)
orang dari DPP, DPD tingkat Provinsi, DPD tingkat Kabupaten/Kota,Sebagai pimpinan
Musda dan 2 (dua) orang dari unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP)/Institusi
Kepemudaan lainnya.
(3) Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan di pimpin oleh Dewan Pengurus
satu tingkat diatasnya
(4) Pimpinan Sidang Pleno terdiri dari Seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua, seorang
Sekretaris dan 2 orang anggota.
(5) Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi.
(6) Pimpinan Sidang merangkum seluruh pembicaraan, mendudukkan persoalan,
meluruskan pembicaraan serta berusaha mempertemukan pendapat sesuai acara
persidangan.

BAB VII
QUORUM DAN TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 17

(1) Sidang Pleno Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan dinyatakan sah
apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah Peserta, sesuai pengaturan dalam Pasal
5 ayat 3 Peraturan Organisasi ini dan ART BAB VI Pasal 28.
(2) Dalam hal pemilihan formatur, Sidang Pleno Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota /
Kecamatan sekurang-kurangnya dihadiri oleh lebih dari ½ jumlah utusan.

Pasal 18

(1) Setiap Sidang Pleno memerlukan quorum seperti tersebut dalam Pasal 14 ayat 1
Peraturan Organisasi ini.
(2) Apabila hal dimaksud dalam ayat 1 pasal ini tidak tercapai maka Sidang ditunda paling
lama 2 kali dalam 30 menit.
(3) Apabila setelah 2 kali penundaan masih juga ( ayat 1 dan ayat 2 pasal ini) belum
tercapai, maka Sidang dianggap memenuhi quorum dan dapat mengambil keputusan.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 19

Pengambilan Keputusan pada azasnya diusahakan sejauh mungkin secara musyawarah untuk
mencapai mufakat. Apabila hal ini tidak mungkin maka Keputusan diambil berdasarkan
suara terbanyak dalam suasana dan semangat kebersamaan untuk menunjang kebersamaan
Pemuda Indonesia, sesuai dengan ART KNPI Pasal 28.

Pasal 20

Keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak, bila adanya pendirian-pendirian


argumentatif bertentangan, yang tidak dapat didekatkan lagi, atau karena desakan waktu
dalam pengambilan keputuan.

43
Pasal 21

(1) Apabila diambil Keputusan berdasarkan suara terbanyak hasilnya sama, maka
pemungutan suara diulang.
(2) Penyampaian suara dilakukan oleh utusan untuk menyatakan sikap setuju, menolak,
atau abstain secara lisan, tertulis, atau mengacungkan tangan.
(3) Pengambilan Keputusan berdasarkan suara terbanyak dilakukan dengan mengadakan
perhitungan secara langsung.
(4) Apabila dalam pengambilan Keputusan dalam hal pemilihan Ketua/Formature tetap
hasilnya sama maka, Dewan Pengurus satu tingkat diatasnya memfasilitasi dalam
rangka pengambilan keputusan kemudian di tentukan oleh dewan pengurus satu
diatasnya dengan mendapatkan persetujuan peserta musyawarah

BAB VIII
DEWAN PENGURUS DAERAH KNPI
Pasal 22

Dewan Pengurus Daerah Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan terdiri dari :

a. Ketua
b. Wakil-Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Wakil-Wakil Sekretaris
e. Bendahara
f. Wakil-Wakil Bendahara
g. Departemen-Departemen
Jumlah anggota pengurus disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan daerah
Provinsi/Kabupaten / Kecamatan yang tidak bertentangan dengan AD/ART KNPI.

Pasal 23

Bidang dipilih dan ditetapkan melalui Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan


yang terdiri sebagai berikut :

1. Bidang/Departemen Organisasi
2. Bidang/Departemen Kaderisasi & Keanggotaan
3. Bidang/Departemen Hubungan Antar Lembaga
4. Bidang/Departemen Politik
5. Bidang/Departemen Pengabdian Masyarakat & Sosial
6. Bidang/Departemen Kajian Strategis
7. Bidang/Departemen Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
8. Bidang/Departemen Telekomunikasi & Informatika
9. Bidang/Departemen Pendidikan & Kebudayaan
10. Bidang/Departemen Maritim & Kelautan
11. Bidang/Departemen Kesehatan
12. Bidang/Departemen Koperasi & UKM
13. Bidang/Departemen Kehutanan
14. Bidang/Departemen Sumber Daya Alam, Energi & Mineral
15. Bidang/Departemen Perindustrian
16. Bidang/Departemen Pertanahan & Agraria
17. Bidang/Departemen Hukum & HAM
18. Bidang/Departemen Agama
19. Bidang/Departemen Tenaga Kerja
20. Bidang/Departemen Transmigrasi
21. Bidang/Departemen Olah Raga

44
22. Bidang/Departemen Pemberdayaan Perempuan
23. Bidang/Departemen Lingkungan Hidup
24. Bidang/Departemen Pembangunan Pedesaan,Daerah Tertinggal & Perbatasan
25. Bidang/Departemen Penelitian & Pengembangan
26. Bidang/Departemen Pariwisata & Ekonomi Kreatif
27. Bidang/Departemen Penanggulangan Teroris & Narkoba
28. Bidang/Departemen Pertanian
29. Bidang/Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional
30. Bidang/Departemen Kerjasama Parlemen & Legislatif
31. Bidang/Departemen Kebijakan Publik
32. Bidang/Departemen Riset & Teknologi
33. Bidang/Departemen Perdagangan
34. Bidang/Departemen Keluarga Berencana & Kependudukan
35. Bidang/Departemen Penanggulangan Bencana Alam
36. Bidang/Departemen Penanaman Modal & Investasi
37. Bidang/Departemen Pelajar & Mahasiswa
38. Bidang/Departemen Pemberantasan Korupsi
39. Bidang/Departemen Hubungan Antar Lembaga Negara
40. Bidang/Departemen Infrastruktur & Tata Kota
41. Bidang/Departemen Otonomi Daerah
42. Bidang/Departemen Perhubungan
43. Bidang/Departemen Kajian Daerah & Keistimewaan Daerah
44. Bidang/Departemen Perlindungan Anak
45. Bidang/Departemen Penggalangan Opini & Publikasi

BAB IX
SYARAT-SYARAT, TATA CARA PEMILIHAN KETUA DAN FORMATUR

Pasal 24

Syarat sebagai Bakal Calon Ketua DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan :

1). Untuk Calon Ketua DPD KNPI Tingkat Provinsi (ART Bab IV Pasal 20 ayat 3);
a. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai Ketua;
b. Pernah atau Sedang Menjabat Sebagai Unsur Pimpinan Dewan Pengurus Daerah
KNPI Provinsi dan atau Unsur Pimpinan OKP Nasional Tingkat Provinsi, dibuktikan
dengan menunjukkan SK Kepengurusan di masing masing lembaga.
c. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta dalam Musyawarah daerah KNPI
Provinsi;
d. Berusia tidak lebih 40 tahun (dalam artian belum genap 41 tahun)
e. Berprestasi, berdedikasi, loyal terhadap organisasi / negara, bermoral, tak tercela
dan bebas Narkoba serta bersedia bertanggungjawab untuk melaksanakan amanat
organisasi hingga akhir masa jabatan
f. Mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis dari :
- 3 (tiga) Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten/Kota,
- 6 (enam) OKP Nasional Tingkat Provinsi yang berhimpun dalam KNPI dan
berstatus sebagai peserta Musyawarah Daerah KNPI Provinsi,
- DPD KNPI Kabupaten/Kota dapat merekomendasikan lebih dari satu orang
calon,
- OKP Nasional Tingkat Provinsi hanya dapat memberikan rekomendasi kepada 1
(satu) orang calon. Apabila surat pencalonan bakal calon Ketua yang
dikeluarkan oleh OKP Nasional Tingkat Provinsi lebih dari 1 (satu)
dukungan kepada bakal calon lainnya maka surat dukungan tersebut
dinyatakan batal.

45
g. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Pokok-Pokok Pikiran mengenai Visi dan
Misi serta strategi dan kebijakan dalam memajukan KNPI dihadapan peserta
Musyawarah Daerah KNPI Provinsi.

2). Untuk Calon Ketua DPD KNPI Tingkat Kabupaten/Kota (ART Bab IV Pasal 21 ayat 3);
a. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai Ketua;
b. Pernah atau Sedang Menjabat Sebagai Unsur Pimpinan Dewan Pengurus Daerah
KNPI Kabupaten/Kota dan atau Unsur Pimpinan OKP Nasional Tingkat
Kabupaten/Kota, dibuktikan dengan menunjukkan SK Kepengurusan di masing-
masing lembaga.
c. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta dalam Musyawarah Daerah KNPI
Kabupaten/Kota;
d. Berusia tidak lebih 40 tahun (dalam artian belum genap 41 tahun)
e. Berprestasi, berdedikasi, loyal terhadap organisasi / negara, bermoral, tak tercela
dan bebas Narkoba serta bersedia bertanggungjawab untuk melaksanakan amanat
organisasi hingga akhir masa jabatan
f. Mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis dari :
- 3 (tiga) Pengurus Kecamatan/Distrik KNPI,
- 6 (enam) OKP Nasional Tingkat Kabupaten/Kota yang berhimpun dalam KNPI
dan berstatus sebagai peserta Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota,
- Pengurus Kecamatan KNPI dapat merekomendasikan lebih dari satu orang
calon,
- OKP Nasional Tingkat Provinsi hanya dapat memberikan rekomendasi kepada 1
(satu) orang calon. Apabila surat pencalonan bakal calon Ketua yang
dikeluarkan oleh OKP Nasional Tingkat Kabupaten/Kota lebih dari 1
(satu) dukungan kepada bakal calon lainnya maka surat dukungan
tersebut dinyatakan batal.
g. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Pokok-Pokok Pikiran mengenai Visi dan
Misi serta strategi dan kebijakan dalam memajukan KNPI dihadapan peserta
Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten/Kota.

3). Untuk Calon Ketua Pengurus KNPI Kecamatan (ART Bab IV Pasal 22 ayat 3);
a. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai Ketua;
b. Pernah dan Sedang Menjabat Sebagai Unsur Pimpinan Dewan Pengurus Kecamatan
KNPI dan atau Unsur Pimpinan OKP Nasional Tingkat Kecamatan/ Distrik,
dibuktikan dengan menunjukkan SK Kepengurusan di masing-masing lembaga.
c. Didukung sekurang-kurangnya 20 % suara peserta dalam Musyawarah
Kecamatan/Distrik KNPI;
d. Berusia tidak lebih 40 tahun (dalam artian belum genap 41 tahun)
e. Berprestasi, berdedikasi, loyal terhadap organisasi / negara, bermoral, tak tercela
dan bebas Narkoba serta bersedia bertanggungjawab untuk melaksanakan amanat
organisasi hingga akhir masa jabatan
f. Mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis sekurang-kurangnya 6 (enam) OKP
Nasional Tingkat Kecamatan/Distrik yang berhimpun dalam KNPI dan berstatus
sebagai peserta Musyawarah Kecamatan/Distrik KNPI Kabupaten/ Kota; Nasional
Tingkat Kecamatan/ Distrik yang berhimpun dalam KNPI dan berstatus sebagai
peserta Musyawarah Kecamatan/ Distrik KNPI Kabupaten/Kota;
g. Menyampaikan Daftar Riwayat Hidup dan Pokok-Pokok Pikiran mengenai Visi dan
Misi serta strategi dan kebijakan dalam memajukan KNPI dihadapan peserta
Musyawarah Kecamatan/ Distrik KNPI.
h. Apabila surat pencalonan bakal calon Ketua yang dikeluarkan oleh OKP
Nasional Tingkat Kecamatan/Distrik terdapat lebih dari 1 (satu) dukungan
kepada bakal calon lainnya maka surat dukungan tersebut dinyatakan batal.

46
Pasal 25
Tata Cara Pemilihan

Tata Cara Pemilihan Ketua DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan :


1. Bakal Calon dinyatakan sah sebagai bakal calon oleh Pimpinan Sidang setelah
diverifikasi oleh Panitia Pengarah Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan,
sejak dibukanya pendaftaran sampai batas waktu penutupan pendaftaran bakal calon.
2. Ketua dipilih dari calon-calon ketua yang telah memenuhi persyaratan dan disahkan
oleh peserta didalam sidang pleno.
3. Sebelum pemilihan Ketua dilaksanakan, maka para calon Ketua diberikan kesempatan
untuk menyampaikan konsep kepemimpinannya dengan mengacu kepada Program
Kerja KNPI hasil Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan.
4. Apabila hanya 1 (satu) orang calon yang memenuhi syarat 20 % suara, langsung
ditetapkan menjadi Ketua terpilih,
5. Apabila salah satu calon mendapatkan suara 50 % + 1 suara, maka langsung ditetapkan
menjadi Ketua terpilih,
6. Apabila ada dua atau lebih calon yang mendapat 20 % suara, maka dilanjutkan dengan
pemilihan putaran ke dua. Di dalam pemilihan putaran ke dua bagi calon yang
mendapatkan suara terbanyak, maka ditetapkan menjadi Ketua terpilih,
7. Pemilihan Ketua DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota diselenggarakan pada forum
Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai dengan prosedur dan tata
tertib yang ditetapkan pada forum tersebut,
8. Hal-hal mengenai Mekanisme Pemilihan Ketua DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/
Kota/Kecamatan dan lain-lain yang belum diatur secara rinci dalam Peraturan
Organisasi ini akan diatur lebih lanjut di dalam Tata Tertib Musyawarah
Provinsi/Kabupaten/ Kota/Kecamatan,

Pasal 26
Formatur

(1) Formatur dipilih dari dan oleh Peserta didalam Sidang Pleno.
(2) Formatur Musyawarah Provinsi sebanyak 7 (tujuh) orang yang dipilih dari Peserta dalam
Musyawarah Provinsi yang terdiri dari :
a) Unsur DPP KNPI 1 (satu) orang.
b) Ketua MPI Tingkat Provinsi demisioner 1 (satu) orang
c) Ketua DPD Tingkat Provinsi demisioner 1 (satu) orang
d) Ketua DPD Tingkat Provinsi terpilih 1 (satu) orang.
e) Unsur DPD Tingkat Kabupaten/Kota 1 (satu) orang.
f) Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Provinsi/Organisasi
Kepemudaan lainnya 2 (dua) orang.
(3) Formatur Musyawarah Kabupaten/Kota sebanyak 7 (tujuh) orang yang dipilih dari
Peserta dalam Musyawarah Kabupaten/Kota yang terdiri dari :
a) Unsur DPD Tingkat Provinsi 1 (satu) 0rang.
b) Ketua MPI Tingkat Kabupaten/Kota 1 (satu) orang
c) Ketua DPD Tingkat Kabupaten/Kota demisioner 1 (satu) orang
d) Ketua terpilih DPD Tingkat Kabupaten/Kota 1 (satu) orang.
e) Unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Tingkat Kabupaten / Kota / Institusi
Kepemudaan lainnya 2 (dua) orang.
f) Unsur KNPI Kecamatan 1 (satu) orang.
(4) Formatur Musyawarah Kecamatan sebanyak 5 (lima) orang yang dipilih dari Peserta
dalam Musyawarah Kecamatan terdiri dari :
a) Ketua Terpilih
b) Ketua Demisioner Pengurus Kecamatan
c) Unsur DPD Tingkat Kabupaten/Kota
47
d) Unsur OKP/ Institusi Kepemudaan lainnya 2 (dua) orang.
(5) Komposisi formatur terdiri dari Seorang Ketua merangkap Anggota, Seorang Sekretaris
merangkap Anggota dan Anggota-Anggota.
(6) Ketua Tim Formatur untuk Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan
adalah Ketua Terpilih.
(7) Formatur mempunyai mandat penuh untuk menyusun kepengurusan dengan
memperhatikan usulan nama-nama resmi yang direkomendasikan oleh OKP / institusi
kepemudaan yang telah ditetapkan sebagai Peserta maupun Peninjau Musda.
(8) Nama-nama calon pengurus yang direkomendasikan wajib melampirkan daftar riwayat
hidup (ART Bab II Pasal 6, 7 dan 8).
(9) Rekomendasi calon pengurus selambat-lambatnya disampaikan pada saat pendaftaran
peserta Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan.
(10) Masa Kerja Formatur dalam menyusun Kepengurusan paling lama 6 (enam) minggu
terhitung sejak Formatur ditetapkan.

BAB X
CALON DEWAN PENGURUS KNPI
Pasal 27

Yang dapat menjadi Dewan Pengurus KNPI :

1. Menerima Deklarasi Pemuda Indonesia, Permufakatan Pemuda Indonesia, AD/ART,


Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional (POPKN), Peraturan Organisasi lainnya
serta mempunyai waktu dan bersedia untuk berpartisipasi aktif dalam kepengurusan
KNPI.
2. Diusulkan secara resmi oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan/atau Dewan
Pengurus KNPI.
3. Berprestasi, berdedikasi, loyal terhadap Organisasi/Negara, bermoral, tak tercela dan
bebas Narkoba serta bersedia bertanggungjawab untuk melaksanakan amanat organisasi
hingga akhir masa jabatan.
4. Tidak melebihi 3 (tiga) kali periodesasi Kepengurusan KNPI pada tingkatan yang sama.

BAB XI
PELANTIKAN PENGURUS
Pasal 28

1. Pelantikan Kepengurusan DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan dilaksanakan


paling lambat 4 (empat) minggu setelah ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan
Pengurus satu tingkat diatasnya.
2. Pelantikan dilaksanakan setelah dikonsultasikan dengan Dewan Pengurus satu tingkat
diatasnya.

Hal-hal yang berkaitan dengan pelantikan Pengurus tingkat Provinsi atau tingkat
Kabupaten/Kota akan diatur tersendiri dalam Petunjuk Pelaksanaan.

BAB XII
ORIENTASI PENGURUS
Pasal 29

Setelah pengurus tingkat Provinsi atau tingkat Kota/Kabupaten terpilih langsung


dilanjutkan dengan orientasi penyamaan Visi dan persepsi fungsionaris/pengurus baru KNPI
Tingkat Provinsi/ Kabupaten/Kota.

48
Pasal 30

Hal-hal yang menyangkut pelaksanaan orientasi Penyamaan visi dan persepsi fungsionaris/
pengurus baru KNPI tingkat Provinsi atau tingkat Kota/Kabupaten akan diatur tersendiri
dalam Petunjuk Pelaksanaan.

BAB XIII
PERATURAN PERALIHAN
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 31

1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan ditetapkan oleh
Dewan Pengurus Pusat KNPI
2. Dalam hal situasi luar biasa dalam pelaksanaan Musyawarah Provinsi/ Kabupaten/
Kota/Kecamatan menyangkut keamanan, ketertiban dan terjadi pelanggaran AD/ART
serta Peraturan Organisasi KNPI maka Dewan Pengurus satu tingkat diatasnya dapat
mengambil alih atau memberhentikan sementara pelaksanaan musyawarah
Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan.
3. Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan di jadwalkan ulang oleh Dewan
Pengurus satu tingkat diatasnya.melalui Surat Keputusan.

Pasal 32

Peraturan Organisasi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015
---------------------------------------

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

49
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
------------------------------------------------
Nomor : 03/PO/KNPI/IV/2015

Tentang

DISIPLIN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Menimbang: 1. Bahwa dalam suatu organisasi yang sehat para pengurus dan
anggota diharapkan dapat bersama-sama berusaha
mempertahankan serta meningkatkan kinerja organisasi sehingga
bermanfaat bagi kemajuan organisasi dalam perannya di tengah-
tengah masyarakat;

2. Bahwa untuk tercapainya maksud tersebut di atas sangat


ditentukan oleh suasana kondusif di dalam organisasi agar dapat
melaksanakan program kerjanya;

3. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan


Organisasi yang mengatur tentang Disiplin Organisasi Komite
Nasional Pemuda Indonesia.

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;

2. Pokok-Pokok Program Kerja Nasional Organisasi (PPPKNO) KNPI;

Memperhatikan : 1. Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 01/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Pedoman Struktur dan Tata Kerja DPP KNPI Masa Bakti 2015 -
2018;

4. Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI ke I tanggal 30 April 2015.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INIDONESIA


TENTANG DISIPLIN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA
INDONESIA.

50
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB I
PENDAHULUAN

Pasal 1

1. Bahwa sesungguhnya dalam suatu organisasi yang sehat para pengurus dan anggota
sama-sama berusaha untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerja organisasi
sehingga bermanfaat bagi kiprah dan kemajuan organisasi di tengah-tengah
masyarakat pada umumnya dan dikalangan anggota pada khususnya.

2. Bahwa untuk tercapainya maksud tersebut diatas sangat ditentukan kepada


suasana kondusif di dalam organisasi agar organisasi beserta perangkat-perangkat
yang dimiliki dapat melaksanakan program kerja sebagaimana yang diamanahkan
oleh Kongres / Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan.

3. Oleh karena itu perlu diatur sebuah Peraturan Organisasi yang mengatur Disiplin
Organisasi KNPI. Peraturan Organisasi ini bertujuan memberikan panduan kepada
pengurus dan anggota di setiap tingkatan untuk mengetahui secara jelas hal-hal
yang menyangkut pelanggaran dan menyebabkan jatuhnya sanksi organisasi.

BAB II
PENGERTIAN DISIPLIN ORGANISASI

Pasal 2

(1) Disiplin adalah setiap perilaku positif yang berdasarkan kepada ketaatan kepatuhan
serta tunduk kepada Peraturan, norma dan prinsip-prinsip tertentu., Disiplin
berarti juga kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tenang dan tetap taat
walaupun dalam situasi yang sangat menekan sekalipun.

(2) Dalam kaitan dengan Disiplin Organisasi KNPI peraturan yang dimaksud adalah
konstitusi organisasi yang meliputi AD/ART, Peraturan Organisasi dan seterusnya,
Perundang-undangan Republik Indonesia dan Peraturan Pemerintah yang berlaku
serta etika dan norma-norma kesusilaan yang umum.

Pasal 3
Tindakan Disiplin

Tindakan Disiplin adalah setiap upaya yang dilakukan organisasi terhadap anggotanya
dalam rangka menjaga dan mempertahankan semangat, kinerja dan nama baik
organisasi. Pada dasarnya setiap tindakan disiplin dengan memperhatikan sifat dan
kadar pelanggaran yang dilakukan.

BAB III
PELANGGARAN DAN SANKSI

Pasal 4

(1) Pelanggaran adalah setiap perbuatan yang dilakukan baik secara perorangan
maupun bersama-sama dengan sengaja melanggar AD/ART, Peraturan Organisasi,
ketentuan organisasi lainnya; perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang

51
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
berlaku serta etika, norma-norma susila umum lainnya yang berakibat menghambat
kinerja organisasi KNPI dan atau mencemarkan nama baik organisasi KNPI.

(2) Sanksi adalah setiap tindakan positif yang diambil oleh organisasi dalam rangka
meningkatkan kinerja anggota dan organisasi dan hal-hal yang berhubungan dengan
kemajuan dan nama baik organisasi KNPI.

(3) Sanksi didasarkan kepada :

a. Jenis pelanggaran
b. Frekuensi (seringnya/pengulangan) pelanggaran.
c. Besar kecilnya pelanggaran
d. Unsur kesengajaan.

Pasal 5
Jenis Pelanggaran

(1) Pelanggaran terhadap Konstitusi Organisasi, meliputi antara lain :


a. AD/ART KNPI
b. Peraturan Organisasi
c. Ketentuan-ketentuan Organisasi lainnya.

(2) Pelanggaran terhadap perundang-undangan serta peraturan pemerintah yang


berlaku, melakukan tindakan-tindakan hukum di bidang kriminal yang berakibat
jatuhnya vonis pidana oleh pengadilan dan sudah mendapatkan kekuatan hukum
tetap.

(3) Pelanggaran terhadap Etika Organisasi.


a. Melanggar azas kepatutan
b. Mengatasnamakan organisasi untuk kepentingan pribadi tanpa persetujuan
terlebih dahulu
c. Merusak citra serta nama baik organisasi.

(4) Pelanggaran Moral.


a. Melakukan perbuatan tercela
b. Melakukan perbuatan yang melanggar nilai-nilai kesusilaan yang berakibat
merugikan nama baik organisasi yang terbukti secara hukum.

Pasal 6
Jenis-Jenis Sanksi

Jenis-Jenis Sanksi :
(1) Teguran atau peringatan
(2) Penonaktifan (skorsing)
(3) Pemecatan
(4) Teguran atau peringatan dilakukan :
a. Kepada anggota dilakukan oleh Dewan Pengurus sesuai dengan tingkatan
kepengurusan organisasi.
b. Teguran atau peringatan tersebut di atas dilakukan secara lisan maupun
tertulis.
(5) Sanksi pada ayat (2) dan ayat (3) diatas dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat
dengan memperhatikan usul Dewan Pengurus Provinsi, setelah diberikan

52
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
kesempatan untuk membela diri selanjutnya segera diambil keputusan dalam
bentuk:

a. Membatalkan penonaktifan.
b. Menetapkan penonaktifan untuk jangka waktu tertentu.
c. Memecat

Pasal 7
Rehabilitasi

Rehabilitasi dalam rangka pemulihan nama baik organisasi/institusi dan perorangan


dapat dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat berdasarkan usul dan pertimbangan
Dewan Pengurus Provinsi/Kabupaten/Kota.

BAB IV
TATA CARA PEMBERIAN SANKSI

Pasal 8

Tata cara pemberian sanksi diatur dengan memberikan klasifikasi tingkat pelanggaran
sebagai berikut :

(1) Pelanggaran Ringan


(2) Pelanggaran Sedang
(3) Pelanggaran berat

Pasal 9
Jangka waktu penetapan sanksi

Jangka waktu penetapan sanksi :

(1) Lisan : 1 (satu) minggu


(2) Tertulis 1 : 1 (satu) bulan
(3) Tertulis 2 : 2 (dua) minggu
(4) Tertulis 3 : 2 (dua) minggu

Pasal 10
Wewenang Penetapan Sanksi

Wewenang penetapan sanksi :

Rapat Bidang Organisasi : Pelanggaran Ringan  Lisan


Rapat Harian : Pelanggaran Sedang  Tertulis
Rapat Pleno : Pelanggaran Berat  Pemecatan

Pasal 11
Hak Jawab

Hak jawab untuk pembelaan diberikan kepada organisasi / institusi maupun


perorangan sesuai dengan penetapan sanksi.

53
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB V
PENUTUP

Pasal 12

(1) Peraturan Disiplin Organisasi ini dibuat dengan mengacu kepada :

a. Perundang-undangan serta peraturan pemerintah yang berlaku.


b. AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi serta Ketentuan Organisasi lainnya.
c. Sistem Nilai serta norma Etika yang berlaku secara umum.

(2) Peraturan Organisasi ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata
terdapat kekeliruan dalam penetapannya.

(3) Peraturan Organisasi tentang Disiplin Organisasi ini berlaku sejak tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015
---------------------------------

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

54
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
-------------------------------------------------------------
Nomor : 04/PO/KNPI/IV/2015

Tentang

PENGGANTIAN ANTAR WAKTU DAN PENETAPAN JABATAN


LOWONG DEWAN PENGURUS KNPI

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka menjamin kelancaran mekanisme Kerja


Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia dipandang perlu untuk
senantiasa memelihara keutuhan organisasi serta ber-fungsinya
masing-masing pengurus pada semua tingkatan organisasi;
2. Bahwa untuk itu perlu dihindari ketidak lancaran mekanisme kerja
organisasi yang disebabkan oleh jabatan lowong atau ketidak aktifan
pengurus dalam kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia
disemua tingkatan;
3. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan
Organisasi yang mengatur tentang penggantian antar waktu atau
penetapan jabatan lowong Pengurus Komite Nasional Pemuda
Indonesia.

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;

2. Pokok Pokok Program Kerja Nasional Organisasi (PPPKNO) KNPI;

Memperhatikan: 1. Peraturan Organisasi KNPI Nomor : 03/PO/KNPI/IV/2015 tentang


tentang Disiplin Organisasi KNPI;

4. Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI tanggal 30 April 2015.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA


TENTANG PENGGANTIAN ANTAR WAKTU DAN PENETAPAN JABATAN
LOWONG.

55
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

1. Suatu jabatan dinyatakan lowong apabila salah satu atau beberapa Pengurus Komite
Nasional Pemuda Indonesia yang oleh karena sebab-sebab tertentu dinyatakan tidak
aktif/berhalangan tetap.

2. Yang dimaksud dengan sebab-sebab Pengurus yang dinyatakan tidak dapat aktif/
berhalangan tetap adalah :

a. Meninggal dunia, atau


b. Pengurus yang bersangkutan mengundurkan diri dari kepengurusan Komite
Nasional Pemuda Indonesia dengan menyatakan secara lisan dan atau tertulis,
atau
c. Tidak menghadiri Rapat Pleno Dewan Pengurus KNPI pada tingkatannya sebanyak
3 (tiga) kali berturut-turut tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan,
atau
d. Pengurus yang oleh karena satu dan lain hal dipandang mencemarkan nama baik
organisasi sehingga diberhentikan dari jabatan kepengurusan.
e. Melakukan tindakan pidana kriminal dan sudah mendapat ketetapan tetap sesuai
hukum yang berlaku di Indonesia.

3. Yang dimaksud dengan penetapan jabatan lowong yaitu penetapan seseorang atau
beberapa orang dalam jabatan tertentu pada kepengurusan Komite Nasional Pemuda
Indonesia yang dinyatakan lowong.

4. Yang dimaksud penggantian antar waktu adalah penggantian seorang atau beberapa
orang Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia dalam suatu periode kepengurusan
yang sedang berjalan.

5. Yang dimaksud Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia pada semua tingkatan
adalah Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia, Dewan Pengurus
Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Provinsi, Dewan Pengurus Daerah
Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota dan Pengurus KNPI
Kecamatan.

BAB II
PROSEDURE DAN MEKANISME PENGGANTIAN
ANTAR WAKTU DAN PENETAPAN JABATAN LOWONG

Pasal 2

1. Jabatan lowong, pengisian jabatan lowong dan penggantian antar waktu perlu
ditetapkan melalui keputusan organisasi menurut tingkatannya.

2. Khusus jabatan lowong yang disebabkan oleh sanksi pemberhentian dari jabatan
kepengurusan harus dibicarakan dan diputuskan melalui Rapat Pleno Dewan Pengurus
KNPI sesuai tingkatan.

56
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
3. Jabatan dinyatakan lowong setelah Dewan Pengurus KNPI di semua tingkatan, jika
fungsionaris terkena ketentuan pada pasal 1, ayat 2 Peraturan Organisasi ini.

Pasal 3

Penetapan Jabatan Lowong dan Penggantian Antar Waktu ditetapkan :

1. Untuk Tingkat Pusat melalui Dewan Pengurus Pusat.


2. Untuk Daerah Tingkat Provinsi melalui Keputusan Dewan Pengurus Daerah Tingkat
Provinsi.
3. Untuk Daerah Tingkat Kabupaten/Kota melalui Keputusan Dewan Pengurus Daerah
Tingkat Kabupaten/Kota.
4. Untuk Pengurus Kecamatan melalui Keputusan Pengurus Kecamatan.

Pasal 4

1. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Dewan Pengurus Pusat
Komite Nasional Pemuda Indonesia ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat sesuai
dengan mekanisme kerja yang berlaku dengan mempertimbangkan saran Majelis
Pemuda Indonesia KNPI.

2. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu harus segera
diumumkan kepada Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia
seluruh Indonesia dan Majelis Pemuda Indonesia oleh Dewan Pengurus Pusat Komite
Nasional Pemuda Indonesia.

Pasal 5

1. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu untuk Dewan Pengurus
Daerah Tingkat Provinsi setelah berkonsultasi dengan Majelis Pemuda Daerah Tingkat
Provinsi yang bersangkutan.

2. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu tersebut harus segera
dilaporkan kepada Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia untuk
selanjutnya mendapatkan pengesahan.
3. Setiap pengisian jabatan lowong atau penggantian antar waktu yang sudah disahkan
agar diberitahukan kepada Dewan Pengurus Daerah Tingkat Kabupaten/Kota, dan
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda diwilayahnya dan Majelis Pemuda Daerah Tingkat
Kabupaten/Kota oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia
Tingkat Kabupaten/Kota.

Pasal 6

1. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Dewan Pengurus Daerah
Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Dewan
Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota setelah
berkonsultasi dengan Majelis Pemuda Daerah Tingkat Kabupaten/Kota.

57
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu tersebut harus segera
dilaporkan kepada Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia
Tingkat Provinsi untuk selanjutnya mendapatkan pengesahan.

3. Pengesahan Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Dewan Pengurus Daerah
Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota oleh Dewan Pengurus
Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Provinsi dan tembusannya
disampaikan kepada Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia.

4. Setiap Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu yang sudah disahkan,
agar diberitahukan kepada Pengurus Kecamatan, Majelis Pemuda Indonesia Daerah
Tingkat Kabupaten/Kota dan seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di
wilayahnya oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat
Kabupaten/Kota.

Pasal 7

1. Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu untuk Pengurus KNPI
Kecamatan ditetapkan melalui Keputusan Pengurus Kecamatan Komite Nasional
Pemuda Indonesia setelah berkonsultasi dengan tokoh-tokoh Pemuda di Tingkat
Kecamatan setempat.

2. Hasil Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Pengurus Kecamatan
tersebut harus segera dilaporkan kepada Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional
Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota untuk selanjutnya mendapatkan
pengesahan.

3. Pengesahan Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu Pengurus Kecamatan


Komite Nasional Pemuda Indonesia oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional
Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota dan tembusannya disampaikan kepada
Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Propinsi.

4. Setiap Pengisian Jabatan Lowong atau Penggantian Antar Waktu yang sudah disahkan,
agar diberitahukan kepada seluruh organisasi pemuda di wilayahnya.

BAB III
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 8

Peraturan Organisasi ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata terdapat
kekeliruan dalam penetapannya.

58
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 9

Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015
---------------------------------------

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

59
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
-----------------------------------------------
Nomor : 05/PO/KNPI/IV/2015

TENTANG

RANGKAP JABATAN PIMPINAN/PENGURUS


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Menimbang : 1. Bahwa Kongres XIV Pemuda/KNPI Tahun 2015 sebagai pemegang


kekuasaan tertinggi organisasi telah menetapkan kebijak an
organisasi yang terarah pada peningkatan peran dan
fungsi organisasi KNPI dalam pembinaan dan pengembangan
pemuda;

2. Bahwa diperlukan peningkatan kesatuan dan keterpaduan


gerak langkah seluruh jajaran organisasi KNPI dalam rangka
pelaksanaan program KNPI menuju perwujudan cita-citanya;

3. Bahwa keberadaan struktur kelembagaan dan Lembaga


merupakan alat kelengkapan organisasi yang menjalankan
kegiatan dalam bidang tertentu sesuai dengan kebijakan dasar
yang ditetapkan;

4. Bahwa dalam rangka pelaksanaan hasil-hasil keputusan Kongres


XIV Pemuda/KNPI maka perlu ditetapkan Peraturan Organisasi
tentang Rangkap jabatan Pimpinan/Pengurus Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda dengan Komite Nasional Pemuda
Indonesia;

Mengingat :1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;

2. Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional (POPKN) KNPI.

Memperhatikan :- Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI ke I tanggal 30 April


2015

60
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI TENTANG RANGKAP JABATAN


PIMPINAN/PENGURUS KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

1. Bahwa yang dimaksud dengan rangkap jabatan antara Komite Nasional Pemuda
Indonesia disemua tingkatan dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di semua
tingkatan adalah Jabatan/Posisi penting dan strategis di masing-masing organisasi yang
memungkinkan tidak dapat dijabat dalam waktu bersamaan dan periodesasi
kepengurusan yang masih berlaku dimasing-masing organisasi antara KNPI dan OKP
dimaksud.

2. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang dimaksud dalam Peraturan Organisasi ini


adalah Semua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun dalam Komite
Nasional Pemuda Indonesia

Pasal 2

Jabatan yang tidak dapat dirangkap dalam Peraturan Organisasi ini adalah :

1. Untuk Pengurus DPP KNPI : Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum
2. Untuk Pengurus OKP tingkat Pusat : Ketua Umum
3. Untuk DPD Provinsi, Kabupaten/Kota : Ketua.

BAB II
PENENTUAN PILIHAN JABATAN
Pasal 3

1. Keputusan penentuan pilihan jabatan yang diatur dalam Peraturan Organisasi ini adalah
apabila Pimpinan / Pengurus tersebut telah diputuskan dan ditetapkan pada posisi
sebagai tersebut pada Pasal 2 dari Peraturan Organisasi ini

2. Waktu Penentuan Pilihan Jabatan yang diatur dalam Peraturan Organisasi ini
adalah 6 (enam) bulan dari penetapan posisi Pimpinan/Pengurus tersebut ditetapkan.

Pasal 4

1. Penentuan salah satu jabatan yang dipilih oleh Pimpinan / Pengurus di KNPI atau di
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda ditentukan oleh Tim yang dibentuk oleh KNPI pada
semua tingkatan, melalui permintaan langsung kepada Pimpinan/Pengurus yang
bersangkutan terhadap pilihan jabatan yang akan dipilih dan kemudian akan diputuskan
melalui Rapat Pleno KNPI sesuai tingkatan organisasi KNPI.

2. Tim yang dibentuk oleh Dewan Pengurus KNPI pada semua tingkatan adalah melalui
Rapat Pengurus Harian KNPI pada semua tingkatan.

61
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB III
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 5

Dalam hal terjadi jabatan lowong seorang Pimpinan / Pengurus KNPI di semua tingkatan
yang diakibatkan oleh rangkap jabatan dengan OKP yang diatur dalam Peraturan Organisasi
ini, maka untuk pengisian Jabatan Lowong atau Pergantian Antar Waktu di Kepengurusan
KNPI pada semua tingkatan harus menyesuaikan dengan Peraturan Organisasi tentang
Penetapan Jabatan Lowong dan Pergantian Antar Waktu Komite Nasional Pemuda
Indonesia.
Pasal 6

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan diatur kemudian oleh
Dewan Pengurus Pusat KNPI

Pasal 7

Peraturan Organisasi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

62
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
------------------------------------------------
Nomor : 06/PO/KNPI/IV/2015

TENTANG

PEDOMAN ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INIDONESIA

Menimbang 1. Bahwa administrasi kesekretariatan merupakan kegiatan penting


dalam penyelenggaraan kegiatan operasional suatu organisasi untuk
kelancaran pelaksanaan program kerja organisasi yang bersangkutan;

2. Bahwa untuk itu dipandang perlu disusun aturan-aturan, petunjuk


maupun ketentuan yang berkenaan dan berkaitan dengan segala
perilaku keadministrasian dan kesekretariatan;

3. Bahwa oleh karena itu, perlu dikeluarkan Peraturan Organisasi KNPI


yang mengatur pedoman administrasi kesekretariatan;

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI

2. Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional (POPKN) KNPI

Memperhatikan : - Keputusan Rapat Pleno I DPP KNPI, tanggal 30 April 2015.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA


TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN KOMITE
NASIONAL PEMUDA INDONESIA.

63
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB I
PENDAHULUAN

Pasal 1

Administrasi kesekretariatan merupakan seluruh proses penyelenggaraan setiap usaha


kerjasama antar manusia yang dilakukan secara tertulis untuk mencapai tujuan tertentu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, agar supaya diselenggarakan secara tertib, teratur,
bertanggungjawab, efisien dan efektif maka diselenggarakan aturan-aturan, petunjuk
maupun ketentuan yang berkenaan dan berkaitan dengan segala perilaku ke-
administrasian dan kesekretariatan.

Oleh karena itu, Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia memandang perlu untuk
membuat suatu Pedoman Administrasi Kesekretariatan untuk memudahkan gerak langkah
organisasi dalam rangka mencapai tujuannya.

Administrasi Kesekretariatan KNPI merupakan proses penyelenggaraan aktivitas yang


berfungsi sebagai tempat dan pusat aktivitas organisasi serta mekanisme kerja
kepengurusan organisasi.

Pedoman Administrasi dan Kesekretariatan KNPI disusun dengan sistematika sebagai


berikut :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II LETAK BANGUNAN SEKRETARIAT
BAB III PENGELOLA KANTOR/ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN
BAB IV KETATAUSAHAAN
BAB V KETATA ARSIPAN
BAB VI INVENTARISASI DAN DOKUMENTASI
BAB VII PERPUSTAKAAN ORGANISASI
BAB VIII KEPROTOKOLERAN
IBAB IX PENUTUP

BAB II
LETAK / BANGUNAN SEKRETARIAT

Pasal 2

Letak atau Sekretariat atau Kantor KNPI sebagai tempat untuk menyelenggarakan segala
aktivitas dan pengelolaan administrasi organisasi hendaknya dipilih dengan pertimbangan
ideal dan strategis sebagai berikut :

1. Terletak di Pusat Kota.


2. Mudah dijangkau oleh kendaraan umum.
3. Di pinggir jalan
4. Di lingkungan yang bersih, aman dan nyaman.

64
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 3

Sedangkan Fasilitas Bangunan/Gedung Sekretariat KNPI hendaknya dilengkapi fasilitas


sebagai berikut :

1. Ruang Tata Usaha


2. Ruang Tamu
3. Ruang Perpustakaan
4. Ruang Persidangan
5. Musholla
6. Ruang Dapur
7. Ruang Kamar Mandi/WC

Dalam mengatur ruangan hendaknya dipertimbangkan faktor-faktor kenyamanan,


kesehatan, keindahan dan keserasian sehingga bagi pemakai dan mengunjung kantor
tersebut merasa nyaman, betah, meningkatkan semangat dan kemauan bagi yang berada
di dalamnya.

BAB III
PENGELOLA KANTOR / ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN.

Pasal 4

1. Pengelola Kantor dan Administrasi Kesekretariatan KNPI sepenuhnya menjadi


kewajiban dan kewenangan pada team kesekretariatan, yaitu Sekretaris Jenderal/
Sekretaris sebagai koordinator dan penanggungjawab dibantu dengan wakil-wakil
Sekretaris Jenderal/Wakil-wakil Sekretaris.

2. Sedangkan fasilitas penunjang administrasi kesekretariatan yaitu : kertas dan alat-


alat tulis, dapur beserta isinya, atau segala fasilitas yang sifatnya consumable
menjadi tugas dan tanggung jawab team ke Bendaharaan.

BAB IV
KETATAUSAHAAN

Pasal 5
JENIS-JENIS SURAT

1. Surat Resmi/Biasa/Rutin.
2. Surat Mandat/Surat tugas/Surat Kuasa/Surat Keterangan
3. Surat Ketetapan/Surat Keputusan.

Pasal 6
BENTUK DAN ISI SURAT

1. Kertas Surat.
a. Warna Putih bersih
b. Ukuran folio (F4) atau A4

65
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2. Nomor Surat.
Terdiri dari 5 (lima) bagian, yaitu :
Nomor Urut/Kode Jenis Surat/Pembuat/Bulan/Tahun.

Keterangan :
a. Nomor Urut.
1. Nomor surat untuk surat-surat resmi/biasa/ mandat/ tugas/kuasa/
keterangan.
2. Nomor surat untuk surat-surat keputusan dan surat-surat ketetapan.
Nomor surat baik untuk a.1 maupun untuk a.2 atas dimulai dengan nomor 001
sampai dengan tak terbatas dan diperbaharui kembali dengan nomor 001 setiap
periode pergantian kepengurusan.

b. Kode Jenis Surat.


Terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu :
1. A = Untuk Jenis Surat Resmi/Biasa/Rutin/Mandat/Tugas/Kuasa/ Keterangan
Internal Organisasi
2. B = Untuk jenis Surat Resmi/Biasa/Rutin/Mandat/Tugas/Kuasa/ Keterangan
Eksternal Organisasi
3. TAP = Untuk Jenis Surat Ketetapan.
4. KPTS = Untuk Jenis Surat Keputusan.

c. Pembuat / Pengirim
1. Sek = Untuk Sekretaris Jenderal/Sekretaris
2. KGR = Untuk Forum Kongres
3. Mus = Untuk Forum Musyawarah Daerah
4. Rak = Untuk Forum Rapat-Rapat Kerja.

d. Bulan
I = Januari VII = Juli
II = Februari VIII = Agustus
III = Maret IX = September
IV = April X = Oktober
V = Mei XI = Nopember
VI = Juni XII = Desember

e. Tahun Masehi : 2015, 2016, 2017 …………Dst.

3. Lampiran Surat.

4. Pokok Surat (Perihal/Hal)


Ringkas tapi jelas, pendek tapi padat dan diterka maksud atau isi surat.

Contoh :

Hal : PERMOHONAN PENCERAMAH.

66
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
5. Tanggal Surat.
Tanggal surat terletak di kanan pojok atas surat diatas alamat surat. Tanggal surat
diawali dengan lokasi dikeluarkannya surat, kemudian disambung tanggal/
bulan/tahun.

6. Alamat Surat
Alamat surat terletak dibawah tanggal surat, segaris lurus dengan perihal. Jika alamat
surat ditujukan kepada Lembaga atau instansi maka penyebutannya bukan pada
lembaga/instansi bersangkutan tetapi kepada Pengurus atau Pimpinan
Lembaga/Instansi tersebut. Jika surat tersebut ditujukan pada salah satu unit/bagian
yang ada pada lembaga/Instansi tersebut maka setelah penyebutan Pimpinan/
Pengurus Lembaga/Instansi yang bersangkutan, hendaknya dilengkapi dengan “up”
yang berarti “untuk perhatian”.

7. Kata Permulaan Surat.


Kata permulaan ini berfungsi sebagai pembuka surat, dengan alinea baru dan berjarak
2 spasi. Dipakai kalimat “Dengan hormat” atau “Assalamu’alaikum Wr.Wb.”

8. Isi Surat.
Sistematika isi surat adalah sebagai berikut :
1. Pendahuluan
2. Uraian persoalan/isi/pokok surat
3. Penutup
Pendahuluan dan penutup sebaiknya tidak lebih dari dua alinea. Sedangkan isi/uraian
persoalan dibuat ringkas, padat, jelas, sopan, wajar dan tidak bertele-tele. Antara
Pendahuluan, Isi dan Penutup diberi jarak 2 spasi.

9. Penutup Surat.
Dalam pembuatan surat-surat resmi/rutin/biasa yang dibuka dengan “ Dengan Hormat
“ Maka dalam menutup surat digunakan kalimat “ Hormat Kami “.

10.Penanda Tanganan Surat.


Untuk surat-surat resmi yang ditujukan pada eksternal organisasi harus
ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, dalam keadaan tertentu (Ketua
Umum dan Sekretaris Jenderal tidak berada di tempat), maka Ketua dan atau Wakil
Sekjen yang dimandatkan dapat menanda tangani surat dimaksud. Sedangkan untuk
Internal Organisasi dapat ditandatangani oleh Ketua dan Wakil Sekretaris Jenderal
Bidang yang bersangkutan, dengan sepengetahuan Ketua Umum atau antara Ketua
Umum dengan Wakil Sekretaris Jenderal, atau antara Ketua dengan Sekretaris
Jenderal.

BAB V
KETATA ARSIPAN

Pasal 7
BUKU AGENDA

Untuk memudahkan pengelolaan system administrasi dan kesekretariatan, yaitu


pengelolaan surat menyurat, surat masuk maupun keluar, pengarsipan dan dokumentasi
agar teratur dan sistematis, maka system pengagendaan surat menyurat perlu diatur
tersendiri.
67
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
1. Surat Masuk.

Unsur-unsur yang terpenting untuk dicatat dalam surat masuk adalah sebagai berikut :
1. Nomor Surat 5 Tanggal Surat
2. Nomor kode asrip 6. Isi Surat
3. Nomor Surat 7. Asal Surat
4. Tanggal diterima 8. Keterangan

2. Surat Keluar.

(1) Surat Keluar harus melalui sirkulasi sebagai berikut :


a. Konsep surat harus terlebih dahulu dikonfirmasikan kepada pimpinan yang
bersangkutan agar tidak terjadi kekeliruan atau perbedaan-perbedaan antara
muatan, isi dan redaksi surat tersebut.
b. Konsep surat yang telah mendapat konfirmasi dan persetujuan, baru kemudian
diberi nomor verbal.

(2) Buku verbal untuk surat keluar memuat antara lain :


a. Nomor urut surat d. Tanggal surat
b. Nomor kode arsip e. Isi surat
c. Nomor surat f. Tujuan surat

3. Surat Keputusan/Ketetapan.

Buku Agenda Surat Keputusan/Ketetapan memuat antara lain :


a. Nomor Urut d Tanggal Surat
b. Nomor Kode Arsip e. Isi Surat
c. Nomor Surat f. Keterangan

4. Buku Ekspidisi

Buku Ekspidisi memuat antara lain :


a. Tanggal Pengiriman d. Lampiran
b. Tujuan Surat e. Keterangan
c. Tanggal/Nomor Surat

Pasal 8
ADMINISTRASI KEARSIPAN

1. Arsip adalah kumpulan warkat/surat-surat yang disimpan secara sistimatis karena


mempunyai suatu kemanfaatan apabila dibutuhkan dapat secara tepat ditemukan
kembali. Jadi intinya arsip berarti pengumpulan dan penyimpanan warkat/surat-
surat. Tata kearsipan yang sempurna apabila semua surat dan dokumen-dokumen
lainnya tersimpan pada suatu tempat tertentu dan teratur rapi sehingga apabila
diperlukan kembali mudah ditemui, walaupun surat-surat tersebut telah tersimpan
lama. Pengarsipan yang baik dan sangat berguna, terutama membantu kelancaran
dan ketertiban organisasi serta dapat digunakan sebagai pengembangan pengetahuan
umumnya.
68
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2. Surat-surat organisasi harus disimpan di sekretariat/kantor dan dilarang keras
disimpan di luar kantor.

Pasal 9
KODE MAP / ARSIP KNPI

1. Kode Arsip Surat Masuk

a. Surat Masuk Internsl = MA


b. Surat Masuk Eksternal = MB

2. Kode Arsip Surat Keluar

a. Surat Keluar Internal = KA


b. Surat Keluar Eksternal = KB

3. Kode Arsip Surat Ketetapan/Keputusan.

a. Surat Ketetapan = TAP


b. Surat Keputusan = KPTS

4. Kode Map Dokumentasi

BAB VI
INVENTARISASI DAN DOKUMENTASI

Pasal 10
INVENTARISASI ORGANISASI

Tujuan dibuatnya daftar inventarisasi organisasi adalah :


1. Menunjukkan kekayaan organisasi
2. Menghindari adanya pemborosan
3. Sebagai alat kontrol dari inventaris (mengetahui kerusakan, perubahan, penggantian
dan menambah jika terjadi kekurangan)

Pasal 11

Inventarisasi Organisasi adalah segala sesuatu yang menjadi milik organisasi berupa
kekayaan organisasi yang pada pokoknya dapat kita bagi menjadi dua bagian, yaitu :

Inventarisasi yang permanen (tahan lama)


Contohnya : Gedung/Sekretariat kantor, alat-alat kantor, komputer, meja, alat dapur
dan sebagainya.

Penyimpanan inventaris organisasi harus dilakukan dengan baik oleh orang-orang yang
berkompeten dan bertanggung jawab sesuai dengan job discription kesekretariatan.
Penyimpanan harus dilaksanakan serta ditempatkan di sekretariat, tidak diperkenankan
dibawa atau disimpan di rumah fungsionaris.

69
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 12
DOKUMENTASI ORGANISASI

1. Dokumentasi Organisasi adalah segala sesuatu yang menyangkut kegiatan pencarian,


pengumpulan, penyimpanan dan pengawetan dokumen-dokumen organisasi.
Dokumentasi organisasi tersebut merupakan suatu tanda bukti yang sah menurut
hukum dari peristiwa-peristiwa atau suatu kejadian dan kemudian disimpan. Pada
hakekatnya semua arsip organisasi adalah dokumen.

2. Bentuk-bentuk dokumen organisasi antara lain :


a. Dokumen soft copy di komputer atau di dalam e-mail organisasi
b. Gambar-gambar dan foto-foto
c. Tulisan-tulisan dan surat-surat penting
d. Benda-benda berharga dan bernilai
e. Foto copy atau salinan surat
f. Klipping Surat Kabar, Majalah dan lain sebagainya.

3. Dokumentasi yang dipakai untuk menyusun laporan tahunan/akhir organisasi dan


sebagai bukti yang sah serta sangat penting untuk menyusun sejarah perjuangan
organisasi, oleh karena itu pemeliharaan dan penyimpanan dokumen seperti hal
lainnya barang-barang inventaris dan arsip hendaknya disusun dengan rapih dan
teratur dalam map-map/rak-rak dan tempat-tempat tertentu dengan pengelompokan
sesuai dengan kebutuhan.

BAB VII
PERPUSTAKAAN ORGANISASI

Pasal 13

1. KNPI sebagai Organisasi yang merupakan wadah berhimpun organisasi kepemudaan


yang bergabung di dalamnya senantiasa berkecimpung dalam pembangunan nasional
dan berpartisipasi aktif melalui pendidikan, pengembangan generasi muda dalam
rangka meningkatkan ilmu pengetahuan, maka perpustakaan organisasi menjadi
sangat penting dan strategis.

2. Perpustakaan yang ideal bagi KNPI adalah meliputi buku-buku yang diperlukan bagi
anggotanya. Oleh karena itu minimal yang harus dimiliki mencakup buku-buku yang
diperlukan dalam kelengkapan kurikulum pelatihan KNPI, yang meliputi antara lain :
a. Wawasan Ideologi
b. Wawasan Pembangunan Nasional
c. Wawasan Nusantara & Ketahanan Nasional
d. Wawasan Kepemimpinan dan Manajemen
e. Wawasan Ekonomi, Bisnis dan Kewira Usahaan
f. Wawasan Sosial Budaya
g. Dan sebagainya.

3. Dalam upaya menertibkan dan mengembangkan perpustakaan organisasi, maka perlu


diatur dalam administrasi perpustakaan dan diserahkan pengelolaannya kepada
pengurus yang bertanggung jawab dan memahami seluk beluk perpustakaan.
70
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
4. Dalam jangka panjang perpustakaan ini merupakan cikal bakal pembentukan Pusat
Data & Informasi Pemuda Indonesia dan Pusat Penelitian dan Pengembangan
Pemuda.

BAB VIII
KEPROTOKOLERAN

Pasal 14

1. Tugas suatu kesekretariatan tidak saja terbatas pada pengelolaan atau pengaturan
surat-menyurat organisasi, administrasi dan kearsipan dan penyelenggaraan
dokumentasi serta perpustakaan organisasi, tetapi juga meliputi penatan suatu acara
dan pelaksanaannya, yang disebut sebagai protokoler.

2. Keprotokoleran KNPI merupakan segala aktivitas yang berhubungan segala aktivitas


yang berhubungan dengan penyelenggaraan suatu prosedur kelancaran (acara/
upacara) dan memegang peranan penting bagi sukses dan sempurnanya suatu
acara/upacara.

3. Agar sasaran suatu kegiatan upacara dapat tercapai secara optimal, diperlukan
penanggungjawab dan pembagian tugas dalam penyelenggara-annya. Apabila
penyelenggaraan suatu aktifitas tanpa adanya Panitia Penyelenggara, maka
pengelolaan penataan dan penyelenggaraannya langsung berada di bawah team
Sekretariat Jenderal/Sekretariat.

4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan suatu acara/upacara adalah


sebagai berikut :
o Tempat/Gedung (lay out, dekorasi dan pengaturan kursi)
o Posisi tamu/undangan dan pengurus.
o Jenis dan pengantar acara.
o Susunan acara, terutama mengenai urutan pemberi sambutan, secara struktural
pejabat/pengurus terbawah mendahului pejabat/pengurus diatasnya, sedangkan
dalam sapaan sambutan berlaku sebaliknya.

BAB IX
PENUTUP
Pasal 15

1. Dengan adanya Pedoman Administrasi Kesekretariatan ini menjadi sangat penting


dan strategis dalam menunjang dan menjadikan organisasi KNPI menjadi organisasi
yang modern, karena dengan adanya pedoman tersebut segala hal yang berkaitan
dengan kesekretariatan menjadi seragam dan teratur secara rapi sehingga segala
sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan organisasi akan efisien dan efektif serta
bermutu.

2. Untuk melaksanakan administrasi yang baik dan profesional sangat bergantung pada
profesionalitas para pelaksannya, yaitu team Sekretaris Jenderal/ Sekretaris dengan
dukungan dan pengertian semua fungsionaris.

71
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 16

1. Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan, maka akan dilakukan
perbaikan seperlunya.

2. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015
--------------------------------------

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

72
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
----------------------------------------------
Nomor : 07/PO/KNPI/IV/2015

TENTANG

PEDOMAN ADMINISTRASI & MANAJEMEN KEUANGAN


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INIDONESIA

Menimbang : 1. Bahwa masalah utama dalam pengelolaan organisasi KNPI


adalah memberdayakan sumber-sumber pemasukan dana
sehingga diharapkan dapat menjaga kelangsungan hidup
organisasi;

2. Bahwa pengorganisasian dana baik pencarian, pemakaian,


pelaporan maupun pencatatan menjadi sangat penting agar
dana-dana yang masuk dapat dikelola dengan efektif dan
efisien;

3. Bahwa oleh karena itu, dipandang perlu dikeluarkan


Peraturan Organisasi KNPI yang mengatur pedoman
administrasi dan manajemen kebendaharaan;

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI

2. Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional (POPKN) KNPI;

Memperhatikan : - Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI ke I tanggal 30 April 2015.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA


TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KEUANGAN.

73
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB I
PENDAHULUAN
Pasal 1

Masalah utama dalam pengelolaan organisasi-organisasi non profit adalah sumber-


sumber pemasukan dana. Oleh karena itu, pengorganisasian dana baik pencarian,
pemakaian, pelaporan maupun pencatatan menjadi sangat penting agar dana-dana
yang masuk dapat dikelola dengan efektif dan efisien. Bagi KNPI, merupakan
keharusan untuk merumuskan Pedoman Administrasi dan Manajemen
Kebendaharaan, karena persoalan keuangan sungguh sangat sensitif dan tidak
mudah. Pedoman tersebut disusun dengan sasaran sebagai berikut :

1. Agar lebih mandiri, tidak tergantung pada sumbangan yang bersifat konvensional.
2. Tertib administrasi, sebagai sarana menjadi organisasi yang modern.
3. Bahan untuk memudahkan membuat laporan dan pertanggung jawaban.
4. Mendapatkan dana dengan cara yang efektif.

BAB II
SUMBER DANA

Pasal 2
Sumbangan.

Merupakan sumbangan dari dalam dan luar organisasi yang halal dan tidak mengikat,
antara lain :
a. Pengurus/Anggota
b. Alumni
c. Pemerintah
d. Perusahaan Swasta / Pengusaha
e. Simpatisan.

Pasal 3
Usaha – Usaha Organisasi.

1. KNPI berpendapat bahwa dalam rangka menunjang program kerja organisasi


diperlukan pembiayaan, bahwa untuk itu diperlukan pembentukan Yayasan
yang mempunyai bidang-bidang dan unit-unit usaha tertentu yang berorientasi
kepada profit.

2. Melalui pembentukan Yayasan tersebut KNPI bertekad menjadikan bidang


Ekonomi khususnya Wirausaha sebagai salah satu sasaran program dan
pengembangan organisasi, oleh karena itu pembentukan dan pengelolaan unit-
unit usaha dan atau pembentukan dan pengelolaan Lembaga, seperti : Lembaga
Perekonomian diarahkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan
juga dapat menunjang biaya organisasi.

3. Ketentuan tentang Usaha-usaha organisasi baik melalui unit-unit usaha maupun


lembaga diatur tersendiri berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan masing-
masing pengelola dengan Pimpinan Organisasi.

74
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
4. Hendaknya ketentuan tersebut paling tidak, mengatur antara lain :
a. Ketentuan Umum yang menyangkut perjanjian kerja atau memorandum of
understanding (MOU) atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
b. Mekanisme kerja dan pengambilan keputusan.
c. Dan sebagainya.

BAB III
SISTEM PENGANGGARAN

Pasal 4
Pengertian.

Sistem penganggaran merupakan perencanaan keuangan untuk pelaksanaan program


organisasi dalam bentuk angka-angka uang yang terdiri dari anggaran penerimaan
dan pengeluaran dana dalam satu periode kepengurusan, yang menggambarkan
sumber dan penggunaan dana (cash flow).

Pasal 5
Maksud dan Tujuan.

Dengan adanya sistem Penganggaran diharapkan dapat menentukan skala prioritas,


dengan tujuan tercapainya efektifitas, efisien, kontrol dan sinkronisasi antara
pelaksana setiap aktivitas organisasi.

Pasal 6
Fungsi.

Fungsi Penganggaran KNPI tidak terlepas dari prinsip-prinsip fungsi manajemen


secara umum, yaitu :
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pelaksanaan
d. Pencatatan
e. Pelaporan
f. Pengawasan/Pengontrolan

Pasal 7
Syarat-syarat

a. Kronologis pengeluaran dan pemasukan


b. Sistematis
c. Mudah dimengerti.
d. Jelas angka-angka dalam pos-pos
e. Jumlah total seluruh pengeluaran dan pemasukan.

75
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 8
Tahap-Tahap Penyusunan Anggaran.

a. Pengajuan kegiatan masing-masing bidang melalui Wakil-Wakil Bendahara di


bidangnya masing-masing.
b. Identifikasi Kegiatan/aktifitas masing-masing bidang
c. Penjadwalan
d. Perhitungan perkiraan biaya setiap kegiatan
e. Penjumlahan biaya kegiatan.

Pasal 9
Mekanisme Persetujuan

a. Pengajuan Anggaran Bidang :


Masing-masing Bidang mengajukan Anggaran berdasarkan program kerja yang
telah disetujui melalui RAKERNAS atau setarafnya di masing-masing bidang
melalui Wakil-Wakil Bendahara di bidangnya masing-masing untuk rekomendasi
tim kebendaharaan dan dibahas serta disetujui pada Rapat Pimpinan.

b. Pengajuan Anggaran aktivitas :


Disusun oleh Team Khusus kepanitiaan bersama-sama dengan ketua bidang yang
bersangkutan melalui Wakil-Wakil Bendahara untuk di check oleh Bendahara
Umum dan dibahas / disetujui pada Rapat Pimpinan.

Pasal 10
Tahap Pelaksanaan

a. Pengajuan Anggaran setiap aktivitas harus mendapat persetujuan Bendahara


Umum sebagai policy maker dan Ketua Umum sebagai decision maker, baik yang
dilaksanakan oleh bidang maupun kepanitiaan.
b. Setiap pengeluaran harus sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dan
disertai bukti pembayaran.
c. Apabila terjadi penyimpangan dari anggaran yang telah ditetapkan, maka harus
dibawa ke forum Rapat Pimpinan.
d. Penyusunan Laporan akhir sebagai pertanggung jawaban pelaksanan program.
e. Laporan akhir pertanggung jawaban kegiatan selambat-lambatnya 1 minggu
setelah pelaksanaan kegiatan.
f. Apabila melibatkan pihak ke tiga, maka laporan kegiatan selambat-lambatnya
diterima 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan kegiatan.

BAB IV
SISTEM ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KEUANGAN

Pasal 11
Tujuan.

Agar pendayagunaan dana dapat dilakukan secara efisien dan efektif.

76
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 12
Pengelolaan.

Prinsip-prinsip yang berlaku dalam hal pengelolaan keuangan meliputi :

a) Perencanaan.

Perencanaan keuangan yang diaktualisasikan berupa Anggaran pendapatan dan


anggaran pengeluaran untuk satu jangka waktu tertentu yang menggambarkan
sumber penggunaan.

b). Pengorganisasian (Pengelolaan).

Agar lebih memudahkan kontrol pengelolaan keuangan, maka pengorgani-


sasiannya sebagai berikut :

(1) Tugas yang mencari dan mengumpulkan dana dari sumber-sumber yang telah
ditentukan diserahkan kepada Wakil-Wakil Bendahara dibawah tanggung
jawab Tim Kebendaharaan.
(2) Penyimpangan dan pengeluaran dana yang dikumpulkan harus terlebih dahulu
disetujui oleh Ketua Umum dan Bendahara Umum. Dana yang sudah diperoleh
dilaporkan kepada Bendahara Umum dan Ketua Umum.
(3) Wewenang untuk mengusahakan dana dipegang oleh Tim Kebendaharaan.
(4) Tugas untuk mencatat keluar masuk dana dan penyusunan laporan diserahkan
kepada Wakil Bendahara bidang pembukuan dan penyusunan laporan
keuangan.

c). Pelaksanaan.

Yang dimaksud dengan pelaksanaan disini adalah pelaksanaan pengaturan


keuangan meliputi :

(1) Pengumpulan dana.

Yang berkewajiban dan bertanggung jawab mengumpulkan dana adalah Tim


Kebendaharaan dengan tugas meliputi :
a. Menarik sumbangan sesuai dengan ketentuan organisasi.
b. Menarik dan mengumpulkan dana dari donatur.
c. Menyerahkan hasil pengumpulan dana kepada Wakil Bendahara (yang
khusus membidangi penyimpanan) setelah disetujui Ketua Umum dan
Bendahara Umum.
d. Pada saat penyerahan dana kepada Wakil Bendahara bagianpembukuan
harus disertai bukti kwitansi yang ditanda tangani oleh penyumbang,
penerima dan Bendahara Umum.
e. Wakil Bendahara bagian pembukuan memberikan bukti penerimaan dana
kepada si penerima dana.

77
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
(2) Pengeluaran Dana.

a. Pengeluaran dana untuk bidang harus sesuai dengan Anggaran Belanja yang
telah ditetapkan sebelumnya.
b. Pengeluaran harus diajukan berdasarkan bukti-bukti yang telah disetujui
sebelumnya.
c. Pengeluaran dana harus disetujui oleh Ketua Umum dan Bendahara Umum.
d. Penandatanganan cek oleh Bendahara Umum bersama Ketua Umum
dan/atau Sekretaris Jenderal.

(3) Penyimpanan.

a. Yang bertanggung jawab atas penyimpanan dana adalah Wakil Bendahara


Bidang Pembukuan.
b. Dana harus disimpan di BANK yang telah ditentukan.
c. Untuk keperluan rutin dapat diadakan kas kecil yang dipegang oleh Wakil
bendahara (bidang penyimpanan dan pengeluaran).

(4) Prosedur Pengeluaran Dana.

a. Permintaan untuk pengeluaran dana diajukan kepada Ketua Umum dan


Bendahara Umum oleh bagian atau bidang yang memerlukan dana melalui
Wakil-Wakil Bendahara di bidang masing-masing.
b. Bendahara Umum bersama Tim Kebendaharaan menilai permohonan
tersebut untuk disetujui/ditolak atau minta dirobah.
c. Atas dasar surat permohonan yang telah disetujui, Wakil Bendahara Umum
mengeluarkannya dan menyerahkannya kepada pemohon.
d. Bendahara Umum mencetak dalam bukti-bukti pengeluaran uang,
kemudian tanda bukti pengeluaran tersebut diserahkan kepada Wakil
Bendahara.

(5) Pengontrolan / Pengawasan.

Pengontrolan / pengawasan keuangan organisasi meliputi :


Pengontrolan yang bersifat preventif, adalah pengontrolan yang berjalan atau
dilakukan bersamaan dengan tahap-tahap proses penerimaan dan pengeluaran
yang dimulai dari :

a. Permohonan untuk pengeluaran.


b. Jumlah yang telah dianggarkan.

Pengontrolan yang bersifat refresif adalah pengontrolan berupa pemeriksaan


kewajaran laporan keuangan setelah dicocokkan dalam buku mutasi dan bukti
pendukung lainnya.

78
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB V
PENYUSUNAN LAPORAN
Pasal 5

Laporan keuangan pada umumnya adalah neraca dan daftar perhitungan hasil usaha
(R/L). Neraca menggambarkan posisi harga kewajiban dan kekayaan pada saat
tertentu.

Sedangkan daftar perhitungan hasil usaha menggambarkan hasil kegiatan dan


pengeluaran-pengeluaran dana organisasi untuk jangka waktu tertentu yang berakhir
pada tanggal neraca.

BAB VI
PENUTUP
Pasal 6

1. Pedoman Kebendaharaan ini disusun agar dapat berguna sebagai pegangan atau
petunjuk pelaksanaan bagi organisasi dalam upaya pendayagunaan sumber dana
yang ada, secara efisien dan efektif serta dapat dipertanggung jawabkan.

2. Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan, maka akan


dilakukan perbaikan seperlunya.

3. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

79
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
--------------------------------------------------------------
Nomor : 08/PO/KNPI/IV/2015

TENTANG

PEMBENTUKAN DEWAN PENGURUS DAERAH


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
PROVINSI / KABUPATEN / KOTA / KECAMATAN
PEMEKARAN DAERAH / WILAYAH

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka menyesuaikan dengan penetapan suatu


wilayah/daerah yang dimekarkan, maka perlu dipersiapkan
pembentukan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah KNPI
Provinsi/Kabupaten/ Kota yang mengalami pemekaran tersebut;

2. Bahwa untuk mempersiapkan pembentukan kepengurusan Dewan


Pengurus Daerah KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan
pemekaran daerah/ wilayah dipandang perlu diatur dalam Peraturan
Organisasi KNPI;

3. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu untuk ditetapkan Peraturan


Organisasi yang mengatur tentang Pembentukan Dewan Pengurus
Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi / Kabupaten /
Kota / Kecamatan Pemekaran Daerah/Wilayah.

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;

2. Pokok Organisasai dan Program Kerja Nasional (POPKN) KNPI;

3. Peraturan Organisasi KNPI Nomor: 02/PO/KNPI/IV/2015 tentang


Musyawarah Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan KNPI;

Memperhatikan : 1. Saran dan Pendapat dalam Rapat – Rapat Bidang Koordinasi


Organisasi DPP KNPI;

2. Keputusan Rapat Pleno ke I DPP KNPI, tanggal 30 April 2015.

80
"Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI PEMBENTUKAN DEWAN PENGURUS


DAERAH KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA PROVINSI /
KABUPATEN / KOTA / KECAMATAN PEMEKARAN DAERAH /
WILAYAH.

Pasal 1

DASAR PERTIMBANGAN PEMBENTUKAN

DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus KNPI Kecamatan pemekaran daerah /
wilayah dibentuk dengan pertimbangan antara lain sebagai berikut :

1). Bahwa dalam rangka menyesuaikan dengan penetapan suatu wilayah/daerah yang
dimekarkan;
2). Potensi aktivitas generasi muda secara kuantitatif maupun kualitatif di suatu wilayah/
daerah yang dimekarkan;
3). Kegiatan pembinaan dan pengembangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan
Potensi Generasi Muda pada Provinsi / Kabupaten / Kota / Kecamatan yang
bersangkutan.

Pasal 2

MEKANISME PEMBENTUKAN DPD KNPI PROVINSI / KABUPATEN / KOTA /


PENGURUS KNPI KECAMATAN PEMEKARAN WILAYAH / DAERAH

1) Mekanisme Pembentukan DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran :

a. Membentuk kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah


daerah yang diprakarsai oleh DPD KNPI Provinsi induk bersama DPD KNPI
Kabupaten / Kota yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan potensi
kepemudaan yang ada di wilayah/ daerah yang bersangkutan serta DPP KNPI.
b. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah
dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker dilaporkan dan
dikirimkan kepada DPP KNPI untuk mendapatkan pengesahan.
c. Dewan Pengurus Pusat Dapat Menjadi Carateker DPD KNPI Provinsi Hasil
Pemekaran dengan tetap mempertimbangkan masukan dari DPD KNPI Provinsi
Induk
d. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah
mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah I Provinsi hasil pemekaran
selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan
kepengurusan caretaker.
e. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah Daerah DPD KNPI Provinsi
hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan
Organisasi KNPI tentang Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan KNPI.

81
"Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2). Mekanisme Pembentukan DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran :

a. Membentuk kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran


wilayah daerah yang diprakarsai oleh Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota atau
Pengurus Kecamatan yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan
potensi kepemudaan yang ada di wilayah/daerah yang bersangkutan serta DPD
KNPI Provinsi.
b. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah/
daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker
dilaporkan dan dikirimkan kepada DPD KNPI Provinsi untuk mendapatkan
pengesahan.
c. Dewan Pengurus Daerah Dapat Menjadi Carateker DPD KNPI Kabupaten/Kota Hasil
Pemekaran dengan tetap mempertimbangkan masukan dari DPD KNPI Kabupaten/
Kota Induk
d. Kepengurusan caretaker DPD KNPI Kabupaten/Kota hasil pemekaran wilayah/
daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah I Kabupaten / Kota hasil
pemekaran selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan
kepengurusan caretaker.
e. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah Daerah DPD KNPI Kabupaten/
Kota hasil pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan
Organisasi KNPI tentang Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan KNPI.

2). Mekanisme Pembentukan Pengurus Kecamatan hasil pemekaran :

a. Membentuk kepengurusan caretaker Pengurus KNPI Kecamatan hasil pemekaran


wilayah daerah yang diprakarsai oleh Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota Induk
atau Pengurus Kecamatan yang wilayah / daerahnya dimekarkan dengan melibatkan
potensi kepemudaan yang ada di wilayah/daerah yang bersangkutan serta DPD
KNPI Kabupaten/Kota.
b. Kepengurusan caretaker Pengurus KNPI Kecamatan hasil pemekaran
wilayah/daerah dilampiri dengan berita acara pembentukan kepengurusan caretaker
dilaporkan dan dikirimkan kepada DPD KNPI Kabupaten/Kota untuk mendapatkan
pengesahan.
c. Dewan Pengurus Daerah Dapat Menjadi Carateker KNPI Kecamatan Hasil
Pemekaran dengan tetap mempertimbangkan masukan dari KNPI Kecamatan induk
d. Kepengurusan caretaker Pengurus KNPI Kecamatan hasil pemekaran
wilayah/daerah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan hasil
pemekaran selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah penetapan Surat Keputusan
kepengurusan caretaker.
e. Ketentuan mengenai penyelenggaraan Musyawarah KNPI Kecamatan hasil
pemekaran sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI dan Peraturan
Organisasi KNPI tentang Musyawarah Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan KNPI.

Pasal 3

PELANTIKAN PENGURUS DPD KNPI PROVINSI / KABUPATEN / KOTA/


PENGURUS KECAMATAN PEMEKARAN WILAYAH / DAERAH

1) Pelantikan Pengurus DPD KNPI Provinsi hasil pemekaran wilayah/daerah


dilaksanakan dalam acara penutupan Musprov I KNPI Provinsi hasil pemekaran oleh
DPP KNPI.

82
"Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2). Pelantikan Pengurus DPD KNPI Kabupaten / Kota / Pengurus Kecamatan hasil
pemekaran wilayah/daerah dilaksanakan dalam acara penutupan Musyawarah
Kabupaten / Kota oleh DPD KNPI Provinsi
3). Pelantikan Pengurus KNPI Kecamatan Hasil Pemekaran wilayah dilaksanakan dalam
acara penutupan Musyawarah KNPI Kecamatan hasil pemekaran oleh DPD KNPI
Kabupaten/kota.

Pasal 4

SUSUNAN DAN WEWENANG PENGURUS

1). Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota
pemekaran wilayah / daerah adalah sama dengan Majelis Pemuda Indonesia (MPI)
dan Pengurus DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota sebagaimana diatur dalam
AD/ART KNPI dan Peraturan Organisasi KNPI.

2). Proses penetapan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan Pengurus DPD KNPI
Provinsi/ Kabupaten/Kota pemekaran wilayah / daerah, serta wewenang dan
kewajibannya adalah sesuai dengan yang diatur dalam AD/ART tentang
Kepengurusan DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota maupun yang telah diatur
dalam Peraturan Organisasi KNPI.

Pasal 5

MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT

Jenis dan fungsi Musyawarah dan Rapat-rapat DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota
Pengurus KNPI Kecamatan pemekaran wilayah/daerah adalah sama dengan jenis dan
fungsi Musyawarah dan Rapat-rapat DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus
KNPI Kecamatan sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KNPI.

Pasal 6

ATRIBUT

Atribut DPD KNPI Provinsi / Kabupaten / Kota / Pengurus Kecamatan pemekaran


wilayah/daerah disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI.

Pasal 7

Hal-hal lain yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan ditetapkan kemudian
oleh DPP KNPI

Pasal 8

Peraturan Organisasi ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata terdapat
kekeliruan dalam penetapannya.

83
"Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Pasal 9

Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015
-------------------------------------------

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

84
"Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
----------------------------------------------
Nomor : 09/PO/KNPI/IV/2015

TENTANG

PEMBENTUKAN
BADAN KHUSUS KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
DAN BADAN PERWAKILAN
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA DI LUAR NEGERI

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INIDONESIA

Menimbang : 1. Bahwa Kongres XIV Pemuda/KNPI Tahun 2015 sebagai pemegang


kekuasaan tertinggi organisasi telah menetapkan kebijaksanaan
organisasi yang terarah pada peningkatan peran dan fungsi organisasi
KNPI dalam pembinaan dan pengembangan pemuda;

2. Bahwa diperlukan peningkatan kesatuan dan keterpaduan gerak


langkah seluruh jajaran organisasi KNPI dalam rangka pelaksanaan
program KNPI menuju perwujudan cita-citanya;

3. Bahwa keberadaan Badan Khusus merupakan alat kelengkapan


organisasi yang menjalankan kegiatan dalam bidang tertentu sesuai
dengan kebijaksanaan dasar yang ditetapkan;

4. Bahwa dalam rangka pelaksanaan hasil-hasil keputusan Kongres XIV


Pemuda/KNPI maka perlu ditetapkan Peraturan Organisasi tentang
Pembentukan Badan Khusus Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI;

2. Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional (POPKN) KNPI.

Memperhatikan : - Keputusan Rapat Pleno DPP KNPI ke I tanggal 30 April 2015

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA


TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KHUSUS KOMITE NASIONAL PEMUDA
INDONESIA DAN BADAN PERWAKILAN KOMITE NASIONAL PEMUDA
INDONESIA DI LUAR NEGERI.
85
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

1. Badan Khusus KNPI sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar Bab XII Pasal 36 dan
Badan Perwakilan KNPI di luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar Bab VI
Pasal 14 merupakan suatu Badan dari Organisasi KNPI.

2. Untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam bidang khusus dalam rangka
mencapai tujuan organisasi, Dewan Pengurus dalam semua tingkatan dapat membentuk
Lembaga-Lembaga, Pusat-Pusat Studi, Yayasan, Badan Usaha Milik Organisasi dan Badan-
Badan lainnya yang tidak bertentangan dengan tujuan dan usaha-usaha organisasi.

3. Badan Perwakilan KNPI di luar negeri dibentuk oleh DPP KNPI setelah adanya permintaan
Pemuda Indonesia yang sedang belajar menuntut ilmu di luar negeri untuk bergabung
didalam Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Pasal 2

(1) Badan Khusus KNPI dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan Organisasi.

(2) Badan Khusus berada di Pusat dan apabila diperlukan dapat dibentuk di tingkat Provinsi
dan atau Kabupaten/Kota.

Pasal 3

Masa Kerja Badan Khusus dan Badan Perwakilan KNPI di luar negeri mengikuti Periodesasi
Kepengurusan KNPI di semua tingkatan.

BAB II
STATUS DAN FUNGSI

Pasal 4

(1) Status Badan Khusus adalah semi otonom yang secara Organisatoris merupakan bagian
dari KNPI, yang bertanggung jawab kepada Pengurus KNPI sesuai tingkatannya.

(2) Status Badan Perwakilan KNPI di Luar Negeri adalah semi otonom yang secara
organisatoris merupakan bagian dari DPP KNPI, yang bertanggung jawab kepada DPP
KNPI.

Pasal 5

(1) Fungsi Badan Khusus adalah menyelenggarakan kegiatan dalam bidang-bidang Profesi,
minat dan kebutuhan dalam rangka memperluas jangkauan partisipasi dan komunikasi
Pemuda.

(2) Fungsi Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri adalah
menyelenggarakan kegiatan organisasi dalam bidang-bidang profesi, kajian, advokasi,
minat bakat dan sosial serta kebudayaan yang disesuaikan dalam rangka memperluas
jangkauan peran dan partisipasi serta komunikasi Pemuda Indonesia di luar negeri.

86
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
BAB III
TUJUAN BADAN KHUSUS DAN
BADAN PERWAKILAN KNPI DI LUAR NEGERI

Pasal 6

1. Badan Khusus KNPI bertujuan :


a) Mengkoordinasikan bidang kegiatan Organisasi dengan melibatkan seluruh potensi
yang dimiliki KNPI untuk dapat didharma baktikan dan bermanfaat bagi seluruh
Pemuda khususnya, maupun untuk kepentingan bangsa, negara dan masyarakat pada
umumnya.
b) Mengembangkan pola berpikir dan orientasi perjuangan pemuda kearah tanggung
jawab dan pengabdian terhadap pelaksanaan pembangunan bangsa dan Negara.
c) Mengembangkan dan meningkatkan potensi dan kwalitas pemuda dalam kegiatan
badan khusus secara professional sebagai bagian dari upaya pelaksanaan
pembangunan.
d) Memotivasi pemuda Indonesia pada khususnya dan generasi muda Indonesia pada
umumnya dalam rangka mengembangkan inisiatif dan kreativitasnya sesuai minat,
bakat dan keahlian yang dimilikinya.

2. Badan Perwakilan KNPI di Luar Negeri bertujuan :


a) Melaksanakan dan mengkoordinasikan bidang kegiatan organisasi dengan melibatkan
seluruh potensi Pemuda Indonesia yang berada di luar negeri dengan perwakilan
Pemerintah Indonesia, kelompok masyarakat Indonesia dan masyarakat di negara
yang bersangkutan yang dapat di dharma baktikan dan bermanfaat bagi seluruh
Pemuda khususnya, maupun untuk kepentingan bangsa, Negara dan masyarakat
Internasional pada umumnya,
b) Mengembangkan pola berpikir dan orientasi perjuangan pemuda Indonesia ke arah
tanggung jawab dan pengabdian terhadap pelaksanaan pembangunan bangsa dan
negara dalam menjaga tetap utuhnya NKRI melalui peningkatan nasionalisme Pemuda
Indonesia di luar negeri yang disosialisasikan kepada masyarakat internasional.
c) Mengembangkan dan meningkatkan potensi dan kualitas pemuda Indonesia dalam
kegiatan advokasi, kajian, pengabdian dan sosialisasi program secara profesional
sebagai bagian dari upaya pelaksanaan pembangunan dan pencitraan bangsa dan
negara di luar negeri,
d) Memotivasi Pemuda Indonesia pada khususnya dan generasi muda Indonesia pada
umumnya dalam rangka mengembangkan inisiatif dan kreativitasnya sesuai minat
bakat dan keahlian yang dimilikinya di luar negeri.

BAB IV
ORGANISASI DAN PENGELOLAAN

Pasal 7

1. Pembentukan Badan Khusus di sahkan dengan Surat Keputusan Pengurus KNPI sesuai
tingkatannya.
2. Pembentukan Badan Perwakilan KNPI di luar negeri di sahkan dengan Surat Keputusan
DPP KNPI.

Pasal 8

1. Hubungan Kelembagaan antara Pengurus KNPI dengan Badan Khusus :

87
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
a) Hubungan Badan Khusus dengan kepengurusan KNPI merupakan hubungan linier yang
secara berkala menyampaikan laporannya berkenaan dengan kegiatan yang dilakukan
oleh badan khusus tersebut.
b) Badan Khusus ditingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/ Kota mempunyai hubungan
konsultatif dan koordinatif.
c) Segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas Badan Khusus senantiasa harus
berpedoman pada AD/ART KNPI serta tidak bertentangan dengan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.

2. Hubungan Kelembagaan antara DPP KNPI dengan Badan Perwakilan KNPI di luar negeri :
a) Hubungan Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri dengan
kepengurusan DPP KNPI merupakan hubungan linier yang secara berkala
menyampaikan laporannya berkenaan dengan kegiatan yang dilakukan oleh Badan
Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri,
b) Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri mempunyai
hubungan struktural dan fungsional dengan DPP KNPI, dan diantaranya secama Badan
Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri memiliki hubungan
konsultatif dan koordinatif,
c) Segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas Badan Perwakilan Komite Nasional
Pemuda Indonesia di luar negeri senantiasa harus berpedoman pada AD/ART KNPI
serta tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan RI yang berlaku.

Pasal 9

1. Personalia Pengurus Badan Khusus adalah Pengurus KNPI atau Pengurus OKP yang
berhimpun dalam KNPI atau perorangan yang mengakui eksistensi dan keberadaan KNPI.

2. Kelengkapan struktur dan personalia pengurus badan khusus disesuaikan dengan


kebutuhan dan kondisi Pusat, Daerah sesuai dengan tingkatannya, dengan ketentuan
sebagai berikut :
a. Di Tingkat Pusat, sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) orang Ketua, 1 (satu) orang
Wakil Ketua, 1 (satu) orang sekretaris serta apabila diperlukan penambahan pengurus
dapat diakomodir sebanyak-banyaknya 28 orang.
b. Di Tingkat Provinsi, sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) orang Ketua, 1 (satu)
orang Wakil Ketua, 1 (satu) orang sekretaris serta apabila diperlukan penambahan
pengurus dapat diakomodir sebanyak-banyaknya 17 orang.
c. Di Tingkat Kabupaten/Kota, sekurang-kurangnya terrdiri dari 1 (satu) orang Ketua, 1
(satu) orang Wakil Ketua, 1 (satu) orang sekretaris serta apabila diperlukan
penambahan pengurus dapat diakomodir sebanyak-banyaknya 10 orang.

3. Kelengkapan Organisasi badan khusus dibentuk sesuai kebutuhan dan harus


sepengetahuan pengurus KNPI sesuai tingkatannya.

4. Badan khusus bertanggung jawab kepada Pengurus KNPI sesuai dengan tingkatannya.

Pasal 10

1. Kelengkapan organisasi Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar


negeri dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan harus sepengetahuan DPP KNPI,
dengan ketentuan sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) Ketua, 1 (satu) Wakil Ketua, 1
(satu) Sekretaris, 1 (satu) Wakil Sekretaris, 1 (satu) Bendahara dan 1 (satu) Wakil
Bendahara, dilengkapi dengan Ketua-Ketua Bidang yang disesuaikan dengan kebutuhan.

88
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2. Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri bertanggung jawab
kepada DPP KNPI.

Pasal 11

1. Pengurus KNPI sesuai dengan tingkatannya sewaktu-waktu dapat membubarkan badan


khusus, manakala berdasarkan pertimbangan organisasi sudah tidak diperlukan lagi
meskipun masa kerjanya belum berakhir.

2. Pengurus KNPI sesuai dengan tingkatannya sewaktu-waktu dapat mengangkat dan


memberhentikan personalia pengelola badan khusus.

Pasal 12

1. DPP KNPI sewaktu-waktu dapat membubarkan Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda
Indonesia di luar negeri, manakala berdasarkan pertimbangan organisasi sudah tidak
diperlukan lagi meskipun masa kerjanya belum berakhir.

2. DPP KNPI sewaktu-waktu dapat mengangkat dan memberhentikan personalia pengelola


Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri.

BAB V
PENUTUP
Pasal 13

1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Organisasi ini akan diatur kemudian
dalam bentuk Petunjuk Pelaksanaan.

2. Apabila di dalam peraturan organisasi ini terdapat kekeliruan, maka akan dilakukan
perbaikan seperlunya.

3. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015
------------------------------------------

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

89
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Gedung Pemuda/Kantor DPP KNPI, Jl. HR. Rasuna Said, Komplek GEMA Kuningan Jakarta Selatan
Telp./Fax. 021-29410947. E-mail : sekretariat.knpi@gmail.com website : www.knpi.org

PERATURAN ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA
NOMOR : 10/PO/KNPI/IV/2015
-----------------------------------------------------

Tentang

ATRIBUT ORGANISASI
KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Menimbang : 1. Bahwa atribut adalah merupakan identitas penting bagi keberadaan suatu
organisasi sehingga mudah untuk dikenal secara luas di tengah
masyarakat;
;
2. Bahwa untuk itu dipandang perlu disusun aturan-aturan, petunjuk maupun
ketentuan yang berkaitan dengan atribut KNPI serta aturan
penggunaannya;

3. Bahwa oleh karena itu, perlu dikeluarkan Peraturan Organisasi KNPI yang
mengatur Atribut Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia;

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI

2. Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional (PPKNO) KNPI

Memperhatikan : - Keputusan Rapat Pleno I DPP KNPI, tanggal 30 April 2015.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA TENTANG


ATRIBUT ORGANISASI KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA.

Pasal 1
PENDAHULUAN

1. Peraturan Organisasi ini ditetapkan sebagai tindak lanjut dari ketentuan yang
diamanatkan dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Komite
Nasional Pemuda Indonesia, khususnya ART KNPI Bab X Pasal 36.

1
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2. Atribut Komite Nasional Pemuda Indonesia adalah perangkat kelengkapan Organisasi
Komite Nasional Pemuda Indonesia yang digunakan oleh seluruh jajaran organisasi Komite
Nasional Pemuda Indonesia dalam rangka menjalankan partisipasi bagi kepentingan
organisasi.

Pasal 2
ATRIBUT ORGANISASI

Atribut atribut Komite Nasional Pemuda Indonesia, terdiri dari :


a. Lambang / Logo Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia.
b. Panji / Pataka Komite Nasional Pemuda Indonesia.
c. Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia
d. Mars dan Hymne Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia.
e. Pakaian seragam Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia.
f. Papan nama, Stempel, Cover, Kertas dan Amplop Surat Organisasi Komite Nasional Pemuda
Indonesia
g. Badge Komite Nasional Pemuda Indonesia
h. Piagam, Plakat dan Vandel Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Pasal 3
LAMBANG / LOGO ORGANISASI

1. Pengertian Lambang/logo :
a. Bentuk figur : Perlambang Pemuda, menatap ke masa depan dengan optimis,
b. Memegang “daun berhelai lima” perlambang akan setiap tindakan perbuatan selalu
berpegang pada azas Pancasila dan juga simbol untuk kemakmuran,
c. Figur yang mendorong : mengartikan maju kedinamisan kemauan bekerja membangun,
d. Huruf-huruf KNPI yang “menyatu” mengartikan Persatuan dan Kegotong royongan,
kesatuan tindakan dalam KNPI,
e. Bentuk : mengartikan perisai : Ketahanan Pemuda terhadap pengaruh luar
mengartikan wadah : tempat berkumpul, bersatunya pemuda-pemuda

2. Keterangan warna :
a. Orang : Coklat
b. Daun dan Huruf KNPI : Kuning
c. Dasar bagian bawah : Biru
d. Dasar bagian atas : Putih
e. Garis Pinggir : Hitam

3. Pengertian Tata Warna :


a. Biru : menggambarkan lautan Indonesia yang mengelilingi Kepulauan Nusantara
b. Coklat muda : Manusia/Bumi Indonesia
c. Kuning Muda/Kehijauan-hijauan : Warna daun muda yang menggambarkan generasi
muda harapan bangsa dan sifat pemuda itu sendiri yang optimis penuh harapan.

2
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
4. Lambang Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia digunakan/dipakai pada panji/
bendera, badge, jaket dan pakaian seragam, papan nama, kertas dan amplop surat,
piagam, vandel dan plakat.

5. Yang berhak mempergunakan Lambang Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia


adalah :
a. Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia,
b. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Provinsi,
c. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kabupaten/Kota,
d. Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kecamatan/Distrik,
e. Lembaga/Badan yang dibentuk oleh Dewan Pengurus KNPI sesuai tingkatannya,
f. Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia di luar negeri,
g. Pihak lain yang melakukan kerjasama kegiatan dengan Dewan Pengurus KNPI sesuai
dengan tingkatannya setelah mendapat persetujuan dari Dewan Pengurus KNPI yang
bersangkutan

6. Lambang Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia telah mendapatkan surat Sertifikat
Pendaftaran Hak Cipta LOGO KNPI Nomor C00200804211 tertanggal 21 Mei 2010 yang
berlaku perlindungannya selama 50 tahun terhitung sejak pertama kali di umumkan
melalui Berita Resmi Hak Cipta oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Pasal 4
PANJI / PATAKA ORGANISASI

1. Bentuk ukuran Panji/Pataka Komite Nasional Pemuda Indonesia, adalah :


a. Ukuran Panji /Pataka Komite Nasional Pemuda Indonesia.
Panjang = 120 cm
Lebar = 90 cm
b. Bahan Panji / Pataka Komite Nasional Pemuda Indonesia
Dasar Panji / Pataka = Kain satin
Lambang = Bordir tempel bolak balik
c. Dasar/Warna Panji /Pataka Komite Nasional Pemuda Indonesia
Dasar = ½ bagian atas berwarna biru dan ½ bagian bawah berwarna putih.
Lambang Organisasi = dengan tinggi disesuaikan dengan ukuran panji/pataka
ditempatkan ditengah panji /pataka antara warna biru dan warna putih panji/pataka
d. Bentuk ukuran panji/pataka Komite Nasional Pemuda Indonesia berlaku untuk DPD
KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan se Indonesia.

2. Tata cara penggunaan Panji/Pataka Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia


diseluruh tingkat organisasi :
a. Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia
1. Dalam Kongres Pemuda/KNPI
2. Dalam Rapat Kerja Nasional
3. Dalam Rapat Pimpinan Nasional
4. Dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Organisasi
5. Dalam acara acara tingkat Nasional yang dianggap layak oleh Dewan Pengurus
Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia.

b. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi


1. Dalam Musyawarah Provinsi

3
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
2. Dalam Rapat Kerja Provinsi
3. Dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Organisasi
4. Dalam acara acara tingkat Provinsi yang dianggap layak oleh Dewan Pengurus
Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi.

c. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota


1. Dalam Musyawarah Kabupaten/Kota
2. Dalam Rapat Kerja Kabupaten/Kota
3. Dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Organisasi

4. Dalam acara acara tingkat Kabupaten/Kota yang dianggap layak oleh Dewan
Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten/Kota..

d. Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan :


1. Dalam Musyawarah Kecamatan
2. Dalam Rapat Kerja Kecamatan
3. Dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Organisasi
4. Dalam acara acara tingkat Kecamatan yang dianggap layak oleh Pengurus Komite
Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan.

Pasal 5
BENDERA

1. Bentuk ukuran Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia, adalah :


a. Ukuran Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia adalah berbanding 3 : 4
b. Bahan Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia disesuaikan dengan kondisi
setempat – dengan bahan / kain yang mudah didapat
c. Dasar/Warna Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia
Dasar = ½ bagian atas berwarna biru dan ½ bagian bawah berwarna putih.
Lambang/Logo Organisasi = dengan tinggi disesuaikan dengan ukuran bendera
ditempatkan ditengah bendera antara warna biru dan warna putih bendera.
Lambang/Organisasi cukup disablon menyatu dengan warna bendera.
d. Bentuk ukuran Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia berlaku untuk DPD KNPI
Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan se Indonesia.

2. Tata cara penggunaan Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia diseluruh tingkat
organisasi adalah untuk pertanda adanya kegiatan Komite Nasional Pemuda Indonesia,
dipasang di sekitar kantor Sekretariat DPP/DPD Provinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan dan
di lokasi kegiatan atau tempat-tempat strategis lainnya di kota lokasi kegiatan dimaksud.

Pasal 6
MARS DAN HYMNE

1. Mars dan Hymne Komite Nasional Pemuda Indonesia dinyanyikan dan diperdengarkan pada
saat:
a. Kongres Pemuda/KNPI
b. Rapat Pimpinan Nasional KNPI
c. Musyawarah Provinsi
d. Rapat Kerja Nasional
e. Rapat Kerja Provinsi
f. Rapat Kerja Kabupaten/Kota

4
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
g. Rapat Kerja Kecamatan dan
h. Pada acara acara KNPI yang layak dan memungkinkan dinyanyikan serta diperdengarkan
Mars dan Hymne Komite Nasional Pemuda Indonesia.

2. Mars dan Hymne Komite Nasional Pemuda Indonesia, adalah sebagaimana yang telah
ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga KNPI.

Pasal 7
PAKAIAN SERAGAM

1. Pakaian seragam Dewan Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia terdiri dari :
a. Pakaian seragam resmi ( PSR )
b. Pakaian seragam Harian dan Lapangan ( PSHL)

2. Pakaian seragam resmi (PSR) :


a. Berbentuk jas warna biru, baju dalam warna terang serta dasi dan celana warna
gelap.
b. Dikenakan dengan dilengkapi badge Komite Nasional Pemuda Indonesia di dada
sebelah kiri diatas badge dengan tulisan DPP KNPI untuk Dewan Pengurus Pusat dan
DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota untuk DPD KNPI
c. Dipakai pada acara resepsi yang diadakan oleh jajaran Komite Nasional Pemuda
Indonesia dan pertemuan resmi lainnya.

3. Pakaian seragam Harian dan Lapangan (PSHL)


a. Baju warna biru lengan pendek dan celana warna gelap
b. Dikenakan dengan dilengkapi badge Komite Nasional Pemuda Indonesia di dada
sebelah kiri diatas badge dengan tulisan DPP KNPI untuk Dewan Pengurus Pusat dan
DPD KNPI Provinsi/Kabupaten/Kota untuk DPD KNPI

4. Untuk pakaian seragam resmi dan pakaian seragam harian/lapangan terbuat dari bahan
yang memadai. Untuk keseragaman warna kain diseluruh jajaran KNPI, disarankan jenis
kain adalah : Tetrex warna biru dengan nomor : 2020.

Pasal 8
PAPAN NAMA, STEMPEL, KERTAS DAN AMPLOP SURAT

1. Papan nama Komite Nasional Pemuda Indonesia, terdiri dari :


a. Untuk Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia dengan ukuran :
Panjang = 350 cm
Lebar = 110 cm
b. Untuk Dewan Pengurus Daerah Provinsi / Kabupaten /Kota / Kecamatan Komite
Nasional Pemuda Indonesia dengan ukuran :
Panjang = 200 cm
Lebar = 90 cm

2. Terbuat dari bahan yang memadai dan mudah didapat pada tempat dimana jajaran
organisasi berada.

3. Warna dasar papan nama putih, ditengah lambang Komite Nasional Pemuda Indonesia.
Terletak pada posisi dibawah lambang tertulis dengan cat warna hitam DEWAN PENGURUS
PUSAT/ DEWAN PENGURUS DAERAH / PENGURUS KECAMATAN.

5
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
Di samping tulisan sebelah kanan DEWAN PENGURUS PUSAT / DEWAN PENGURUS DAERAH/
PENGURUS KECAMATAN dibuat tulisan KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA dibawahnya
dibuat tulisan Nama Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan dimana Dewan Pengurus itu
berkedudukan. Dibawahnya ditulis alamat kedudukan Sekretariat.

4. Stempel Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia :


a. Bentuk stempel bulat dengan ukuran stempel garis tengah 4 (empat) cm
b. Tulisan Komite Nasional Pemuda Indonesia mengikuti bentuk bulatan setengah diatas
dan di lingkaran bawah tertulis singkatan KNPI,
c. Ditengah stempel melintang ditulis kedududukan Provinsi/Kabupaten/Kota/
Kecamatan,
d. Tinta stempel warna ungu.
e. Untuk stempel Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan menyesuaikan dengan stempel
DPP KNPI.

5. Kertas Kop Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia :


a. Kertas Kop Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia menggunakan kertas HVS
ukuran A4 dan F4 warna putih.
b. Urutan pencantuman identitas organisasi pada kertas kop :
1). Pojok kiri tercantum tulisan knpi dengan lambang/logo Komite Nasional Pemuda
Indonesia diletakkan dtengah atas kop surat dengan warna asli lambang/logo.
2). Dibawah lambang/logo tercantum dengan huruf sebagai berikut :
 Untuk tingkat Pusat : Dewan Pengurus Pusat - Komite Nasional Pemuda
Indonesia dan dibawahnya dalam terjemahan bahasa Inggris selanjutnya
dibawah sendiri alamat lokasi kantor.tingkat Pusat.
 Untuk tingkat Provinsi : Dewan Pengurus Daerah - Komite Nasional Pemuda
Indonesia dan dibawahnya menunjukkan Provinsi yang bersangkutan dan
selanjutnya dibawah sendiri alamat lokasi kantor tingkat Provinsi.
 Untuk tingkat Kabupaten/Kota : Dewan Pengurus Daerah - Komite Nasional
Pemuda Indonesia dan dibawahnya menunjukkan Kabupaten/ Kota yang
bersangkutan dan selanjutnya dibawah sendiri alamat lokasi kantor tingkat
Kabupaten/Kota
 Untuk tingkat Kecamatan : Pengurus - Komite Nasional Pemuda Indonesia
dan dibawahnya menunjukkan Kecamatan yang bersangkutan dan
selanjutnya dibawah sendiri alamat lokasi kantor tingkat Kecamatan.

6. Amplop surat Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia :


a. Amplop terbuat dari kertas warna putih dan ukuran amplop standart yang dijual di
pasaran dengan ukuran 10 x 23 Cm. Untuk amplop ukuran lain dapat dibuat sesuai
dengan kebutuhan.
b. Urutan penentuan identitas tingkat organisasi pada amplop surat adalah sesuai
dengan kop surat.

Pasal 9
BADGE

Badge organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia terdiri dari :


1. Badge terbuat dari kain dengan sistim bordir
2. Ukuran Badge adalah bergaris tengah 6 (enam) cm
3. Warna badge adalah warna asli lambang
4. Bentuk badge adalah sesuai dengan bentuk lambang.
6
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”
5. Pemakaian dan penggunaan badge Komite Nasional Pemuda Indonesia adalah pelengkap
seragam Komite Nasional Pemuda Indonesia ditempel di baju sebelah kiri.

Pasal 10
PIAGAM, VANDEL DAN PLAKAT

Piagam, Vandel dan plakat Komite Nasional Pemuda Indonesia :


1. Bentuk, warna, bahan dan ukuran piagam, vandel dan plakat disesuaikan
2. Diatas piagam, vandel dan plakat harus dicantumkan lambang/logo Komite Nasional
Pemuda Indonesia
3. Diatas piagam, vandel dan plakat sebaiknya dicantumkan yang mengeluarkan dan Tulisan
yang menggambarkan kegiatan dan bagi Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda
Indonesia dimungkinkan tulisan dalam bahasa asing.
4. Digunakan sebagai cendera mata dan dihadiahkan pada kesempatan kesempatan yang
dianggap perlu.

Pasal 11
PENUTUP

1. Bentuk dan ukuran atribut adalah seperti digambarkan pada contoh dan lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Organisasi ini.
2. Peraturan Organisasi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan melalui Rapat Pleno DPP
KNPI dan disosialisasikan pada Rapat Kerja Nasional KNPI.
3. Apabila terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan dilakukan perbaikan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 30 April 2015.

DEWAN PENGURUS PUSAT


KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,

MUHAMMAD RIFAI DARUS SIRAJUDDIN ABDUL WAHAB

7
“Trust For Harmony”
“Bangga Jadi Pemuda Indonesia”

Anda mungkin juga menyukai