Anda di halaman 1dari 33

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan tenaga kesehatan sebagai bagian integral dari

pembangunan nasional bidang kesehatan diarahkan untuk mendukung

upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh

karenanya penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan ditujukan

untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas sehingga

mampu mengemban tugasnya untuk menciptakan perubahan,

pertumbuhan, dan pembaharuan dalam rangka memenuhi kebutuhan

pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

STIKes Insan Cendekia Medika Jombang merupakan institusi

pendidikan tenaga kesehatan yang mempunyai tugas menghasilkan

tenaga-tenaga Ahli Madya maupun sarjana di bidang kesehatan yang

memiliki pengetahuan, sikap, ketrampilan serta menguasai teknolohi

pelayanan kesehatan. Untuk mencapai hal tersebut maka peningkatan

kualitas penyelenggaraan pendidikan di STIKes ICMe Jombang mutlak

harus dilaksanakan secara berkesinambungan dimana salah satu upaya

tersebut adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Pembangunan

Kesehatan Msyarakat Desa (PPKMD) bagi mahasiswa yang sudah

mencapai semester VI (enam). Kegiatan PPKMD mahasiswa program

studi D-III Analis Kesehatan STIKes ICMe Jombang merupakan salah

satu bentuk pembelajaran dengan cara memberikan pengalaman belajar

di tatanan masyarakat secara nyata kepada mahasiswa, berdasarkan

kompetensi keilmuan yang sudah didapatkan mahasiswa. Kegiatan ini

diarahkan pada kegiatan pengabdian masyarakat

1
2

dengan pendekatan scientific dan partisipatif yang bertujuan untuk

memecahkan masalah kesehatan yang lazim dialami oleh masyarakat

desa pada umumnya sehingga diharapkan mahasiswa mampu

mengimplimentasikan ilmu yang sudah didapatkan dan kesehatan

masyarakat desa dapat menjadi lebih baik.

Berdasarkan hal tersebut maka dipandang perlu untuk menyusun

suatu pedoman yang jelas dan terinsi tata cara pengelolaan kegiatan

Pembangunan Kesehatan Msyarakat Desa dengan harapan maksud

daan tujuan pelaksanaan kegiatan PPKMD tersebut dapat tercapai

dengan baik.

1.2 Tujuan PPKMD

a. Tujuan Umum :

Mahasiswa mampu menerapkan teori pada situasi nyata dalam

kegiatan pengabdian masyarakat sehingga mahasiswa dapat

memperoleh pengalaman dalam memecahkan masalah kesehatan

dan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat desa.

b. Tujuan Khusus :

a. Meningkatkan, memperluas keterampilan yang membentuk

kemampuan peserta didik sebagai bekal untuk memasuki

lapangan keja yang sesuai dengan kebutuhan program

pendidikan yang telah ditetapkan.

b. Mengena kegiatan-kegiatan penyelenggaraan program

pelayanan kesehatan secara menyeluruh baik ditinjau dari aspek

administrasi, aspek teknis maupun aspek sosial budaya.

c. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan

pengalaman kerja yang nyata dan langsung secara terpadu

……
3

dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan pada lahan

praktik yang telah ditetapkan.

d. Menumbuh-kembangkan dan menetapkan sikap etis

profesionalisme dan nasionalisme yang diperlukan bagi peserta

didik untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya.

e. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk

memasyarakatkan diri pada suasana atau iklim lingkungan kerja

yang sebenarnya.

f. Melakukan kerjasama antar mahasiswa demi terwujudya

kesehatan dilingkungan masyarakat desa Latsari kecamatan

Mojowarno kabupaten Jombang demi terwujudnya Jombang

Sehat 2030 dengan cara melakukan pemeriksaan skrining gula

darah acak, asam urat, kolesterol, melakukan jalan sehat sertan

mewujudkan go green di sekitar lingkungan desa.

g. Melakukan sosialisasi, penyuluhan kesehatan masyarakat dan

memberikan solusi masalah kesehatan di masyarakat serta

mewujudkan program lingkugan hijau dan sehat di desa Latsari

kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang demi terwujudnya

Jombang Sehat 2030 dengan cara melakukan pemeriksaan

skrining gula darah acak, asam urat, kolesterol, melakukan jalan

sehat serta mewujudkan go green di sekitar lingkungan desa.

1.3 Manfaat PPKMD

a. Peserta didik menjadi lebih trampil dan profesional dalam

mengaplikasikan ilmu yang pernah didapatkan semasa kuliah di

dunia kerja yang sesungguhnya, terutama yang berkaitan

dengan kesehatan masyarakat.

……
4

b. Peserta didik lebih mengenal dan memahami berbagai macam

kegiatan yang diselenggarakan ditengah kehidupan masyarakat

secara menyeluruh baik ditinjau dari aspek administrasi, aspek

teknis maupin aspek sosial budaya.

c. Peserta didik mampu membaurkan dirinya dengan masyarakat

sehingga rasa persaudaraan yang telah ada lebih terjaga

didalam kehidupan sehari-hari.

d. Peserta didik lebih mampu melakukan penyuluhan tentang

kesehatan terhadap masyarakat Desa Latsari Kecamatan

Mojowarno. Berdasarkan hasil skrining Diabetes Melitus,

Penyakit asam urat, kolesterol serta penyuluhan cuci tangan

sebagai salah satu keahlian dari seorag analis kesehatan

sehingga tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan

semakin tinggi.

……
BAB 2

GAMBARAN DESA

2.1. Profil Desa

2.1.1 Sejarah Desa Latsari

A. Sejarah Terbentuknya Kampung Guwo

Diceritakan Sekitar abad 18 yang dimana ada seorang

pencuri (maling) sakti dijuluki atau bergelar maling cluring yang

berkeinginan memperistri seorang putri cantik jelita dari desa

bajang..tapi keinginannya tersebut mendapat respon kurang

baik dari kedua orang tua putri bajang tersebut, karena

keinginannya yang tidak mendapat restu dari ke dua orang tua

putri bajang..maka sang pencuri atau maling tersebut

mempunyai niat untuk mengambil putri yang ingin dinikahinya

dengan cara paksa yaitu dengan dicurinya putri tersebut,

mendengar bahwa putrinya telah dicuri oleh sang pencuri atau

maling cluring maka orang tua dari putri tersebut meminta

bantuan kepada penduduk bajang untuk merebut kembali

putrinya dari sang pencuri, sang pencuri pun melarikan diri dari

kejaran. Penduduk bajang yang dipimpin langsung oleh orang

tua sang putri, disekitar radius 3 km dari desa bajang sang

pencuri atau maling cluring hampir tertangkap oleh kejaran

penduduk, karena kesaktiannya sang pencuri atau maling

cluring tersebut menggunakan ilmu kesaktianya yaitu nerus

bumi yang artinya nembus bumi untuk menghindari atau

bersembunyi dari kejaran sang penduduk..itu dilakukannya

sebanyak 9 (Sembilan) kali sehingga kejaran penduduk tidak

5
6

bisa menemukannya, merasa dirinya telah aman dari kejaran

para penduduk sang pencuri atau maling cluring keluar dari

lubang yang ke 9 (Sembilan) dan sang pencuri atau maling

cluring mempanditokan (berucap) bila ada rame-ramenya

zaman tempat itu diberi nama GUWO 9 (Sembilan) karena

bekas lubang nembus bumi itu menyerupai sebuah GUWO

yang mempunyai lubang berjumlah 9 (sembilan), pada akhirnya

sang pencuri atau maling cluring lolos dari kejaran para

penduduk dan meneruskan perjalanannya kearah utara yang

tepatnya didataran tinggi yang dikenal sekarang dengan

gunung pucangan yang berada di wilayah kecamatan ngusikan

dan sampai akhir cerita pencuri atau maling cluring tersebut

menikah dan meninggal dikebumikan di puncak gunung

tersebut. Dengan berjalanannya waktu Guwo 9 tersebut

berganti nama menjadi dusun atau kampung GUWO yang

dikenal sampai sekarang yang keberadaan kampung tersebut

berada di radius 4 km arah selatan dari pusat perekonomian

wilayah kecamatan mojowarno.

B. Sejarah Terbentuknya Kampung Jambangan dan

Kempreng

Setelah proses terbentuknya kampung guwo terkisahkan

kembali bahwa ke 9 lubang guwo yang berjumlah 9 itu

memancarkan sinar dari dalam guwo yang konon sinar tersebut

tidak bisa padam..dan terus memancarkan sinarnya, kemudian

sinar tersebut pertama kali yang melihat bahwa 9 guwo

tersebut bersinar adalah 2 orang lelaki yang bernama mbah yai

iskhak dan kek yahdi lalu kedua orang tersebut bersemedi

……
7

(tirakat) untuk mendapatkan petunjuk dari sang kuasa..dari

hasil bersemedi (tirakat) tersebut mendapatkan petunjuk bahwa

yang memancarkan sinar dari dalam guwo adalah batu lentang,

cara untuk memadamkan pancaran sinar batu lentang tersebut

yang keluar dari dalam guwo dengan cara dikencingi kearah

lubang yang bersinar, kedua orang tersebut mbah yai iskhak

dan kek yahdi segera melakukan sesuai dengan petunjuk yang

didapat dengan cara mengencingi ke 9 lubang guwo itu dan

seketika itu cahaya yang bersinar dari batu lentang 9 lubang

guwo itu menjadi padam, selanjutnya masuklah beberapa

orang ke dalam lubang guwo itu dan menemukan sebuah

JAMBANG (tempat untuk mandi pada zaman itu) lalu jambang

itu dikeluarkan dari dalam lubang guwo yang ke 9 kemudian

jambang itu ditandu bersama - sama kearah selatan, pada

waktu ditandu kearah selatan sekitar berjarak 2 km salah satu

orang yang menandu jambang tersebut memukul jambang itu

dan mengeluarkan nada (suara) PRENG, salah satu orang

tersebut yang menandu mengucap bila rame-ramenya zaman

kampung itu diberi nama kampung KEMPRENG, hingga

sampai sekarang kampung itu ada, yang berada sekitar 2 km

arah selatan dari kampung GUWO. Selanjutnya jambang yang

ditandu terus berjalan kearah timur sekitar 1 km dari

terbentuknya kampung kempreng tadi..jambang tersebut

diletakan dan ditanam didalam tanah, salah satu orang yang

menandu berucap bilamana rame-ramenya zaman kampung ini

diberi nama kampung JAMBANGAN dan kampung tersebut

hingga sekarang bernama JAMBANGAN, yang berada sekitar 3

……
8

km arah selatan ke timur dari kampung GUWO. Untuk situs

jambang (tempat untuk mandi pada zaman itu) masih ada

keberadaannya hingga sekarang yang berada didalam rumah

salah satu penduduk jambangan.

C. Sejarah Terbentuknya Kampung Desa Latsari

Setelah kampung Guwo, Kempreng dan Jambangan

terbentuk dikisahkan seorang sakti mandraguna yang bernama

mbah Singo Karso datang ke kampung tersebut yang dimana

kampungnya waktu itu masih banyak ditemukan hutan (semak

belukar) dan angker (wingit) sedangkang kampung – kampung

disekitarnya sudah rame di huni oleh penduduk yang

melakukan aktifitas pembangunan, perekonomian pada zaman

itu..sehingga mbah singo karso membersihkan kampung itu

dari semak belukar dan terkesan wingit agar supaya kampung

tersebut bisa di huni oleh penduduk yang saling

berdampingan..dari terlambatnya kampung itu dihuni oleh

banyak penduduk dan tertinggalnya dari kampung-kampung

sekitar maka mbah Singo Karso berucap bilamana rame-

ramenya zaman kampung (desa) itu diberi nama LATSARI

yang artinya telat sehari dalam hal pembangunan dan

perekonomian pada zaman itu.

2.1.2 Karakteristik Wilayah.

1. Batas wilayah

a. Desa/kel sebelah utara : Dusun Sidoluwih desa Mojowarno

b. Desa/kel sebelah selatan : Desa Tebel Kec.Bareng

c. Desa/kel sebelah timur : Desa Mojotengah Kec.Bareng

……
9

d. Desa/kel sebelah barat : Desa Karanglo Kec.Mojowarno

dan Desa Kertorejo Kec Ngoro

2. Luas wilayah

Total luas wilayah menurut penggunaan

a. Tanah sawah 174,00 Ha

- Sawah irigasi teknis 0,00 Ha

- Sawah irigasi setengah teknis 0,00 Ha

- Sawah tadah hujan 0,00 Ha

- Sawah pasang surut 0,00 Ha

- Total luas 174,00 Ha

b. Tanah kering

- Tegal/ladang 0,00 Ha

- Pemukiman 31,20 Ha

- Pekarangan 5,20 Ha

- Total luas 36,40 Ha

c. Tanah basah

- Pasang surut 0,00 Ha

- Lahan Gambut 0,00 Ha

- Situ/waduk/danau 0,00 Ha

- Total luas 0,00 Ha

d. Tanah perkebunan

- Tanah perkebunan rakyat 0,00 Ha

- Tanah perkebunan negara 0,00 Ha

- Tanah perkebunan swasta 0,00 Ha

- Tanah perkebunan perorangan 0,00 Ha

- Total luas 0,00 Ha

……
10

e. Tanah fasilitas umum

Kas Desa/kelurahan : 7,00 Ha

- Tanah bengkok 6,40 Ha

- Tanah titi sara 0,00 Ha

- Kebun desa 0,00 Ha

- Sawah desa 0,60 Ha

Lapangan olahraga 0,00 Ha

Perkantoran pemerintah 0,13 Ha

Ruang publik/taman kota 0,00 Ha

Tempat pemakaman desa/umum 3,60 Ha

Tempat pembangunan sampah 0,00 Ha

Bangunan sekolah/perguruan tinggi 0,30 Ha

Pertokoan 0,00 Ha

Fasilitas pasar 0,00 Ha

Terminal 0,00 Ha

Jalan 17,00 Ha

Daerah tangkapan air 0,00 Ha

Usaha perikanan 0,00 Ha

Sutet/aliran listrik tegangan tinggi 0,00 Ha

Total luas 28,03 Ha

3. Iklim

a. Curah hujan 96,00 Ha

b. Jumlah bulan hujan 7,00 Ha

c. Kelembapan 0,00 Ha

d. Suhu rata-rata harian 28,00 0C

……
11

2.1.3 Pertanian

Tanaman Pangan

1. Pemilikan lahan pertanian tanaman pangan

a. Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian 0 keluarga

b. Tidak memiliki 0 keluarga

c. Memiliki kurang 10 ha 0 keluarga

d. Memiliki 10-50 ha 0 keluarga

e. Memiliki 50-100 ha 0 keluarga

f. Memiliki lebih dari 100 ha 0 keluarga

g. Jumlah total keluarga petani 0 keluarga

2.1.4 Potensi Sumber Daya Manusia

A. Jumlah

1. Jumlah laki-laki 1684 orang

2. Jumlah perempuan 1720 orang

3. Jumlah total 3404 orang

4. Jumlah kepala keluarga 1077 KK

5. Kepadatan penduduk 1.538,88 per KM

B. Usia

Usia Laki-laki Perempuan Usia Laki-laki Perempuan

0-12 bulan 12 orang 8 orang 39 tahun 21 orang 22 orang

1 tahun 24 orang 5 orang 40 tahun 13 orang 24 orang

2 tahun 29 orang 24 orang 41 tahun 23 orang 24 orang

3 tahun 27 orang 17 orang 42 tahun 23 orang 17 orang

4 tahun 31 orang 24 orang 43 tahun 20 orang 25 orang

5 tahun 31 orang 24 orang 44 tahun 29 orang 25 orang

……
12

6 tahun 26 orang 23 orang 45 tahun 20 orang 25 orang

7 tahun 20 orang 10 orang 46 tahun 22 tahun 25 orang

8 tahun 26 orang 26 orang 47 tahun 29 orang 19 orang

9 tahun 33 orang 22 orang 48 tahun 24 orang 27 orang

10 tahun 21 orang 25 orang 49 orang 21 orang 28 orang

11 tahun 21 orang 24 orang 50 orang 20 orang 19 orang

12 tahun 28 orang 27 orang 51 orang 29 orang 21 orang

13 tahun 26 orang 26 orang 52 orang 18 orang 27 orang

14 tahun 24 orang 28 orang 53 orang 23 orang 21 orang

15 tahun 25 orang 29 orang 54 orang 14 orang 20 orang

16 tahun 26 orang 28 orang 55 orang 19 orang 23 orang

17 tahun 23 orang 26 orang 56 orang 16 orang 23 orang

18 tahun 29 orang 27 orang 57 orang 22 orang 19 orang

19 tahun 20 orang 20 orang 58 orang 21 orang 25 orang

20 tahun 22 orang 20 orang 59 orang 17 orang 25 orang

21 tahun 25 orang 31 orang 60 orang 26 orang 23 orang

22 tahun 21 orang 36 orang 61 orang 21 orang 20 orang

23 tahun 39 orang 25 orang 62 orang 23 orang 18 orang

24 tahun 21 orang 22 orang 63 orang 15 orang 22 orang

25 tahun 24 orang 29 orang 64 orang 16 orang 19 orang

26 tahun 27 orang 23 orang 65 orang 17 orang 21 orang

27 tahun 29 orang 25 orang 66 orang 13 orang 20 orang

28 tahun 31 orang 28 orang 67 orang 10 orang 25 orang

29 tahun 26 orang 24 orang 68 orang 15 orang 25 orang

30 tahun 26 orang 22 orang 69 orang 14 orang 18 orang

31 tahun 24 orang 26 orang 70 orang 9 orang 19 orang

……
13

32 tahun 21 orang 23 orang 71 orang 15 orang 10 orang

33 tahun 25 orang 21 orang 72 orang 14 orang 18 orang

34 tahun 27 orang 29 orang 73 orang 5 orang 14 orang

35 tahun 23 orang 22 orang 74 orang 9 orang 10 orang

36 tahun 26 orang 25 orang 75 orang 14 orang 12 orang

37 tahun 22 orang 27 orang Lebih da 23 orang 27 orang

ri 75

38 tahun 28 orang 21 orang Total 1692 1734 orang

orang

C. Pendidikan

Tingkatan Pendidikan Laki-laki Perempuan

Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Play group 115 orang 85 orang

Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 305 orang 240 orang

Tamat SD/sederajat 247 orang 278 orang

Tamat SMP/sederajat 236 orang 258 orang

Tamat SMA/sederajat 690 orang 790 orang

Tamat D-1/sederajat 3 orang 5 orang

Tamat D-3/sederajat 5 orang 12 orang

Tamat S-1/sederajat 21 orang 23 orang

Tamat S-2/sederajat 5 orang 6 orang

Jumlah total 3.324 orang

D. Mata pencaharian pokok

Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan

Petani 664 orang 90 orang

……
14

Buruh Tani 197 orang 75 orang

Buruh Migran 3 orang 2 orang

Pegawai Negeri Sipil 8 orang 10 orang

Peternak 65 orang 0 orang

Ahli Pengobatan Alternatif 0 orang 0 orang

TNI 2 orang 0 orang

POLRI 1 orang 0 orang

Pedagang Keliling 15 orang 29 orang

Tukang Kayu 9 orang 0 orang

Tukang Batu 6 orang 0 orang

Karyawan Perusahaan Swasta 225 orang 251 orang

Wiraswasta 85 orang 45 orang

Pelajar 254 orang 250 orang

Ibu Rumah Tangga 0 orang 753 orang

Perangkat Desa 8 orang 3 orang

Buruh Harian Lepas 63 orang 147 orang

Jasa Penyewaan Peralatan Pesta 3 orang 0 orang

Tukang jahit 1 orang 16 orang

Tukang Las 2 orang 0 orang

Pelaut 1 orang 0 orang

Akuntan 0 orang 0 orang

Jumlah Total Penduduk 3.324

orang

……
15

E. Agama

Agama Laki-laki Perempuan

Islam 1673 orang 1711 orang

Kristen 9 orang 23 orang

Jumlah 1.682 orang 1.734 orang

F. Cacat Mental Dan Fisik

Jenis Cacat Laki-laki Perempuan

Tuna rungu 3 orang 2 orang

Tuna wicara 1 orang 0 orang

Tuna netra 1 orang 0 orang

Sumbing 0 orang 1 orang

Stress 2 orang 0 orang

Jumlah 7 orang 3 orang

G. Sarana dan Prasarana

a. Kantor Desa/Kelurahan

- Gedung Kantor Ada

- Kondisi Baik

- Balai Desa/Kelurahan/sejenisnya Ada

- Listrik Ada

- Air Bersih Ada

- Telepon Ada

……
16

b. Kesehatan

Jenis Prasarana kesehatan Jumlah (Unit)

- Puskesmas Pembantu 1

Dibawah naungan Bapak Muyono

- Posyandu 9

1. Posyandu Kemuning 1

2. Posyandu Kemuning 2

3. Posyandu Kemuning 3

4. Posyandu Lansia Guwo

5. Posyandu Lansia Kempreng

6. Posyandu Lansia Jambangan

7. Posyandu Remaja Guwo

8. Posyandu Remaja Kempreng

9. Posyandu Remaja Jambangan

- Bidan 2

1. Midya Astuti, Amd.Keb

2. Farida Rahmawati, Amd.Keb

Jenis Sarana kesehatan

- Mobil Siaga Desa 1

c. Prasarana dan sarana pendidikan

- Gedung SD/Sederajat Sewa 0 buah Milik sendiri 2 buah

- Gedung TK Sewa 0 buah Milik sendiri 2 buah

……
17

d. Transportasi

1 Prasarana transportasi darat 1,00 km atau 0,00 km atau

(Panjang jalan aspal) unit (Baik) unit (Rusak)

2. Sarana transportasi darat Ada – 1 unit

(Panjang jalan aspal)

3 Prasarana transportasi laut atau Ada – 18 unit

sungai (Panjang jalan aspal)

4 Sarana transportasi laut atau

sungai

5 Prasarana transportasi udara

(Data Terbaru Desa Latsari Kecamatan Mojowarno bulan April Tahun

2018)

……
BAB 3

RENCANA DAN PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1. Rencana Program Kegiatan

Pada kegiatan PPKMD ini beberapa program kesehatan akan

dilaksanakan di beberapa Dusun di Desa Latsari Kecamatan

Mojowarno. Program kesehatan tersebut diantaranya yaitu

pemeriksaan Gula Darah Acak (GDA) untuk skrining diabetes

melitus, Asam urat untuk skrining penyakit gout arthritis, kolesterol

total untuk skrening penyakit arterosklerosis dan tensi darah.

Penyuluhan cuci tangan pada siswa siswi SD dan TK untuk

menghindari masuknya kuman dan bakteri kedalam tubuh serta

penyuluhan perilaku Hidup Bersih dan Sehat tentang Diabetes

Melitus pada masyarakat Desa Latsari untuk memberi pengetahuan

tentang Diabetes Melitus. Beberapa pemeriksaan tersebut dilakukan

karena diduga kejadian tersebut masih tinggi serta untuk mencegah

terjadinya faktor resiko yang dapat terjadi pada masyarakat di Desa

Latsari Kecamatan Mojowarno.

Dalam program skrining diabetes melitus ini dilakukan dengan

pemeriksaan kadar gula sewaktu. Jika pada hasil pemeriksaan

glukosa darah acak tinggi atau positif diabetes melitus, maka

dilakukan pemeriksaan komfirmasi gula. Namun, perlu diingat bahwa

pemeriksaan tidak dilakukan kepada seluruh warga Desa Latsari

mengingat jumlah stik gula darah yang terbatas yang hanya

berjumlah 75 stik gula darah. Selain itu, pemeriksaan kadar gula

darah ini baru dilakukan bila sudah terdapat kriteria atau gejala yang

mengarah ke arah diabetes melitus, seperti : memiliki faktor resiko

18
19

diabetes melitus (berat badan berlebih 110 %, indeks masa tubuh

>23 kg/m2 , hipertensi keturunan dari orang tua dengan

diabetes melitus riwayat diabetes melitus gestasional, melahirkan

bayi dengan berat badan >4 kg)

Dalam program skrining penyakit gout arthritis ini dilakukan

dengan pemeriksaan asam urat Namun, perlu diingat jumlah stik

asam urat yang terbatas sehingga hanya dilakukan di beberapa

warga tertentu saja. Yang sedikit mengeluhkan nyeri disekitar

persendian dan gejala kesemutan yang dirasakan setelah bangun

tidur Kemudian program skrining penyakit kolesterol, kolesterol

penting peranannya dalam tubuh dalam menyimpan cadangan

makanan dalam tubuh namun apabila jumlah kolesterol melebihi

ambang batas normal dapat menyebabkan arteriosklerosis dan

jantung korener. Pemeriksaan ini ditujukan kepada warga desa

Latsari yang dianggap mendapatkan geja penyakit-penyakit tersebut.

Penyuluhan cuci tangan adalah kegiatan yang diberikan untuk

siswa-siswi PAUD, TK ,MI dan SD untuk menghindari masuknya

kuman dan bakteri masuk kedalam tubuh. Sekaligus penyuluhan

tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Pada kegiatan

penghijauan (Go Green) hanya dilakukan di balai desa hal ini

dilakukan karena pentingnya penghijuan penghijauan di area

tersebut. Penghijauan dilakukan untuk mengurangi erosi tanah dan

mengurangi polusi udara disekitar lingkungan.

3.2. Pelaksanaan Kegiatan

1. Pemeriksaan GDA (Gula Darah Acak), Asam Urat, dan

Cholesterol dilaksanakan di Balai Desa Latsari yang diikuti lansia

dari 3 dusun.

……
20

2. Penyuluhan cuci tangan dan gosok gigi siswa PAUD, TK, SD, dan

MI untuk menghindari masuknya kuman dalam tubuh dan

menghindari sakit gigi akibat tidak rutin melakukan gosok gigi.

Pada cuci tangan diikuti oleh PAUD, TK A, TK B, siswa SD kelas

2, 4, dan 5, dan siswa MI kelas 1-6 . Pada gosok gigi diikuti oleh

TK A, TK B, siswa SD kelas 2, 4, dan 5, dan siswa MI kelas 1-6.

3. Melakukan kegiatan go green di Balai Desa Latsari Kecamatan

Mojowarno.

3.3. Anggaran Dana

Anggaran dana yang diperlukan pada kegiatan pemeriksaan

gratis untuk skrining diabetes mellitus, pemeriksaan asam urat, dan

pemeriksaan cholesterol adalah sebagai berikut :

NO RINCIAN BIAYA

1. Kesekretariatan Rp. 25.000,00

2. Konsumsi

a. Air Mineral ( 2 x @18.000,00) Rp. 54.000,00

b. Snack Rp. 300.000,00

c. Nasi Kotak Rp. 220.000,00

3. Peralatan

a. Stik GDA ( 4 x 79.500 )

b. Stik Asam Urat ( 3 x @81.500,00) Rp. 244.500,00

c. Stik Cholesterol ( 2 x @1.000,00) Rp.

d. Lanset ( 2 x @12.500,00) Rp. 25.000,00

e. Kapas Rp. 5.000,00

f. Alkohol Rp. 6.000,00

TOTAL Rp. 1.101.432,00

……
21

Anggaran dana yang diperlukan pada penyuluhan tentang gosok

gigi dan cuci tangan pada siswa-siswi PAUD, TK, SD, dan MI adalah

sebagai berikut :

NO RINCIAN BIAYA

1. Kesekertariatan Rp. 25.000,00

2. Hand Wash Rp. 66.825,00

3. Tissue Rp. 42.000,00

4. Susu Rp. 348.000,00

5. Doorprize Rp. 200.000,00

TOTAL Rp. 611.000,00

Anggaran dana yang dilakukan pada kegiatan go green adalah sebagai

berikut :

NO RINCIAN BIAYA

1 Cat + kuas Rp 11.000,00

2 Pot + Polibag Rp 357.000,00

3 Bunga Rp 300.000,00

4 Tanaman Toga Rp 70.000,00

TOTAL Rp 738.000,00

Anggaran dana yang dilakukan pada kegiatan penutupan

PPKMD adalah sebagai berikut :

NO RINCIAN BIAYA

1. Kesekretariatan Rp. 25.000,00

2. Jalan Sehat

a. Kupon Rp. 126.000,00

b. Aqua Rp. 153.000,00

……
22

c. Nasi Kotak (60 x @10.000,00) Rp. 600.000,00

d. Bener Rp. 50.000,00

e. Elektoon Rp. 500.000,00

f. Terop Rp. 300.000,00

g. Kolopendem Rp. 50.000,00

h. Buah (Semangka dan Melon) Rp. 35.000,00

i. Doorprise Rp. 437.000,00

TOTAL Rp. 2.276.000,00

……
BAB 4

PEMBAHASAN DAN EVALUASI HASIL

5.1 Pembahasan

Penyakit Diabetes Melitus (DM) ditandai dengan tingginya kadar

gula darah akibat tubuh tidak memiliki hormon insulin atau insulin tidak

dapat bekerja sebagaimana mestinya. Insulin disekresikan oleh sel -

sel beta yang merupakan salah satu dari empat tipe sel dalam pulau -

pulau Langerhans pankreas. Sekresi insulin akan meningkat dan

menggerakkan glukosa ke dalam sel - sel otot, hati serta lemak. Insulin

di dalam sel-sel tersebut menimbulkan efek seperti menstimulasi

penyimpanan glukosa dalam hati dan otot (dalam bentuk glikogen),

meningkatkan penyimpanan lemak dari makanan dalam jaringan

adiposa dan mempercepat pengangkutan asam amino (yang berasal

dari protein makanan) ke dalam sel

5.1.1 Etiologi Diabetes Mellitus

Faktor – faktor penyebab DM meliputi :

a. Genetik

Faktor genetik merupakan faktor penting pada DM yang

dapat mempengaruhi sel beta dan mengubah kemampuannya

untuk mengenali sekretoris insulin. Keadaan ini meningkatkan

kerentanan individu tersebut terhadap faktor-faktor lingkungan

yang dapat mengubah integritas dan fungsi sel beta pankreas.

23
24

b. Usia

Diabetes mellitus tipe II biasanya terjadi setelah usia 30 tahun

dan semakin sering terjadi setelah usia 40 tahun, selanjutnya

terus meningkat pada usia lanjut. Usia sangat erat kaitannya

dengan terjadinya kenaikan kadar glukosa darah, sehingga

semakin meningkat usia maka prevalensi DM dan gangguan

toleransi glukosa semakin tinggi. Proses menua yang

berlangsung setelah usia 30 tahun mengakibatkan perubahan

anatomis, fisiologis dan biokimia. Perubahan dimulai dari

tingkat sel berlanjut pada tingkat jaringan dan akhirnya pada

tingkat organ,yang dapat mempengaruhi fungsi homeostasis.

c. Jenis kelamin

Penyakit DM ini sebagian besar dijumpai pada perempuan

dibandingkan laki- laki karena terdapat perbedaan dalam

melakukan semua aktivitas dan gaya hidup sehari - hari yang

sangat mempengaruhi kejadian suatu penyakit, dan hal

tersebut merupakan salah satu faktor risiko terjadinya

penyakit DM Jumlah lemak pada laki -laki dewasa rata - rata

berkisar antara 15- 20 % dari berat badan total, dan pada

perempuan sekitar 20-25%. Jadi peningkatan kadar lemak

pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki sehingga

faktor risiko terjadinya DM pada perempuan 3-7kali lipat lebih

tinggi dibandingkan pada laki - laki yaitu 2-3 kali lipat.

d. Berat badan

Obesitas adalah berat badan yang berlebih minimal 20% dari

BB idaman atau indeks massa tubuh lebih dari 25

kg/m2.menyatakan bahwa obesitas menyebabkan respon sel

……
25

beta pankreas terhadap peningkatan glukosa darah

berkurang, selain itu reseptor insulin pada sel di seluruh tubuh

termasuk di otot berkurang jumlahnya dan kurang sensitif.

Terdapat gejala

Terdapat gejala :

a. Mudah haus dan banyak minum (polydipsia)

b. Mudah lapar dan banyak makan (polyphagia)

c. Sering buah air kecil pada malam hari (polyuria)

d. Penglihatan kabur

e. Sering pusing dan mual

f. Mudah lelah dan mudah mengantuk

g. Beran badan menurun

h. Sering kesemutan

i. Nilai Normal : <150 mg/dl

Dalam program skrining diabetes melitus ini, dilaksanakan melalui

pemeriksaan kadar guula darah sewaktu. Jika pada hasil pemeriksaan

glukosa darah tinggi atau positif diabetes melitus maka dilakukan

pemeriksaan komfirmasi gluk

osa. Namun, perlu diingat bahwa pemeriksaan tidak dilakukan kepada

seluruh warga mengingat jumlah stik yang terbatas.

Tabel 4.1 Hasil Skrining Diabetes Melitus di Desa Latsari

Diperiksa Jumlah Hasil Presentase

Laki - Laki Diatas normal : 20 45%

Normal :25

Perempuan Diatas normal : 30 55%

Normal : 25

……
26

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari orang yang diperiksa di

Desa Latsari telah didapatkan hasil pemeriksaan kadar gula darah acak

sebanyak 100 orang dalam keadaan normal 25 orang untuk laki-laki dan 25

orang memiliki kadar diatas normal untuk perempuan 25 orang mempunyai

kadar normal dan 35 tidak normal. Hal ini menunjukan bahwa warga Desa

Latsari yang yang duduga menderita penyakit diabetes melitus di dominasi

oleh perempuan.

Penyakit gout adalah salah satu tipe dari arthritis (rematik) yang

disebabkan terlalu banyaknya atau tidak normalnya kadar asam urat di

dalam tubuh karena tubuh tidak bisa mengsekresikan asam urat secara

normal/ seimbang. Artritis gout atau arthritis pirai menyebabkan inflamasi

artikuler akut yang menyebabkan nyeri yang hebat. Arthritis gout menahun

dengan kadar asam urat yang tidak terkendali dapat menyebabkan

komplikasi dan risiko cacat sendi seumur hidup. Sendi dapat hancur total

akibat pembengkakan yang parah. Tentunya hal ini dapat menyebabkan

penderita gout menderita berkepanjangan dan dapat menyebabkan stres

secara psikologis dan menurunkan produktivitas (Susiati, dkk, 2015).

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan

gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di

persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun

yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan

kaki, dan jari kaki. Orang awam kadang-kadang menyebut penyakit ini

sebagai encok. Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat

dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30

tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah

menopause. Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya

akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam

……
27

pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan

tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai

warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu

bergerak secara leluasa.

Gejala asam urat :

1. Nyeri sendi dan bengkak biasanya pagi atau malam hari

2. Pusat nyeri di sendi kaki ditandai dengan warna merah

3. Sendi menjadi keras dan susuah untuk bergerak

4. Berresiko sakit ginjal

Penyebab Penyakit Asam Urat secara rinci sebagai berikut:

1. Banyak makan menu yang tidak sehat seperti daging tinggi lemak,

makanan dari laut, minuman yang banyak mengandung gula atau

zat pemanis, alkohol, semua minuman bersoda, minuman yang

meningkatkan energi tubuh.

2. Kontrol berat badan kurang sehingga muncul obesitas, biasanya

malas berolah raga

3. Akibat penyakit yang lama tidak sembuh seperti jantung, penyakit

ginjal, stroke, batu ginjal.

4. Sensitif dan efek samping obat tertentu seperti anti hipertensi, obat

jantung, ginjal dan organ lainnya.

5. Efek genetik dan biasanya terjadi pada usia > 31 tahun hingga 56

tahun dan untuk wanita biasanya saat masuk usia menopause

Tabel 4.2 Hasil Skrining Asam Urat di Desa Latsari

Diperiksa Jumlah Hasil Presentase

Laki - Laki Diatas normal : 19 37%

Normal : 18

……
28

Perempuan Diatas normal : 23 38%

Normal : 15

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari orang yang diperiksa di

Desa Latsari telah didapatkan hasil pemeriksaan asam urat sebanyak 75

orang dalam keadaan normal 18 orang untuk laki-laki dan 19 orang

memiliki kadar diatas normal untuk perempuan 15 orang mempunyai kadar

normal dan 23 tidak normal. Hal ini menunjukan bahwa warga Desa Latsari

yang yang duduga menderita penyakit asam urat di dominasi oleh

perempuan.

Kolesterol tinggi merupakan suatu faktor risiko penyakit lain dan

dengan sendirinya tidak menimbulkan gejala. Tes darah skrining rutin

dapat menunjukkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Menurut

panduan dari The National Cholestrol Education Program, setiap orang

berusia 20 tahun ke atas seharusnya melakukan pemeriksaan kadar

kolesterol darah setidaknya setiap 5 tahun sekali. Cara terbaik adalah

melakukan tes darah yang disebut profil lipoprotein untuk mengetahui

kadar kolesterol Anda.

Pemeriksaan Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol dalam tubuh diukur dengan tes darah. Selain kolesterol

dan lemak jenis lain yaitu trigliserida juga bisa disertakan dalam profil lipid

(lemak).

Bagian pemeriksaan profil lipoprotein darah yang umum diukur meliputi:

 Kolesterol total.

 Lipoprotein densitas tinggi (HDL).

 Lipoprotein densitas rendah (LDL).

Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler

termasuk serangan jantung, TIA, stroke, dan penyakit arteri perifer.

……
29

Profesional perawatan kesehatan dan pasien dapat menggunakan hasilnya

untuk memutuskan apakah obat dapat membantu menurunkan kadar

kolesterol dan mengurangi risiko penyakit di kemudian hari.

Interpretasi pemeriksaan darah

Kolestrol total

 Kurang dari 200 mg/dl: Hasil normal yang diharapkan.

 200-239 mg/dl: Ambang batas risiko tinggi.

 Lebih dari 240 mg/dl: Risiko tinggi.

Lipoprotein densitas tinggi (HDL/lemak baik)

 Kurang dari 40 mg/dl (pria), kurang dari 50 mg/dl (wanita):

Peningkatan risiko penyakit jantung.

 Lebih besar daripada 60 mg/dl: Terdapat perlindungan terhadap

penyakit jantung.

Lipoprotein densitas rendah (LDL/lemak jahat)

 Kurang dari 100 mg/dl: Optimal.

 100-19 mg/dl: Mendekati optimal/di atas optimal.

 130-159 mg/dl: Dalam batas ambang menuju tinggi.

 160-189 mg/dl: Tinggi.

 Di atas 190 mg/dl: Sangat tinggi.

Trigliserida

 Kurang dari 150 mg/dl: Normal

 150-199 mg/dl: Dalam ambang batas menuju tinggi

 200-499 mg/dl: Tinggi

 Di atas 500 mg/dl: Sangat tinggi

……
30

Tabel 4.3 Hasil Skrining Kolesterol di Desa Latsari

Diperiksa Jumlah Hasil Presentase

Laki – Laki Diatas normal : 2 5%

Normal :3

Perempuan Diatas normal : 7 15%

Normal :8

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari orang yang diperiksa di

Desa Latsari telah didapatkan hasil pemeriksaan kadar kolesterol sebanyak

20 orang dalam keadaan normal 3 orang untuk laki-laki dan 2 orang

memiliki kadar diatas normal untuk perempuan 8 orang mempunyai kadar

normal dan 7 tidak normal.

Go-Green adalah tindakan penyelamatan bumi yang saat ini sudah

mengalami kerusakan dan pemanasan gobal akibat dari ulah kita

sendiri..go green bisa di sebut pula dengan ” Penghijauan” dengan

kemajuan zaman yang saat ini semakin banyak produk-produk yang tidak

ramah lingkungan dan dapat merusak alam serta lingkungan kita seperti

banyaknya kendaraan bermotor, penggunaan Kantong plastik.dll.

Tujuan Go Green

Untuk menyadarkan kita untuk menjaga dan melestraikan alam ini bukan

merusaknya

Manfaat Go Green

Untuk menjadikan bumi ini lebih indah , bersih , sehat , dan hijau dan juga

mengurangi dampak Global Warming akhir – akhir ini kita sering merasa

kegerahan atau merasakan panasnya terik matahari ini menandakan

bahwa lapisan ozon di bumi ini semakin menipis Salah satu bukti

terjadinya pemanasan global adalah iklim bumi , yang tidak dapat diprediksi

……
31

dnegan adanya musim kemarau yag panjang , dan juga mencairnya es di

kutub yg menyebabkan penambahan volume pada laut karena itu juga

berpengaruh kepada makhluk yang bergantung pada alam ini ayo kita

tanam beribu – ribu pohon untuk menghijaukan dna menjaga alam ini

jangan memotong pepohonan dengan liar , mari bersama untuk

membangun bumi ini dengan baik jangan sampai merusaknya semua

mahkluk hidup yang berada di bumi bergantung juga pada alam ini

manusia terus – menerus merusak keseimbangan alam ini keseimbangan

mahkluknya juga akan terpengaruh marilah jaga bumi ini untuk

kepentingan kita bersama dan juga hutan dan laut yang ditempati berbagai

jenis kehidupan laut yang membutuhkan karbondioksida dan juga seperti

halnya tumbuhan di hutan atau alam sekitar yang berjumlah sangat banyak

sekali .

……
BAB 5

SARAN DAN KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil skrining diabetes melitus pada warga Desa

Latsari diketahui bahwa dengan pemeriksaan gula darah acak normal

berjumlah 50 orang dan 50 orang mempunyai kadar diatas normal.

Sedangkan hasil skrining asam urat dengan hasil pemeriksaan kadar

asam urat normal berjumlah 33 orang dan sebanyak 42 orang

mempunyai kadar asam urat diatas normal. Untuk hasil skrining

pemeriksaan kolesterol normal berjumllah 11 orang diatas normal

berjumlah 9 orang. Pada penyuluhan cuci tangan dan gosok gigi yang

dilakukan pada anak PAUD, SD dan MI latsari sasaran pada siswa-

siswi kelas 1-5 dengan hasil siswa memahami tentang pengertian,

tujuan, 5 waktu yang tepat untuk mencuci tangan dan 3 waktu gosok

gigi siswa-siswi mampu menjawab pertanyaan dan mempraktekan

cara cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar. Serta kegiata Go

Green yang dilakukan di balai desa Latsari hal ini dilakukan Untuk

mengurangi dampak Global Warming yang menandakan bahwa

lapisan ozon di bumi ini semakin menipis

5.2 Saran

Bagi setiap warga yang masih sehat maupun yang memiliki

riwayat keluarga Diabetes Melitus diharapkan mau dan mampu

memperhatikan cara hidup sehat agar dapat terhindar dari resiko

penyakit diabetes melitus.

32
33

Bagi setiap warga yang beresiko mengalami penyakit asam urat

akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah, hendaknya lebih

memperhatikan dan menjaga pola makan yang baik.

Bagi setiap warga yang beresiko mengalami penyakit kolesterol

akibat peningkatan kadar kolesterol dalam darah, hendaknya lebih

memperhatikan dan menjaga pola makan yang baik serta melakukan

hidup sehat seperti melakukan olahraga seperti jalan sehat setiap

paginya.

Bagi para siswa-siswi hendaknya lebih sering memotong kuku,

mencuci tangan, sebelum makan dan menghindari kontak langsung

dengan tanah

……