Anda di halaman 1dari 2

1. Harus jelas dulu apa yang anda sebenarnya ingin pertahankan bahwa itu sains atau bukan sains.

Saya mau ambil analagi yang mudah saja: konsep berat badan (BB) dan timbangan (alat ukur
berat badan). Dengan asumsi bahwa ‘the true self’ (TS) diwakilkan oleh BB. (Walaupun ini
kurang tepat juga sih karena konsep BB sudah diaccept sedangkan konsep TS diperdebatkan.
Tapi untuk menyederhanakan pemahaman saya saja, saya gunakan analogi ini.)

berat badan saat ini dikategorikan menjadi kurus, normal, gemuk dan obesitas yang dibagi
berdasarkan range hasil timbangan berat badannya.

Nah pertanyaan saya dalam konteks twit anda, yang anda bahas apakah saintifik atau tidak
itu yang mana:
a. konsep berat badannya kah?
b. kategorinya kah [apa bisa dibagi menjadi konsep kategorikah? Apakah kategorinya cukup
hanya dengan empat kategori ataukah harusnya lebih? Ataukah berat badan itu cocok
dikategorikan karena berupa konsep kontinous]
c. atau kemampuan pengukuran timbangannya?

Menurut saya itu dulu yang harus dibedakan supaya tidak campur aduk.

2. Sekarang yang dipermasalahkan dalam dunia psikologi yang dituliskan oleh mbak @ameliazein
itu yang anda tangkap yang mana menurut anda?

Konsep TS kah? Kategorisasi kepribadiannya kah? Atau alat ukurnya? Atau semuanya?
Ini perlu diperjelas, supaya bahasannya bisa focus.

3. Dalam konteks berat badan diatas, MBTI itu setara apa menurut anda?

4. Kalau setara alat ukur, maka untuk menilai kemampuan alat ukur itu ada dua parameter yang
digunakan: presisi (reliabilitas) dan validity (akurasi). (ditwit anda hanya menyebutkan akurasi)
Presisi maksudnya adalah ketika digunakan berulang maka akan menunjukkan hasil yang
sama atau hampir sama.
Sedangkan validitas maksudnya alat ukurnya betul mengukur apa yang kita inginkan.

Apakah timbangan berat badan itu valid dan precise?


Apakah MBTI valid dan precise?

Saya pikir itu pertanyaan yang lebih tepat jika kita sepakat bahwa MBTI itu alat ukur.

5. Apakah teori mengenai sains oleh Popper dan/atau Lakatos itu ditujukan untuk menilai
timbangan berat badan untuk bisa dikatakan mampu untuk mengukur berat badan secara valid
dan precise?
Ataukah lebih cocok ke bentuk kategorinya atau konsep utamanya?

6. Minta klarifikasi, apakah yang anda maksud dengan konsisten dengan realitas itu validity atau
presisi? Ataukah ‘konsisten dengan realitas’ itu ditujukan untuk bentuk kategori BBnya? Ataukah
ditujukan untuk konsep BBnya?
7. Anda menulis bahwa tidak ada penelitian terkait astronomi karena orang sudah malas karena
menganggapnya pseudoscience. Karena anda belum meralat pernyataan anda maka saya
tampilkan lagi bukti bahwa anda keliru:

terkait kepribadian: https://ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16796119


terkait kesehatan: https://ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16895820
https://ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10456154 https://ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18226754
terkait grade: https://ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12590432

8. Sesuatu yang baru tidak harus selalu konsisten dengan teori sebelumnya, karena kalau begitu
syaratnya maka tidak akan ada teori-teori baru dan sains tidak akan berkembang.