Anda di halaman 1dari 11

KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3)

“MAKALAH MANAJEMEN RESIKO K3 DI TAHAP IMPLEMENTASI


DAN EVALUASI”

Disusun Oleh :
Ayunda Eka Karnita
Farikha Nur Mulya Saputri
Indah Fitri Anita Sari
Okky Cintya Permata Dewi
Titin Rahayu

S1 - KEPERAWATAN
STIKES PATRIA HUSADA BLITAR
2017 / 2018
DAFTAR ISI

Bab I pendahuluan
1.1 Latar belakang………………………………………………………………………………..
1.2 Rumusan masalah ……………………………………………………………………………
1.3 Tujuan ………………………………………………………………………………………..

Bab II Tinjauan Pustaka


2.1 Definisi manajemen risiko ……………………………………………………………………
2.2 Klasifikasi risiko ....................................................................................................................
2.3 Manajemen risiko K3 pada tahap implementasi ……………………………………………
2.4 Manajemen risiko K3 pada tahap evaluasi ………………………………………………….....
2.5 Pengendalian risiko ………………………………………………………………..................

Bab III Penutup


4.1 Kesimpulan………………………………………………………………………..................
4.2 Saran…………………………………………………………………………………………..

Daftar pustaka ………………………………………………………………………..................


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya
untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan,
sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Kecelakaan kerja
tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha,
tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang
pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas.
Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di kalangan petugas
kesehatan dan non kesehatan di Indonesia belum terekam dengan baik. Jika kita pelajari
angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di beberapa negara maju (dari beberapa
pengamatan) menunjukan kecenderungan peningkatan prevalensi. Sebagai faktor penyebab,
sering terjadi karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja
yang kurang memadai. Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga tidak
menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah tersedia.
Manajemen risiko adalah kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak
diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan
adanya ketidakpastian. Untuk itu manajemen risiko sangatlah penting diterapkan dalam
perusahaan kerja baik medis maupun non medis.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi dari manajemen risiko ?
2. Apa aja klasifikasi risiko ?
3. Bagaimana manajemen risiko K3 pada tahap implementasi ?
4. Bagaimana manajemen risiko K3 pada tahap evaluasi ?
5. Bagaimana cara pengendalian risiko ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari manajemen risiko ?
2. Untuk mengetahui klasifikasi risiko ?
3. Untuk mengetahui manajemen risiko K3 pada tahap implementasi ?
4. Untuk mengetahui manajemen risiko K3 pada tahap evaluasi ?
5. Untuk mengetahui cara pengendalian risiko ?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Manajemen Risiko


Risiko atau risk adalah sama dengan uncertainly atau ketidakpastian. Risiko adalah
sesuatu yang mengarah pada ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa selama selang
waktu tertentu yang mana peristiwa tersebut menyebabkan suatu kerugian baik itu kerugian
kecil yang tidak begitu berarti maupun kerugian besar yang berpengaruh terhadap
kelangsungan hidup dari suatu perusahaan.
Secara umum Manajemen Risiko didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi,
mengukur dan memastikan risiko dan mengembangkan strategi untuk mengelola risiko
tersebut. Focus manajemen risiko adalah mengenal pasti risiko dan mengambil tindakan yang
tepat terhadap risiko.
Manajemen Risiko K3 adalah suatu upaya mengelola risiko untuk mencegah
terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan secara komprehensif, terencana dan
terstruktur dalam suatu kesisteman yang baik. Sehingga memungkinkan manajemen untuk
meningkatkan hasil dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang ada

2.2 Klasifikasi Risiko


Menurut sumber – sumber penyebabnya, risiko dapat dibedakan menjadi 4 yaitu :
1. Risiko Internal
Risiko Internal yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri.
2. Risiko Eksternal
Risiko Eksternal yaitu risiko yang berasal dari luar perusahaan atau lingkungan
luar perusahaan.
3. Risiko Keuangan
Risiko Keuangan adalah risiko yang disebabkan oleh factor – factor ekonomi dan
keuangan, seperti perubahan harga, tingkat bunga, dan mata uang.
4. Risiko Operasional
Risiko Opersional adalah semua risiko yang tidak termasuk risiko keuangan.
Risiko operasional disebabkan oleh factor – faktor manusia, alam, dan teknologi.
Selain menurut sumber penyebabnya risiko juga dapat dibekan menjadi risiko
murni (pure risk) dan risiko spekulasi (speculative risk).
1. Risiko murni (pure risk)
Risiko murni (pure risk) adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang jika terjadi
menyebabkan kerugian.

2. Risiko spekulasi (speculative risk)


Risiko spekulasi (speculative risk) adalah kemungkinan terjadinya sesuatu, tetapi jika
mungkin terjadi akibatnya bisa rugi tapi juga bisa untung.

2.3 Manajemen Resiko K3 Pada Tahap Implementasi


Pada tahap implementasi dilakukan seluruh metode yang telah direncanakan untuk
mengurangi atau menanggulangi pengaruh dari setiap risiko yang ada. Implementasi atau
pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik.
Tahap implementasi dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujuakan pada rencana
strategi untuk membantu tujuan yang diharapkan.
Menurut PP No. 50 tahun 2012 pasal 11 ayat 2 manajemen risiko K3 dalam tahap
implementasi meliputi kegiatan – kegiatan antara lain :
1. Tindakan pencegahan atau pengendalian
Tindakan pengendalian dilakukan oleh setiap perusahaan terhadap kegiatan-
kegiatan, produk barang dan jasa yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan dan
penyakit akibat kerja. Tindakan tersebut dilakukan melalui :
a) Pengendalian teknis yang meliputi eliminasi, subtitusi, isolasi, ventilasi, higienitas
dan sanitasi terhadap bahan-bahan atau mesin kerja yang berpotensi menimbulkan
kecelakaan kerja.
b) Pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada para karyawan untuk meningkatnya
produktivitas.
c) Melakukan evaluasi melalui internal audit, penyelidikan insiden dan etiologi.
d) Melakukan penegakan hukum.
2. Prosedur dan instruksi kerja
Tindakan tersebut dilakukan melalui :
a) Membuat prosedur dan instruksi kerja yang terstruktur dan jelas.
b) Melakukan tinjauan ulang yang berkala agar sesuai dengan prosedur dan instruksi
kerja pada peralatan baru yang didampingi oleh tenaga yang memiliki kompetensi
kerja.
3. Perancangan dan rekayasa
Tindakan tersebut dilakukan melalui :
a) Mencari alternatif lain dari alat-alat atau bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan
kecelakaan kerja.
b) Melakukan tinjauan ulang serta penyesuaian baik dari lingkungan kerja maupun
karyawannya apabila telah ditemukan alternatif baru.
c) Menentukan karyawan atau personil yang memiliki kompetensi kerja untuk
memberikan pendampingan agar sesuai dengan persyaratan SMK3.
4. Penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan
Tindakan tersebut dilakukan melalui:
a) Menjamin produk barang dan jasa serta mitra kerja perusahaan yang memenuhi
persyaratan K3.
b) Memberikan penjelasan mengenai identifikasi, penilaian dan pengendalian risiko
kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang bisa ditimbulkan oleh barang dan jasa
yang diterima.
5. Produk akhir
Tindakan tersebut dilakukan melalui :
a) Menjamin keselamatan produk akhir dari barang dan jasa dari pengemasan,
penyimpanan, pendistribusian dan penggunaan serta pemusnahannya.
6. Upaya Menghadapi Keadaan Darurat Kecelakaan dan Bencana Industri
Tindakan tersebut dilakukan melalui :
a) Menyediakan personil dan fasilitas P3K dengan jumlah yang cukup dan sesuai agar
tertangani sampai datangnya tenaga medis.
b) Pemberian proses perawatan lanjutan.
c) Melakukan pengujian berkala terhadap prosedur penanganan keadaan darurat oleh
personil yang berkompeten dan bertanggung jawab untuk mengetahui kehandalan
pada saat kecelakaan terjadi.
7. Rencana dan Pemulihan Keadaan Darurat.
Tindakan tersebut dilakukan melalui:
a) Membuat prosedur tentang rencana pemulihan keadaan darurat secara cepat untuk
mengembalikan pada kondisi yang normal dan membantu pemulihan tenaga kerja
yang mengalami trauma.

2.4 Manajemen Resiko K3 Pada Tahap Evaluasi


Proses evaluasi pada manajemen risiko K3 adalah proses untuk membandingkan
tingkat risiko yang diperoleh pada proses analisis risiko untuk dibandingkan kriteria risiko
yang ada. Tujuan dari dilakukannya evaluasi risiko adalah untuk membuat keputusan
terhadap hasil analisis risiko apakah sebuah risiko memerlukan pengendalian lebih lanjut
atau penentuan prioritas pengendalian bahaya. Proses analisis risiko dan evaluasi risiko
sering juga disebut sebagai proses risk assessment. Contoh kegiatan pada tahap evaluasi ini
seperti : Inspeksi dan audit program K3, Perbaikan dan pengendalian K3 yang didasarkan
atas hasil temuan dari audit dan inspeksi dan Rekomendasi dan tindak lanjut hasil evaluasi
program K3

2.5 Pengendalian Risiko K3


Pengendalian risiko merupakan langkah penting dan menentukan dalam keseluruhan
manajemen risiko. Pengendalian risiko berperan dalam meminimalisir/ mengurangi tingkat
risiko yang ada sampai tingkat terendah atau sampai tingkatan yang dapat ditolerir. Cara
pengendalian risiko dilakukan melalui:
1. Eliminasi
Eliminasi merupakan pengendalian yang dilakukan dengan cara menghilangkan
sumber bahaya (hazard).
2. Substitusi
Substitusi merupakan cara mengurangi risiko dari bahaya dengan cara mengganti
proses, mengganti input dengan yang lebih rendah risikonya.
3. Engineering
Engineering merupakan cara mengurangi risiko dari bahaya dengan metode
rekayasa teknik pada alat, mesin, infrastruktur, lingkungan, dan atau bangunan.
4. Administratif
Administratife merupakan cara mengurangi risiko bahaya dengan cera melakukan
pembuatan prosedur, aturan, pemasangan rambu (safety sign), tanda peringatan, training
dan seleksi terhadap kontraktor, material serta mesin, cara pengatasan, penyimpanan dan
pelabelan.
5. Alat Pelindung Diri
Alat Pelindung Diri merupakan cara mengurangi risiko bahaya dengan cara
menggunakan alat perlindungan diri misalnya safety helmet, masker, sepatu safety,
coverall, kacamata keselamatan, dan alat pelindung diri lainnya yang sesuai dengan jenis
pekerjaan yang dilakukan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Risiko adalah sesuatu yang mengarah pada ketidakpastian atas terjadinya suatu
peristiwa selama selang waktu tertentu yang mana peristiwa tersebut menyebabkan suatu
kerugian baik itu kerugian kecil yang tidak begitu berarti maupun kerugian besar yang
berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dari suatu perusahaan. Klasifikasi risiko meliputi :
risiko internal, risiko eksterna, risiko keuangan dan risiko operasional. Implementasi atau
pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik.
Proses evaluasi pada manajemen risiko K3 adalah proses untuk membandingkan tingkat
risiko yang diperoleh pada proses analisis risiko untuk dibandingkan kriteria risiko yang ada.
Pengendalian risiko berperan dalam meminimalisir/ mengurangi tingkat risiko yang ada
sampai tingkat terendah atau sampai tingkatan yang dapat ditolerir.

3.2 Saran
Dengan selesainya makalah ini disusun, penulis berharap pembaca dapat mempelajari
dan memahami tentang manajemen resiko k3 pada tahap implementasi dan evaluasi. Penulis
juga mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun, sehingga penulis dapat
menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang dalam penyusunan makalah.
DAFTAR PUSTAKA

Gabby E. M. Soputan, Bonny F. Sompie, Robert J. M. Mandagi. Jurnal Manajemen Risiko


Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) (Study Kasus Pada Pembangunan Gedung Sma Eben
Haezar) (2014). 229-238.

Efendi, Ferry. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. .Salemba Medika.

Siahaan, Hinsa. (2007). Manajemen Risiko – Konsep, Kasus, dan Implementasi. Jakarta. PT Elex
Media Komputindo.

Drs. Irzal, M. Kes. (2016). Dasar – Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja Edisi 1. Jakarta.
Prenadamedia Group.