Anda di halaman 1dari 14

Kode/No :

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS


NAHDLATUL ULAMA PASURUAN
Tanggal :

Revisi :

MANUAL MUTU SPMI


Halaman :

MANUAL MUTU
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN
INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS NAHDLATUL ULAMA PASURUAN

Penanggungjawab
Proses Tanggal
Tanda
Nama Jabatan
Tangan
Nurul Hidayah Tim
Perumusan Al Mubarokah, Penyusun
M.Pd SPMI
Pemeriksaan Suadi, M.Pd.I Dekan

Abu Amar
Penetapan Rektor
Bustomi, M.Si
Umi Hanifah. Kepala
Pengendalian
M.Pd LPM
I. VISI, MISI, DAN TUJUAN ITSNU
1. Visi
Menjadi perguruan tinggi NU yang unggul dan menjadi rujukan dalam pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam Nusantara
menurut aqidah Ahlussunnah wal jama’ah An Nahdliyyah.

2. Misi
a. Menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, bertanggung jawab,
berjiwa kewirausahan dan mampu bersaing secara global.
b. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam berbagai bidang, serta
menjalin kemitraan dalam rangka pengembangan sumberdaya.
c. Menciptakan budaya akademik yang kondusif bagi pemberdayaan semua
potensi kemanusiaan yang optimal dan terintegrasi secara berkesinambungan.
d. Melaksanakan penanaman pilar-pilar yang dapat mewujudkan integrasi dengan
nilai-nilai Islam Nusantara menurut aqidah Ahlussunnaha wal jama’ah An
Nahdliyyah.

3. Tujuan
a. Terwujudnya institusi pendidikan tinggi rujukan dalam sinergisitas pengembangan
perspektif Islam Ahlu Sunnah wal Jama’ah, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,
yang mampu berperan aktif dalam pengembangan serta penguatan industri dan
masyarakat
b. Terwujudnya penelitian-penelitian yang berorientasi penemuan, pengembangan
dalam sinergisitas perspektif Islam Ahlu Sunnah wal Jama’ah, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
c. Terwujudnya aktualisasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pengkajian
dan penelitian ilmiah Islam Ahlu Sunnah wal Jama’ah
d. Terwujudnya kerjasama sinergis dengan dunia industri, sesama penyelenggara
pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni.

II. TUJUAN MANUAL


1. Tujuan Manual Penetapan Standar
Untuk merancang, merumuskan, dan menetapkan standar proses pembelajaran di ITSNU
Pasuruan.
2. Tujuan Manual Pelaksanaan Standar
Untuk melaksanakan standar proses pembelajaran di ITSNU Pasuruan
3. Tujuan Manual Evaluasi Standar
Untuk melaksanakan evaluasi pelaksanaan standar proses pembelajaran sehingga
pelaksanaan standar proses pembelajaran dapat dikendalikan.
4. Tujuan Manual Pengendalian Standar
Untuk mengendalikan pelaksanaan standar proses pembelajaran sehingga standar proses
pembelajaran dapat tercapai/terpenuhi.
5. Tujuan Manual Peningkatan Standar
Untuk meningkatkan standar proses pembelajaran di ITSNU Pasuruan

III. LUAS LINGKUP MANUAL STANDAR PROSES PEMBELAJARAN


1. Ketika standar proses pembelajaran pertama kali hendak disusun, dirumuskan, dan
ditetapkan, dilaksanakan dalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan oleh semua
program studi di ITSNU Pasuruan
2. Untuk semua standar proses pembelajaran di ITSNU Pasuruan

IV. DEFINISI ISTILAH


1. Merancang standar adalah olah pikir untuk menghasilkan standar tentang hal apa yang
dibutuhkan dalam spmi. Kegiatan ini dapat berupa elaborasi/menjabarkan 24 standar
nasional pendidikan tinggi yang terdiri dari 8 standar pendidikan, 8 standar penelitian
dan 8 standar pengabdian kepada masyarakat, serta penetapan berbagai standar lain
sebagai standar turunan di bidang akademik dan non akademik.
2. Merumuskan standar adalah menuliskan setiap isi ke dalam bentuk pernyataan lengkap
untuk dengan menggunakan rumus audience, behaviour, competence dan degree
(ABCD).
3. Menetapkan standar adalah tindakan persetujuan dan pengesahan standar proses
pembelajaran, sehingga standar proses pembelajaran dinyatakan berlaku.
4. Studi pelacakan adalah pelacakan yang dilakukan melalui evaluasi rekam jejak di
direktorat akademik.
5. Uji publik adalah uji untuk mendapatkan masukan yang dapat dilakukan melalui survey
secara online pada pemangku kepentingan terkait.
6. Evaluasi adalah melakukan pengukuran atas suatu proses atau suatu kegiatan agar
diketahui apakah proses atau kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan isi standar
SPMI.
7. Pemeriksaan adalah mengecek atau mengaudit secara rinci semua aspek
penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan secara berkala, untuk menyocokkan
apakah semua penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut telah berjalan sesuai dengan
isi standar SPMI.
8. Melaksanakan standar proses pembelajaran adalah ukuran, spesifikasi, patokan,
sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan standar harus dipatuhi, dikerjakan, dipenuhi
pencapaiannya.
9. Manual adalah uraian tentang urutan langkah untuk mencapai sesuatu yang ditulis
secara sistematis, kronologis, logis, dan koheren.
10. Instruksi kerja adalah rincian daftar tugas yang harus dilakukan oleh penerima tugas.
11. Pengendalian adalah melakukan tindakan koreksi atas pelaksanaan standar kompetensi
lulusan sehingga penyimpangan/ kegagalan pemenuhan standar kompetensi lulusan dapat
diperbaiki.
12. Tindakan koreksi adalah melakukan tindakan perbaikan sehingga
ketercapaian/kegagalan pemenuhan isi standar kompetensi lulusan dapat dipenuhi oleh
pelaksana isi standar kompetensi lulusan.
13. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama
mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
14. Guru besar atau profesor yang selanjutnya disebut profesor adalah jabatan fungsional
tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.
15. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi
sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan
yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
16. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan.
17. Capaian pembelajaran lulusan yang selanjutnya disingkat cpl merupakan rumusan
kompetensi lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
18. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen.
19. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru
dan dosen sebagai tenaga profesional.
20. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah
kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,
menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan
kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja
sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

V. LANGKAH-LANGKAH ATAU PROSEDUR


1. Prosedur Penetapan Standar Proses Pembelajaran
a. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dekan dan Ketua Program Studi
menjadikan Visi dan Misi ITSNU Pasuruan sebagai titik tolak dan tujuan terakhir,
mulai dari merancang hingga menetapkan standar
b. Dekan dan Ketua Program Studi menjabarkan proses pembelajaran yang sesuai
dengan visi dan misi serta sudah berorientasi ke masa depan yaitu selaras dengan
perkembangan sains dan teknologi, spirit ketuhanan dan kemanusiaan, mendorong
terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sosial
c. Dekan, Ketua Program Studi dan Dosen mengumpulkan dan mempelajari isi semua
peraturan perundang-undangan yang relevan dengan aspek kegiatan yang hendak
dibuatkan standar proses pembelajaran
d. Dekan dan Ketua Program Studi mencatat seluruh norma hukum atau syarat yang
tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang wajib dipenuhi
e. Dekan dan Ketua Program Studi melaksanakan studi pelacakan atau survey tentang
aspek yang akan dibuatkan standarnya terhadap stakeholder
f. Ketua Program Studi melakukan studi pelacakan atau survey tentang standar proses
pembelajaran terhadap pemangku kepentingan internal dan eksternal
g. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi melakukan analisis hasil dari
langkah c hingga f dengan mengujinya terhadap visi dan misi ITSNU Pasuruan
h. Dekan, Ketua Program Studi, dan Dosen merumuskan draf standar Proses
pembelajaran dengan komponen Audience, Behaviour, Competence, Degree
(ABCD)
i. Rektor, Kepala LPM, Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Biro Administrasi dan
Akademik, serta Dosen melakukan uji publik atau sosialisasi draf standar Proses
pembelajaran dengan mengundang pemangku kepentingan internal dan/atau
eksternal untuk mendapatkan saran
j. Dekan, Ketua Program Studi, dan Dosen merumuskan kembali pernyataan standar
proses pembelajaran dengan memperhatikan hasil uji publik atau sosialisai draf
standar proses pembelajaran
k. Kepala LPM, Dekan dan Ketua Program Studi melakukan pengeditan dan verifikasi
pernyataan standar Proses pembelajaran untuk memastikan tidak ada kesalahan
gramatikal atau kesalahan penulisan
l. Rektor mengesahkan dan memberlakukan standar proses pembelajaran melalui
penetapan dalam bentuk keputusan.

2. Prosedur Pelaksanaan Standar Proses Pembelajaran


a. Dekan, Ketua Program Studi, Dosen, dan Kepala Biro Administrasi Akademik
melakukan persiapan teknis dan/atau administratif sesuai dengan isi standar proses
pembelajaran;
b. Dekan dan Ketua Program Studi melakukan sosialisasi isi standar proses
pembelajaran kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa;
c. Ketua Program Studi dan Kepala Biro Administrasi Akademik menyiapkan dan
membuat dokumen tertulis berupa: SOP, instruksi kerja, atau sejenisnya sesuai
dengan isi standar Proses pembelajaran;
d. Ketua Program Studi dan Dosen melaksanakan kegiatan penyelenggaraan
pendidikan dengan menggunakan standar proses pembelajaran sebagai tolak ukur
pencapaiannya.

3. Prosedur Evaluasi Standar Proses Pembelajaran


a. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mencatat semua temuan berupa
penyimpangan, kelalaian, kesalahan, atau sejenisnya yang tidak sesuai dengan isi
standar proses pembelajaran;
b. Kepala LPM mencatat ketidaklengkapan dokumen;
c. Kepala LPM memeriksa dan mempelajari alasan atau penyebab terjadinya
penyimpangan dari isi standar proses pembelajaran, atau bila isi standar gagal
dicapai;
d. Kepala LPM mengambil tindakan korektif terhadap pelanggaran atau penyimpangan
dari isi standar proses pembelajaran;
e. Kepala LPM mencatat atau merekam semua tindakan korektif yang diambil
f. Dekan, Gugus Mutu, Ketua Program Studi, dan Unit Mutu memantau terus menerus
efek dari tindakan korektif tersebut
g. Gugus Mutu dan Unit Mutu membuat laporan tertulis secara periodik tentang semua
hal yang menyangkut evaluasi standar proses pembelajaran;
h. Kepala LPM melaporkan hasil dari evaluasi standar proses pembelajaran kepada
Rektor, disertai saran atau rekomendasi.

4. Prosedur Pengendalian Standar Proses Pembelajaran


a. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dekan dan Ketua Program Studi
melakukan pengendalian secara periodik setiap tahun;
b. Kepala LPM, Dekan dan Ketua Program Studi mencatat semua temuan hasil
evaluasi berupa penyimpangan, kelalaian, kesalahan, atau sejenisnya dari
penyelenggaraan pendidikan yang tidak sesuai dengan isi standar
c. Kepala LPM, Dekan dan Ketua Program Studi mencatat ketidaklengkapan dokumen
d. Kepala LPM, Dekan dan Ketua Program Studi memeriksa dan mempelajari alasan
atau penyebab terjadinya penyimpangan dari isi standar proses pembelajaran, atau
bila isi standar gagal dicapai
e. Kepala LPM, Dekan dan Ketua Program Studi mengambil tindakan korektif
terhadap pelanggaran atau penyimpangan dari isi standar proses pembelajaran;
f. Kepala LPM, Dekan dan Ketua Program Studi mencatat atau merekam semua
tindakan korektif yang diambil;
g. Dekan, Gugus Mutu, Ketua Program Studi, dan Unit Mutu memantau terus menerus
efek dari tindakan korektif tersebut;
h. Gugus Mutu dan Unit Mutu membuat laporan tertulis secara periodik tentang semua
hal yang menyangkut pengendalian standar proses pembelajaran;
i. Kepala LPM melaporkan hasil dari pengendalian standar proses pembelajaran
kepada pimpinan institut, disertai saran atau rekomendasi.

5. Prosedur Peningkatan Standar Proses Pembelajaran


a. Rektor memelajari laporan hasil pengendalian standar proses pembelajaran
b. Rektor menyelenggarakan rapat atau forum diskusi untuk mendiskusikan hasil
laporan tersebut, dengan mengundang pejabat struktural yang terkait dan dosen
c. Dekan, Ketua Program Studi, dan Kepala Biro Administrasi Akademik
mengevaluasi isi standar proses pembelajaran;
d. Dekan, Ketua Program Studi, dan Kepala Biro Administrasi Akademik melakukan
revisi peningkatan isi standar proses pembelajaran sehingga menjadi standar yang
baru.

VI. KUALIFIKASI PEJABAT/PETUGAS YANG MENJALANKAN MANUAL


(P) (P) (E) (P) (P)
Penetapan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian Peningkatan
Rektor
Wakil Rektor I √
Wakil Rektor II
Wakil Rektor III
Kepala LPM √
Dekan √ √ √
Kepala Program Studi √ √ √
(P) (P) (E) (P) (P)
Penetapan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian Peningkatan
Biro Administrasi Akademik √ √ √ √
Dosen √

VII. CATATAN
Untuk melengkapi manual ini, dibutuhkan ketersediaan dokumen tertulis berupa:
1. Daftar peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan atau yang berkaitan dengan
pendidikan.
2. Ketersediaan peraturan
3. Kuisioner untuk studi pelacakan atau untuk survey
4. Formulir standar proses pembelajaran.
5. Prosedur kerja
6. Instruksi kerja
7. Prosedur pengendalian pelaksanaan standar proses pembelajara
8. Formulir pengendalian pelaksanaan standar proses pembelajaran
9. Formulir hasil pengendalian pelaksanaan proses pembelajaran.
10. Dokumen laporan standar proses pembelajaran.

VIII. REFERENSI
1. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 139 tahun 2014 tentang Pedoman
4. Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi;
5. Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi No. 44 tahun 2015 tentang
6. Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
7. Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi No. 62 tahun 2016 tentang
8. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi;
9. Statuta ITSNU Pasuruan;
10. Kebijakan sistem penjaminan mutu ITSNU Pasuruan
Kode/No :
INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS
NAHDLATUL ULAMA PASURUAN
Tanggal :

Revisi :

MANUAL MUTU SPMI


Halaman :

MANUAL MUTU
STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN
INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS NAHDLATUL ULAMA PASURUAN

Penanggungjawab
Proses Tanggal
Tanda
Nama Jabatan
Tangan
Nurul Hidayah Tim
Perumusan Al Mubarokah, Penyusun
M.Pd SPMI
Pemeriksaan Suadi, M.Pd.I Dekan

Abu Amar
Penetapan Rektor
Bustomi, M.Si
Umi Hanifah. Kepala
Pengendalian
M.Pd LPM
I. VISI, MISI, DAN TUJUAN ITSNU

1. Visi
Menjadi perguruan tinggi NU yang unggul dan menjadi rujukan dalam pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam Nusantara
menurut aqidah Ahlussunnah wal jama’ah An Nahdliyyah.
2. Misi
a. Menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, bertanggung jawab, berjiwa
kewirausahan dan mampu bersaing secara global.
b. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam berbagai bidang, serta
menjalin kemitraan dalam rangka pengembangan sumberdaya.
c. Menciptakan budaya akademik yang kondusif bagi pemberdayaan semua potensi
kemanusiaan yang optimal dan terintegrasi secara berkesinambungan.
d. Melaksanakan penanaman pilar-pilar yang dapat mewujudkan integrasi dengan nilai-
nilai Islam Nusantara menurut aqidah Ahlussunnaha wal jama’ah An Nahdliyyah.
3. Tujuan
a. Meningkatkan kegiatan tridharma, termasuk pengembangan program unggulan dengan
memanfaatkan potensi dan peluang yang ada;
b. Menghasilkan tenaga akademik, profesi atau vokasi pada berbagai jenjang dan jenis
yang memiliki kemampuan dalam menunjangusaha Pengembangan dan
pemberdayaan sumberdaya manusia pada berbagai jenjang, jenis dan jalur;
c. Meningkatkan perluasan kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pemberdayaan
dan peningkatan kapasitas daerah;
d. Memfasilitasi dan melaksanakan program pendidikan dalam jabatan (in service training)
untuk jabatan tenaga kependidikan dan tenaga penunjang akademik di dalam maupun di
luar negeri.
e. Mengabdikan ilmu, teknologi dan seni untuk kepentingan dan pemenuhan
kebutuhan masyarakat.
f. Memfasilitasi pelayanan teknologi, manajemen dan sistem informasi bagi sivitas
akademika ITSNU Pasuruan dan masyarakat luas.
g. Membentuk peradaban Islam di Indonesia melalui integrasi dengan nilai- nilai Islam
Nusantara menurut kaidah Ahlussunnah wal jama’ah yang dikembangkan oleh
Nahdlatul Ulama.

II. TUJUAN MANUAL


1. Tujuan Manual Penetapan Standar
Untuk merancang, merumuskan, dan menetapkan standar penilaian pembelajaran di
ITSNU Pasuruan.
2. Tujuan Manual Pelaksanaan Standar
Untuk melaksanakan standar penilaian pembelajaran di ITSNU Pasuruan.
3. Tujuan Manual Evaluasi Standar
Untuk melaksanakan evaluasi pelaksanaan standar penilaian pembelajaran sehingga
pelaksanaan standar penilaian pembelajaran dapat dikendalikan.
4. Tujuan Manual Pengendalian Standar
Untuk mengendalikan pelaksanaan standar penilaian pembelajaran sehingga standar
penilaian pembelajaran dapat tercapai/terpenuhi.
5. Tujuan Manual Peningkatan Standar
Untuk meningkatkan standar penilaian pembelajaran di ITSNU Pasuruan.

III. LUAS LINGKUP MANUAL STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN


1. Ketika standar penilaian pembelajaran pertama kali hendak disusun, dirumuskan, dan
ditetapkan, dilaksanakan dalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan oleh semua
program studi di ITSNU Pasuruan
2. Untuk semua standar penilaian pembelajaran di ITSNU Pasuruan

IV. DEFINISI ISTILAH


1. Merancang standar adalah olah pikir untuk menghasilkan standar tentang hal apa yang
dibutuhkan dalam spmi. Kegiatan ini dapat berupa elaborasi/menjabarkan 24 standar
nasional pendidikan tinggi yang terdiri dari 8 standar pendidikan, 8 standar penelitian
dan 8 standar pengabdian kepada masyarakat, serta penetapan berbagai standar lain
sebagai standar turunan di bidang akademik dan non akademik.
2. Merumuskan standar adalah menuliskan setiap isi ke dalam bentuk pernyataan lengkap
untuk dengan menggunakan rumus audience, behaviour, competence dan degree
(ABCD).
3. Menetapkan standar adalah tindakan persetujuan dan pengesahan standar penilaian
pembelajaran, sehingga standar penilaian pembelajaran dinyatakan berlaku.
4. Studi pelacakan adalah pelacakan yang dilakukan melalui evaluasi rekam jejak di
direktorat akademik.
5. Uji publik adalah uji untuk mendapatkan masukan yang dapat dilakukan melalui survey
secara online pada pemangku kepentingan terkait.
6. Evaluasi adalah melakukan pengukuran atas suatu proses atau suatu kegiatan agar
diketahui apakah proses atau kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan isi standar
SPMI.
7. Pemeriksaan adalah mengecek atau mengaudit secara rinci semua aspek
penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan secara berkala, untuk menyocokkan
apakah semua penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut telah berjalan sesuai dengan
isi standar SPMI.
8. Melaksanakan standar adalah ukuran, spesifikasi, patokan, sebagaimana dinyatakan
dalam pernyataan standar harus dipatuhi, dikerjakan, dipenuhi pencapaiannya.
9. Manual adalah uraian tentang urutan langkah untuk mencapai sesuatu yang ditulis
secara sistematis, kronologis, logis, dan koheren.
10. Instruksi kerja adalah rincian daftar tugas yang harus dilakukan oleh penerima tugas.
11. Pengendalian adalah melakukan tindakan koreksi atas pelaksanaan standar kompetensi
lulusan sehingga penyimpangan/ kegagalan pemenuhan standar kompetensi lulusan dapat
diperbaiki.
12. Tindakan koreksi adalah melakukan tindakan perbaikan sehingga
ketercapaian/kegagalan pemenuhan isi standar kompetensi lulusan dapat dipenuhi oleh
pelaksana isi standar kompetensi lulusan.
13. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama
mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
14. Guru besar atau profesor yang selanjutnya disebut profesor adalah jabatan fungsional
tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.
15. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi
sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan
yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
16. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan.
17. Capaian pembelajaran lulusan yang selanjutnya disingkat cpl merupakan rumusan
kompetensi lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
18. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen.
19. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru
dan dosen sebagai tenaga profesional.
20. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah
kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,
menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan
kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja
sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

V. LANGKAH-LANGKAH ATAU PROSEDUR


1. Prosedur Penetapan Standar Penilaian pembelajaran
a. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dekan, dan Ketua Program Studi
menjadikan Visi dan Misi ITSNU Pasuruan sebagai titik tolak dan tujuan terakhir,
mulai dari merancang hingga menetapkan standar
b. Dekan dan Ketua Program Studi menjabarkan penilaian pembelajaran yang sesuai
dengan visi dan misi serta sudah berorientasi ke masa depan yaitu selaras dengan
perkembangan sains dan teknologi, spirit ketuhanan dan kemanusiaan, mendorong
terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sosial
c. Dekan, Ketua Program Studi, dan Dosen mengumpulkan dan mempelajari isi semua
peraturan perundang-undangan yang relevan dengan aspek kegiatan yang hendak
dibuatkan standar penilaian pembelajaran
d. Dekan dan Ketua Program Studi mencatat seluruh norma hukum atau syarat yang
tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang wajib dipenuhi
e. Dekan dan Ketua Program Studi melakukan evaluasi diri dengan menerapkan
SWOT analisis
f. Ketua Program Studi melaksanakan studi pelacakan atau survey tentang aspek yang
akan dibuatkan standarnya terhadap stakeholder;
g. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi melakukan analisis hasil dari
langkah c hingga f dengan mengujinya terhadap visi dan misi ITSNU Pasuruan
h. Dekan, Ketua Program Studi dan Dosen merumuskan draf standar Penilaian
pembelajaran dengan komponen Audience, Behaviour, Competence, Degree
(ABCD)
i. Rektor, Kepala LPM, Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Biro Administrasi
Akademik dan Dosen melakukan uji publik atau sosialisasi draf standar penilaian
pembelajaran dengan mengundang pemangku kepentingan internal dan/atau
eksternal untuk mendapatkan saran
j. Dekan, Ketua Program Studi dan Dosen merumuskan kembali pernyataan standar
penilaian pembelajaran dengan memperhatikan hasil langkah sebelumnya yaitu uji
public atau sosialisasi draf standar penilaian pembelajaran
k. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi melakukan pengeditan dan verifikasi
pernyataan standar Penilaian pembelajaran untuk memastikan tidak ada kesalahan
gramatikal atau kesalahan penulisan
l. Rektor mengesahkan dan memberlakukan standar penilaian pembelajaran melalui
penetapan dalam bentuk keputusan.

2. Prosedur Pelaksanaan Standar Penilaian pembelajaran


a. Dekan, Ketua Program Studi, Dosen, dan Kepala Biro Administrasi Akademik
melakukan persiapan teknis dan/atau administratif sesuai dengan isi standar
penilaian pembelajaran;
b. Dekan dan Ketua Program Studi melakukan sosialisasi isi standar penilaian
pembelajaran kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa;
c. Ketua Program Studi dan Kepala Biro Administrasi Akademik menyiapkan dan
membuat dokumen tertulis berupa: SOP, instruksi kerja, atau sejenisnya sesuai
dengan isi standar Penilaian pembelajaran;
d. Ketua Program Studi dan Dosen melaksanakan kegiatan penyelenggaraan
pendidikan dengan menggunakan standar penilaian pembelajaran sebagai tolak ukur
pencapaiannya.

3. Prosedur Evaluasi Standar Penilaian pembelajaran


a. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mencatat semua temuan berupa
penyimpangan, kelalaian, kesalahan, atau sejenisnya yang tidak sesuai dengan isi
standar penilaian pembelajaran;
b. Kepala LPM mencatat ketidaklengkapan dokumen;
c. Kepala LPM memeriksa dan mempelajari alasan atau penyebab terjadinya
penyimpangan dari isi standar penilaian pembelajaran, atau bila isi standar gagal
dicapai;
d. Kepala LPM mengambil tindakan korektif terhadap pelanggaran atau penyimpangan
dari isi standar penilaian pembelajaran;
e. Kepala LPM mencatat atau merekam semua tindakan korektif yang diambil;
f. Dekan, Gugus Mutu, Ketua Program Studi dan Unit Mutu memantau terus menerus
efek dari tindakan korektif tersebut
g. Gugus Mutu dan Unit Mutu membuat laporan tertulis secara periodik tentang semua
hal yang menyangkut evaluasi standar penilaian pembelajaran;
h. Kepala LPM melaporkan hasil dari evaluasi standar penilaian pembelajaran kepada
Rektor disertai saran atau rekomendasi

4. Prosedur Pengendalian Standar Penilaian pembelajaran


a. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dekan, dan Ketua Program Studi
melakukan pengendalian secara periodik setiap tahun;
b. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi mencatat semua temuan hasil
evaluasi berupa penyimpangan, kelalaian, kesalahan, atau sejenisnya dari
penyelenggaraan pendidikan yang tidak sesuai dengan isi standar
c. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi mencatat ketidaklengkapan dokumen
d. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi memeriksa dan mempelajari alasan
atau penyebab terjadinya penyimpangan dari isi standar penilaian pembelajaran, atau
bila isi standar gagal dicapai
e. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi mengambil tindakan korektif
terhadap pelanggaran atau penyimpangan dari isi standar penilaian pembelajaran;
f. Kepala LPM, Dekan, dan Ketua Program Studi mencatat atau merekam semua
tindakan korektif yang diambil;
g. Dekan, Gugus Mutu, Ketua Program Studi dan Unit Mutu memantau terus menerus
efek dari tindakan korektif tersebut;
h. Gugus Mutu dan Unit Mutu membuat laporan tertulis secara periodik tentang semua
hal yang menyangkut pengendalian standar penilaian pembelajaran;
i. Kepala LPM, melaporkan hasil dari pengendalian standar penilaian pembelajaran
kepada Rektor, disertai saran atau rekomendasi.

5. Prosedur Peningkatan Standar Penilaian pembelajaran


a. Rektor mempelajari laporan hasil pengendalian standar penilaian pembelajaran
b. Rektor menyelenggarakan rapat atau forum diskusi untuk mendiskusikan hasil
laporan tersebut, dengan mengundang pejabat struktural yang terkait dan dosen
c. Dekan, Ketua Program Studi, dan Kepala Biro Administrasi Akademik
mengevaluasi isi standar penilaian pembelajaran;
d. Dekan, Ketua Program Studi, dan Kepala Biro Administrasi Akademik melakukan
revisi peningkatan isi standar penilaian pembelajaran sehingga menjadi standar
yang baru;
VI. KUALIFIKASI PEJABAT/PETUGAS YANG MENJALANKAN MANUAL
(P) (P) (E) (P) (P)
Penetapan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian Peningkatan
Rektor
Wakil Rektor I √
Wakil Rektor II
Wakil Rektor III
Kepala LPM √
Dekan √ √ √
Kepala Program Studi √ √ √
Biro Administrasi Akademik √ √ √ √
Dosen √

VII. CATATAN
Untuk melengkapi manual ini, dibutuhkan ketersediaan dokumen tertulis berupa:
1. Daftar peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan atau yang berkaitan dengan
pendidikan.
2. Ketersediaan peraturan
3. Kuisioner untuk studi pelacakan atau untuk survey
4. Formulir standar penilaian pembelajaran.
5. Prosedur kerja
6. Instruksi kerja
7. Prosedur pengendalian pelaksanaan standar proses pembelajara
8. Formulir pengendalian pelaksanaan standar penilaian pembelajaran
9. Formulir hasil pengendalian pelaksanaan penilaian pembelajaran.
10. Dokumen laporan standar penilaian pembelajaran.

VIII. REFERENSI
1. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 139 tahun 2014 tentang Pedoman
Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi;
4. Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi no. 44 tahun 2015 tentang
Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
5. Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi no. 62 tahun 2016 tentang
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi;
6. Statuta ITSNU Pasuruan
7. Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu ITSNU Pasuruan.