Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

( SEKILAS Manajemen STRATEGI DAN IMPLEMENTASI STRATEGI DI PEMERINTAH)

Disusun Oleh :

1. Sri Hairani Putri :160301094


2. Selvi Kartika :160301070
3. Nur Maerusdah Ningsih :160301225

Dosen Pengampu : Muhammad Ahyaruddin, SE.,M.Sc.,Ak

Tahun Ajaran

2016/2017
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ............................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 2
1.1. Latar Belakang ................................................................................................ 3
1.2. Rumusan Masalah........................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 4
2.1 Pengertian Manajemen Strategi ........................................................................ 4
2.2 Konsep Manajemen Strategi Sektor Publik ...................................................... 6
2.3 Implementasi strategi pada Sektor Publik ....................................................... 10
2.4Tantangan Dimasa depan ............................................................................... 12
BAB III PENUTUP ................................................................................................... 13
3.1. Kesimpulan .................................................................................................... 13
Daftar Pustaka ........................................................................................................ 14
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan


pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat
memungkinkan suatu perusahaan mencapat sasarannya. Manajemen
strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan
kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta
mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan
merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis
mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu
bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.

Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya


disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif
organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh
untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa Pengertian Manajemen Strategu


2. Bagaimana Konsep Manajemen strategi sektor ?
3. Bagaimana Implementasi Strategi pada sektor Publik?
4. Apa tantangan di masa mendatang ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGI


Pengertian manajemen strategi perlu untuk mendefenisikan arti kata yang
membentuknya strategi dan strategi ini terdiri atas suku kata yang dapat dipilah
menjadi kata “ Manajemen “ dan “ strategi “ Defenisi manajemen diambilkan dari
defenisi yang di ungkapkan oleh Nawawi (2000.52) yaitu sebagai berikut.

Manajemen merupakan serangkaian proses yang terdiri atas perencanaan


(planning) pengorganisasian (organizing), Pelaksanaan (actuating), pengawasan
(controlling ) ,dan penganggaran (budgeting).

Didalam manajemen tersebut terdapat unsur-unsur yang dijabarkan sebagai berikut:

1. Perencanaan (Planning)
Suatu oranisasi dapat terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja sama
dengan cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan . Perencanaan
sebagai salah satu fungsi manajemen mempunyai beberapa pengertian
sebagai berikut.
a. Pemilihan dan penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi ,
langkah , kebijaksanaan , program , proyek , metode , dan standar
yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
b. Pemilihan sejumlah keggiatan untuk diterapkan sebagai keputusan
tentang apa yang harus dilakkan , kapan,danbagaimana akan
dilakukan serta siapa yang akan melaksanakan nya.
c. Penetapan secara sistematis pengetahuan tepat guna
untukmengontrol dan mengarahkan kecendrungan perubahan menuju
kepada tujuanyang telah di tetapkan.
d. Kegiatan persiapan yang dilakukan melalui perumusan dan penetapan
keputusan yang berisi langkah –langkah penyelesaian suatu masalah
atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian
tujuan tertentu.

2. Pengorganisasian ( Organnizing)
Merupakan sistem kerja sama sekelompok orang yang dilakukan dengan
pembidangan dan pembagian seluruh pekerjaan atau tugas dengan
embentuk sejumlah satuan atau unit kerja , yang menghimpun pekerjaan
sejenis dalam satu satuan kerja.kemudian dilanjutkan dengan menetapkan
weweang dan tanggung jawab masing-masing diikuti dengan mengatur
hubungan kinerja baik secara vertikal maupun horizontal
3. Pelaksanaan ( Actuating)
Pelaksanaan atau penggerakan dilakukan organnisasi setelah sebuah
organisasi memiliki perencanaan dan melakukan pengorganisasian dengan
memiliki stuktur organisasi termasuk tersedianya personel sebagai pelaksa
sesuai dengan kebutuhan unit atau satuan kerja yang dibentuk.

4. Penganggaran (Budgeting)
Merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting peranannya.
Karena fungsi ini berkaitan tidak saja dengan penerimaan , pengeluaran,
peyimpanan, pengunaan, danpertanggung jawaban , kegiatan fungsi
anggaran dalam organisasi sektor publik menekankan pada
pertanggungjawaban dan penggunaan sejumlah dana secara efektf dan
efisien .sebabnya karna dana yang dikelola tersebut merupakan dana
masyarakat yang di percayai kepada organisasi sektor publik.

5. Pengawasan ( Control)
Pengawasan atau kontrol harus selalu dilaksanakan pada organisasi sektor
publik, fungsi ini dilakukan oleh manajer sektor publik terhadap pekerjaan
yang dilakukan dalam satuan atau unit kerjanya , kontrol diartikan sebagai
proses mengukur dan menilai tingkat efektivitas kerja personel dan tingkat
efisiensi pengunaan sarana kerja dalam memberkan kontribusi pada
pencapaian tujuan organisasi.

Sedangkan kata yang kedua adalah strategi yang berasal dari bahasa Yunani
strategos atau strategeus dengan kata jamak strategi. Strategos berarti
jenderal, namun dalam Yunani kuno sering berarti perwira negara (state
officer) dengan fungsi yang luas (Salusu 2003 :85 ). Pendapat yang lain
mendefinisikan strategi sebagai kerangka kerja (frame work), teknik dan
rencana yang bersifat spesifik atau khusus (Rabin et.al, 2000 : xv). Hamel
dan Prahalad dalam Umar (2002) menyebutkan kompetensi inti sebagai suatu hal
yang penting. Mereka mendefinisikan strategi menjadi :

Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental ( senantiasa


meningkat ) dan terus – menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang
tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan
demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan
dimulai dengan apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru
dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies).
2.2 KONSEP MANAJEMEN STRATEGIS (Sektor Publik) …

manajemen strategis adalah proses perencanaan, implementasi dan evaluasi …


Manajemen strategis adalah proses pengelolaan organisasi, melalui perspektif
strategis dan berkelanjutan untuk memastikan rencana strategis selalu diperbarui
dan mampu menggerakan proses manajemen lainnya. …Manajemen strategis
adalah suatu sarana dalam menyediakan kepemimpinan yang maju terkait masalah
fundamental organisasi dan lingkungannya dengan caracara sistematis, efektif dan
berorientasi pada tujuan. Manajemen strategis berhubungan dengan bagaimana
memperkuat viabilitas dan efektivitas organisasi sektor publik baik dari segi
kebijakan substantif dan kapasitas pengelolaan jangka panjang. …
Manajemen strategis terintegrasi dengan tindakan:
o memusatkan perhatian di seluruh divisi fungsional dan seluruh
berbagai tingkatan organisasi pada tujuan bersama,tema dan masalah,
o proses manajemen internal mengikat dan pembuatan program untuk
hasil yang diinginkan di lingkungan eksternal, dan
o menghubungkan operasional, taktis, pengambilan keputusan untuk
tujuan jangka panjang yang strategis (Poister&Streib, 1999). Konteks
Manajemen Strategis

PERUMUSAN STRATEGI
Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis, misi, tujuan, sasran,
target,arah dan kebijakan serta strategi organisasi. Perumusan strategi merupakan
tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. Dalam organisasi pemerintahan
perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN
yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak.
Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4,5,
10 bahkan 25 tahun. Perubahan visi, misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang
dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. Yang berubah
hanyalah strategi untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan.
Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan
yang berupa ancaman atau peluang baru. Perubahan lingkungan dalam organisasi
sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh
faktor politik, ekomi, sosial dan budaya. Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang
terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu
mengeluarkan kebijakan dan strategi baru. Ancaman dan peluang baru dapat
muncul setiap saat. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak
harus kaku.

Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam


mencapai tujuan organisasi. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan
menggunakan analisis SWOT. Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis
faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan
faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. Berdasarkan analisis
SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan
organisasi. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat
lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan,
misalnya adanya inovasi teknologi baru, peraturan pemerintah baru atau perubahan
lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global.

Walaupun analisis SWOT dianggap sebagai suatu hal yang penting namun kadang
kala manager menghadapi masalah dalam menetapkan analisi ini masalah masalah
tersebut adalah,

1. The Missing Link Problem , masalah ini timbul karna hilangnya unsur
keterkaitan yaitu, gagalnya hubungan menghubungkan evaluasi terhadap
faktor internal dan evaluasi terhadap faktor eksternal.
2. The Blue Sky Problem , masalah ini identik dengan langit biru dimana langit
biru yang selalu membawa kegembiraan karna cuaca yang cerah. Dan
menyebabkan pengambil keputusan kadang terlalu cepat dalam menetapkan
sesuatu keputusan tanpa mempertimbangkan ketidakcocokan antara faktor
internal dan faktor eksternal.
3. The Silver lining Problem, masalah ini timbulnya suatu harapan dalam kondisi
yang kurang menggembirakan ,hal ini timbul karna pengambil keputusan
mengharapkan sesuatu dalam kondisi yang tidak menguntungkan .
4. The All Things To All People Problem, suatu falsafah dimana pengambil
keputusan cenderung untuk memusatkan perhatian pada kelemahan
organisasinya, sehingga banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk
memeriksa kelemahan yang ada dalam organisasi tanpa melihat kekuatan
yang ada dalam organisasi tersebut.
Proses Perumusan Strategi

Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis adalah proses penentuan program, aktivitas, atau proyek


yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi
sumber daya yang akan dibutuhkan. Hasil dari perencanaan strategis berupa
rencana-rencana strategis dalam bentuk program-program.

Perencanaan strategis mensyaratkan pengumpulan informasi secara luas,


eksploratif alternative, dan menekankan implikasi masa depan dari keputusan yang
diambil sekarang (zulhelmi, 2007). Tujuan utama perencanaan strategis adalah
untuk meningkatkan komunikasi dan partisipasi, mengakomodasi kepentingan dan
nilai yang berbeda antar manajer puncak dan manajer dilevel bawah sehingga
memungkinkan tercapainya persetujuan antara kedua pihak tentang strategis terbaik
untuk mencapai tujuan organisasi.

Manfaat perencanaan strategis bagi organisasi, antara lain :

1. Sarana untuk menfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif


2. Sarana memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang ditetapkan
3. Sarana untuk menfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal
4. Rerangka pelaksanaan short term action
5. Sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas
6. Alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi

Perencanaan strategis perlu diterjemahan dalam bentuk tindakan konkret, karena


itu perlu didukung dengan hal-hal berikut ini.

1. Struktur pendukung (manajerial maupun political will)


Struktur organisasi yang baik akan mendukung terciptanya desaian sistem
pengendalian manajemen yang baik pula sehingga mampu mendukung
strategi yang telah disusun agar visi,misi, tujuan, dan strategi perusahaan
dapat tercapai.
Oleh karena itu perlu dilakukan restrukturisasi dan reorganisasi (institusional
reform) yang didasarkan pada prinsip berikut:
a. Perubahan struktur organisasi hendaknya dapat meningkatkan kapasitas
untuk mencapai strategi yang aktif.
b. Pimpinan eksekutif bertanggunga jawab atas pelaksanaan strategi sampai
dengan level yang paling bawah
c. Lembaga legislator bertanggung jawab secara kolektif untuk merencankan
strategi kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya, dan menilai kinerja
manajemen (eksekutif)
2. Proses dan praktik implementasi di lapangan
Proses dan praktik implementasi dilapangan terkait dengan sistem dan
prosedur pengendalian. Perencanaan strategi akan berjalan efektif jika ada
kejelasan wewenang dan tanggung jawab serta pendelegasian wewenang
dan tugas.
3. Kultur organisasi
Kultur organisasi terkait dengan perilaku dan sikap anggota organsasi
Penganggaran
Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik
merupakan tahap yang paling dominan.

Penilaian kerja
Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kerja dilakukan dengan cara
menciptakan mekanisme penghargaan dan sanksi sebagai pendorong
pencapaian strategi, tercapainya tujuan organisasi dan menciptakan kepuasan
antar individu.

Sebaiknya orientasi penilaian kinerja lebih diarahkan pada pemberian reward.


Bentuk :
a. Finansial, berupa kenaikan gaji, bonus, dan tunjangan
b. Nonfinansial, berupa phycological reward dan social reward.
c. Mekanisme sanksi dan hukuman diperlukan untuk kondisi tertentu

2.3 IMPLEMENTASI STRATEGI PADA SEKTOR PUBLIK

Proses manajemen strategi yang ada pada organisasi perusahaan (bisnis) dapat
dilihat pada gambar 7.2.
1. Menetapkan arah dan misi, setiap organisasi pasti mempunyai visi, misi, dan
tujuan
2. Menetapkan lingkungan, tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti
dan memahami lingkungan organisasi sehingga manajemen akan dapat
melakukan reaksi secara tetap terhadap setiap perubahan
Mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh cukup kuat terhadap
organisasi :
a. Lingkungan eksternal
1. Memiliki dua variabel yakni peluang dan acaman
2. Terdiri atas dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum
b. Lingkungan internal
1. Memiliki dua variabel yakni kekuatan dan kelemahan
2. Mencakup semua unsur organisasional yang ada didalam suatu
organisaso
3. Formulasi strategi, melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tetap guna
mencapai tujuan organisasi
4. Implementasi strategi, dalam implementasi strategi pada organisasi sektor
publik diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan organisasi dalam
tahunan, memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta
mengalokasi sumber daya sehingga stratregi yang telah diformulasikan dapat
dilaksanakan.
5. Evaluasi dan pengawasan strategi, selama organisasi melaksanakan
strateginya, organisasi perlu mengamati hasilnya dan memantau perkembangan
baru di lingkungan internal dan eksternalnya.

Proses manajeman strategis pada organisasi pemerintahan diatur dab terutang


dalam UU Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan
nasional, tahapan perencanaan pembangunan nasional, meliputi berikut ini

1. Tahap penyusunan rencana


Pada tahap ini organisasi sektor publik dalam hal ini adalah pemerintah
merumuskan arah dan misi organisasi, sekaligus juga melakukan analisis
SWOT untuk memahami lingkungan internal dan eksternal.
Perencanaan pembangunan jangka menengah adalah perencanaan berjangka
waktu 5 tahunan yang disebut dengan rencana pembangunan jangka menengah
(RPJM).
2. Tahap penetapan rencana
Pada tahap ini lebih pada bagaimana dokumen perencanaan seperti RPJP,
RPJM, dan RKP (daerah) ditetapkan. Sesuai dengan UU Nomor 25 tahun 2004,
RPJP nasional ditetapkan dengan undang-undang dan RJP daerah dietapkan
dengan undang-undang dan RPJP daerah ditetapkan dengan peraturan daerah.
3. Tahap pelaksanaan rencana
Tahap pelaksanaan rencana merupakan tahap implementasi strategi..
berdasarkan proses manajemen strategi, tahapan ini disebuatkan bahwa
organisasi diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan organisasi
tahunan. Sedangkan evaluasi strategi baik untuk pengembangan strategis
maupun pengendalian manajemen dilakukan oleh kepada bappenas atau
bappeda (untuk pemerintah daerah). Pelaksanaannya berupa evaluasi terhadap
RP nasional maupun daerah ( jika dipandang perlu) apabila terjadi hal-hal
sebagai berikut.
a. Hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses perumusan
dan yang dirumuskan belum sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam
peraturan perundangan-undangan.
b. Terjadi perubahan yang mendasar
c. Merugikan kepentingan nasional

2.4 TANTANGAN DI MASA MENDATANG

Tantangan di masa mendatang dapat diketahui jika kelemahan terhadap


implementasi manajemen strategis pada organisasi sektor publik bisa diidentifikasi.
Kelemahan yang yang ada selama ini ( terutama untuk pemerintah daerah),
sebagaimana dijelaskan adalah lemahnya kualitas perencanaan anngaran daerah.

Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu meyusun ASB untuk membantu
memperbaiki kualitas perencanaan anggaran , serta meningkatkan kualitas (SDM )
dengan pelatihan dan Pembina serta sosialisasi kepada apatur pemerintah dan
masyarakat.
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Manajemen strategis sektor publik merupakan salah satu jalan yang terbaik untuk
mencapai tata kelola yang baik. Manajemen strategis sektor publik mengarahkan
organisasi sektor publik untuk melakukan perencanaan manajemen dengan
mempertimbangan dengan baik factor-faktor pendukung dan penghambat dalam
organisasi melalui salah satu alat manajemen strategis yaitu analisis SWOT. Analisi
SWOT beruasaha untuk menganalisis factor pendukung dan penghambat yang ada
dalam organisasi kemudian berusaha menerjemahkannya kedalam suatu strategi
utama untuk mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi. Apabila analisi SWOT
dijalankan dengan baik dari awal hingga akhir akan berguna sebagai salah satu alat
dalam manajemen strategis yang dapat membantu organisasi sektor publik dalam
mewujudkan.
DAFTAR PUSTAKA
Halim,Abdul.2014.Akuntansi sektor publik dari anggaran hingga laporan
keuangan dari pemerintah hingga tempat ibadah.Jakarta: Salemba Empat