Anda di halaman 1dari 33

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang
dibuat oleh pejabat Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang
professional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan
NKRI.

Berdasarkan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) No. 5 Tahun


2014 ASN memiliki tiga peran utama, yaitu : sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam hal ini,
dapat dikatakan ASN berperan penting dalam menentukan keberhasilan
pemerintahan. Untuk itu, setiap ASN dituntut harus memiliki integritas yang
tinggi, bertindak sesuai dengan nilai dasar dan kode etik ASN.

Pelatihan dasar (Latsar) Adalah salah satu cara pembibitan ASN yang
berkualitas dengan mengedepankan habituasi terhadap nilai-nilai ASN dan
implementasi dari fungsi ASN di unit kerja. Latsar memadukan antara tahap
internalisasi dan aktualisasi. Tahap internalisasi merupakan tahap
penanaman nilai-nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA). Sedangkan tahap
aktualisasi merupakan tahap perwujudan dari nilai-nilai dasar tersebut
ditempat tugas/magang. Dengan adanya Latsar ini, diharapkan dapat
menghasilkan ASN yang berintegritas, professional, kompeten dan
berkomitmen mutu tinggi dalam pelatihan kepada masyarakat. Maka dari itu
sebagai ASN perlu membuat rancangan aktualisasi khususnya di pelayanan
2

bidang kesehatan yang dilaksanakan di unit organisasi Satuan Kesehatan


Akademi TNI.

Salah satu unsur utama dalam pelayanan kesehatan yang prima adalah
tersedianya pelayanan medis dengan kualitasnya yang terpelihara sesuai
dengan amanah Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran. Salah satu layanan medis yang dimaksud adalah rekam medis.
Menurut Permenkes No: 269/Menkes/Per/III/2008 rekam medis merupakan
berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil
pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan
pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan
tulisan-tulisan yang dibuat oleh dokter mengenai tindakan-tindakan yang
dilakukan kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 269


tahun 2008 tentang Rekam Medis Pasal 1, rekam medis adalah berkas yang
berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan,
pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada
pasien. Menurut UU Praktik Kedokteran Pasal 46 ayat (1), yang dimaksud
dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan tentang identitas
pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah
diberikan kepada pasien.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


512/Menkes/PER/IV/2007 Tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik
Kedokteran BAB I pasal 1 ayat 10 Standar Prosedur Operasional adalah
suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk
menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu, dimana Standar Prosedur
Operasional memberikan langkah yang benar dan terbaik berdasarkan
konsensus bersama untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi
pelayanan yang dibuat oleh sarana pelayanan kesehatan berdasarkan
standar profesi.
3

Mengingat pentingnya fungsi rekam medis tersebut, maka pada rancangan


aktualisasi kami mengangkat isu yang terdapat di satuan kerja kami yaitu
belum adanya SOP Pelayanan Rekam Medis pada Satuan Kesehatan
Akademi TNI, dengan harapan pembuatan SOP tersebut dapat menjadi
bahan untuk pembuatan Rekam Medis yang sesuai standar di Satkes
Akademi TNI demi meningkatkan pelayanan kepada pasien.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Maksud pembuatan rancangan aktualisasi ini adalah sebagai gambaran
tentang pelaksanaan pembuatan SOP Rekam Medis di Satkes Akademi
TNI.
2. Tujuan
Tujuan dilaksanakannya kegiatan Aktualisasi dalam Latihan Dasar
CPNS Golongan III yang penulis laksanakan ini diharapkan dapat
menjadi pedoman secara utuh dan permanen dalam mengaktualisasikan
nilai nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, anti
korupsi (ANEKA) dalam profesi dokter umum pada Satuan Kesehatan
Akademi TNI, yaitu:

a. Mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dan jabatan


b. Mengedepankan kepentingan nasional dalam melaksanakan tugas
dan jabatan
c. Menjunjung tinggi standar etika publik dalam melaksanakan tugas dan
jabatan
d. Berinovasi dalam peningkatan mutu dalam melaksanakan tugas dan
jabatan
e. Tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di
lingkungan instansi
f. Mengkaji isu aktual pada unit kerja dan merumuskan solusi melalui
inovasi
4

g. Memenuhi salah satu syarat kelulusan pelatihan dasar CPNS Gol. III
di lingkungan Kemhan uo. Mabes TNI sesuai PerLAN No.12 Tahun
2018
C. Ruang Lingkup Laporan Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di Satuan Kesehatan Akademi TNI


MAKO Akademi TNI Komplek MABES TNI Cilangkap Jakarta Timur, instansi
tempat penulis ditugaskan. Secara khusus, ruang lingkup kegiatan
aktualisasi ini adalah pada Satuan Kesehatan Akademi TNI yang
dilaksanakan mulai tanggal 12 Oktober sampai dengan 6 Desember 2019.
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini dibagi menjadi 3 sesi on campus 12
Oktober sampai dengan 28 Oktober 2019, sesi off campus 29 Oktober 2019
sampai dengan 3 Desember 2019 dan on campus kembali tanggal 4 sampai
dengan 6 Desember 2019.

Perancangan dan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN akan dilakukan


sebagai Dokter Umum Ahli Pertama pada Satuan Kesehatan Akademi TNI.
Aktualisasi akan dilaksanakan selama masa off campus (habituasi) mulai
tanggal 29 Oktober sampai dengan 3 Desember 2019 di Satkes Akademi
TNI. Dibatasi pada kegiatan yang ada pada rancangan untuk membuat
rekam medis di Satkes Akademi TNI.

Sistematika penulisan rancangan aktualisasi ini terdiri dari empat bab. Bab
I (Pendahuluan) berisi latar belakang, tujuan,serta ruang lingkup dan
sistematika; Bab II (Deskripsi Organisasi); Bab III (Rancangan Aktualisasi);
dan Bab IV (Penutup).
5

BAB II

DESKRIPSI ORGANISASI

A. Gambaran Umum Organisasi.


1. Satuan Kerja
Dibentuknya organisasi lembaga pendidikan Akabri (sekarang
Akademi TNI) adalah didasarkan kepada pengalaman sejarah di masa
lalu, bahwa rivalitas antar angkatan begitu tinggi dan persaingan yang
kurang sehat karena dipengaruhi oleh suasana politik saat itu, serta
timbulnya berbagai gejolak yang mengancam persatuan dan kesatuan
bangsa. TNI sebagai bhayangkara negara pernah merasakan betapa
pahitnya menghadapi PKI pada tahun 1960-an, dimana tanpa
kekompakan TNI sulit untuk mengatasi gerakan Politik PKI.

Dorongan untuk menyatukan lembaga pendidikan TNI yang memiliki


profesionalisme saja, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa
kebersamaan, kekompakan dan semangat integrasi. Keinginan untuk
berintegrasi ini sudah dicanangkan jauh sebelumnya oleh para pendiri
TNI antara lain Jenderal Gatot Subroto yang pada saat itu menjabat
sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1957 yang
menggagas perlunya pendidikan integrasi satu atap, namun kondisi
pada waktu itu belum memungkinkan. Keinginan tersebut baru
terwujud setelah melampaui masa waktu yang cukup lama dan
timbulnya korban rakyat Indonesia sebagai akibat G 30 S PKI, dimana
TNI sendiri pada saat itu tidak kompak. Berdirinya Akabri pada tahun
1967 ini juga sejalan dengan upaya integrasi angkatan bersenjata. Oleh
karena itu berdirinya Akabri merupakan salah satu harapan besar baik
bagi TNI maupun bagi masyarakat, demi terwujudnya persatuan dan
kesatuan bangsa.

Setelah memperhatikan latar belakang dan mempertimbangkan


masukan dari berbagai pihak terutama dari kalangan ABRI, maka:pada
6

tanggal 5 Juli 1965 dilakukan pembentukan panitia yang diketuai oleh


Laksamana Muda OB Syaaf, untuk diajukan konsep kepada Presiden
Rl, sehingga keluarlah Surat Keputusan Presiden Rl selaku Pangti ABRI
Nomor : 185/KOTI/1965 tanggal 16 Desember 1965 yang ditindak lanjuti
dengan pembentukan organisasi Markas Komando Akabri (Mako
Akabri) yang berkedudukan di Jl. Merdeka Barat No. 2 Jakarta, dan
tanggal 16 Desember 1965 dijadikan sekaligus hari lahirnya Akabri;

Tahap integrasi formal, ditandai dengan pembacaan Surat Pernyataan


peresmian berdirinya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
yang disingkat Akabri pada tanggal 5 Oktober 1966 oleh Presiden Rl
sekaligus pelantikan Komandan Jenderal Akademi yang pertama
Laksamana Muda Rachmat Sumengkar. Maka secara resmi seluruh
Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) menjadi satu wadah
yaitu Akabri;

Setelah reorganisasi ABRI pada tahun 1984, antara lain kembalinya


Akabri bagian ke Akademi Angkatan masing-masing yang secara
otomatis sebagian wewenang diserahkan kepada angkatan dan terjadi
perubahan nama Akabri Bag Darat menjadi Akmil, Akabri Bag Laut
menjadi AAL, Akabri Bag Udara menjadi AAU dan Akabri Bag
Kepolisian menjadi Akpol.

Kemudian dengan adanya reformasi nasional pada tahun 1999, maka


Polri dipisahkan dari ABRI sesuai keputusan Menhankam Pangab
Nomor : Kep/05/P/III/1999 tanggal 31 Maret 1999 tentang Pelimpahan
Wewenang Penyelenggaraan Pembinaan Kepolisian Rl. Dengan
keluarnya Keputusan tersebut maka secara otomatis Akpol juga lepas
dari Akabri. Dalam hal ini Kapolri telah menindak lanjuti dengan
dikeluarkannya Surat Keputusan Kapolri No.Pol : Skep/389/IV/1999
tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri.
7

Walaupun Akademi kembali ke induk Angkatan masing-masing, namun


kegiatan-kegiatan yang bersifat integratif masih dilaksanakan dan
dikendalikan oleh Mako Akabri, Kegiatan yang bersifat integratif terdiri
dari pendidikan dasar keprajuritan yang dinamakan Chandradimuka,
Pekan Olahraga Taruna, Hari-hari bersejarah, Latsitarda dan Praspa
menjadi tanggungjawab Danjen Akademi TNI. Sedangkan kegiatan
kematraan menjadi tanggung jawab Gubernur Akademi Angkatan yang
meliputi latihan-latihan khas Angkatan/Polri dan mata pelajaran yang
mendukung kematraan serta tradisi-tradisi Korps Taruna Akademi
Angkatan/Polri.

Hal penting yang terjadi dalam sejarah Akademi TNI dan Akademi
Angkatan adalah terbitnya Keputusan Mendiknas Nomor 244, 245 dan
246/D/O/2010 tanggal 29 Desember 2010 tentang ijin penyelenggaraan
Prodi-Prodi pada Akmil, AAL dan AAU. Keputusan ini merupakan Legal
Standing bagi Taruna lulusan Akademi Angkatan yang telah
menempuh pendidikan selama 4 tahun dan sejak tahun 2011
lulusannya berhak menyandang gelar Sarjana Sains Terapan
Pertahanan (S.S.T Han). Gelar kesarjanaan ini diperoleh dari
penyelenggaraan program jenjang Diploma IV (D IV) di Akademi
Angkatan.

Satuan Kesehatan Akademi TNI adalah satuan pelayanan yang


memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyelenggarakan
Dukungan Kesehatan Kegiatan Integratif Taruna Akademi TNI dan
meningkatkan derajat kesehatan personil Akademi TNI beserta
keluarga sehingga dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Satuan Kesehatan Akademi TNI merupakan Satuan pelayanan yang


berdiri dibawah pembinaan Direktur Umum Akademi TNI dan
bertanggung jawab langsung kepada Komandan Jenderal Akademi TNI
dalam bidang Kesehatan.
8

Satuan Kesehatan Akademi TNI dipimpin oleh Kepala Satkes Akademi


TNI berpangkat Letkol. Secara fungsional Satkes Akademi TNI terdiri
dari dua Poliklinik yaitu Poliklinik Umum yang beranggotakan seorang
Dokter umum dan 4 Perawat Pelaksana dan Poli Gigi yang
beranggotakan satu orang Dokter Gigi dan 2 orang perawat gigi
pelaksana. Selain itu untuk menunjang pelayanan medis, maka satkes
Akademi TNI juga memiliki annggota stuktural sebagai penunjang medis
yakni Bintara Urusan Dukungan Kesehatan dan Operasional, Bintara
Urusan Radiologi, Bintara Urusan Analis dan Bintara Asisten Apoteker.
9

2. Struktur Organisasi
a. Struktur Organisasi Akademi TNI

Gambar 1. Struktur Organisasi Akademi TNI


10

b. Struktur Organisasi Satkes Akademi TNI

Gambar 2. Sturktur Organisasi Satkes Akademi TNI


11

B. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Orgnanisasi Satkes AkademiTNI


1. Visi
Menjadi Penyelenggara Pembinaan Kesehatan Akademi TNI yang
integratif, profesional, disiplin dan berorientasi pelayanan.guna
mendukung tugas pokok Akademi TNI.
2. Misi
1) Menyelenggarakan dan melaksanakan dukungan kesehatan yang
handal dan professional
2) Menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan
integratif yang prima
3) Menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi organik dengan loyal
dan disiplin
3. Nilai-nilai Organisasi Satkes Akademi TNI
Nilai-nilai Organisasi yang terdapat di Satuan Kesehatan Akademi TNI
adalah:
M : Melayani
E : Empati
D : Dukkes Profesional
I : Integrasi
C : Cepat, Cerdas, Cermat
A : Aktif
L : Loyal

BAB III
12

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Nilai-Nilai Dasar ASN

Pegawai ASN sebagai agen pemerintah harus memiliki nilai-nilai dasar


yang terinternalisasi dalam profesinya. Nilai-nilai tersebut antara lain
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi yang disingkat dengan kata ANEKA. Nilai-nilai Dasar tenaga
Aparatur Sipil Negara telah dimuat dalam UU Nomor 5 tahun 2014 yang
menyebutkan bahwa untuk mewujudkan tujuan nasional, dibutuhkan
Pegawai ASN yang dapat menjalankan tugas pelayanan publik, tugas
pemerintahan sebagai pelaksana kebijakan, dan tugas sebagai perekat
perscatuan bangsa.

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus
dicapai. Tujuan utama akuntabilitas bagi PNS adalah untuk
memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama, yaitu untuk
menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis); mencegah korupsi
dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional); dan untuk
meningkatkan efisiensi dan efektifitas (peran belajar).

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa


indikator nila-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu:
a. Kepemimpinan: Pimpinan memberi contoh pada orang lain, adanya
komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan.
b. Transparansi: keterbukaan informasi akan mendorong tercapainya
akuntabilitas.
c. Integritas: konsistensi dan keteguhan dalam menjunjung tinggi nilai-
nilai luhur, mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
13

d. Tanggung jawab: kewajiban bagi setiap individu dan lembaga, bahwa


ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang telah dilakukan,
karena adanya tuntutan untuk bertanggung jawab atas keputusan
yang telah dibuat.
e. Keadilan: landasan utama dari akuntabilitas yng harus dipelihara dan
dipromosikan karena ketidakadilan dapat menghancurkan
kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang mengakibatkan kinerja
tidak optimal.
f. Kepercayaan: rasa keadilan akan membawa pada sebuah
kepercayaan yang akan melahirkan akuntabilitas
g. Keseimbangan: keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian
yang dimiliki.
h. Kejelasan: mengetahui kewenangan, peran dan tanggungjawab, misi
organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan system
pelaporan kinerja.
i. Konsistensi: usaha untuk terus melakukan sesuatu sampai tercapai
ujuan, menjamin stabilitas untuk mencapai lingkungan yang
akuntabel.

Pengambilan keputusan secara akuntabel dan beretika berarti dapat


membuat keputusan dan tindakan yang tepat dan akurat. Sebuah
keputusan yang akuntabel dan beretika sangat penting dalam menjaga
kepercayaan dan keyakinan terhadap masyarakat dalam pekerjaan
pemerintahan. Dalam praktiknya, penempatan kepentingan umum
berarti bahwa memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan
tidak bias; bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process;
Akuntabel dan transparan; melakukan pekerjaan secara penuh, efektif
dan efisien; berperilaku sesuai dengan standar sektor publik, kode
sektor publik etika sesuai dengan organisasinya; serta mendeklarasikan
secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik kepentingan.
14

2. Nasionalisme
Nasionalisme diartikan sebagai pandangan tentang rasa cinta yang
wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa
lain. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai- nilai
pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa
menempatkan persatuan dan kesatuan, kepentingan dan keselamatan
bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan,
menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan
negara, bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia
serta tidak merasa rendah diri.

Ada lima indikator dari niali-nilai dasar nasionalisme yang harus


diperhatikan, semuanya terkandung dalam Pancasila yaitu:
a. Sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa
Nilai-nilai Ketuhanan yang dikehendaki Pancasila adalah nilai-nilai
ketuhanan yang positif, yang digali dari nilai-nilai keagamaan yang
terbuka, membebaskan dan menjunjung tinggi keadilan dan
persaudaraan sehingga diharapkan dapat memperkuat pembentukan
karakter dan kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif. Nilai
dasar yang dapat dikembangkan Religius, toleran, etos kerja,
transparan, amanah, percaya diri
b. Sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai
kemanusian dan hak asasi manusia. Nilai dasar yang dapat
dikembangkan adalah Humanis, Tenggang rasa, persamaan derajat,
saling menghormati, tidak diskriminatif

c. Sila ketiga : Persatuan Indonesia


15

Semangat kebangsaan adalah mengakui manusia dalam keragaman


dan terbagi dalam golongan-golongan. Selain kehendak hidup
Bersama, keberadaan bangsa Indonesia juga didukung oleh
semangat gotong-royong, rela berkorban, berani dan cinta tanah air.
d. Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Demokrasi permusyawaratan mempunyai dua fungsi. Pertama bisa
menjadi ajang memperjuangkan aspirasi beragam golongan yang
ada di masyarakat dan kedua semangat permusyawaratan bisa
menguatkan negara persatuan. Nilai dasar yang dapat
dikembangkan adalah musyawarah mufakat, kekeluargaan,
bijaksana.
e. Sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Negara merupakan organisasi masyarakat yang bertujuan
menyelenggarakan keadilan. Keadilan sosial juga merupakan
perwujudan imperative etis dari amanat Pancasila dan UUD 1945.
Nilai-nilai dasar yang dapat dikembangkan adalah adil, kesetaraan dan
tenggang rasa

3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang
harus dialakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar.
Pada prinsipnya ada tiga dimensi etika publik yaitu dimensi kualitas
pelayanan publik, dimensi modalitas, dan dimensi tindakan integritas
publik. Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma, serta
prinsip moral, sehingga etika publik membentuk integritas pelayanan
publik. Dengan adanya prinsip moral tersebut diharapkan ASN
mampu mengidentifikasi masalah-masalah dan konsep etika yang khas
dalam pelayanan publik. Dimensi modalitas dalam etika publik
dicerminkan oleh unsur-unsur akuntabilitas, transparansi, dan
16

netralitas. Sedangkan dimensi tindakan integritas publik memiliki


makna kualitas dari pejabat publik yang sesuai dengan nilai, standar,
aturan moral yang diterima masyarakat.

Seorang pelayan publik yang profesional membutuhkan tidak hanya


kompetensi teknis dan leadership, namun juga kompetensi etika. Tanpa
kompetensi etika, pejabat cenderung menjadi tidak peka, tidak peduli
dan diskriminatif terhadap masyarakat tertentu. Etika publik merupakan
refleksi kritis yang mengarahkan bagaimana nilai-nilai dipraktikkan
dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan
masyarakat atau kebaikan orang lain. Nilai-nilai dasar etika publik yang
harus diinternalisasi dan diaktualisasikan oleh ASN.

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-


undang ASN, memiliki indikator:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila
b. Setia dan mempertahankan UUD Negara Kesatuan Republik
Indonesia 1945
c. Menjalankan tugas dengan professional dan tidak berpihak
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
e. Menciptakan ligkungan kerja yang non diskriminatif
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
h. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya dan berhasil guna, santun
i. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama

4. Komitmen Mutu
17

Komitmen mutu adalah kebulatan tekad, tanggung jawab yang terdiri


dari kegiatan perbaikan ( efektifitas, efisiensi, inovasi ) berkelanjutan
yang melibatkan setiap orang dalam organisasi melalui usaha yang
terintegrasi secara total untuk meningkatkan kinerja pada setiap level
oranisasi. Dengan afektivitas, efisiensi, dan inovasi akan dicapai hasil
kerja yang memenuhi standar mutu yang diharapkan. Ada empat nilai-
nilai dasar yang terkandung dalam komitmen mutu yaitu:
a. Efektifitas
Efektifitas organisasi tidak hanya diukur dari performans untuk
mencapat target (rencana) mutu, kuantitas, ketepatan waktu dan
alokasi sumber day, melainkan juga diukur dari kepuasan dan
terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
b. Efisiensi
Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber
daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga tidak terjadi
pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyalahgunaan prosedur dan mekanisme yang keluar alur.
c. Inovasi
Inovatif adalah suatu yang baru sebagai perwujudan ide kreatifitas
untuk meningkatkan mutu pelayanan. Implementasi pendekatan
inovatif dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan merupakan
sebuah keniscayaan khususnya dalam rangka meningkatkan
kepuasan publik atas layanan aparatur.
d. Orientasi mutu.
Karakteristik ideal dari tindakan yang berorientasi mutu dalam
penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik antara lain
diarahkan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai
pelanggan
Dalam kaitannya dengan fungsi ASN, penyelenggaraan pemerintah
layanan publik yang berorientasi mutu adalah pelayanan yang
18

diarahkan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai


pelanggan, baik menyangkut layanan yang merujuk pada producer
view maupun costumer view. Zeithmalh, dkk (dalam LAN RI, 2015)
menyatakan bahwa terdapat sepuluh ukuran dalam menilai mutu
pelayanan yaitu: 1) tangible (nyata/berwujud); 2) reliability
(kehandalan); 3) responsiveness (cepat tanggap); 4) competence
(kompetensi); 5) access (kemudahan); 6) courtesy (keramahan); 7)
communication (komunikasi); 8) credibility (kepercayaan); 9) security
(keamanan); dan 10) understanding the customer ( pemahaman
pelanggan).

5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio yang artinya kerusakan,
kebobrokan, dan kebusukan. Dalam bahasa Yunani corruptio yang
artinya perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak
bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma agama,
material, mental,dan umum (LAN, 2015). Oleh karena itu, anti korupsi
adalah pemikiran sikap dan upaya untuk memberantas korupsi.

Dalam sikap anti korupsi terkandung nilai-nilai dasar yang harus


diinternalisasi oleh setiap aparatur pemerintah, yaitu: 1) jujur; 2) peduli;
3) mandiri; 4) disiplin; 5) tanggung jawab; 6) kesederhanaan; 7) kerja
keras; 8) berani; dan 9) adil.
19

B. Kedudukan dan Peran ASN


Terkait dengan peran ASN dalam NKRI, diuraikan manajemen ASN,
Pelayanan Publik dan Whole of Government (WoG).
1. Whole of Government (WoG)
Whole of Government atau disingkat WoG adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintah dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan
kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik (LAN RI, 2016).
WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan
yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-
urusan yang relevan.

Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan meyatukan


seluruh sector yang terkait dengan pelayanan publik berdasarkan nilai-
nilai dasar berikut ini:
a. Koordinasi
Kompleksitas lembaga membutuhkan koordinasi yang efektif dan
efisien antar lembaga dalam menjalankan kegiatan kelembagaan
b. Integrasi
Integrasi dilakukan dengan pembauran sebuah sistem antar
c. Sinkronisasi
Sinkronisasi merupakan penyelarasan semua kegiatan/data yang
berasal dari berbagai sumber , dengan menyingkronkan seluruh
sumber tersebut.
d. Simplifikasi
Simplikasi merupakan penyederhanaan segala sesuatu baik terkait
data/proses disuatu lembaga untuk mengefisienkan waktu, tenaga
dan biaya.
20

2. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan
profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya
aparatur sipil Negara yang unggul dan selaras dengan perkembangan
jaman.

Peran ASN sebagai aparatur pemerintah adalah sebagai perencana,


pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan
kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi
politik, serta bersih dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. ASN
berperan melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat Pembina
kepegawaian sehingga ASN harus mengutamakan kepentingan publik
dan masyarakat luas.

Menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, untuk menjalankan


kedudukannya ASN berperan sebagai berikut:
a. Pelaksana kebijakan publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan
kebijakanyang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN
harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya, serta harus mengutamakan
pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.
b. Pelayan publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan
publik yang profesional dan berkualitas. Pelayanan publik merupakan
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai
21

peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan


penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang
diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan
tujuan kepuasan pelanggan.
c. Perekat dan pemersatu bangsa
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan
dan kesatuan NKRI. ASN senantiasa setia dan taat sepenuhnya
kepada Pancasila, UUD1945, negara dan pemerintah. ASN
senantiasa menjunjung ]tinggi martabat ASN serta senantiasa
mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan diri
sendiri, seseorang dan golongan. Dalam UU ASN disebutkan bahwa
dalam penyelengaraan dan kebijakan manajemen ASN, salah satu
diantaranya asas persatuan dan kesatuan.

3. Pelayanan Publik
Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan
Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan
administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Seorang ASN terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung


dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kesadaran seluruh anggota
ASN untuk memberikan kontribusi terhadap upaya perbaikan kualitas
Pelayanan publik di Indonesia akan memberikan implikasi strategis
jangka panjang untuk mengubah kinerja birokrasi dalam memberikan
pelayanan publik.Pelayanan publik yang baik didasarkan pada prinsip-
prinsip yang digunakan untuk merespon berbagai kelemahan yang
melekat pada tubuh birokrasi. Prinsip pelayanan publik yang baik untuk
mewujudkan pelayanan prima adalah partisipatif, transparansi,
22

responsif, tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien,


aksesibel, akuntabel, berkeadilan.

C. Analisis Dampak Rancangan Aktualisasi


Isu yang terjadi di Satkes Akademi TNI adalah belum adanya SOP
Pelayanan Rekam Medis sehingga tidak ada bahan standar acuan dalam
pembuatan dokumen rekam medis yang sesuai standar.
Pencatatan/perekaman pelayanan pasien hanya berupa penulisan
tanggal, nama pasien, keluhan singkat dan nama obat yang diberikan, dan
ditulis pada buku yang berfungsi sekaligus sebagai buku registrasi pasien.
Hal ini akan menghambat dalam pelaksanaan pelayanan kepada pasien.
Sehingga gagasan isu pemecahan masalah yang akan diangkat adalah
pembuatan SOP Pelayanan Rekam Medis di Satkes Akademi TNI sebagai
bahan acuan dan langkah awal dalam pembuatan Dokumen Rekam
Medis.

Apabila gagasan pemecahan isu tidak dilaksanakan, maka pembuatan


Dokumen rekam medis akan mengalami kesulitan karena tidak memiliki
Standar Operasional yang Baku. Hal ini dapat menyebabkan tidak
seragamnya langkah-langkah dan alur pelayanan rekam medis.
Pelayanan rekam medis yang tidak sesuai standar akan menyulitkan
dokter dan timmnya untuk menggali riwayat terdahulu dan perkembangan
penyakit pasien sehingga akan sulit untuk melakukan tindakan lebih lanjut
mengenai penganan pasien apabila terjadi sesuatu yang cukup kritis.
Terutama bila pasien tersebut harus mendapatkan penanganan yang
cepat. Bahkan kemungkinan terburuknya adalah pasien tidak tertolong dan
bisa berakibat fatal. Selain itu apabila terjadi sesuatu hal yang tidak
diinginkan, terutama terkait dengan dugaan malpraktik, maka dokter dan
tim tidak akan memiliki bukti yang kuat dan sah mengenai apakah telah
melakukan tindakan sesuai prosedur yang lege artis atau tidak.
23

D. Matriks Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : Dokter Umum Ahli Pertama Satuan Kesehatan Akademi TNI
Identifikasi Isu : 1. Belum adanya rekam medis yang sesuai standar di Satkes Akademi TNI;
2. Belum adanya SOP Pelayanan Rekam Medis di Satkes Akademi TNI.
3. Belum Terstrukturnya pencatatan penggunaan obat-obatan di Satkes
Akademi TNI;
4. Pengendalian penyakit hipertensi di Akademi TNI belum maksimal; dan

Isu yang Diangkat : Belum adanya SOP Pelayanan Rekam Medis di Satkes Akademi TNI
Gagasan Pemecahan Isu : Pembuatan SOP Pelayanan Rekam Medis di Satuan Kesehatan Akademi untuk
meningkatkan Pelayanan terhadap pasien sebagai perwujudan Pelayanan Publik.
24

Tabel 1. Matriks Rancangan Aktualisasi


No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai
Kegiatan Substansi Mata Terhadap Visi- Organisasi
Pelajaran Misi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Mengumpul a. Mengumpulkan Saya akan memulai Agenda II Terkumpulnya Terkumpulnya
kan informasi tentang kegiatan telaah Akuntabilitas data informasi data informasi
informasi kebijakan kebijakan pelayan Kejelasan target tentang standar tentang standar
tentang pelayanan rekam rekam medis dengan Pelayanan Rekam Pelayanan Rekam
standar medis; berdoa agar semua Nasionalisme Medis Medis akan
pelayanan b. Melakukan kegiatan berjalan Religius, berkontribusi memperkuat nilai
rekam diskusi dan dengan lancar, musyawarah, terhadap visi organisasi Akademi
medis koordinasi kemudian saya akan Organisasi Satkes TNI yaitu Integrasi
dengan atasan mengumpulkan Etika Publik Akademi TNI yaitu dan
dan kolega terkait informasi tentang Teliti, cermat, Menjadi Cepat, Cerdas,
rencana kegiatan kebijakan pelayanan akurat, sopan Penyelenggara Cermat
telaah rekam rekam medis dengan Pembinaan
medis dan teliti, cermat, dan Kesehatan
pembuatan SOP akurat dan penuh Komitmen Akademi TNI yang
dan pelayanan tanggung jawab Mutu integratif,
rekam medis dengan target Efisien, efektif, profesional, disiplin
c. Mengumpulkan memiliki pengetahuan orientasi mutu dan berorientasi
informasi contoh dasar yang cukup pelayanan.guna
SOP pelayanan mengenai pelayanan Anti Korupsi mendukung tugas
rekam medis dari rekam medis. Setelah Tanggung jawab pokok Akademi
Satkes/ Faskes itu saya akan TNI.
lainnya maupun melakukan diskusi
media informasi dan koordinasi Agenda III
online dengan atasan dan Kegiatan ini
kolega terkait rencana sejalan dengan
kegiatan telaah rekam kedudukan dan
medis dan pembuatan peran ASN yaitu
SOP dan pelayanan
25

rekam medis dengan Whole of


sopan santun dan Government
bermusyawarah Komunikasi,
mengenai standar koordinasi
acuan pelayanan dan Manajemen
rekam medis yang ASN
akan dibuat. Setelah Tertib
itu saya akan administrasi
mengumpulkan
informasi contoh SOP
pelayanan rekam
medis dari dari Satkes/
Faskes lainnya
maupun media
informasi online untuk
mencari informasi
mengenai pelayanan
rekam medis yang
efisien, efektif dan
berorientasi mutu

Output:
Terkumpulnya data
informasi tentang
standar Pelayanan
Rekam Medis
2. Menyusun a. Melakukan Saya akan memulai Akuntabilitas Tersusunnya Tersusunnya
konsep koordinasi kegiatan koordinasi Partisipatif, konsep SOP konsep SOP
SOP tentang penyusunan SOP konsisten Pelayanan Rekam Pelayanan Rekam
pelayanan penyusunan draft pelayanan rekam Medis Medis akan
rekam SOP Pelayanan medis dengan berdoa berkontribusi memperkuat nilai
medis Rekam Medis agar berlangsung Nasionalisme terhadap misi organisasi yaitu
dengan atasan; dengan lancar Religius, Organisasi Satkes Integrasi dan aktif
kemudian saya akan kerjasama, Akademi TNI yaitu
26

b. Menyusun draf bekerjasama dengan musyawarah, Menyelenggarakan


SOP pelayanan sesama kolega tidak dan melaksanakan
rekam medis Akademi TNI dalam memaksakan dukungan
meliputi SOP menyusun draf SOP kehendak kesehatan terpadu
Form Rekam pelayanan rekam yang handal dan
Medis, SOP medis meliputi SOP professional
Penerimaan Form Rekam Medis,
pasien, SOP SOP Penerimaan Etika Publik
Kerahasiaan pasien, SOP Tanggung
Rekam Medis Kerahasiaan Rekam jawab, taat pada
Pasien, SOP Medis Pasien, SOP peraturan,
Akses terhadap Akses terhadap sopan, teliti,
Rekam Medis, Rekam Medis, SOP cermat
SOP Penyimpanan
Penyimpanan (retensi) Rekam Medis Komitmen
(retensi) Rekam melalui diskusi dan Mutu
Medis; Musyawarah, tidak Orientasi mutu,
c. Mengajukan draf memaksakan tanggung jawab,
SOP Pelayanan kehendak, penuh efektif, efisien
Rekam Medis tanggung jawab agar
kepada Atasan tersusun SOP
untuk dikoreksi; pelayanan rekam
dan medis yang konsisten
d. Mencatat sesuai dengan
hasil koreksi Permenkes RI No. 269 Agenda III
tahun 2008 tentang Kegiatan ini
Rekam Medis (taat sejalan dengan
pada peraturan) dan kedudukan dan
dapat meningkatkan peran ASN yaitu
pelayanan kepada Manajemen
pasien (orientasi ASN
mutu, Pelayanan Tertib
publik). Kemudian administrasi,
saya akan kerjasama
27

mengusulkan draf Dan


SOP Pelayanan Pelayanan
Rekam Medis kepada Publik
Atasan dengan Sopan Partisipatif,
santun, teliti, cermat Akuntabel,
dan jujur untuk efektif dan
mendapat saran efisien
masukan penyusunan
draf yang efektif dan
efisien.

Output:
Tersusunnya konsep
SOP Pelayanan
Rekam Medis
3. Pembuatan a. Merevisi draf Saya akan memulai Akuntabilitas Tersedianya SOP Tersedianya SOP
SOP SOP Pelayanan kegiatan ini dengan Tanggung Pelayanan Rekam Pelayanan Rekam
Pelayanan Rekam Medis berdoa agar berjalan jawab, Medis
jujur, sejalan Medis akan
Rekam sesuai hasil dengan baik, kejelasan target,dengan misi memperkuat nilai
Medis koreksi kemudian saya akan konsisten Organisasi Satkes organisasi yaitu
b. Mencetak printout merevisi draf Akademi TNI yaitu Loyal
hasil validasi Pelayanan Rekam Nasionalisme menyelenggarakan
SOP Pelayanan Medis berdasarkan Religius, lapang dan melaksanakan
rekam medis; hasil koreksi atasan dada fungsi organik
c. Meminta dengan teliti, jujur dengan loyal dan
tandatangan dari dan lapang dada, displin
Kepala Satuan kemudian saya akan Etika Publik
Kesehatan mencetak dan Sopan, teliti
sebagai tanda menyampaikan
persetujuan printout hasil validasi Agenda III
terhadap SOP SOP Pelayanan Kegiatan ini
Pelayanan rekam medis kepada sejalan dengan
Rekam Medis. Kepala Satuan kedudukan dan
kesehatan akademi peran ASN yaitu
28

TNI dengan sopan Manajemen


dan bertanggung ASN
jawab untuk di koreksi Tertib
setelah itu saya akan administrasi,
meminta paraf dari komunikasi
Kepala Satuan
Kesehatan sebagai
tanda persetujuan
terhadap SOP
Pelayanan Rekam
Medis

Output: Tersedianya
SOP Pelayanan
Rekam Medis
4. Melakukan a. Mengundang dan Saya akan memulai Akuntabilitas Terlaksananya Terlaksananya
Sosialisasi mengumpulkan kegiatan Sosialisasi kejelasan target, Sosialisasi SOP Sosialisasi SOP
SOP anggota Satkes SOP pelayanan konsisten Pelayanan Rekam Pelayanan Rekam
pelayanan Akademi TNI Rekam Medis ini Medis Medis akan
Rekam yang terkait dengan berdoa agar Nasionalisme berkontribusi memperkuat nilai
Medis b. Menyiapkan berjalan dengan baik, Religius terhadap visi organisasi yaitu
bahan dan materi lalu saya akan organisasi Satkes Aktif dan Cepat,
yang akan mengundang dan Etika Publik Akademi TNI yaitu Cerdas, Cermat
disampaikan saat mengumpulkan Sopan, ramah, Menjadi
sosialisasi SOP anggota satkes teliti, cermat Penyelenggara
pelayanan Akademi TNI dengan Pembinaan
Rekam Medis sopan dan ramah. Komitmen Kesehatan
c. Memberikan Kemudian saya akan Mutu Akademi TNI yang
penjelasan terkait menyiapkan bahan Efisien, efektif, integratif,
SOP pelayanan dan materi yang akan orientasi mutu profesional, disiplin
Rekam Medis disampaikan pada dan berorientasi
Sosialisasi SOP Anti Korupsi pelayanan.guna
pelayanan Rekam Disiplin, mandiri mendukung tugas
Medis dengan teliti pokok Akademi TNI
29

dan cermat. Setelah dan Misi


itu saya akan Organisasi Satkes
konsisten melakukan Akademi TNI yaitu
sosialisasi SOP Agenda III Menyelenggarakan
pelayanan Rekam Kegiatan ini dan melaksanakan
Medis yang telah sejalan dengan pelayanan
disahkan oleh atasan kedudukan dan kesehatan integrasi
kepada anggota di peran ASN yaitu yang prima
satkes Akademi agar Manajemen
seluruh anggota ASN
satkes akademi TNI Komunikasi,
mengetahui SOP kerjasama
pelayanan rekam
medis (Kejelasan dan
Target) sehingga staf
Kesehatan Akademi Pelayanan
TNI secara disiplin Publik
dan mandiri dapat Partisipatif,
melakukan Pelayanan transparan,
rekam medis yang responsif
efektif, efisien dan
berorientasi mutu.

Output:
Terlaksananya
Sosialisasi SOP
Pelayanan Rekam
Medis
30

E. Timeline Rancangan Aktualisasi


Tabel 2. Timeline rancangan aktualisasi
Oktober November 2019 Desember
No Kegiatan 2019 2019
Minggu 5 Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 1
1. Melakukan telaah
kebijakan rekam medis
2. Menyusun SOP
pelayanan rekam
medis di Satkes
Akademi TNI
3. Finalisasi SOP
Pelayanan Rekam
Medis kepada Kepala
Satuan Kesehatan
Akademi TNI
4. Melakukan Sosialisasi
SOP pelayanan Rekam
Medis
31

BAB IV

PENUTUP

Rencana Aktualisasi merupakan acuan Laporan Kegiatan Aktualisasi yang


merupakan salah satu rangkaian dalam Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) Golongan III yang diatur dalam Peraturan Kepala
Lembaga Administrasi Negara Nomor 25 Tahun 2017 Tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

Kegiatan Aktualisasi ini akan dilaksanakan mulai dari 29 Oktober hingga 3


Desember 2019 di lingkungan Satuan Kesehatan Akademi TNI. Kegiatan ini
betujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN dan mengetahui
peran dan kedudukan PNS dalam pelayanan di unit kerja dalam hal ini saya
sebagai Dokter Umum dimana saya merupakan pelayan publik, saya harus
melayani dengan mengedepankan nilai ANEKA di unit kerja saya.

Demikian rancangan aktualisasi ini saya buat, sebagai salah satu syarat untuk
Diklat Latsar CPNS golongan III. Diharapakan selama pelaksanaan kegiatan
tidak hanya sebagai sarana aktualisasi nilai-nilai dasar ASN, namun juga dapat
secara simultan mendukung tercapainya visi dan misi organisasi.
32

DAFTAR PUSTAKA

1. Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Organisasi


Dan Tata Kerja Kementrian Pertahanan. Jakarta : Kemhan.
2. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Aktualisasi :
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
3. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Akuntabilitas :
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
4. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Nasionalisme :
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
5. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Etika Publik :
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
6. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Komitmen Mutu :
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
7. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Anti Korupsi :
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
8. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen ASN
: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
9. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Pelayanan Publik
: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
10. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen ASN
: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
11. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Pelayanan Publik
: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :
LAN.
33

12. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Apartatur Sipil Negara


(ASN). Jakarta
13. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor No:
269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis
15. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
512/Menkes/PER/IV/2007 Tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik
Kedokteran
16. Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran

Anda mungkin juga menyukai