Anda di halaman 1dari 37

BAB II

DATA UMUM PUSKESMAS SALAMAN I

A. Keadaan Geografi dan Lingkungan


1. Luas Wilayah Kerja
Puskesmas Salaman I didirikan pada tahun 2018 yang berdiri di atas tanah
seluas 1.470 m2 dengan luas bangunan Gedung Induk 528 m2 , Rumah Dinas
96 m2, Ruang Genset 8,92 m2 merupakan Puskesmas Rawat Jalan, yang
berfungsi sebagai pembina kesehatan di wilayah kerjanya di daerah Kabupaten
Magelang. Luas wilayah kerja Puskesmas Salaman I adalah 38,89 km2.

2. Batas-batas Wilayah Puskesmas Salaman I


Utara : Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.
Selatan : Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, dan Kecamatan
Samigaluh, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Barat : Wilayah Kerja Puskesmas Salaman 2,Kabupaten Magelang
Timur : Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang

Gambar 1. Peta Kecamatan Salaman

8
Kecamatan Salaman merupakan salah satu kecamatan yang ada di Wilayah
Kabupaten Magelang. Terdapat dua puskesmas di Kecamatan Salaman, yaitu
Puskesmas Salaman I dan Puskesmas Salaman II. Puskesmas Salaman I
merupakan puskesmas rawat inap sedangkan Puskesmas Salaman II merupakan
puskesmas non rawat inap.

Gambar 2. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I

Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I merupakan sebagian wilayah


Kecamatan Salaman yang berjarak sekitar 15 km dari Kota Mungkid yang
merupakan ibu kota Kabupaten Magelang. Secara geografis batas wilayah kerja
Puskesmas Salaman I adalah Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang di
sebelah utara, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, dan Kecamatan
Samigaluh, Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah Selatan. Wilayah kerja
Puskesmas Salaman 2 adalah Kabupaten Magelang di sebelah Barat serta
Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang di sebelah Timur.

3. Pembagian Wilayah
Wilayah Puskesmas Salaman I secara administratif terdiri dari 10 desa
dari keseluruhan 20 desa yang ada di Kecamatan Salaman dengan luas wilayah
kerja 38,89 km² dengan kondisi geografis yang sebagian besar adalah
pegunungan (± 680 dpl)1.

9
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Grafik 1. Luas Wilayah Menurut Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I

Desa yang paling luas di wilayah kerja Puskesmas Salaman I adalah


2
Desa Kalirejo yaitu 6,79 km , sedangkan wilayah yang luasnya paling kecil
2
yaitu Desa Banjarharjo yaitu 1,32 km .

4. Kondisi Wilayah
Kondisi Wilayah kerja Puskesmas Salaman I meliputi tiga jenis
karakter daerah:
a. Daerah dataran : 60% terdiri dari 5 desa, pegunungan : 30%
terdiri dari 3 desa
b. Daerah bergelombang : 10% terdiri dari dua desa

Kondisi Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I

daerah
bergelombang
daerah
pegunungan
daerah dataran

Grafik 2. Kondisi Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I

10
a Jangkauan ke Rumah Sakit
Jangkauan ke rumah sakit di sekitar wilayah Puskesmas Salaman I
adalah sebagai berikut :
a. Jarak puskesmas-RSU Tidar : 15 km
b. Jarak puskesmas-Kantor Dinas Kabupaten : 10 km
c. Jarak puskesmas-RSU Muntilan : 20 km
d. Jarak puskesmas-desa terjauh : 10 km
Semua desa/balai desa dapat terjangkau dengan kendaraan bermotor
roda dua.Angkutan umum berupa ojek,andong,angkudes, pick-up dan bus
umum.

b Keadaan penduduk
a. Jumlah penduduk : 45.564 jiwa
b. Laki-laki : 22.821 jiwa (50,08 %)
c. Perempuan : 22.743 jiwa (49,91 %)
d. Jumlah rumah tangga : 13.839 KK
e. Kepadatan penduduk : 14.388,16 jiwa/km2
f. Jumlah pasangan usia subur : 7.855 pasangan

Data penduduk berdasarkan umur tampak pada tabel sebagai berikut:


Tabel 1. Komposisi Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I

Umur Jumlah Presentase


0-4 3.260 7,15 %
5 - 14 6.673 14,65 %
15 – 44 20.531 45,06 %
45 – 64 10.913 23,95 %
≥65 4.187 9,19 %
Total 45.564 100 %
Sumber: Data Demografi Desa tahun 2018

11
Dapat dilihat jumlah penduduk dengan umur 15-44 tahun
merupakan yang terbanyak, sedangkan penduduk berumur 0-4 tahun
merupakan jumlah yang paling sedikit. Komposisi penduduk menurut
produktivitas:
a. 0-14 tahun = 9.933 jiwa
b. 15-64 tahun = 31.444 jiwa
c. ≥ 65 tahun = 4.187 jiwa

c Keadaan Sosial Budaya


a. Pemeluk Agama
Tabel 2. Data Pemeluk Agama di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman I

Agama Jumlah Persentase


Islam 45.275
99,37 %
Kristen 156
0,34 %
Katolik 133
0,29 %
Budha 0 0%
Hindu 0 0%
Total 45.564 100 %
Sumber: data Demografi Desa tahun 2018

Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Salaman I mayoritas beragama


Islam. Sarana Peribadatan: berdasarkan data statistik Kecamatan Salaman
Tahun 2017 dirinci menurut desa terdapat 246 rumah peribadatan di wilayah
kerja Puskesmas Salaman I, meliputi 102 masjid, 142 langgar/surau dan 2
gereja.

12
b. Tingkat Pendidikan

Tabel 3. Data Tingkat Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas


Salaman I
Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
Tidak/belum pernah sekolah 18.435 40,46 %
Tamat SD/sederajat 19.439 42,66 %
Tamat SLTP/sederajat 4.080 8,95 %
Tamat SLTA/sederajat 2.169 4,76 %
Tamat akademik/PT 1.441 3,16 %
Total 45.564 100 %

Sumber: data Demografi Desa tahun 2018

Tingkat pendidikan penduduk di wilayah kerja Puskesmas


Salaman I didominasi oleh penduduk yang tidak sekolah, dan penduduk
yang tamat akademik/PT berjumlah paling sedikit.

c. Sarana pendidikan
1. TK : 25
2. SD : 29
3. SLTP/Mts : 10
4. SLTA/MA :5

d. Sosial Ekonomi
1. Mata Pencaharian

Tabel 4. Data Mata Pencaharian Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas


Salaman I (10 tahun ke atas)
Mata Pencaharian Jumlah Persentase
Buruh Tani 10.125 12,41 %
Tani 10.449 23,01 %
Buruh 4.786 12,36 %
PNS/ABRI 1.273 3,29 %
Sopir Angkutan 1.581 4,08 %
Pedagang 3.307 8,54 %

13
Pensiunan PNS/ABRI 2.854 7,37 %
Pengusaha 1.660 4,29 %
Lain-lain 9.536 24,64 %
Total 38.707 100 %
Sumber: Demografi Desa tahun 2018

Dapat dilihat dari data mata pencaharian penduduk, total penduduk yang
memiliki pencaharian adalah 38.707 dari jumlah penduduk 45.571. Berdasarkan
data di atas disimpulkan terdapat 8.949 penduduk tidak memiliki mata
pencaharian. Dapat dilihat mata pencaharian penduduk tertinggi adalah di bidang
pertanian dan yang terendah adalah pensiunan PNS/ABRI.

2. Sarana Perekonomian
Koperasi Unit Desa (KUD) : 1 buah
Bank : 4 buah
Pasar Umum : 3 buah
Industri rumah : 24 buah
Warung makan : 37 buah
Terminal : 1 buah
Salon kecantikan : 8 buah
Penggiilingan padi : 14 buah
Total sarana perekonomian di wilayah kerja Puskesmas
Salaman I sebanyak 92 buah.

d Situasi Puskesmas
Pelayanan rawat jalan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 560/MENKES/SK/IV/2003 diartikan sebagai
pelayanan pasien untuk observasi diagnosa, pengobatan, rehabilitas medik
dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa menginap. Salah satu upaya yang
dilaksanakan oleh Puskesmas adalah pelayanan rawat jalan sebagai bagian
dari Upaya Kesehatan Perorangan. Secara umum upaya kesehatan terdiri atas
dua unsur utama, yaitu upaya kesehatan masyarakat dan perorangan

14
Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
81/MENKES/SK/2004 adalah tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya kesehatan, sarana pelayanan kesehatan diwilayah
Puskesmas Salaman I Tahun 2018 ini terdiri dari berbagai macam fasilitas
kesehatan.
1. Sarana Fisik
Puskesmas Salaman I didirikan pada tahun 2018.
- Luas tanah : 1.470 m2
- Luas gedung PKM : 528 m2
- Luas gdg Rumah Dinas : 96 m2
- Ruang Genset : 8,92 m2
2. Ruang Pelayanan ( Lantai I )
a. Ruang UGD : 1 ruang
b. BP gigi : 1 ruang
c. Ruang KIA : 1 ruang
d. Ruang KB dan Persalinan : 1 ruang
e. Ruang Laktasi : 1 ruang
f. Ruang Nifas : 1 ruang
g. Ruang pendaftaran : 1 ruang
h. Apotik : 1 ruang
i. BP umum : 1 ruang
j. BP Lansia dan MTBS : 1 ruang
k. Ruang Laboratorium : 1 ruang
l. Ruang Sterilisasi : 1 ruang
m. Kamar Mandi Umum : 1 ruang

3. Ruang Administrasi ( Lantai 2 )


a. Ruang Kepala Puskesmas : 1 ruang
b. Ruang TU dan Ka Sub Tata Usaha : 1 ruang
c. Gudang Obat : 1 ruang
d. Ruang Rapat / Aula : 1 ruang

15
e. Ruang Klinik Gizi : 1 ruang
f. Ruang Klinik Sanitasi : 1 ruang
g. Ruang Dokter / UKP : 1 ruang
h. Ruang Bikor / UKM : 1 ruang
i. Ruang Promkes : 1 ruang
j. Dapur : 1 ruang
k. Ruang P2P : 1 ruang
l. Kamar Mandi Karyawan : 1 ruang

4. Sarana Medik
a. Penunjang medik
b. Dental unit dan dental chair : dalam keadaan lengkap
c. Perlengkapan medik umum
d. KIA set dan KB
e. Poliklinik set
f. IUS set
g. Peralatan surgical
h. Perlengkapan laboratorium
i. Alat UGD obstetri dan neonatal
j. Pelayanan EKG
k. Sarana Obat

e Sarana Kesehatan

Sarana/Upaya kesehatan lain :


a. Puskesmas Pembantu 4 buah (Ngargoretno, Kalisalak, Ngadirejo,
Kalirejo) dengan jumlah tenaga medis yang terbatas
b. Polindes 1 buah (Ngadirejo)
c. Poliklinik Kesehatan Desa 5 buah (kalirejo, sidomulyo, paripurno,
kebonrejo, banjarharjo)
d. Dukun bayi 17 orang.
e. Posyandi 73 tempat dengan kader posyandu terlatih 305 orang

16
B. Visi, Misi, Motto, dan Struktur Organisasi Puskesmas Salaman I
1. Visi Puskesmas Salaman I
Visi merupakan gambaran yang ingin dicapai di masa depan
oleh segenap komponen masyarakat, melalui pembangunan kesehatan,
visi puskesmas Salaman I adalah “menjadi pusat pelayanan kesehatan
yang bermutu, terjangkau dan dipercaya, sehingga terwujud masyarakat
sehat”. Melalui visi ini diharapkan masyarakat kecamatan Salaman
telah mencapai tingkat kesehatan tertentu yang ditandai oleh
penduduknya yang hidup dalam lingkungan yang sehat, mempraktikkan
perilaku hidup bersih dan sehat, baik jasmani, rohani, maupun sosial,
memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata, serta mempunyai derajat kesehatan
3
yang setinggi-tingginya.

2. Misi Puskesmas Salaman I


a. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada masyarakat.
b. Meningkatkan kinerja dan profesionalisme SDM.
c. Meningkatkan peran serta masyarakat dan mendorong kemandirian
untuk hidup sehat.
d. Menjalin kemitraan dengan pelanggan dalam menjaga dan
meningkatkan kesehatan.
e. Pengelolaan administrasi yang akuntabel, efisien dan efektif.

3. Motto
Melayani dengan sepenuh hati

4. Tata Nilai
a. Sopan
b. Amanah
c. Loyal
d. Akuntabel
e. Mandiri

17
f. Adil
g. Nyaman
h. Inovatif
Sopan santun dalam melayani pasien, semata-mata karena
mengemban Amanah, Loyal terhadap pimpinan dalam melaksanakan
tugas dan Akuntabel, mampu secara Mandiri dalam mengambil langkah,
tidak membeda-bedakan pasien dan bersikap Adil, menciptakan suasana
yang Nyaman dan Inovatif dalam melaksanakan pelayanan.

5. Definisi Mutu Puskesmas Salaman I


Pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan akurat, efektif dan
efisien dengan biaya terjangkau, dalam lingkungan kerja yang bersih,
indah, aman dan nyaman yang dilandasi dengan sikap karyawan yang
jujur, disiplin dan setia kawan dengan memberikan pelayanan sesuai
dengan prosedur dan standar, sehingga memberikan hasil yang
memuaskan.

18
6. Struktur Organisasi Puskesmas Salaman I
KepalaPuskesmas
dr. HerySumantyo, M.P.H

Ka. Sub Bagian Tata Usaha


Sri Wigati, SE

Penanggung Jawab UKMPengembangan


Rumah Tangga Kepegawaian
dr. Fitri Indriati
Woro Wharyati, ST Suratmi
1. Yankes Jiwa : Jamiatul Badriyah, S.Kep

2. Yankes Gigi Masyarakat : Kamijo, SKM


Keuangan Sistem Informasi Puskesmas 3. Yankes Lansia : Kasiyem, A.Md Keb
1. Bendahara Penerimaan: Santosa Han Wicaksono, A.Md
2. Bendahara BLUD: Trisetyowati Elnur, SE
3. Petugas akutansi: Siti Farida
4. Verifikator Keuangan : Gressi Tri Cahyani

Penanggung Jawab UKP Kefarmasian & Laboratorium Penanggung Jawab Jejaring Fasyankes
dr. M. Satoto dan dr. Fitri Indriati dr. Riyono dan dr. Fitri Indriati

1. Pemeriksaan Umum : dr. Fitri Indriati 1. Puskesmas Pembantu


2. Yankes Gigi & Mulut : drg. Saptaya Penanggung Jawab UKM sensial Keperawaan Andang Buntoro, A.Md Kep
3. Pelayanan KIA : Eny Pujiati, A.Md Keb Masyarakat 2. Puskesmas Keliling
4. Pelayanan KB : Kasiyem, A.Md Keb dr. Riyono 3. Koordinator Bidan Desa
5. Pelayanan UGD : dr. Siti Aimmatus S 1. Pelayanan Promkes : Siti Muawaroh, A.Md Dewi Etasari, A.Md Keb

6. Pelayanan Gizi : Dewi Indrayati, A.Md Gz 2. Pelayanan Kesling : Siti Muawaroh, A.Md a. Salaman : Indah Lestari, A.Md Keb

7. Pelayanan Persalinan : Dwi Daryanti, A.Md Keb 3. Pelayanan KIA : Eny Pujiati, A.Md Keb b. Kalisalak : Rekno Sri Hastuti

8. Pelayanan Rawat Inap : MM. Sri Kustinak, S.Kep 4. Pelayanan Gizi : Wahyu Sri Lestari, A.Md Gz c. Menoreh : Wiji Pangesti, A.Md Keb

9. Pelayanan Kefarmasian: Endaryanti W, S.Farm Apt 5. Pelayanan P2P : Surini, S.Kep Ns d. Kalirejo : Erma Nuraeni, A.Md Keb

10. Pelayanan Laboratorium : Retno Setyaningsih, A.Md e. Paripurno : Himatul Khoiriyah, A.Md Keb
Ngargoretno : Uswatun Khasanah,
11. Pelayanan Radiologi : Heri Wibowo, A.Md f. A.Md

12. Pelayanan MTBS : Emmy Rokhmawati, S.St Keb


13. Pelayanan P2TB : Sri Kustinah, S.Kep g. Ngadirejo : Dewi Etasari, A.Md Keb

14. Pelayanan Perkesmas : Jamiatul Badriyah, S.Kep h. Sidomulyo : Siti Munifah, A.Md Keb
15. Pelayanan Elektromedik : Imam Turmudi i. Kebonrejo : Puji Astuti Tri W, A.Md Keb
j. Banjarharjo : Nur Latifah, A.Md Keb
Bagan 1. Struktur Organisasi Puskesmas Salaman I 4. Jejaring Fasyankes

19
C. Data Sumber Daya Puskesmas
1. Man (Ketenagakerjaan)
Tabel 5. Tenaga Kerja di Puskesmas Salaman I

STATUS
NO JENIS SDM JML
PNS HONOR
1 Kepala Puskesmas 1 - 1
2 Ka Sub Bag TU 1 - 1
3 Dokter Spesialis Anak Pelaksana 1 - 1
4 Dokter Umum 4 - 4
5 Dokter Umum Pelaksana 1 - 1
6 Dokter Gigi 1 - 1
7 Apoteker 1 - 1
8 Tenaga Teknis Kefarmasian 3 - 3
9 Bidan Puskesmas 9 3 12
10 Bidan Desa 10 - 10
11 Perawat 18 9 27
12 Perawat Pelaksana 11 - 11
13 Terapis Gigi dan mulut 2 - 2
14 Sanitasi Lingkungan 2 - 2
15 Ahli Teknologi Laboratorium Medik 2 - 2
16 Nutrisionis 2 - 2
17 Promkes - - 0
18 Perekam Medis dan Informasi 1 - 1
Kesehatan
19 Teknisi Elektromedis 1 - 1
20 Pengadministrasian Umum 10 1 11
21 Pengadministrasi Kepegawaian 1 - 1
22 Pengadministrasi Keungan 2 - 2
23 Pengemudi - 2 2
24 Petugas Keamanan 3 1 4
25 Juru Masak - 6 6
26 Petugas Loundry - 1 1
27 Petugas Kebersihan 3 2 5
28 Cleaning service - 4 4
29 JMD - 3 3
Jumlah 90 32 122

20
Dari tabel di atas diketahui jumlah pegawai di Puskesmas Salaman I
berjumlah 122 orang yang terdiri dari 8 orang tenaga medis, 38 perawat, 2
perawat gigi, 4 tenaga farmasi, 2 tenaga gizi, 22 bidan, 2 tenaga sanitasi, 2 analis,
1 rekam medis, 1 Tenaga Teknisi Elektromedis, 15 tenaga administrasi, 4 tenaga
keamanan, 6 Juru masak, 1 Tenaga Loundry, 2 Sopir, 9 tenaga kebersihan dan 3
orang Juru Malaria Desa.
Berikut Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial dan Upaya Kesehatan
Masyarakat Pengembangan Puskesmas Salaman I:
Unit Kesehatan Perorangan, Kefarmasian dan Laboratorium:
a. Pelayanan pendaftaran
b. Pelayanan pemeriksaan umum
c. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
d. Pelayana KIA – KB yang bersifat UKP
e. Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam
f. Pelayanan MTBS
g. Pelayanan Persalinan-Poned
h. Pelayanan Rawat Inap
i. Pelayanan Kefarmasian
j. Pelayanan Laboratorium
k. Konsultasi Gizi
l. Konsultasi Sanitasi
m. Pelayanan IVA
n. Pelayanan Klinik Lansia
o. Pelayanan Klinik TB

Upaya Kesehatan Essensial dan keperawatan, yaitu:


1) Pelayanan promosi kesehatan
2) Pelayanan kesehatan lingkungan
3) Pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana
4) Pelayanan gizi masyarakat
5) Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

21
Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan, yaitu:
1) Upaya kesehatan mata
2) Upaya kesehatan jiwa
3) Upaya kesehatan usia lanjut
4) Kesehatan reproduksi remaja
5) Kesehatan sekolah
6) Kesehatan olahraga

Berikut deskripsi kerja ketenagakerjaan Puskesmas Salaman I:


a. Dokter/Kepala Puskesmas
Tugas pokok yaitu mengusahakan agar fungsi puskesmas
terselenggara dengan baik. Fungsi:
1) Sebagai manager
a. Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen di Puskesmas
b. Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas sektoral
secara vertikal dan horizontal
c. Menerima konsultasi dari semua kegiatan di Puskesmas
2) Sebagai seorang dokter
a. Melakukan pemeriksaan dan pengobatan penderita
b. Merujuk kasus yang tidak bisa diatasi
c. Melakukan penyuluhan kesehatan kepada penderita dan
masyarakat

b. Dokter Umum
Tugas pokok yaitu mengusahakan agar pelayanan pengobatan di
wilayah kerja Puskesmas dapat berjalan dengan baik.Fungsi:
1) Mengawasi pelaksanaan pelayanan obat di Puskesmas
2) Memberikan pelayanan pengobatan di wilayah
kerjaPuskesmas baik di Puskesmas, Puskesmas Pembantu atau
Puskesmas Keliling
3) Memberikan bimbingan, edukasi dan motivasi kepada
penderita dan masyarakat

22
4) Membantu membina kerjasama lintas sektoral dalam
pengembangan peran masyarakat
5) Melakukan pencatatan dan pelaporan

c. Dokter Gigi
Tugas pokok yaitu mengusahakan agar pelayanan kesehatan gigi dan
mulut di wilayah kerja Puskesmas agar dapat berjalan dengan baik.
Fungsi:
1) Mengawasi pelaksanaan kesehatan gigi di Puskesmas
2) Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di dalam
wilayah kerja Puskesmas secara teratur
3) Supervisi dan bimbingan teknis pada program gigi di
Puskesmas
4) Memberikan penyuluhan kesehatan gigi pada penderita dan
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
5) Membantu dan membina kerjasama lintas sektoral dalam
pengembangan peran serta masyarakat
6) Memberikan penyuluhan kesehatan dan melaksanakan
pencatatan dan pelaporan

d. Perawat Gigi
Tugas pokok yaitu melaksanakan pelayanan kesehatan gigi di
puskesmas.Fungsi:
1) Membantu dokter gigi dalam pelayanan kesehatan di puskesmas
2) Memeriksa, menambal, membersihkan karang gigi dan
mengobati gigi yang sakit
3) Merujuk kasus yang perlu ditindak lanjuti dari seorang dokter gigi
4) Melaksanakan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dan UKGS
(Usaha Kesehatan Gigi Sekolah)
5) Melaksanakan kunjungan kesehatan gigi

23
e. Tata Usaha
Tugas pokok yaitu menghimpun dan menyusun semua laporan
kegiatan puskesmas dan menghimpun, mengatur dan menyimpan
semua surat masuk. Fungsi:
1) Mengumpulkan, membuat surat yang masuk/keluar yang
didisposisi
2) Mengumpulkan laporan berkala setiap tugas puskesmas
3) Penyiapan dan pengaturan tata usaha kepegawaian puskesmas
4) Melakukan laporan berkala ketatausahaan

f. Petugas Puskesmas
Tugas pokok yaitu melaksanakan dan mengkoordinir pelaksanaan
kegiatan Perkesmas di wilayah kerja puskesmas agar berjalan dengan
baik. Fungsi:
1) Melaksanakan kegiatan Perkesmas baik di dalam maupun luar
strukturgedung
2) Menyiapkan blanko-blanko dan pencatatan untuk kegiatan
puskesmas
3) Melaksanakan pencatatan dan pelaporan
4) Memantau masyarakat/kasus-kasus rawan kesehatan di wilayah
kerja puskesmas
5) Melakukan pendataan sasaran secara periodik

g. Petugas Pengobatan
1) Melaksanakan pengobatan rawat jalan di wilayah puskesmas
2) Memeriksa dan mengobati penyakit menular secara pasif atas
delegasi dari dokter
3) Melaksanakan penyuluhan kesehatan
4) Melakukan rujukan kasus bila tidak mampu mengatasi
5) Melakukan pencatatan dan pelaporan
6) Melakukan kegiatan puskesmas

24
7) Ikut dalam kegiatan Puskesmas Keliling (Puskesling) dan
Puskesmas Pembantu (Pustu)

h. Petugas Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM)


Tugas pokok yaitu melaksanakan dan mengkoordinir kegiatan
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular di wilayah kerja
Puskesmas.Fungsi:
1) Melaksanakan pengamatan penyakit di wilayah kerja
puskesmas
2) Melaksanakan tindakan pemberantasan penyakit menular
3) Melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang penyakit
menular
4) Melakukanpenyuluhan, pencatatan dan pelaporan
5) Melakukan pengobatan terhadap penderita penyakit menular
atas delegasi dari dokter
6) Melakukan kunjungan rumah
7) Ikut dalam kegiatan Puskesmas Keliling (Puskesling) dan
kegiatan terpadu lain yang terkait Pengendalian dan
Pemberantasan Penyakit (P2P)
8) Memberikan penyuluhan kesehatan
9) Melakukan pencatatan dan pelaporan

i. Petugas KIA
Tugas pokok yaitu melaksanakan kegiatan pelayanan KIA di
wilayah kerja puskesmas agar dapat berjalan dengan baik. Fungsi:
1) Melaksanakan pemeriksaan secara berkala ibu hamil, ibu
menyusui, bayi, dan anak
2) Mengatur dan menjaga tempat kerja dengan rapi
3) Memberikan jelang imunisasi pada bayi dan ibu hamil
4) Melakukan pembinaan dukun bayi
5) Melakukan pembinaan kepada bidan desa
6) Melaksanakan kegiatan Posyandu dan kegiatan terpadu lain
yang terkait dengan KIA

25
7) Melakukan penyuluhan kesehatan
8) Melakukan pencatatan dan pelaporan
9) Melakukan rujukan kasus bila tidak mampu mengatasi

j. Petugas Gizi
Tugas pokok yaitu melaksanakan kegiatan dan mengkoordinir
perbaikan gizi di wilayah kerja Puskesmas.Fungsi:
1) Melaksanakan pemberian makanan tambahan
2) Memantau keadaan gizi di masyarakat khususnya kasus-kasus
kurang gizi
3) Membantu meningkatkan kerja sama lintas sektoral terkait
dengan gizi
4) Memberikan penyuluhan gizi, melatih kader gizi
5) Melakukan pencatatan dan pelaporan
6) Melakukan pembagian vitamin A secara periodic
7) Melakukan monitoring garam beryodium secara periodic
8) Melakukan pembinaan Posyandu
9) Melakukan rujukan kasus gizi

k. Petugas Sanitarian
Tugas pokok yaitu mengubah, mengendalikan, atau menghilangkan
semua unsur fisik dan lingkungan yang memberikan pengaruh
buruk terhadap kesehatan masyarakat.Fungsi:
1) Penyuluhan terhadap masyarakat tentang penggunaan air
bersih, jamban keluarga, rumah sehat, kebersihan lingkungan,
dan pekarangan
2) Membantu masyarakat dalam pembuatan sumur,
perlindungan mata air, penampungan air hujan dan sarana
air bersih lainnya
3) Pengawasan higiene, perusahaan dan tempat-tempat umum
4) Melakukan pencatatan dan pelaporan
5) Aktif memperkuat kerjasama lintas sektoral

26
6) Ikut serta dalam Puskesling dan kegiatan terpadu yang
terkait dengan H.S
7) Memberikan penyuluhan kesehatan
8) Pengawasan penyehatan perumahan
9) Pengawasan pembuangan sampah
10) Pengawasan makanan dan minuman
11) Pembuatan SPAL (Sistem Pembuangan Air Limbah)

l. Pelayanan Imunisasi
Tugas pokok yaitu melaksanakan dan mengkoordinir imunisasi di
wilayah kerja Puskesmas.Fungsi:
1) Melaksanakan kegiatan imunisasi di lapangan dan Puskesmas
2) Melakukan penyuluhan kepada pasien tentang imunisasi
3) Melakukan pencatatan dan pelaporan
4) Menyelenggarakan dan memonitor Cold Chain dari imunisasi
5) Menyediakan persediaan vaksin secara teratur
6) Melakukan sweeping untuk daerah-daerah yang cakupannya
kurang

m. Petugas Unit Gawat Darurat


Tugas pokok yaitu melaksanakan kegiatan untuk pelayanan kasus
gawat darurat di Puskesmas. Fungsi:
1) Menyiapkan ruang gawat darurat dalam keadaan siap untuk
pelayanan
2) Melakukan pencatatan dan pelaporan
3) Melakukan rujukan kasus gawat darurat bila tidak mampu ke
Puskesmas yang lebih mampu atau ke Rumah Sakit
4) Melakukan penanganan kasus gawat darurat sesuai standar
dan prosedur

27
n. Petugas Apotek

Tugas pokok yaitu menerima resep, memeriksa, meracik dan


membungkus dan memberikan obat.Fungsi:
1) Melaksanakan sebagian kegiatan pengelolaan obat yang
meliputi peresepan, pembungkusan dan pemberian obat
pada pasien
2) Membantu pelaksanaan kegiatan petugas gudang obat
3) Membantu dalam penyimpanan obat dan administrasi dari
obat di apotek
4) Membantu distribusi obat ke Puskesmas Keliling
(Puskesling), Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Poliklinik
Kesehatan Desa (PKD)
5) Melakukan pencatatan dan pelaporan obat
6) Mengatur kebersihan dan kerapihan kamar obat

o. Petugas laboratorium
Tugas pokok yaitu melakukan pelayanan pemeriksaan laboratorium.
Fungsi :
1) Membantu menegakkan diagnosa penyakit
2) Melaksanakan pemeriksaan specimen
3) Membantu rujukan specimen
4) Ikut membantu kegiatan lain yang berhubungan dengan
kegiatan laboratorium
5) Memberikan penyuluhan kesehatan
6) Melakukan pencatatan dan pelaporan

p. Petugas Pendaftaran
Tugas pokok yaitu melakukan proses pelayanan di loket
pendaftaran pada semua pengunjung Puskesmas.Fungsi:
1) Melakukan pelayanan pendaftaran secara berurutan
2) Memberikan penjelasan kepada pasien tentang proses
pendaftaran

28
3) Memberikan gambar status/catatan medis untuk setiap pasien
4) Mencatat semua kunjungan pasien pada buku
5) Menata kembali dengan rapi status yang sudah dipergunakan
hari tersebut
6) Melakukan pencatatan dan pelaporan

q. Petugas Gudang Obat


Tugas Pokok yaitu mengelola obat-obat yang ada di
puskesmas.Fungsi:
1) Membantu dokter atau kepala puskesmas dalam pengelolaan
obat di puskesmas
2) Mempersiapkan pengadaan obat di puskesmas
3) Mengatur penyimpanan obat
4) Mengatur administrasi obat dan mengatur distribusi obat
5) Menyediakan obat untuk Puskesmas Keliling (Puskesling),
Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Poliklinik Kesehatan
Desa (PKD)
6) Mengatur dan menjaga kerapihan, kebersihan dan
pencahayaan dalam obat

2. Material (Sarana)
a. Sarana Fisik
a. Ruang UGD : 1 ruang
b. BP gigi : 1 ruang
c. Ruang KIA : 1 ruang
d. Ruang KB dan Persalinan : 1 ruang
e. Ruang Laktasi : 1 ruang
f. Ruang Nifas : 1 ruang
g. Ruang pendaftaran : 1 ruang
h. Apotik : 1 ruang
i. BP umum : 1 ruang
j. BP Lansia dan MTBS : 1 ruang

29
k. Ruang Laboratorium : 1 ruang
l. Ruang Sterilisasi : 1 ruang
m. Kamar Mandi Umum : 1 ruang

b. Sarana Penunjang Medis


1) Dental unit dan dental chair : dalam keadaan lengkap
2) Perlengkapan medik umum :
a) KIA-set dan KB
b) Poliklinik-set
c) IUD-set
d) Peralatan surgical
e) Perlengkapan laboratorium
f) Alat UGD obstetri dan neonatal
g) Radiologi
h) EKG

c. Sarana Obat
1) Obat yang tersedia dalam jumlah cukup, jenis terbatas, dan
dalam keadaan baik
2) Obat-obatan berasal dari obat Dana Alokasi Umum (DAU)
Kabupaten, DAU Propinsi
3) Disamping itu ada dana obat dari APBD Kabupaten untuk
suplemen

d. Sarana Penunjang

Jenis Merk/Th Tahuan


No. Ket Kondisi
Kendaraan Pembuatan Perolehan
1. Mobil Toyota Kijang 2006 APBD Kab. Baik
Ambulance tahun 2006 Magelang
2. Mobil Izusu ELF Diese, 2009 Relokasi dari Baik
Puskesling Pusk. Kota
Mungkid
3. Sepeda Yamaha 2010 Baik
motor bebek Yupiters,
4. Sepeda Yamaha 2007 DAK Baik

30
motor bebek Yupiters, tahun
2007
5. Sepeda Suzuki Thunder, 2006 DAK Baik
motor tahun 2006
6. Sepeda Yamaha Vega, 2005 Depkes Baik
motor bebek tahun 2005
Roda Kondisi baik 2 buah
JUMLAH KENDARAAN empat
Roda Dua Kondisi baik 3 buah

e. Sarana Pelayanan Puskesmas


1) Pelayanan promosi kesehatan
2) Pelayanan kesehatan lingkungan
3) Pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana
4) Pelayanan gizi masyarakat
5) Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

Upaya Kesehatan Masayarakat Pengembangan Puskesmas


Salaman I, yaitu:
1) Upaya kesehatan mata
2) Upaya kesehatan jiwa
3) Upaya kesehatan usia lanjut
4) Kesehatan reproduksi remaja
5) Kesehatan sekolah
6) Kesehatan olahraga

3. Money (Sumber dan Penggunaan Dana)


Pendapatan Puskesmas
a. Retribusi dan Biaya Pelayanan Tindakan Medis umum.
b. Penerimaan dari Kapasitas JKN (Kapitasi dan Non Kapitasi)
c. Penerimaan dari Jamkesda
d. APBN dan APBD untuk obat -obatan.
e. APBD berupa dana ( BOK ) Bantuan Operasional Kesehatan
merupakan dana bantuan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan
yang bersifat preventif dan promotif, dalam kegiatan UKM.

31
4. Method (P1 P2 P3)
Menurut PerMenKes RI No. 44 Tahun 2016 tentang Pedoman
Manajemen Puskesmas, manajemen puskesmas adalah serangkaian proses
yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol
(Planning, Organizing, Actuating, Controling) untuk mencapai sasaran/tujuan
puskesmas secara efektif dan efisien. Rangkaian kegiatan sistematis yang
dilaksanakan oleh puskesmas membentuk fungsi-fungsi manajemen.Ada tiga
fungsi manajemen puskesmas yang dikenal yakni P1, P2, dan P3.

5. Machine (Alat Kesehatan)


Alat kesehatan standar puskesmas untuk pemeriksaan dasar.
Proses (Manajemen Di Puskesmas)
Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah.
Puskesmas memiliki wilayah kerja dan berhubungan langsung dengan dengan
keluarga di rumah-rumah mereka. Dalam mencapai tujuan puskesmas yang
berdaya guna dibutuhkan suatu proses (manajemen) yang baik dari
puskesmas tersebut. Manajemen adalah ketrampilan untuk memperoleh hasil
dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dengan
menggerakkan orang lain dan memanfaatkan sumber daya yang
tersedia.Sejalan dengan pengertian manajemen yang dirumuskan, maka akan
dilakukan kegiatan pokok puskesmas hingga didapatkan fungsi manajemen
yang lebih mengandung pengertian tentang perencanaan (P1), pergerakan
pelaksanaan (P2), pengawasan, pengendalian dan penilaian (P3).
a. Perencanaan (P1)
1) Tahap Persiapan
Kepala puskesmas membentuk tim yang terdiri dari ketua, sekretaris
dan penanggungg jawab masing-masing unit. Bahan perencanaan mengacu
pada PerMenKes RI No. 44 Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen
Puskesmas. Kepala Puskesmas memberikan bahan perencanaan kepada
masing-masing penanggungjawab dan menjelaskan mengenai Perencanaan
Tingkat Puskesmas (PTP), kemudian mengadakan pengkajian bahan
perencanaan tersebut untuk menentukan tujuan dan sasaran kegiatan.

32
2) Tahap Analisis Situasi
Tim Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) mengumpulkan data
umum dan data pencapaian target. Data umum diantaranya adalah data
kependudukan dan data wilayah yang diperoleh dari kantor kelurahan dan
kecamatan. Data sekolah diperoleh dari kantor pendidikan nasional
kecamatan. Sedangkan data pencapaian target diperoleh dari data SPM.
Puskesmas.Tiap unit mengumpulkan data hasil pencapaian kegiatan
selama satu tahun kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafik,
tabel dan peta. Data tersebut dianalisa dan dengan membandingkan dengan
target yang mengacu pada SPM sebelumnya. Hasil analisa digunakan
untuk laporan kegiatan tahunan dan acuan langkah berikutnya.

3) Tahap Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan


Masing-masing tim mengajukan rencana usulan kegiatan (RUK)
dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung dan penghambat
untuk menghasilkan hasil yang seoptimal mungkin. Prioritas masalah
ditentukan oleh kepala Puskesmas beserta tim. Setelah prioritas ditentukan
maka dipikirkan pemecahan masalah yang paling realistis dan logis.
Alternatif pemecahan masalah harus memperhatikan biaya, sarana, tenaga,
waktu serta teknologi yang ada.

4) Tahap Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan


Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) disusun untuk program yang
sedang berjalan oleh pemimpin Puskesmas beserta tim dilaksanakan
setelah dilakukan stratifikasi. RPK disusun berdasarkan priotitas masalah
dan dirangkum dalam dokumen perencanaan. RPK disusun dengan
memperhitungkan dana yang dimiliki dan dana yang didapatkan.
Berdasarkan hasil kunjungan kami ke Puskesmas Salaman I, kami belum
melakukan pengamatan pada dokumen perencanaan Puskesmas yang
seharusnya berisi: Persiapan, Analisis Situasi, Rencana Usulan Kegiatan
(RUK), Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK).

33
b. Penggerakan dan Pelaksanaan (P2)
1) Pengorganisasian
Puskesmas sebagai organisasi fungsional dalam menjalankan
fungsinya telah mempunyai struktur organisasi yang sesuai dengan fungsi
Puskesmas dan uraian yang jelas mengenai target, wewenang dan
tanggung jawab masing-masing staf, yang ditentukan pada lokakarya mini
tahunan. Masing-masing staf mempunyai uraian yang jelas mengenai
target, wewenang dan tanggung jawab yang ditentukan pada Lokakarya
Mini Tahunan. Karena Puskesmas Salaman I merupakan Puskesmas rawat
inap maka pembagian tugas agak berbeda dengan Puskesmas yang lain.
Tenaga Puskesmas dibagi menjadi tiga kelompok tugas yaitu:
a) Murni bertugas di lapangan
b) Murni bertugas di rawat inap
c) Campuran (bertugas di lapangan dan rawat inap)
d) Untuk petugas rawat inap, jadwal kerja dibagi dalam empat shift
yaitu pagi, sore, malam dan libur

2) Kepemimpinan dan Pengisian Staf


Pemimpin Puskesmas Salaman I berfungsi sebagai manajer,
konsultan medis, dan penggerak masyarakat.Sebagai manajer pimpinan
mendelegasikan tugas-tugas kepada staf sesuai kemampuannya.Pengisian
staf dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga tiap unit, kemudian
diinventarisasikan sesuai dengan jenis tenaga yang dibutuhkan. Setiap staf
yang mengalami kesulitan dapat berhubungan langsung dengan kepala
Puskesmas.

3) Kerjasama Lintas Program


Penggalangan kerja sama lintas program dilaksanakan dalam bentuk
Lokakarya Mini Bulanan Pertama. Pada lokakarya ini dibahas pembagian
tugas masing-masing staf berupa:
a) Tugas Pokok merupakan tugas pelayanan dan pembinaan kesehatan
masyarakat, yaitu tugas yang berhubungan dengan fungsi Puskesmas

34
dan berhubungan dengan pelayanan dan pembinaan kesehatan
masyarakat di Puskesmas yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan
pokok
b) Tugas integrasi merupakan tugas pengembangan peran serta
masyarakat, yaitu tugas yang dibebankan kepada seseorang yang
berkaitan dengan pengembangan dan pembinaan peran serta
masyarakat
c) Tugas tambahan merupakan tugas yang dibebankan kepada
setiap petugas berdasarkan kesepakatan bersama serta atas perintah
pimpinan

Masing-masing petugas sesuai tugas pokok, integrasi dan tambahan


dibuatkan uraian tugas dan uraian kegiatan. Untuk memudahkan
pelaksanaan tugas dibuatkan prosedur kerja yang merupakan rangkaian
kerja yang berkaitan satu sama lain. Selain itu juga dibuatkan protap-
protap baik medis teknis maupun teknis administratif. Lokakarya Mini
Bulanan Pertama kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja bulanan, yang
membahas pencapaian kegiatan tiap bulan, masalah-masalah yang
dihadapi serta rencana kegiatan pada bulan berikutnya. Pada rapat ini juga
dibahas mengenai masalah individu berkaitan dengan motivasi kerja. Yang
paling penting dari Lokakarya Mini Bulanan Pertama ini adalah
keluarannya, yaitu mengenai pembagian tugas dan masukan program.

4) Kerja sama Lintas Sektoral berjalan tiap 3 bulan


Puskesmas menjalin kerjasama lintas sektoral yang terkait dengan
kesehatan dan mempunyai persamaan sasaran untuk merumuskan dan
menetapkan tujuan-tujuan kegiatan kerjasama.Tujuan dari kerjasama lintas
sektoral adalah untuk menggalang kerjasama dalam rangka
penyelenggaraan pembangunan di bidang kesehatan untuk meningkatkan
program pembinaan pembangunaan bidang kesehatan masing-masing
sektor. Mengetahui peran masing-masing sektor dan saling mendukung
untuk melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan, merumuskan
kerja sama pembinaan pembangunan dalam bidang kesehatan.

35
5) Kerja sama Lintas Wilayah
Puskesmas menjalin kerjasama lintas wilayah dengan Puskesmas lain
terkait dengan masalah kesehatan yang menuntut adanya kerja sama dan
kesamaan dalam tujuan yang ingin dicapai.

6) Pembimbingan
Pembimbingan oleh kepala puskesmas dilakukan dalam bentuk
penyampaian informasi kebijakan terbaru kepada para staf dan konsultasi
jika staf menemui masalah dalam pelaksanaannya. Kepala puskesmas
berusaha mencarikan jalan keluar, selain itu juga memberikan pembinaan
dalam segi administrasi dan teknis serta peran serta masyarakat. Para staf
dapat memperoleh peningkatan pengetahuan atau wacana dari kepustakaan
yang dimiliki puskesmas.

c. Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian (P3)


Pengawasan, pengendalian, dan penilaian (P3) adalah proses
memperoleh kepastian, kesesuaian penyelenggaraan, dan pencapaian
tujuan puskesmas terhadap rencana dan undang-undang yang berlaku.
Pengawasan terdiri atas pengawasan internal dari atasan langsung (Kepala
Puskesmas) terhadap seluruh staf dan pengawasan eksternal yang
dilakukan sebagian masyarakat dan dinas kesehatan terhadap kegiatan
yang dilaksanakan Puskesmas, dengan ruang lingkup administratif,
keuangan, teknis pelayanan yang dilakukan di Puskesmas Salaman I.
Penilaian dilakukan pada akhir tahun meliputi penilaian terhadap
penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai, dibandingkan dengan
rencana tahunan dan standar pelayanan.Untuk program KIA dan imunisasi,
penilaian hasil kegiatan adalah dengan sistem Kewaspadaan Dini (SKD)
yaitu pemantauan adanya kenaikan kasus.
Pertanggung-jawaban dilakukan melalui laporan pertanggung-jawaban
tahunan yang berisi tentang pelaksanaan kegiatan, perolehan sumber dana
(keuangan), dan penggunaan sumber daya. Laporan per-tanggungjawaban

36
dibuat oleh Kepala Puskesmas pada setiap akhir tahun anggaran yang
mencakup didalamnya pelaksanaan kegiatan serta perolehan dan
penggunaan berbagai sumber daya termasuk keuangan, disampaikan
kepada dinas kesehatan kabupaten/ kota serta pihak- pihak terkait lainnya,
termasuk masyarakat.

D. Data 10 Penyakit Terbesar di Puskesmas Salaman I


Tabel 6. Data 10 Besar Penyakit Rawat Jalan Puskesmas Salaman I
Kabupaten Magelang Tahun 2018 (Diagnosa Berdasarkan ICD-X)

NO JENIS PENYAKIT JUMLAH Prosentase %


1 ISPA 5.242 30.77
2 MYALGIA 2.073 12.17
3 HIPERTENSI ESENSIAL 1.640 9.63
4 DERMATITIS 1.596 9.37
5 DYSPEPSIA 1.477 8.67
6 SUPERFICIAL INJURIES 1.354 7.95
7 ROTA VIRUS ENTERITIS 1.074 6.30
8 FEVER, UNSPESIFIK 908 5.33
9 HEADHACE 893 5.24
10 GASTRITIS 781 4.58
TOTAL 17.038 100,00
Sumber : Simpus Puskesmas Salaman I Tahun 2018

Berdasarkan data diatas, infeksi akut pada saluran napas bagian


atas mempunyai frekuensi tertinggi sebesar 5.242 penderita, mencapai dari
10 besar penyakit sebesar 30,77 %.

Tabel 7. Pola 10 Besar Penyakit Pasien Rawat Inap Puskesmas


Salaman I Bulan Januari-Februari Tahun 2018
No. Diagnosis Penyakit Jumlah Kunjungan Persentase
1. Thypoid 98 26.08%
2. Gastroenteritis 52 14.89%
3. Febris 43 12.90%
4. Hipertensi 33 9.45%
5. Dispepsia 31 8.88%
6. ISPA 29 8.30%
7. SKR/KLL 25 7.16%
8. Anemia 17 4.87%
9. Colic Abdomen 12 3.43%
10. DM 9 2.57%
Total 349 100%
Sumber: Data Administrasi Puskesmas Salaman Tahun 2018

37
Berdasarkan tabel di atas, kasus yang terbanyak pada pasien rawat
inap di Puskesmas Salaman I tahun 2017 adalah Typhoid yaitu 98
pasien dengan persentase 26,08%.

E. Problem Solving Cycle


1. Definisi
Problem solving cycle (siklus pemecahan masalah) adalah proses
mental yang melibatkan penemuan masalah, analisis dan pemecahan
masalah. Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk mengatasi
3
kendala dan mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah.
Problem Solving merupakan gabungan dari alat, keterampilan dan
proses.Disebut alat karena dapat membantu dalam memecahkan masalah
mendesak atau untuk mencapai tujuan, disebut skills karena sekali
mempelajarinya maka dapat menggunakannya berulang kali, disebut proses
karena melibatkan sejumlah langkah.
Problem solving cycle merupakan proses yang terdiri dari langkah-
langkah berkesinambunganyang terdiri dari analisa situasi, perumusan
masalah secara spesifik, penentuan prioritas masalah, penentuan tujuan,
memilih alternatif terbaik, menguraikan alternatif terbaik menjadi rencana
operasional dan melaksanakan rencana kegiatan serta mengevaluasi hasil
3
kegiatan.
2. Langkah Problem Solving Cycle

Gambar 3. Problem Solving Cycle

38
a. Identifikasi Masalah
Masalah merupakan kesenjangan (gap) antara harapan dengan
kenyataan. Cara perumusan masalah yang baik adalah kalau rumusan
tersebut jelas menyatakan adanya kesenjangan. Kesenjangan tersebut
dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara kuantitatif. Penentuan
masalah dapat dengan cara membandingkan dengan yang lain, memonitor
tanda-tanda kelemahan, membandingkan capaian saat ini dengan tujuan atau
dengan capaian sebelumnya, checklist, brainstorming dan dengan
membuatdaftar keluhan.
Penyebab masalah dapat dikenali dengan menggambarkan diagram
sebab akibat ataudiagram tulang ikan. Diagram tulang ikan(diagram
Ishikawa) adalah alat untuk menggambarkan penyebab-penyebab suatu
masalah secara rinci.Diagram ini memberikan gambaran umum suatu
masalah dan penyebabnya. Diagram tersebut memfasilitasi tim untuk
mengidentifikasi sebab masalah sebagai langkah awal untuk menentukan
focus perbaikan, mengembangkan ide pengumpulan data dan/atau
mengembangkan alternatif solusi.

b. Analisis Situasi
Tujuan analisis situasi yaitu memahami masalah kesehatan secara
jelasdan spesifik, mempermudah penentuan prioritas, dan mempermudah
penentuan alternative pemecahan masalah. Analisis situasi meliputi analisis
masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan
tersebut .HL Blum telah mengembangkan suatu kerangka konsep tentang
hubungan antar faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan.

39
Genetika

Status Pelayana
Lingkun n
gan
Kesehat Kesehat
an an

Perilaku

Gambar 4. Konsep H.L Blum

Analisis situasi terdiri dari analisis derajat kesehatan, analisis


kependudukan, analisis pelayanan/upaya kesehatan, analisis perilaku
kesehatan, dan analisis lingkungan.
1) Analisis Derajat Kesehatan
Analisis derajat kesehatan akan menjelaskan masalah kesehatan apa
yang dihadapi. Analisis ini akan menghasilkan ukuran-ukuran derajat
kesehatan secara kuantitatif, penyebaran masalah menurut kelompok
umur penduduk, menurut tempat dan waktu. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan epidemologis. Ukuran yang digunakan adalah angka
kematian (mortalitas) dan angka kesakitan (morbiditas).
a) Angka kematian bayi
Penelitian menunjukkan bahwa IMR sangat erat kaitannya dengan
kualitas lingkungan hidup, gizi masyarakat, keadaan sosial ekonomi.
Tingginya IMR menunjukkan bobot masalah mengenai perinatal,:
komplikasi kehamilan, perawatan kehamilan, komplikasi persalinan
dan perawatan bayi.
b) Angka kematian balita
Kematian balita sangat berkaitan dengan kualitas sanitasi rumah
tangga dan keadaan gizi anak.

40
c) Angka kematian menurut penyebab (CSDR)
Berguna untuk melihat penyebab-penyebab atau penyakit apa yang
menjadi penyebab utama angka kematian.
d) Incidence rate
Jumlah kasus baru suatu penyakit tertentu yang terjadi dalam suatu
kelompok masyarakat tertentu, dalam masa waktu tertentu pula.
e) Prevalence rate
Jumlah orang yang menderita sakit pada umumnya atau menderita
penyakit tertentu dalam suatu kelompok penduduk tertentu dalam
suatu masa tertentu.
f) Case Fatality Rate

2) Analisis Kependudukan
Manfaat analisis kependudukan adalah sebagai denominator ukuran
masalah kesehatan, prediksi beban upaya/program kesehatan, dan
prediksi masalah kesehatan yang dihadapi.Ukuran demografis yang
digunakan dalam analisis kependudukan:
a) Jumlah penduduk
b) Kesuburan, yaitu angka kelahiran kasar, angka kesuburan
c) Kesehatan, yaitu angka kematian kasar, angka kematian menurut
kelompok umur
d) Laju petumbuhan penduduk
e) Struktur umur
f) Angka ketergantungan
g) Distribusi dan mobilitas penduduk

3) Analisis Pelayanan/Upaya Kesehatan


Pelayanan atau upaya kesehatan meliputi upaya promotif, preventif,
kuratif maupun rehabilitatif. Analisis ini menghasilkan data atau
informasi tentang input, proses, output, dan dampak dari pelayanan
kesehatan.Input meliputi aspek ketenagaan kesehatan, biaya, sarana dan
prasarana kesehatan.Proses meliputi pengorganisasian, koordinasi, dan

41
supervisi. Output meliputi cakupan pelayanan dan pemanfaatan
pelayanan kesehatan.

4) Analisis Perilaku Kesehatan


Analisis ini memberikan gambaran tentang pengetahuan, sikap, dan
perilaku masyarakat sehubungan dengan kesehatan maupun upaya
kesehatan. Dapat menggunakan teori pengetahuan, sikap praktek, atau
health belief model atau teori lainnya. Analisis perilaku kesehatan
meliputi pemberian pelayanan kesehatan, pola pencarian pelayanan
kesehatan, penanganan penyakit, peran serta masyarakat atau ukbm, dan
tentang kesehatan ibu dan anak.

5) Analisis Lingkungan
Analisis lingkungan meliputi analisis lingkungan fisik, biologis, dan
social. Analisis lingkungan fisik dapat berupa penyediaan air bersih,
keadaan rumah dan pekarangan (ventilasi, lantai, pencahayaan maupun
kebisingan), penanganan limbah rumah tangga dan limbah industry.
Analisis lingkungan biologis mengambarkan vektor penyakit, ternak dan
sebagainya. Analisis sosial budaya menggambarkan gotong royong
dalam penanganan masalah kesehatan.

c. Penentuan Prioritas Masalah


Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang
dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metode tertentu
untuk menentukan urutan masalah dari yang paling penting sampai yang
kurang penting. Penentuan prioritas masalah dapat menggunakan metode
Delbeg, metode Hanlon, metode Delphi, metode USG, metode
pembobotan dan metode dengan rumus. Langkah penentuan prioritas
masalah terdiri dari:
1) Menetapkan kriteria
2) Memberikan bobot masalah
3) Menentukan scoring setiap masalah

42
d. Alternatif Solusi
Alternatif solusi dapat diketahui dengan metode brainstorming.
Brainstorming merupakan teknik mengembangkan ide dalam waktu yang
singkat yang digunakan untuk mengenali adanya masalah, baik yang
telah terjadi maupun yang potensial terjadi, menyusun daftar masalah,
menyusun alternatif pemecahan masalah, menetapkan kriteria untuk
monitoring, mengembangkan kreativitas, dan menggambarkan aspek-
aspek yang perlu dianalisis dari suatu pokok bahasan.

e. Pelaksanaan Solusi Terpilih


Solusi yang paling tepat dapat dipilih dengan menggunakan dua
cara, yaitu teknik skoring dan non skoring. Pada teknik skoring dilakukan
dengan memberikan nilai (skor) terhadap beberapa alternatif solusi yang
menggunakan ukuran (parameter). Pada teknik non scoring alternative
solusi didapatkan melalui diskusi kelompok sehingga teknik ini disebut
juga
Nominal Group Technique (NGT).
1) Parameter Skoring
a) Realistis
b) Dapat dikelola (manageable)
c) Teknologi yang tersedia dalam melaksanakan solusi (technical
feasiblity)
d) Sumber daya yang tersedia yang dapat digunakan untuk
melaksanakan solusi (resources availability)
2) Skoring
Masing-masing ukuran tersebut diberi nilai berdasarkan justifikasi
kita, bila alternatif solusi tersebut realistis diberi nilai 5 paling tinggi
dan bila sangat kecil diberi nilai 1. Kemudian nilai-nilai tersebut
dijumlahkan. Alternatif solusi yang memperoleh nilai tertinggi
(terbesar) adalah yang diprioritaskan, masalah yang memperoleh nilai
terbesar kedua memperoleh prioritas kedua dan selanjutnya.

43
3) Non Skoring
Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai
parameter, dilakukan bila tersedia data yang lengkap. Bila tidak
tersedia data, maka cara menetapkan prioritas masalah yang lazim
digunakan adalah tekhnik non skoring.
4) Teknik Non Skoring
a) Delphi Technique, yaitu alternatif solusi didiskusikan oleh
sekelompok orang yang mempunyai keahlian yang sama.
Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan solusi paling
mungkin bagi pemecahan masalah yang disepakati bersama.
b) Delbeq Technique, yaitu menetapkan solusi paling mungkin
melalui diskusi kelompok namun peserta diskusi terdiri dari
para peserta yang tidaksama keahliannya maka sebelumnya
dijelaskan dulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang
sama terhadap alternatif solusi terhadap masalah yang akan
dibahas. Hasil diskusi ini adalah solusi paling mungkin bagi
pemecahan masalah yang disepakati bersama.

5) Langkah-langkah Implementasi Solusi


a. Menyusun POA (Plan of Action)
b. Efektivitas
c. Efisiensi
d. Produktivitas

f. Evaluasi Solusi yang Dilaksanakan


1) Hasil yang dicapai sesuai dengan rencana (masalah terpecahkan)
2) Terdapat kesenjangan antara berbagai ketetapan dalam rencana
dengan hasil yang dicapai (tidak seluruh masalah teratasi)
3) Hasil yang dicapai lebih dari yang direncanakan (masalah lain
ikut terpecahkan).

44