Anda di halaman 1dari 4

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN BRONKITIS


RSUD KABUPATEN
STIKES
LOMBOK UTARA
MATARAM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR ASUHAN 1/4
KEPERAWATAN Tanggal terbit :

PENGERTIAN Suatu standar dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan
penyakit yang disebabkan infeksi bronkus
TUJUAN Sebagai pedoman bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan
pada pasien dengan bronkhitis
KEBIJAKAN Setiap perawat diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan pada
pasien dengan Bronkitis sesuai dengan standar
PROSEDUR Pengkajian
a. Bronkitis Akut
Bronkitis akut pada bayi dan anak biasanya juga bersama dengan
trakeitis, merupakan penyakit saluran napas akut (ISNA) yang sering
dijumpai.
b. Bronkitis Kronik dan atau Batuk Berulang
Bronkitis Kronik dan atau berulang adalah kedaan klinis yang
disebabkan oleh berbagai sebab dengan gejala batuk yang
berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 minggu berturut-turut dan
atau berulang paling sedikit 3 kali dalam 3 bulan dengan atau tanpa
disertai gejala respiratorik dan non respiratorik lainnya (KONIKA,
1981).
c. Menurut Gunadi Santoso dan Makmuri (1994), tanda dan gejala
yang ada yaitu :
 Biasanya tidak demam, walaupun ada tetapi rendah
 Keadaan umum baik, tidak tampak sakit, tidak sesak
 Mungkin disertai nasofaringitis atau konjungtivitis
 Pada paru didapatkan suara napas yang kasar

Menurut Ngastiyah (1997), yang perlu diperhatikan adalah akibat


batuk yang lama, yaitu :
 Batuk siang dan malam terutama pada dini hari yang
menyebabkan pasien kurang istirahat
 Daya tahan tubuh pasien yang menurun
 Anoreksia sehingga berat badan pasien sukar naik
 Kesenangan anak untuk bermain terganggu
 Konsentrasi belajar anak menurun
d. Komplikasi:
 Bronkitis Akut yang tidak ditangani cenderung menjadi Bronkitis
Kronik
 Pada anak yang sehat jarang terjadi komplikasi, tetapi pada anak
dengan gizi kurang dapat terjadi Othithis Media, Sinusitis dan
Pneumonia
 Bronkitis Kronik menyebabkan mudah terserang infeksi
 Bila sekret tetap tinggal, dapat menyebabkan atelektasisi atau
Bronkietaksis
e. Pemeriksaan Penunjang
 Foto Thorax : Tidak tampak adanya kelainan atau hanya
hyperemia
 Laboratorium : Leukosit > 17.500.
Analisa Data:
No Data Etiologi Masalah

1 DS : VirusMasuk Gangguan
- Ps/ mengeluh sesak saluran pernapasan bersihan
batuk mulanya kering  infeksi jalan
kemudian berdahak, bronkus/ napas
pilek 3-4 hari
saluran pernapasan
DO:
- Suara napas ronchi  mukosa bronkus
(+),
mengi (+) membengkak &
menghasilkan
lendir tidak
efektif bersihan
jalan napas

Diagnosa Keperawatan Yang Lazim Terjadi:


 Gangguan bersihan jalan napas: tidak efektif b.d penumpukan
secret pada bronkeolus
DS : - pasien mengeluh sesak, batuk mulanya kering kemudian
berdahak,
pilek 3-4 hari
DO: - Suara napas ronchi (+)
Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama … bersihan jalan
napas efektif

Intervensi:
 Bantu pasien untuk batuk secara produktif:
 Bebat dada pasien selama batuk
 Lembabkan udara untuk mengencerkan secret dan memperbaiki
Sirkulasi
 Lakukan drainase postural, perkusi dan vibrasi untuk memobilisasi
secret
 Berikan oksigen sesuai keharusan untuk dispneu, gangguan
sirkulasi,
hipoksemia atau delirium
 Pantau respon Ps/ terhadap terapi: pantau suhu, nadi, pernapasan,
dan tekanan darah setiap 4 jam dan lebih sering jika diindikasikan
 Bantu pasien untuk sering mengubah posisi
 Anjurkan pasien untuk banyak minum
Kolaborasi:
 Berikan therapy sesuai program
 Berikan inhalasi, nebulizer sesuai program
UNIT TERKAIT Unit Rawat Inap