Anda di halaman 1dari 5

Evaluasi Uji Density

Metode ASTM D1298 dan D6822

Arluky Novandy
PPSDM Migas Cepu

ABSTRAK
Uji densitas adalah uji yang sangat penting dalam penentuan kualitas suatu bahan bakar,
utamanya dalam penentuan adanya kontaminasi di dalam suatu bahan bakar. Dalam
pelaksanaannya terdapat 2 (dua) metode yang umumnya digunakan dalam sistem distribusi
Bahan Bakar, yaitu metode ASTM D 1298 dan ASTM D 6822. Kedua metode ini tidak
hanya memiliki perbedaan dalam pelaksanaan ujinya. Disamping itu berbeda pula dalam
penentuan presisi dan cara koreksinya nya sehingga secara teknis dua uji ini berbeda. Dalam
tulisan ini, rekomendasi yang diberikan adalah menggunakan ASTM D 1298 karena terkait
dengan presisi alat uji dan adanya koreksi meniscus untuk minyak gelap yang tidak terdapat
pada metode uji ASTM D 6822.
Kata Kunci : Densitas, Koreksi, Meniskus, Pembulatan

ABSTRACT
Density of liquid testing is one of the important test to determine quality of fuels, especially
for determining contamination of fuels. In the field, we found that many fuel distributors and
transporter of fuel are implementing one of these two methods, namely ASTM D 1298 or
ASTM D 6822. These two methods have different procedure, consequently, different
precission and correction. In this article, the writer recommand that ASTM D1298 is more
precize than others due to there is no meniscus correction for opaque liquid stated on ASTM
D 6822.
Key Words : Density, Correction, Meniscus, Arrounded

PENDAHULUAN Penampakan dari BBM, yang meliputi


keberadaan air dan partikulat di BBM saat
Kegiatan distribusi BBM adalah kegiatan diterima atau saat disimpan di tangki.
penyaluran BBM dari Terminal BBM hingga
sampai pada konsumen akhir. Dalam kegiatan Latar Belakang
pendistribusian BBM ini diperlukan suatu quality
control untuk mengendalikan mutu dari bahan Metode uji Densitas merupakan metode uji
bakar. Umumnya dalam quality control lapangan yang paling banyak digunakan dalam
pengendalian mutu lapangan diperlukan uji menentukan kualitas bahan bakar, utamanya
singkat karena mudah dan cepat dilaksanakan. untuk mendeteksi adanya kontaminasi di bahan
Uji singkat ini umumnya adalah uji Densitas dan bakar. Metode ini sangat sederhana karena
peralatannya yang portable, mudah di bawa, dan
mudah didapatkan. Selain itu, metode ini sangat maka benda yang dicelupkan kedalam zat cair
mudah dioperasikan sehingga tidaklah akan mengalami 3 kemungkinan, yaitu
diperlukan keterampilan khusus dalam mengapung, melayang atau tenggelam.
penggunannya. Namun saat ini beberapa industri Besarnya gaya angkat dirumuskan sebagai
BBM yang bergerak di bidang distribusi BBM berikut :
banyak menggunaan menggunakan dua metode
uji Densitas ini sehingga banyak keraguan akan 𝑭 = 𝝆 .𝒗 .𝒈 = 𝒎 .𝒈
ke-validan dari kedua metode ini. Utamanya
dalam Dalam proses custody transfer diperlukan
F
tingkat presisi pengukuran volume yang
didasarkan atas data hasil uji densitas dilapangan
aaupun di labratorium.
Permasalahan
Apakah tingkat presisi hasil uji dari kedua
metode ini sama? m.g

Batasan Masalah
Adapun batasan masalah yang dibahas
dalam artikel ini meliputi :
Bila hidrometer dicelupkan kedalam suatu
1. Dalam pembahasan ini hanya dibatasi pada
contoh uji, maka besar gaya angkat dari contoh
uji densitas saja sebagai gambaran umum
uji tersebut adalah
dari keseluruhan pengujian yang terdapat di
ASTM D 6288 dan D 1298
𝑭𝟏 = 𝝆𝟏 . 𝒗. 𝒈
2. Pembahasan hanya mencakup peralatan uji,
cara uji, pelaporan hasil uji, dan koreksi-
Kemudian kita pindahkan hidrometer tersebut
koreksi yang diterapkan pada masing-
kedalam cairan refference yaitu air pada suhu
masing metode.
yang sama dan pada tekanan barometer yang
sama pula maka kita dapatkan besarnya gaya
Tujuan Penulisan
angkat dari air tersebut adalah
1. Memberikan pengetahuan kepada para
pengawas distribusi BBM di BU/BUT 𝑭𝟐 = 𝝆𝟐 . 𝒗. 𝒈
tentang siknifikansi penggunaan uji
Densitas ASTM D 1298 dan ASTM D 6288. Maka akan kita peroleh nilai rasio dari pada dua
2. Memberikan pengetahuan kepada para cairan tersebut, yaitu :
Widyaiswara dan Instruktur pengampu
𝑭𝟏 𝝆𝟏 .𝒗.𝒈
materi quality control lapangan dan analis =
𝑭𝟐 𝝆𝟐 .𝒗.𝒈
di laboratorium uji tentang siknifikansi
penggunaan metode uji ASTM D 1298 dan
Atau :
ASTM D 6288
𝑭𝟏 𝝆𝟏
= (dimensionless)
𝑭𝟐 𝝆𝟐
TINJAUAN PUSTAKA
Dimana :
Prinsip dasar dalam menentukan density 𝑭𝟏,𝟐 = 𝑮𝒂𝒚𝒂 𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒕 𝒄𝒐𝒏𝒕𝒐𝒉 𝒖𝒋𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒂𝒊𝒓
dan SG dari suatu zat cair adalah dengan 𝝆𝟏,𝟐 = 𝑫𝒆𝒏𝒔𝒊𝒕𝒚 𝒄𝒐𝒏𝒕𝒐𝒉 𝒖𝒋𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒂𝒊𝒓
menggunakan Hukum Archimedes, yaitu dimana
suatu benda yang memiliki volume tetap V Rasio dari penyederhanaan persamaan diatas
dicelupkan kedalam liquida cair, maka benda umumnya kita kenal dengan Specific Gravity
yang dicelupkan tersebut akan mengalami Gaya (SG) atau Relative Density (RD).
Angkat sebesar berat zat cair yang dipindahkan.
Gaya Angkat ini merupakan gaya perlawanan Definisi - Definisi
yang diberikan oleh zat cair terhadap benda yang
dicelupkan. Akibat adanya gaya angkat tersebut,
a. Density (Kerapatan) adalah massa zat cair 6822 dilengkapi dengan termometer di
per satuan volume pada 15 oC dan 101,325 dalamnya, dimana termometer ini memiliki
Kpa dengan satuan standar pengukuran resolusi terkecil 1,0 oC, sedangkan pada
dalam kilogram per meter kubik termometer metode uji ASTM D 1298 memiliki
b. Relative Density (berat jenis) adalah resolusi terkecil 0,2 oC untuk ASTM 12C.
perbandingan massa sejumlah volume zat Sedangkan skala hydrometer relatif sama
pada temperatur tertentu terhadap massa air diantara kedua metode uji ini yaitu dengan
murni dengan volume yang sama. Pada subdivisi terkecil 0,5 kg/M3
temperatur yang sama atau temperatur yang
berbeda. Umumnya temperatur acuan Tata Cara Uji
meliputi 60/60 oF, 20/20 oC, 20/4 oC Pengujian ASTM D 6822 :
c. API Gravity (Berat Jenis Api) adalah fungsi
khusus dari Specifig Gravity (Berat Jenis) Pengujian density dengan menggunakan
pada 60/60 oF dinyatakan dengan : metode ASTM D 6822 dilakukan pada
o
API = (141,5 / SG 60/60 oF) – 131,5 temperatur contoh uji 15 oC atau mengikuti
Metode uji ini mencakup penetapan secara persyaratan kondisi uji seperti pada tabel 3
laboratorium dengan menggunakan Hydrometer ASTM D 6822 berikut ini bila suhu sample tidak
gelas untuk penetapan Density, Relative Density, 15oC :
atau API Gravity suatu minyak mentah, produk
Tabel 3 Limiting Conditions and Test
minyak bumi atau campuran produk minyak
Temperatures
bumi dan produk non minyak bumi, yang biasa
Initial
ditangani sebagai cairan dan mempunyai tekanan Sample Other Test
Uap Reid 101,325 Kpa (14,696 psi) atau lebih Boiling
Type Limits temperature
kecil. Point
Volatile 120 oC Cool in
METODE PENELITIAN (250 oF) original
or Lower closed
Metode penelitian yang digunakan dalam container to
artikel ini adalah melalui kajian literatur atau 18 oC (65
standard ASTM D 6822 dan D 1298 oF) or
lower
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Volatile 120 oC Viscousity Heat to
and (250 oF) too high at minimum
Metode uji ini mencakup penentuan viscous or Lower 18 oC (65 temperature
o
Densitas, API Gravity relative glass, atau API F) to obtain
Gravity, dan Relatife Density (RD) dari crude oil, sufficient
produk crude oil, atau campuran petroleum dan fluidity
non petroleum product dalam fasa cair dan Non Above Use any
memiliki tekanan uap RVP 101,325 kPa atau Volatile 120 oC temperature
lebih kecil. Nilai density pada temperatur (250 oF) between -
observed dan dikoreksi pada suhu standard 15 oC 18 oC dan
atau 60 oF dengan menggunakan tabel standard 90 oC (0
ASTM D 1250. and 195
oF) as
Pembahasan convenient
Mature Test at 15
Pembahasan pada kedua metode uji ini with non + 0,2 oC or
meliputi : peralatan uji, tata cara uji, dan petroleum 60 + 0,5 oF
pelaporan hasil uji. products
Peralatan uji
Ada beberapa peralatan uji yang di bahas Untuk sample uiji yang tidak dikondisikan pada
yaitu : termometer dan hydrometer. Peralatan uji suhu 15 oC, maka besarnya thermal expansion
kedua metode ini hampir sama, hanya saja dari hydrometer harus diperhitungkan karena
peralatan uji hydrometer pada metode ASTM D besarnya expansi atau kontraksi material gelas
hydrometer berbeda dengan saat hydrometer di hydrometer tersebut, kemudian hydrometer
tersebut di kalibrasi pada suhu 15 oC. dikeluarkan. Selanjutnya termometer
Perhitungan thermal expansion mateial dimasukkan kembali ke sample sampai
hydrometer sebagai berikut : didapatkan suhu konstan, kemudian dicatat suhu
sample dengan pembulatan sampai 0,1 oC
𝜌𝑐𝑜𝑟𝑟𝑒𝑐𝑡𝑒𝑑 = 𝜌𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑥 𝐻𝑌𝐶.........(1) terdekat. Bilamana terdapat perbedaan hasil
𝐻𝑌𝐶 = pengukuran suhu sample lebih dari 0,05 oC maka
ℎ𝑦𝑑𝑟𝑜𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑡ℎ𝑒𝑟𝑚𝑎𝑙 𝑐𝑜𝑟𝑟𝑒𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑓𝑎𝑐𝑡𝑜𝑟 pengujian diulang. Pada pembacaan hydrometer
𝜌𝑐𝑜𝑟𝑟𝑒𝑐𝑡𝑒𝑑 = untuk minyak gelap terdapat koreksi meniscus
𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑦 𝑢𝑗𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑒𝑑𝑎 seperti pada tabel 1 ASTM D 1298 berikut ini :

𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑢𝑟 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑏𝑟𝑎𝑠𝑖 Tabel 1 Recommended Hydrometer


Range Scale
Meniscus
𝜌𝑡𝑒𝑠𝑡 = 𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑦 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑒𝑑 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 Units Total Each Interval Error
Correction
Unit
𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑢𝑗𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑙𝑒 Density, 600 - 20 0.2 + 0.2 +0.3
kg/m3 at 1100
15 oC 600 - 50 0.5 + 0.3 +0.7
Dimana : 1100
600 - 50 1.0 + 0.6 +1.4
𝐻𝑌𝐶 = 1 − 0,000023(𝑡 − 15) − 1100
Relative 0.600 0.020 0.0002 + +0.0003
0,00000002(𝑡 − 15)2 ........(2) Density, - 0.0002
60/60 oF 1.100
𝑡 = 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑢𝑟 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑒𝑑, 𝑐𝑒𝑙𝑠𝑖𝑢𝑠 0.600 0.050 0.0005 + +0.0007
- 0.0003
Pembacaan skala hydrometer dengan meniscus 1.100
0.600 0.050 0.001 + +0.0014
correction dicatat dengan pembulatan mendekati - 0.0006
0,5 kg/M3. Sedangkan pembacaan temperatur 1.100
sample dilakukan dengan cara mengeluarkan Relative 0.650 0.050 0.0005 + +0.0007
Density, - 0.0005
thermohydrometer dengan ujung 60/60 oF 1.100
thermohydrometer masih tenggelam di sample API -1 12 0.1 + 0.1 -0.1
baik untuk sample opaque maupun sample Gravity +101
transparant. Pembacaan temperatur sample
dibulatkan sampai 0,5 oC terdekat. Sedangkan koreksi pembacaan hydrometer glass
Pengujian ASTM D 1298 : akibat thermal expansion sama dengan metode
ASTM D 6822 seperti pada persamaan (2) diatas.
Terdapat perbedaan yang cukup
siknifikan dalam tata cara pengujian, dimana Pelaporan Hasil Uji
pengujian dengan metode ASTM D 1298 tidak Pelaporan hasil uji Densitas pada ASTM D 6822
diperlukan pendinginan sample sampai dengan setelah dikonversi ke suhu standard 15 oC adalah
suhu 15 oC. Bahkan dilakukan pemanasan pembulatan sampai 0,5 kg/M3 terdekat.
sample terlebih dahulu sampai suhu 10 oC diatas Sedangkan pelaporan hasil uji densitas dengan
perkiraan pour point nya untuk sample yang metode ASTM D 1298 setelah dilakukan
mengandung wax atau dipanaskan sedemikian konversi ke suhu standard 15 oC adalah
rupa agar sample bersifat fluid untuk sample pembulatan sampai 0,1 kg/M3 terdekat.
residu yang mudah beku di suhu ambient
sehingga hydrometer mudah mengambang
dengan bebas. Urutan pengujian dilakukan
dengan terlebih dahulu mencelupkan termometer KESIMPULAN DAN SARAN
sampai didapatkan suhu yang konstan dan Kesimpulan :
kemudian suhu sample dicatat dengan
pembulatan sampai 0,1 oC terdekat, selanjutnya 1. Pengujian Densitas dengan menggunakan
termometer dikeluarkan dari sample. Langkah metode ASTM D 6822 akan lebih akurat
selanjutnya dimasukkan hydrometer sampai bila sample didinginkan pada suhu
melayang bebas disample uji, kemudian di catat referensinya (15 oC atau 60 oF), sedangkan
skala density sample dengan pembulatan sampai pada metode uji ASTM D 1298 sample
dengan 1/5 atau 1/10 dari total pembagian skala tidak harus dididinginkan utamanya untuk
minyak jenis residu yang memerlukan 1/10 dari total pembagian skala di
pemanasan terlebih dahulu agar hydrometer hydrometer tersebut.
dapat mengambang bebas.
2. Pada pembacaan hydrometer untuk sample Saran :
opaque (gelap) metode uji ASTM D 1298 1. Dengan adanya beberapa perbedaan yang
memberikan guidance koreksi meniscus cukup siknifikan dalam pengujian Density
sesuai dengan tabel 1 ASTM D 1298, dengan menggunakan hydrometer, maka
sedangkan pada metode ASTM D 6822 jika keperluan pengukuran Density produk
besarnya koreksi meniscus sebesar +0,5 di lapangan adalah untuk custody transfer
kg/M3 yang didasarkan atas pengalaman maka disarankan menggunakan metode uji
beberapa laboratorium industri migas ASTM D 1298 mengingat tingkat ketelitian
internasional. dari peralatan uji dari kedua metode
3. Baik metode uji ASTM D 1298 maupun D tersebut.
6822 menggunakan koreksi thermal 2. Dilihat dari segi praktikal dilapangan, yaitu
expansion hydrometer glass tanpa memerlukan pendinginan, dan jenis-
4. Baik metode ASTM D 6822 maupun D jenis produk yang ditangani, yaitu jenis
1298 menggunakan termometer jenis total residu, maka disarankan menggunakan
immersion. Pembacaan termometer sample metode uji ASTM D 1298.
pada metode uji ASTM D 6822 dilakukan
dengan mengangkat hydrometer dari sample Daftar Pustaka
dengan ujung hydrometer masih tercelup,
....................”Standard Test Method For Density,
sedangkan untuk metode uji ASTM D 1298
Relative Density, and API Gravity of
temperatur sample dibaca dengan posisi
Crude Petroleum and Liquid
termometer masih tercelup di sample.
Petroleum Products by
5. Resolusi terkecil dari termometer ASTM D
Thermohydrometer Method, ASTM
1298 adalah 0,2 oC sedangkan pada ASTM
Designation : D6822 – 02, 2017”,
D 6822 adalah 1,0 oC.
USA”
6. Pembacaan hasil pengukuran temperatur
sample untuk metode uji ASTM D 6822 ....................”Standard Test Method For Density,
adalah dibulatkan sampai 0,5 oC terdekat, Relative Density, and API Gravity of
sedangkan untuk metode uji ASTM D 1298 Crude Petroleum Products by
adalah dibulatkan sampai 0,1 oC terdekat. Hydrometer Method”, ASTM
7. Pembacaan hasil pengukuran density Designation : D1298 – 12b, 2017,
dengan hydrometer metode ASTM D 6822 USA”
adalah dibulatkan sampai 0,5 kg/M3,
sedangkan pada metode uji ASTM D 1298
adalah dibulatkan sampai dengan 1/5 atau *) Widyaiswara Madya PPSDM Migas