Anda di halaman 1dari 3

TRIASE

No dokumen No revisi Halaman


RSUD MAJENE 03. 098 A 1/
Tanggal terbit Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit

SPO 1 Juni 2017


dr.H.Rakhmat Malik
NIP 19650220 0212 001
PENGERTIAN Triase adalah pengelompokan korban yang didasarkan atas berat-
ringan penyakit (trauma) serta kecepatan penanganan
(pemindahannya).
Pelayanan triase menggunakan tool Emergency Severity Index (ESI)
Dimana merupakan Konsep baru triase yang menggunakan 5 skala
dalam pengklasifikasian pasien di IGD Berdasarkan Diagnostik dan
mulai dari level 1 (paling urgent) hingga level 5 (kurang
urgent).(triase berbasis bukti)
Pada kondisi bencana, pelayanan triase menggunakan sistem warna
(merah, kuning, hijau, dan hitam) dan kartu triase.
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan triase
di Ruang Unit Gawat Darurat.

KEBIJAKAN Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Majene No


. tentang Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit Umum Majene.

PROSEDUR A. Persiapan Alat


1. Termometer digital
2. Kartu triase
3. Pulse oxymeter
B. Persiapan Pasien
1. Identifikasi Pasien
2. Pasien diminta untuk menempati ruang triase yang sudah
ditentukan
C. Persiapan Petugas
Perawat menggunakan APD yang terdiri dari :
1. Handscoon bersih

EP.ARK 1.1 ; 1 ( R )
TRIASE

No dokumen No revisi Halaman


RSUD MAJENE 03. 098 A 1/
2. Masker (sesuai kondisi pasien)
D. Pelaksanaan Tindakan
1. Petugas memperkenalkan diri kepada pasien atau keluarga
2. Petugas melakukan identifikasi pasien sesuai dengan
prosedur
3. Petugas melakukan kebersihan tangan sesuai dengan
prosedur
4. Petugas melakukan skrining (anamnesis dan pemeriksaan
singkat) sesuai Algoritma Triase.
5. Petugas yang berkompeten mengisi rekam medik.
6. Pada kondisi bencana, petugas mengisi rekam medik dan
kartu triase. Kartu triase dipasangkan di pergelangan tangan
kiri pasien dengan menggunakan karet gelang.
7. Petugas mengarahkan pasien ke ruangan UGD sesuai dengan
tingkat kegawat daruratan.
8. Petugas menjelaskan kepada pasien akan mendapatkan
pelayanan sesuai prioritas kegawat daruratan, dan untuk
pasien yang tidak gawat darurat diminta menunggu sesuai
antrian.
9. Kriteria Triase penanganan kegawat daruratan adalah :
a. Level 1 ESI (Merah ): Pasien memerlukan Intervensi
segera untuk Penyelamatan Hidup dimana membutuhkan
Resusitasi
b. Level 2 ESI ( Orange ): Pasien tidak bisa menunggu
karena beresiko Tinggi Atau Disorientasi/Letargi atau
Nyeri Hebat/Distres pernafasan
c. Level 3 ESI (Kuning): Pasien dengan Resiko Tidak terlalu
tinggi namun membutuhkan lebih dari 1 penanganan
khusus/Sumber Daya seperti Tes urine Dan Jahitan
Luka,dimana TTV dalam kondisi Aman.
d. Level 4 ESI (Hijau ): Pasien dengan Resiko Tidak Terlalu
Tinggi Namun hanya membutuhkan 1 Penanganan
Khusus seperti Foto Thorax
e. Level 5 ESI (Biru): Pasien bisa menunggu karena tidak
beresiko tinggi,tidak terjadi perubahan Kesadaran Akut

EP.ARK 1.1 ; 1 ( R )
TRIASE

No dokumen No revisi Halaman


RSUD MAJENE 03. 098 A 1/
atau nyeri hebat

10 Kondisi pasien distabilisasi sebelum ditransfer atau dirujuk


dan didokumentasikan
11 Untuk kasus maternitas atau penyakit komplikasi akibat
maternitas, dan tidak ada indikasi untuk resusitasi jantung
paru, pasien diarahkan ke Unit Kamar Bersalin.
Apabila ada indikasi resusitasi jantung paru, pasien diarahkan
ke Ruang Resusitasi UGD.
12 Petugas merapikan alat dan membuang sampah sesuai
dengan prosedur
UNIT TERKAIT 1. UGD
2. Unit Kamar Bersalin

EP.ARK 1.1 ; 1 ( R )