Anda di halaman 1dari 6

PERLINDUNGAN BAYI, ANAK, PEREMPUAN DAN LANJUT

USIA TERHADAP KEKERASAN FISIK

NO. REVISI HALAMAN


NO. DOKUMEN

00 1/2

Rumah Sakit
Ibu dan Anak Sayang
Bunda Makassar
DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR,
STANDAR TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Darma Syanty.,Sp.OG,M.Kes

PENGERTIAN Pelayanan kepada pasien terkait pencegahan dan penanganan


kekerasan fisik yang terjadi pada pasien bayi, anak, dan
manusia lanjut usia.
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:
1. Menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien
2. Mencegah terjadinya kekerasan fisik pada pasien
KEBIJAKAN Kebijakan direktur rumah sakit nomor ..../UN3.24/2016 tentang
perlindungan terhadap kekerasan fisik.
PROSEDUR Persiapan
1. Ada ketentuan jadwal besuk bagi pasien.
2. Kebijakan terkait kunjungan di luar jam besuk.
3. Skrining pasien-pasien yang beresiko mengalami kekerasan
fisik.
4. Identifikasi pengunjung RS yang mencurigakan.
5. Terdapat nomor darurat terkait kejadian kekerasan fisik.
6. Adanya alat pemantau CCTV pada area-area yang rawan.

Prosedur Kerja
1. Identifikasi pasien beresiko thd kekerasan dimulai dari Unit
Gawat Darurat.
2. Permintaan perlindungan dari kekerasan fisik bisa
dilakukan atas permintaan keluarga pasien atau lembaga
tertentu.
PERLINDUNGAN BAYI, ANAK, PEREMPUAN DAN LANJUT
USIA TERHADAP KEKERASAN FISIK

NO. REVISI HALAMAN


NO. DOKUMEN

00 2/2

Rumah Sakit
Ibu dan Anak Sayang
Bunda Makassar
3. Di Unit Rawat Inap segera merespon bila pasien butuh
bantuan dg koordinasi dengan pihak terkait.
4. Instalasi Keamanan dan Ketertiban Lingkungan (Kamtibling)
melaksanakan penjagaan khusus terkait ancaman
kekerasan fisik.
5. Penunggu pasien mendapatkan kartu penunggu dan
pembesuk menunjukan identitas dan harus seizin dari
penunggu pasien.
6. Lokasi terpencil dan terisolasi dilakukan penjagaan dan
pengawasan dengan kamera CCTV.

Penanganan kejadian kekerasan fisik thd pasien sesuai SPO


Black Code
A. Prosedur I : Orang yang menemukan kasus
1. Ingat keselamatan anda adalah yang utama,
bersikaplahsetenang mungkin.
2. Jangan melakukan gerakan yang gegabah dan tiba-tiba
3. Ajak bicara dan menjawab percakapan, lakukan apa
yang mereka inginkan jangan lebih.
4. Bila memungkinkan cari tahu penyebab/alasan
tindakannya.
5. Ingat apa yang menjadi ciri pelaku (pakaian,
penampilan, umur, dll)
6. Segera hubungi line 333 informasikan “Black Code”,
sebutkan nama, lokasi kejadian dan hal-hal lain yang
terkait. Bila ruangan dilengkapi dengan alarm
emergensi, tekan alarm bila situasi memungkinkan.
7. Jika penyerang melarikan diri, catat rute yang diambil,
nomor dan jenis kendaraan dan informasi lainnya.
PERLINDUNGAN BAYI, ANAK, PEREMPUAN DAN LANJUT
USIA TERHADAP KEKERASAN FISIK

NO. REVISI HALAMAN


NO. DOKUMEN

00 3/2

Rumah Sakit
Ibu dan Anak Sayang
Bunda Makassar
8. Berikan informasi saat anggota security tiba. Tunggu
instruksi lebih lanjut.

B. Prosedur II : Pusat pengendali informasi emergensi (PPIE)


Informasi Black Code melalui telepon “333”
1. Konfirmasi informasi yang masuk terkait “Black Code”
baik nama, tempat dan detail kejadian.
2. Informasikan lewat pengeras suara sebagai berikut,
contoh: “Perhatian untuk seluruh staf, Respon Black
Code di Unit Rawat Inap” ulangi sebanyak 3 (tiga) kali.
3. Hubungi Komandan Regu Jaga Security dan Kepala
Instalasi Kamtibling.
4. Pegang kendali komunikasi lewat telepon dan radio.
5. Hubungi pihak kepolisian atas instruksi dari Komandan
Regu Jaga atau Kepala Instalasi Kamtibling yang berada
di lokasi kejadian.
6. Bila kondisi telah terkendali kembali diinformasikan
lewat pengeras suara, sebagai berikut, contoh :
“Perhatian untuk seluruh staf, Black Code di Unit Rawat
Inap Telah Terkendali” ulangi sebanyak 3 (tiga) kali.

Informasi Black Code melalui alarm emergensi


1. Konfirmasi informasi yang masuk dengan
menginstruksikan anggota security meluncur ke lokasi
alarm aktif.
2. Setelah mendapat kepastian, informasikan lewat
pengeras suara sebagai berikut, contoh : Perhatian
untuk seluruh staf, Respon Black Code di Unit Rawat
Inap” ulangi sebanyak 3 (tiga) kali.
PERLINDUNGAN BAYI, ANAK, PEREMPUAN DAN LANJUT
USIA TERHADAP KEKERASAN FISIK

NO. REVISI HALAMAN


NO. DOKUMEN

00 4/2

Rumah Sakit
Ibu dan Anak Sayang
Bunda Makassar
3. Hubungi Komandan Regu Jaga Security dan Kepala
Instalasi Kamtibling.
4. Pegang kendali komunikasi lewat telepon dan radio.
5. Hubungi pihak kepolisian atas instruksi dari Komandan
Regu Jaga atau Kepala Instalasi Kamtibling yang berada
di lokasi kejadian.
6. Bila kondisi telah terkendali kembali diinformasikan
lewat pengeras suara, sebagai berikut, contoh :
“Perhatian untuk seluruh staf, Black Code di Unit Rawat
Inap Telah Terkendali” ulangi sebanyak 3 (tiga) kali.
7. Instruksikan anggota security untuk menon-aktifkan
alarm emergensi.

C. Prosedur III : Penanggung jawab ruangan


1. Pastikan telah menghubungi line 333 untuk
menyatakan kondisi “Black Code”.
2. Bantu persiapkan jalur masuk ke lokasi kejadian agar
memudahkan bantuan datang.
3. Jika berada dilokasi yang berdekatan dengan tempat
kejadian berlangsung, amankan area anda dan keluar
dari area berbahaya.Buat laporan kasus.

D. Prosedur IV : Komandan regu jaga security


1. Segera merespon informasi Black Code dengan menuju
ke lokasi kejadian.
2. Pastikan Pos Induk telah menghubungi Kepala Instalasi
Kamtibling.
3. Berkoordinasi dengan penanggung jawab di ruangan
untuk memahami situasi dan rencana penanganan.
PERLINDUNGAN BAYI, ANAK, PEREMPUAN DAN LANJUT
USIA TERHADAP KEKERASAN FISIK

NO. REVISI HALAMAN


NO. DOKUMEN

00 5/2

Rumah Sakit
Ibu dan Anak Sayang
Bunda Makassar
4. Informasikan ke Pos Induk untuk prosedur evakuasi bila
diperlukan.
5. Tetap tenang dan tidak gegabah dalam mengambil
tindakan agar tidak membahayakan diri sendiri atau
orang-orang disekitar lokasi kejadian.
6. Amankan area kejadian dari orang-orang yang tidak
berkepentingan.
7. Berikan informasi lengkap apabila Kepala Instalasi
Kamtibling atau pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian.
8. Hubungi Pos Induk Security bila diperlukan tenaga
bantuan.
9. Upayakan memperkecil akses pelaku dengan mengatur
penempatan anggota.Kenakan alat pelindung diri dan
siapkan perlengkapan pengamanan.
10. Bertindak secara tim, bila dipeluang untuk
melumpuhkan.
11. Bila pihak kepolisian telah dilokasi serakan komando
kepada polisi, namun tetap melakukan koordinasi
dengan anggota lain dilokasi kejadian.
12. Informasikan kepada Pos Induk Security, bila kondisi
telah bisa ditangani.Buat laporan kronologis
penanganan kasus.

E. Prosedur V : Kepala instalasi kamtibling


1. Segera merespon informasi Black Code dengan menuju
ke lokasi kejadian.
2. Berkoordinasi dengan penanggung jawab di ruangan
dan Komandan Regu jaga Security untuk memahami
situasi dan membuat rencana penanganan.
PERLINDUNGAN BAYI, ANAK, PEREMPUAN DAN LANJUT
USIA TERHADAP KEKERASAN FISIK

NO. REVISI HALAMAN


NO. DOKUMEN

00 6/2

Rumah Sakit
Ibu dan Anak Sayang
Bunda Makassar
3. Informasikan ke Pos Induk untuk prosedur evakuasi bila
diperlukan.
4. Pastikan anggota telah mengenakan alat pelindung diri.
5. Berikan informasi lengkap apabila pihak kepolisian tiba
di lokasi kejadian.
6. Instruksikan Komandan Regu Jaga Security dan
anggotanya untuk memperkecil akses pelaku dengan
mengatur penempatan anggota.
7. Informasikan kepada Pos Induk Security, bila kondisi
telah bisa ditangani.
8. Bila pelaku diamankan pihak kepolisian, instruksikan
agar penanggung jawab ruangan dan komandan regu
jaga security untuk mendampingi pihak kepolisian
sebagai saksi.
9. Melaporkan kejadian dan penanganan yang dilakukan
kepada jajaran direksi.
UNIT TERKAIT Unit gawat darurat
Unit rawat jalan
Unit rawat inap
Kamar operasi
Intensive Care Unit (ICU)
Neonatal Intensive Care Unit (NICU)
Unit Catheterization Laboratory
Unit radiologi
Unit laboratorium