Anda di halaman 1dari 7

METODE PELAKSANAAN

PEMBANGUNAN ALUN-ALUN, FASILITAS SOSIAL


DAN SARANA OLAH RAGA

1. Penjelasan Umum

Pelaksanaan pekerjaan dilapangan dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor pelaksana yang


telah ditunjuk dan diawasi langsung konsultan pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum
Kabupaten Bulungan. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar
kerja dan spesifikasi teknik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen
kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk dari
konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan keinginan
pemilik proyek.

2. Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan persiapan dilaksanakan sebelum pekerjaan fisik


dimulai. Adapun pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan
dalam pekerjaan persiapan tersebut, yaitu :

a. Pekerjaan Pengukuran / Staking Out

Pekerjaan pematokan dan pengukuran ulang


dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana dengan tujuan
pengecekan ulang pengukuran. Pemasangan patok
pengukuran untuk profil memanjang dipasang dan
dibuatkan patok BM sebagai acuan pelaksanaan
jembatan sesuai gambar rencana jembatan.

1|Me tode P e l a k s a n a a n C V. M U LTA Z A M I


b Pembuatan Rumah Jaga Konstruksi Kayu

Untuk pembuatan Rumah Jaga ini pihak kontraktor pelaksana membuatnya disekitar
lokasi proyek. Rumah Jaga ini berfungsi untuk tempat beristirahat para pekerja dan
penyimpanan material serta peralatan pekerjaan.

c. Pembuatan Papan Nama Kegiatan

Pekerjaan ini merupakan pembuatan papan nama kegiatan yang dibuat dengan standar
yaitu uk. 120 cm x 240 cm. Papan nama kegiatan memuat data-data kegiatan yang
ditentukan oleh PPTK.

d. Mobilisasi dan Demobilisasi


Pengiriman unit-unit peralatan :
- DUMP TRUCK 1 Unit
- MOTOR GRADER 1 Unit
- WHEEL LOADER 1 Unit
- VIBRATOR ROLLER 1 Unit
- WATER TANKER 500 L 1 Unit.

Pekerjaan Mobilisasi dilaksanakan pada minggu kedua dan pekerjaan Demobilisasi


dilaksanakan setelah pekerjaan selesai.

3. Pekerjaan Pembersihan Lokasi Pekerjaan

UMUM

1) Uraian
2|Me tode P e l a k s a n a a n C V. M U LTA Z A M I
(a) Pembersihan dan pengupasan lahan harus terdiri dari pembersihan semua pohon
dengan diameter lebih kecil dari 15 cm, pohon-pohon yang tumbang, halangan-
halangan, semak-semak, tumbuh-tumbuhan lainnya, sampah, dan semua bahan
yang tidak dikehendaki, dan harus termasuk pembongkaran tunggul, akar dan
pembuangan semua ceceran bahan yang diakibatkan oleh pembersihan dan
pengupasan sesuai dengan Spesifikasi ini atau sebagaimana diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini juga harus termasuk penyingkiran dan
pembuangan struktur-struktur yang menghalangi, mengganggu, atau sebaliknya
menghalangi Pekerjaan kecuali bilamana disebutkan lain dalam Spesifikasi ini
atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

(b) Pemotongan pohon yang dipilih harus terdiri dari pemotongan semua pohon
yang ditunjukkan dalam Gambar atau ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan dengan
diameter 15 cm atau lebih yang diukur satu meter di atas permukaan tanah.
Pekerjaan ini harus termasuk tidak hanya penyingkiran dan pembuangan sampai
dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan atas setiap pohon tetapi juga tunggul dan
akar-akarnya.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan :

1. Alat penyapu mekanis atau kompresor atau alat sapu yang lebih kaku membersihkan
kotoran di lokasi

2. Chain Saw atau alat tebang manual lainnya digunakan untuk menebang tanaman,
dipotong mulai dari atas ke bawah

3. Pembersihan dan pengangkatan akar tanaman dengan linggis dan sekop

4. Dump truck membawa tanaman bongkaran ke tempat pembuangan sejauh 1 Km.

Peralatan yang dipakai :

1. Dump truck : untuk memindahkan bahan dalam jarak jauh..

2. Alat bantu Chain Saw, Linggis dan Sekop.

4. Pekerjaan Tanah Urug dari Luar Lokasi

Perlu diingat sebelum pekerjaan galian maupun timbunan harus didahului dengan
pekerjaan clearing dan grubbing, maksudnya adalah agar lokasi yang akan dikerjakan
tidak mengandung bahan organik dan benda-benda yang mengganggu proses

3|Me tode P e l a k s a n a a n C V. M U LTA Z A M I


pemadatan. Timbunan dilaksanakan lapis demi lapis dengan ketebalan tertentu dan
dilakukan proses pemadatan.

Proses penimbunan dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :

1. Timbunan Biasa

Pada timbunan biasa ini material atau tanah yang biasa digunakan berasal dari hasil
galian badan jalan yang telah memenuhi syarat.

2. Timbunan Pilihan

Pada pekerjaan timbunan ini tanah yang digunakan berasal dari luar yang biasa disebut
borrowpitt. Tanah ini digunakan apabila nilai CBR tanah dari timbunan kurang dari
6%.

Proses pemadatan tanah dimaksudkan untuk memadatkan tanah dasar sebelum


melakukan proses penghamparan material untuk memenuhi kepadatan 95%, dengan
menggunakan alat berat seperti Vibrator Roller, Dump Truck, Motor Grader.

Adapun langkah kerja dari proses pemadatan tanah, yaitu :

Mengangkut material dari quary menuju lokasi dengan menggunakan Dump Truck.

Menumpahkan material pada lokasi tempat dimana akan dilaksanakan pekerjaan


penimbunan.

Meratakan material menggunakan Motor Grader sampai ketebalan yang direncanakan.


Sebagai panduan operator Grader dan vibro maka dipasang patok tiap jarak 25 m yang
ditandai sesuai dengan tinggi hamparan.

4|Me tode P e l a k s a n a a n C V. M U LTA Z A M I


Memadatkan tanah dengan menggunakan Vibrator Roller yang dimulai sepanjang tepi
dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu dalam keadaan memanjang,
sedangkan pada tikungan (alinyemen horizontal) harus dimulai pada bagian yang
rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah yang tinggi, pemadatan tersebut
dipadatkan dengan 6 pasing (12 x lintasan) hingga didapatkan tebal padat 20 cm
hingga didapat elevasi top subgrade yang sesuai dengan rencana.

Pengujian Kepadatan Tanah

Pengujian Sand Cone

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kepadatan dan kadar air dilapangan.
Juga bisa sebagai perbandingan pekerjaan yang akan dilaksanakan dilapangan dengan
perencanaan pekerjaan.

Gambar Titik Pengambilan Sampel

Peralatan yang dipakai :

5|Me tode P e l a k s a n a a n C V. M U LTA Z A M I


1. Excavator : untuk memotong perbukitan, menggali tanah dan material yang dapat
langsung dipindahkan ke dump truck untuk dibawa ke tempat tertentu. Atau
mengambil tanah hasil kerja bulldozer dimasukkan ke dump truck.

2. Wheel loader : untuk mengambil tanah dimasukkan ke dump truck.

3. Dump truck : untuk memindahkan bahan dalam jarak jauh.

4. Motor Grader : untuk pekerjaan perataan.

5. Vibratory Roller : untuk alat pemadat.

6. Water tank truck : untuk menyesuaikan kadar air yang diperlukan dalam pemadatan.

Excavator

Dump Truck Wheel Loader Vibrator Roller

Truck Tangki Air

Gambar Peralatan yang biasa dipakai pada Pekerjaan Tanah

6|Me tode P e l a k s a n a a n C V. M U LTA Z A M I


PENUTUP
Demikian metode pelaksanaan Pembangunan Alun-Alun, Fasilitas Sosial dan Sarana
Olah Raga secara garis besarnya, metode pelaksanaan yang lebih detail akan dibuat
pada saat pelaksanaan nanti. Uraian secara garis besar yang dapat kami sampaikan
sebagai usulan tentang pekerjaan Pembangunan Alun-Alun, Fasilitas Sosial dan Sarana
Olah Raga tentu saja didalam pelaksanaannya nanti dapat timbul ide-ide baru, yang
disesuaikan dengar dokumen dan gambar-gambar dalam tender. Hal-hal yang lebih terinci
lagi akar dibuat lebih lanjut sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan nanti.

Mudah - mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkah yang
akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.

Tanjung Selor, 04 Oktober 2012

Dibuat Oleh :
Penawar
CV. MULTAZAMI

M. HUSNI THAMRIN
Direktur

7|Me tode P e l a k s a n a a n C V. M U LTA Z A M I