Anda di halaman 1dari 11

KASUS 1

KASUS PYOMETRA DAN TUMOR MAMMARY PADA ANJING COCO

TINJAUAN KASUS

Anamnesis

Seekor anjing detina berumur 12 tahun ras Pug bernama Coco datang ke
layanan emergency Groovy Vetcare Clinic tanggal 28 Juli 2019 dengan keluhan
terdapat discharge yang keluar dari vulva dan terdapat benjolan pada kelenjar
mammary.

Pemeriksaan Fisik

Signalement Hewan
Nama hewan : Coco
Jenis hewan : Anjing
Ras/Breed : Pug
Warna bulu dan kulit : Coklat
Jenis kelamin : Betina
Bobot badan : 8.4 Kg
Umur : 12 Tahun
Tanda khusus :-

Status Present
Keadaan Umum
Perawatan : Baik
Habitus : Tulang punggung lurus / jinak
Tingkah laku : Jinak
Gizi : Baik
Body condition score (BCS) :3
Sikap berdiri : Tegak pada empat kaki
Suhu : 38.4 oC
Frekuensi nafas : 24 kali/menit
Frekuensi jantung : 68 kali/menit
Capillary refill time (CRT) : < 3 detik
Adaptasi Lingkungan : Baik
Kepala dan Leher
Inspeksi
Ekspresi wajah : Tenang
Pertulangan kepala : Kompak, simetris
Posisi tegak telinga : Jatuh keduanya
Posisi kepala : Lebih tinggi dari tulang punggung

Palpasi
Turgor kulit : <3 detik
Kondisi kulit : Rambut tidak rontok, tidak kusam, dan
bersih

Mata dan orbita kiri


Palpebrae : Membuka dan menutup sempurna
Cilia : Keluar sempurna
Conjuctiva : Rose, licin mengkilat
Membrana nictitans : Tersembunyi

Bola mata kiri


Sclera : Putih
Cornea : Keruh
Iris : Tidak ada perlekatan
Limbus : Datar
Pupil : Tidak ada kelainan
Refleks pupil : Ada
Vasa injectio : Tidak ada

Mata dan orbita kanan


Palpebrae : Membuka dan menutup sempurna
Cilia : Melengkung keluar sempurna
Conjuctiva : Rose, licin mengkilat
Membrana nictitans : Tersembunyi

Bola mata kanan


Sclera : Putih
Cornea : Keruh
Iris : Tidak ada perlekatan
Limbus : Datar
Pupil : Tidak ada kelainan
Refleks pupil : Ada
Vasa injectio : Tidak ada

Hidung dan sinus-sinus : Tidak ada kelainan

Mulut dan rongga mulut


Rusak/luka bibir : Tidak ada
Mucosa : Rose, licin mengkilat, tidak ada perlukaan
Gigi geligi : Lengkap
Lidah : Rose, licin mengkilat, basah, tidak ada luka

Leher
Perototan Leher : Rata, otot teraba
Trachea : Teraba, tidak ada refleks batuk
Esophagus : Teraba kosong

Telinga
Posisi : Jatuh keduanya
Bau : Bau khas serumen
Permukaan daun telinga : Licin halus
Krepitasi : Tidak ada
Refleks panggilan : Ada

Thorak saluran pernafasan


Inspeksi
Bentuk rongga thorax : Simetris
Tipe pernafasan : Costalis
Ritme : Teratur
Frekuensi : 24 kali/menit

Perkusi
Lapangan Paru-paru :-
Gema perkusi :-

Auskultasi
Suara pernafasan : Inspirasi sama dengan ekspirasi
Suara ikutan : Tidak terdengar
Antara in dan ekspirasi : Tidak terdengar

Palpasi
Penekanan rongga thorak : Tidak ada respon sakit
Palpasi intercostals : Tidak ada respon sakit, tidak ada refleks
batuk

Thorak sistem peredaran darah


Inspeksi
Ictus cordis : Tidak ada

Perkusi
Lapangan jantung : Tidak ada perluasan
Auskultasi
Frekuensi : 68 kali/menit
Intensitas : Kuat
Ritme : Teratur
Suara sistol dan diastol : Jelas
Ekstraksistolik : Tidak terdengar
Sinkron pulsus dan jantung : Sinkron

Abdomen dan Organ Pencernaan


Palpasi
Epigastricus : ginjal terabah
Mesogastricus : keras dan tegang
Hypogastricus : VU terabah
Isi usus besar :-
Isi usus kecil :-
Anus
Sekitar anus : Bersih
Refleks spinchter ani : Ada
Glandula perianalis : Tidak ada perubahan
Kebersihan daerah perineal : Bersih

Perkemihan dan Kelamin (Urogenitalis)


Mukosa vagina : rose, basah, licin
Perhatikan kelenjar mamae
Besar : kecil
Letak : tidak ada kelainan
Bentuk : terdapat benjolan
Kesimetrisan : tidak simetris
Konsistensi kelenjar : kenyal
Palpasi rectal : terisi feses

Alat Gerak
Inspeksi
Perototan kaki depan : Simetris, tidak ada kelainan
Perototan kaki belakang : Simetris, tidak ada kelainan
Spasmus otot : Tidak ada
Tremor : Tidak ada
Sudut persendian : Tidak ada kelainan
Cara bergerak-berjalan : Koordinatif
Cara bergerak-berlari : Koordinatif
Palpasi
Struktur pertulangan
Kaki kiri depan : Kompak (Tidak ada kelainan)
Kaki kanan depan : Kompak (Tidak ada kelainan)
Kaki kiri belakang : Kompak (Tidak ada kelainan)
Kaki kanan belakang : Kompak (Tidak ada kelainan)
Konsistensi pertulangan : Kompak
Reaksi saat palpasi : Tidak ada reaksi sakit
Letak rasa sakit : Tidak ada
Panjang kaki depan : Simetris
Panjang kaki belakang : Simetris

DIAGNOSA PENUNJANG

Pemeriksaan USG

Pemeriksaan abdomen menggunakan USG menunjukkan beberapa


perubahan. Uterus terlihat mengalami pembesaran serta terdapat cairan anechoic
pada uterus. Selain itu juga terjadi penebalan pada dinding uterus. Pyometra
umum terjadi pada anjing tua, pemeriksaan menggunakan USG merupakan
metode yang cepat dan aman. Pyometra tertutup sangat mudah di identifikasi
dengan menggunakan USG. Distensi membuat kornua uteri terisis oleh cairan
yang membuat raung yang besar pada rongga abdomen sehingga sangat mudah
untuk diamati. Ketebalan dinding uterus tergantung dari derajat distensi. Pyometra
terbuka akan lebih susah untuk diamati. Aliran cairan yang keluar melalui cervix
yang terbuka mencegah akumulasi cairan pada uterus. Penambahan frekuensi
transducer dapat membantu memvisualisasikan voleyang sedikit (Mannion 2006).
Pemeriksaan Hematologi dan Kimia darah

Tabel 1. Hasil pemeriksaan hematologi darah anjing Coco


Parameter Hasil Satuan Nilai Normal
3
WBC 46.98+ 10 /µl 6-17
Limfosit 2.85 103/µl 1-4.8
Monosit 3.89+ 103/µl 0.2-1.5
Neutrofil 40.13+ 103/µl 3-12
Eosinofil 0.09 103/µl 0-0.8
Basofil 0.03 103/µl 0-0.4
%
Limfosit % 6.1 0-100
%
Monosit % 8.3 0-100
%
Neutrofil % 85.4 0-100
%
Eosinofil % 0.2 0-100
%
Basofil % 0.1 0-100
RBC 5.22- 106/µl 5.5-8.5
Hemoglobin 12.6 g/dl 12-18
Hematokrit 37.4 % 37-55
MCV 72 fl 60-77
MCH 24.1 pg 19.5-24.5
MCHC 33.7 g/dl 31-39
RDWc (red cell 16.1 % 14-20
distribution width)
Platelet 234 103/µl 165-500
PCT 0.25 %
(procalcitonin)
MPV 10.7 fl 3.9-11.1
PDW (platelet 44.8 %
distribution width)

Tabel 2 Hasil pemeriksaan biokimia darah anjing Coco


Parameter Hasil Satuan Nilai Normal
ALB 3 G/L 2.5 – 4.4
ALP 85 U/L 20- 150
ALT 25 U/L 10 – 118
AMY 584 U/L 200 – 1200
TBIL 0.4 MG/DL 0.1 – 0.6
BUN 10 MG/DL 7 – 25
CA 10.2 MG/DL 8.6 – 11.8
PHOS 4.7 MG/DL 2.9 – 6.6
CRE 0.5 MG/DL 0.3 – 1.4
GLU 96 MG/DL 60 – 110
Na+ 136 * MMOL/L 138 – 160
K+ 5.0 MMOL/L 3.7 – 5.8
TP 6.6 G/DL 5.4 – 8.2
GLOB 3.6 G/DL 2.3 – 5.2

Pemeriksaan terhadap hematologi menunjukkan terjadinya peningkatan dan


penurunan. Peningkatan terlihat pada indikator WBC yaitu pada neutrofil dan
monosit. Nilai WBC pada hasil hematologi adalah 46.98 103/µl dengan nilai
normal 6-17 103/µl. Nilai monosit yang didapat adalah 3.89 103/µl dengan nilai
normal 0.2-1.5 103/µl. Peningkatan monosit dapat diakibatkan oleh beberapa
factor seperti peradangan kronis, stress, immune mediated disease, dan juga tumor
(Gough 2007). Peningkatan nilai monosit pada kasus ini kemungkinan
diakibatkan oleh tumor mammary yang ada pada anjing Coco. Nilai monosit juga
mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu 46.98 103/µl dengan nilai
normal yaitu 3-12. Peningkatan nilai limfosit dapat diakibatkan oleh beberapa
factor seperti infeksi bakteri, racun, tumor, dan stress (Gough 2007). Penurunan
terjadi pada nilai RBC namun penurunannya tidak terlalu signifikan. Hasil
pemeriksaan kimia darah hanya menunjukkan penurunan pada nilai Na+ namun
tidak signifikan.

Diagnosis

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, USG, hematologi, dan kimia darah


anjing Coco didiagnosa mengalami pyometra dan tumor mammary.

Prognosis

Prognosa dari kasus pada anjing Coco ini adalah dubius.

Terapi

Terapi yang dapat dilakukan untuk menangani kasus pyometra adalah


dengan melakukan operasi ovariohisterectomy, sedangkan pada kasus tumor
mammary dapat dilakukan pengangkatan tumor.
METODE

Anastesi

Premedikasi yang digunakan pada operasi pyometra dan pengangkatan


tumor yaitu butorphanol 10 mg/ml sebanyak 0.29 ml melalui intramuskular.
Anestetikum yang digunakan berupa propofol 10 mg/ml sebanyak 1.68 ml melalui
intravena dan pemberian Isoflurane melalui inhalasi.

Metode Operasi
Penyayatan kulit dilakukan dimulai dengan menyayat daerah medianus
posterior. Panjang sayatan tiga sampai empat cm ke arah posterior umbilikal
menggunakan dengan blade ukuran 10. Setelah sayatan kulit dilakukan,
penyayatan diteruskan ke bagian subkutis hingga linea alba terlihat dengan
metode diseksi menggunakan scissor. Apabila terdapat lemak yang menutupi line
alba, maka lemak dikuakkan dengan menggunakan straight sharp-blunt atau
blunt-blunt mayo scissor. Linea alba disayat dengan cara menggunakan blade.
Selanjutnya diteruskan dengan menggunakan scissor ke arah anterior dan
posterior. Sayatan tidak boleh melebihi kulit.
Setelah omentum terlihat, dilakukan eksplorasi organ menggunakan hook .
setelah cornua uteri ditemukan angkat hingga keluar. Mesovarium dan arteri
ovarica dijepit dengan menggunakan 2 straight kelly hemostatic forceps lalu
dilakukan ligasi pada bagian anterior penjepitan hemostatic paling cranial.
Penjahitan dilakukan dengan benang Polysorb 3-0. Setelah ligasi dipastikan kuat,
maka dilakukan pemotongan dengan menggunakan scalpel diantara hemostat.
Teknik yang sama dilakukan pada kornua uteri sisi sebelahnya. Setelah itu
lakukan penjepitan pada korpus uteri menggunakan 2 straight kelly hemostati.
Selanjutnya dilakukan ligasi pada bagian posterior penjepitam benang Polysorb 3-
0. Lalu dilakukan pemotongan diantara kedua hemostat. Setelah itu linea alba dan
peritoneum dijahit menggunakan Polysorb 3-0 dengan jahitan cross mattres
suture. Selanjutnya lemak subkutis dijahit menggunakan benang Polysorb 3-0
dengan jahitan simple continuous. Kulit dijahit dengan tipe jahitan subkutis,
kemudian diberikan Neomycin sulfate serbuk dengan cara ditaburkan pada
daerah jahitan lalu ditutup dengan menggunakan hypafix tape.
Operasi pengangkatan tumor dimulai dengan melakukan penyayatan kulit
secara melingkari pada daerah tumor. Lalu angkat kulit yang disayat. Jika terdapat
lemak, lemak tersebut dikuakkan dengan menggunakan straight blunt-blunt mayo
scissor. Selanjutnya dilakukan eksplorasi untuk menemukan tumor. Tumor lalu
dipotong dan diangkat dari jaringan. Jika terdapat pembuluh darah, lakukan ligasi
terlebih dahulu pada pembuluh darah sebelum dilakukan pemotongan.
Selanjutnya dilakukan penutupan kulit seperti yang dilakukan pada operasi
ovariohisterctomi. menggunakan Polysorb 3-0 dengan metode simple suture,
kemudian diberi lagi penisilin. Subkutis dijahit dengan benang yang sama, lalu
diberikan penisilin. Selanjutnya, luka jahitan diberi perubalsem secara topikal dan
ditutup dengan kassa.

Post Operasi

Setelah dilakukan operasi OH dan pengangkatan tumor anjing Coco


diberikan beberapa terapi obat. Beberapa obat yang diberikan kepada Coco adalah
sebagai berikut:
- Cefotaxim 50 mg/ml BID via IV
- Cyclosporin bid topikal pada kedua mata
- Enrofloxacin 5-20 mg/kg SID via oral
- Previcox (Firocoxib) 5 mg/kg SID via oral
- Vedamox 22- 30 mg/kg BID tab via oral
- Livron B Plex 1 tablet SID 1 tablet via oral
- Esemtan BID via topikal pada daerah luka
- Bioplasenton BID via topikal pada daerah luka
- Nutrimax 1 cap SID via oral

Cefotaxim merupakan antibiotik golongan ketiga dari sefalosporin.


Antibiotik ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel. Antibiotik ini
biasanya bersifat bakteriosid atau membunuh bakteri. Antibiotik ini memiliki
spectrum yang luas yang dapat menyerang bakteri gram negatif maupun bakteri
gram postif. Cylosporin yang digunakan pada mata dapat menstimulasi
peningkatan produksi air mata pada anjing normal, oleh karena itu obat ini
dianggap dapat secara langsung memberikan efek stimulasi pada kelenjar airmata
(Plumb 2008).
Enrofloxacin merupakan antibiotik golongan flouroquinolon. Antibiotik ini
memiliki sifat bakteriosidal. Obat ini menunjukkan efek yang signifikan terhadap
bakteri gram positif dan negatif. Enrofloxacin juga aktif pada fase stationary dan
fase pertumbuhan dalam proses replikasi bakteri. Firocoxib menupakan obat
golongan Non Steroidal Anti Inflamatory Drugs (NSAID). Obat ini berfungsi
untuk mengontrol rasa sakit ataipun inflamasi. Obat ini menghambat
cyclooxygenase-2 (COX-2) pada dosis terapeutik. Vedamox merupakan obat yang
mengandung amoxicillin. Obat ini bersifat bakteriosidal dan bekerja dengan
menghambat sintesis dinding sel bakteri. Obat ini menghambat sintesis
mukopeptida di dinding sel yang menyebabkan kerusakan pada barrier dan
ketidakstabilan osmotic pada spheroplast (Plumb 2008).
Livron B-Plex merupakan suplemen yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan vitamin dalam masa penyembuhan, dan membantu memelihara daya
tahan tubuh. Nutrimax merupakan suplemen yang dapat meningkatkan nafsu
makan. Esemtan digunakan untuk membersihkan luka pasca operasi.
Bioplacenton digunakan untuk penyembuhan luka. Obat ini mengandung ekstrak
plasenta yang mengandung stimulator biogenic yang mempunyai aksi stimulasi
pada proses metabolikdi dalam sel. Obat ini juga mengandung neomycin sulfate
sebagai antibiotik dengan potensi tinggi terhadap banyak strain bakteri Gram
positim dan Gram negatif.

PEMBAHASAN

Pyometra adalah penyakit saat diestrus akibat mediasi hormonal dengan


karakteristik cystic endometrial hyperplasia (CEH) ditambah adanya infeksi
sekunder oleh bakteri (Kahn et al 2005). Menurut Nelson dan Couto (2014),
pyometra terdiri dari pyometra terbuka dan pyometra tertutup. Hal ini tergantung
dari pengeluaran discharge mucopurulent pada vulva. Pyometra terbuka memiliki
ciri hewan yang mengeluarkan discharge vulva yang sedikit berwarna merah
darah, sedangkan pada pyometra tertutup uterus biasanya membesar dan meluas
dengan palpasi serta tidak mengeluarkan lendir. Jika pyometra tidak diberi
pengobatan, maka keadaan septicemia atau endotoxemia, maupun keduanya dapat
berkembang. Hal ini dapat menyebabkan hewan memiliki kondisi hipotermia dan
shock serta menyebabkan kematian.
Pilihan alternative sebagai terapi pyometra ialah ovariohisterektomi.
Diagnosa terbaik untuk membuktikan terjadi atau tidak terjadinya pyometra
adalah dengan melakukan ultrasnografi, maka akan terlihat adanya cairan dalam
uterus disertai dengan terlihatnya dinding uterus yang menebal.Sedangkan
penampangan radiografi yang terlihatadanya bentukan tubular yang terisi oleh
cairan, dan terletak diantara colon descendens dan vesica urinaria (Lopate 2010).
Pengobatan pyometra dapat dilakukan dengan dua metode yaitu metode operasi
dan tanpa operasi. Metode terbaik adalah dengan dilakukan operasi
ovariohisterectomi. Teknik operasi ovariohisterectomi umum dilakukan pada
pyometra jenis tertutup maupun terbuka. Ovariohisterectomi juga dapat mencegah
kejadian pyometra berulang (Rootwelt dan Farstad 2006). Ditemukan discharge
mucopurulent yang keluardari vulva, palpasi abdomen daerah mesogastrikus
terasa tegang dan keras, kemungkinan di akibatkan adanya penegangan uterus
.Menurut Kenney et al.(1987), kucing yang mengalami pyometra akan
menunjukkan gejala klinis discharge yang keluar dari vagina, anoreksia, lethargy,
distensi abdominal, dehidrasi, uterus yang terpalpasi danpireksia.
Tumor mammary adalah pembesaran jaringan kelenjar mammary baik pada
saluran ataupun nipple. Tumor ini biasanya carcinoma dan pada umumnya terjadi
pada anjing yang belum disteril. Tumor mammary dapat disebabkan oleh
bermacam penyebab. Peradangan pada mammary menjadi faktor yang
berkontribusi terhadap perkembangan tumor pada mammary. Faktor keturunan
merupakan factor yang paling berpengaruh terhadap tumbuhnya tumor,
peradangan hanya merupakan faktor pendukung (Mayer dan Lagroix 1959).
Tumor mammary pada anjing terjadi pada satu atau bahkan lebih payudara
dan tergantung pada struktur histologi dan lamanya tumor itu ada. Tumor ini
sangat bervariasi dalam sifat dan ukuran fisiknya. Sudah banyak tindakan yang
dilakukan untuk mengatasi tumor ini akan tetapi tindakan operasi dirasa lebih
efektif (Mayer dan Lagroix 1959).

SIMPULAN

Anjing Coco telah didiagnosa mengalami pyometra dan tumor kelenjar


mammary. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi penyakit ini ialah dengan
melakuka operasi Ovariohysterectomy dan pengangkatan tumor.

DAFTAR PUSTAKA

Gough A. 2007. Differential Diagnosis in Small Animal Medicine. Oxford (UK):


Blackwell Publishing
Kahn CM et al. 2005. The Merck Veterinary Manual Ed Ke-9. Amerika (USA):
Merck & Co Inc.
Kenny KJ, Matthiesen DT, Brown No., and Bradley RL.1987. Pyometra in
cats:183 Cases (1979-1984). Journal of American Veterinary Medical
association. 191(9):1130-1132.
Lopate C. 2010. Pyometra in the Bitch [Internet]. [diunduh 2019 Agustus 7].
Tersedia pada : www.reproductiverevolutions.com
Mannion P. 2006. Diagnostic Ultrasound in Small Animal Practice. Oxford (UK):
Blackwell Science Publications Inc.
Mayer k, Lagroix JV. 1959. Canine Surgery: A Text and Reference Work.
California (US): America Veterinary
Nelson RW, Couto GC. 2014. Small Animal Medicine Ed Ke-5. Missouri(USA):
Elsevier
Plumb DC. 2008. Plumb’s Veterinary Drug Handbook, sixth ed. Iowa (US):
Blackwell’s publisher.
Rootwelt AV dan Farstad W. 2006. Treatment pyometra in bitch.A Survei Among
Norwegian Small Animal Practicioners.EJCAP.16 (195-198).