Anda di halaman 1dari 19

Tugas Individu

“RESUME BIROKRASI PUBLIK”

Nama : Putri Wardani


Stambuk : B 101 15 097
Kelas :C
Mata kuliah : Birokrasi Publik

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK


JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2018
BIROKRASI

Berasal dari dua akar kata, yaitu bureau ( burra, kain kasar penutupmeja), dan-cracy.
Keduanya membentuk kata bureaucracy.Berbagai sumber berpendapat, setidak-
tidaknya ada tiga macamarti birokrasi.

 Pertama, birokrasi diartikan sebagai" government by bureaus"yaitu


pemerintahan biro oleh aparat yang diangkat oleh pemegangkekuasaan,
pemerintah atau pihak atasan dalam sebuah organisasiformal, baik publik
maupun privat. Pemerintahan birokratik adalah pemerintahan tanpa partisipasi
pihak yang-diperintah
 Kedua, birokrasi diartikan sebagai sifat atau perilaku pemerintahan,yaitu, sifat
kaku,macet, berliku-liku dan segala tuduhan negatif terhadap instansi yang
berkuasa ( Kramer dalam Ndraha, 2003,513).
 Ketiga, birokrasi sebagai tipe ideal organisasi. Biasanya dalam arti
inidianggap bermula pada teori Max Weber tentang konsep sosiologi
krasionalisasi aktivitas kolektif.

TERMENOLOGI BIROKRASI

 Birokrasi sebagai organisasi yang rasional (rationalorganization)


 Birokrasi sebagai ketidak efeseinan organisasi(Organizational inefficiency)
 Birokrasi sebagai pemerintahan olehparapejabat (rule ofofficials.)
 Birokrasi sebagai administrasi negara (publicadministration)
 Birokrasi sebagai administrasi oleh para pejabat(administration by officials)
 Birokrasi sebagai organisasi yang memiliki ciri tertentu,seperti hirarki dan
peraturan (type of organization withspecific characteristic and quality as
khierarchies and rules)
 Birokrasi sebagai salah satu ciri masyarakat modern (anessential quality of
modern society)
BIROKRASI NEGARA MAJU

Birokrtasi Negara Maju memiliki ciri-ciri

 Aparat negara yang netral (apolitis, tidak propolitikpemerintah serta


tidak pro pada kepentingan tertentu.Objektif
(memberikanpelayanansama)
 Rasional, tidakdikuasai/didominasi kelompok tertentu(public Servant)
 Cakap,terampil dan efesein dalam mencapai kesejahteraan sosial
 Formal dan legalistis
 Tunduk kepada pemerintahan yang memperoleh kepercayaan rakyat
 Tidak mudah dintimidasi

Birokasi di negara berkembang

 Ciri-Ciri Birokrasi Negara Berkembang

Birokrasi lebih berorientasi kepada hal-hal lain dari pada mengarahkan pada yang
benar-benar menghasilkan (production directed). Dengan kata lainbirokrat lebih
berusaha mewujudkan tujuan pribadinya dibanding pencapaian sasaran-sasaran
program.

 Riggs (1964) menyatakannya sebagai preferensi birokrat atas kemanfaatanpribadi


(personal expediency) ketimbang kepentingan masyarakat (publicprincipled
interest). Dari sifat seperti ini lahir nepotisme, penyalahgunaankewenangan,
korupsi, dan berbagai penyakit birokrasi, yang menyebabkanaparat birokrasi
dinegara berkembang pada umumnya memilikikredibilitas yang rendah, dan
dianggap tidak mengenal etika.
 Dibanyak Negara berkembang, korupsi telah merajalela sedemikian rupasehigga
menjadi fenomena yang sangat prevalent dan diterimasebagaisesuatu yang wajar,
atau menurut istilah Heady sanctioned bysocial mores dansemi institutionalized.
 Birokrasi di negara berkembang acap kali bersifatotonom, artinya lepas dari
proses politik danpengawasan masyarakat. Ciri ini merupakanwarisan
administrasi kolonial yang memerintahsecara absolut, atau sikap feodal dalam
zamankolonial yang terus hidup dan berlanjut setelathmerdeka. Dibanyak negara
berkembang, padaawalnya orang yang paling terpelajar atau elitebangsa yang
bersangkutan memang berkumpuldibirokrasi, sehingga kelompok diluar itu
sulitdapat menandingi birokrasi dalam pengetahuanmengenai pemerintahan dan
akibatnyapengawasan menjadi tidak efektif.

BIROKRASI KERAJAAN

Memiliki ciri - ciri sebagaiberikut :

- Penguasa menganggap dan menggunakan administrasi publik sebagai


urusanpribadi
Administrasi adalah perluasan rumah tangga istana;Tugas pelayanan ditujukan
kepada pribadi sang raja;Gaji dari raja kepada bawahan pada hakikatnya
adalah anugerah yang juga dapatditarik sewaktu- waktu sekehendak raja;
- Aparat ke rajaan dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan raja.
Di dalampemerintahanpusat ( keratin), urusan dalam pemerintahan
diserahkankepada empatpejabat setingkat menteri ( wedanalebet i yang
dikoordinasikan olehseorang pejabat setingkat Menteri Kordinator )
pepatihlebet ). Pejabat- pejabatkerajaan terse but masing-masingmembawahi
pegawai (abdidalem ) yangjumlahnya cukup banyak.

Daerah diluar keraton, seperti daerah pantai raja menunjuk bupati-bupati yangsetia
kepada raja untuk menjadi penguasa daerah. Para bupati biasanya bupatilama yang
telah ditaklukkan oleh raja, pemuka masyarakat setempat, atau saudararaja sendiri.

BIROKRASI ZAMAN KOLONIAL


Pelayanan publik pada masa pemerintahan kolonial Belanda t dak terlepas dari sistem
administrasigemerintahan yang berlangsung pada saat itu. Kedatangan penguasa ko
onial tidak banyak mergubahsistem birokrasi dar adminit asi pemerintahan yang
berlaku di indonesia, sebagai bangsa pendatangyang ingin menguasai wileyah
nusamara baik secara politk maupun ekonomi, pemerintah kolonialmenjalin
hubungan politik cengan pemerintah kerajaan yang masih di segani oleh masyarakat,
motifutamanya acalah menanamkan pengaruh politiknya terhadap elite pulitik
kerajaan.

Selama pemerintahan kolonial terjad dua isme sistem birokrasi permerintanan. Di


satu sisi telah muladiperkenalkan dan diberlakukan ssem administrasi kolonial
(binnenlandcsheBesuur) yangmengenalkan sistem birokrasi dan admnistrasi modern,
sedangkan pada sisi lain, sistem
tradisional(inheemscheBestuur)masihtetapdipertahankan.

Birokrasi pemerintahan kolonial disusun secara hierarki yang puncaknya pada Raja
Belanda. Dalammengimplementasikan kebijakan pemerintahan di Negara jajahan,
Ratu Belanda menyerahkan kepadawakilnya, yakniseorang gubernur Jenderal.
Kekuasaan dan kewenanga gubernur jenderal meliputi seluruh keputusan politik
diwilayah Negara jajahan yang dikuasai.

Gubernur Jenderal dibantu oleh para gubernur dan residen. Gubernur merupakan
wakil pemerintahpusat yangberkedudukan di Batavia untuk
wilayahprovinsi,sedangkan ditingkat kabupaten terdapat asisten residen dan
pengawas yang diangkat oleh gubernur jenderal untuk mengawasi bupati dan wedana
dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari.

BIROKRASI ORDE LAMA

berakhirnya masa pemerintahan kolonia membawa perubahan socialpoltik yang


sangat berarti bagikelangsungansisstem birokrasi pemerintahan.
Perbedaan-perbedaan pandangan yang terjadi diantara pendiri bangsa diawal masa
kemerdekaan tentang bentuk Negara yang akan didirikan, temasuk dalam pengaturan
birokrasinya, telah menjurus keaarah disintegrasi bangsa dan keutuhan
aparaturpemerintahan.Perubahan bentuk Negara dari kesatuan nenjadi federal
berdasarkankonstitusl RIS melahirkan dilematis dalam cara pengaturan
aparaturpemerintah.

Setidak-tidaknya erdapat dua persoalan dilematis rnenyangkut birokrasi padasaat itu


Pertama, bagaimana caramenempatkan pegawai Republik Indonesia yang telah
berjasa mempertahankan NKRI,tetapi relatif kurangmemiliki keahlian dan
pengalaman kerja yang memadai. Kedua, bagaimanamenempatkan pegawai yarg
telahbekerja pada Pemerintah belanda yang memiliki keahlian, tetapi dianggap
berkhinat atautidak loyal terhadap NKR1. Demikian pula penerapan sistem
pemerintahan parlementer dan sistem politik yang mengiringinya pada tahun l950-
1959 telah membawa konsekuensi раdа seringnya terjadi pergantian kabinet hanya
dalam tempobeberapa bulan.

Seringnya terjadi pergantian kabinet menyebabkan birokrasi sangat terfragmentasi


secarapolitik. Di dalam birokrasi terjaditarik-menarik antar berbagai kepentingan
partaipolitik yang kuat pada masaitu. Banyak kebijakanatau programbirokrasi
pemeritah yang lebih kental nuansa kepentingan politik dari partai yang sedang
berkuasa atau berpengaruh dalam suatu departemen. Program-program departemen
yang tidak sesuai dengan gariskebijakan partai yang berkuasa dengan mudah di
hapuskan oleh menteri baru yang menduduki suatu departemen.Birokrasi pada masa
itu benar- benar mengalami politisasi sebagai instrument politik yang berkuasa
atauberpengaruh. Dampak dari sistem pemerintahan parlementer telah
memunculkankan persaingan dan sistem kerjayang tidak sehat didalam birokrasi

birokrasi menjadi tidak professional dalam menjalankan tugas-tugasnya, birokrasi


tidak pernah dapatmelaksanaka kebijakan atau program-programnya kärena sering
terjadi pergantian pejabat dari partai politikyang memenangkan pemilu. Setiap
pejabat atau menteri baru selalu menerapkan kebijakan yang berbedadari
pendahulunya yang berasal dari partai politik yang berbeda. pengangkatan dan
penempatan pegawai tidakberdasarkan merit system, tetapi lebih pada pertimbangan
loyalitas politik terhadap partainya.

BIROKRASI MASA ORDE BARU

 Birokrasi pada masa Orde Baru menciptakan strategi poitik korparatisme


negarayang bertujuan untuk mendukung penetarsinya kedalam masyarakat,
sekaligusdalam rangka mengontrol publik secara penuh.Strategi politik
birokrasi tersebut merupakan strategi dalam mengatur systemperwakilan
kepentingan melalui jaringan fungsional non ideologis, dimana sistemtersebut
memberikan berbagai lisensi pada kelompok fungsionai dalammasyarakat,
seperti monopoli atau perizinan, yang bertujuan untuk meniadakankonflik
antar kelas atau antar kelompok kepentingan dalam masyarakat yangmemiliki
konsekuensi terhadap hilangnya pluralitas social, politik maupun
budayaPemerintahan Orde Baru mulai menggunakan birokrasi sebagai
premium mobilebagi program pembangunannasional.
 Reformasi birokrasi yang dilakukan diarahkan pada:
Memindahkan wewenang administratif kepada eselon atas dalam hierarki
birokrasiUntuk membuat agar birokrasi responsif terhadap kehendak
kepemimpinan pusat
Untuk memperluas wewenang pemerintah baru dalam rangka
mengkonsolidasikanpengendalian atas daerah-daerah

BIROKRASI ZAMAN REFORMASI

Publik mengharapkan bahwa dengan terjadinya Reformasi, akan diikuti pula dengan
perubahanbesar pada desain kehidupar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,
namun harapanterbentuknya kinerja birokrasi yang bercrientasi pada pelanggan
sebagaimana birokrasi di Negara -Negara maju tampaknyamasih sulit untuk
diwujudkan

Kecenderungan birokrasi untuk bermain politik pada masa reformasi, tampaknya


belumsepenuhnya dapat dihilangkan dai kultur brokrasi di Indonesia (contoh Bulog
Gate)

Birokrasi yang seharusnya bersifat apalitis, dalam kenyataan nyamasihs aja dijadikan
alat politikyang efektif bagi kepentingan- kepentingan golongan atau partai politik
tertentuTerdapat pula kecenderungan darie parat yang kebetulan memperoleh
keducukar atau jabata

strategis dalam birokrasi, terdorong untuk bermain dalam kekuasaan dengan


melakukan incak

KKN.Mentalitas dan budaya kekuasaan ternyata masih melingkupi sebagian besar


aparat birokrasi padamasa reformasi.Kultur kekuasaan yang telah terbentuk semenjak
masa birokrasi kerajaan dankolonial ternyata masih sulituntuk dilepaskan dai perilaku
aparat atau pejabat birokrasi.

Dapat dikemukakan bahwa realitas sosial, politik dan ekonomi yang dihadap oleh
Negara – Negarayang sedang berkembang sering kali berbeda dengan realitas sosial
yang ditemukan padamasyarakat di negara maju.

SEJARAH BIROKRASI INDONESIAMASA KERAJAAN

 MASA KERAJAAN
Kerajaan maritim dan agraris
Agraris dominan (pemusatan sumber ekonomi, kehormatan pada raja
dandidistribusikan pada para birokrat
 MASA PENJAJAHAN
Pada jaman belanda struktur & sistem birokrasi kerajaan tidak dirubahselama
menguntungkan, berbeda dengan abdi dalem, priyayi(birokratbelanda) yg
diangkat belanda dan mengadopsi gaya belanda tapiGayafeodal kemasyarakat.
Timbul ketidaksenangan para nasionalis padapara priyayi (birokratbelanda)
 MASA KEMERDEKAAN
Transformasi gaya-gaya kerajaan dan kolonial masih melekatPosisi dan status
masih berkaitan dengan hirarki, abdi negara, sentralistisdan ritualitas
 Perbedaannya birokrat tdk berada pada kelas istimewa karena terlalubanyak
dan penurunan kemakmuran serta terus menerus mengalami krisiskepercayaan
masyarakat.

BIROKRASI PEMERINTAH DAERAH

Ciri birokrasi pemerintahan daerah yang kurang kondusif bagi kemajuandaerah yaitu

 Umumnya jumlah pegawai terlampau berlebihan (over satffed ),


sehinggamenimbulkan pengangguran terselubung
 Kurang profesional, karena organisasinya tidak memberikan iklim
yangmemungkinkan berkembangnya profesionalisme
 Kurang memiliki daya inisiatií, cenderung menunggu petunjuk dari atasan.
 Menggunakan manajemen pemerintahan yang sudah usang.
 Selalu mengalami keterbatasan angearan, karena kesalaharnmenggunakan
konsep berpemerintahan.
 Kurang memiliki visi dan misi yang jelas,
 Karena terkungkung oleh paradigma keseragaman.
 Kurang peka terhadap tuntutan kebutuhan masyarakat.
 Kegiatannya lebih terfokus kedalam tubuh birokrasi itu sendiri,sedangkan
masyarakat lebih banyak dijadikan komoditi politik.

BIROKRASI MAX WEBER

Max Weber, sosiolog Jerman abad 19 ini,mengemukakan tentang konsepsi tipe


idealorganisasi pemerintah yang rasional danprofesional. Pemikiran Weber
didorongkeinginannya menciptakan organisasi modernyang bisa digunakan
pemerintah menjalankanmodernisasi dan pembangunan. Webermengenal tiga otoritas
(1) otoritas tradisional;(2) otoritas kharismatik; (3) otoritas legal-rasional (birokrasi).

Sebelum itu, tahun 1970, Martin Albrowmempopulerkan istilah "birokrasi" sebagai


nama lainorganisasi pemerintah, Selanjutnya para pakar(misalkan Fred Kramer, dll,
mengaitkan ataumenamakan konsepsi tipe ideal organisasipemerintah yang rasional
dan profesional ala webersebagai birokrasi pemerintahan

Individu pejabat secara personal bebas, akantetapi dibatasi oleh jabatannya manakala
iamenjalankan tugas-tugas atau kepentinganindividu dalamjabatannya. Pejabat tidak
bebasmenggunakan jabatannya untuk keperluandan kepentingan pribadinya
termasukkeluarganya. Jabatan-jabatan itu disusundalam tingkatan hirarki dari atas
kebawah dankesamping.

Konsekuensinya ada jabatan atasan danbawahan. Ada yang menyandang


kekuasaanlebih besar dan ada yang lebih kecil.Tugas dan fungsi masing-masing
jabatandalam hirarki itu secara spesifik berbeda satudengan lainnya

Setiap pejabat mempunyai kontrakjabatanyang harus dijalankan. Uraian tugas


masing-masing pejabat merupakan domain yangmenjadi wewenang dan
tanggungjawab yangharus dijalankan sesuai kontrak.

KONSEPSI BIROKRASI RASIONAL MAX WEBER

 Setiap pejabat diseleksi atas dasar kualifikasiprofesionalitasnya, idealnya


melalui ujiankompetititf.
 Setiap pejabat mempunyai gaji termasuk hakuntuk menerima pensiun sesuai
dengantingkatan hirarki jabatan yang disandangnya.
 Setiap pejabat bisa memutuskan untuk keluardari pekerjaannya dan
jabatannya sesuaidengan keinginannya dan kontraknya bisadiakhiri dalam
keadaantertentu.
 Terdapat struktur pengembangan karir yangjelas dengan promosi berdasarkan
senioritasdan penilaian obyekif (merit system).
 Setiap pejabat tidak dibenarkan menjalankanjabatannya dan sumber daya
instansinyauntuk kepentingan pribadi dan keluarga.
 Setiap pejabat berada dibawah pengendaliandan pengawasan suatu sistem
yang dijalankanSecaradisiplin.
 Jabatan-jabatan itu disususn dalam tingkatanhirarki dari atas ke bawah dan
kesamping
 Tugas dan fungsi masing-masing jabatandalam hirarki itu secara spesifik
berbeda satusama lain
 Setiap pejabat mempunyai kontrak jabatannya
 Setiap pejabat berada dalam pengendaliandan pengawasan suatu sistem

PANDANGAN TERHADAP BIROKRASI WEBERIAN

 Warren Bennis
Birokrasi hirarki piramida pada masa depanakan diganti dengan sistem sosial
baru sesuaiharapan masyarakat.
 Lawrence danLorch
Birokrasi yang bersifat rutin dan stabil, belumtentu cocok untuk lingkungan
yang kompleks.Oleh karena itu, jika ingin survive birokrasiharus
menyesuaikan diri denganperkembangan atau perubahan lingkungan.
 David Bheetham
Birokrasi Weber memiliki ciri-ciri pokok (1)instrumen teknis; (2) kekuatan
independen; ()dapat keluar dari fungsinya yang tepat karenaanggotanya
cenderung dari klas sosial partikular(parpol, misalnya).
 Heckscher dan Donellon
Bentuk organisasi masa depan adalah "postbureaucratic organization" yang
tidak samadengan birokrasi weberian. Powering (kekuasaan)bukan satu-
satunya cara mengendalikanbirokrasi,melainkan perlu
empowering(pemberdayaan).
 MiftahThoha
Birokrasi weberian diistilahkan sebagaiofficialdom atau kerajaan pejabat-
memilikidua pemahaman yaitu birokrasi yang rasional(netral) danbirokrasi
yang sarat dengankekuasaan (potensipolitis).Birokrasi yang netral bisa dilihat
pada poin (1),birokrasi politis dapat dilihat pada poin (2) dan (3).

KARAKTERISTIK BIROKRASI MENURUTMAX WEBER

 Kerja yang ketat pada peraturan (rule)


 Tugas yang khusus (spesialisasi)
 Kaku dan sederhana (zakelijk)
 Penyelenggaraan yang resmi (formal)
 Pengaturan dari atas ke bawah (heirarchi)
 Berdasarkan logika (rational)
 Tersentralistis (otorithy)
 Taat dan patuh (obedience)
 Disiplin (dicipline)
 Terstruktur (sistematic)
 Tanpa pandang bulu (impersonal).

prinsip pokok yang harus dipahami oleh aparatbirokrasi publik dalam aspek internal
organisasi

 Prinsip Aksestabilitas, dimana setiap jenis pelayanan harusdapat dijangkau 7


secara mudah oleh setiap penggunapelayanan(misal: masalah tempat, jarak
dan prosedurpelayanan)
 Prinsip Kontinuitas, yaitu bahwa setiap jenis pelayanan harussecara terus
menerus tersedia bagi masyarakat dengankepastian dan kejelasan ketentuan
yang berlaku bagi prosespelayanan tersebut
 Prinsip Teknikalitas, yaitu bahwa setiap jenis pelayanan prosespelayanannya
harus ditangani oleh aparat yang benar-benarmemahami secara teknis
pelayanan tersebut berdasarkankejelasan, ketepatan dan kemantapan sistem,
prosedur daninstrumen pelayanan.
 Prinsip Profitabilitas, yaitu bahwa proses pelayananpada akhirnya harus dapat
dilaksanakan secaraefektif dan efisien serta memberikan keuntunganekonomis
dan sosial baik bagi pemerintah maupunbagi masyarakat luas.
 Prinsip Akuntabilitas, yaitu bahwa proses, produkdan mutu pelayanan yang
telah diberikan harusdapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakatkarena
aparat pemerintah itu pada hakikatnyamempunyai tugas memberikan
pelayanan yangsebaik-baiknya kepada masyarakat.

TIPE IDEAL BIROKRASI MENURUTMAX WEBER

 Para anggota staf secara pribadi bebas, hanya menjalankan tugas-tugas


impersonal mereka;
 Ada hirarki jabatan yang jelas;
 Fungsi-fungsi jabatan ditentukan secara tegas
 Para pejabat diangkat berdasarkan suatu kontrak;
 Mereka dipilih berdasarkan kualifikasiprofesional, idealnya didasarkansuatu
(ijazah) yang diperoleh melalui suatu ujian
 Mereka memiliki gaji dan biasanya juga ada hak-hak pensiun. Gajiberjenjang
menurut kedudukandalam hirarki. Pejabat dapat selalumenempatiposnya, dan
dalam keadaan-keadaan tertentu ia jugadapatdiberhentikan;
 Pos jabatan adalah lapangan kerjanya sendiri atau lapangan kerjapokoknya
 Terdapat suatu struktur karir, dan promosi dimungkinkan
berdasarkansenioritas maupun keahlian (merit) dan menurut pertimbangan
keunggulan (superioritas)
 Jabatan mungkin tidak sesuai baik dengan posnya maupun dengansumber-
sumber yang tersedia di pos tersebut;
 la tunduk pada sistem disipliner dan kontrol yang seragam

BIROKRASI DAVID OSBORNE

 Katalis (mengarahkan ketimbang mengayuh)


 Memberi wewenang ketimbang melayani.
 Pemerintahan yang kompetitif.
 Digerakan oleh misi bukan aturan.
 Berorientasi hasil bukan masukan.
 Melayani pelanggan, bukan dilayani atau melayanidiri sendiri.
 Menghasilkan ketimbang membelanjakan.
 Antisipatif (mencegah daripada mengobati)
 Desentrasi ketimbang sentralisasi
 Pemerintah beroreintasi pasar

BIROKRASI HEGELIAN danMARXIS

 Birokrasi adalah jembatan penghubung antaranegara(pemerintah) dengan


masyarakatnya (Hegel).
 Di dasari teori perjuangan kelas, krisis kapitalisme, danpengembangan
komunisme, Karl Marx berpendapat tentangbirokrasi sbb: Birokrasi adalah
negara atau pemerintah itusendiri. Birokrasi merupakan instrumen yang
digunakan olehkelas yang dominan untuk melaksanakan
kekuasaarndominasinya atas klas sosial lainnnya. Dalam masyarakatkomunis
kelak (tiada kelas sosial, semua sama), birokrasimenjadi tiada arti karena
fungsi birokrasi dijalankan olehsemua anggota masyarakat.
 Birokrasi Hegelian termasuk dalam kategoribirokrasi netral.
 Birokrasi Marxis termasuk dalam kategoribirokrasi politik atautidaknetral.

KATEGORI BIROKRASI

Berdasarkan perbedaan tugas pokok atau misi yang mendasari suatu organisasi
birokrasi

 Kesatu, Birokrasi Pemerintahan Umum, yaitu rangkaian


organisasipemerintahan yang menjalankan tugas-tugas pemerintahanumum
termasuk memeliharaketertiban dan keamanan, dari tingkat pusat sampai di
daerah(propinsi, kabupaten, kecamatan, dandesa). Tugas-tugas tersebutlebih
bersifat mengatur.
 Kedua, Birokrasi Pembangunan, yaitu organisasi
pemerintahanyangmenjalankan salah satu bidang atau sektor yang khususguna
mencapai tujuanpembangunan,seperti pertanian, kesehatanpendidikan,
industri
 Ketiga, Birokrasi Pelayanan, yaitu unitorganisasi yang pada hakikatnya
merupakanbagian yang langsung berhubungan denganmasyarakat.

Yang termasukdalam kategori ini, antara lain:RumahSakit, Sekolah (SD,SLTA),


Koperasi, BankRakyat Desa, Transmigrasi, dan berbagai unitorganisasi lainnya yang
memberikanpelayananlangsungkepada masyarakat atas nama pemerintah.
Fungsiutamanya adalah "service".

Model - Model Reformasi Birokrasi

Tantangan nyata bagi keberhasilan reformasi birokrasipenyelenggaraan pemerintahan


adalah berfungsinya peranpenyelenggaraan Negara untuk menciptakan
kehidupanbersama warga bangsa dalam mencapai kesejahteraan dankeadilan bagi
masyarakat. Telebih dengan berjalannyaotonomi daerah yang diiringi tumbuhnya
kesadaran wargamasyarakat di daerah untuk semakin kritis menyebabkansemankin
kuat pula tuntutan public ataskeberhasilan governance reform di daerah.

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN ORGANISASI DI INDONESIA

 penetapan standar efisiensi yang dapat dilaksanakan secara.


 terlalu menekankan aspek-aspek rasionalitas, impersonalitasfungsionaldan
hirarki
 kecenderungan birokrat untuk menyelewengkan tujuan-tujuan organisasi
 kurangnya pengawasan terhadap kinerja birokrasi
 sistem penggajian yang kurang

Tiga macam pengertian birokrasi yangberkembang saat ini

 Birokrasi diartikan sebagai aparat yang diangkat penguasauntuk


menjalankanpemerintahan (government by bureaus).
 Birokrasi diartikan sebagai sifat atau perilaku pemerintahanyang buruk
(patologi)
 Birokrasi sebagai tipe ideal organisasi.
Pengertian birokrasi (pemerintahan) adalah suatu organisasipemerintahan
yang terdiri dari sub-sub struktur yang memilikihubungan satu dengan yang
lain, yang memiliki fungsi, peran,dan kewenangan dalam melaksanakan
pemerintahan, dalamrangka mencapai suatu visi, misi, tujuan, dan program
yangtelah ditetapkan.

Fungsi dan Peran Birokrasi

 melaksanakan pelayanan publik;


 pelaksana pembangunan yang profesional (meritsystem);
 perencana, pelaksanan, dan pengawas kebijakan(manajemen pemerintahan);
 alat pemerintah untuk melayani kepentingan (abdi)masyarakat dan negara
yangnetral dan bukanmerupakan bagian dari kekuatan atau mesin
politik(netralitas birokrasi).

Tujuan Birokrasi

 Sejalan dengan tujuan pemerintahan


 Melaksanakan kegiatan dan program demitercapainya visi dan misi
pemerintah dannegara
 Melayani masyarakat dan melaksanakanpembangunan dengan netral dan
professional
 Menjalankan mamajemen pemerintahan,mulai dari perencanaan,
pengawasan,evaluasi, koordinasi, sinkronisasi, represif,prefentif, antisipatif,
resolusi,

Perspektif Birokrasi

 Teori Negara
Terdiri dari unsure konstitutif dan unsure deklaratif. Unsurkonstitutif adalah
unsure Negara yang terdiri dari wilayah,pemerintahan, dan rakyat. Sedangkan
unsure deklaratifadalah unsure Negara yang terdiri dari pengakuan de
factodan de jure.
 Teori Kebutuhan ekonomiUsaha manusia memenuhi kebutuhan yang
diperlukanbirokrasi yang berfungsi untuk melayani kebutuhanmasyarakat
tersebut.
 Teori Organisasi dan Kelas
Tujuan dalam organisasi dapat dicapai apabila ada instrumenbirokrasi yang
baik.

Tipologi Birokrasi

 Berdasarkan perspektif Otoriter


1. Birokrasi Tradisional
Sumber legitimasinya adalah waktu, artinya orangyang berkuasa adalah
orang-orang yang lebih lama didalam birokrasi tersebut.
2. Birokrasi Kharismatik
sumber legitimasinya adalah kepribadian yang luarbiasa bagi seorang
pemimpin yang dilihat secarapersonal.
3. Birokrasi Legal-Rasional
Sumber legitimasinya adalah aturan-aturan yangdibuat untuk mencapai
tujuan tertentu.
 Berdasarkan Perspektif Keterbukaan
1. Birokrasi Terbuka
Aksesibilitas masyarakat dapat masumasyarakat dapat ikut serta dalam
proses pembuatankebijakan dan masyarakat juga dapat
menyampaikanaspirasinya ke birokrasi langsung
2. Birokrasi Tertutup
Berdasarkan kepentingan dan peraturan yang berada dalambirokrasi
tersebut, kebijakan yang diputuskan hanya dilakukandalam birokrasi dan
berjalan hanya berdasarkan aturan-aturan yang didalamnya.
3. Birokrasi Campuran
Birokrasi yang mendapatkan aspirasi dari masyarakat tapitidak bisa masuk
secara langsung ke dalam birokrasi untukmenentukan kebijakan.

FUNGSI BIROKRASI DALAM SUATU PEMERINTAHAN MODERN

 Administrasi
Fungsi administrasi pemerintahan modern meliputi administrasi,
pelayanan,pengaturan, perizinan, dan pengumpul informasi. dimaksudkan
bahwa fungsibirokrasi adalah mengimplementasikan undang-undang yang
telah disusun olehlegislatif serta penafsiran atas UU tersebut oleh eksekutif.
Dengan demikian,administrasi berarti pelaksanaan kebijaksanaan umum suatu
negara gunamencapai tujuan negara secara keseluruhan.
 Pelayanan
Birokrasi sesungguhnya diarahkan untuk melayani masyarakat atau
kelompok-kelompok khusus. Badan metereologi dan Geofisika (BMG) di
Indonesiamerupakan contoh yang bagus untuk hal ini, di mana badan tersebut
ditujukandemi melayani kepentingan masyarakat yang akan melakukan
perjalanan ataumengungsikan diri dari kemungkinan bencana alam. Untuk
batas-batas tertentu,beberapa korporasi negara seperti PJKA atau Jawatan
POS dan Telekomunikasi jugamenjalankan fungsi public service.
 Pengaturan (regulation)
Fungsi pengaturan dirancang demi mengamankan kesejahteraanmasyarakat.
birokrasi biasanya dihadapkan anatara dua pilihan:Kepentingan individu
versus kepentingan masyarakat banyak.
 Pengumpul Informasi (Information Gathering)Informasi dibutuhkan
berdasarkan dua tujuan pokok: Apakah suatukebijaksanaan mengalami
sejumlah pelanggaran atau keperluan membuatkebijakan-kebijakan baru yang
akan disusun oleh pemerintah berdasarkansituasi faktual.
birokrasi, oleh sebab itu menjadi ujung tombak pelaksanaankebijaksanaan
negara tentu menyediakan data-data sehubungan dengandua hal tersebut.
Misalnya, pemungutan uang yang tidak semestinya(pungli) ketika masyarakat
membuat SIM atau STNK tentunya mengalamipembengkakan. Pungli
tersebut merupakan pelanggaran atas idealismeadministrasi negara, oleh sebab
itu harus ditindak. Dengan ditemukannyabukti pungli, pemerintah akan
membuat prosedur baru untuk pembuatanSIM dan STNK agar tidak memberi
ruang bagi kesempatan melakukanpungli.