Anda di halaman 1dari 121

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi
tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi sekolah dan
potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun
oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan sekolah
dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum SMK Negeri 6
Sarolangun jenjang pendidikan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan
mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan Kurikulum SMK Negeri 6
Sarolangun juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU
20/2003, PP 19/2005 dan Spectrum Keahlian 2010 dan diperbaharui dalam
permendikbud no: 7013/D/KP/2013 tentang spectrum keahlian pendidikan menengah
kejuruan.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam
mengacu pada Implementasi kurikulum 2013 dan standar nasional pendidikan untuk
menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas
standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana,
pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional
pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Panduan pengembangan Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi
kesempatan kepada peserta didik:
(a) Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
(b) Belajar untuk memahami dan menghayati;
(c) Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif;
(d) Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan;
(e) Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang
aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Sebagai sekolah kejuruan yang berlokasi di pinggir kota dengan komunitas siswa
yang masih homogen, tetapi SMK Negeri 6 Sarolangun memiliki potensi besar untuk
dapat berkembangkan. Disekitar sekolah terdapat sekolah penyangga yakni SMP dan MTs
negeri. Lokasi sekolah yang cukup strategis juga merupakan potensi yang bisa
diandalkan. Dengan membuka program keahlian yang memiliki pangsa pasar tenaga
kerja yang cukup baik dan diminati para siswa SMP, maka potensi sekolah untuk dapat
berkembang sangat besar.
Potensi dan karakteristik satuan pendidikan, dalam KTSP 2013 standar isi sudah
ditentukan dan dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan, kompetensi inti dan
kompetensi dasar tiap mata pelajaran, dan mata pelajaran, dan ini merupakan standar
kompetensi nasional minimal.
1 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
Kurikulum mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu
kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah yang meliputi dan terintegrasi
dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah, hal ini berarti sekolah atau
daerah dapat menentukan sendiri. Adapun beberapa karakteristik utama dari
pengembangan kurikulum oleh satuan pendidikan yaitu;
1. Menekankan partisipasi seluruh guru atau perwakilan guru secara profesional
2. Pengembangan seluruh komponen dan kegiatan kurikulum
3. Guru dan kepala sekolah perlu terus meningkatkan kemampuannya
4. Harus selektif, adaptif dan kreatif
5. Merupakan proses berkelanjutan dan dinamis
6. Berfokus pada kebutuhan dan perkembangan peserta didik
7. Memperhatikan kondisi dan perkembangan sosial budaya masyarakat
8. Memperhatikan kondisi dan kebutuhan faktor-faktor pendukung pelaksanaan

Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan.


Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan
pendidikan. Menurut Sukmadinata (2010 : 4). Bahwa adanya rancangan atau kurikulum
formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. Dengan kata lain,
kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah, hal ini berarti bahwa
kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran.
Pengembangan KTSP dalam merealisasikan tujuan pelaksanaan kurikulum 2013
sesungguhnya merupakan bagian dari strategi penjaminan pencapaian tujuan pendiikan
nasional yang mengacu pada pemenuhan 8 (delapan) Standar Naslonal Pendidikan
(SNP). Poros dari kedelapan standar adalah mewujudkan keunggulan mutu lulusan.
Kondisi Ideal yang diharapkan tercapai SMK Negeri 6 Sarolangun adalah
terpenuhinya 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP), sehingga penyelenggaraan
pendidikan yang bermutu dan hasil pendidikan yang bermutu pula dapat tercapai.
Namun demikian, kondisi nyata saat ini SMK Negeri 6 Sarolangun masih harus
terus berbenah dan mengupayakan pemenuhan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan
(SNP). Secara rinci kondisi nyata saat ini pada SMK Negeri 6 Sarolangun adalah
sebagaimana tertuang dalam lampiran 07.
Potensi dan Karakteristik SMK Negeri 6 Sarolangun adalah sebagai berikut:
1. Sekolah terletak dipinggir tepatnya di Jambi Kota Seberang, minat dari masyarakat
untuk sekolah di SMK Negeri 6 Sarolangun masih kurang, rata-rata siswanya berasal
dari Kabupaten Muaro Jambi. Sehingga perlu sosialisasi lebih, untuk meningkatkan
animo masyarakat .
2. Program keahlian di SMK Negeri 6 Sarolangun sudah ada di SMK lain di , namun
Paket Keahlian masih sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri,
sehingga peluang tamatan SMK Negeri 6 Sarolangun untuk bekerja dunia usaha
masih tinggi.
3. Sekolah memiliki kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri di dalam
sebagai mitra dalam Praktek Kerja Industri (Prakerin) dan pemasaran tamatan
sebagai tenaga kerja tingkat pelaksana.
4. Sekolah memiliki Alfamart Class, siswanya diseleksi, dilatih langsung oleh alfamart
dan tamatannya dapat langsung bekerja di Alfamart.

2 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


5. Sekolah memiliki kegiatan kewirausahaan melalui Unit Produksi Sekolah diantaranya
Mini Market Alfamart sebagai bentuk penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan
bagi seluruh warga sekolah.
6. Sekolah ditunjuk sebagai sekolah aliansi dari SMK Negeri 6 Sarolangun , dengan
demikian penyusunan program pengembangan sekolah, kurikulum bekerjasama
dengan SMK Negeri 6 Sarolangun dengan bimbingan Direktorat Pembinaan SMK
Jakarta.
7. SMK Negeri 6 Sarolangun memiliki 2 (dua) program keahlian yakni Multimedia,
akuntansi, dengan jumlah rombel belajar 6 terdiri dari: akuntansi 3 rombel,
multimedia 3 rombel.
8. Siswa SMK Negeri 6 Sarolangun merupakan siswa yang mempunyai latar belakang
ekonomi kurang mampu dan mempunyai minat belajar rata-rata rendah terhadap
SMK Negeri 6 Sarolangun dengan input kemampuan akademis yang rata-rata relatif
rendah.
Kondisi Ideal yang diharapkan tercapai SMK Negeri 6 Sarolangun adalah
terpenuhinya 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP), sehingga penyelenggaraan
pendidikan yang bermutu dan hasil pendidikan yang bermutu pula dapat tercapai. Namun
demikian, kondisi nyata saat ini SMK Negeri 6 Sarolangun masih harus terus berbenah
dan mengupayakan pemenuhan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP). Secara
rinci kondisi nyata saat ini pada SMK Negeri 6 Sarolangun (terlampir pada lampiran :
Analisis Konteks).

B. LANDASAN
1. Landasan Filosofis
1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa
kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan KTSP SMK/MAK dikembangkan
berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun
kehidupan masa kini dan untuk membangun dasar-dasar kehidupan bangsa yang
lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan
selalu menjadi tujuan dasarKTSP SMK/MAK . Hal ini mengandung makna bahwa KTSP
SMK/MAK adalah rancangan program pembelajaran PMK untuk mempersiapkan
kehidupan generasi muda sebagai human capitalbangsa. Dengan demikian, tugas
mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tenaga kerja menengah yang handal
merupakan tugas utama SMK/MAK. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan
masa depan peserta didik, KTSP SMK/MAK mengembangkan pengalaman belajar
yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai berbagai
kompetensi. Kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan pada SMK/MAK diprogramkan
untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja (labour market), hal ini sejalan
dengan pandangan filsafat esensialisme. Disisi lain dalam pandangan filosofi
pragmatisme PMK diselenggarakan untuk maksud memenuhi seluruh kebutuhan
individu peserta didik dalam mempersiapkan diri menjalani dan memecahkan
permasalahan-permasalahan kehidupan sehari-hari di masyarakat dan keluarga.
2. KTSPSMK/MAK disusun untuk membangun budaya tekno-sain-sosio-kultural yaitu
suatu budaya masyarakat yang secara sosial baik di sekolah,dunia kerja, keluarga,
maupun di masyarakatsecara sinergi tumbuh budaya pemecahan masalah secara
terencana, terprogram, produktif, terdesain dan dijelaskan atau diberi eksplanasi
melalui proses inkuiri dan diskoveri. Budaya teknologi melakukan rekayasa
3 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
pemecahan masalah kehidupan dan masalah pekerjaan melalui pengembangan disain
dan temuan-temuan baru. KTSP SMK/MAK mengembangkan kemampuan peserta
didik sebagai pewaris budaya bangsa dan peduli terhadap permasalahan dunia kerja,
masyarakat dan bangsa masa kini dan masa depan.
3. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Peserta didik SMK/MAK
belajar membangun pengalaman diri dalam memecahkan permasalahan-
permasalahan secara kreatif. Untukitu peserta didik SMK/MAK perlu memiliki
pengalaman belajar berpikir kreatif, bekerja kreatif sendiri-sendiri maupun dengan
orang lain, dan menerapkan inovasi-inovasi dalam setiap pemecahan masalah kerja
dan kehidupan. Menurut pandangan filosofi ini, proses pendidikan kejuruan adalah
suatu proses pemberian dan fasilitasipengalaman dan kesempatan kepada peserta
didik untuk melakukan proses mind on, hands on, dan heart onsecara seimbang
melalui penguatan kemampuan milihat, mendengar, membaca, bertindak secara
matang dan cermat. KTSP SMK/MAK mengunggulkan budaya tekno-sain-sosio-
kulturaldalam memecahkan masalah-masalah kerja dan sosial dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
4. Pendidikan menengah kejuruan membutuhkan penumbuhan atitude pokok (core
attitudes) yaitu disiplin diri (self-discipline), keterbukaan terhadap pengalaman diri
dan orang lain (openness to experience), kemampuan pengambilan resiko (risk-
taking), toleran terhadap dualisme (tolerance for ambiguity), dan kepercayaan
kelompok (group trust).
5. Pendidikan menengah kejuruan mengembangkan kecerdasan emosional-spiritual,
sosial-ekologis, intelektual, kinestetis, ekonomika, teknologi, seni-budaya, dan
kecerdasan belajar sebagai pusat pengembangan kecerdasan (Sudira, 2015). Filosofi
ini menentukan bahwa isi KTSP SMK/MAK mencakup kecerdasan ganda dan bersifat
kontekstual. Filosofi ini mensyaratkan KTSP SMK/MAK memberi pengalaman belajar
yang utuh dan menyeluruh dalam mengembangkan kecerdasan peserta didik.
6. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik
dari masa lalu dengan berbagai kemampuan belajar yang cerdas dalam
menumbuhkan kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial,
kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa
yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism).

Merujuk enam filosofi tersebut,maka KTSP SMK/MAK dikembangkan dengan


maksud untuk mengembangkan seluruh potensi kecerdasan peserta didik agar kompeten
dalam memecahkan masalah-masalahkerja, masalah-masalahsosial di masyarakat secara
kreatif, memiliki kemampuan berpikir kreatif, bekerja kreatif dengan orang lain dan
mampu menerapkan inovasi serta dilandasi disiplin diri yang tinggi, keterbukaan terhadap
pengalaman diri dan orang lain (openness to experience), kemampuan pengambilan
resiko (risk-taking), dan toleran terhadap dualisme untuk membangun kehidupan
masyarakat demokratis yang lebih baik.

2. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar”
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based
curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional
sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses,
standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana
4 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk
bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.
Kurikulum Teaching Factory dan Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang
dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa
kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar
langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik,
dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta
didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik
menjadi hasil kurikulum.

3. Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan
Peraturan lain yang termuat pada landasan/dasar hukum diatas.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun 2014 tentang
Muatan Lokal Kurikulum 2013;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2014 tentang
Kurikulum 2013 SMK/Madrasah Aliayah Kejuruan;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2016 tentang Standar Penilaian;
10. Perdirjen Dikdasmen No.06/D.D5/KK/2018 Tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK;
11. Perdirjen Dikdasmen No.06/D.D5/KK/2018 Tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK;
12. Perdijen Dikdasmen No. 464/D.D5/Kr/2018 Tentang KI KD Mata Pelajaran Muatan
Nasional(A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar BidangKeahlian(C1), Dasar Program
Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3);
13. Permendikbud No.34 Tahun 2018 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
SMK/MAK ;
14. Permendikbud No.37 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Permindikbud No.24
Tahun 2016 Tentang KI-KD;
15. Panduan Penilaian Hasil Belajar dan Pengembangan KarakterPda SMK; Diktorat PSMK
Tahun2018;
16. Pedoman PKL (Praktik Kerja Lapangan) Peserta Didik SMK – Direktorat PSMK Tahun
2018;
17. Peraturan Daerah yang Relevan;

5 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


C. TUJUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TEACHING FACTORY
Pedoman Penyusunan KTSP SMK/MAK disusun dengan maksud dapat
digunakan sebagai panduan bagi SMK/MAK dalam menyusun kurikulum implementatif
secara lebih baik, terstruktur, efektif, dan efisien. Tujuan penyusunan KTSP SMK
antara lain untuk:
1. Merevitalisasi SMK/MAK sebagai lembagapendidikan untuk penyiapan tenaga kerja
tingkat menengah;
2. Meningkatkan komitmen SMK/MAK, guru, komite sekolah, dunia kerja, dan Dinas
Pendidikan Provinsi dalam peningkatan kualitas layanan, output, dan outcome
pendidikan kejuruan di SMK/MAK.
3. Meningkatnya kapasitas kepala sekolah, ketua kompetensi keahlian dan para guru
dalam mengembangkan kurikulum implementatif yang sesuai dengan kebutuhaan
sekolah dan stake holder.
4. Menyisinkronkan kompetensi-kompetensi yang tertuang dalam standar isi ke
dalam silabus dan menstrukturkan menjadi program pembelajaran kejuruan 3 dan
4 tahun.
5. Dihasilkannya KTSP SMK/MAK implementatif di SMK/MAK sebagai program
pembelajaran yang terdokumentasi dengan baik yang berisi antara lain visi, misi,
tujuan, strategi pencapaian visi-misi, profil lulusan, SKL, struktur kurikulum,
silabus, RPP.
6. Digunakannya KTSP SMK/MAK secara konsisten sebagai acuan program
pembelajaraan oleh semua guru.
7. Dihasilkannya lulusan PMK dengan kualifikasi jenjang 2 KKNI untuk kompetensi
keahlian SMK/MAK program pendidikan 3(tiga) tahundan jenjang kualifikasi 3 KKNI
untuk kompetensi keahlian SMK/MAK program pendidikan 4 (empat)tahun.

6 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


BAB II
TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

A. TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013, Untuk penjaminan dan
pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan
evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Selanjutnya sesuai dengan Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 tentang
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah Meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan Kompetensi Keahlian.
Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun
2003, tujuan khusus pendidikan mengengah kejuruan adalah: (a) menyiapkan peserta
didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan
pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi
dalam program keahlian yang dipilihnya; (b) menyiapkan peserta didik agar mampu
memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dilingkungan kerja dan
mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya; (c)
membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu
mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang
pendidikan yang lebih tinggi; dan (d) membekali peserta didik dengan kompetensi-
kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

B. VISI SMK NEGERI 6 SAROLANGUN


Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang Memiliki Daya Saing Tinggi, Berkarakter
dan Menguasai IPTEK serta Peduli terhadap Lingkungan.
C. MISI SMK NEGERI 6 SAROLANGUN
1. Membekali siswa memiliki kompetensi keahlian dalam menyiapkan tenaga kerja
menengah yang professional.
2. Membimbing siswa menjadi manusia memiliki karakter.
3. Membekali siswa berjiwa entrepreneurship sehingga dapat menjadi insan
mandiri.
4. Mengembangkan Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
5. Mengembangkan jiwa seni dan budaya bagi warga sekolah.
6. Menanamkan rasa peduli lingkungan.

D. TUJUAN SMK NEGERI 6 SAROLANGUN


1. Menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensi dan tenaga kerja menengah
yang professional.
2. Menghasilkan tamatan yang memiliki karakter.
3. Menghasilkan tamatan yang memiliki jiwa entrepreneurship.

7 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4. Menghasilkan tamatan yang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi.
5. Menghasilkan tamatan yang memiliki jiwa seni dan budaya.
6. Menjadikan tamatan yang peduli lingkungan.

E. TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA


Secara khusus tujuan kompetensi keahlian MULTIMEDIA SMK Negeri 6 Sarolangun
adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar
kompeten:
1. Mempersiapkan peserta didik menjadi manusia islami yang produktif, mampu
bekerja mandiri dan dapat diserap oleh DU/DI sebagai tenaga kerja tingkat
menengah sesuai dengan kompotensi yang dimilikinya.
2. Memberikan pembekalan agar mampu berkarir, ulet dan giat dalam berkompetensi,
mampu beradaptasi dilingkungan kerja dan dapat mengembangkan sikap
propesional sesuai kompetensi yang dimilikinya.
3. Membekali peserta didik dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan wawasan
entreuprener agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara
mandiri maupun melanjutkan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.
4. Membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar
kompeten di bidang :
5. Membentuk siswa kompeten dalam Animasi 2D dan 3D
6. Membentuk siswa kompeten dalam Editing Audio dan Video
7. Membentuk siswa kompeten dalam Desain Grafis Percetakan
8. Membentuk siswa kompeten dalam menjalankan salah satu program komputer
MULTIMEDIA.

F. PROFIL LULUSAN
Profil lulusan PMK merupakanlulusan yang memenuhi kriteria mengenai kualifikasi
kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja, sebagai berikut.
1. Beriman, bertakwa, dan berbudi-pekerti luhur;
2. Memiliki sikap mental yang kuat untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan;
3. Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta memiliki keterampilan
sesuai dengan kebutuhan pembangunan;
4. Memiliki kemampuan produktif sesuai dengan bidang keahliannya baik untuk
bekerja pada pihak lain atau berwirausaha, dan
5. Berkontribusi dalam pengembangan industri Indonesia yang kompetitif
menghadapi pasar global.
6. Siswa praktek kerja lapangan di DU/DI yang sesuai dengan kompetensi keahlian
Multimedia.
8 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
7. Siswa kompeten dalam bidang Bisnisprogram komputer MULTIMEDIA.

G. SKL KOMPETENSI KEAHLIAN


Berdasarkan profil lulusan SMK tersebut, maka rumusan Standar Kompetensi Lulusan
Pendidikan Menengah Kejuruan dijabarkan kedalam tiga dimensi, yaitu dimensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Lulusan SMK/MAK program pendidikan 3 tahun dan
SMK/MAK program pendidikan 4 tahun memiliki kompetensi pada dimensi sikap
sebagaimana pada Tabel 1, Tabel 2, dan Tabel 3.

Tabel 1. SKL PMK Dimensi Sikap

Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan


Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
Berperilaku yang mencerminkan sikap: Berperilaku yang mencerminkan sikap:
1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan 1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan
YME; YME;
2. jujur, disiplin, empati, dan pembelajar 2. jujur, disiplin, empati, dan pembelajar
sejati sepanjang hayat; sejati sepanjang hayat;
3. bangga dan cinta tanah air, bangga 3. bangga dan cinta tanah air, bangga
pada profesinya, dan berbudaya pada profesinya, dan berbudaya
nasional; nasional;
4. memelihara kesehatan jasmani, 4. memelihara kesehatan jasmani, rohani,
rohani, dan lingkungan; dan lingkungan;
5. berpikir kritis, kreatif, beretika-kerja, 5. berpikir kritis, kreatif, beretika-kerja,
bekerja sama, berkomunikasi, dan bekerja sama, berkomunikasi, dan
bertanggung jawab pada pekerjaan bertanggung jawab pada pekerjaan
sendiri dan dapat diberi tanggung sendiri dan dapat diberi tanggung jawab
jawab membimbing orang lainsesuai atas kuantitas dan kualitas hasil kerja
bidang dan lingkup kerja dalam orang lain sesuai bidang dan lingkup
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, kerja dalam konteks diri sendiri,
masyarakat, bangsa, negara, dan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa,
industri lingkup lokal, nasional, negara, dan industri lingkup lokal,
regional, dan internasional. nasional, regional, dan internasional.

Tabel 2. SKL PMK Dimensi Pengetahuan

Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan


Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
Berfikir secara faktual, konseptual, Berfikir secara faktual, konseptual,
operasional dasar, prinsip, dan operasional lanjut, prinsip, dan
metakognitif sesuai denganbidang dan metakognitif secara multidisiplin sesuai
lingkup kerjapada tingkat teknis, dengan bidang dan lingkup kerja pada
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan tingkat teknis, spesifik, detil, dan
dengan: kompleks, berkenaan dengan:
1. ilmu pengetahuan, 1. ilmu pengetahuan,
2. teknologi, 2. teknologi,
9 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan
Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
3. seni, 3. seni,
4. budaya, dan 4. budaya, dan
5. humaniora 5. humaniora
dalamkonteks pengembangan potensi diri dalamkonteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
dunia kerja, warga masyarakat lokal, dunia kerja, warga masyarakat lokal,
nasional, regional, dan internasional. nasional, regional, dan internasional.

Tabel 3. SKL PMK Dimensi Keterampilan

Kompetensi Lulusan Kompetensi Lulusan


Program Pendidikan 3 Tahun Program Pendidikan 4 Tahun
Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif, Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif,
dan komunikatif dalam: dan komunikatif dalam:
1. melaksanakan tugas dengan 1. melaksanakan tugas dengan
menggunakan alat, informasi, dan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan prosedur kerja yang lazim dilakukan
serta menyelesaikan masalah serta menyelesaikan masalah kompleks
sederhana sesuai dengan bidang sesuai dengan bidang kerja, dan
kerja, dan 2. menampilkan kinerja mandiri dengan
2. menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan tidak langsung atasan
pengawasan langsung atasan berdasarkan kuantitas dan kualitas
berdasarkan kuantitas dan kualitas terukur sesuai standar kompetensi
terukur sesuai standar kompetensi kerja, serta bertanggung jawab atas
kerja, dan dapat diberi tugas hasil kerja orang lain.
membimbing orang lain.

Sebagaimana tertuang pada rumusan SKL, kompetensi yang bersifat generik


mencakup 3 (tiga)ranah yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap dipilah
menjadi sikap spiritual dan sikap sosial. Pemilahan ini diperlukan untuk menekankan
pentingnya keseimbanganfungsisebagaimanusiaseutuhnya yangmencakup aspek spiritual
dan aspek sosial sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional. Dengan
demikian kompetensi yang bersifat generik tersebut diuraikan menjadi empat yaitu
kompetensi inti sikapspiritual disebut KI-1, kompetensi inti sikapsosial disebut KI-2,
kompetensi inti pengetahuan disebut KI-3, dan kompetensi inti keterampilan disebut KI-
4.

10 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


H. DESKRIPSI KKNI LEVEL 2 (3 TAHUN)

KOMPETENSI DESKRIPSI KOMPETENSI


INTI 3 Tahun
Sikap Spritual Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

Sikap Sosial Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab,
responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat,
penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan
serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Pengetahuan Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.

Keterampilan Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan


prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang kerja.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas
yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

11 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

A. STRUKTUR KURIKULUM
Struktur dan muatan Kurikulum SMK Negeri 6 Sarolangun pada jenjang pendidikan
menengah yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran
sebagai berikut:
1) Kelompok mata pelajaran Agama dan akhlak mulia
2) Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian
3) Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
4) Kelompok mata pelajaranEstetika, dan
5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelima kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan atau kegiatan
pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam Permendikbud No.34 Tahun 2018 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
Kurikulum 2013 Revisi disusun dengan memperhatikan kelompok mata pelajaran
tersebut dengan cakupan sebagai berikut:

Cakupan Kelompok Mata Pelajaran:

Kelompok Mata Mata Pelajaran/


No Cakupan
Pelajaran Koponen Terkait
1 Agama dan Kelompok mata pelajaran akhlak Agama, Pendidikan
Akhlak Mulia mulia dimaksudkan untuk Kewarganegaraan,
membentuk peserta didik menjadi pengembangan diri ,
manusia yang beriman dan bertaqwa IPA, Seni Budaya,
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta IPS, Penjaskes,
berakhlak mulia. Akhlak mulia Matematika dan
mencakup etika, budi pekerti, atau Kejuruan
moral sebagai perwujudan dari
pendidikan agama
2 Kewarganegara Kelompok mata pelajaran Agama,
an dan kewarganegaraan dan kepribadian Kewarganegaraan,
Kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan Bahasa Indonesia,
kesadaran dan wawasan peserta Bahasa Inggris, Seni
didik akan status, hak, dan Budaya, Penjaskes,
kewajibannya dalam kehidupan dan Pengembangan
bermasyarakat, berbangsa, dan Diri.
bernegara, serta peningkatan kualitas
dirinya sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk
wawasan kebangsaan, jiwa dan
patriotisme bela negara,
12 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
Kelompok Mata Mata Pelajaran/
No Cakupan
Pelajaran Koponen Terkait
penghargaan terhadap hak-hak asasi
manusia, kemajemukan bangsa,
pelestarian lingkungan hidup,
kesetaraan gender, demokrasi,
tanggung jawab sosial, ketaatan pada
hukum, ketaatan membayar pajak,
dan sikap serta perilaku anti korupsi,
kolusi, dan nepotisme.
3 Ilmu Kelompok mata pelajaran ilmu Bahasa Indonesia,
Pengetahuan pengetahuan dan teknologi pada SMK Bahasa Inggris,
dan Teknologi dimaksudkan untuk menerapkan ilmu Matematika, IPA,
pengetahuan dan teknologi, IPS, Kejuruan, KKPI,
membentuk kompetensi, kecakapan, dan Muatan Lokal.
dan kemandirian kerja
4 Estetika Kelompok mata pelajaran estetika Bahasa Indonesia,
dimaksudkan untuk meningkatkan Bahasa Inggris, Seni
sensitivitas, kemampuan Budaya, Kejuruan
mengekspresikan dan kemampuan dan Muatan Lokal.
mengapresiasi keindahan dan
harmoni. Kemampuan mengapresiasi
dan mengekspresikan keindahan
serta harmoni mencakup apresiasi
dan ekspresi, baik dalam kehidupan
individual sehingga mampu
menikmati dan mensyukuri hidup,
maupun dalam kehidupan
kemasyarakatan sehingga mampu
menciptakan kebersamaan yang
harmonis.
5 Jasmani, Kelompok mata pelajaran jasmani, Penjaskes, dan
Olahraga dan olahraga dan kesehatan pada SMK Muatan Lokal.
Kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan
potensi fisik serta membudayakan
sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan
hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk
kesadaran, sikap, dan perilaku hidup
sehat yang bersifat individual
ataupun yang bersifat kolektif
kemasyarakatan seperti keterbebasan
dari perilaku seksual bebas,
kecanduan narkoba, HIV/AIDS,
demam berdarah, muntaber, dan
penyakit lain yang potensial untuk
mewabah.

13 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


Kurikulum 2013 sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 32 Tahun 2013, yang dimaksud dengan Struktur Kurikulum merupakan
pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, mata
pelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan.
Mengingat mulai tahun pelajaran 2019/2020 SMK Negeri 6 Sarolangun telah
mengimplementasikan kurikulum 2013, maka struktur kurikulum yang digunakan adalah
sebagai berikut:
a. Struktur kurikulum yang digunakan adalah (1) struktur kurikulum Bisnis Daring dan
Pemasaran, (2) Struktur kurikulum Akuntansi dan Keuangan Lembaga, dan (3)
Struktur kurikulum multimedia.
b. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar terdiri dari Kompetensi Inti dan
KompetensiDasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), MuatanLokal (B), Dasar
Bidang Keahlian (C1), DasarProgram Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3).
c. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera
dalam struktur kurikulum pada tabel 3.1 dibawah ini.
d. Alokasi waktu terdiri dari Kelas X = 46 jam dan XI, XII = 48 Jam pelajaran
perminggu, satu jam pelajaran terdiri dari 45 menit.
e. Minggu efektif belajar dalam satu tahun adalah 32 minggu.

Adapun struktur kurikulum Program Studi Multimeida SMK Negeri 6 Sarolangun


disajikan dalam tabel 3.1 dibawah ini.
Tabel 3.1 Struktur Kurikulum SMK Kompetensi Keahlian Multimedia

KELAS DAN SEMESTER


MATA PELAJARAN X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila 2 2 2 2 2 2
danKewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2
4 Matematika 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 - - - -
6 Bahasa Inggris 3 3 3 3 4 4
B. Muatan Kewilayahan
7 Seni Budaya 3 3 - - - -
Pendidikan Jasmani, Olah Raga
8 2 2 2 2 - -
danKesehatan
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
9 Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3 - - - -
10 Fisika 3 3 - - - -
11 Kimia 3 3 - - - -
C2. Dasar Program Keahlian
-14 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun

-
-
KELAS DAN SEMESTER
MATA PELAJARAN X XI XII
1 2 1 2 1 2
12 Komputer dan Jaringan Dasar 4 4 - - - -
13 Pmprograman Dasar 4 4 - - - -
14 Dasar Desain Grafis 5 5 - - - -
C3. Kompetensi Keahlian
15 Desain Grafis Percetakan - - 12 12 - -
-
16 Desain Media Interaktif - - - - 13 13
17 Teknik Animasi 2D dan 3D - - - 12 12 - -
18 Teknik Pengolahan Audio dan Video
- - - - - 12 12
19 Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 7 7 8 8
TOTAL - 46 46 48 48 48 48
-

B. KOMPETENSI MATA PELAJARAN -


1. Deskripsi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan
Nasional (A)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN

Muatan: Nasional
Bidang Keahlian : Semua Bidang Keahlian
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Jam Pelajaran : 318 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulummencakup empataspekkompetensi, yaitu (1)aspek kompetensi


sikapspiritual,(2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek
kompetensitersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
prosespembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru
dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

15 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI1 KOMPETENSI INTI2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya. perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), bertanggung-
jawab, responsif, dan proaktif
melalui
keteladanan, pemberian nasihat,
penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara
berkesinambungan serta
menunjukkan sikapsebagai bagian
dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

16 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
2.1 Menunjukkan perilaku kontrol
1.1 Membacaal-Qur’andengan
diri (mujahadahan-
meyakini bahwa kontrol
diri (mujahadahan-nafs), nafs), prasangka baik
(husnuzzan), dan
prasangka baik
persaudaraan (ukhuwah)
(husnuzzan), dan
sebagai implementasi perintah
persaudaraan (ukhuwah)
adalah perintah agama
QSal-Anfal(8):72,
QSal- Hujurat(49):10dan 12
serta Hadis terkait
2.2 Menghindarkan diri dari
1.2 Meyakini bahwa pergaulan
pergaulan bebas dan
bebas dan zina adalah
perbuatan zina sebagai
dilarang agama
pengamalan QSal-Isra’ (17):
32, dan QS an-Nur (24): 2,
serta Hadis terkait
2.3 Memiliki sikap keluhuran
1.3 Meyakini bahwa Allah
Maha Mulia, Maha budi; kokoh pendirian, pemberi
Memberi Rasa Aman, Maha rasa aman, tawakal dan adil
Memelihara, Maha sebagai implementasi
Sempurna Kekuatan-Nya, pemahaman al-Asmau al- Husna:
Maha Penghimpun, Maha Al-Karim, Al-Mu’min, Al-Wakil, Al-
Adil, dan Maha Akhir Matin, Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-
Akhir
2.4 Menunjukkan sikap disiplin,
1.4 Meyakini keberadaan
malaikat-malaikat Allah jujur dan bertanggung jawab,
swt. sebagai implementasi beriman
kepada malaikat-malaikat Allah
swt.
2.5 Menunjukkan perilaku
1.5 Terbiasaberpakaiansesuai
berpakaian sesuai dengan
dengan syariat Islam
syariat Islam
2.6 Menunjukkan perilaku jujur
1.6 Meyakini bahwa jujur
dalam kehidupan sehari-hari
adalah ajaran pokok
agama
2.7 Memiliki sikap semangat
1.7 Meyakini bahwa menuntut
keilmuan sebagai
ilmu adalah perintah Allah
implementasi pemahaman QS at-
dan Rasul-Nya
Taubah (9): 122 dan Hadis
terkait
2.8 Menunjukkan perilaku ikhlas dan
1.8 Meyakini al-Qur’an, Hadis dan
taat beribadah sebagai
ijtihad sebagai sumber hukum
implementasi pemahaman
Islam
terhadap kedudukan al- Qur’an,
Hadis, danijtihad sebagai sumber
hukum Islam

17 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


2.9 Menunjukkan kepedulian
1.9 Meyakini bahwa haji, zakat
sosial sebagai hikmah dari
dan wakaf adalah perintah
perintah haji, zakat, dan
Allah dapat memberi
wakaf
kemaslahatan bagi
individu dan masyarakat

18 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
2.10 Bersikap tangguh dan rela
1.10 Meyakini kebenaran dakwah
berkorban menegakkan
Nabi Muhammad saw di Makkah
kebenaran sebagai ’ibrah dari
sejarah strategi dakwah Nabi
di Makkah
2.11 Menunjukkan sikap semangat
1.11 Meyakini kebenaran dakwah
Nabi Muhammad saw di ukhuwah dan kerukunan
Madinah sebagai ibrah dari sejarah
strategi dakwah Nabi di
Madinah
2.12 Bersikap taat aturan,
1.12 Terbiasa membaca al- Qur’an
dengan meyakini bahwa taat tanggung jawab, kompetitif
pada aturan, kompetisi dalam dalam kebaikan dan kerja
kebaikan, dan etos kerja sebagai keras sebagai implementasi
perintah agama dari pemahaman QS al
Maidah (5): 48;QS an-Nisa
(4): 59; dan QSat-Taubah (9):
105 serta Hadis yang terkait
2.13 Bersikap toleran, rukun, dan
1.13 Meyakini bahwa agama
menghindarkan diri dari tindak
mengajarkan toleransi,
kekerasan sebagai
kerukunan, dan
implementasi pemahaman QS
menghindarkan diri dari tindak
Yunus (10): 40-41 dan QS al-
kekerasan
Maidah (5): 32, serta Hadis
terkait
2.14 Peduli kepada orang lain
1.14 Meyakini adanya kitab- kitab
suci Allah swt. dengan saling menasihati
sebagai cerminan beriman
kepada kitab-kitab Allahswt.
2.15 Menunjukkan perilaku saling
1.15 Meyakini adanya rasul- rasul
menolong sebagai cerminan
Allahswt.
beriman kepada rasul-rasul
Allah swt.
2.16 Menunjukkan sikap syaja’ah
1.16 Meyakini bahwa Islam
(berani membela kebenaran)
mengharus-kan umatnya untuk
dalam mewujudkan kejujuran
memiliki sifat syaja’ah (berani
membela kebenaran) dalam
mewujudkan kejujuran

2.17 Menunjukkan perilaku


1.17 Meyakini bahwa hormat dan
hormat dan patuh kepada
patuh kepada
orangtua dan guru sebagai orangtua dan guru sebagai
kewajiban agama implementasi pemahaman QS
al-Isra’ (17): 23 danHadis
terkait

19 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


2.18 Menunjukkan sikap tanggung
1.18 Menerapkan penyelenggaraan
jenazah sesuai dengan jawab dan kerja sama dalam
ketentuan syariat Islam penyelenggaraan perawatan
jenazah di masyarakat
2.19 Menjaga kebersamaan dengan
1.19 Menerapkan ketentuan
orang lain dengan saling
khutbah, tablig, dan dakwah
di masyarakat

20 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
sesuai dengan syariat menasihati melalui khutbah,
Islam tablig, dan dakwah
2.20 Bekerjasama dalam
1.20 Menerapkan prinsip
menegakkan prinsip-prinsip
ekonomi dan muamalah
dan praktik ekonomi sesuai
sesuai dengan ketentuan
syariat Islam
syariat Islam
2.21 Bersikap rukun dan kompetitif
1.21 Mengakui bahwa nilai-nilai
dalam kebaikan
Islam dapat mendorong
sebagai implementasi nilai- nilai
kemajuan perkembangan
perkembangan peradaban
Islam pada masa kejayaan
Islam pada masa kejayaan

2.22 Bersikap rukun dan


1.22 Mempertahankan keyakinan
yang benar sesuai ajaran kompetitif dalam kebaikan
Islamdalam sejarah sebagai implementasi nilai- nilai
peradaban Islam pada masa sejarah peradaban Islam pada
modern masa modern
2.23 Bersikap kritis dan
1.23 Terbiasa membaca al-
demokratis sesuai dengan
Qur’an sebagai
pesan QS Ali Imran(3): 190-
pengamalan dengan
191 dan 159, serta Hadis
meyakini bahwa agama
terkait
mengajarkan kepada
umatnya untuk berpikir
kritis dan bersikap
demokratis
2.24 Berbuat baik kepada sesama
1.24 Meyakini bahwa agama
manusia sesuai dengan perintah
mewajibkan umatnya untuk
QS Luqman (31): 13-
beribadah dan bersyukur
14 dan QS al-Baqarah(2): 83,
kepada Allah serta berbuat
serta Hadis terkait
baik kepada sesama manusia

2.25 Berperilaku jujur, bertanggung


1.25 Meyakini terjadinya hari
jawab, dan adil
akhir
sesuai dengan keimanan
kepada hari akhir
2.26 Bersikap optimis, ikhtiar, dan
1.26 Meyakini adanya qadha
dan qadar Allahswt. tawakal sebagai implementasi
beriman kepada qadha dan
qadar Allah swt.
2.27 Berperilaku kerja keras, dan
1.27 Meyakini bahwa agama
bertanggung jawab dalam
mewajibkan umatnya untuk
kehidupan sehari-hari
bekerja keras dan
bertanggung jawab dalam
kehidupan sehari-hari

21 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


2.28 Menunjukkan sikap bersatu
1.28 Meyakini kebenaran
dan kebersamaan dalam
ketentuan pelaksanaan
lingkungan masyarakat sebagai
pernikahan berdasarkan
implementasi ketentuan
syariat Islam
pernikahan dalam Islam

22 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
2.29 Peduli kepada orang lain
1.29 Meyakini kebenaran
sebagai cerminan pelaksanaan
ketentuan waris berdasarkan
ketentuan waris dalam Islam
syariat Islam
2.30 Bersikap moderat dan santun
1.30 Meyakini kebenaran
dalam berdakwah dan
ketentuan dakwah
mengembangkan ajaran Islam
berdasarkan syariat Islam
dalam memajukan
perkembangan Islam di
Indonesia
2.31 Menjunjung tinggi kerukunan
1.31 Meyakini kebenaran bahwa
dan kedamaian dalam
dakwah dengan cara
damai, Islam diterima oleh kehidupan sehari-hari
masyarakat di Indonesia
2.32 Menjunjung tinggi nilai-nilai
1.32 Meyakini bahwa islam
Islam rahmatanlil-alamin
adalah rahmatan lil-
sebagai pemicu kemajuan
‘alamin yang dapat
peradaban Islam dimasa
memajukan peradaban
mendatang
dunia
2.33 Mewaspadai secara bijaksana
1.33 Meyakini bahwa kemunduran
terhadap penyimpangan
umat Islam di dunia, sebagai
ajaran Islam yang
bukti penyimpangan dari
berkembang di masyarakat
ajaran Islam yang benar

23 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik,
menganalisisdan mengevaluasi dengan menggunakan alat
tentang pengetahuan faktual, informasi dan prosedur kerja yang
konseptual, prosedural, dan lazim dilakukan serta
metakognitif sesuaidengan bidang menyelesaikan masalah
dan lingkup kajian sederhana sesuai dengan lingkup
Pendidikan AgamaIslamdan Budi kajianPendidikan Agama Islamdan
Pekerti pada tingkatteknis, spesifik, BudiPekerti.
detail dan kompleks berkenaan Menunjukkan keterampilan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, menalar, mengolah, dan menyaji
seni, budaya, dan humaniora dalam secara efektif, kreatif, produktif,
konteks pengembangan potensi diri kritis, mandiri, kolaboratif,
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, komunikatif dan solutif dalam
dunia kerja, warga masyarakat ranah abstrak, terkait dengan
nasional, regional dan internasional. pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami,
dalam ranah kongkrit terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah.

24 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.1.1 Membaca QSal-Anfal (8):72,
3.1 MenganalisisQSal-Anfal
(8):72,QSal-Hujurat (49): QSal-Hujurat(49): 10 dan 12,
10 dan 12serta Hadis sesuai dengan kaidah tajwid
tentang kontrol diri danmakharijul huruf
4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan
(mujahadahan-nafs),
QS al-Anfal (8:72), QS al-
prasangka baik
Hujurat (49): 10 dan 12
(husnuzzan), dan
dengan fasih dan lancar
persaudaraan (ukhuwah)
4.1.3 Menyajikan keterkaitan antara
kualitas keimanan dengan
kontrol diri (mujahadah an-nafs),
prasangka baik (husnuzzan), dan
persaudaraan (ukhuwah) sesuai
dengan pesan QS al- Anfal
(8:72), QS al-Hujurat (49): 10
dan 12, serta Hadis terkait

3.2 Menganalisis QS al-Isra’ (17):


4.2.1 MembacaQSal-Isra’(17): 32, dan
QSan-Nur (24):2 sesuai dengan
32, dan QS an-Nur (24): 2,
kaidahtajwid dan
serta Hadis tentang larangan
makharijul huruf
pergaulan bebas dan
4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan
perbuatan zina
QSal-Isra’ (17): 32, dan QS
an-Nur (24): 2 denganfasih
dan lancar
4.2.3 Menyajikan larangan
pergaulan bebas dan
perbuatan zinadengan
berbagaikekejian (fahisyah)
yang ditimbulkannyasesuai
pesan QSal-Isra’ (17): 32, dan
QSan-Nur (24):2
4.3 Menyajikan hubungan
3.3 Menganalisis makna al-
maknaal-Asma’ual-Husna:
Asma’u al-Husna: al- Karim,
al-Mu’min, al- Wakil, al-
al-Karim,al-Mu’min,al-Wakil, al-
Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan
Matin,al-Jami’,al-‘Adl, dan al-
Akhirdengan perilaku keluhuran
al-Akhir
budi, kokoh pendirian, rasa
aman,
tawakal dan perilaku adil
4.4 Mempresentasikan
3.4 Menganalisis makna beriman
kepada malaikat- malaikat hubungan makna beriman
Allah swt. kepada malaikat-malaikat
Allah swt dengan perilaku
teliti, disiplin, dan waspada

25 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4.5 Mempraktikkan tatacara
3.5 Menerapkan ketentuan
berpakaian sesuai syariat berpakaian sesuai syariat
Islam
Islam
4.6 Melaksanakan perilaku jujur
3.6 Memahami manfaat
dalam kehidupan sehari-
kejujuran dalam
hari.
kehidupan sehari-hari

26 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.7 Menyajikan kewajiban
3.7 Menganalisis kewajiban
menuntut ilmu dengan
menuntut ilmu untuk
kewajiban membela agama
membela agama
sesuai perintah QS at- Taubah
(9): 122 danHadis
4.8 Menentukan suatu hukum
3.8 Menganalisis kedudukan al-
Qur’an, Hadis, dan ijtihad berdasarkan al-Qur’an,
sebagai sumber hukum Hadis, dan ijtihad sebagai
Islam sumber hukum Islam
4.9 Menyimulasikan tata cara
3.9 Menganalisis tata cara
ibadah haji, zakat, dan wakaf
ibadah haji, zakat, dan
wakaf
4.10 Menyajikan substansi,
3.10 Menganalisis substansi,
strategi, dan penyebab
strategi, dan penyebab
keberhasilan dakwah Nabi
keberhasilan dakwah Nabi
Muhammad saw di Makkah
Muhammad saw di Makkah

4.11 Mempresentasikan dan


3.11 Menganalisis strategi, dan
strategi dengan keberhasilan
keberhasilan dakwah Nabi
dakwah Nabi Muhammad saw di
Muhammad saw di Madinah
Madinah
4.12.1 Membaca QSal-Maidah (5):
3.12 Menganalisis makna QS al-
48; QSan-Nisa(4): 59, dan QS
Maidah (5): 48; QSan- Nisa
(4): 59, dan QS at- Taubah
at-Taubah (9): 105sesuai
dengan kaidah tajwid dan
(9): 105, serta Hadis
makharijulhuruf
tentang taat pada aturan,
4.12.2 Mendemonstrasikan hafalan
kompetisi dalam kebaikan,
QS al-Maidah (5): 48; QS an-
dan etos kerja
Nisa (4): 59, dan QS at- Taubah
(9): 105 dengan fasih dan lancar
4.12.3 Menyajikan perintah
berkompetisi dalam kebaikan
dan kepatuhan terhadap
ketentuan Allah sesuai dengan
pesan QS al-Maidah (5): 48;
QS an-Nisa (4): 59, dan QS at-
Taubah (9): 105

27 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4.13.1 Membaca QS Yunus (10): 40-
3.13 Menganalisis makna QS
41 dan QSal-Maidah (5): 32
Yunus (10): 40-41 dan QS
sesuai dengan kaidah tajwid
al-Maidah (5): 32, serta
danmakharijul huruf
Hadis tentang toleransi,
4.13.2 Mendemonstrasikan hafalan
rukun, dan menghindarkan
QS Yunus (10): 40-41 dan QS al-
diri dari tindak kekerasan
Maidah (5): 32 dengan fasih dan
lancar
4.13.3 Mempresentasikan perintah
toleransi dan kerukunan
sesuai pesan QS Yunus (10):
40-41 dan menghindari tindak
kekerasan sesuai pesan QS
Al-Maidah(5): 32

28 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.14 Mempresentasikan keterkaitan
3.14 Menganalisis makna iman
antara beriman kepada kitab-
kepada kitab-kitab Allah swt.
kitab suci Allah swt dengan
perilaku sehari-hari
4.15 Menyajikan hubungan antara
3.15 Menganalisis makna iman
iman kepada rasul-rasul Allah
kepada rasul-rasul Allah swt.
swt dengan keteguhan dalam
bertauhid, toleransi, ketaatan,
dan kecintaan kepada Allah
4.16 Menyajikan makna syaja’ah
3.16 Menganalisis makna
(berani membelakebenaran)
syaja’ah (berani membela
dan upaya mewujudkan
kebenaran) dalam
kejujuran dalam kehidupan
mewujudkan kejujuran
sehari-hari
4.17 Menyajikan ketauhidan dalam
3.17 Menganalisis perilaku hormat
beribadah serta hormat dan
dan patuh kepada orangtua
patuh kepada orangtua dan guru
dan guru
sesuai dengan QS al-Isra’ (17): 23
dan Hadis terkait
4.18 Menyimulasikan tata cara
3.18 Mengevaluasi tata cara
perawatan jenazah
perawatan jenazah
4.19 Menyimulasikan tata cara
3.19 Menganalisis pelaksanaan
khutbah, tablig, dan dakwah
khutbah, tablig, dan dakwah

4.20 Menentukan kegiatan usaha


3.20 Menganalisis prinsip-
sesuai dengan prinsip-prinsip
prinsip dan praktik
dan praktik ekonomi dalam
ekonomi dalam Islam
Islam
4.21 Menyajikan perkembangan
3.21 Menganalisis perkembangan
peradaban Islam dan faktor-
peradaban Islam pada masa
faktor yang mempengaruhinya
kejayaan (Masa Khulafaur
pada masa kejayaan
Rasyidin
(Khulafaur Rasyidin– Bani
– Bani Umayyah)
Umayyah)
4.22.1 Menyajikan perkembangan
3.22 Menganalisis perkembangan
peradaban Islam pada masa
Islam pada masa modern
modern (1800-sekarang)
(1800- sekarang)
4.22.2 Menyajikan prinsip-prinsip
pembaharuan yang sesuai
dengan perkembangan
peradaban Islam pada masa
modern

29 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4.23.1 Membaca QS AliImran (3):
3.23 Mengevaluasi makna QS
Ali Imran (3): 190-191, dan 190-191, dan QS AliImran
(3): 159,; sesuai dengan
QS Ali Imran (3): 159,
serta Hadis tentang kaidah tajwid dan makharijul-
huruf
berpikir kritis dan
4.23.2 Mendemonstrasikan hafalan
bersikap demokratis
QS Ali Imran (3): 190-191,
dan QS Ali Imran (3): 159,
dengan lancar

30 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.23.3 Menyajikan sikap kritis dan
ciri orang-orang berakal (ulil
albab) sesuai pesan QS Ali
Imran (3): 190-191
4.23.4 Mempresentasikan demokrasi
dan sikap tidak memaksakan
kehendak sesuai pesan QS Ali
Imran (3): 159
4.24.1 Membaca QS Luqman (31): 13-
3.24 Mengevaluasi makna QS
14 dan QS al-Baqarah (2): 83
Luqman (31): 13-14 dan QS
sesuai dengan kaidah tajwid
al-Baqarah (2): 83, serta
dan makharijul huruf
Hadis tentang
4.24.2 Mendemonstrasikan hafalan
kewajibanberibadah dan
QS Luqman (31): 13-14 dan QS
bersyukur kepada Allah al-Baqarah (2): 83 dengan lancar
sertaberbuatbaik kepada
4.24.3 Mempresentasikan kewajiban
sesama manusia beribadah dan bersyukur kepada
Allah serta berbuat baik terhadap
sesama manusia sesuai pesan
QS
Luqman(31): 13-14 dan QSal-
Baqarah (2): 83

4.25 Menyajikan perilaku jujur,


3.25 Mengevaluasi makna iman
bertanggung jawab, dan adil
kepada hari akhir
sebagai perwujudan iman
kepada hari akhir
4.26 Mempresentasikan makna
3.26 Mengevaluasi makna iman
kepada qadha dan qadar sikap optimis, ikhtiar, dan
tawakkal sebagai perwujudan
iman kepada qadha dan qadar
Allah swt.
4.27 Menyajikan perilaku bekerja
3.27 Mengevaluasi perilaku
bekerja keras dan keras, jujur, bertanggung
bertanggung jawab dalam jawab, adil, dan toleransi dalam
kehidupan sehari-hari yang kehidupan sehari-hari yang
berkembang di masyarakat berkembang di masyarakat
sebagai wujud keimanan

4.28 Menyajikan prosesi


3.28 Mengevaluasi ketentuan
pernikahan dalam Islam
pernikahan dalam Islam
4.29 Menggunakan ketentuan
3.29 Mengevaluasi ketentuan
pembagian waris Islam dalam
waris dalam Islam
kehidupan
4.30 Menyajikan prinsip-prinsip
3.30 Mengevaluasi strategi
dakwah dan strategi dakwah dan
perkembangan Islam di perkembangan Islam di
Indonesia Indonesia

31 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4.31 Menyajikan nilai-nilai
3.31 Mengevaluasi sejarah
keteladanan tokoh-tokoh
perkembangan Islam di
dalam sejarah perkembangan
Indonesia
Islam diIndonesia

32 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.32 Menyajikan faktor-faktor
3.32 Mengevaluasi faktor-faktor
penentu kemajuan peradaban
kemajuan peradaban Islam di
Islam di dunia
dunia
4.33 Menyajikan faktor-faktor
3.33 Mengevaluasi faktor-faktor
penyebab kemunduran
kemunduran peradaban Islam
peradaban Islam didunia
di dunia

33 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Semua Bidang Keahlian
Program Keahlian : Semua Program Keahlian
Kompetensi Keahlian : Semua Kompetensi Keahlian
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Jam pelajaran : 212 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulummencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual,(2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebutdicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI1 KOMPETENSI INTI2


(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1.Menghayati dan mengamalkan 2.Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), bertanggung-
jawab, responsif,
dan proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan,
pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta
menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia.

34 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
1.1Menghayati hakikat bangsa dan 2.1Responsif terhadap hakikat
Negara sebagai anugerah Tuhan bangsa dan Negara
Yang Maha Esa

1.2Mensyukuri fungsi dan peran 2.2Proaktif melaksanakan fungsi dan


Pancasila dalam kehidupan peran Pancasila dalam kehidupan
bangsa dan negara Indonesia bangsa dan negara Indonesia

1.3Mensyukuri nilai-nilai Pancasila dalam 2.3Menunjukkan sikap peduli terhadap


praktik penyelenggaraan penerapan nilai-nilai Pancasila
pemerintahan Negara sebagai salah dalam kehidupan berbangsa dan
satu bentuk pengabdian kepada bernegara
Tuhan YangMaha Esa
1.4Mengamalkan ketentuan Undang- 2.4Peduli terhadap penerapan
Undang Dasar Negara Republik ketentuan Undang-Undang Dasar
Indonesia Tahun 1945 yang Negara Republik Indonesia
mengatur tentang wilayah, warga Tahun 1945 yang mengatur
Negara, penduduk, tentang wilayah, warga Negara,
agama dan kepercayaan serta penduduk, agama dan
pertahanan dan keamanan kepercayaan serta pertahanan
sebagai wujud rasa syukur dan keamanan
kepada Tuhan YangMaha Esa
1.5Menghayati sistem politik 2.5Responsif terhadap sistem
Indonesia sebagai wujud rasa politik Indonesia
syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa
1.6Menghayati nilai-nilai terkait 2.6Peduli terhadap fungsi dan
fungsi dan kewenangan kewenangan lembaga-lembaga
lembaga-lembaga negara negara menurut Undang- Undang
menurut Undang-Undang Dasar Dasar Negara Republik Indonesia
Negara Republik Indonesia Tahun Tahun
1945 sebagaibentuk sikap 1945
beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan YangMaha Esa
1.7Melaksanakan budaya politik 2.7Peduli terhadap budaya politik
Indonesia sebagai wujud rasa Indonesia
syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa
1.8Menghayati hubungan pemerintah 2.8Peduli terhadap hubungan
pusat dan daerah menurut Undang- pemerintah pusat dan daerah
Undang Dasar Negara Republik yang harmonis di daerah
Indonesia Tahun 1945 setempat
sebagaianugerah Tuhan Yang Maha
Esa

35 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


1.9Mensyukuri nilai-nilai yang 2.9Menunjukkan sikapkerja sama dalam
membentuk komitmen integrasi rangka mewujudkan komitmen
nasional dalam bingkai integrasi nasional

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
Bhinneka Tunggal Ika sebagai dalam bingkai Bhinneka
wujud syukur kepada Tuhan Tunggal Ika
yang Maha Esa
1.10Bersyukur kepada Tuhan Yang 2.10Responsif terhadap ancaman
Maha Esa atas nilai-nilai yang negara dan upaya
membentuk kesadaran atas penyelesaiannya dibidang
ancaman terhadap negara dan ideologi, politik, ekonomi, sosial,
upaya penyelesaiannya dalam budaya, pertahanan, dan
bingkai Bhinneka Tunggal Ika keamanan dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika
1.11Menghayati wawasan nusantara 2.11Bertanggung-jawab
dalam konteks Negara mengembangkan kesadaran
Kesatuan Republik Indonesia akan pentingnya wawasan
sebagai anugerah Tuhan Yang nusantara dalam konteks
Maha Esa Negara Kesatuan Republik
Indonesia
1.12Menghayati hak asasi manusia 2.12Peduli terhadap hak asasi
berdasarkan perspektif Pancasila manusia berdasarkan
sebagai anugerah Tuhan yang perspektif Pancasila dalam
Maha Esa kehidupan berbangsa dan
bernegara
1.13Mengsyukuri sistem pemerintahan 2.13Proaktif terhadap sistem
di Indonesia sebagai anugerah pemerintahan di Indonesia
Tuhan Yang Maha Esa

1.14Mengamalkan nilai-nilai ke- 2.14Peduli dalam berdemokrasi


Tuhanan dalam berdemokrasi Pancasila sesuai Undang-
Pancasila sesuai Undang- Undang Undang Dasar Negara
Dasar Negara Republik Indonesia Republik Indonesia Tahun
Tahun 1945
1945
1.15Mengahayati nilai-nilai dalam 2.15Disiplin terhadap aturan sistem
sistem hukum dan peradilan hukum dan peradilan sesuai
Indonesia sesuai dengan Undang- dengan Undang-Undang Dasar
Undang Dasar Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun
Indonesia Tahun 1945
1945 sebagai rasa syukur kepada
Tuhan YangMaha Esa

36 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


1.16Mengamalkan nilai-nilai dalam 2.16Proaktif terhadap sistem
sistem perlindungan tenaga kerja perlindungan tenaga kerja di
di Indonesia berlandaskan Indonesia
Ketuhanan Yang Maha Esa

1.17Menghayati nilai-nilai dalam 2.17Disiplin terhadap aturan sistem


sistem hukum dan peradilan hukum dan peradilan
Internasional sebagai rasa Internasional
syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
1.18Mensyukuri peran Indonesia 2.18Toleran dan cinta damai sebagai
dalam mewujudkan perdamaian refleksi peran Indonesia dalam
dunia sebagai anugerah Tuhan perdamaian dunia dalam hidup
Yang Maha Esa bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara

1.19Bersyukur pada Tuhan Yang Maha 2.19Responsif terhadap ancaman


Esa atas nilai-nilai yang negara dan strategi
membentuk kesadaran akan mengatasinya berdasarkan asas
ancaman terhadap negara Bhinneka Tunggal Ika
strategi mengatasinya
berdasarkan asasBhinneka
Tunggal Ika
1.20Bersyukur pada Tuhan Yang Maha 2.20Proaktif dalam menerapkan nilai-
Esa atas nilai-nilai persatuan dan nilai persatuan dan kesatuan
kesatuan bangsa dalam Negara bangsa dalam Negara Kesatuan
Kesatuan Republik Indonesia Republik Indonesia

1.21Menghayati perbedaan sebagai 2.21Proaktif menghindari pelanggaran


anugerah Tuhan yang Maha Esa hak dan pengingkaran kewajiban
dalam rangka menghindari warga negara dalam kehidupan
pelanggaran hak dan pengingkaran berbangsa dan bernegara
kewajiban warga negara dalam
kehidupan berbangsa dan
bernegara
1.22Mengamalkan perilaku orang 2.22Berperilaku jujur dalam praktik
beriman kepada Tuhan Yang perlindungan dan penegakan
Maha Esa dalam praktik hukum di tengah masyarakat
pelindungan dan penegakan
hukum untuk menjamin keadilan
dan kedamaian

37 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


1.23Melaksanakan pemerintahan 2.23Berperilaku jujur dalam
sesuai karakteristikgood pelaksanaan pemerintahan
governancedengan sesuai karakteristikgood
berlandaskan nilai-nilai governance
ketuhanan Yang Maha Esa
1.24Menghayati kemajuan Ilmu 2.24Bertanggung-jawab dalam
pengetahuan dan teknologi menyikapi pengaruh kemajuan
sebagai anugerah Tuhanan ilmu pengetahuan dan teknologi
Yang Maha Esa dalam bingkai Bhinneka Tunggal
Ika
1.25Mensyukuri persatuan dan 2.25Proaktif dalam mengembangkan
kesatuan bangsa sebagai upaya persatuan dan kesatuan bangsa
dalam menjaga dan sebagai upaya dalam menjaga
mempertahankan Negara dan mempertahanakan Negara
Kesatuan Republik Indonesia Kesatuan Republik Indonesia
sebagai bentuk pengabdian

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
1.26Menghayati peranan pers di 2.26Bertanggung-jawab dalam
Indonesia dengan menyikapi peranan pers di
berlandaskan nilai-nilai Indonesia
ketuhanan Yang Maha Esa
1.27Mengamalkan etos kerja 2.27Peduli terhadap etos kerja
masyarakat Indonesia dengan masyarakat Indonesia
berlandaskan nilai-nilai
ketuhanan Yang Maha Esa

38 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasitentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, prosedural, dan dengan bidang kajian Pendidikan
metakognitif sesuai dengan Pancasiladan Kewarganegaraan
bidang dan lingkupkajian
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
Pendidikan Pancasiladan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
Kewarganegaraanpada tingkat sesuai dengan standar kompetensi kerja.
teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, Menunjukkan keterampilanmenalar,
berkenaan dengan ilmu mengolah, dan menyaji secara efektif,
pengetahuan, teknologi, seni, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
budaya, dan humaniora dalam kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
konteks pengembangan ranah abstrak terkait dengan
potensi diri sebagai bagian pengembangan dari yang dipelajarinya di
dari keluarga, sekolah, dunia sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
kerja, warga masyarakat spesifik di bawah pengawasan langsung.
nasional, regional, dan Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
internasional. kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

39 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1Menganalisis hakikat bangsa dan 4.1Menyaji hasil analisis hakikat
Negara bangsa dan negara
3.2Menganalisis fungsi dan peran 4.2Menyaji hasil analisis fungsi dan
Pancasila dalam kehidupan peran Pancasila dalam kehidupan
bangsa dan negara Indonesia bangsa dan negara Indonesia

3.3Menganalisis nilai-nilai 4.3Menyaji hasil analisisnilai-nilai


Pancasila dalam kerangka Pancasila dalam kerangka praktik
praktik penyelenggaraan penyelenggaraan pemerintahan
pemerintahan Negara Negara
3.4Menganalisis ketentuan Undang- 4.4Menyaji hasil analisis tentang
Undang Dasar Negara Republik ketentuan Undang-Undang Dasar
Indonesia Tahun 1945 yang Negara Republik Indonesia Tahun
mengatur tentang wilayah negara, 1945 yang mengatur tentang
warga negara dan penduduk, wilayah negara, warga negara dan
agama dan kepercayaan, penduduk, agama dan
sertapertahanan dan keamanan kepercayaan, serta pertahanan
dan keamanan

3.5Menganalisis sistem politik di 4.5Menyaji hasil analisis tentang


Indonesia sistem politik di Indonesia
3.6Menganalisis fungsi dan kewenangan 4.6Menyaji hasil analisis tentang
lembaga-lembaga Negara menurut fungsi dan kewenangan
Undang- Undang Dasar Negara lembaga-lembaga Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 menurut Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun
1945
3.7Menganalisis budaya politik di 4.7Menyaji hasil analisis tentang
Indonesia budaya politik di Indonesia
3.8Menganalisis hubungan pemerintah 4.8Menyaji hasil analisis tentang
pusat dan daerah menurut Undang- hubungan pemerintah pusat dan
Undang Dasar Negara Republik pemerintah daerah setempat
Indonesia Tahun 1945 menurut Undang- Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun
1945
3.9Menganalisis faktor-faktor 4.9enyaji hasil analisis tentang faktor-
pembentuk integrasi nasional faktor pembentuk integrasi
dalam bingkai Bhinneka Tunggal nasional dalam bingkai Bhinneka
Ika Tunggal Ika

40 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.10Menganalisis ancaman terhadap 4.10Menyaji hasil analisis tentang
negara dan upaya ancaman terhadap negara dan
penyelesaiannya di bidang upaya penyelesaiannya di bidang
ideologi, politik, ekonomi, sosial, Ideologi, politik, ekonomi, sosial,
budaya, pertahanan, dan budaya, pertahanan, dan
keamanan dalam bingkai keamanan dalam bingkai Bhineka
Bhinneka Tunggal Ika Tunggal Ika

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.11Menelaah pentingnya Wawasan 4.11Mempresentasikan hasil telaah
Nusantara dalam konteks terkait pentingnya Wawasan
Negara Kesatuan Republik Nusantara dalam konteks Negara
Indonesia Kesatuan Republik Indonesia

3.12Menganalisis pelanggaran hak asasi 4.12Menyaji hasil analisis


manusia dalam perspektif pelanggaran hak asasi
Pancasila dalam kehidupan manusia dalam perspektif
berbangsa dan bernegara Pancasila dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara
3.13Menganalisis sistem 4.13Menyaji hasil analisis tentang
pemerintahan di Indonesia sistem pemerintahan di
Indonesia
3.14Menganalisis sistem dan dinamika 4.14Menyaji hasil analisis tentang
demokrasi Pancasila sesuai dengan sistem dan dinamika demokrasi
Undang-Undang Dasar Negara Pancasila sesuai
Republik Indonesia Tahun 1945 dengan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia
Tahun 1945
3.15Menganalissistem hukum dan 4.15Menyaji hasil analisis tentang sistem
peradilan di Indonesia sesuai hukum dan peradilan di Indonesia
dengan Undang-Undang Dasar sesuai dengan Undang-Undang
Negara Republik Indonesia Tahun Dasar Negara Republik Indonesia
1945 Tahun
1945
3.16Menganalisis sistem perlindungan 4.16Menyaji hasil analisis tentang
tenaga kerja di Indonesia sistem perlindungan tenaga kerja
di Indonesia
3.17Menganalisis system hukum dan 4.17Menyaji hasil analisis tentang
peradilan internasional system hukum dan peradilan
internasional

41 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.18Mengevaluasi dinamika peran 4.184.18 Menyaji hasil evaluasi tentang
Indonesia dalam perdamaian peran Indonesia dalam
dunia sesuai Undang-Undang perdamaian dunia sesuai Undang-
Dasar Negara Republik Indonesia Undang Dasar Negara Republik
Tahun 1945 Indonesia Tahun
1945
3.19Menganalisis kasus-kasus 4.19Melakukan penelitian sederhana
ancaman terhadap Ideologi, tentang potensi ancaman
politik, ekonomi, sosial, budaya, terhadap Ideologi, politik,
pertahanan, dan keamanan dan ekonomi, sosial, budaya,
strategi mengatasinya dalam pertahanan, dan keamanan dan
bingkai Bhinneka Tunggal Ika strategi mengatasinya dalam
bingkai BhinnekaTunggal Ika

3.20Menganalisis faktor pendorong dan 4.20Menyaji hasil analisis tentang


penghambat persatuan dan faktor- faktor pendorong dan
kesatuan bangsa dalam penghambat persatuan dan

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
Negara Kesatuan Republik kesatuan bangsa dalam Negara
Indonesia Kesatuan Republik Indonesia
3.21Menganalisis nilai-nilai Pancasila 4.21Menyaji hasil analisis tentang nilai-
terkait dengan kasus-kasus nilai Pancasila terkait dengan
pelanggaran hak dan kasus-kasus pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban pengingkaran kewajiban warga
warga negara dalam kehidupan negara dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara berbangsa dan bernegara

3.22Mengevaluasi praktik 4.22Mendemonstrasikan praktik


perlindungan dan penegakan perlindungan dan penegakan
hukum untuk menjamin keadilan hukum untuk menjamin keadilan
dan kedamaian dan kedamaian
3.23Menganalisis pelaksanaan 4.23Menyaji hasil analisis tentang
pemerintahan sesuai pelaksanaan pemerintahan
karakteristikgood governance sesuai karakteristikgood
governance
3.243.24 Menganalisis pengaruh 4.24Menyaji hasil analisis tentang
kemajuan ilmu pengetahuan dan pengaruh kemajuan ilmu
teknologi terhadap bangsa dan pengetahuan dan teknologi
negara dalam bingkai Bhinneka terhadap bangsa dan negara
Tunggal Ika dalam bingkai Bhinneka Tunggal
Ika

42 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.25Mengevaluasi dinamika persatuan 4.25Menyaji hasil evaluasi tentang
dan kesatuan bangsa sebagai dinamika persatuan dan kesatuan
upaya menjaga dan bangsa sebagai upaya menjaga
mempertahankan Negara dan mempertahankan Negara
Kesatuan Republik Indonesia Kesatuan Republik Indonesia

3.26Mengevaluasi peranan pers di 4.26Menyaji hasil evaluasi tentang


Indonesia peranan pers di Indonesia
3.27Mengevaluasi etos kerja 4.27Menyaji hasil evaluasi tentang etos
masyarakat Indonesia kerja masyarakat Indonesia

43 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Muatan :
Nasional
Bidang Keahlian : Seluruh Bidang Keahlian
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Jam Pelajaran : 354 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulummencakup empataspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual,(2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensisikap spiritual yaitu, “Menghayati dan
mengamalkanajaranagamayang dianutnya”.Sedangkanrumusan kompetensi sikap
sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku
jujur,disiplin,santun,peduli(gotongroyong,kerjasama, toleran,damai), bertanggung-
jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan,
pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektifdengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalampergaulan dunia”.Keduakompetensitersebutdicapaimelalui
pembelajarantidaklangsung(indirect teaching)yaituketeladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSIINTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasitentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, prosedural, dan dengan bidang kajianbahasa Indonesia.
metakognitif sesuai dengan
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
bidang dan lingkupkajian bahasa dengan mutu dan kuantitas yang terukur
Indonesiapada tingkat teknis, sesuai dengan standar kompetensi kerja.
spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu Menunjukkan keterampilanmenalar,
pengetahuan, teknologi, seni, mengolah, dan menyaji secara efektif,
budaya, dan humaniora dalam kreatif, produktif, kritis, mandiri,
konteks pengembangan potensi kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
diri sebagai bagian dari ranah abstrak terkait dengan
keluarga, sekolah, dunia kerja, pengembangan dari yang
warga masyarakat nasional, dipelajarinya di sekolah, serta mampu
regional, dan internasional.
44 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSIINTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR

3.1 Memahami laporan hasil 4.1Menyajikan isi teks(intisari) laporan


observasi berkaitan dengan hasil observasiberkaitan dengan
bidang pekerjaan yang bidang pekerjaan berdasarkan
dipresentasikan dengan lisan interpretasi baik secara lisan maupun
dan tulis tulis
3.2 Menganalisis isi dan aspek 4.2Mengonstruksikan teks laporan
kebahasaan dari minimal dua observasi berkaitan bidang
teks laporan hasil observasi pekerjaan dengan memerhatikan isi
berkaitan dengan bidang dan aspek kebahasaan baik lisan
pekerjaan maupun tulis
3.3 Mendeskripsikan(permasalahan, 4.3Mengembangkan isi (permasalahan,
argumentasi, pengetahuan, dan argumen, pengetahuan, dan
rekomendasi) teks eksposisi rekomendasi) teks eksposisi
berkaitan dengan bidang pekerjaan berkaitan dengan bidang pekerjaan
yang didengar dan atau dibaca secara lisan dan/tulis

3.4 Menganalisis struktur dan 4.4Mengonstruksikan teks eksposisi


kebahasaan teks eksposisi yang berkaitan bidang pekerjaan dengan
berkaitan dengan bidang pekerjaan memerhatikan isi (permasalahan,
argumen, pengetahuan, dan
rekomendasi), struktur dan
kebahasaan
3.5 Menganalisis teks anekdot dari 4.5Mengonstruksi makna tersirat dalam
aspek makna tersirat sebuah teks anekdot baik lisan
maupun tulis
3.6 Mengevaluasi struktur dan 4.6Menciptakan kembali teks anekdot
kebahasaan teks anekdot dengan memerhatikan struktur,
dan kebahasaan baik lisan
maupun tulis.

45 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.7 Mendeskripsikan nilai-nilai dan isi 4.7Menceritakan kembali isi cerita
yang terkandung dalam cerita rakyat rakyat (hikayat) yang didengar dan
(hikayat) baik lisan maupun tulis dibaca

3.8 Membandingkan nilai-nilai dan 4.8Mengembangkan ceritarakyat


kebahasaan cerita rakyat dan (hikayat) ke dalam bentuk
cerpen cerpen dengan memerhatikan isi
dan nilai-nilai
3.9 Menguraikan butir-butir penting dari 4.9Menyusun ikhtisar dari dua buku
dua buku nonfiksi (buku pengayaan) nonfiksi (buku pengayaan) dan
dan satu novel ringkasan dari satu novel yang
dibaca
3.10 Menganalisis pengajuan, 4.10Menyampaikan pengajuan,
penawaran dan persetujuan dalam penawaran, persetujuan dan
teks negosiasi berkaitan dengan penutup dalam teks negosiasi
bidang pekerjaan lisan maupun berkaitan dengan bidang
tertulis pekerjaan secara lisan atau tulis

46 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.11 Mengevaluasi isi, struktur 4.11Mengonstruksikan teks
(orientasi, pengajuan, penawaran, negosiasi berkaitan dengan
persetujuan, penutup) dan bidang pekerjaan dengan
kebahasaan teks negosiasi memerhatikan isi, struktur
berkaitan dengan bidang (orientasi, pengajuan,
pekerjaan penawaran, persetujuan,
penutup) dan kebahasaan
3.12 Menganalisis permasalahan/ isu, 4.12Mengonstruksi permasalahan/isu,
sudut pandang dan argumen sudut pandang dan argumen
beberapa pihak dan simpulan dari beberapa pihak, dan simpulan dari
debat berkaitan dengan bidang debat berkaitan dengan bidang
pekerjaan untuk menemukan pekerjaan secara lisan untuk
esensi dari debat menunjukkan esensi dari debat

3.13 Menganalisis isi debat berkaitan 4.13Mengembangkan permasalahan/


dengan bidang pekerjaan isu dari berbagai sudut pandang
(permasalahan/isu, sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam
dan argumen beberapa pihak, dan berdebat berkaitan dengan
simpulan) bidang pekerjaan

3.14 Menganalisis butir-butir penting 4.14Menyajikan hal-hal yang dapat


yang dapat diteladani dari teks diteladani dari tokoh yang
biografi berkaitan dengan bidang terdapat dalam teks biografi
pekerjaan berkaitan dengan bidang
pekerjaan yang dibaca secara
tertulis
3.15 Menganalisis aspek makna dan 4.15Membuat teks biografi berkaitan
kebahasaan dalam teks biografi dengan bidang pekerjaan baik
berkaitan dengan bidang pekerjaan lisan maupun tulis
3.16 Menganalisis suasana, tema, dan 4.16Mendemonstrasikan (membacakan
makna beberapa puisi yang atau memusikalisasikan) satu
terkandung dalam antologi puisi dari antologi puisi atau
puisi yang diperdengarkan atau kumpulan puisi dengan
dibaca memerhatikan vokal, ekspresi,
dan intonasi (tekanan dinamik
dan tekanan tempo)

3.17 Menganalisis unsur pembangun puisi 4.17Menulis puisi dengan


memerhatikan unsur
pembangunnya (tema, diksi,
gaya bahasa, imaji, struktur,
perwajahan)
3.18 Menganalisis isi dari minimal satu 4.18Menyajikan replikasi isi buku
buku fiksi dan satu buku nonfiksi ilmiah yang dibaca dalam bentuk
yang sudah dibaca resensi

47 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.19 Menganalisis informasi berupa 4.19Merancang pernyataan umum dan
pernyataan-pernyataan umum tahapan-tahapan dalam

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
dan tahapan-tahapan dalam teks teks prosedur berkaitan bidang
prosedur berkaitan dengan pekerjaan dengan organisasi
bidang pekerjaan yang tepat secara lisan dan
tulis
3.20 Menganalisisstruktur dan 4.20Mengembangkan teks prosedur
kebahasaan teks prosedur berkaitan bidang pekerjaan
berkaitan dengan bidang dengan memerhatikan hasil
pekerjaan analisis terhadap isi, struktur, dan
kebahasaan
3.21 Menganalisis informasi 4.21Mengkonstruksi informasi
(pengetahuan dan urutan (pengetahuan dan urutan kejadian)
kejadian) dalam teks ekplanasi dalam teks eksplanasi berkaitan
berkaitan dengan bidang dengan bidang pekerjaan secara
pekerjaan lisan dan tulis lisan dan tulis
3.22 Menganalisis struktur dan 4.22Memproduksi teks eksplanasi
kebahasaan teks eksplanasi berkaitan dengan bidang
berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis
pekerjaan dengan memerhatikan struktur
dan kebahasaan
3.23 Menganalisis informasi berupa 4.23Menyusun bagian-bagian penting
permasalahan aktual yang dari permasalahan aktual
disajikan dalam ceramah sebagai bahan untuk disajikan
berkaitan dengan bidang dalam ceramah berkaitan
pekerjaan dengan bidang pekerjaan

3.24 Menganalisis isi, struktur, dan 4.24Mengonstruksi ceramah berkaitan


kebahasaan dalam ceramah bidang pekerjaan dengan
berkaitan dengan bidang memerhatikan aspek kebahasaan
pekerjaan dan menggunakan struktur yang
tepat
3.25 Mendeskripsikan butir-butir penting 4.25Menyajikan butir-butir penting dari
dari satu buku pengayaan satu buku pengayaan (nonfiksi)
(nonfiksi) berkaitan dengan berkaitan dengan bidang
bidang pekerjaan yang dibaca pekerjaan

3.26 Menemukan butir-butir penting dari 4.26Menyajikan persamaan dan


dua buku pengayaan berkaitan perbedaan isi dua buku
dengan bidang pekerjaan (nonfiksi) pengayaan berkaitan dengan
yang dibaca bidang pekerjaan (nonfiksi)
yang dibaca

48 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.27 Menganalisis pesan dari satu 4.27Menyusun ulasan terhadap pesan
buku fiksi yang dibaca dari satu buku fiksi yang dibaca

3.28 Mendeskripsikan informasi 4.28Melengkapi informasi dalam


penting yang ada dalam proposal berkaitan dengan bidang
proposal kegiatan atau pekerjaan supaya lebih efektif
penelitian berkaitan dengan
bidang pekerjaan

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR

3.29 Menganalisis isi, sistematika, dan 4.29Merancang sebuah proposal karya


kebahasaan suatu proposal ilmiah berkaitan bidang pekerjaan
berkaitan dengan bidang pekerjaan dengan memerhatikan informasi,
tujuan, dan esensi karya ilmiah
yang diperlukan

3.30 Menganalisis informasi, tujuan dan 4.30Merancang informasi, tujuan, dan


esensi sebuah karya ilmiah esensi yang harus disajikan dalam
berkaitan dengan bidang pekerjaan karya ilmiah berkaitan dengan
yang dibaca bidang pekerjaan
3.31 Menganalisis sistematika dan 4.31Mengonstruksi sebuah karya ilmiah
kebahasaan karya ilmiah berkaitan bidang pekerjaan
berkaitan dengan bidang dengan memerhatikan isi,
pekerjaan sistematika, dan kebahasaan

3.32 Membandingkan isi berbagai 4.32Menyajikan isi sebuah resensi


resensi berkaitan dengan berkaitan bidang pekerjaan
bidang pekerjaan untuk dengan memerhatikan hasil
menemukan sistematika sebuah perbandingan beberapa teks
resensi resensi
3.33 Menganalisis kebahasaan resensi 4.33Mengkonstruksi sebuah resensi dari
dalam kumpulan cerpen atau novel buku kumpulan cerita pendek atau
setidaknya dua novel yang sudah dibaca
karya yang berbeda
3.34 Menganalisis alur cerita, babak 4.34Mempertunjukkan salah satu tokoh
demi babak, dan konflik dalam dalam drama yang dibaca atau
drama yang dibaca atau ditonton ditonton secara lisan

3.35 Menganalisis isi dan kebahasaan 4.35Mendemonstrasikan sebuah


drama yang dibaca atau ditonton naskah drama dengan
memerhatikan isi dan
kebahasaan

49 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.36 Menganalisis pesan dari dua 4.36Menyusun ulasan terhadap pesan
buku fiksi (novel dan buku dari dua buku kumpulan puisi yang
kumpulan puisi) yang dibaca dikaitkan dengan situasi kekinian

3.37 Mendeskripsikan isi dan 4.37Menyajikan simpulan sistematika dan


sistematika surat lamaran unsur-unsur isi surat lamaran baik
pekerjaan yang dibaca secara lisan maupun tulis

3.38 Menganalisis unsur kebahasaan 4.38Menyusun surat lamaran pekerjaan


surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi,
sistematika dan kebahasaan

3.39 Menganalisis informasi, yang 4.39Mengonstruksi nilai-nilai dari


mencakup orientasi, rangkaian informasi cerita sejarah dalam
kejadian yang saling berkaitan, sebuah teks eksplanasi

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
komplikasi dan resolusi, dalam
cerita sejarah lisan atau tulis
3.40 Menganalisis kebahasaan cerita atau 4.40Menulis cerita sejarah pribadi
novel sejarah dengan memerhatikan
kebahasaan
3.41 Mendeskripsikan informasi 4.41Menyeleksi ragam informasi
(pendapat, alternatif solusi dan sebagai bahan teks editorial
simpulan terhadap suatu isu) berkaitan dengan bidang
dalam teks editorial berkaitan pekerjaan baik secara lisan
dengan bidang pekerjaan maupun tulis
3.42 Menganalisis struktur dan 4.42Merancang teks editorial berkaitan
kebahasaan teks editorial bidang pekerjaan dengan
berkaitan dengan bidang memerhatikan struktur dan
pekerjaan kebahasaan baik secara lisan
maupun tulis
3.43 Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan 4.43Menyusun laporan hasil diskusi buku
cerita pendek atau kumpulan puisi) tentang satu topik baik secara lisan
dan satu buku pengayaan (nonfiksi) maupun tulis
yang dibaca

3.44 Menganalisis isi teks iklan 4.44Mengonstruksi makna dan


sesuai bidang pekerjaan tujuan isi teks iklan sesuai
bidang pekerjaan
3.45 Menganalisis struktur dan ciri 4.45Menyusun teks iklan sesuai bidang
kebahasaan teks iklan sesuai pekerjaan dengan memerhatikan
bidang pekerjaan struktur dan kebahasaan baik
secara lisan maupun tulis

50 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.46 Mengevaluasi informasi, baik fakta 4.46Menyusun opini dalam bentuk artikel
maupun opini, dalam sebuah berkaitandengan bidang pekerjaan
artikel berkaitan dengan bidang
pekerjaan yang dibaca

3.47 Menganalisis kebahasaan artikel 4.47Mengonstruksi sebuah artikel


dan/atau buku ilmiah berkaitan berkaitan bidang pekerjaan
dengan bidang pekerjaan dengan memerhatikan fakta dan
kebahasaan
3.48 Mendeskripsikan isi dan 4.48Menyajikan simpulan sistematika dan
sistematika suratdinas unsur-unsur isi surat dinas
berkaitan dengan bidang berkaitan dengan bidang pekerjaan
pekerjaan baik secara lisan maupun tulis

3.49 Menganalisis unsur kebahasaan 4.49Menyusun suratdinas yang


surat dinas yang sesuai bidang berkaitan bidang pekerjaan
pekerjaan dengan memerhatikan isi,
sistematika dan kebahasaan
3.50 Menganalisis nilai-nilai yang 4.50Menulis refleksi tentang nilai-

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
terdapat dalam sebuah buku nilai yang terkandung dalam
pengayaan (nonfiksi) dan satu sebuah buku pengayaan
buku drama (fiksi) (nonfiksi) dan satu buku drama
(fiksi)

51 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Muatan :
Nasional
Bidang Keahlian : Seluruh Bidang Keahlian
Mata Pelajaran : Matematika
Jam Pelajaran : 424 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual, (2)sikapsosial, (3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikapspiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap social
yaitu,“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif
melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter pesertadidik lebih lanjut.

52 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
mengevaluasitentang kerja yang lazim dilakukan serta
pengetahuan faktual, konseptual, memecahkan masalah sesuai dengan bidang
prosedural, dan metakognitif kajian Matematika`
sesuai dengan bidang dan Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
lingkupkajian Matematikapada dengan mutu dan kuantitas yang terukur
tingkat teknis, spesifik, detil, dan sesuai dengan standar kompetensi kerja.
kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, Menunjukkan keterampilanmenalar, mengolah,
budaya, dan humaniora dalam dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
konteks pengembangan potensi kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
diri sebagai bagian dari keluarga, solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
sekolah, dunia kerja, warga pengembangan dari yang dipelajarinya di
masyarakat sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
nasional, regional, dan pengawasan langsung.
internasional.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

53 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1Menerapkan konsep bilangan 4.1Menyajikan penyelesaian masalah
berpangkat, bentuk akardan bilangan berpangkat, bentuk akar
logaritma dalam menyelesaikan dan logaritma
masalah
3.2Menerapkan persamaan dan 4.2Menyajikan penyelesaian masalah
pertidaksamaan nilai mutlak yang berkaitan dengan persamaan
bentuk linear satu variabel dan pertidaksamaan nilai mutlak
bentuk linear satu variabel

3.3Menentukan nilai variabel pada 4.3Menyelesaikan masalah sistem


sistem persamaan linear dua persamaan linier dua variabel
variabel dalam masalah
kontekstual
3.4Menentukan nilai maksimum dan 4.4Menyelesaikan masalah
minimum permasalahan kontekstual yang berkaitan
kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua
dengan program linear dua variabel
variabel
3.5Menganalisis barisan dan deret 4.5Menyelesaikan masalah
aritmetika kontekstual yang berkaitan
dengan barisan dan deret
aritmatika
3.6Menganalisis barisan dan deret 4.6Menyelesaikan masalah
geometri kontekstual yang berkaitan
dengan barisan dan deret
geometri
3.7Menganalisis pertumbuhan, 4.7Menyelesaiakan masalah
peluruhan, bunga dan anuitas kontekstual yang berkaitan
dengan pertumbuhan, peluruhan,
bunga dan anuitas
3.8Menentukan perbandingan 4.8Menyelesaikan masalah yang
trigonometri pada segitiga siku- berkaitan dengan perbandingan
siku trigonometri pada segitiga siku-
siku
3.9Menentukan nilai sudut berelasi 4.9Menyelesaikan masalah nilai
diberbagai kuadran sudut berelasi diberbagai
kuadran
3.10Menentukan koordinat kartesius 4.10Menyelesaikan masalah perubahan
menjadi koordinat kutub dan koordinat kartesius menjadi
sebaliknya koordinat kutub dan sebaliknya

54 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.11Menerapkan nilai perbandingan 4.11 Menyajikan grafik fungsi
trigonometri pada grafik trigonometri
fungsitrigonometri
3.12Menerapkan aturan sinus dan 4.12Menyelesaikan permasalah
kosinus kontekstual dengan aturan
sinus dan kosinus

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.13Menentukan luas segitiga pada 4.13Menyelesaikan masalah
trigonometri kontekstual yang berkaitan
dengan luas segitiga pada
trigonometri
3.14Menganalisis nilai sudut 4.14Menyelesaikan nilai nilai sudut
dengan rumus jumlah dan dengan rumus jumlah dan selisih
selisih dua sudut dua sudut
3.15Menerapkan operasi matriks 4.15Menyelesaikan masalah yang
dalam menyelesaiakan masalah berkaitan dengan matriks
yang berkaitan dengan matriks

3.16Menetukan nilai determinan, invers 4.16Menyelesaikan masalah yang


dan tranpos pada ordo 2 x 2 dan berkaitan dengan determinan,
nilai determinan dan tranpos pada invers dan tranposepada ordo
ordo 3 x 3 2 x 2 serta nilai determinan
dan tranpos pada ordo 3 x 3
3.17Menentukan nilai besaran 4.17Menyelesaikan masalah yang
vektor pada dimensi dua berkaitan dengan nilai besaran
vektor pada dimensi dua
3.18Menentukan nilai besaran 4.18Menyelesaikan masalah yang
vektor pada dimensi tiga berkaitan dengan nilai besaran
vektor pada dimensi tiga
3.19Menentukan nilai variabel pada 4.19 Menyelesaikan masalah yang
persamaan dan fungsi kuadrat berkaitan dengan persamaan dan
fungsi kuadrat
3.20Menganalisis operasi komposisi 4.20Menyelesaikan masalah operasi
dan operasi invers pada fungsi komposisi dan operasi invers
pada fungsi
3.21Menentukan persamaan 4.21Menyelesaikan masalah yang
lingkaran berkaitan dengan persamaan
lingkaran

55 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.22Menganalisis masalah kontekstual 4.22Menyelesaikan masalah kontekstual
yang berkaitan dengan yang berkaitan dengan logika
logikamatematika (pernyataan matematika (pernyataan
sederhana, negasi pernyataan sederhana, negasi pernyataan
sederhana, pernyataan majemuk, sederhana, pernyataan majemuk ,
negasi pernyataan majemuk dan negasi pernyataan majemuk dan
penarikan kesimpulan) penarikan kesimpulan )

3.23Menganalisis titik, garis dan bidang 4.23Menyajikan penyelesaian masalah


pada geometri dimensi tiga yang berkaitan dengan jarak
antara titik ke titik, titik ke garis
dan garis ke bidang pada
geometri dimensi tiga

3.24Menetukan masalah kontekstual 4.24Menyelesaikan masalah


yang berkaitan dengan kontekstual kontekstual yang
transformasi geometri

56 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
berkaitan dengan transformasi
geometri
3.25Menganalisis kaidah 4.25Menyajikan penyelesaian masalah
pencacahan, permutasi dan kontekstual berkaitan dengan
kombinasi pada masalah kaidah pencacahan, permutasi dan
kontekstual kombinasi
3.26Menentukan peluang kejadian 4.26Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan peluang
kejadian
3.27Mengevaluasi kajian statistika 4.27Menyelesaikan masalah
dalam masalah kontekstual kontekstual yang berkaitan
dengan kajian statistika
3.28Menganalisis ukuran pemusatan 4.28Menyelesaikan masalah yang
data tunggal dan data kelompok berkaitan dengan ukuran
pemusatan data tunggal dan
data kelompok
3.29Menganalisis ukuran penyebaran 4.29Menyelesaikan masalah yang
data tunggal dan data kelompok berkaitan dengan ukuran
penyebaran data tunggal dan
data kelompok
3.30Menentukan nilai limit fungsi 4.30Menyelesaikan masalah yang
aljabar berkaitan dengan limit fungsi
aljabar
3.31Menentukan turunan fungsi 4.31Menyelesaikan masalah yang
aljabar menggunakan definisi berkaitan dengan turunan fungsi
limit fungsi atau sifat– sifat aljabar
turunan fungsi serta
penerapannya
3.32Menganalisis keberkaitan turunan 4.32Menyelesaikan masalah
pertama fungsi dengan nilai kontekstual yang berkaitan
maksimum, nilai minimum, dan dengan turunan pertama
selang kemonotonan fungsi, fungsi aljabar
serta kemiringan garis singgung
kurva

3.33Menentukan nilai integral tak tentu 4.33Menyelesaikan masalah yang


dan tertentu fungsi aljabar berkaitan dengan integral tak
tentu dan tertentu fungsi aljabar

3.34Menentukan luas permukaan dan 4.34Menyelesaikan masalah luas


volume benda putar dengan permukaan dan volume benda
menggunakan integral tertentu putar dengan menggunakan
integral tertentu

57 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Semua Bidang Keahlian
Program Keahlian : Semua Program Keahlian
Kompetensi Keahlian : Semua Kompetensi Keahlian
Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual, (2)sikapsosial, (3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap social yaitu,
“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusiatas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching)
yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, denganmemperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

58 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasitentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, prosedural, dan dengan bidang kajian Sejarah Indonesia.
metakognitif sesuai dengan Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
bidang dan lingkupkajian
dengan mutu dan kuantitas yang terukur
SejarahIndonesiapada tingkat sesuai dengan standar kompetensi kerja.
teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, Menunjukkan keterampilanmenalar,
berkenaan dengan ilmu mengolah, dan menyaji secara efektif,
pengetahuan, teknologi, seni, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
budaya, dan humaniora dalam kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
konteks pengembangan ranah abstrak terkait dengan
potensi diri sebagai bagian
dari

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
keluarga, sekolah, dunia pengembangan dari yang dipelajarinya di
kerja, warga masyarakat sekolah, serta mampu
nasional, regional, dan melaksanakan tugas spesifik di bawah
internasional. pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1Memahami konsep dasar sejarah 4.1Menyajikan hasil pemahaman
(berpikir kronologis, diakronik, tentang konsep dasar sejarah
sinkronik, ruang dan waktu (berpikir kronologis, diakronik,
sertaperubahan dan sinkronik, ruang dan waktu serta
keberlanjutan) perubahan dan keberlanjutan)

59 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.2Menganalisis kehidupan 4.2Menyajikan informasi mengenai
manusia dan hasil-hasil manusia dan hasil-hasil budaya
budaya masyarakat Pra Aksara khususnya masyarakat Pra Aksara
Indonesia Indonesia
3.3Menganalisis berbagaiteori tentang 4.3Mengolah informasi tentang berbagai
proses masuknya agama dan teori masuknya agama dan
kebudayaan Hindu dan Buddha kebudayaan Hindu dan Buddha
serta pengaruhnya terhadap serta pengaruhnya terhadap
kehidupan masyarakat Indonesia kehidupan masyarakat Indonesia
(pemerintahan, budaya) (pemerintahan, budaya)

3.4Menganalisis berbagai teori 4.4Menyajikan hasil analisis berbagai


tentang proses masuknya agama teori tentang proses masuknya
dan kebudayaan Islam serta agama dan kebudayaan Islam
pengaruhnya terhadap kehidupan serta pengaruhnya terhadap
masyarakat Indonesia (ekonomi, kehidupan masyarakat Indonesia
pemerintahan, budaya) (ekonomi, pemerintahan,
budaya)

3.53Menganalisis proses masuk dan 4.5Mengolah informasi tentang


perkembangan penjajahan bangsa proses masuk dan
Eropa (Portugis, Spanyol, perkembangan penjajahan
Belanda,Inggris) ke Indonesia bangsa Eropa (Portugis, Spanyol,
Belanda, Inggris) keIndonesia
3.6Menganalisis dampak politik, 4.6Menalar dampak politik, budaya,
budaya, sosial, ekonomi, dan sosial, ekonomi, dan pendidikan
pendidikan pada masa penjajahan pada masa penjajahan bangsa Eropa
bangsa Eropa, lahirnya lahirnya pergerakan nasional dan
pergerakan nasional dan peristiwa peristiwa sumpah pemuda
sumpah pemuda
3.7Menganalisis peristiwa proklamasi 4.7Menalar peristiwa proklamasi
kemerdekaan dan pembentukan kemerdekaan dan pembentukan
pemerintahan pertama Republik pemerintahan pertama Republik
Indonesia, serta maknanya bagi Indonesia, serta maknanya bagi
kehidupan sosial, budaya, kehidupan sosial, budaya, ekonomi,
ekonomi, politik, dan pendidikan politik, dan pendidikan bangsa
bangsa Indonesia Indonesia

3.8Menganalisis strategi dan 4.8Mengolah informasitentang strategi


bentuk perjuangan bangsa dan bentuk perjuangan bangsa
Indonesia dalam upaya Indonesia dalam upaya
mempertahankan mempertahankan kemerdekaan

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
kemerdekaan dari ancaman dari ancaman Sekutu dan
Sekutu dan Belanda Belanda
60 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
3.9 Mengevaluasi upaya bangsa 4.9Menyajikan hasil kesimpulan tentang
indonesia dalam menghadapi upaya bangsa Indonesia dalam
ancaman disintegrasi bangsa menghadapi ancaman disintegrasi
antara lain PKIMadiun 1948, bangsa antara lain PKIMadiun 1948,
DI/TII, APRA, AndiAziz, RMS, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI,
PRRI, Permesta, G-30-S/PKI Permesta, G-30-S/PKI

3.10Mengevaluasi perkembangan 4.10Menyajikan hasil telaah tentang


kehidupan politik dan ekonomi perkembangan kehidupan politik
Bangsa Indonesia dan ekonomi Bangsa Indonesia
pada masa awal kemerdekaan pada masa awal kemerdekaan
sampai dengan masa sampai masa Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Terpimpin
3.11Mengevaluasi perkembangan 4.11Mengolah informasi tentang
kehidupan politik dan ekonomi pekembangan kehidupan politik dan
Bangsa Indonesia pada masa ekonomi Bangsa Indonesia pada
Orde Baru sampai dengan awal masa Orde Barusampai dengan
Reformasi, serta peranan awal Reformasi, serta peranan
mahasiswa dan pemuda dalam mahasiswa dan
perubahan politik dan pemuda dalam perubahan
ketatanegaraan Indonesia politik dan ketatanegaraan
Indonesia
3.12Mengevaluasi peran bangsa 4.12Menyajikan hasil telaah tentang
Indonesia dalam perdamaian peran bangsa Indonesia dalam
dunia antara lain KAA, Misi perdamaian dunia antara lain KAA,
Garuda, Deklarasi Djuanda, Misi Garuda, Deklarasi Djuanda,
Gerakan Non Blok, dan ASEAN, Gerakan Non Blok, dan ASEAN,
OKI, dan Jakarta Informal OKI, dan Jakarta Informal Meeting
Meeting
3.13Mengevaluasi kehidupan Bangsa 4.13Membuat studi evaluasi tentang
Indonesia dalam kehidupan Bangsa Indonesia dalam
mengembangkan ilmu mengembangkan ilmu pengetahuan
pengetahuan dan teknologi pada dan teknologi di era kemerdekaan
era kemerdekaan (sejak (sejak proklamasi sampai dengan
proklamasi sampai dengan Reformasi)
Reformasi)

61 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Seluruh Bidang Keahlian
Program Keahlian : Seluruh Program Keahlian
Kompetensi Keahlian : Seluruh Kompetensi Keahlian(3 Tahun) Mata
Pelajaran : Bahasa Inggris
Jam Pelajaran : 352 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual, (2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap social
yaitu,“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif
melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

62 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasitentang prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
pengetahuan faktual, memecahkan masalah sesuai dengan
konseptual, prosedural dasar, bidang kajian Bahasa Inggris.
dan metakognitif sesuai Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
dengan bidang dan lingkup dengan mutu dan kuantitas yang terukur
kajianBahasa Inggrispada sesuai dengan standar kompetensi kerja.
tingkatteknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan Menunjukkan keterampilanmenalar,
dengan ilmu pengetahuan, mengolah, dan menyaji secara efektif,
teknologi, seni, budaya, dan kreatif, produktif, kritis, mandiri,
humaniora dalam konteks kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
pengembangan potensi diri ranah abstrak terkait dengan
sebagai bagian dari pengembangan dari yang dipelajarinya

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
keluarga, sekolah, dunia di sekolah, serta mampu melaksanakan
kerja, warga masyarakat tugas spesifik di bawah
nasional, regional, dan pengawasan langsung.
internasional.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

63 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Menganalisis fungsi sosial, 4.1Menyusun teks interaksi transaksional
struktur teks, dan unsur lisan dan tulis pendek dan
kebahasaan teks interaksi sederhana yang melibatkan
transaksional lisan dan tulis tindakan memberi dan meminta
yang melibatkan tindakan informasi terkait jati diri, dengan
memberi dan meminta informasi memperhatikan fungsi sosial,
terkait jati diri dan hubungan struktur teks, dan unsur
keluarga, sesuai dengan kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks penggunaannya. konteks penggunaannya.
(Perhatikan unsur kebahasaan
pronoun: subjective, objective,
possessive)

3.2 Menganalisis fungsi sosial, 4.2Menyusun teks interaksi interpersonal


struktur teks, dan unsur lisan dan tulis sederhana yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan memberikan
interpersonal lisan dan tulis ucapan selamat bersayap
yang melibatkan tindakan (extended), dan responnya dengan
memberikan ucapan selamat memperhatikan fungsi sosial,
bersayap (extended), dan struktur teks, dan unsur kebahasaan
responnya, sesuai dengan yang benar dan sesuai konteks.
konteks penggunaannya.

3.3 Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.3Menyusun teks interaksi transaksional


teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis pendek dan
interaksi transaksional lisan dan sederhana yang melibatkan
tulis yang melibatkan tindakan tindakan memberi dan meminta
memberi dan meminta informasi informasi terkait niat melakukan
terkait niat melakukan suatu suatu tindakan/kegiatan, dengan
tindakan/kegiatan, sesuai dengan memperhatikan fungsi sosial,
konteks penggunaannya. struktur teks, dan unsur
(Perhatikan unsur kebahasaan be kebahasaan yang benar dan sesuai
going to, would like to) konteks penggunaannya.

3.4 Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.4Menyusun teks deskriptif lisan dan
teks, dan unsur kebahasaan tulis, pendek dan sederhana,
beberapa teks deskriptif lisan dan terkait orang, benda dan tempat,
tulis dengan memberi dan dengan memperhatikan
meminta informasi pendek dan fungsisosial, struktur teks, dan
sederhana terkait orang, benda unsur kebahasaan, secara benar
dan tempat sesuai dengan konteks dan sesuai konteks
penggunaannya.

64 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.5 Menganalisis fungsi sosial, 4.5Menyusun teks khusus dalam bentuk
struktur teks, dan unsur pemberitahuan (announcement),
kebahasaan beberapa teks lisan dan tulis, pendek dan
khusus dalam bentuk sederhana, dengan memperhatikan
pemberitahuan fungsi sosial,

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
(announcement), dengan struktur teks, dan unsur
memberi dan meminta informasi kebahasaan, secara benar dan
terkait kegiatan sekolah/tempat sesuai konteks
kerja, sesuai dengan konteks
penggunaannya

3.6 Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.6Menyusun teks interaksi


teks, dan 4unsur kebahasaan teks transaksional, lisan dan tulis,
interaksi transaksional lisan dan pendek dan sederhana, yang
tulis yang melibatkan tindakan melibatkan tindakan unsur dan
memberi dan meminta informasi meminta informasi terkait
terkait keadaan/tindakan/ keadaan/tindakan/ kegiatan/
kegiatan/ kejadian yang kejadian yang dilakukan/terjadi di
dilakukan/terjadi di waktu lampau waktu lampau yang merujuk waktu
yang merujuk waktu terjadinya terjadinya dan kesudahannya,
dan kesudahannya, sesuai dengan dengan memperhatikan fungsi
konteks penggunaannya. sosial, struktur teks, dan unsur
(Perhatikan unsur kebahasaan kebahasaan yang benar dan sesuai
simple past tense vs present konteks
perfect tense)

3.7 Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.7Menyusun teks recount lisan dan
teks, dan unsur kebahasaan tulis, pendek dan sederhana,
beberapa teks recount lisan dan terkait peristiwa/pengalaman,
tulis dengan memberi dan dengan memperhatikan fungsi
meminta informasi terkait sosial, struktur teks, dan unsur
peristiwa/pengalaman sesuai kebahasaan, secara benar dan
dengan konteks penggunaannya sesuai konteks

3.8 Menganalisis fungsi sosial, 4.8Menyajikan teks naratif pendek dan


struktur teks, dan unsur sederhana terkait legenda rakyat
kebahasaan beberapa teks secara lisan dan tulis dengan
naratif lisan dan tulis dengan memperhatikan fungsi social,
memberi dan meminta informasi struktur teks dan unsur
terkait legenda rakyat kebahasaan secara benar dan
sederhana, sesuai dengan sesuai konteks
konteks penggunaannya

65 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.9 Menganalisis fungsi social, struktur 4.9Menyusun teks khusus dalam bentuk
teks dan unsur kebahasaan memo, menu, jadwal dan tanda-
beberapa teks khusus dalam tanda (signs) lisan dan tulis, pendek
bentuk memo, menu, schedule dan sederhana, dengan
dan signs dengan memberi dan memperhatikan fungsi sosial,
meminta informasi terkait kegiatan struktur teks dan unsur kebahasaan
sekolah atau tempat kerja, sesuai secara benar dan sesuai konteks.
dengan konteks penggunaannya di
dunia kerja.

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.10 Menerapkan fungsi social, 4.10Menyusun teks interaksi
struktur teks dan unsur transaksional lisan dan tulis yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan member dan
transaksional lisan dan tulis meminta informasi terkait
yang melibatkan tindakan perbandingan kata sifat dengan
memberi dan meminta memperhatikan fungsi social,
informasi terkait perbandingan struktur teks dan unsur kebahasaan
kata sifat sesuai dengan bidang yang benar dan sesuai konteks.
keahlian dan konteks
penggunaannya.

3.11 Menganalisis fungsi social, 4.11Menyusun teks interaksi


struktur teks dan unsur transaksional lisan dan tulis,
kebahasaan teks interaksi pendek dan sederhana, yang
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
melibatkan tindakan memberi meminta informasi tentang
dan meminta informasi tentang petunjuk arah (direction) dengan
petunjuk arah (direction) sesuai memperhatikan fungsi social,
dengan konteks penggunaannya struktur teks dan unsur
di dunia kerja. kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks di dunia kerja.
3.12 Menganalisis fungsi social, 4.12Menyusun teks interaksi
struktur teks dan unsur transaksional lisan dan tulis,
kebahasaan teks interaksi pendek dan sederhana yang
transaksional yang melibatkan tindakan memberi dan
melibatkan tindakan memberi meminta informasi terkait
dan meminta informasi terkait kegiatan/tugas-tugas rutin
kegiatan/tugas-tugas rutin sederhana (simple routine tasks)
sederhana (simple routine tasks) dengan memperhatikan fungsi
sesuai dengan konteks social, struktur teks dan unsur
penggunaan didunia kerja. kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks dunia kerja.

66 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.13 Menganalisis fungsi sosial, 4.13Menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional, lisan dan tulis,
kebahasaan teks interaksi pendek dan sederhana, yang
transaksional lisan dan tulis melibatkan tindakan memberi dan
yang melibatkan tindakan meminta informasi terkait saran
memberi dan meminta dan tawaran, dengan
informasi terkait saran dan memperhatikan fungsi sosial,
tawaran, sesuai dengan konteks struktur teks, dan unsur
penggunaannya. (Perhatikan kebahasaan yang benar dan
unsur kebahasaan should, can) sesuai konteks

3.14 Menganalisis fungsi sosial, 4.14Menyusun teks interaksi


struktur teks, dan unsur transaksional, lisan dan tulis,
kebahasaan teks interaksi pendek dan sederhana, yang
transaksional lisan dan tulis melibatkan tindakan memberi dan
yang melibatkan tindakan meminta informasi terkait
memberi dan meminta pendapat dan pikiran, dengan
informasi terkait pendapat dan memperhatikan fungsi sosial,
pikiran, sesuai dengan struktur teks, dan unsur

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
konteks penggunaannya. kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan unsur sesuai konteks
kebahasaanI think,Isuppose,
inmy opinion)
3.15 Menerapkan fungsi social, 4.15Menuliskan kembali teks pesan
struktur teks dan unsur sederhana lewat telephone terkait
kebahasaan teks interaksi tempat kerja dengan
transaksional yang memperhatikan fungsi sosial,
melibatkan tindakan memberi struktur teks dan unsur
dan memintainformasi kebahasaan secara benar dan
terkait pesan sederhana lewat sesuai konteks dunia kerja
telephone (taking simple
phone message) sesuai
dengan konteks
penggunaannya didunia
kerja
3.16 Menganalisis fungsi6sosial, 4.16Menyusun teks khusus dalam
struktur teks, dan 6unsur bentuk undangan resmi lisan dan
kebahasaan beberapa teks tulis, terkait kegiatan
khusus dalam bentuk undangan sekolah/tempat kerja, dengan
resmi dengan memberi dan memperhatikan fungsi6nsure,
meminta informasi terkait struktur teks, dan 6unsur
kegiatan sekolah/tempat kerja kebahasaan, secara benar dan
sesuai dengan konteks sesuai konteks
penggunaannya

67 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.17 Membedakan fungsi sosial, 4.17Menyusun teks khusus dalam bentuk
struktur teks, dan unsur surat pribadi terkait kegiatan diri
kebahasaan beberapa teks sendiri dan orang sekitarnya, lisan
khusus dalam bentuk surat dan tulis, dengan memperhatikan
pribadi dengan memberidan fungsi sosial, struktur teks, dan
menerima informasi terkait unsur kebahasaan, secara benar
kegiatan diri sendiri dan orang dan sesuai konteks
sekitarnya, sesuai dengan
konteks penggunaannya

3.18 Menganalisis fungsi sosial, 4.18Menyusun teks prosedur, lisan dan


struktur teks, dan unsur tulis, dalam bentuk manual terkait
kebahasaan beberapa teks penggunaan teknologi dan kiat-kiat
prosedur lisan dan tulis (tips), dengan memperhatikan
dengan memberi dan fungsi sosial, struktur teks, dan
meminta informasi terkait unsur kebahasaan, secara benar
manual penggunaan teknologi dan sesuai konteks
dan kiat-kiat (tips), pendek dan
sederhana, sesuai dengan bidang
keahlian dan konteks
penggunaannya
3.19 Menganalisis fungsi sosial, 4.19Menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
kebahasaan teks interaksi yang melibatkan tindakan
transaksional lisan dan tulis memberi dan meminta

68 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
yang melibatkan tindakan informasi terkait
memberi dan meminta keadaan/tindakan/
informasi terkait keadaan kegiatan/kejadian tanpa perlu
/tindakan/ kegiatan/ kejadian menyebutkan pelakunya dalam
tanpa perlu menyebutkan teks ilmiah, dengan
pelakunya dalam teks ilmiah, memperhatikan fungsi sosial,
sesuai dengan konteks struktur teks, dan unsur
penggunaannya. (Perhatikan kebahasaan yang benar dan sesuai
unsur kebahasaan passive konteks
voice)

3.20 Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.20Menyusun teks lisan dan tulis untuk
teks, dan unsur kebahasaan menyatakan dan menanyakan
untuk menyatakan dan tentang pengandaian jika terjadi
menanyakan tentang suatu keadaan/ kejadian/peristiwa
pengandaian jika terjadi suatu di waktu yang akan datang, dengan
keadaan/ kejadian/peristiwa di memperhatikan fungsi sosial,
waktu yang akan datang, sesuai struktur teks, dan unsur
dengan konteks penggunaannya. kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.

3.21 Menganalisis struktur teks dan 4.21Menyusun teks ilmiah faktual


unsur kebahasaan untuk (factual report), lisan dan tulis,
melaksanakan fungsi sosial teks sederhana, tentang orang,
factual report dengan binatang, benda, gejala dan
menyatakan dan menanyakan peristiwa alam dan sosial, terkait
tentang teks ilmiah faktual dengan mata pelajaran lain
tentang orang, binatang, benda,
gejala dan peristiwa alam dan
sosial, sederhana, sesuai dengan
konteks pembelajaran di
pelajaran lain
3.22 Menganalisis fungsi sosial, 4.22Menyusun teks eksposisi analitis
struktur teks, dan unsur tulis, terkait isu aktual, dengan
kebahasaan beberapa teks memperhatikan fungsi sosial,
eksposisi analitislisan dan tulis struktur teks, dan unsur
dengan memberi dan meminta kebahasaan, secara benar dan
informasi terkait isu aktual, sesuai konteks
sesuai dengan
konteks penggunaannya
3.23 Menganalisis fungsi social, 4.23Menyusun teks biografi tokoh lisan
struktur teks dan unsur dan tulis, pendek dan sederhana,
kebahasaan pada teks biografi dengan memperhatikan fungsi
tokoh sesuai dengan konteks sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya. kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks

69 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.24 Menganalisis fungsi sosial, 4.24Menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
kebahasaan teks interaksi yang melibatkan tindakan
transaksional lisan dan tulis memberi dan meminta

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
yang melibatkan tindakan informasi terkait hubungan
memberi dan meminta sebab akibat, dengan
informasi terkait hubungan memperhatikan fungsi sosial,
sebab akibat, sesuai dengan struktur teks, dan unsur
konteks penggunaannya. kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan unsur sesuai konteks
kebahasaan becauseof..., due to
...,thanksto ...)
3.25 Menganalisis fungsi social, 4.25Menyusun teks interaksi
struktur teks dan unsur transaksional tulis yang melibatkan
kebahasaan teks interaksi tindakan memberi dan meminta
transaksional yang informasi terkait penulisan laporan
melibatkan tindakan memberi sederhana dengan memperhatikan
dan meminta informasi fungsi social, struktur teks dan
terkait penulisan laporan unsur kebahasaan yang benar dan
sederhana. sesuai dengan konteks
penggunaannya di dunia kerja.

3.26 Menganalisis fungsi social, 4.26Menyusun teks interaksi


struktur teks dan unsur transaksional lisan yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan memberi dan
transaksional yang meminta informasi terkait
melibatkan tindakan memberi penyajian laporan dengan
dan meminta informasi memperhatikan fungsi social,
terkait penyajian laporan struktur teks dan unsur
secara lisan (report kebahasaan yang benar dan
presentation) sesuai dengan konteks
penggunaannya di dunia kerja.
3.27 Menganalisis fungsi sosial, 4.27Menyusun teks interaksi interpersonal
struktur teks, dan unsur lisan dan tulis sederhana yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan menawarkan
interpersonal lisan dan tulis yang jasa, dan menanggapinya dengan
melibatkan tindakan memperhatikan fungsi sosial,
menawarkan jasa, serta struktur teks, dan unsur
menanggapinya, sesuai dengan kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks penggunaannya. konteks
(Perhatikan unsur kebahasaan
May Ihelp you? What can Ido for
you? What if ...?)

70 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.28 Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.28Menyusun teks khusus surat lamaran
teks, dan unsur kebahasaan kerja, yang memberikan informasi
beberapa teks khusus dalam antara lain jati diri, latar belakang
bentuk surat lamaran kerja, pendidikan/pengalaman kerja,
dengan memberi dan meminta dengan memperhatikan fungsi
informasi terkait jati diri, latar sosial, struktur teks, dan unsur
belakang pendidikan/pengalaman kebahasaan, secara benar dan
kerja, sesuai dengan konteks sesuai konteks
penggunaannya

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.29 Menganalisis fungsi sosial, 4.29Menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan yang
kebahasaan teksinteraksi melibatkan tindakan memberi dan
transaksional lisan yang meminta informasi terkait jati diri
melibatkan tindakan memberi dalam konteks pekerjaan
dan meminta informasi (wawancara pekerjaan), dengan
terkait jati diri dalam konteks memperhatikan fungsi sosial,
pekerjaan (wawancara struktur teks, dan unsur
pekerjaan) kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks penggunaannya di dunia
kerja.

3.30 Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.30Menyusun teks lisan dan tulis
teks, dan unsur kebahasaanuntuk untuk menyatakan dan
menyatakan dan menanyakan menanyakan tentang keharusan,
tentang keharusan, sesuai dengan memperhatikan fungsi
dengan konteks penggunaannya. sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks.

3.31 Menganalisis fungsi sosial, 4.31Menangkap makna secara


struktur teks, dan unsur kontekstual terkait fungsi
kebahasaan beberapa teks sosial, struktur teks, dan unsur
news item lisan dan tulis kebahasaan teks news items
dengan memberi dan lisan dan tulis, dalam bentuk
meminta informasi terkait berita sederhana koran/radio/TV
berita sederhana dari
koran/radio/TV, sesuai
dengan konteks
penggunaannya

71 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.32 Menganalisis fungsi sosial, 4.32Menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis yang
kebahasaan teks interaksi melibatkan tindakan memberi dan
transaksional lisan dan tulis yang meminta informasi terkait
melibatkan tindakan memberi pengandaian diikuti oleh
dan meminta informasi terkait perintah/saran, dengan
pengandaian diikuti oleh memperhatikanfungsi
perintah/saran, sesuai dengan sosial, struktur teks, dan unsur
bidang kebahasaan yang benar dan
keahlian dan konteks sesuai konteks
penggunaannya. (Perhatikan
unsur kebahasaanifdengan
imperative, can,should)

72 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Seluruh Bidang Keahlian
Program Keahlian : Seluruh Program Keahlian
Kompetensi Keahlian : Seluruh Kompetensi Keahlian (3 dan 4 Tahun)
Mata Pelajaran : Seni Budaya
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulummencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual,(2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan
mengamalkanajaranagamayang dianutnya”.Sedangkanrumusan
kompetensisikapsosialyaitu,“Menghayatidanmengamalkanperilakujujur, disiplin,santun,
peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,damai), bertanggung-jawab, responsif, dan
proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalampergaulan dunia”.Keduakompetensitersebutdicapaimelalui
pembelajarantidaklangsung(indirect teaching)yaituketeladanan,
pembiasaan,danbudayasekolah,denganmemperhatikankarakteristikmata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasi tentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, operasional dasar, dengan bidang kajian/kerjaSeni Budaya.
dan metakognitif sesuai Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
dengan bidang dan lingkup dengan mutu dan kuantitas yang terukur
kajian/kerja Seni Budaya pada sesuai dengan standar kompetensi kerja.
tingkat teknis, spesifik, detil,
dan Menunjukkan keterampilan menalar,
kompleks, berkenaan dengan mengolah, dan menyaji secara efektif,
ilmu pengetahuan, teknologi, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
seni, budaya, dan humaniora kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam konteks pengembangan
potensi diri
73 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
sebagai bagian dari dalam ranah abstrak terkait dengan
keluarga, sekolah, dunia pengembangan dari yang dipelajarinya
kerja, warga masyarakat di sekolah, serta mampu melaksanakan
nasional, regional, dan tugas spesifik di bawah pengawasan
internasional. langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.1. Mempresentasikan konsep
3.1 Memahami konsep budaya budaya
4.2. Mempresentasikan konsep
3.2 Memahami konsep seni seni
4.3. Mempresentasikan konsep
3.3 Memahami konsep keindahan keindahan
3.4 Menganalisis jenis, fungsi dan 4.4. Memilah jenis, fungsi dan unsur
unsur seni budaya Nusantara seni budaya Nusantara
3.5 Menganalisis perkembangan 4.5. Merumuskan perkembangan
seni budaya Nusantara senibudaya Nusantara
3.6 Menerapkan apresiasi seni 4.6. Melaksanakan peniruan karya seni
budaya Nusantara budaya Nusantara
3.7 Menerapkan apresiasi seni 4.7. Melaksanakan apresiasi seni
budaya mancanegara budaya mancanegara
3.8 Menganalisis karya seni 4.8. Mengembangkan karya seni
budaya Nusantara budaya Nusantara
4.9. Mempresentasikan hasil
3.9 Mengevaluasi karya seni evaluasi karya seni budaya
budaya Nusantara Nusantara
3.10 Merancang karya seni 4.10.Mengkreasi karya seni budaya
budaya Nusantara Nusantara

74 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Semua Bidang Keahlian
Program Keahlian : Semua Program Keahlian
Kompetensi Keahlian : Semua Kompetensi Keahlian
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Jam Pelajaran : 144 JP (@ 45 Menit)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual, (2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap social
yaitu,“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif
melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan danpengembangan kompetensisikapdilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSIINTI3 KOMPETENSI INTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan menggunakan alat, informasi, dan
mengevaluasi tentang prosedur kerja yang lazim dilakukan
pengetahuan faktual, serta memecahkan masalah sesuai
konseptual, prosedural dasar, dengan bidang kajian Pendidikan
dan metakognitif sesuai Jasmani,Olahraga,dan Kesehatan.
dengan bidang dan lingkup Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
kajian Pendidikan Jasmani, dengan mutu dan kuantitas yang terukur
Olahraga,dan Kesehatanpada sesuai dengan standar kompetensi kerja.
tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan Menunjukkan keterampilan menalar,
dengan ilmu pengetahuan, mengolah, dan menyaji secara efektif,
teknologi, seni, budaya, dan kreatif, produktif, kritis, mandiri,

75 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSIINTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
humaniora dalam konteks kolaboratif, komunikatif, dan solutif
pengembangan potensi diri dalam ranah abstrak terkait dengan
sebagai bagian dari pengembangan dari yang dipelajarinya di
keluarga, sekolah, dunia sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
kerja, warga masyarakat spesifik di bawah pengawasan langsung.
nasional, regional, dan Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
internasional. kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1Menerapkan teknik dasar salah satu 4.1Mempraktikan teknik dasar salah
aktifitas olahraga permainan bola satu aktifitas olahraga permainan
besar untuk menghasilkan bola besar untuk menghasilkan
koordinasi gerak yang baik koordinasi gerak yang baik

3.2Menerapkan teknik dasar salah satu 4.2Mempraktikan teknik dasar salah


aktifitas olahraga permainan bola satu aktifitas olahraga permainan
kecil untuk menghasilkan bola kecil untuk menghasilkan
koordinasi gerak koordinasi gerak
3.3Menerapkan salah satu 4.3Mempraktikan salah satu
keterampilan aktifitas atletik keterampilan aktifitas atletik
untuk menghasilkan gerak yang untuk menghasilkan gerak yang
efektif efektif
3.4Menerapkan salah satu keterampilan 4.4Mempraktikan salah satu
aktifitas olahraga beladiri untuk keterampilan aktifitas olahraga
menghasilkan gerak yang efektif beladiri untuk menghasilkan gerak
yang efektif
3.5Menerapkan latihan pengukuran 4.5Mempraktikan latihan pengukuran
komponen kebugaran jasmani komponen kebugaran jasmani
untuk kesehatan (daya tahan, untuk kesehatan (daya tahan,
kekuatan, komposisi tubuh, dan kekuatan, komposisi tubuh, dan
kelenturan) menggunakan kelenturan) menggunakan
instrumen terstandar instrumen terstandar

76 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.6Menerapkan keterampilan rangkaian 4.6Memraktikan keterampilan
gerak dasar aktifitas olahraga rangkaian gerak dasar aktifitas
senam untuk menghasilkan olahraga senam lantai untuk
koordinasi yang baik menghasilkan koordinasi yang baik

3.7Menerapkan keterampilan gerak 4.7Mempraktikan hasil analisis gerakan


rangkaian aktifitas olahraga rangkaian aktifitas olahraga
senam ritmik untuk menghasilkan senam ritmik untuk menghasilkan
koordinasi yang baik koordinasi yang baik

3.8Menerapkan keterampilan salah 4.8Mempraktikan keterampilan salah


satu gaya renang pada aktifitas satu gaya renang pada aktifitas
olahraga air* olahraga air*
3.9Memahami cara perilaku 4.9Mempresentasikan cara perilaku
budaya hidup sehat dalam budaya hidup sehat dalam
kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari
3.10Menganalisis teknik dasar salah 4.10Mempraktikan teknik dasar salah
satu aktifitas olahraga satu aktifitas olahraga
permainan bola besar untuk permainan bola besar untuk
menghasilkan koordinasi gerak menghasilkan koordinasi gerak
yang baik yang baik

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.11Menganalisis teknik dasar salah 4.11Mempraktikan teknik dasar salah
satu aktifitas olahraga satu aktifitas olahraga
permainan bola kecil untuk permainan bola kecil untuk
menghasilkan koordinasi gerak menghasilkan koordinasi gerak

3.12Menganalisis salah satu 4.12Mempraktikan salah satu


keterampilan aktifitas atletik keterampilan aktifitas atletik
untuk menghasilkan gerak yang untuk menghasilkan gerak yang
efektif efektif
3.13Menganalisis salah satu 4.13Mempraktikan salah satu
keterampilan aktifitas olahraga keterampilan aktifitas olahraga
beladiri untuk menghasilkan gerak beladiri untuk menghasilkan gerak
yang efektif yang efektif
3.14Menganalisis latihan pengukuran 4.14Mempraktikan latihan pengukuran
komponen kebugaran jasmani komponen kebugaran jasmani
untuk kesehatan (daya tahan, untuk kesehatan (daya tahan,
kekuatan, komposisi tubuh, dan kekuatan, komposisi tubuh, dan
kelenturan) menggunakan kelenturan) menggunakan
instrumen terstandar instrumen terstandar

77 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.15Menganalisis keterampilan 4.15Mempraktikan keterampilan
rangkaian gerak dasar aktifitas rangkaian gerak dasar aktifitas
olahraga senam untuk olahraga senam untuk
menghasilkan koordinasi yang baik menghasilkan koordinasi yang baik

3.16Menerapkan keterampilan gerak 4.16Mempraktikan hasil analisis


rangkaian aktifitas olahraga gerakan rangkaian aktifitas
senam ritmik untuk menghasilkan olahraga senam ritmikuntuk
koordinasi yang baik menghasilkan koordinasi yang
baik
3.17Menganalisis keterampilan salah 4.17Mempraktikan keterampilan salah
satu gaya renang pada aktifitas satu gaya renang pada aktifitas
olahraga air* olahraga air*
3.18Menganalisis permasalahan cara 4.18Mempresentasikan
perilaku budaya hidup sehat dalam permasalahan cara perilaku
kehidupan sehari- hari budaya hidup sehat dalam
kehidupan sehari-hari

78 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Teknologi Informasi dan Komunikasi Program
Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Kompetensi Keahlian : Multimedia (C1)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual, (2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap social
yaitu,“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif
melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan danpengembangankompetensi sikapdilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

79 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
konseptual, operasional dasar, serta memecahkan masalah sesuai
dan metakognitif sesuai dengan dengan lingkup Simulasidan
bidang dan lingkupSimulasi dan KomunikasiDigital, dan Dasar Bidang
KomunikasiDigital, dan Dasar Teknologi Informasidan Komunikasi.
BidangTeknologi Informasidan Menampilkan kinerja di bawah
Komunikasipada tingkat teknis, bimbingan dengan mutu dan
spesifik, detil, dan kompleks, kuantitas yang terukur sesuai dengan
berkenaan dengan ilmu standar kompetensi kerja.
pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam Menunjukkan keterampilan menalar,
konteks pengembangan potensi diri mengolah, dan menyaji secara
sebagai bagian dari keluarga, efektif, kreatif, produktif, kritis,
sekolah, dunia kerja, warga mandiri, kolaboratif, komunikatif,
masyarakat nasional, regional, dan dan solutif dalam ranah abstrak
internasional. terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta

80 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSI INTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Mata Pelajaran : Simulasi dan Komunikasi Digital


Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Menerapkan logika dan 4.1 Menggunakan fungsi-fungsi
algoritma komputer perintah (Command)
3.2 Menerapkan metode peta-minda 4.2 Membuat peta-minda
3.3 Mengevaluasi paragraf deskriptif, 4.3 Menyusun kembali format
argumentatif, naratif, dan persuasif dokumen pengolah kata

3.4 Menerapkan logika dan operasi 4.4 Mengoperasikan perangkat


perhitungan data lunak pengolah angka
3.5 Menganalisis fitur yang tepat 4.5 Membuat slide untuk
untuk pembuatan slide presentasi
3.6 Menerapkan teknik presentasi yang 4.6 Melakukan presentasi yang
efektif efektif
3.7 Menganalisis pembuatan e-book 4.7 Membuate-bookdengan
perangkat lunak e-book editor
3.8 Memahami konsep Kewargaan 4.8 Merumuskan etika Kewargaan
Digital Digital
3.9 Menerapkan teknik penelusuran 4.9 Melakukan penelusuran
Search Engine informasi
3.10Menganalisis komunikasi sinkron 4.10Melakukan komunikasi sinkron
dan asinkron dalam jaringan dan asinkron dalam jaringan

81 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.11Menganalisis fiturperangkat lunak 4.11Menggunakan fitur untuk
pembelajaran kolaboratif daring pembelajaran kolaboratif
daring (kelas maya)
3.12Merancang dokumen tahap pra- 4.12Membuat dokumen tahap pra-
produksi produksi
3.13Menganalisis produksi video, 4.13Memroduksi video dan/atau
animasi dan/atau musik digital animasi dan/atau musik digital

3.14Mengevaluasi pasca-produksi video, 4.14Membuat laporan hasil pasca-


animasi dan/atau musik digital produksi

82 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


Mata Pelajaran : Fisika
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 Menit)
KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Memahamikonsep besaran 4.1 Menyaji hasil pengukuran
pokok, besaran turunan, dan besaran fisis menggunakan alat
satuan dalam pengukuran ukur dan teknik yang tepat
4.2 Melakukan percobaan untuk
3.2 Memahamikonsep usaha,
menentukan usaha pesawat
energi, daya dan efisiensi
sederhana
dalam kehidupan sehari-hari.

3.3 Menganalisis sifat elastisitas 4.3 Menyajikan hasil percobaan


bahan tentang elastisitas benda

3.4 Menganalisis hubungan antara 4.4 Mendemonstrasikan fenomena


getaran dan gelombangserta gelombangdengan peralatan
besaran-besaran nya yang sederhana
terkait
4.5 Menyajikan hasil percobaan
3.5 Menganalisis optik fisis dan
tentang optik fisis/ geometri
geometri
3.6 Mengevaluasi proses 4.6 Menyaji hasil penyelidikan
pemuaian, perubahan wujud mengenaiperpindahan kalor
zat dan perpindahan kalor menggunakan azas black

3.7 Menganalisis konsep listrik 4.7 Mengatasi berbagai masalah


statis dalam bidang teknologi yang diakibatkan oleh listrik
informasi dan komunikasi statis pada komponen-
komponen teknologiinformasi
dan komunikasi
3.8 Memahamihukum-hukum 4.8 Menyajikan hasil percobaan
kelistrikan arus searah hukum-hukum kelistrikan arus
searah
4.9 Menyajikan hasil percobaan
3.9 Memahamikonsep kemagnetan
tentang medan magnet dan
dan elektromagnet
induksi magnet
3.10Mengevaluasidampak radiasi 4.10Membuat karya tulis tentang
elektromagnetik secara dampak radiasi
kualitatif elektromagnetik

83 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


Mata Pelajaran : Kimia
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Memahami peran kimia dalam 4.1 Menunjukkan perbedaan
kehidupan perubahan materi dan pemisahan
campuran melalui praktikum

4.2 Menentukan letak unsur


3.2 Menganalisisstruktur atom
berdasarkan konfigurasi dalam tabel periodikpada
elektron untuk menentukan struktur atomdengan
letak unsur dalam tabel menggunakan konfigurasi
periodik elektron
4.3 Menyajikanpembentukan
3.3 Menganalisisproses
pembentukan ikatan ion, ikatan ikatan ion, ikatan kovalen, dan
kovalen, dan ikatan logam ikatan logamyang terjadi pada
serta interaksi antar partikel beberapa senyawa dalam
(atom, ion, molekul) materi kehidupan sehari hari
dan hubungannya dengan sifat
fisik materi
4.4 Menyelesaikanpermasalahan
3.4 Memahamikonsep massa
yang berkaitan dengan konsep
molekul relatif dan konsep
massa molekul relatif dan konsep
mol
mol
4.5 Menyelesaikanpermasalahan
3.5 MemahamiHukum-hukum
yang berkaitan dengan
dasar dan persamaan kimia
hukum-hukum dasar dan
persamaan kimia
4.6 Menyajikan hasil identifikasi
3.6 Menganalisis struktur, sifat
senyawa hidrokarbon
senyawa hidrokarbon (ALKENA
(ALKENA)yang terdapat dalam
)
kehidupan sehari hari
4.7 Mengintegrasikanantara
3.7 Menganalisis struktur, tata nama,
sifat, penggolongan dan struktur, tata nama, sifat,
kegunaan polimer penggolongan polimer dengan
kegunaan polimer dalam
kehidupan sehari hari
4.8 Menyajikan tabel hasil
3.8 Mengevaluasi sifat larutan
berdasarkan konsep asam percobaan asam basadengan
basa dan pH larutan menggunakan indikator
universal, kertas lakmus dan
indikator alam

84 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4.9 mengajukan ide/gagasan
3.9 Menganalisis gejala proses
penyepuhan dan faktor-faktor untuk mengatasiproses korosi
yang mempengaruhi terjadinya berdasarkan faktor- faktor yang
korosi mempengaruhinya pada
kehidupan sehari hari melalui
percobaan yang dilakukan

4.10 Mengajukan gagasan untuk


3.10 Menganalisis manfaat dan
mengatasi dampak negatif
kerugian Radiokimia dalam
dari Radiokimia
kehidupan sehari– hari

85 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Program Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Kompetensi Keahlian : Multimedia (C2)

Tujuan kurikulummencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikapspiritual,(2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan
mengamalkanajaranagamayang dianutnya”.Sedangkanrumusan
kompetensisikapsosialyaitu,“Menghayatidanmengamalkanperilakujujur, disiplin,santun,
peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,damai), bertanggung-jawab, responsif, dan
proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalampergaulan dunia”.Keduakompetensitersebutdicapaimelalui
pembelajarantidaklangsung (indirect teaching)yaituketeladanan,
pembiasaan,danbudayasekolah,denganmemperhatikankarakteristikmata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSIINTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik, dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
konseptual, operasional dasar, serta menyelesaikan masalah
dan metakognitif sesuai dengan sederhana sesuai dengan bidang
bidang dan lingkup kerjaDasar- dan lingkup kerja Dasar-dasar
dasar Teknik Komputer dan Teknik Komputer danInformatika
Informatikapada tingkat teknis, Menampilkan kinerja mandiri dengan
spesifik, detil, dan kompleks,
mutu dan kuantitas yang terukur
berkenaan dengan ilmu sesuai dengan standar kompetensi
pengetahuan, teknologi, seni, kerja.
budaya, dan humaniora
dalam konteks pengembangan Menunjukkanketerampilan menalar,
potensi diri sebagai bagian dari mengolah, dan menyaji secara
keluarga, sekolah, dunia kerja, efektif, kreatif, produktif, kritis,
warga masyarakat nasional, mandiri, kolaboratif, komunikatif,
regional, dan dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan
86 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSIINTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
internasional. pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas
spesifik dibawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai
dengan tindakan orisinal dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
dibawah pengawasan langsung.

87 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


Mata Pelajaran : Sistem Komputer
Jam Pelajaran : 72 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Memahamisistem bilangan 4.1 Mengkonversikan sistem bilangan
(Desimal, Biner, (Desimal, Biner, Heksadesimal)
Heksadesimal) dalam memecahkan masalah
konversi
4.2 Merangkai fungsi gerbang logika
3.2 Menganalisisrelasi logika dasar,
kombinasi dan sekuensial(NOT, dasar, kombinasi dan sekuensial
AND, OR); (NOT, AND,
(NOR,NAND,EXOR,EXNOR); OR);(NOR,NAND,EXOR,EXNOR);
(Flip Flop, counter) melalui ujicoba (Flip Flop, counter)

4.3 Mempraktikkan operasi Logik


3.3 Menerapkan operasi logika
Unit (Half-Full Adder, Ripple
Aritmatik (Half-Full Adder,
Carry Adder)
Ripple Carry Adder)
4.4 Mengoperasikan aritmatik dan logik
3.4 Mengklasifikasikan
pada ArithmaticLogic Unit
rangkaian Multiplexer,
(Multiplexer, Decoder, Register)
Decoder, Register
4.5 Mempraktikkan fungsi
3.5 Menerapkan elektronika dasar
kelistrikan dan komponen
(kelistrikan, komponen
elektronika)
elektronika dan skema
rangkaian elektronika)

4.6 manipulasi dasar-dasar


3.6 menerapkan dasar dasar
mikrokontroler mikrokontroler (port IO, clock,
arsitektur RISK, general purpose
RISK, stackpointer, SRAM,
EEPROM, SREG)
3.7 Menganalisisblok diagram dari 4.7 Menyajikan gambar minimal
sistem mikro komputer sistem mikro komputer
(arsitekturkomputer) berdasarkan blokdiagram dan
sistem rangkaian (arsitektur
computer)
4.8 Merangkai perangkat eksternal
3.8 MengevaluasiPerangkat
dengan consule unit
Eksternal / Peripheral
4.9 Membuat alternatif kebutuhan
3.9 Menganalisis memori
untuk memodifikasi beberapa
berdasarkan karakteristik
memori dalam sistem computer
sistem memori
(lokasi,kapasitas, kecepatan,
cara akses, tipe fisik)

4.10 Menyajikan Rangkaian internal


3.10 Menganalisa Struktur CPU
dan fungsi CPU CPU

88 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


Mata Pelajaran : Komputer dan Jaringan Dasar
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.1 Melaksanakan K3LHdilingkungan kerja
3.1 Menerapkan K3LH
disesuaikan dengan
lingkungan kerja
4.2 Merakit komputer
3.2 Menerapkan perakitan
komputer
4.3 Menguji kinerjakomputer
3.3 Menerapkan pengujian
perakitankomputer
4.4 Melakukan seting BIOS
3.4 Menerapkan konfigurasi
BIOS padakomputer
4.5 Menginstalasi sistem operasi
3.5 Menerapkan instalasi sistem
operasi
4.6 Menginstalasi driverperangkat
3.6 Menerapkan instalasi driver
keras komputer
perangkat keras komputer
3.7 Menerapkan instalasi 4.7 Menginstalasi software aplikasi
software aplikasi
4.8 Melakukan perawatanperangkat
3.8 Menerapkan perawatan
keras komputer
perangkat keras komputer
4.9 Melakukan perbaikan pada
3.9 Menganalisispermasalahan
pada perangkat keras perangkat keras
4.10 Mengelola perbaikan pada instalasi
3.10 Menganalisispermasalahan pada
instalasi software aplikasi software aplikasi

4.11 Menginstalasi jaringankomputer


3.11 Menerapkan instalasi
jaringan komputer
4.12 Mengkonfigurasipengalamatan IP
3.12 Menerapkan pengalamanatan
pada jaringan komputer
IP pada jaringankomputer
4.13 Menginstalasi sumberdaya berbagi pakai
3.13 Menerapkan sumber daya
pada jaringankomputer
berbagi pakaipada jaringan
komputer
4.14 Menginstalasi koneksi internet pada
3.14 Menerapkan instalasi koneksi
workstation
internet pada workstation
4.15 Mendesain jaringanlokal (LAN)
3.15 Mengevaluasidesain jaringan lokal
(LAN)
4.16 Menginstalasi jaringanlokal (LAN)
3.16 Menerapkan instalasi
jaringan lokal (LAN)
3.17 Menerapkan perawatan 4.17 Melakukan perawatanjaringan
jaringan lokal (LAN) lokal (LAN)

89 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4.18 Mengelola perbaikan pada jaringan lokal
3.18 Menganalisispermasalahan pada
(LAN)
jaringanlokal (LAN)

Mata Pelajaran : Pemrograman Dasar


Jam Pelajaran : 144 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
4.1 Membuat alur logika
3.1 Menerapkan alur logika
pemrograman komputer
pemrograman komputer
4.2 Melakukan Instalasi
3.2 Memahami perangkat lunak
perangkat lunak bahasa
bahasa pemrograman
pemrograman
4.3 Menulis kode pemrogram
3.3 Menerapkan alur
sesuai dengan aturan dan
pemrograman dengan
sintaks bahasa pemrograman
struktur bahasa
pemrograman komputer
3.4 Menerapkan penggunaan tipe 4.4 Membuat kode program
data, variabel, konstanta, dengan tipe data, variabel,
operator, dan ekspresi konstanta, operator dan
ekspresi
4.5 Membuat kode program
3.5 Menerapkan operasi
dengan operasi aritmatika dan
aritmatika dan logika
logika
3.6 Menerapkan struktur kontrol 4.6 Membuat kode program struktur
Percabangan dalam bahasa kontrol percabangan
pemrograman
4.7 Membuat kode program
3.7 Menerapkan struktur kontrol
struktur kontrol perulangan
Perulangan dalam bahasa
pemrograman
4.8 Membuat kode program untuk
3.8 Menganalisispenggunaan
menampilkan kumpulan data
array untuk penyimpanan
array
data di memori
4.9 Membuat kode program
3.9 Menerapkan penggunaan
menggunakan fungsi
fungsi
4.10 Membuat antar muka (User
3.10 Menerapkan pembuatan antar
muka (User Intreface) pada Intreface) pada aplikasi
aplikasi
4.11 Membuat kode program
3.11 Menerapkan berbagai struktur
berbagai struktur kontrol
kontrol dalam aplikasi antar
dalam aplikasi antar muka
muka (User Intreface).
(User Intreface).
4.12 Membuat aplikasi sederhana
3.12 Menganalisis pembuatan aplikasi
sederhana berbasis antar berbasis antar muka (User
Intreface)
muka (User Intreface)
90 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
4.13 Menggunakan debuging pada
3.13 Mengevaluasidebuging
aplikasi sederhana
aplikasi pada sederhana
4.14 Memformulasikanpaket installer
3.14 Mengevaluasi paketinstaller
aplikasi sederhana
aplikasi sederhana

Mata Pelajaran : Dasar Desain Grafis


Jam Pelajaran : 144 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Mendiskusikan unsur-unsur tata 4.1 Menempatkan unsur-unsur tata
letak berupa garis, ilustrasi,
letak berupa garis, ilustrasi,
tipografi, warna, gelap-terang,
tipografi, warna, gelap-terang,
tekstur, dan ruang
tekstur, dan ruang

3.2 Mendiskusikan fungsi, dan unsur 4.2 Menempatkan berbagai fungsi,


warnaCMYK dan RGB dan unsur warnaCMYK dan
RGB.
4.3 Menerapkan hasilprinsip- prinsip
3.3 Mendiskusikan prinsip-prinsip tata
tata letak, antara lain :
letak, antara lain : proporsi, irama
proporsi, irama (rythm),
(rythm), keseimbangan, kontras,
keseimbangan, kontras, kesatuan
kesatuan (unity), dan harmoni
(unity), dan harmoni dalam
dalam pembuatan desain
grafis pembuatan desain grafis

4.4 Menempatkan berbagi format


3.4 Mendiskusikan berbagai
gambar
format gambar
4.5 Melakukan prosesscanning
3.5 Menerapkan prosedur
gambar/ ilustrasi/teks dengan
scanning gambar/
alat scanner dalam desain
ilustrasi/teks dalam desain
4.6 Menggunakan perangkat lunak
3.6 Menerapkan perangkat lunak
pengolah gambar vektor
pengolah gambar vektor
4.7 Memanipulasi gambar vektor
3.7 Menerapkan manipulasi
dengan menggunakan fitur efek
gambar vektordengan
menggunakan fitur efek
4.8 Membuat desain berbasis
3.8 Menerapkan pembuatan desain
berbasis gambar vektor gambar vektor
4.9 Menggunakan perangkat lunak
3.9 Menerapkan perangkat lunak
pengolah gambar bitmap (raster) pengolah gambar bitmap
(raster)
4.10 Memanipulasi gambarraster dengan
3.10 Menerapkan manipulasi
gambar rasterdengan menggunakan fitur efek
menggunakan fitur efek

91 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


4.11 Membuat desain berbasis
3.11 Mengevaluasipembuatan
gambar bitmap (raster)
desain berbasis gambar
bitmap (raster)
4.12 Membuat desain
3.12 Mengevaluasi penggabungan
penggabungan gambar vektor
gambar vektor dan bitmap
dan bitmap (raster)
(raster)

92 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSIDASAR
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Program Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Kompetensi Keahlian : Multimedia (C3)
Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek
kompetensi sikapspiritual, (2)sikapsosial,(3)pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-
aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap social
yaitu,“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif
melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSIINTI4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.Memahami, menerapkan, 4.Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
konseptual, operasionaldasar, dan serta memecahkan masalah sesuai
metakognitif sesuai dengan bidang dengan bidang kerjaMultimedia.
dan lingkup kerja Multimediapada Menampilkan kinerja di bawah
tingkat teknis, spesifik, detil, dan bimbingan dengan mutu dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu kuantitas yang terukur sesuai dengan
pengetahuan, teknologi, seni, standar kompetensi kerja.
budaya, dan humaniora dalam Menunjukkan keterampilan menalar,
konteks pengembangan potensi diri
mengolah, dan menyaji secara
sebagai bagian dari keluarga, efektif, kreatif, produktif, kritis,
sekolah, dunia kerja, warga mandiri, kolaboratif, komunikatif,
masyarakat nasional, regional, dan
dan solutif dalam ranah abstrak
internasional.
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan

93 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


KOMPETENSI INTI3 KOMPETENSIINTI4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

94 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


Mata Pelajaran : Desain Grafis Percetakan
Jam Pelajaran : 432 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Menerapkan dasar dasar 4.1 Membuat desaindengan
desain grafisdan nirmana menerapkan dasar-dasar
desain grafis dan nirnama
3.2 Menerapkan tipografi sesuai 4.2 Membuat desainmenggunakan
media tipografi yang tepat
3.3 Menerapkan prinsip gambar 4.3 Menggambar sketsa dan
sketsa dan illustrasi illustrasi
3.4 Menerapkan prinsipgambar 4.4 Menggambar bentuk dan
bentuk dan perspektif perspektif
3.5 Menerapkan penggabungan 4.5 Menggabungkan gambardan
gambar dan teks yang teks yang berbasisvektor
berbasis vektor
3.6 Menganalisispemberian efek 4.6 Mendesain efek pada gambar
pada gambar vektor vektor
3.7 Menganalisispenggabungan 4.7 Menggabungkangambar dan
gambar dan teks yang berbasis teks yang berbasisbitmap
bitmap
3.8 Menganalisispemberian efek 4.8 Mendesain efek pada gambar
pada gambarbitmap bitmap
3.9 Mengevaluasi Desain berbasis 4.9 Membuat review Desain
Bitmap dan Vector berbasis Bitmap dan Vector
3.10 Menganalisisilmu Fotografi 4.10 Mengembangkan referensi gambar
sesuai ilmu Fotografi
3.11Memahami jenis-jenis 4.11 Mengoperasikan jenis-jenis
kamera dan alat bantu kamera dan alat bantu
fotografi fotografi
3.12 Menerapkan pengoperasian 4.12 Mengoperasikan kamera digital dan
kamera digital dan perawatan perawatan peralatan fotografi
peralatan fotografi
3.13 Menerapkan prosedur 4.13 Mengambil gambar sesuai
pengukuran bidang pandang bidang pandang dan sudut
dansudut pengambilan gambar pandang

3.14 Menganalisis tata cahaya dalam 4.14 Mengatur tata cahaya dalam
pengambilan gambar pengambilan gambar
3.15 Menerapkan prosedur 4.15 Mengambil gambar dengan teknik
pengambilan gambar dengan zoomingdan panning,
teknik zoomingdan panning,

95 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.16 Menerapkan prosedur 4.16 Mengambil gambar dengan
pengambilan gambar dengan teknik bluring
teknik bluring
3.17 Menganalisis komposisi 4.17 Mengambil gambar
gambar dalam fotografi berdasarkan komposisi

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
gambar dalam fotografi
3.18 Menganalisispembuatan karya 4.18 Membuat karya senifotografi
seni fotografidigital digital.
3.19 MengevaluasiKarya Fotografi 4.19 Membuat Laporan Karya
Fotografi

Mata Pelajaran : Desain Media Interaktif


Jam Pelajaran : 442 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Memahami konsep 4.1 Mendemontrasikan konsep
multimedia interaktif berbasis multimedia interaktif berbasis
halaman web dan media halaman web dan media
interaktif interaktif
3.2 Memahami(desain 4.2 Membuat (desain/perancangan
/perancangan alur)untuk alur) untuk multimedia interaktif
multimediainteraktif berbasis berbasis halaman
halaman web dan media web dan media interaktif.
interaktif
3.3 Menerapkan prinsip-prinsip 4.3 Membuat user interface
desain user interface pada menggunakan prinsip-prinsip
multimedia interaktif berbasis desain user interface pada
halaman webdan media interaktif multimedia interaktif berbasis
halaman web dan media
interaktif
3.4 Menerapkan prosedur 4.4 Mengoperasikan aplikasi
pengoperasian aplikasi multimedia interaktif berbasis
multimedia interaktif berbasis halaman web dan media
halaman web dan media interaktif
interaktif
3.5 Menerapkan cara 4.5 Menggabungkan image,
penggabungan image, animasi, animasi, audio, video dalam
audio, video dalam sajian sajian multimedia interaktif
multimedia interaktif berbasis berbasis halaman web dan
halaman web dan media media interaktif
interaktif
96 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun
3.6 Memahami style pada multimedia 4.6 Membuat style pada multimedia
interaktif berbasis halaman web interaktif berbasis halaman web
dan media interaktif dan media interaktif

3.7 Mengevaluasi produk web 4.7 Membuat review terhadap


produk web
3.8 Menerapkan teknik 4.8 Menggunakan program
pemrograman (coding) pada (coding) pada multimedia
multimedia interaktif interaktif
3.9 Menerapkan pengolahan 4.9 Mengolah multimedia interaktif
multimedia interaktif menggunakan kode program
menggunakan kode program (coding)
(coding)
3.10 Memahami mekanisme pengolahan 4.10 Mengolah data pada produk
data pada produk multimedia multimedia interaktif
interaktif
3.11 Memahami publikasi 4.11 Melakukan publikasi
multimedia interaktif multimedia interaktif
3.12 Menerapkan pembuatan produk 4.12 Mendesain produk multimedia
multimedia interaktif interaktif

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.13 Mengevaluasi produk media 4.13 Membuat laporan pembuatan
interaktif produk multimedia interaktif

Mata Pelajaran : Animasi 2D dan 3D Jam


Pelajaran : 432 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Memahami prinsip dasar 4.1 Menyampaikan prinsip dasar
pembuatan animasi 2D pembuatan animasi 2D(vector)
(vector)
3.2 Menerapkan teknik 4.2 Membuat gambar obyek sederhana
pembuatan gambar obyek menggunakan aplikasi animasi 2D
sederhana menggunakan
aplikasi animasi 2D
3.3 Menerapkan teknik animasi 4.3 Membuat animasi 2D
tweening 2D menggunakan teknik tweening
3.4 Menerapkan teknik 4.4 Membuat karakter sederhana
pembuatan karakter menggunakan aplikasi animasi
sederhana menggunakan 2D
aplikasi animasi 2D

97 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


3.5 Menganalisis elemen 4.5 Membuat elemen gambar digital
gambar digital puppeter puppeter dalam animasi 2D
dalam animasi 2D
3.6 Menerapkan gerak digital 4.6 Membuat gerak digital puppeter
pupetter pada animasi 2D pada animasi 2D
3.7 Memahami prinsip dasar 4.7 Membuat gambar latar
menggambar latar
3.8 Memahami prinsip- prinsip 4.8 Mengaplikasikan prinsip-prinsip
dasar animasi. animasi dalam produksi animasi
3.9 Menerapkan teknik produksi 4.9 Membuat produk animasi 2D
animasi 2D
3.10 Melakukan evaluasi 4.10 Membuat review terhadap produk
terhadap produk animasi 2D animasi 2D
3.11 Mengambarkan konsep 4.11 Membuat sketsa rancangan
dasar obyek 3D dalam obyek 3D
sketsa rancangan
3.12 Menerapkan Model 4.12 Membuat Model Sederhana
Sederhana berbasis 3D berbasis 3D Hardsurface
Hardsurface
3.13 Menganalisis pengolahan 4.13 Mengolah permodelan obyek
permodelan obyek sederhana berbasis 3D
sederhana berbasis 3D Hardsurface
Hardsurface
3.14 Memahami Material pada 4.14 Mengaplikasikan Material pada
obyek Sederhana 3D obyek Sederhana 3D
3.15 Menganalisa posisi kamera yang 4.15 Meletakkan posisi kamera yang
tepat dalam aplikasi 3 dimensi tepat dalam aplikasi 3 dimensi

3.16 Menanalisa teknik gerakan non 4.16 Membuat gerak digital non
karakterdalam aplikasi character dalam aplikasi 3D
3D

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.17 Memahami teknik Rendering pada 4.17 Menerapkan teknik Rendering pada
obyek 3D obyek 3D
3.18 Mengkreasikan produk 4.18 Membuat produk animasi 3D
animasi 3D menggunakan menggunakan obyek2 sederhana
obyek2 sederhana (Motion Graphic)
3.19 Mengevaluasi produk 4.19 Membuat laporan proses
animasi 3D pengerjaan produk animasi 3D

98 Kurikulum Teaching Factory SMKN 6 Sarolangun


Mata Pelajaran : Teknik Pengolahan Audio dan Video
Jam Pelajaran : 408 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
3.1 Memahami alur proses 4.1 Membuat alur proses produksi
produksi multimedia multimedia
3.2 Menerapkan prosedur 4.2 Dapat Mengoperasikan kamera
pengoperasian kamera video video sesuai dengan prosedur
3.3 Menganalisis nteknik pergerakan 4.3 Mampu Menerapkan teknik
kamera saat pengambilan gambar pergerakan kamera berdasarkan
bergerak (perekama video) ukuran (framing) dan sudut
pandang (angle) kamera

3.4 Menganalisis tata cahaya 4.4 Mengatur tata cahaya dalam


gambar bergerak (perekaman pengambilan gambar bergerak
video) (perekaman video)
3.5 Menerapkan penyuntingan 4.5 Menyunting video dengan
video dengan menggunakan menggunakan perangkat lunak
perangkat lunak pengolah pengolah video
video
3.6 Menerapkan manipulasi video 4.6 Memanipulasi video dengan
dengan menggunakan fitur menggunakan fitur efek
efek perangkat lunak pengolah perangkat lunak pengolah
video video
3.7 Menganalisis manipulasi audio 4.7 Memanipulasi audio dengan
dengan menggunakan fitur- fitur menggunakan fitur-fitur
perangkat lunak audio digital perangkat lunak audio digital

3.8 Menganalisis pengolahan audio 4.8 Memadukan audio dan video


untuk dipadukan dengan video sesuai dengan tuntutan naskah

3.9 Mengevaluasi produk audio 4.9 Membuat review produk audio


visual visual
3.10 Mendiskusikan proses 4.10 Membuat alur proses video
pembuatan video pendek pendek (video profile, fiture
dan video pendek lainnya)
3.11 Menganalisisperekaman 4.11 Merekam gambar bergerak
gambar bergerak (video) (video) menggunakan kamera
dengan kamera
3.12 menganalisis perekaman suara 4.12 Memadukan audio dan video
narasi dengan perangkat perekam sesuai dengan tuntutan naskah
audio
3.13 Menganalisis proses perbaikan 4.13 Memperbaiki kualitas data
kualitas data audio audio

99
3.14 Menganalisis pengolahan teks untuk 4.14 Menggabungkan teks untuk
dipadukan dengan video dipadukan dengan video
3.15 Menerapkan pengolahan efek 4.15 Membuat efek khusus dengan
khusus dengan menggunakan menggunakan fitur-fitur

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR
fitur-fitur perangkat lunak efek perangkat lunak efek khusus
khusus
3.16 Menganalisis video sesuai 4.16 Membuat video sesuai skenario
Naskah Produksi
3.17 Menganalisis proses 4.17 Membuat pengemasan
pengemasan produksi video produksi video
3.18 Mengevaluasiproses produksi video 4.18 Membuat laporan produksi
pendek video pendek

Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan


Jam Pelajaran : 350 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR

3.1 Memahami sikap dan perilaku 4.1 Memresentasikan sikapdan


wirausahawan perilaku wirausahawan
3.2 Menganalisis peluang usaha 4.2 Menentukan peluang usaha
produk barang/jasa produk barang/jasa
3.3 Memahami hak atas kekayaan 4.3 Memresentasikan hak atas
intelektual kekayaan intelektual
3.4 Menganalisis konsep 4.4 Membuat desain/prototype
desain/prototypedan kemasan dan kemasan produk
produk barang/ jasa barang/jasa
3.5 Menganalisis proses kerja 4.5 Membuat alur dan proses
pembuatan prototype produk kerja pembuatan prototype
barang/jasa produk barang/jasa
3.6 Menganalisis lembar kerja/ gambar 4.6 Membuat lembar kerja/ gambar
kerja untuk pembuatan prototype kerja untuk pembuatan
produk barang/jasa prototypeproduk barang/jasa

3.7 Menganalisis biaya produksi 4.7 Menghitung biaya produksi


prototype produk barang/jasa prototype produk barang/jasa
3.8 Menerapkan proses kerja 4.8 Membuat prototypeproduk
pembuatan prototype produk barang/jasa
barang/jasa

100
3.9 Menentukan pengujian 4.9 Menguji prototypeproduk
kesesuaian fungsiprototype barang/jasa
produk barang/jasa
3.10 Menganalisisperencanaan 4.10 Membuat perencanaan
produksi massal produksi massal
3.11 Menentukan indikator keberhasilan 4.11 Membuat indikator
tahapan produksi massal keberhasilan tahapan
produksi missal
3.12 Menerapkan proses produksi 4.12 Melakukan produksi massal
massal
3.13 Menerapkan metoda perakitan 4.13 Melakukan perakitan produk
produk barang/jasa barang/jasa
3.14 Menganalisis prosedur pengujian 4.14 Melakukan pengujian produk
kesesuaian fungsi produk barang/jasa
barang/jasa
3.15 Mengevaluasi kesesuaian hasil 4.15 Melakukan pemeriksaan produk
produk dengan rancangan sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional

3.16 Memahami paparan deskriptif, 4.16 Menyusun paparan deskriptif,


naratif, argumentatif, atau naratif, argumentatif, atau
persuasif tentang produk/jasa persuasif tentang produk/jasa

KOMPETENSIDASAR KOMPETENSIDASAR

3.17 Menentukan media promosi 4.17 Membuat media promosi


berdasarkan segmentasi pasar
3.18 Menyeleksi strategi pemasaran 4.18 Melakukan pemasaran
3.19 Menilai perkembangan usaha 4.19 Membuat bagan
perkembangan usaha
3.20 Menentukan standard laporan 4.20 Membuat laporan keuangan
keuangan

C. PROGRAM MUATAN LOKAL

1. Jenis dan strategi pelakasanaan Muatan Lokal yang dilaksanakan sesuai


Kebutuhan Peserta Didik dan Karakteristik Sekolah
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan yang diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 yang
diubah kembali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015 yang menyatakan
bahwa muatan lokal untuk pendidikan menengah merupakan kewenangan pemerintah
provinsi.
Menyikapi kondisi di atas, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melakukan serangkaian

101
aktivitas penyusunan muatan lokal yang dapat dijadikan pedoman dan arah penerapan
muatan lokal di satuan pendidikan, khususnya SMA/SMALB dan SMK/SMKLB. Penyusunan
muatan lokal ini dilakukan dengan tahapan dan prinsip penyusunan muatan lokal
berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia. Penyusunan mulok tersebut melibatkan pihak yang terkait seperti:
dewan pakar, budayawan, pengawas sekolah, dan guru-guru se-Provinsi Jambi, Pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014
tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013.

Penyusunan muatan lokal SMK di Provinsi Jambi ini bertujuan untuk:


1. Memberikan pemahaman yang sama tentang pelaksanaan muatan lokal di Provinsi
Jambi;
2. Pedoman umum bagi satuan pendidikan dan dinas pendidikan dalam melaksanakan
muatan lokal

Selain itu muatan lokal dibelajarkan kepada peserta didik dengan tujuan agar mereka
dibekali dengan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk :
1. Mengenal dan mencintai lingkungan alam, sejarah, sosial, budaya, dan keagamaan di
daerahnya;
2. Melestarikan dan mengembangkan keunggulan dan kearifan daerah yang berguna
bagi diri dan lingkungannya dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
3. Mampu beradaptasi dan memanfaatkan lingkungan sekitarnya.

Ruang lingkup muatan lokal Provinsi Jambi secara umum meliputi bidang :
a. Budaya Lokal
b. Sejarah Jambi
c. Olahraga dan Permainan Tradisional

Integrasi Muatan Lokal Ke Mata Pelajaran

Mata
No Kelompok Potensi
Pelajaran
1. Pakaian khas
a. Tengkuluk
b. Pemakaian Kain Sarung Ganda
1 Seni Budaya Budaya Lokal
2. Tari
a. Tari Sekapur Sirih
b. Tari Dana Sarah
1. Makanan Tradisional
a. Tepek Ikan
Produk b. Padamaran
2 Kreatifitas dan Kuliner c. Engkak
Kewirausahaan d. Madsuba
e. Kerupuk Ikan
f. Tempoyak
102
2. Pengolahan Limbah
Limbah a. Limbah Organik
b. Limbah Anorganik
Jenis Permainan Tradisional :
a. Patok Lele
b. Tepek’an
Pendidikan c. Caengkleng
Olahraga dan Permainan d. Enggrang/Katinjak
3
Kesehatan Tradisional e. Congklang
Jasmani f. Permainan Ladang
g. Lompat Karet
h. Bedilan
i. Permainan Gasing
a. Rumah Orang Kayo Hitam
b. Makam Kyai
c. Baju Jubah
d. Keris
4 Sejarah Sejarah e. Pedang
f. Al-Quran di museum gentala dan
museum daerah
g. Mesjid Agung
h. Benteng

2. Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Muatan Lokal yang Diintegrasikan

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 6 Sarolangun


Bidang Studi : Muatan Lokal
Kelas :-

Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2 : memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk meemcahkan masalah.

1. BUDAYA LOKAL
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Memahami berbagai budaya local
menganalisis pengetahuan (Tarian, musik, pakaian, kerajinan,
faktual, konseptual, sastra, cerita rakyat, kuliner, bahasa,
procedural berdasarkan rasa prosesi adat, ziarah kubur, budaya
khas pergaulan etnobotni, bekarang
103
ingin tahunya dan lain-lain) sebagai upaya
tentang ilmu melestarikan budaya daerah
pengetahuan,teknologi, seni, 3.2. Menganalisis berbagai tantangan dan
budaya dan humaniora hambatan yang dihadapi oleh budaya
dengan wawasan local (Tarian, musik, pakaian,
kemanusiaan, kebangsaan, kerajinan, sastra, cerita rakyat,
kenegaraan, dan peradaban kuliner, bahasa, prosesi adat, ziarah
terkait penyebab fenomena kubur, budaya khas pergaulan
dan kejadian, serta etnobotni, bekarang dan lain-lain)
menerapkan pengetahuan sebagai upaya melestarikan budaya
procedural pada bidang kajian daerah
yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk 3.3. Mengembangkan budaya Tarian,
memecahkan masalah music, pakaian, kerajinan, sastra,
cerita rakyat, kuliner, bahasa, prosesi
adat, ziarah kubur, budaya khas
pergaulan, etnobotni bekarang dan
lain-laain sebagai upaya melestarikan
budaya daerah
4. Mengolah, menalar, dan 4.1. Mempublikasikan budaya local
menyaji dalam ranah konkret (Tarian, musik, pakaian, kerajinan,
dan ranah abstrak terkait sastra, cerita rakyat, kuliner, bahasa,
dengan pengembangan dari prosesi adat, ziarah kubur, budaya
yang dipelajarinya di sekolah khas pergaulan etnobotni, bekarang
secara mandiri, dan mampu dan lain-lain) sebagai upaya
menggunakan metode sesuai melestarikan budaya daerah
kaidah keilmuan
4.2. Menyajikan hasil analisis mengenai
berbagai tantangan dan hambatan
yang dihadapi budaya local (Tarian,
musik, pakaian, kerajinan, sastra,
cerita rakyat, kuliner, bahasa, prosesi
adat, ziarah kubur, budaya khas
pergaulan etnobotni, bekarang dan
lain-lain) sebagai upaya melestarikan
budaya daerah
4.3. Mengkreasikan budaya khas local
(Tarian, musik, pakaian, kerajinan,
sastra, cerita rakyat, kuliner, bahasa,
prosesi adat, ziarah kubur, budaya
khas pergaulan etnobotni, bekarang
dan lain-lain) sebagai upaya
melestarikan budaya daerah

104
2. SEJARAH
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Memahami perkembangan sejarah
menganalisis pengetahuan Jambi dari zaman klasik, zaman
faktual, konseptual, procedural penjajahan sampai zaman
berdasarkan rasa ingin tahunya kemerdekaan sebagai upaya untuk
tentang ilmu menumbuhkan dan meningkatkan
pengetahuan,teknologi, seni, rasa cinta terhadap daerahnya.
budaya dan humaniora dengan 3.2. Menganalisis upaya menjaga dan
wawasan kemanusiaan, melestarikan berbagai macam
kebangsaan, kenegaraan, dan peninggalan dan tempat
peradaban terkait penyebab bersejarah di Provinsi Jambi
fenomena dan kejadian, serta (zaman klasik, zmaan penjajahan,
menerapkan pengetahuan dan zaman kemerdekaan) (candi,
procedural pada bidang kajian makam, situs, prasasti, museum,
yang spesifik sesuai dengan tugu, cagar, budaya masjid,
bakat dan minatnya untuk bedug, batu, pemakaman, bahasa
memecahkan masalah dan aksar incung, bahasa ibu,
umoh lahek)
3.3. Mendeskripsikan berbagai macam
cerita rakyat di Provinsi Jambi
sebagai sumber sejarah lisan dan
tulisan sebagai upaya melestarikan
kekayaa daerah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Mempiblikasikan perkembangan
dalam ranah konkret dan ranah sejarah Jambi dari zaman klasik,
abstrak terkait dengan zaman penjajahan sampai zaman
pengembangan dari yang kemerdekaan sebagai upaya untuk
dipelajarinya di sekolah secara melestarikan kekayaan daerah.
mandiri, dan mampu
4.2. Menyajikan/mempublikasikan hasil
menggunakan metode sesuai
analisis kegiatan-kegiatan yang
kaidah keilmuan
dilakukan oleh masyarakat dan
pemerintah dalam upaya menjaga
dan melestarikan berbagai macam
peninggalan dan tempat
bersejarah di Provinsi Jambi
4.3. Mempublikasikan berbagai macam
cerita rakyat di Provinsi Jambi
4.4. Menyajikan berbagai strategi
dalam upaya melestarikan hasil
analisis tentang tantangan dan
hambatan dala upaya melestarikan
nilai-nilai sejarah di Provinsi Jambi
sebagai kekayaan daerah.

105
3. Sosial Ekonomi
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
3. Memahami, menerapkan, 3.1. Memahami potensi sosial ekonomi
menganalisis pengetahuan dalam bidang pertanian,
faktual, konseptual, procedural perkebunan, kehuatanan, perikanan
berdasarkan rasa ingin tahunya dan pertambangan dalam upaya
tentang ilmu meningkatkan potensi ekonomi
pengetahuan,teknologi, seni, daerah setempat.
budaya dan humaniora dengan 3.2. Memahami potensi sosial ekonomi
wawasan kemanusiaan, kepariwisataan dalam upaya
kebangsaan, kenegaraan, dan menarik minat wisatawan dan
peradaban terkait penyebab investor sehingga dapat
fenomena dan kejadian, serta meningkatkan taraf hidup dan
menerapkan pengetahuan ekonomi masyarakat setempat
procedural pada bidang kajian dengan tetap mempertahankan
yang spesifik sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya setempat.
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah 3.3. Memahami jenis-jenis industry kecil
(anyaman batik, bordiran, batu
bata, rajutan dan pandai besi)
dalam upaya meningkatkan potensi
ekonomi di daerah setempat.
3.4. Memahami potensi sosial ekonomi
di bidang kuliner sebagai upaya
melestarikan dan meningkatkan
taraf hidup, sosial ekonomi
masyarakat setempat.
3.5. Memahami konsep dan pengolahan
teknik orgnik dan/atau anorganik
dalam upaya mengatasi
pencemaran lingkungan sehingga
bernilai ekonomis bagi masyarakat
di daerah setempat.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Membuat promosi potensi sosial
dalam ranah konkret dan ranah ekonomi kepariwisataan dalam
abstrak terkait dengan upaya menarik minat wisatawan
pengembangan dari yang dan investor sehingga dapat
dipelajarinya di sekolah secara meningkatkan potensi ekonomi
mandiri, dan mampu daerah setempat.
menggunakan metode sesuai
4.2. Membuat publikasi potensi sosial
kaidah keilmuan
ekonomi kepariwisataan dalam
upaya menarik minat wisatawan
dan investor sehingga dapat
meningkatkan taraf hidup ekonomi
masyarakat setempat.

106
4.3. Membuat promosi jenis-jenis
industry kecil (anyaman, batik,
bordiran, batu bata, rajutan, dan
pandai besi) dalam upaya
meningkatkan potensi ekonomi di
daerah setempat.
4.4. Membuat promosi potensi sosial
ekonomi di bidang kuliner sebagai
upaya melestarikan dan
meningkatkan taraf hidup sosial
ekonomi masyarakat setempat.
4.5. Mempraktikkan teknik pengolahan
limbah organic dan/atau nonorganic
dalam upaya mengatasi
pencemaran lingkungan sehingga
bernilai ekonomis bagi masyarakat
di daerah setempat.

4. Olahraga dan Permainan

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar


3. Memahami, menerapkan, 3.1. Memahami berbagai Olahraga dan
menganalisis pengetahuan Permainan Tradisional (Gasing,
faktual, konseptual, procedural silat, tradisi, yeye, patok lele,
berdasarkan rasa ingin engkek-engkek, congklak, pancit,
tahunyatentang ilmu balumbo, biduk, terompa sayak,
pengetahuan,teknologi, seni, yaya oma, ular nago,
budaya dan humaniora dengan engrang/ketinjak, sepak kaleng,
wawasan kemanusiaan, pecah piring, pahit utan, asuh
kebangsaan, kenegaraan, dan lesung, batu tumbuk, injit-injit
peradaban terkait penyebab semut, sumpit, arung jeram, tok-tok
fenomena dan kejadian, serta stok, kasti, kelereng, karet, taji,
menerapkan pengetahuan lukah gilo, dan bdil buluh) dalam
procedural pada bidang kajian upaya melestarikannya sebagai
yang spesifik sesuai dengan kekayaan budaya daerah
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1. Membuat publikasi
dalam ranah konkret dan ranah (mempublikasikan) berbagai
abstrak terkait dengan Olahraga dan Permainan Tradisional
pengembangan dari yang (Gasing, silat, tradisi, yeye, patok
dipelajarinya di sekolah secara lele, engkek-engkek, congklak,
mandiri, dan mampu pancit, balumbo, biduk, terompa
menggunakan metode sesuai sayak, yaya oma, ular nago,
kaidah keilmuan engrang/ketinjak, sepak kaleng,
pecah piring, pahit utan, asuh
lesung, batu tumbuk, injit-injit
semut, sumpit, arung jeram, tok-tok
107
stok, kasti, kelereng, karet, taji,
lukah gilo, dan bdil buluh) dalam
upaya melestarikannya sebagai
kekayaan budaya daerah

Muatan lokal di SMK Negeri 6 Sarolangun merupakan kegiatan kurikuler untuk


mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan keunggulan daerah, tetapi menjadi
bagian atau terintegrasi dari mata pelajaran Sejarah, Seni Budaya, PJOK, Produk Kreatif
dan Kewirausahaan.

D. PENGEMBANGAN DIRI

Pengembangan diri di SMK Negeri 6 Sarolangun adalah kegiatan yang bertujuan


memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik.
Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau
tenaga kependidikan lainnya yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan
pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial,
belajar, dan pengembangan karier.
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan
terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai kebutuhan
dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh
pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua peserta didik.

1. Bimbingan Konseling
Jenis dan Strategi Pelaksanaan Program Layanan Konseling
1) Bidang Pengembangan
1) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
2) Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan
hubungan sosial dan industri yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan
bermartabat.
3) Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti
pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
4) Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik
dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil
keputusan karir.

2) Jenis Layanan Bimbingan Karir dan Konseling


1) Layanan Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami
lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan objek-objek yang
dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar
peran peserta didik di lingkungan yang baru.
108
2) Layanan Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan
memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan
lanjutan.
3) Layanan Penempatan dan Penyalura, yaitu layanan yang memabantu peserta
didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat didalam kelas,
kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan
ekstra kurikuler.
4) Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik
menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan/atau kebiasaan yang
berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, industri dan masyarakat.
5) Layanan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik
dalam mengentaskan masalah pribadinya.
6) Layanan Bimbingan Kelompok, yitu layanan yang membantu peserta didik dalam
pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar,
karir/abatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu
melalui dinamika kelompok.
7) Layanan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam
pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
8) Layanan Konsultasi, yaitu layanan yang memabantu peserta didik dan pihak lain
dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu
dilaksanakan dalam menangani kondisi dan/atau masalah peserta didik.
9) Layanan Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan
permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.

3) Strategi Pelaksanaan Bimbingan Karir dan Konseling


1) Individual, yaitu kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani peserta
didik secara perorangan.
2) Kelompok, yaitu kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani sejumlah
peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
3) Kalsikal, yaitu kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani sejumlah
peserta didik dalam satu kelas.
4) Lapangan, yaitu kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani seorang
atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan diluar kelas atau lapangan.

4) Program Bimbingan Karir dan Konseling


1) Program Bimbingan Karir dan Konseling mencakup informasi tentang dunia kerja,
hubungan industri dan layanan perkembangan belajar;
2) Substansi informasi dunia kerja meliputi antara lain lapangan kerja, jenis dan
persyaratan jabatan, prospek dunia kerja, budaya kerja;
3) Sustansi hubungan industri meliputi hubungan kerja, sarana hubungan industrial
dan masalah khusus ketenagakerjaan;
4) Substansi layanan perkembangan belajar meliputi antara lain kesulitan belajar,
minat dan bakat, masalah sosial, dan masalah pribadi.
(Permendikbud Nomor: 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan Konselig pada
Pendidikan dasar dan Pendidikan Menengah).

109
2. Kegiatan Ekstra Kurikuler
Pengembangan diri di SMK Negeri 6 Sarolangun adalah kegiatan yang bertujuan
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik.
Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau
tenaga kependidikan lainnya yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan
pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial,
belajar, dan pengembangan karier.
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan
terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai kebutuhan
dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh
pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua peserta didik.
Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan:
1) Pramuka bersifat wajib bagi semua siswa
2) Paskibra,
3) Kesenian,
4) UKS,
5) PMR,
6) Rohis,
7) Olah raga Bela Diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan


pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata
pelajaran yang lain. Adapun jenis Kegiatan Ekstrakurikuler sebagai beriku:
Kegiatan
No. Nilai Karakter
Ekstrakurikuler
jujur, disiplin, kerjasama, tanggung jawab,
1. Paskibra
demokrasi
jujur, disiplin, kerjasama, tanggungjawab, cinta
2. Pramuka
damai, demokrasi, peduli sosial
peduli lingkungan, cinta damai, jujur, disiplin,
3. Kesenian
kerjasama, tanggung jawab,peduli sosial
Usaha Kesehatan jujur, disiplin, cinta damai, peduli lingkungan, peduli
4.
Sekolah (UKS) sosial, kerjasama
Palang Merah peduli lingkungan, cinta damai, jujur, disiplin,
5.
Remaja (PMR) kerjasama, tanggung jawab,peduli sosial
jujur, taqwa, kerjasama, tanggungjawab, cinta
6. Rohis
damai, demokrasi, peduli sosial
Olahraga Bela jujur, disiplin, kerjasama, tanggung jawab, cinta
7.
Diri damai,

110
BAB IV
PENGATURAN BEBAN BELAJAR

A. SISTEM PAKET
SMK Negeri 6 Sarolangun menggunakan sistem paket. Beban balajaran yang diatur
dalam pada ketentuan ini adalah beban belajar dengan menggunakan sistem paket.
Sistem paket adalah sistem penyelenggaran program pendidikan yang peserta didiknya
wajib mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan
untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kuikulum yang berlaku pada satuan
pendidikan. Beban belajar pada setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan
dalam satu jam pembelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu
yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui
sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua
itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan
tingkat perkembangan peserta didik.

B. PENGATURAN BEBAN BELAJAR


Pengaturan beban mengajar di SMK Negeri 6 Sarolangun adalah sebagai berikut:
a. Beban belajar merupakan keseluruhan muatan dan pengalaman belajar yang
harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun
pelajaran.
b. Beban belajar di Sekolah Menengah Kejuruan terdiri atas:
1) Kegiatan tatap muka;
2) Kegiatan terstruktur;
3) Kegiatan mandiri.
c. Beban belajar kegiatan tatap muka dinyatakan dalam jumlah jam pelajaran
perminggu, dengan durasi setiap satu jam pelajaran adalah 45 (empat puluh lima)
menit.
d. Beban belajar kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri paling banyak 60% dari
waktu kegiatan tanpa tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
e. Beban belajar satu minggu untuk kelas X, kelas XI dan kelas XII masing-masing
adalah 46 (empat puluh enam) jam pembelajaran.
f. Beban belajar dalam satu semester di kelas X dan kelas XI masing-masing paling
sedikit 18 (delapan belas) minggu efektif.
g. Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil paling sedikit 18 (delapan belas)
minggu efektif dan pada semester genap paling sedikit 14 (empat belas) minggu
efektif.
h. Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar perminggu sesuai dengan
kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya,
dan faktor lain yang dianggap penting, namun yang diperhitungkan pemerintah
maksimal 2 (dua) jam/meinggu.
i. Praktek Kerja Lapangan (Prakerin) dilaksanakan dengan sistem blok selama
setengah semester (sekitar tiga bulan).
j. Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran kelompok A dan B dapat dilaksanakan
di satua pendidikan dan/atau industri (terintegrasi dengan Prakerin) dengan
fortofolio sebagai instrumen utama penilaian.

111
C. PRAKERIN/PRAKTEN KERJA LAPANGAN
1. Tujuan
1. Memberikan pengalaman kerja langsung (real)untuk menanamkan (internalize)
iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
2. Memberikan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat kepada peserta
didik.
3. Menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia
kerja menghadapi tuntutan pasar kerja global.
4. Memenuhi hal-hal yang belum dipenuhi di sekolah agar mencapai keutuhan
standar kompetensi lulusan.
5. Mengaktualisasikan penyelenggaraan model Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
antara SMK dan Institusi Pasangan (DUDI); memadukan secara sistematis dan
sistemik program pendidikan di SMKdan program latihan di dunia kerja (DUDI).

2. Fungsi PKL
1. Pemantapan Kompetensi
Pembelajaran di SMK belum sepenuhnya memenuhi standar dunia kerja dilihat dari
ketersediaan jenis dan jumlah peralatan, kompetensi pengajar, kondisi dan situasi
belajar, dan situasi melayani konsumen secara langsung.
2. Realisasi Pendidikan Sistim Ganda (PSG)
Aktualisasi PSG, SMK bermitra dengan DUDI. SMK yang melakukan memorandum
of understanding (MoU) dengan DUDI dalam pelaksanaan pembelajaran.

3. Pola Penyelenggaran PKL


Penyelenggaraan PKL pola bulanan ini dilakukan dengan cara mendistribusikan 6-10
bulan peserta didik mengikuti PKL kedalam bulan efektif pebelajaran.

4. Sertifikat PKL dari DUDI


Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 03/M-IND/PER/1/2017 tentang “Pedoman
Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi
yang Link and match dengan Industri, Pasal 10 ayat (4) dinyatakan bahwa:
Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri memberikan sertifikat kepada
siswa yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/ atau Pemagangan
Industri.

5. Penilaian PK
• Penilaian PKL merupakan integrasi dari penilaian seluruh Kompetensi Inti (KI-1,
KI-2, KI-3, dan KI-4).
• Penilaian PKL merupakan kewajiban mitra dunia usaha dan industri.
• Hasil penilaian yang disampaikan dalam rapor bebentuk diskripsi dengan
mencantumkan keterangan industri tentang kinerja peserta didik secara
keseluruhan.
• Nilai PKL dalam bentuk angka kuantitatif dikonversi menjadi rentang predikat
sebagai berikut.
Amat Baik : 86-100
Baik : 70-85
Kurang : <70

112
D. PERATURAN AKADEMIK
1. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

a. Ketuntasan Belajar
Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria
ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar
kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik,
karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan (Permendidbud Nomor 23
tahun 2013).
Kriteria ketuntasan minimal adalah untuk mengetahui kompetensi yang telah tuntas
oleh peserta didik, sehingga pencapaian kmpetensi yang kurang optimal dapat segera
diperbaiki. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditetapkan pada awal tahun pelajaran
melalui mursyawarah oleh satuan pendidikan (sekolah) dengan memperhatikan; (1)
Intake (kemampuan rata-rata peserta didik), (2) Kompleksitas (mengidentifikasi indikator
sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar), (3) Kemampuan daya dukung (orientasi
pada sumber belajar).
Pengetahuan (KI-3) dan keterampilan (KI-4) dikatakan tuntas jika pencapaian
kompetensinya minimal 60 sedangkan sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2)
minimal baik (B). Satuan pendidikan berhak menentukan KKM diatas KKM yang telah
ditentukan oleh pemerintah melalui analisa dengan mempertimbangkan kriteria
ketuntasan belajar.
a) Penilaian KD pada KI-1 dan KI-2 dilakukan oleh wali kelas, guru BK, guru pendidikan
agama dan budi pekerti, dan guru PKn;
b) Penilaian pengetahuan menggunakan rerata dan keterampilan menggunakan rata-
rata optimum dengan skala 1-100;
c) Penilaian akhir sikap pada rapor menggunakan predikat sangat baik, baik, cuku, dan
kurang baik.
(Panduan penilaian pada SMK, Kemendikbud-Dirjen Dikdasmen-Dit. PSMK, Tahun
2015).

b. Mekanisme dan Prosedur Penentuan KKM


Mekanisme dan prosedur penentuan KKM di SMK Negeri 6 Sarolangun adalah
sebagai berikut:
1) Melakukan analisis KKM indikator KI-3 dan KI-4 Mata Pelajaran pada setiap
tingkat yang terdiri dari (1) Intake, Kemampuan rata-rata peserta didik; (2)
Kompleksitas, mengidentifiasi Indikator sebagai tolok ukur tercapainya
kompetensi dasar; dan (3) Kemampuan Daya Dukung (orientasi pada sumber
belajar);
2) Menghitung rata-rata skor perolehan KKM Indikator KI-3 dan KI-4 untuk
memperoleh KKM Kompetensi Dasar (KD) KI-3 dan KI-4 Mata Pelajaran setiap
Tingkat;
3) Menghitung rata-rata skor perolehan KKM Kompetensi Dasar (KD) KI-3 dan KI-4
untuk memperoleh KKM Standar Kompetensi (KI) Materi Pokok Mata Pelajaran KI-
3 dan KI-4 setiap tingkatan kelas;

113
4) Menghitung rata-rata skor perolehan KKM Standar Kompetensi (KI) materi pokok
mata pelajaran untuk memperoleh KKM mata pelajaran untuk KI-3 dan KI-4
setiap tingkatan kelas;
5) Hasil KKM Mata Pelajaran disusun oleh masing-masing guru mata pelajaran dan
disahkan oleh Kepala Sekolah serta Pengawas Pembina.

Analisis KKM Indikator


KI-3 dan KI-4

Rata-rata KKM Indikator KI-


KKM Idikator 3 dan KI-4

KKM KD
Rata-rata (KI-3, KI-4)
KKM KD (KI-3, KI-4)

KKM KI Rata-rata
(KI-3, KI-4) KKM KI (KI-3, KI-4)

KKM
Mata Pelajaran (KI-3,
KI-4)

Gambar : 3.1 Mekanisme Penentuan KKM SMK Negeri 6 Sarolangun

114
Tabel 3.2 Penafsiran kriteria menjadi nilai

KRITERIA NILAI
Tinggi (50 – 64)
Kompleksitas Sedang (65 – 80)
Rendah (81 – 100)
Tinggi (81 – 100)
Daya Dukung Sedang (65 – 80)
Rendah ((50 – 64)
Tinggi (81 – 100)
Intake Sedang (65 – 80)
Rendah ((50 – 64)
Upaya Pencapaian KKM Ideal SMK Negeri 6 Sarolangun
Upaya pencapaian KKM ideal (100%) SMK Negeri 6 Sarolangun dialakukan dengan
mengacu pada upaya peningkatan: 1) Intake (kemampuan rata-rata peserta didik), 2)
Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi
dasar), 3) Kemampuan Daya Dukung (orientasi pada sumber belajar).
1) Upaya Peningkatan Intake (Kemampuan Rata-Rata Peserta Didik)
1. Meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran
dengan baik, yakni: Menyusun silabus, Analisis Kontek Pembelajaran, Menysun
RPP, dan analisis hasil evaluasi;
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam penerapan pembelajaran berbasis TIK;
3. Mengembangkan metode dan model-model pembelajaran yang efektif;
4. Meningkatkan kompetensi pedagogik guru mata pelajaran melalui kegiatan
diklat/IHT;
5. Memberikan bimbingan belajar siswa secara mandiri;
6. Mengupayakan sumber-sumber belajar yang relevan.

2) Upaya Peningkatan Kompleksitas (Mengidentifikasi Indikator Sebagai Penanda


Tercapainya Kompetensi Dasar)
a) Merumuskan indikator Kompetensi Dasar secara tepat;
b) Meningkatkan kompetensi guru mata pelajaran dalam merumuskan indikator
kompetensi dasar melalui IHT;
c) Mengembangkan indikator kompetensi dasar.

3) Upaya Peningkatan Kemampuan Daya Dukung (Orientasi Pada Sumber Belajar)


a) Mengupayakan keucukupan ruang krelas teori dan praktek sesuai dengan
jumlah rombongan belajar;
b) Mengupayakan penambahan daya listrik minimal memenuhi kebutuhan KBM;
c) Meupayakan penambahan sarana IT untuk mendukung KBM dalam
pembelajaran;
d) Mengupayakan penambahan bangku dan meja ruang belajar teori;
e) Mengupayakan ketersediaan laboratorium bahasa dan laboratorium multimedia
dan simulasi digital serta laboratorium IPA;
115
f) Mengupayakan peningkatan kriteria standar ruang praktikum kompetensi
keahlian;
g) Mengupayakan lapangan olah raga sesuai dengan stanadar.

2. KRITERIA KENAIKAN KELAS


Seluruh hasil penilaian untuk semua mata pelajaran yang diperoleh siswa baik
sikap, pengetahuan, maupun keterampilan setelah dianalisis akan menentukan siswa
tersebut naik kekelas yang lebih tinggi.
Secara umum siswa dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat:
1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam 2 (dua) semester pada tahun
pelajaran yang diikuti;
2) Nilai atau deskripsi sikap sekurang-kurangnya Baik, sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan oelh satuan pendidikan;
3) Nilai ekstrakurikuler pendidikan Kepramukaan sekurang-kurangnya Baik;
4) Tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing nilai
kompetensi pengetahuan dan keterampilan dibawah KKM. Apabila ada mata
pelajaran yang tidak mencapai KKM disemester ganjil, maka nilai akhir diambil dari
rata-rata semester ganjil dan genap pada tahun pelajaran tersebut.
(Panduan penilaian pada SMK, Kementerain Pendidikan dan Kebudayaan-Dirjen
Dikdasmen-Dit PSMK, Tahun 2015).

3. KRITERIA KELULUSAN
1. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
c. lulus Ujian S/M/PK.
2. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan formal ditentukan oleh satuan
pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru.
3. Kelulusan peserta didik ditetapkan setelah satuan pendidikan menerima hasil UN
peserta didik yang bersangkutan.
4. Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah SMK apabila peserta didik telah
memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan
perolehan Nilai Sekolah.
5. Kriteria kelulusan perserta didik dari Ujian PK untuk semua mata pelajaran ditetapkan
oleh Dinas Pendidikan Provinsi melalui rapat bersama dengan Dinas Pendidikan Kota.
6. Nilai Sekolah sebagaimana dimaksud pada nomor 5 diperoleh dari:
a. Gabungan antara nilai Ujian Sekolah dan nilai rata-rata rapor semester I sampai
semester V dengan pembobotan 30% untuk nilai Ujian Sekolah dan pembobotan
70% untuk nilai rata-rata rapor.
b. Nilai Sekolah yang dikirimkan ke Panitia UN Tingkat Pusat harus diverifikasi oleh
Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Provinsi, dan tidak dapat diubah
setelah diterima oleh Panitia UN Pusat.
116
7. Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah:
a. Gabungan antara nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan nilai Ujian Teori
Kejuruan dengan pembobotan 70% untuk nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan
dan 30% untuk nilai Ujian Teori Keahlian Kejuruan;
b. Kriteria Kelulusan Kompetensi Keahliah Kejuruan ditetapkan oleh Direktorat
Pembinaan SMK.
8. Pembulatan Nilai Sekolah yang merupakan gabungan dari nilai Ujian Sekolah dan
nilai rata-rata rapor dinyatakan dalam rentang 0 sampai dengan 100 dengan
ketelitian satu angka di belakang koma.

117
BAB V
KALENDER PENDIDIKAN

A. PERMULAAN WAKTU TAHUN PELAJARAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta


didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Kalender Pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk
mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar Mengacu kepada
Standar ISI dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah kebutuhan
peserta didik dan masyarakat serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
1. Tanggal 08 Juli 2019, Pengumuman Peserta Didik Baru diterima
2. Tanggal 15 s.d. 17 Juli 2019, masa pengenalan lingkungan sekolah
3. Tanggal 21 Desember 2019 pembagian rapor semester ganjil
4. Tanggal 23 s.d. 31 Desember 2019 libur semester 1
5. Tanggal 02 Januari 2020 awal semester genap tahun pelajaran 2019-2020.
6. Tanggal 27 Juni 2020 pembagian rapor semester 2

B. PENGATURAN WAKTU BELAJAR EFEKTIF

Tabel 4.1 Alokasi Waktu, minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya.

Alokasi
No Kegiatan Keterangan
Waktu
Minggu efektif Digunakan untuk kegiatan pembelajaran
1. 32 Minggu
belajar efektif pada setiap satuan pendidikan
Masa Pengenalan Untuk pengenalan lingkungan sekolah
2. Lingkungan 1 Minggu bagi siswa baru persiapan dalam
Sekolah pelaksanaan PBM.
Untuk mengukur pencapaian KKM dalam
3. Ujian semester-1 2 Minggu
kurun waktu satu semester
Libur antar
4. 2 Minggu Antara semester I dan II
semester
Ujian Akhir Untuk mengukur pencapaian KKM
5. 2 Minggu
Semester dalalm kurun waktu satu tahun
Untuk mengukur pencapaian kompetensi
6. Ujian Nasional 1 Minggu peserta didik dalam kurun waktu tiga
tahaun
Digunakan untuk penyiapan kegiatan
Libur akhir tahun
7. 2 minggu dan administrasi akhir dan awal tahun
pelajaran
pelajaran
Daerah khusus yang memerlukan libur
keagamaan lebih panjang dapat
Hari libur
8. 3 minggu mengaturnya sendiri tanpa mengurangi
keagamaan
jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
Hari libur Disesuaikan dengan Peraturan
9. 1 minggu
umum/nasional Pemerintah
118
Alokasi
No Kegiatan Keterangan
Waktu
Untuk satuan pendidikan sesuai dengan
10. Hari libur khusus 1 Minggu
ciri kekhususan masing-masing
Digunakan untuk kegiatan yang
diprogramkan secara khusus oleh
Kegiatan khusus
11. 1Minggu sekolah tanpa mengurangi jumlah
sekolah
minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
Berdasarkan rambu-rambu di atas disusunlah kalender pendidikan seperti berikut ini

C. PENGATURAN WAKTU LIBUR

Pengaturan waktu libur dirinci dalam kalender pendidikan.

Tgl. 1 s.d 6 Juli 2019, Penerimaan Peserta Didik Baru (online )


Tgl. 8 Juli 2019, Pengumuman Peserta Didik Baru diterima (PPDD)
Tgl. 9 - 13 Juli 2019, Daftar Ulang (DUL)
Tgl. 15 s.d 17 Juli 2019, Masa Pengenalan lingkungan Sekolah
Tgl. 18 Juli 2019, Hari Pertama Belajar
Tgl. 12 Agustus 2019, Idul Adha
Tgl. 17 Agustus 2019, Hari Kemerdekaan RI
Tgl. 1 September 2019 Tahun Baru Islam 1441 H
Tgl. 9 November 2019 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Tgl 9 s.d 20 Desember 2019 Ulangan Semester 1 dan pengolahan
nilai
Tgl. 21 Desember 2019 Pembagian Rapor Semester 1
Tgl. 23 Des 2019 s.d 31 Des 2019 Libur Semester 1
Tgl. 24 , 25 Des 2019 Hari Natal
Tgl. 1 Januari 2020, Libur Tahun Baru Masehi. Tgl. 25 Januari 2020, Libur

(Tahun Baru Imlek)

Tgl. 22 Maret 2020, Libur (Peringatan Isra' Miraj Nabi Muhammad

SAW) Tgl. 25 Maret 2020, Libur (Hari Raya Nyepi)

Tgl.24s.d28Maret2020PerkiraanUSBNSMA/SMKdansederajat Tgl. 10

April 2020, libur (Wafat IsaAlmasih))


Tgl. 12 April 2020, libur (Hari RayaPaskah))
Tgl. 15 s.d 18 April 2020 Perkiraan Ujian Nasional SMA/SMK dan

119
sederajat Tgl. 1 Mei 2020,Libur (Hari Buruh)

Tgl. 2 Mei 2020, Hari Pendidikan Nasional (Fakultatif) Tgl. 7

Mei 2020, libur(Hari Raya Waisak)

Tgl. 21 Mei 2020, Libur (Kenaikan Isa Almasih) Tgl. 24-25 Mei 2020 Hari Raya

Idul fitri

Tgl. 1 Juni 2020, Libur (Hari Lahir Pancasila)


Tgl. 15-26 Juni 2020 Ulangan Semester 2 dan Pengolahan Nilai

Tgl.27Juni2020PembagianRaporSemester2/KenaikanKelas Tgl.

29 Juni s.d 11 Juli 2020 Libur Semester2

Hari libur sekolah ditetapkan oleh sekolah, Pemerintah Pusat, Provinsi dan
Kabupaten/Kota dimana pada hari tersebut tidak ada proses pembeajaran di sekolah
Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan sebagai berikut:
1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal
terkait dengan hari raya keagamaan.
2. Peraturan Pemeritah Pusat/Provinsi dalam penentuan hari libur umum penetapan
serentak untuk setiap jenjang pendidikan.

D. PENGATURAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


Prakerin/Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:
1. Pada awal semester IV dan semester V selama 6 bulan pada angkatan XI dan
Kelas XII.
2. Prakerin dilakukan dengan sistem roling pada setiap kompetensi keahlian.

120
BAB V
PENUTUP

A. Deskripsi Kesimpulan
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan. Sebagai pedoman atau pegangan guru
dalam mencapai tujuan pendidikan di SMK Negegri 6 Sarolangun , maka telah disusun
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang isinya disesuaikan dengan kondisi peserta
didik dan lingkungan tanpa mengurangi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang
telah ditetapkan oleh pemerintah.
Kurikulum yang disusun sekolah diharapkan dapat diimplementasikan oleh Program
Studi Keahlian Multimedia di SMK Negeri 6 Sarolangun , sehingga benar-benar dapat
berkembang secara optimal sesuai dengan profil lulusan yang diharapkan dan kegiatan
pembelajaran di SMK Negeri 6 Sarolangun menjadi lebih menyenangkan, menantang,
mencerdaskan dan sesuai dengan keadaan daerah dan kebutuhan peserta didik
setempat. Guru sebagai pengembang sekaligus pelaksana KTSP mendokumentasikan
dengan baik sehingga menjadi masukan berharga bagi penyempurnaan KTSP dikemudian
hari.
Selain itu berbagai hasil belajar yang diperoleh siswa ( Pengetahuan, keterampilan,
dan sikap serta perilaku ) dapat menjadi bahan evaluasi guna mengetahui sejauhmana
visi yang telah dirumuskan dapat dicapai guna menyusun dan melaksanakan kegiatan
lebih lanjut.
Akhirnya kesungguhan dan komitmen, kerja keras serta kerjasama unsur-unsur
terkait yakni: Kepala sekolah bersama guru, konselor/guru BK, pengawas sekolah,
narasumber, komite sekolah, dan penyelenggara lembaga pendidikan menjadi kata kunci
terwujudnya tersusunnya kurikulum SMK Negeri 6 Sarolangun . Hal-hal yang belum
diatur didalam kurikulum ini akan diatur dikemudian hari sesuai ketentuan yang berlaku.

121

Anda mungkin juga menyukai