Anda di halaman 1dari 3

PATOFISIOLOGI

Di dalam intrautrin Sel germinal WEB OF CAUTION KETIDAKSEIM


Semula terletak di bagian posterior embrio yang bermigrasi secara caudal pada
TERATOMA MALIGNA minggu pertama kehidupan didalam ekor embrio, akhirnya berhenti di anterior DARI K
VINDY ADESTYA PUTRI tulang ekor (coccyx). Alur migrasi dari sel germinal menunjukan lokasi dan
(DOMA
P133740919046 patologi yang paling sering terdapat teratoma (sakrokoksigeus dan gonad). Sel-
sel ini dapat meluas ke postero-inferior masuk daerah glutea dan /atau postero- Batasan Karakteristik
Type 1 superior masuk ke rongga abdominopelvik. Pemisahan sel totipotensial dari 1. Kram abdomen
hansen’s node mungkin menyebabkan munculnya teratoma sakrokoksigeus. Sel 2. Nyeri abdomen
pleuripotensial ini melarikan diri dari kontrol pengatur embrionik dan 3. Gangguan sensasi rasa
berdiferensiasi masuk dalam jaringan yang tidak biasa ditemukan pada daerah 4. Diare
sakrokoksigeus. Tumor terjadi dekat dengan tulang ekor, dimana konsentrasi 5. Enggan makan
Type II
Pra pubertal type terbesar primitif sel berada untuk waktu yang lama selama masa perkembangan. 6. Bising usus hiperaktif
GCNIS (Germ Cell Neoplasia In Situ)
teratoma 7. Kurang minat pada ma
8. Kesalahan persepsi
9. Ketidakmampuan mem
DEFINISI 10. Membran mukosa pu
Pra pubertal type yolk sac Teratoma adalah tumor sel germinal yang umumnya terdiri
Embryonal carcinoma 11. Asupan makanan kura
tumour dari beberapa jenis sel yang berasal dari satu atau lebih dari 12. Tonus otot menurun
3 lapisan germinal endoderm, mesoderm, dan ekktoderm. 13. Kelemahan otot meng

Teratoma sakrokoksigeal Setelah diberikan inter


Primitif knot atau hensen’s node diharapkan terjadi kese
Type III Reseksi electif pada minggu pertama
(suatu agregasi dari sel totipotensial 1. Nafsu makan menin
kehidupan, karena semakin lama dituda
yang merupakan pengatur utama pada 2. Asupan nutrisi terpe
PEMERIKSAAN PENUNJANG dapat meningkatkan tingkat keganasan.
perkembangan embrionik) 3. Status menelan baik
Laboratorium (serum alpha- 4. TTV dalam batas no
Spermatocytic tumour fetoprotein (AFP) dan chorionic 5. Perilaku patuh : diet
gonadotropin (HCG) ) Teratoma ovarium 6. Ketidaknyamanan be
Radiologi (USG, Pasien harus menjalani prosedur 7. Mual muntah berkur
Echocardiography dan MRI) penggolongan stadium standar, kistektomi 8. Status menelan baik
Post pubertal type Histologi sederhana 9. Fungsi gastrointestin
teratoma 10. Fungsi sensori baik

Teratoma testis Penahapan diet


TERATOMA with somatic Orchiectomy sederhana atau radikal, Baru- Manajemen gangguan ma
type malignancy baru ini, eksisi konservatif dengan enukleasi Manajemen cairan
PENATALAKSANAAN Monitor cairan
Epignathus teratomatous besar didiagnosis dengan USG. juga telah direkomendasikan pada masa
Terapi nutrisi
prepubertas pada testis Monitor nutrisi
Epidemologi
Bantuan perawatan diri :
Terapi menelan
Monitor tanda-tanda vita
Teratoma mediastinum Terapi intravena
Teratoma matur dari mediastinum harus Pemasangan infus
direseksi Pengaturan posisi
Teratoma sakrokoksigeal Teratoma ovarium Teratoma testis Teratoma mediastinum Pengukuran biokimia

PRE OPERATIF
POST OPERATIF

Penurunan penyerapan nutrien sekunder


Trauma jaringan akibat sekunder dari
akibat penyakit kista ovarii
Pertumbuhan kista Tidak mengenal sumber informasi pembedahan
mengenai prognosis penyakit
ketidaknyamanan mulut,
mual, muntah
Penekanan jaringan sekitar Masuknya organisme sekunder akibat Nyeri
Defisiensi pengetahuan pembedahan
Penurunan masukan oral

Trauma jaringan Nyeri Risiko infeksi


Trauma jaringan Nyeri Risiko infeksi
Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari
kebutuhan tubuh
KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI : KURANG NYERI AKUT RISIKO INFEKSI
DARI KEBUTUHAN TUBUH (Domain 12, Kelas 1, Kode diagnosis 00132) (Domain 11, Kelas 1, Kode diagnosis 00004)
(DOMAIN 2, KELAS 1, 00002) BATASAN KARAKTERISTIK BATASAN KARAKTERISTIK
Batasan Karakteristik 1. Ekspresi wajah nyeri 1. Gangguan peristaltik
1. Kram abdomen 2. Bukti nyeri dengan menggunakan standar daftar 2. Gangguan integritas kulit
2. Nyeri abdomen periksa nyeri untuk pasien yang tidak dapat 3. Malnutrisi
3. Gangguan sensasi rasa mengungkapkannya 4. Status cairan tubuh
4. Diare 3. Sikap tubuh melindungi area nyeri NOC
5. Enggan makan 4. Fokus pada diri sendiri Setelah dilakukan tindakan sel;ama 3 x 24 jam diharapkan tidak
6. Bising usus hiperaktif NOC terjadi risiko infeksi dengan keriteria hasil :
7. Kurang minat pada makanan 1. Status nutrisi meningkat
8. Kesalahan persepsi
Setelah dilakukan tindakan sel;ama 3 x 24 jam
diharapkan nyeri akut dapat teratasi dengan keriteria 2. Tanda-tanda vital dalam batas normal
9. Ketidakmampuan memakan makanan
10. Membran mukosa pucat hasil : 3. Area sayatan tidak terjadi tanda-tanda infeksi
11. Asupan makanan kurang dari recommended daily allowance (RDA) 1. Tingkat kecemasan menurun NIC
12. Tonus otot menurun 2. Status kenyamanan meningkat 1. Perawatan area sayatan
13. Kelemahan otot mengunyah 3. Tanda-tanda vital dalam batas normal 2. Kontrol infeksi
NOC (2015) 3. Manajemen nutrisi
Setelah diberikan intervensi dalam waktu 3 x 24 jam, maka NIC 4. Monitor tanda-tanda vital
diharapkan terjadi keseimbangan nutrisi, dengan kriteria hasil : 1. Pemberian analgesik 5. Peresepan obat
1. Nafsu makan meningkat 2. Manajemen lingkungan 6. Manajemen pengobatan
2. Asupan nutrisi terpenuhi 3. Pengurangan kecemasan
3. Status menelan baik 4. Manajemen nyeri
4. TTV dalam batas normal 5. Dukungan emosional
5. Perilaku patuh : diet yang sehat 6. Pengalihan
6. Ketidaknyamanan berkurang 7. Monitor tanda-tanda vital
7. Mual muntah berkurang
8. Status menelan baik
9. Fungsi gastrointestinal baik DEFISIENSI PENGETAHUAN
10. Fungsi sensori baik (Domain 5, Kelas 4, Kode diagnosis 00126)
NIC (2015)
Penahapan diet
BATASAN KARAKTERISTIK
Manajemen gangguan makan 1. Ketidakakuratan mengikuti perintah
Manajemen cairan 2. Kurang pengetahuan
Monitor cairan 3. Perilaku tidak tepat
Terapi nutrisi 4. Status cairan tubuh
Monitor nutrisi NOC
Bantuan perawatan diri : Pemberian makan Setelah dilakukan tindakan sel;ama 3 x 24 jam diharapkan
Terapi menelan pengatahuan meningkat dengan keriteria hasil :
Monitor tanda-tanda vital 1. Mengetahui karakter spesifik penyakit
Terapi intravena 2. Mengetahui efek fisiologis penyakit
Pemasangan infus
Pengaturan posisi
3. Mengetahui tanda dan gejala komplikasi penyakit
Pengukuran biokimia 4. Mengetahui manfaat manajemen penyakit
NIC
1. Pendidikan kesehatan
2. Dukungan pengambilan keputusan
3. Pengajaran nutrisi : balita 13-18 bulan
4. Pujian
5. Bantuan modifikasi diri
6. Pengajaran preoperatif

Anda mungkin juga menyukai