Anda di halaman 1dari 21

TUGAS ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DENGAN GANGGUAN

PENDENGARAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Gerontic

Dosen Pembimbing :

Arif Andriyanto, M.Kep., Sp.Kom

Disusun oleh : Kelompok 7

1. Youngki Doefa Dillan


2. Dzurorin Khumairoh ( 201601062 )
3. Adhitiya Arsiyah F. ( 201601061 )
4. Erna Dwi Rakhmawati (201601074)
Kelas : 4B

PRODI S1 ILMU KEPERAWATAN

STIKES BINA SEHAT PPNI

KAB.MOJOKERTO

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Swt. atas selesainya Makalah
yang berjudul “Asuhan Keperawatan Lansia dengan Gangguan Pendengaran” atas
dukungan moral dan materi yang diberikan dalam menyusun makalah ini. Maka
kami mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr. M. SajidinS.Kep, M.Kes. selakuketuaStikesBinaSehat PPNI
Mojokerto.
2. Ibu Ana ZakiyahM.Kep. selakuketua program studi S1
ilmukeperawatan
3. Arif Andriyanto, M.Kep., Sp.Kom selakudosen pembimbing mata
kuliah Keperawatan Keluarga.
4. Teman-teman kelas 4B Program Studi S1 Ilmu Keperawatan yang
telah membantu untuk menyelesaikan Tugas Makalah ini.
Terima kasih atas dukungannya, dalam penulisan ini sangat disadari bahwa
Tugas Makalah ini tentu masih jauh dari kata sempurna, dikarenakan sangat
terbatasnya pengetahuan penulis. Oleh sebab itu, kritik dan saran sangat
diharapkan oleh penulis untuk menyempurnakan Tugas Makalah ini.

Mojokerto, 2 November 2019

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Tujuan
BAB II

KASUS

2.1 Kasus

Ibu Suti berusia 89 tahun merupakan salah satu residen di Sasana Tresna
Werdha Karya Bhakti. Residen datang ke Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
dengan keinginan sendiri atas persetujuan keluarga. Sebelumnya ibu suti tinggal
di Bogor dan bekerja di salah satu institusi milik pemerintah. Ibu Suti terbiasa
tinggal sendiri meskipun pernah tinggal bersama adik dan keponakannya. Ibu
Suti tidak pernah berkeluarga namun residen mendapat dukungan dari
saudaranya yang selalu datang berkunjung secara rutin. Ibu Suti tidak pernah
menikah karena ditinggal meninggal calon suami waktu berperang. Ibu Suti
masih mendapat penghasilan dari pensiunannya oleh karena itu residen memilih
untuk tinggal di Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti dengan hasil pensiunannya
tersebut karena merasa lebih aman dan residen tidak ingin merepotkan adik dan
keponakankeponakannya. Saat di Panti Ibu Suti mengikuti berbagai kegiatann,
tetapi lebih banyak diam dan tampak bingung bila ditengah-tengah kegiatan
diajak bicara karena ibu Suti sulit mendengar dan memahami apa yang
dibicarakan orang lain.
Askep Lansia Individu
Pengkajian
A. Nama lansia: Ibu Sutiani
Nama Panti: Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti
Alamat: Ciracas Jakarta Timur
Tanggal masuk: 6 oktober 2017
No Register: 457321

B. Identitas :
Nama: Sutiani
Alamat: Bogor
Jenis kelamin: perempuan
Umur: 89 tahun
Agama: Islam
Suku: Sunda
Pendidikan terakhir: S1
Lama tinggal di panti: 2 tahun
Sumber pendapatan: Uang dapat dari pensiunan
Keluarga yang dapat dihubungi: Sumirah aadik kandung Sutiani
Riwayat pekerjaan: bekerja di salah satu institusi milik negara
C. Riwayat kesehatan
Keluhan saat ini: klien mengatakan bahwa mengalami gangguan
pendengaran
Keluhan 3 bulan terakhir: Pusing karena hipertensi
Penyakit saat ini: tidak ada karena hipertensi terkontrol
Kejadian penyakit 3 bulan terakhir: Hipertensi
D. Status fisiologis
Penampilan: / ciri-ciri tubuh: bertubuh pendek, bentuk dada kifosis
TTV: Suhu : 36,6
TD: 130/90mmHg
N: 70x/menit
RR: 18x/menit
BB: 47Kg
TB: 145Cm
Status Gizi: normal ( 22,35)
E. Pengkajian Head to toe
1. Kepala: bulat, simetris, tidak terdapat lesi, rambut tipis, warna
rambut putih (beruban), tidak mudah dicabut, kulit kepala dan
rambut bersih, tidak tampak ketome, tidak ada kutu, rambut lurus,
terdistribusi secara merata pada kulit kepala.
2. Mata: alis mata simetris, mata kiri terlihat lebih sipit dari mata
kanan, konjungtiva tidak anemis (merah muda), sklera tidak ikterik,
mata sebelah kanan sudah pernah dioperasi katarak sehingga jelas
untuk melihat.
3. Hidung: hidung tampak bersih dan tidak ada pengeluaran cairan,
tidak ada benjolan.
4. Mulut dan tenggorokan: didapatkan gigi sudah tanggal, gigi bersih
namun warnanya agak kekuningan, lidah bersih, tidak ada lesi, tidak
ada sariawan, mukosa tidak kering, dan klien mengatakan tidak
pernah sakit gigi sebelumnya. Tidak ada gangguan mengunyah,
masih bisa makan keras, namun klien mengatakan semakin tua
gusinya semakin tipis dan giginya mudah tanggal.
5. Telinga: telinga sejajar, warna telinga sama dengan warna kulit
yang sekitarnya, tidak ada lesi, tidak ada nyeri, tidak terdapat
pengeluaran cairan. Hasil pemeriksaan dengan graputala , klien
sudah tidak mendengar suara getaran graputala yang diletakkan di
processus mastoideus, namun masi dapat mendengar suara getaran
yang didekatkan dengan telinga namun dengan frekuensi yang
memendek. Hasil yang berbeda pada telinga kanan dan kiri. Telinga
kanan sudah tidak mendengar getaran graputala dan telinga kiri
masih mendengar dengan frekuensi yang memendek. Klien
mengatakan tidak mendengar getaran yang memanjang disalah satu
telinga ketika graputala didikatka ke dahi. Klien mengatakan
membersihkan telinga ketika merasa gatal saja. Saat diperiksa
dengan otoskop telinga tampak bersih dan klien tidak mengeluhkan
nyeri atau suara berdenging.
6. Leher: tidak ada pembesaran kelenjar getah bening dan vena
jugularis.
7. Dada: bentuk dada kifosis, warna kulit sama secara menyeluruh,
pergerakan dada simetris, tidak ada lesi, pada saat dipalpasi tidak
ada benjolan, taktil fremitus antara toraks posterior dan anterior
sama. Hasil auskultasi dada didapatkan bunyi S1 dan S2 normal
tidak ada suara murmur ataupun gallop, suara nafas vesikuler,
tiadak ada suara nafas tambahan.
8. Abdomen: perut membuncit, posisi abdomen lebih tinggi daripada
dada pada posisi berbaring, tidak ada kemerahan, scar tidak ada,
tidak ada tanda-tanda infeksi, umbilicus inverted dan bersih, asites
tidak ada, bising usus 3-3x/menit, suara perkusi timpani, nyeri tekan
ataupun nyeri lepas abdomen tidak ada, nyeri ketuk pada ginjal
kanan dan kiri tidak ada.
9. Genetalia: -
10. Ekstermitas: kulit tidak pucat, warna kulit sama dengan warna
tubuh, saat berjalan klien seimbang.
11. Integumet: Turgor kulit tidak elastis, kembalinya lambat, capillary
refill time kurang dari 2 detik,

F. Psikososoial
1. Psikososial: kemampuan bersosialisasi saat ini berkurang karena
klien malu untuk berkomunikasi dengan temannya di panti karena
kurangnya kemampuan mendengar
2. Emosi: stabil, pengkajian dengan Geriatric depression Scale (GDS)
klien bernilai 4 yang mengindikasikan bahwa klien tidak
mengalami depresi. Klien kooperatif namun klien terkadang kurang
komunikatif
3. Spiritual: Klien beragama islam dan melakukan sholat lima waktu
sehari di panti. Klien mengikuti kegiatan keagamaan yang
dilakukan di panti.

Pengkajian skala depresi geriatrik

PERTANYAAN JAWABAN SKOR


YA/ TIDAK
Apakah pada dasarnya anda puas dengan kehidupan anda? Ya 0
Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan atau minat Tidak 1
atau kesenangan anda?
Apakah anda merasa bahwa hidup ini kosong belaka? Tidak 0
Apakah anda merasa sering bosan? Tidak 0
Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap saat? Ya 0
Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada Tidak 0
anda?
Apakah anda merasa bahagia di sebagian besar hidup anda? Ya 0
Apakah anda merasa sering tidak berdaya? Tidak 0
Apakah anda lebih senang tinggal di rumah daripada pergi Ya 1
keluar dan mengerjakan sesuatu yang baru?
Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengan Tidak 0
daya ingat anda dibandingkan kebanyakan orang?
Apakah anda pikir bahwa hidup anda sekarang ini Ya 0
menyenangkan?
Apakah anda merasa berharga? Ya 1
Apakah anda merasa penuh semangat? Ya 0
Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan? Tidak 0
Apakah anda pikir orang lain lebih baik keadaanya daripada Ya 1
anda?
Jumlah 4

Penilaian:
Nilai 1 jika menjawab sesuai kunci berikut :
a. Tidak i. Ya
b. Ya j. Ya
c. Ya k. Tidak
d. Ya l. Ya
e. Tidak m. Tidak
f. Ya n. Ya
g. Tidak o. Ya
h. Ya
Skor :4
5-9 : kemungkinan depresi
10 atau lebih : depresi
Kesimpulan : Skor yang didapatkan 4 dari hasil pengkajian yaitu
sehingga disimpulkan ibu Suti tidak depresi
1. Pengkajian Status Mental Gerontik
a. Short Portable Status Mental Questioner (SPSMQ)
Benar Salah No Pertanyaan

√ 01 Tanggal berapa hari ini?

√ 02 Hari apa sekarang?

√ 03 Apa nama tempat ini?

√ 04 Dimana alamat anda?

√ 05 Berapa umur anda?

√ 06 Kapan anda lahir?

√ 07 Siapa presiden Indonesia sekarang?

√ 08 Siapa presiden Indonesia sebelumnya?

√ 09 Siapa nama ibu anda?

Jumlah Jumlah 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3


dari setiap angka baru, semua secara menurun

Interpretasi hasil:
a. Salah 0-3: fungsi intelektual utuh
b. Salah 4-5 : kerusakan intelektual ringan
c. Salah 6-8 : Kerusakan intelektual sedang
d. Salah 9-10: Kerusakan intelektual berat
Skor yang didapatkan dari hasil pengkajian yaitu salah 2 sehingga
disimpulkan Ibu Suti memiliki fungsi intelektual utuh
.
b. MMSE (Mini Mental Status Exam)

No Aspek Nilai Nilai Kriteria


Kognitif Maksimal Klien

1 Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar

a. Tahun : 2019
b. Musim : penghujan
c. Tanggal: 4
d. Hari : Senin
e. Bulan : November
Orientasi 5 5 Diamana kita sekarang?

a. Negara : Indonesia
b. Provinsi: Jawa Timur
c. Kota : Mojokerto
d. Di : Sasana Tresna Werdha Karya
Bhakti
e.
2 Registras 3 3 Sebutkan nama tiga obyek (oleh pemeriksa) 1
i detik dan mengatakan asing-masing obyek.

a. Meja, Kursi, Bunga.


*Klien mampu menyebutkan kembali
obyek yang di perintahkan

3 Perhatian 5 5 Minta klien untuk memulai dari angka 100


dan kemudian dikurangi 7 sampai 5 kali / tingkat:
kalkulasi
(93, 86, 79, 72, 65)

*Klien dapat menghitung pertanyaan


semuanya.

4. Menging 3 3 Minta klien untuk mengulangi ketiga obyek


at pada no 2 (registrasi) tadi. Bila benar, 1 point
masing-masing obyek.

*Klien mampu mengulang obyek yang


disebutkan

5 Bahasa 9 8 Tunjukkan pada klien suatu benda dan


tanyakan nama pada klien

a. Jam tangan
b. Pensil
Minta klien untuk mengulangi kata berikut:
“tidak ada, jika, dan, atau, tetapi”. Bila benar
nilai satu poin

a. Pertanyaan benar 2 buah: tak ada,


tetapi
Minta klien untuk menuruti perintah berikut
terdiri dari 3 langkah.

“ ambil kertas ditangan anda, lipat dua dan


taruh dilantai”

a. Ambil kertas ditangan anda


b. Lipat dua
c. Taruh dilantai
Perintahkan pada klien untuk hal berikut ( bila
aktivitas sesuai perintah nilai 1 point)

a. “tutup mata anda”


Perintahkan pada klien untuk menulis satu
kalimat dan menyalin gambar

b. Tulis satu kalimat


c. Menyalin gambar
*Klien bisa menyebutkan benda yang
ditunjuk pemeriksa. Selain itu, klien bisa
mengambil kertas, melipat jadi dua, dan
menaruh di bawah sesuai perintah. klien dapat
menulis satu kalimat.
Total 29
Nilai

Interpretasi hasil : 29 (>23)


Keterangan : Terdapat aspek fungsi mental baik
2. Pengkajian Fungsional Klien
a. Modifikasi dari bartel indeks
No Kriteria Dengan Mandiri
Bantuan
1 Makan 10

2 Berpindah dari satu tempat 15


ketempat lain
3 Kebersihan diri, mencuci muka, 5
menyisir, mencukur, dan
menggosok gigi
4 Aktivitas toilet 10

5 Mandi 5
6 Berjalan dijalan datar (jika tidak 10
mampu gunakan kursi roda)
7 Naik turun tangga 5

8 Berpakaian termasuk 10
mengenakan sepatu

9 Mengontrol defekasi 10

10 Mengontrol berkemih 10

Jumlah 90

Penilaian :
0 – 20 = ketergantungan penuh
21 – 61 = ketergantungan berat/sangat tergantung
62 – 90 = ketergantungan sedang
91 – 99 = ketergantungan ringan
95 = ketergantungan ringan
Setelah dikaji didapatkan skor : 85 yang menunjukkan ketergantungan ringan
b. KATZ Indeks
Klien termasuk dalam kategori B karena klien tidak mampu melakukan
salah satu dari fungsi yaitu kontinen (menahan BAK)
3. Pengkajian Risiko Jatuh : Test Skala Keseimbangan Berg
a. The Time Up Ana Go (TUG Test)
Berdasarkan pengkajian, didapatkan data bahwa klien dapat
melakukan TUG Test selama 10 detik, yang artinya bahwa klien
memiliki resiko jatuh rendah
A. ANALISA DATA
No Data Fokus Etiologi Problem

1 DS : degenerasi tulang- gangguan


tulang pendengaran komunikasi
- klien mengeluh sulit mendengar lawan
bagian dalam verbal
bicara dan memahami pembicaraan
- klien mengatakan sering meminta lawan
bicara mengulang pembicaraan.
hilangnya sel-sel
- Klien mengatakan pernah mendapat alat
rambut pada basal
bantu dengar namun saat ini sudah rusak
kokhlea
DO :

- klien tidak menyadari jika namanya


fungsi
dipanggil dari belakang.
pendengarann
- Klien saat diajak bicara memiringkan
menurun
kepala untuk mendengar
pembicaraan.
- Klien sudah tidak mendengar suara pendengaran
getaran garputala yang diletakkan di terhadap kata-
processus mastoideus, namun masih kata/rangsang suara
dapat mendengar suara getaran yang menurun
didekatkan dengan telinga kiri,
namun dengan frekuensi yang
memendek. gangguan
- Hasil yang terjadi pada telinga kanan komunikasi verbal
tidak mendengar suara sama sekali.
- Klien tidak mendengar getaran yang
memanjang di salah satu telinga
ketika garpu tala didekatkan ke dahi.
2. DS : degenerasi tulang- Resiko harga
tulang pendengaran diri rendah
- Klien mengatakan saat berkumpul
bagian dalam
dengan teman temannya di panti
tidak banyak ikut mengobrol karena
takut yang diucapkan salah, karena
hilangnya sel-sel
kurangnya kemampuan mendengar
rambut pada basal
DO : kokhlea

- klien tampak malu saat menjawab


pertanyaan
fungsi
pendengarann
menurun

pendengaran
terhadap kata-
kata/rangsang suara
menurun

kurangnya interaksi
sosial

resiko harga diri


rendah
B. Prioritas Diagnosa Keperawatan
1. Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan gangguan
pendengaran ditandai dengan kurangnya kemampuan mendengar
2. Resiko Harga diri rendah berhubungan dengan gangguan
pendengaran
C. Nursing Care Planing

NO DX KEP TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


KRITERIA/HASI
L

1 1.Hambatan a. Sensory 1. Memberikan .


komunikasi function: sentuhan dan kontak
verbal hearing mata pada klien
berhubunga Kriteria Hasil : untuk mendapatkan
n dengan perhatian klien.
a. Komunikasi:
gangguan 2. menghindari
penerimaan,
pendengara lingkungan berisik
interpretasi
n ditandai saat berkomunikasi
dan ekspresi
dengan 3. menggunakan
pesan lisan,
kurangnya gerakan tubuh bila
tulisan, dan
kemampuan diperlukan
non verbal
mendengar 4. meminta klien
meningkat
untuk melihat bibir
b. Komunikasi
lawan bicara
reseptif
5. Meminta klien
(kesulitan
untuk menyarankan
mendengar):
ke setiap lawan
penerimaan
bicaranya untuk
komunikasi
berbicara ke arah
dan
telinga yang lebih
interpretasi
baik
pesan verbal pendengarannya
dan atau non 6. Memfasilitasi
verbal penggunaan alat
c. Gerakan bantu pendengaran
terkoordinasi:
mampu
mengkoordin
asi gerakan
dalam
menggunaka
n isyarat

2.Resiko a. 1. Peningkatan
harga diri koping
rendah kriteria hasil 2. Dukungan
berhubunga a. kepercayaan emosional
n dengan mengenai 3. Dukungan
gangguan kesehatan: kontrol kelompok
pendengara yang dirasakan 4. Terapi kelompok
n b. pengaturan
psikososial:
perubahan
kehidupan
D. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No Tanggal/jam Diagnosa Impementasi TTD

1. 8/11/2019 Hambatan 1. Memberikan


komunikasi sentuhan dan kontak
Pkl. 09.00
verbal mata pada klien untuk
berhubungan mendapatkan perhatian
dengan klien.
gangguan 2. menghindari
pendengaran lingkungan berisik saat
ditandai dengan berkomunikasi
kurangnya 3. menggunakan
kemampuan gerakan tubuh bila
mendengar diperlukan
4. meminta klien untuk
melihat bibir lawan
bicara
5. Meminta klien
untuk menyarankan ke
setiap lawan bicaranya
untuk berbicara ke arah
telinga yang lebih baik
pendengarannya
6. Terapi modalitas
gerak bibir dan mimik
muka
7. Memfasilitasi
penggunaan alat bantu
pendengaran

Resiko harga
1. Meningkatkan
diri rendah
koping
berhubungan
2. Memberikan
dengan
Dukungan emosional
gangguan
pendengaran 3. memberikanDukung
an kelompok
4. melakukan Terapi
kelompok

E . EVALUASI HASIL

NO Kegiatan Waktu dan Evaluasi


Tempat

1. 1. 1. Dapatkan perhatian klien Tempat


sebelum berbicara (melalui pemeriksaan
sentuhan)
8/11/19
2. 2. menghindari lingkungan
berisik saat berkomunikasi
3. 3. menggunakan gerakan tubuh
bila diperlukan
4. 4. meminta klien untuk melihat
bibir lawan bicara
5. 5. Meminta klien untuk
menyarankan ke setiap lawan
bicaranya untuk berbicara ke arah
telinga yang lebih baik
pendengarannya
6. 6. Memfasilitasi penggunaan alat
bantu pendengaran

1. Meningkatkan koping
2. 9/11/2019
2.Memberikan Dukungan
emosional

3.memberikanDukungan
kelompok

4 melakukan Terapi kelompok


DAFTAR PUSTAKA