Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI PADA IBU MENYUSUI DENGAN BAYI BBLR


DI RUANG NICU RSUD PATUT PATUH PADJU LOMBOK BARAT

Disusun oleh:
KELOMPOK I
1. Rista Agus Kurdani 7. Fitria Widiarti
2. Khaerul Ruswan Hadi 8. Pitayanti
3. I Putu Ari Wira Santika 9. Julyati
4. Andriansyah 10. Ahmad Syarifudin Baharsyah
5. Siti Nana Karolina 11. Nendini Deliana
6. Anggi Rizki Marliani 12. Suryani

PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN XV


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM
MATARAM
2019
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


NUTRISI PADA IBU MENYUSUI DENGAN BAYI BBLR
DI RUANG NICU RSUD PATUT PATUH PADJU LOMBOK BARAT

Telah dibaca dan disetujui pada:


Hari :
Tanggal :

Disusun oleh:
KELOMPOK V

13. Rista Agus Kurdani 19. Fitria Widiarti


14. Khaerul Ruswan Hadi 20. Pitayanti
15. I Putu Ari Wira Santika 21. Julyati
16. Andriansyah 22. Ahmad Syarifudin Baharsyah
17. Siti Nana Karolina 23. Nendini Deliana
18. Anggi Rizki Marliani 24. Suryani

Disahkan Oleh:

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

(_____________ __________) (_ )
NIP: NIP:
SATUAN ACARA PENYULUHAN
NUTRISI PADA IBU MENYUSUI DENGAN BAYI BBLR

Bidang Studi : Keperawatan Anak


Pokok Bahasan : Nutrisi pada Ibu Menyusui Dengan Bayi BBLR
Sasaran : Ibu Menyusui
Tempat : Ruang NICU RSUD Patut Patuh Padju Lombok Barat
Hari / Tanggal : Sabtu, 28 Deseember 2019
Jam : 10:00 WITA
Waktu : 45 menit
Penyuluh : Kelompok I Reguler Profesi Ners Stikes Mataram

A. LATAR BELAKANG

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang mempunyai berat
badan lahir kurang dari 2500 gram. Bayi dengan BBLR memiliki risiko kematian 20 kali
lebih besar dibandingkan bayi dengan berat badan normal. Selain itu, bayi BBLR terutama
Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR) memiliki risiko yang lebih besar terhadap
kelainan kognitif, gangguan perilaku, gangguan tumbuh kembang, serta gangguan
neurodevelopmental. Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang pada bayi BBLR serta
mencegah dampak yang buruk di masa yang akan datang, maka hal yang terpenting adalah
pemberian nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan pertumbuhan bayi. Hal ini berhubungan
dengan pemberian nutrisi yang tepat secara dini, dimulai sejak di Neonatal Intensive Care
Unit (NICU) (Septira, 2016).

Nutrisi yang tepat adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Air Susu Ibu secara
universal direkomendasikan sebagai asupan nutrisi enteral utama pada bayi karena
bermanfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan seluruh bayi. ASI mengandung kalori 747
kkal/L, zat besi 0,50 mg/L, protein 10,6 g/L, seng 1,18 mg/L, karbohidrat 71 g/L, lemak 45,4
g/L, kolesterol 139 mg/L.7 ASI sangat bermanfaat karena di dalamnya terdapat kandungan
nutrisi yang penting seperti long chain polyunsaturated fatty acids (LC-PUFA) dan faktor-
faktor neurotropik lainnya. Selain itu ASI juga dapat menurunkan risiko infeksi, nocritizing
enterocolitis dan alergi, dan memiliki efek positif untuk perkembangan kognitif. Bayi juga
mendapatkan keuntungan dengan adanya kontak langsung dengan ibu saat menyusui,
sehingga dapat meningkatkan kestabilan psikologi. (Septira, 2016)

ASI yang keluar pada beberapa hari pertama kelahiran berwarna kuning kental,
sangat kaya akan protein, dan zat kekebalan tubuh atau immunoglobulin (IgG, IgA, dan
IgM), mengandung lebih sedikit lemak dan karbohidrat. Karbohidrat terbanyak dalam ASI
adalah laktosa. ASI juga mengandung zat-zat yang dapat membantu meningkatkan kekebalan
tubuh bayi seperti faktor bifidus, laktoferin, dan juga lisosom (Septira, 2016).
Selain itu, Nutrisi ibu menyusui juga sangat penting karena berhubungan dengan
kesehatan ibu dan anak. Selama menyusui, ibu dianjurkan untuk meningkatkan asupan kalori,
protein, kalsium, zat besi, asam folat, dan vitamin serta mineral lainnya untuk mencukupi
kebutuhan zat gizi saat menyusui (Zalilah, 2006 dalam Nadimin, dkk. 2010). Agar ibu
menghasilkan 1 liter ASI diperlukan pula makanan tambahan. Apabila ibu yang sedang
menyusui bayinya tidak mendapatkan tambahan makanan, tentu akan berakibat terjadinya
kemunduran dalam pembuatan dan produksi ASI. Terlebih lagi jika pada masa kehamilan ibu
juga mengalami kekurangan gizi. Karena itu tambahan makanan bagi seorang ibu yang
sedang menyusui mutlak diperlukan (Mochtadi, 1994 dalam Nadimin, dkk. 2010).

Status ibu menyusui disebabkan oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah
pola makan atau asupan zat gizi ibu. Pola makan yang baik adalah pola makan yang
seimbang, memenuhi kebutuhan gizi ibu baik dari jenis maupun jumlah. Dalam kehidupan
sehari-hari, tidak jarang ditemukan ibu menyusui mengalami kekurangan asupan zat gizi
akibat adanya pantangan makanan tertentu yang berkaitan dengan masalah budaya. Asupan
zat gizi seseorang ditentukan oleh kebiasaan makan dan frekuensi makan (Nadimin, dkk.
2010).

Setelah dilakukan pengkajian oleh mahasiswa Keperawatan Stikes Mataram dari


tanggal 23 Desember sampai dengan 24 Desember 2019 di ruang NICU RSUD Patut Patuh
Padju Lombok barat masih banyak ibu post partum dengan bayi BBLR yang belum
memahami terkait nutrisi yang baik untuk dikonsumsi selama masa menyusui. Berdasarkan
latar belakang tersebut kami tertarik untuk melakukan penyuluhan terkait nutrisi pada ibu
menyusui dengan bayi BBLR.

B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional umum
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang nutrisi pada ibu menyusui
dengan bayi BBLR peserta diharapkan mampuh mengetahui dan memahami tentang
nutrisi yang benar pada ibu menyusui dengan bayi BBLR.

2. Tujuan instruksional Khusus


Setelah mengikuti pendidikan kesehatan diharapkan peserta dapat :
1. Menjelaskan Definisi nutrisi
2. Menjelaskan Kebutuhan nutrisi bayi bblr
3. Menjelaskan Fungsi dan manfaat nutrisi bagi ibu menyusui
4. Menyebutkan Nutrisi yang wajib dikonsumsi selama masa menyusui
5. Menyebutkan Bahan makanan yang perlu dibatasi
6. Menyebutkan Hal-hal yang perlu dihindari oleh ibu menyusui
7. Menyebutkan Pengaturan makan sehari-hari untuk ibu menyusui
C. ANALISA SITUASI

1. Peserta
Jumlah peserta 12 orang, pendidikan tidak sekolah dan tamat SD, umur rata-rata 30-35
tahun, peserta telah memiliki pengetahuan tentang:
a. Perawatan bayi baru lahir
b. Cara menyusui
c. Waktu menyusui

2. Kelas/ruangan
a. Ukuran ruangan: 5x6 meter
b. Keadaan penerangan dan ventilasi: Ruangan terang dan terdapat ventilasi yang
memadai
c. Prasarana yang tersedia: kursi, pendingin ruangan, dll

3. Pengajar
a. Fasilitator: Pendidikan kesehatan ini akan diberikan oleh mahasiswa Profesi Ners
STIKES Mataram

D. MATERI
1. Definisi nutrisi
2. Kebutuhan nutrisi bayi bblr
3. Fungsi dan manfaat nutrisi bagi ibu menyusui
4. Nutrisi yang wajib dikonsumsi selama masa menyusui
5. Bahan makanan yang perlu dibatasi
6. Hal-hal yang perlu dihindari oleh ibu menyusui
7. Pengaturan makan sehari-hari untuk ibu menyusui

E. METODE
1. Cerama
2. Demonstrasi
3. Tanya Jawab

F. MEDIA
1. Leaflet
2. Banner
3. Power Point

G. ALAT BANTU
1. LCD proyektor
2. Leptop
3. Makanan-makanan untuk produksi ASI yang baik
H. SETTING PENYULUHAN

Keterangan:
Presenter Pem. Klinik
Moderator Pem. Akadenik
Observer Audience
Fasilitator Layar LCD

I. KEGIATAN PENYULUHAN

Tahap
No. Kegiatan Kegiatan peserta Metode waktu
kegiatan
1. Pembukaan a. Membuka kegiatan a. Menjawab Ceramah 5 menit
dan dengan mengucapkan salam
Orientasi salam
b. Memperkenalkan diri b. Mendengarkan
c. Menjelaskan tujuan dari c. Memperhatikan
penyuluhan
d. Menyebutkan materi yang d. Memperhatikan
akan diberikan
e. Menyampaikan kontrak
waktu
2. Pelaksanaan a. Menjelaskan Definisi a. Mendengarkan Ceramah 15
nutrisi dan dan menit
b. Menjelaskan Kebutuhan memperhatikan demonstrasi
nutrisi bayi bblr
c. Menjelaskan Fungsi dan
manfaat nutrisi bagi ibu
menyusui
d. Menjelaskan Nutrisi yang
wajib dikonsumsi selama
masa menyusui
e. Menjelaskan Bahan
makanan yang perlu
dibatasi
f. Menjelaskan Hal-hal yang
perlu dihindari oleh ibu
menyusui
g. Menjelaskan Pengaturan
makan sehari-hari untuk
ibu menyusui
h. Memberikan kesempatan b. Bertanya
peserta untuk bertanya
i. Menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh
peserta.
3. Evaluasi a. Menanyakan pada peserta a. Menjawab Tanya 9 menit
tentang materi yang telah pertanyaan jawab
diberikan, dan
reinforcement kepada
peserta penyuluhan yang
dapat menjawab
pertanyaan
b. Menyimpulkan materi b. Mendengarkan
yang telah diberikan
4. Penutup a. Mengucapkan terima a. Mendengarkan Ceramah 1 menit
kasih atas peran serta
peserta
b. Mengucapkan salam b. Menjawab
penutup salam

J. PENGORGANISASIAN
1) Moderator: Pitayanti
Job Description:
a) Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
b) Memperkenalkan diri
c) Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
d) Menyebutkan materi yang akan diberikan
e) Memimpin jalannya penyuluhan dan menjelaskan waktu penyuluhan
f) Menulis pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan.
g) Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan pemberi materi.
h) Mengatur waktu kegiatan penyuluhan

2) Presenter: Rista Agus Kurdani


Job Description:
a) Menggali pengetahuan peserta tentang nutrisi pada ibu menyusui dengan bayi BBLR
b) Menjelaskan materi mengenai nutrisi pada ibu menyusui dengan bayi BBLR
c) Menjawab pertanyaan peserta
3) Fasilitator: I Putu Ari, Khaerul Ruswan Hadi, Andriansyah, Anggi Rizki Marliani, Fitria
Widiarti, Julyati, Ahmad Syarifudin Baharsyah, Nendini Deliana, Suryani
Job Description:
a) Menyiapkan tempat dan media sebelum memulai penyuluhan
b) Mengatur teknik acara sebelum dimulainya penyuluhan
c) Memotivasi keluarga klien agar berpartisipasi dalam penyuluhan
d) Memotivasi keluarga untuk mengajukan pertanyaan saat moderator memberikan
kesempatan bertanya
e) Membantu pembicara menjawab pertanyaan dari peserta
f) Membagikan leaflet kepada peserta di akhir penyuluhan

4) Observer: Siti Nana Karolina


Job Description:
a) Mengobservasi jalannya proses kegiatan
b) Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama kegiatan penyuluhan
berlangsung
c) Memberikan penjelasan kepada pembimbing tentang evaluasi hasil penyuluhan

K. Kriteria Evaluasi
1. Struktural
a. Peserta hadir di tempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan Penyuluhan dilakukan di ruang NICU RSUD Patut Patuh Padju
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan 1 hari sebelumnya (Satuan
Acara Penyuluhan)
d. Tidak ada peserta penyuluhan yang meninggalkan tempat sebelum penyuluhan
selesai

2. Proses
a. Masing-masing anggota tim bekerja sesuai dengan tugas
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan, serta peserta yang terlibat aktif dalam
penyuluhan 50% dari yang hadir

3. Hasil
a. Penyaji mengajukan pertanyaan secara langsung kepada peserta penyuluhan tentang
materi penyuluhan sebelum penyuluhan dilaksanakan.
b. Penyaji mengajukan pertanyaan secara langsung kepada peserta penyuluhan setelah
penyampaian materi penyuluhan.
c. Peserta menanggapi materi yang telah disampaikan penyaji.
1) Menjelaskan Definisi nutrisi
2) Menjelaskan Kebutuhan nutrisi bayi bblr
3) Menjelaskan Fungsi dan manfaat nutrisi bagi ibu menyusui
4) Menyebutkan Nutrisi yang wajib dikonsumsi selama masa menyusui
5) Menyebutkan Bahan makanan yang perlu dibatasi
6) Menyebutkan Hal-hal yang perlu dihindari oleh ibu menyusui
7) Menyebutkan Pengaturan makan sehari-hari untuk ibu menyusui
d. Penyuluh memberikan laporan secara tertulis (kertas Notulen)
NUTRISI PADA IBU MENYUSUI
DENGAN BAYI BBLR

A. DEFINISI

Nutrisi adalah zat yang terdapat dalam bahan makanan yang berguna untuk tubuh
sebagai zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur (Markum, 2007).

Masa menyusui adalah masa dimana ibu memberikan ASI kepada bayinya, oleh
karena itu ibu yang sedang menyusui memerlukan tambahan zat gizi dalam makanannya.
Kesehatan bayi tergantung pada kesehatan ibunya terutama masa menyusui. Pada saat ibu
menyusui diharapkan ibu dalam kondisi tetap sehat dengan menjaga mutu makanannya
disamping control ke dokter atau bidan untuk memantau kesehatan ibu dan
perkembangan bayi.

Nutrisi ibu menyusui adalah pemasukan makanan yang mengandung zat gizi yang
cukup selama menyusui (Dickason, Silverman & Kaplan, 2005)

B. KEBUTUHAN NUTRISI BAYI BBLR

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang mempunyai
berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Bayi BBLR terutama Bayi Berat Lahir Sangat
Rendah (BBLSR) memiliki risiko yang lebih besar terhadap kelainan kognitif, gangguan
perilaku, gangguan tumbuh kembang, serta gangguan neurodevelopmental. Untuk
mengoptimalkan tumbuh kembang pada bayi BBLR serta mencegah dampak yang buruk
di masa yang akan datang, maka hal yang terpenting adalah pemberian nutrisi yang
adekuat untuk meningkatkan pertumbuhan bayi. Hal ini berhubungan dengan pemberian
nutrisi yang tepat secara dini, dimulai sejak di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Nutrisi yang tepat adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Air Susu Ibu secara universal
direkomendasikan sebagai asupan nutrisi enteral utama pada bayi karena bermanfaat
untuk kesehatan dan kesejahteraan seluruh bayi (Septira, 2016).

C. FUNGSI DAN MANFAAT NUTRISI BAGI IBU MENYUSUI

1. Menjaga kesehatan dan gizi ibu


2. Mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan organ bayi
3. Meningkatkan produksi ASI

Tiga alasan mengapa nutrisi yang baik sangat berguna bagi ibu menyusui:

1. Produksi ASI membutuhkan banyak energy


Dalam hal gizi, kebutuhan bayi menyusui jauh lebih banyak dibandingkan
masa dalam kandungan. Hal ini disebabkan oleh laju pertumbuhan bayi yang sangat
cepat. Pada 4 bulan pertama, berat badan seorang bayi menjadi dua kali lipat
dibanding berat setelah 9 bulan dalam kandungan.
Dibutuhkan produksi ASI yang sangat banyak untuk mendukung pertumbuhan
bayi tersebut. Menyusui selama satu bulan memerlukan kalori sama banyak dengan
masa kehamilan.
2. Nutrisi yang baik mengoptimalkan kualitas dan kuantitas ASI
Kekurangan nutrisi menyebabkan produksi ASI menurun. Asupan vitamin
yang lama selama menyusui akan menghasilkan air susu yang juga rendah nutrisi
esensial/kebutuhan dasar. Protein-protein penting yang membantu mencegah infeksi
pun akan berkurang jumlahnya.
3. Nutrisi yang baik membantu melindungi kesehatan ibu menyusui
Apabila makanan tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi maka tubuh ibu
menyusui pun menjadi sangat rentan terhadap kekurangan gizi. Sekalipun asupan
mineral rendah cenderung tidak menurunkan kandungan mineral dalam air susu,
tubuh andalah yang akan kekurangan karena harus mengkompensasi asupan nutrisi
yang rendah tersebut

D. NUTRISI YANG WAJIB DIKONSUMSI SELAMA MASA MENYUSUI

Sumber tenaga (energi): untuk pembakaran tubuh, pembentukan jaringan baru,


penghematan protein. Zat gizi sebagai sumber karbohidtar terdri dari beras, sagu, jagung,
tepung terigu, dan ubi. Sedangkan lemak dapat diperoleh dari hewani (lemak, mentega,
keju) dan nabati (kelapa sawit, minyak sayur, minyak kelapa dan margarin). Makanan
yang dianjurkan:

1. Sumber pembangun (protein)


Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak
atau mati. Protein dari makanan harus diubah menjadi asam amino sebelum diserap
oleh sel mukosa usus dan dibawa ke hati melalui pembuluh darah vena portae.
Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani (ikan, udang, daging ayam, telur,
kerang, kepiting, hati, susu, dan keju) dan protein nabati (kacang tanah, kacang
merah, kacang hijau, kedelai, tahu, dan tempe).

2. Mineral
a. Zat kapur
Penting untuk pembentukan tulang, sumbenya yaitu susu, keju, kacang-kacangan,
dan sayuran berwarna hijau.
b. Fosfor
Dibutuhkan untuk pembentukan kerangka dan gigi anak, sumbernya: susu, keju,
dan daging.
c. Zat besi
Tambahan zat besi sangat penting dalam masa menyusui karena dibutuhkan
untuk kenaikan sirkulasi darah dan sel, serta menambah sel darah merah (HB)
sehingga daya angkut oksigen mencukupi kebutuhan. Sumber zat besi antara lain
kuning telur, hati, daging, kerang, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
d. Yodium
Sangat penting untuk mencegah timbulnya kelemahan metal dan kekerdilan fisik
yang serius, sumbernya: minyak ikan, ikan laut, dan garam beryodium.
e. Kalsium
Ibu menyusui membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan gigi anak, sumbernya:
susu dan keju.

3. Vitamin A

Pemberian Vitamin A pada ibu menyusui, yang diberikan segera setelah bayi
dilahirkan sampai usia bayi 60 bulan. Terbukti dapat menaikan status vitamin A bayi
pada usia 2 bulan sampai bayi berusia enam bulan. Sehingga dengan pemberian
suplementasi vitamin A pada ibu menyusui dapat menurunkan risiko terjadinya
gangguan kesehatan akibat kekurangan Vitamin A, seperti buta senja. Selain
berfungsi untuk kesehatan mata, Vitamin A juga berfungsi untuk kekebalan tubuh,
sehingga dengan terpenuhinya Vitamin A pada ibu menyusui dapat berdampak
positif pada bayi yang dilahirkan, karena kemungkinan bayi akan mempunyai
kekebalan tubuh yang berasal dari Vitamin A.

4. Vitamin B1 (Thiamin)

Dibutuhkan agar kerja sayaraf dan jantung normal, membantu metabolisme


karbohidrat secara tepat oleh tubuh, nafsu makan yang baik, membantu proses
pencernaan makanan, meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi dan
mengurangi kelelahan. Sumbernya hati, kuning telur, susu, kacang-kacanganan,
tomat, jeruk, nanas, dan kentang.

5. Vitamin B2 (Riboflavin)

Dibutuhkan untuk pertumbuhan, vitalitas, nafsu makan, pencernaan, sistem


urat syraf, jaringan kulit dan mata. Sumber: hati, kuning telur, susu, keju, kacang-
kacangan, dan sayuran hijau.

6. Vitamin B3 (Niacin)

Disebut juga Nitocine Acid, dibutuhkan dalam proses pencernaan, kesehatan


kulit, jaringan syaraf dan pertumbuhan. Sumber: susu, kuning telur, daging, kaldu
daging, hati ayam, kacang-kacangan, beras merah, jamur, dan tomat.

7. Vitamin B6 (Pyridoksin)

Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah serta kesehatan gigi dan
gusi. Sumber gandum, jagug, hati, dan daging.

8. Vitamin B12 (Cyanocobalamin)

Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan


syaraf. Sumber: telur, daging, ahti, keju, ikan laut, dan kerang laut.

9. Folic Acid

Untuk pertumbuhan pembentukan sel darah merah dan produksi inti sel.
Sumber: hati, daging, ikan, jeroan, dan sayuran hijau.

10. Vitamin C

Untuk pembentukan jaringan ikat dan bahan semu jaringan ikat (untuk
penyembuhan luka), pertumbuhan tulang, gigi dan gusi, daya tahan terhadap infeksi,
serta memberikan kekuatan pada pembuluh darah. Sumber: jeruk, tomat, melon,
brokoli, jambu biji, mangga, pepaya dan sayuran.

11. Vitamin D

Dibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan tulang dan gigi serta


penyerapan kalsium dan fosfor, dan penyinaran kulit dengan sinar matahari pagi
(sebelum pukul 09.00).

12. Vitamin K

Untuk mencegah perdarahan agar proses pembentukan darah normal. Sumber


vitamin K adalah kuning telur, hati, brokoli, dan bayam.

E. BAHAN MAKANAN YANG PERLU DIBATASI

1. Makanan pedas
Makanan pedas akan memberikan rasa perih di lambung dan usus. Peristaltik
usus juga akan meningkat sehingga durasi absorbsi zat makanan lebih singkat, yang
selanjutnya menyebabkan intake nutrisi ibu menyusui kurang optimal

2. Makanan berlemak
Makanan yang mengandung banyak lemak akan lebih sulit dicerna
dibandingkan makanan yang lain, sehingga akan memberikan rasa kenyang yang
lebih lama, yang selanjutnya menurunkan nafsu ibu untuk makan-makanan yang lain

3. Makanan ber-gas seperti: durian, nanas, nangka, buncis, dan kul


Makanan yang mengandung gas akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada
perut sehingga akan mempengaruhi ibu dalam dalam memberikan ASI pada bayi
4. Makanan beralkohol (tape/minuman keras).
Makanan beralkohol akan memberikan efek panas terasa diperut, berkeringat
dan peningkatan metabolisme tubuh, sehingga kebutuhan kalori dan zat lainnya lebih
cepat digunakan tubuh untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

F. HAL-HAL YANG PERLU DIHINDARI OLEH IBU MENYUSUI

1. Jangan minum kopi yang berlebihan karena dapat merangsang ginjal bekerja lebih
kuat yang menyebabkan sering buang air kecil padahal selama menyusui memerlukan
banyak cairan.

2. Merokok juga dilarang, selain akibat pasif dari efek rokok yang dihisap paru-paru
bayi, nikotin yang ada dalam tembakau mengalir melalui ASI ke tubuh bayi, akibat
bayi keracunan nikotin.

3. Makanan yang menyebabkan alergi bagi ibu dan bayinya alergi.

4. Jangan minum-minuman beralkohol, obat-obatan. Hal tersebut akan mempengaruhi


produksi air susu dan menimbulkan gangguan pada ibu dan tumbuh kembang bayi.

G. PENGATURAN MAKAN SEHARI-HARI UNTUK IBU MENYUSUI

Bahan Makanan Jumlah (Ukuran Rumah Tangga)


Nasi/ Penukar 4 ¾ gelas
Daging/ Penukar 2 ½ potong
Tempe/ Penukar 6 potong
Sayur 3 mangkuk
Buah 3 potong
Minyak/ Penukar 2 ½ sdm
Kacang hijau 2 ½ sdm
Tepung Saridele 4 sdm
Susu 2 ½ sdm
Gula 2 sdm
Sumber: Kemenkes RI. 2011.
Nilai Gizi:
Energi: 2.435 kalori
Protein: 90 gram
Lemak: 65 gram
Karbohidrat: 287 gram
Vitamin C: 70 gram
Zat besi: 31 gram
-
H. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Menjaga kesehatan ibu dengan makan cukup megikuti pola menu seimbang
2. Minum lebih dari 8 gelas sehari (tambahkan 3-4 gelas per hari dari biasanya)
Contoh Menu Sehari
Pagi Siang Malam
Nasi Nasi Nasi
Telur dadar Ikan bakar Daging bumbu balado
Tempe bumbu bali Tempe kripik Tahu goreng
Urap sayur Sayur Asem Capcay sayuran
Jam 10.00 (selingan) Pepaya Apel
Bubur kacang hijau Jam 16.00 (selingan) Jam 21.00 (selingan)
Kue talam Susu
Jeruk
Sumber: Kemenkes RI. 2011.
DAFTAR PUSTAKA

1. Nadimin, dkk. 2010. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Ibu Menyusui
Wilayah Kerja Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa. Jurnal Media Gizi Pangan.
Vol. IX. Edisi 1. Januari-Juni 2010. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas
Pancasakti, Makassar.
2. Kementerian Kesehatan Indonesia. 2011. Makanan Sehat Ibu Menyusui.
www.gizi.depkes.go.id
3. Septira Salsabila. 2016. Nutrisi bagi Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) untuk
Mengoptimalkan Tumbuh Kembang. Fakultas Kedokteran. Universitas Lampung.
Lampung.
4.