Anda di halaman 1dari 47

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

PELATIHAN DASAR CPNS

PEMANFAATAN USAHA PETERNAKAN DAN PERTANIAN RAMAH


LINGKUNGAN DI BPP KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN
TASIKMALAYA

Disusun oleh:
Pebriani Megandara, SP
19890217 201903 2 003
Angkatan 20 / Gelombang V
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III


TAHUN 2019
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REGIONAL BANDUNG
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI

Pelatihan Dasar CPNS Golongan III

Angkatan 20 Gelombang V Tahun 2019

JUDUL : Pemanfaatan Usaha Peternakan dan


Pertanian Ramah Lingkungan di BPP
Kecamatan Cibalong Kabupaten
Tasikmalaya
NAMA : Pebriani Megandara, SP
NIP. : 19890217 201903 2 003
GOLONGAN, PANGKAT/ RUANG : III, Penata Muda/ A
SATUAN KERJA : BPP Kecamatan Cibalong

Disetujui dapat diimplementasikan pada tahap Habituasi, untuk

selanjutnya diujikan dalam Evaluasi Rancangan Aktualisasi yang akan

dilaksanakan pada tanggal 02 November 2019 di Pusat Pengembangan

Sumber Daya Manusia Regional Bandung.

Sumedang, 02 November 2019

Coach, Penguji,

Dr Drs.Nanang Nugraha,SH,MH,M.Si Memed Nuryadin, S.IP


NIP. 19651026 198603 1 009 NIP. 19670206 199103 1 003

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa

ta’ala atas rahmat dan karunia-Nya sehingga” Laporan Rancangan

Aktualisasi” yang berdasarkan nilai-nilai dasar PNS, serta peran dan

kedudukan PNS dalam NKRI ini dapat diselesaikan dengan baik. Tugas ini

merupakan salah satu bentuk model pembelajaran pada pendidikan dan

latihan dasar CPNS golongan III untuk mewujudkan kompetensi yang

diharapkan sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 5 Tahun 2014. Penerapan aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA)

yang diharapkan bias memberikan kontribusi positif terhadap

pengembangan diri dan institusi tempat bekerja.

Rancangan aktualisasi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan

dari berbagai pihak. Bantuan ini berupa bimbingan, saran dan motivasi

baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis mengucapkan

terima kasih kepada :

1. Ir. Taty Devi M. Siregar, M.Si sebagai kepala Pusat Pengembangan

Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung.

2. T.R. Fahsul Falah. S.Sos, M.Si sebagai Kepala Bidang

Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional, Pelaksana, Kepala

Daerah, Wakil Kepala Daerah, DPRD dan Lurah.

3. Ranti Sofiantini, S.Si, M.AP sebagai Kepala Seksi Kompetensi

Pelaksana pada Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan

Fungsional pada Bidang Pengembangan Kompetensi

ii
4. Bapak Dr. Drs. Nanang Nugraha, SH, Mh, M.Si selaku coach yang

telah memberikan pengarahan serta bantuan selama proses

pembuatan rancangan aktualisasi dan habituasi ini.

5. Bapak Ir. Agus Prawirajaya, MP selaku mentor yang telah memberikan

banyak motivasi dan masukan, sekaligus sebagai pembimbing selama

proses aktualisasi di tempat kerja.

6. Bapak Memed Nuryadin S.IP selaku penguji laporan rancanagn

aktualisasi atas masukan,saran dan bimbingannya

7. Para Widyaiswara dan Bapak-Bapak Brimob yang telah meluangkan

waktunya dalam memberikan pengetahuan,kedisiplinan dan tanggung

jawab.

8. Rekan-rekan Angkatan 20 dan rekan-rekan Gelombang V, atas

kebersamaan dan kekompakannya.

9. Keluarga BPP Kecamatan Cibalong, tempat Penulis bertugas atas

bantuan dan masukannya.

10. Semua pihak yang telah memberikan dukungan, motivasi, serta saran
dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini.
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam
rancangan aktualisasi ini, oleh karena itu saran dan kritik yang
membangun sangat Penulis harapkan.
Sumedang, November 2019

Pebriani Megandara
NIP. 19890217 201903 2 003

iii
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ................................................................................ i

Kata Pengantar......................................................................................... ii

Daftar Gambar .......................................................................................... v

Daftar Tabel ............................................................................................. vi

Daftar Lampiran ..................................................................................... vii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ........................................................................ 1

1.2. Tujuan ...................................................................................... 5

1.3. Manfaat .................................................................................... 6

1.4. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ........................................ 6

1.5. Profil Lembaga ......................................................................... 6

BAB II ANALISIS RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI NILAI-NILAI

DASAR PNS ................................................................................. 12

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan ............................................................................. 34

3.2. Saran ...................................................................................... 35

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 36

LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................... 37

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Dinas Pertanian Kab.Tasikmalaya ……… 8

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Profil Lembaga ........................................................................ 16

Tabel 2.2. Identifikasi Permasalahan dalam Pelaksanaan Tugas dan

Alternatif Solusi ........................................................................................ 17

Tabel 2.3. Analisis Isu USG ..................................................................... 18

Tabel 2.4. Rencana Kegiatan Aktualisasi Sesuai Nilai-Nilai Dasar PNS.. 21

Tabel 2.5. Rancangan Aktualisasi ........................................................... 22

vii
DAFTAR LAMPIRAN

1. Jadwal Pelaksanaan Habituasi …………………………..……….. 37

2. Struktur Organisasi Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya .. 38

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kabupaten paling

besar dan berperan penting di wilayah Priangan Timur. Berbatasan

dengan Kabupaten Majalengka dan Kota Tasikmalaya di sebelah Utara,

Samudera Hindia di sebelah Selatan, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten

Pangandaran di sebelah Timur dan Kabupaten Garut di sebelah Barat.

Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu dari sentra pertanian di Jawa

Barat banyak menghasilkan produk-produk pertanian yang dibutuhkan

oleh masyarakat banyak, diantaranya tanaman pangan,hortikultura serta

tanaman perkebunan. Selain itu Kabupaten Tasikmalaya juga

menghasilkan produk-produk peternakan seperti budidaya ikan air tawar,

telur ayam negeri,ayam pedaging, daging kambing dan daging sapi.

Dalam hal ini Dinas Pertanian memegang peranan penting dalam

mewujudkan salah satu visi Kabupaten Tasikmalaya yaitu yaitu

“KABUPATEN TASIKMALAYA YANG RELIGIUS ISLAMI, DINAMIS,

BERDAYA SAING DAN BERBASIS PERDESAAN.” Sebagaimana kita

ketahui bahwa daerah pedesaan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ini

masih berupa daerah hijau dimana adanya area pertanian dan

kehutanan,serta mayoritas penduduk yang memiliki mata pencaharian

sebagai petani. Dinas Pertanian sebagai salah satu dinas yang

mendukung terwujudnya visi Kabupaten Tasikmalaya senantiasa

1
berupaya mewujudkan hal tersebut. Adapun program pemerintah yang

sedang digalakkan saat ini diantaranya :

1. Pendampingan untuk 7 komoditi unggulan ( padi, jagung, kedelai,

bawang merah, daging, tebu dan aneka cabai ) serta sapi indukan

wajib bunting

2. Penumbuhan wirausaha muda pertanian (PWMP)

3. Pengembangan program pertanian dan peluang usaha

4. Balai pelaksana penyuluhan pertanian dan kehutanan.

BPP Kecamatan Cibalong merupakan Balai Penyuluh Pertanian yang

berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang berbatasan dengan

Kecamatan Parung Ponteng dan Bojongasih disebelah Barat, Kecamatan

Jatiwaras disebelah Timur, kecamatan Sukaraja disebelah Utara dan

Kecamatan Karang Nunggal di sebelah Selatan. BPP Kecamatan

Cibalong membawahi 6 desa yaitu Desa Singajaya, Cibalong, Parung,

Eureunpalay, Setiawaras dan Cisempur. Untuk komoditas unggulan di

Kecamatan Cibalong diantaranya adalah Manggis, Padi, Jagung, Pisang,

Pepaya dan masih banyak lagi komoditas yang lain.

Sesuai Permentan nomor 35 Tahun 2009, tugas pokok penyuluh

pertanian adalah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan pertanian,

pelaksanaan penyuluhan pertanian, evaluasi dan pelaporan, serta

pengembangan penyuluhan pertanian. Sehingga penyuluh pertanian

merupakan ujung tombak dari Dinas Pertanian dalam hal mengetahui

2
pemerataan bantuan yang diberikan pemerintah dan kondisi pertanian di

masyarakat.

Kondisi pertanian saat ini, banyak mendapat sorotan terutama dari

pemerintah karena dinilai pertanian merupakan salah satu sumber mata

pencaharian masyarakat dinegara Indonesia. Pertanian pernah

mengalami masa kejayaan pada tahun 90-an dimana Indonesia sempat

berswasembada pangan. Akan tetapi saat ini banyak kendala yang

dihadapi oleh para petani untuk menghasilkan komoditas pertanian.

Diantaranya harga alat dan bahan pertanian yang semakin mahal,

sedangkan harga jual gabah sangat rendah, sarana dan prasarana yang

kurang memadai, kurang berminatnya generasi millennial terhadap bidang

pertanian dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Dari sekian

banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani saat ini,penggunaan

pupuk kimia yang berlebihan menjadi perhatian umum yang harus segera

dicari solusi pemecahan masalahnya. Hal ini ditenggarai karena

penggunaan pupuk kimia yang terus menerus pada tanah banyak

menimbulkan efek negatif, diantaranya :

1. Dapat merusak tanah

2. Mengurangi dan menekan populasi mikroorganisme tanah yang

bermanfaat

3. Unsur hara yang terkandung didalam tanah semakin berkurang

4. Tanah semakin jenuh terhadap penggunaan bahan kimia

5. Menimbulkan pencemaran tanah

3
6. Hasil pertanian banyak mengandung bahan kimia diatas rata-

rata,sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan efek berbahaya jika

dikonsumsi oleh manusia (efek residu yang tertinggal didalam

tubuh).

Oleh karena itu, saat ini para pelaku usaha tani mulai beralih dari

penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik. Pupuk organik banyak

memilki keunggulan diantaranya ramah lingkungan, mudah terurai, mudah

dibuat dan didapatkan oleh petani, harganya terjangkau, kandungan unsur

kimia yang dibutuhkan oleh tanaman dapat terpenuhi dengan penggunaan

yang sesuai dan tidak berlebihan, tanah akan menjadi gembur. Pupuk

organik yang biasanya dipakai oleh para petani umumnya berasal dari

kotoran hewan ternak berupa kotoran kambing, sapi, kerbau dan kotoran

ayam.

Maka masalah yang akan penulis angkat dalam Laporan

Rancangan Aktualisasi ini adalah rendahnya penghasilan petani akibat

penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan pada lahan pertanian. Saat

ini banyak masyarakat umum yang beralih dari mengkonsumsi bahan-

bahan pertanian dari hasil panen konvensional menjadi ke bahan hasil

panen pertanian organik. Walaupun harga beli yang tinggi akan tetapi

pangsa pasar pertanian org anik semakin berkembang di Indonesia. Oleh

karena itu, perubahan penggunaan pupuk anorganik menjadi pupuk

organik diharapkan dapat menjadi solusi dalam peningkatan taraf

penghasilan petani di Kecamatan Cibalong khususnya dan kabupaten

Tasikmalaya pada umumnya. Perubahan penggunaan pupuk anorganik

4
menjadi pupuk organik yang mudah didapat dan ramah lingkungan.

Penggunaan pupuk anorganik yang sering dipakai oleh masyarakat

adalah pupuk Urea, TSP,KCl dan lain-lain. Sedangkan pupuk organik

yang biasanya dipakai oleh para petani yaitu M-Bio, Kaya Bio, Petro

Biofertil.

Dengan memperhatikan prinsip-prinsip ASN dalam melakukan

pekerjaannya yaitu, Akuntabel (yang bernilai kejelasan target dan

mendahulukan kepentingan publik), Nasionalisme (yang bernilai mencintai

sesama manusia dan kepentingan bersama), Etika Publik (yang bernilai

jujur, bertanggungjawab dan integritas tinggi), Komitmen Mutu (yang

bernilai efisiensi dan inovasi), dan Anti Korupsi (yang bernilai mandiri dan

sederhana).

1.2 Tujuan

Terwujudnya nilai-nilai dasar ASN yaitu ANEKA dalam

implementasinya pada unit kerja yang diemban CPNS khususnya

mengenai peningkatan penghasilan petani dengan pemanfaatan usaha

peternakan dan pertanian ramah lingkungan di wilayah kerja BPP

Kecamatan Cibalong Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten

Tasikmalaya. Adanya reformasi manajemen pada unit kerja dengan

mengimplementasikan nilai dasar ASN, serta dapat menghabituasi nilai

dasar ASN yaitu ANEKA pada CPNS.

5
2.3 Manfaat

Manfaat aktualisasi ini adalah petani dapat mengetahui pemanfaatan

antara usaha peternakan dan pertanian yang digabungkan dapat

memberikan banyak keuntungan, diantaranya usaha ternak dapat

menghasilkan daging segar dan pupuk organik untuk lahan pertanian,

sehingga petani dapat beralih dari penggunaan pupuk anorganik menjadi

pupuk organik. Selain itu, petani dapat memanfaatkan hasil sisa pertanian

untuk pakan ternak yang mereka budidayakan.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup rancangan aktualisasi ini akan dilaksanakan di wilayah

kerja BPP Kecamatan Cibalong yaitu di Kelompok Tani Padasetia Desa

Cibalong dan keompok Tani Makmur Motekar Desa Setiawaras

Kecamatan Cibalong. Kegiatan aktualisasi ini akan dilaksanakan mulai

tanggal 04 November 2019 – 13 Desember 2019 dengan memberikan

penyuluhan tentang pemanfaatan usaha peternakan dan pertanian untuk

peningkatan penghasilan petani di sekitar wilayah BPP Kecamatan

Cibalong Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten

Tasikmalaya.

1.5 Profil Lembaga (Visi, Misi dan Tugas Organisasi/ Satuan Kerja)

1.5.1 Visi dan Misi

Kabupaten Tasikmalaya mempunyai visi yaitu “Kabupaten

Tasikmalaya yang Religius Islami, Mandiri, Unggul, di Bidang Agribisnis

6
dan Berbasis Pedesaan”. Pencapaian visi tersebut dilakukan dalam 4 misi

sebagai berikut:

1. Mewujudkan masyarakat yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul

karimah dan berkualitas, dan mandiri;

2. Mewujudkan perekonomian yang tangguh berbasis pedesaan dengan

keunggulan agribisnis;

3. Mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance);

4. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah berbasis

tata ruang yang berkelanjutan.

Kabupaten Tasikmalaya mencanangkan program percepatan

pembangunan daerah pedesaan yang dikenal dengan “TASIK SIAP” yang

juga menjadi motto Kabupaten Tasikmalaya. TASIK SIAP merupakan

akronim dari Terukur, Akuntabel, Sistematis, Implementatif, Konsisten,

Sinergi, Integritas, Amanah, dan Profesional. Dinas Pertanian masuk

kedalam program TASIK SIAP, dan misi yang berkaitan dengan

kewenangan dinas terdapat pada misi yang ke-2, yaitu mewujudkan

perekonomian yang tangguh di bidang agribisnis dan pariwisata. Peran

Dinas Pertanian untuk mewujudkan misi ini sangat penting karena usaha

pertanian merupakan mayoritas tulang punggung perekonomian

masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Dinas Pertanian terdiri atas 6 bidang, masing-masing bidang

membawahi 3 seksi. Penulis ditempatkan di Bidang Penyuluhan dan

Sarana Prasarana Pertanian, seksi penyuluhan. Struktur organisasi Dinas

Pertanian Kabupaten Tasikmalaya dapat dilihat di bawah ini.

7
Gambar 1. Struktur Organisasi Dinas Pertanian Kab.Tasikmalaya

8
1.5.2 Tugas Organisasi/ Satuan Kerja

Berdasarkan Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 67 Tahun 2019

tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Pertanian Kabupaten

Tasikmalaya. Dalam Peraturan Bupati Kepala Dinas adalah Kepala Dinas

Pertanian Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai tugas perumusan,

penetapan, memimpin, mengoordinasikan dan mengendalikan

pelaksanaan kegiatan tugas dinas dalam menyelenggarakan urusan

pemerintahan Bidang Pertanian. Dalam menyelenggarakan tugasnya,

kepala dinas mempunyai fungsi :

1. Menyelenggarakan perumusan bahan kebijakan di bidang tanaman

pangan, perkebunan dan hortikultura, peternakan dan kesehatan

hewan, penyuluhan pertanian dan sarana prasarana pertanian,

ketahanan pangan dan perikanan;

2. Menyelenggarakan penyusunan program penyuluhan pertanian dan

perikanan;

3. Menyelenggarakan pengembangan sarana pertanian, pangan dan

perikanan;

4. Menyelenggarakan pengawasan mutu, peredaran dan pengendalian

penyediaan bibit ternak dan hijauan pakan ternak;

5. Menyelenggarakan pengawasan penggunaan sarana pertanian dan

perikanan;

6. Menyelenggarakan pembinaan produksi di bidang pertanian dan

perikanan;

9
7. Menyelenggarakan pengendalian dan penanggulangan hama

penyakit tanaman dan penyakit hewan/ikan;

8. Menyelenggarakan koordinasi penanggulangan bencana alam;

9. Menyelenggarakan pembinaan pengolahan dan pemasaran hasil

pertanian dan perikanan;

10. Menyelenggarakan pelaksanaan penyuluhan pertanian dan perikanan;

11. Menyelenggarakan pemberian izin usaha/rekomendasi teknis

pertanian dan perikanan;

12. Menyelenggarakan perumusan kebijakan daerah di bidang

ketersediaan pangan, kerawanan pangan, distribusi pangan,

cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan

pangan;

13. Menyelenggarakan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang

ketersediaan pangan, kerawanan pangan, distribusi pangan,

cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan

pangan;

14. Menyelenggarakan koordinasi penyediaan infrastruktur dan

pendukung di bidang pertanian dan perikanan, ketersediaan pangan,

kerawanan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan,

penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan;

15. Menyelenggarakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di

bidang pertanian dan perikanan, ketersediaan pangan, kerawanan

pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman

konsumsi dan keamanan pangan;

10
16. Menyelenggarakan pemantauan, pengawasan, evaluasi dan

pelaporan penyelenggaraan di bidang pertanian, pangan dan

perikanan;

17. Menyelenggarakan urusan kesekretariatan;

18. Menyelenggarakan koordinasi dan kerjasama dalam rangka tugas

pokok dan fungsi Dinas;

19. Menyelenggarakan koordinasi dan pembinaan Unit Pelaksana Teknis

Daerah; dan

20. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

11
BAB II

ANALISA RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR

PNS

RANCANGAN AKTUALISASI

Nama Peserta Pebriani Megandara, SP

Tugas / Jabatan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama

2.1. PROFIL LEMBAGA


Nama Satuan
A
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
Kerja

Visi Satuan Kabupaten Tasikmalaya yang Religius Islami,


B Mandiri, Unggul, di Bidang Agribisnis dan Berbasis
Kerja
Pedesaan

1. Mewujudkan masyarakat yang beriman,


bertaqwa, berakhlaqulkarimah dan berkualitas,
dan mandiri;
2. Mewujudkan perekonomian yang tangguh

Misi Satuan berbasis pedesaan dengan keunggulan


C agribisnis;
Kerja
3. Mewujudkan tata kepemerintahan yang baik
(good governance);
4. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas
infrastruktur wilayah berbasis tata ruang yang
berkelanjutan

12
a. Kepala;
b. Sekretariat, terdiri atas:
1. sub bagian perencanaan, evaluasi dan
pelaporan;
2. sub bagian umum dan kepegawaian; dan
3. sub bagian keuangan.
c. Bidang tanaman pangan, terdiri atas:
1. Seksi produksi padi;
2. Seksi produksi palawija; dan
3. Seksi pasca panen dan pemasaran hasil
tanaman pangan.
d. Bidang perkebunan dan hortikultura, terdiri
atas:
1. Seksi produksi perkebunan;
2. Seksi produksi hortikultura; dan
3. Seksi pasca panen dan pemasaran hasil
perkebunan dan hortikultura.
e. Bidang peternakan dan kesehatan hewan,
terdiri atas:
1. Seksi perbibitan dan produksi peternakan;
2.Seksi pakan, pengolahan dan pemasaran hasil
peternakan; dan
Struktur 3.Seksi kesehatan hewan dan kesehatan
masyarakat veteriner.
Organisasi f. Bidang penyuluhan dan sarana prasarana
D pertanian, terdiri atas:
pada Satuan
1. Seksi penyuluhan;
Kerja 2. Seksi pengelolaan lahan dan air; dan
3. Seksi alat mesin dan sarana produksi.
g. Bidang ketahanan pangan, terdiri atas:
1. Seksi ketersediaan dan kerawanan pangan;
2. Seksi distribusi dan akses pangan; dan
3. Seksi konsumsi dan keamanan pangan.
h. Bidang perikanan, terdiri atas:
1. Seksi perikanan budidaya;
2. Seksi perikanan tangkap; dan
3. Seksi usaha dan perlindungan sumber daya
perikanan.
i. Kelompok Jabatan Fungsional
j. Unit Pelaksana Teknis Daerah

13
a. Dinas Pertanian
Mewujudkan perekonomian Kabupaten
Tasikmalaya yang tangguh di bidang agribisnis
melalui sektor pertanian berbasis pedesaan
b. BPP Kecamatan Cibalong
1. Penyusunan programa penyuluhan pertanian
Tugas Satuan
tingkat kecamatan
E
Kerja 2. Penyelia sarana informasi pertanian
3. Tempat untuk pengembangan kelembagaan
petani
4. Tempat untuk pelatihan
5. Menfasilitasi percontohan pertanian
6. Tempat untuk pertemuan bagi petani dan
penyuluh

14
a. Melaksanakan penyusunan bahan
perencanaan lingkup seksi penyuluhan;
b. Melaksanakan penyiapan bahan penyusunan
kebijakan di bidang kelembagaan penyuluhan
pertanian;
c. Melaksanakan penyusunan dan pengelolaan
database penyuluhan pertanian;
d. Melaksanakan penyiapan bahan penguatan,
pengembangan, peningkatan kapasitas
penyuluhan pertanian;
e. Melaksanakan penyiapan bahan penguatan,
pengembangan, peningkatan kapasitas
kelembagaan petani;
f. Melaksanakan penyiapan bahan dan fasilitasi
akreditasi kelembagaan penyuluhan pertanian;
g. Melaksanakan penyiapan bahan dan fasilitasi
sertifikasi dan akreditasi kelembagaan petani;
h. Melaksanakan penyiapan bahan penilaian dan
Tugas Unit/
pemberian penghargaan balai penyuluhan
pertanian;
Atasan
i. Melaksanakan penyiapan bahan
F
pengembangan kompetensi kerja ketenagaan
Langsung/
penyuluhan pertanian;
j. Melaksanakan penyiapan bahan penyusunan
Mentor
materi dan pengembangan metodologi
penyuluhan pertanian;
k. Melaksanakan penyiapan bahan supervisi
materi dan pengembangan metodologi
penyuluhan pertanian;
l. Melaksanakan penyiapan bahan informasi dan
media penyuluhan pertanian;
m. Melaksanakan penyiapan bahan
pengembangan dan pengelolaan sistem
manajemen informasi penyuluhan pertanian;
n. Melaksanakan penyiapan bahan dan fasilitasi
penilaian dan pemberian penghargaan
penyuluh pertanian;
o. Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi,
pemantauan, evaluasi dan pelaporan hasil
pelaksanaan tugas lingkup seksi penyuluhan;
dan
p. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

15
c. Tugas dan Fungsi:
1. Mengumpulkan data potensi wilayah di tingkat
kecamatan / kabupaten
2. Menyusun programa penyuluhan pertanian
sebagai anggota
Rincian 3. Menyusun rencana kerja tahunan
4. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam
Tugas dan
bentuk brosur/bukleet
Fungsi dan
5. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam
atau Tugas bentuk sound slide
6. Menyusun materi penyuluhan pertaanian dalam
Tambahan
bentuk materi pameran
dan/ atau
7. Melakukan kunjungan tatapmuka / anjangsana
G
Kegiatan pada petani perorangan
8. Melakukan kunjungan tatapmuka / anjangsana
Inisiatif
pada kelompok tani
Sendiri
9. Melakukan kunjungan tatapmuka / anjangsana
dengan pada petani secara massal
d. Tugas tambahan :
Persetujuan
1. Melaksanakan temu wicara/temu teknologi/temu
Atasan
usaha
2. Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan
pelaksanaan pameran
3. Mengajar kursus tani
4. Mengembangkan kelompok tani dari Madya ke
Utama

Tabel 2.1 Profil Lembaga

16
2.2. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS

DAN ALTERNATIF SOLUSI

Selama 6 bulan melakukan masa orientasi sebagai Penyuluh

Pertanian Ahli Pertama di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan

Kabupaten Tasikmalaya, penulis menemukan berbagai permasalahan

yang bersinggung dengan tugas dan fungsi sebagai pengawas mutu

pakan, yaitu:

No. Uraian Tugas Permasalahan Solusi


Mengumpulkan Kurangnya Sosialisasi
pengetahuan pemanfatan
data potensi
petani dalam (penggabungan)
wilayah di tingkat pemanfaatan usaha peternakaan
1. usaha peternakan dan pertanian yang
kecamatan /
dan pertanian yang terpusat pada lahan
kabupaten bisa digabungkan pertanian

Melakukan Petani masih Melakukan diskusi


cenderung kurang (sharing) mengenai
kunjungan
mengetahui proses hasil-hasil pasca
tatapmuka / pasca panen hasil panen pertanian
2. pertanian
anjangsana pada
petani perorangan

Melakukan Kelompok tani ingin Pembuatan GAP


memiliki sertifikasi manggis sehat
kunjungan
manggis, agar
3. tatapmuka / buah manggis
memiliki nilai jual
anjangsana pada
yang tinggi
kelompok tani
Tabel 2.2. Identifikasi Permasalahan dalam Pelaksanaan Tugas dan
Alternatif Solusi

17
2.3. Analisis Isu USG (Urgency, Seriousness, and Growth)

Prioritas
Pokok USG
No. Bahasan Isu ∑
Isu U S G

Kurangnya
pengetahuan petani
dalam pemanfaatan
1. Pertanian 5 4 4 13 1
usaha peternakan dan
pertanian yang bisa
digabungkan
Petani masih cenderung
kurang mengetahui
Pasca proses pasca panen
2. 4 3 2 9 3
Panen hasil pertanian

Kelompok tani ingin


memiliki sertifikasi lahan
Budidaya
3. manggis untuk 5 3 3 11 2
pertanian
peningkatan harga jual
produk manggis

Tabel 2.3. Analisis Isu USG

Berdasarkan tabel analisis isu USG di atas, maka permasalahan

yang akan diangkat oleh penulis adalah kurangnya pengetahuan petani

dalam pemanfaatan usaha peternakan dan pertanian yang bisa

digabungkan. Solusi dari masalah tersebut adalah Sosialisasi pemanfatan

(penggabungan) usaha peternakaan dan pertanian yang terpusat pada

lahan pertanian.

Dari permasalahan tersebut, maka penulis menentukan gagasan isu

melalui sosialiasi dan data terkait tentang pemanfaatan usaha peternakan

dan pertanianini. Oleh sebab itu, judul rancangan aktualisasi ini adalah

“PEMANFAATAN USAHA PETERNAKAN DAN PERTANIAN RAMAH

18
LINGKUNGAN DI BPP KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN

TASIKMALAYA”.

2.4. Rencana Kegiatan Aktualisasi Sesuai Nilai-Nilai Dasar PNS


Nilai Dasar yang Akan
No. Kegiatan Diaktualisasikan dalam
Kegiatan (ANEKA)
1. Menyusun Telaahan Staf  Akuntabilitas
yang akan di aktualisasikan Data dapat
menggunakan analisis USG dipertanggungjawabkan
(Urgency, Seriousness dan  Nasionalisme
Growth) di BPP Kecamatan Mengumpulkan data
Cibalong Dinas Pertanian, berdasarkan kepentingan
Pangan dan Perikanan bersama
Kabupaten Tasikmalaya  Etika Publik
Melaksanakan komunikasi
dengan mengedepankan sopan
santun dan etika
2. Koordinasi dengan para  Akuntabilitas
penyuluh pertanian Kejelasan target, mendahulukan
dilingkungan kerja yaitu kepentingan bersama
BPP Kecamatan Cibalong  Nasionalisme
Mencintai sesama manusia dan
kepentingan bersama
 Etika Publik
Tanggung jawab,jujur, hormat
dan integritas tinggi
 Komitmen Mutu
Efisien dan Inovatif
 Anti Korupsi
Mandiri dan Kerjasama
 WoG
Koordinasi
 Pelayanan Publik
Komitmen memberikan
arahan,bimbingan dan
pengawasan
3. Konsultasi dengan Mentor  Akuntabilitas
(Penyuluh Pertanian Partisipasi dan kejelasan target
Madya) Berkaitan dengan  Nasionalisme
Penyempurnaan Rela berkorban demi
Draft/Desain/Skema/Bagan kepentingan bersama, gotong
Ide Kreatif royong, musyawarah
 Etika Publik

19
 Sopan santun dan hormat
 Komitmen Mutu
Efektif dan efisien
 Anti Korupsi
Jujur
 WoG
Koordinasi
4. Melakukan perancangan  Akuntabilitas
alur kegiatan Data dapat
dipertanggungjawabkan
 Nasionalisme
Mengakomodir kepentingan
semua pihak tanpa
membedakan
 Komitmen Mutu
Membuat perancangan alur
yang efektif dan efisien
 WoG
Bekerja sama antar pemangku
kepentingan untuk terwujudnya
alur yang baik dan benar
5. Melakukan Sosialisasi  Akuntabilitas
Kegiatan di kelompok tani Partisipasi
Pada setia dan kelompok  Nasionalisme
tani Makmur Motekar Kepentingan bersama
 Etika Publik
Komunikatif, integritas, hormat,
sopan dan santun
 Komitmen Mutu
Efektif dan efisien
 Anti Korupsi
Peduli dan tanggung jawab
 WoG
Integrasi
 Pelayanan Publik
Mudah dan murah

20
6. Pelaksanaan evaluasi  Akuntabilitas
kegiatan Tanggung jawab dan jujur
 Nasionalisme
Menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar
 Etika Publik
Hormat, sopan dan santun
 Komitmen Mutu
Membuat laporan sesuai
prosedur
 Anti Korupsi
Berani
 WoG
Koordinasi, kerjasama
 Manajemen ASN
Penyusunan laporan dengan
teliti dan terbuka
 Pelayanan Publik
Komitmen meningkatkan mutu
pelayanan
7. Konsultasi dengan atasan  Akuntabilitas
terkait hasil evaluasi Tanggung jawab
 Nasionalisme
Musyawarah
 Etika Publik
Integritas
 Anti Korupsi
Berani dan jujur
 WoG
Koordinasi
 Manajemen ASN
Pelaksana kebijakan dan
pelayan publik
 Pelayanan Publik
Mudah, murah, cepat, aksesibel,
responsif dan tidak diskriminatif

Tabel 2.4. Rencana Kegiatan Aktualisasi Sesuai Nilai-Nilai Dasar PNS

21
2.5. Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan

Kabupaten Tasikmalaya.

Identifikasi Isu : Kurangnya pengetahuan petani dalam

pemanfaatan usaha peternakan dan pertanian

yang bisa digabungkan

22
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
1. Menyusun  Membuat draft surat Telaahan  Akuntabilitas Membuat Akuntabel,
Telaahan Staf pengajuan telaahan Staf yang Bertanggung jawab telaahan staf Sistematis,
untuk staf sudah terhadap telaahan staf yang mengenai isu Integritas,
identifikasi Isu  Menyampaikan ditandatan yang akan Amanah,
diajukan, mengedepankan
yang akan di telaahan staf gani diaktualisasika dan
aktualisasikan Atasan kepentingan publik, dan n sesuai Profesional
kepada Mentor
menggunakan  Berkonsultasi upaya partisipatif dengan misi
analisis USG dengan Koordinator  Nasionalisme Kab.
(Urgency, dan penyuluh Menghormati atasan dan Tasikmalaya
Seriousness pertanian di BPP mengedepankan yaitu Terukur,
dan Growth di Kecamatan Akuntabel,
musyawarah serta kerja
BPP Cibalong terkait Sistematis,
Kecamatan sama Implementatif,
pengajuan
Cibalong rancangan kegiatan  Etika Publik Konsisten,
 Menetapkan Membuat telaahan staf Sinergi,
kegiatan yang akan dengan cermat dan penuh Integritas,
dilaksanakan integritas. Menunjukkan Amanah, dan
Profesional
sikap sopan dan santun
pada mentor, dan mentaati
arahan beliau

23
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
 Komitmen Mutu
efektif, efisien, dan
berinovasi.
 Anti Korupsi
Berani mengemukakan
pendapat saat
berkoordinasi dengan
mentor
 Whole of Government
Mengkomunikasikan
telaahan staf kepada
pimpinan sebagai bentuk
koordinasi antara atasan
dan bawahan dalam
mengajukan kegiatan untuk
kepentingan Organisasi.
 Manajemen ASN
Tugas ASN sebagai
Pelaksana Kebijakan
Publik

24
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
2. Koordinasi  Menghadap dan Mendapatk  Akuntabilitas Melakukan Akuntabilita
dengan mengatur an arahan, Dibutuhkan koordinasi koordinasi s, integritas,
Koordiantor pertemuan bimbingan dengan stakeholder internal internal amanah dan
BPP dan  Menyampaikan dan demi tersosialisasinya dengan atasan profesional
Penyuluh gagasan dan tujuan persetujua target yang jelas dan sesuai dengan
Pertanian  Mendapat umpan n tentang sama-sama bertujuan misi
mengenai balik dari pimpinan pemanfaat mendahulukan Kabupaten
kegiatan yang  Membuat notulensi an usaha kepentingan umum Tasikmalaya
akan dilakukan pertemuan dan peternakan  Nasionalisme yaitu
dokumentasi dan Koordinasi ini merupakan Akuntabel,
pertanian bentuk sikap gotong Sistematis
ramah royong dan menghormati Integritas,
lingkungan keputusan hasil Amanah, dan
pertemuan. Profesional
 Etika Publik
Melaksanakan koordinasi
dengan penuh tanggung
jawab dan menghormati
rekan kerja lain yang
berwenang

25
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
 Komitmen Mutu
sistem yang efektif dan
efisien untuk mencapai
tujuan bersama, dan
mengupayakan inovasi
 Anti Korupsi
Melaksanakan koordinasi
secara bertanggung jawab
dan disampaikan dengan
jujur kepada rekan kerja
lainnya mencapai tujuan
bersama.
 Manajemen ASN
Koordinasi ini dilaksanakan
sebagai wujud impelmentasi
Tugas ASN yaitu,
Pelaksana Kebijakan
Publik dan Pelayan Publik

26
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
3. Koordinasi  Melakukan Notulensi  Akuntabilitas Melakukan Nilai
dengan Mentor komunikasi dengan pertemuan Dibutuhkan koordinasi koordinasi organisasi
tentang Mentor dengan Mentor agar internal yang
pelaksanaan  Melakukan berpartisipasi dalam
dengan atasan terdapat
kegiatan yang komunikasi dengan sesuai dengan pada
akan dilakukan pencapaian tujuan misi kegiatan ini
kelompok tani
dan waktu Padasetia dan meningkatan pengetahuan Kabupaten adalah
pelaksanaanny kelompok tani petani di wilayah kerja dan Tasikmalaya akuntabilitas
a Makmur Motekar tersosialisasinya target yaitu , integritas,
yang akan diberikan yang jelas. Akuntabel, amanah dan
sosialisasi tentang Sistematis professional
 Nasionalisme
Pemanfaatan usaha Integritas,
rela berkorban demi Amanah, dan
peternakan dan
pertanian kepentingan bersama, Profesional
 Membuat gotong royong dan
dokumentasi dan musyawarah.
notulensi  Etika Publik
pertemuan Menghormati mentor yang
membimbing dalam
kegiatan ini

27
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
 Komitmen Mutu
Kesediaan untuk bekerja
sama dan ber inovasi demi
sistem yang efektif dan
efisien untuk mencapai
tujuan bersama.
 Anti Korupsi
Berani berkoordinasi dan
menyampaikan program
dengan jujur kepada
Mentor mencapai tujuan
bersama.
 Whole of Government
Koordinasi untuk mencapai
tujuan
bersama

28
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
4. Melakukan Menyusun alur Presentasi  Akuntabilitas Amanah, Pada
perancangan kegiatan mula dari power Mendapat kejelasan target integritas, dan kegiatan ini
alur kegiatan sosialiasi kepada point layanan, tanggung jawab Profesional nilai yang
yang akan petani dan hasil sehingga terkandung
terhadap tugas
dilaksanakan pemanfaatannya penulis dapat yaitu
 Nasionalisme memberikan terukur,
Disiplin pengetahuan integritas,
 Etika Publik yang dan amanah
Hormat, Santun, Sopan bermanfaat
serta Taat pada pimpinan untuk petani
dalam melaksanakan tugas.
 Komitmen Mutu
Menyampaikan usulan-
usulan yang Berorientasi
Mutu, demi tercapainya
tujuan program dengan
efektif dan efisien.
 Anti Korupsi
Berani mengemukakan
pendapat kepada pimpinan
dan bekerja keras

29
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
 Whole of Government
Memperoleh arahan untuk
berkoordinasi dengan para
kelompok tani, dan
mendapatkan ilmu untuk
meningkatkan kapasitas
diri
 Pelayanan Publik
Mendapatkan arahan untuk
mencapai pelayanan yang
mudah, efektif dan efisien
5. Melakukan  Melaksanakan  Tersosial  Akuntabilitas: Dengan Nilai
Sosialisasi sosialisasi i- Sosialisasi pada anggota melakukan Organisasi
Kegiatan di pemanfaatan sasikann kelompok tani untuk sosialisasi yang
kelompok tani usaha peternakan ya berupa hasil terdapat
meningkatkan partisipasi
Padasetia dan dan pertanian pemanfa dari pada
kelompok tani kepada anggota atan petani. pemanfaatan kegiatan ini
Makmur kelompok tani usaha  Nasionalisme usaha ternak adalah
Motekar peternak Implementasi pengolahan untuk mewujudka
an dan dan pengelolaan budidaya n per-
pertanian  Anti Korupsi pertanian ekonomian
 Dokume Sosialisasi pada petani
yang

30
ntasi menunjukkan sikap peduli tangguh
kegiatan terhadap lahan berbasis
 Daftar pertaniannya. pedesaan
hadir dengan
 Manajemen ASN
kegiatan keunggulan
Melaksanakan Tugas ASN agribisnis
sebagai Pelayan Publik,
kewajiban ASN yaitu
melaksanakan kebijakan
yang dirumuskan pejabat
pemerintahan
 Whole of Government
Kolaborasi dengan
stakeholder dalam hal ini
masyarakat dalam
mencapai tujuan program.
6. Pelaksanaan  Melakukan Laporan  Akuntabilitas Dengan Penguatan
evaluasi pengawasan, evaluasi Merekap data, melakukan nilai
kegiatan bimbingan dan menganalisis,membuat pengawasan organisasi
monitoring terhadap terhadap alur yang
laporan adalah salah satu
kelompok tani kerja yang terkandung
cara bertanggung jawab telah ada, yaitu
terhadap amanah yang maka akan akuntabilitas
diberikan. menjamin sinergi,
 Nasionalisme terciptanya integritas,
melaporkan hasil kualitas produk amanah dan
pertanian yang profesional
analisis kegiatan
ramah

31
dengan apa adanya lingkungan
dan dengan menggunakan (organik) yang
bahasa Indonesia yang bermutu yang
akan
benar.
mewujudkan
 Etika Publik perekonomian
Menyusun laporan dengan yang tangguh
cermat, bersikap hormat di bidang
dan sopan pada saat agribisnis.
menyampaikan hasil
laporan dengan atasan
 Komitmen Mutu
Membuat laporan sesuai
dengan bukti-bukti catatan
yang ada dengan efektif,
efisien dan terintegrasi
Kontribusi
Penguatan
Output/ Keterkaitan Substansi Mata Terhada Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
7. Konsultasi Melakukan koordinasi Arahan  Nasionalisme Hal ini Penguatan
dengan atasan dan evaluasi dengan atasan/me Musyawarah dalam berkaitan nilai berupa
terkait hasil mentor dan ntor untuk merencanakan tindak dengan misi itegritas,
evaluasi Koordinator serta perbaikan lanjut, menghormati Kab. sopan
penyuluh pertanian di dan tindak keputusan Tasikmalaya santun,
BPP Kecamatan lanjut  Etika publik yaitu Terukur, tanggung
Cibalong Merencanakan tindak Akuntabel, jawab, dan
Sistematis, mandiri

32
lanjut dengan rekan kerja Implementatif,
di BPP dengan sopan dan Konsisten,
santun. Sinergi,
Integritas,
 Anti korupsi,
Amanah, dan
Berani dan bertanggung Profesional.
jawab terhadap kegiatan Dengan
yang telah dilakukan adanya
 Whole of Government konsultasi
Rencana tindak lanjut dengan atasan
dibuat dan dilaksanakan atas hasil
untuk perbaikan pelayanan aktualisasi
bersama. yang telah
dilakukan,
 Manajemen ASN,
maka terdapat
Pelaksana kebijakan publik timbal bailk
dan pelayan publik berupa
 Pelayanan publik¸ perbaikan
Komitmen untuk terus menerus
meningkatkan pelayanan selama
terhadap petani yang pengimplemen
merupakan rekan kerja -tasian
penyuluh pertanian aktualisasi ini

Tabel 2.5. Rancangan Aktualisasi

33
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Tugas rancangan aktualisasi ini dibuat sebagai persyaratan pelatihan

dasar untuk CPNS tahun 2019 dan diharapkan dapat menjadi

pembelajaran bagi Calon Pegawai Negeri Sipil sehingga dapat

menerapkan nilai-nilai PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,

Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Dalam proses pelatihan dasar CPNS,

peserta diwajibkan membuat aktualisasi yang dapat diterapkan di tempat

kerja. Rancangan aktualisasi merupakan salah satu tugas yang

merupakan syarat kelulusan bagi peserta CPNS.

Dalam rancangan aktualisasi ini penulis ingin menyampaikan isu yang

diangkat dalam laporan rancangan aktualisasi ini merupakan masalah

yang dihadapi di BPP Kecamatan Cibalong Dinas Pertanian Kabupaten

Tasikmalaya diharapkan dengan adanya rancangan aktualisasi ini dapat

membantu para petani untuk memanfaatkan usaha peternakan dan

pertanian dan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik pada

lahan pertanian yang dimiliki para petani. Selain itu, diharapkan para

petani mulai berusaha untuk menerapkan pola pertanian organik dan

meninggalkan pola pertanian konvensional yang masih menggunakan

bahan-bahan anorganik (kimia), baik berupa penggunaan pupuk dan

pestisida.

34
3.2. Saran

Saran dari pembuatan rancangan aktualisasi ini adalah diharapkan para

petani dapat menerapkan pertanian yang digabungkan dengan usaha

peternakan. Sehingga penghasilan petani dapat bertambah dan petani

dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian pupuk pertanian.

35
DAFTAR PUSTAKA

id.m.wikipedia.org tentang Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya. 2019. Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 67

Tahun 2016 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Pertanian

Kabupaten Tasikmalaya

Renstra Dinas Pertanian. 2018. Data Jumlah Ternak di Kabupaten

Tasikmalaya Tahun 2018. Tasikmalaya. Dinas Pertanian

Kabupaten Tasikmalaya

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2008 tentang

Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya,

Pasal 8

UU no 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan

dan Kehutanan

36
LAMPIRAN

JADWAL PELAKSANAAN HABITUASI


Pelaksanaan
(04 November – 13 Desember
No Kegiatan 2019)
W1 W2 W3 W4 W5
Menyusun Telaahan Staf untuk
identifikasi Isu yang akan di
aktualisasikan menggunakan
1.
analisis USG (Urgency,
Seriousness dan Growth di
BPP Kecamatan Cibalong
Konsultasi dengan Koordiantor
BPP dan Penyuluh Pertanian
2.
mengenai kegiatan yang akan
dilakukan
Konsultasi dengan Mentor
tentang pelaksanaan kegiatan
3.
yang akan dilakukan dan waktu
pelaksanaannya
Melakukan perancangan alur
4. kegiatan yang akan
dilaksanakan
Melakukan Sosialisasi Kegiatan
5. di kelompok tani Padasetia dan
kelompok tani Makmur Motekar
Pelaksanaan evaluasi kegiatan
6.
Konsultasi dengan atasan
7. terkait hasil evaluasi

37
i. Struktur Organisasi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya

38
39