Anda di halaman 1dari 11

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

RESIKO BUNUH DIRI

A. Pengertian
Bunuh diri adalah suatu upaya yang disadari untuk mengakhiri kehidupan
individu secara sadar berhasrat dan berupaya melaksanakan hasratnya untuk mati
(Yosep, 2007). Bunuh diri menurut Edwin Schneidman dalam Kaplan 2010 adalah
tindakan pembinasaan yang disadari dan ditimbulkan diri sendiri, dipandang sebagai
malaise multidimensional pada kebutuhan individual yang menyebabkan suatu
masalah di mana tindakan yang dirasakan sebagai pemecahan yang terbaik.
Bunuh diri berhubungan dengan kebutuhan yang dihalangi atau tidak
terpenuhi, perasaan ketidakberdayaan, keputusasaan, konflik ambivalen antara
keinginan hidup dan tekanan yang tidak dapat ditanggung, menyempitkan pilihan yang
dirasakan dan kebutuhan meloloskan diri; orang bunuh diri menunjukkan tanda-tanda
penderitaan (Kaplan & Saddock, 2010) Perilaku yang muncul meliputi :
1. Isyarat, Ditunjukkan dengan perilaku secara tidak langsung ingin bunuh diri Pada
kondisi ini mungkin klien sudah memiliki ide untuk mengakhiri hidupnya, namun
tidak disertai dengan ancaman dan percobaan bunuh diri. Klien umumnya
mengungkapkan perasaan bersalah/sedih/marah/putus asa/tidak berdaya. Klien
juga mengungkapkan hal-hal negatif tentang diri sendiri yang menggambarkan
harga diri rendah.
2. Ancaman, Ancaman bunuh diri umumnya diucapkan oleh klien, berisi keinginan
untuk mati disertai dengan rencana untuk mengakhiri hidupnya dan persiapan alat
untuk melaksanakan rencana tersebut. Secara aktif klien telah memikirkan rencana
bunuh diri, namun tidak disertai percobaan bunuh diri.
3. Percobaan Percobaan bunuh diri adalah tindakan klien mencederai atau melukai
diri untuk mengakhiri kehidupannya. Pada kondisi ini, klien aktif mencoba bunuh
diri dengan cara gantung diri, minum racun, memotong urat nadi atau menjatuhkan
diri dari tempat yang tinggi.
B. Tanda dan gejala
1. Isyarat Bunuh Diri Klien mungkin sudah memiliki ide untuk mengakhiri hidupnya,
namun tidak disertai dengan ancaman dan percobaan bunuh diri
a. Subyektif :
1) “Tolong jaga anak-anak karena saya akan pergi jauh!” atau “Segala sesuatu
akan lebih baik tanpa saya.”
2) Mengungkapkan perasaan seperti rasa bersalah / sedih / marah / putus asa /
tidak berdaya.

1
3) Mengungkapkan hal-hal negatif tentang diri sendiri yang menggambarkan
harga diri rendah
b. Obyektif :
1) Sedih
2) Murung
3) Marah
4) Menangis
5) Banyak diam
6) Kontak mata kurang
7) Emosi labil
8) Tidak tidur
2. Ancaman Bunuh Diri
a. Subyektif:
1) Ungkapan ingin mati diucapkan oleh pasien berisi keinginan untuk mati
2) Ungkapan rencana untuk mengakhiri kehidupan
3) Ungkapan dan tindakan menyiapkan alat untuk melaksanakan rencana
tersebut.
b. Obyektif:
1) Banyak melamun
2) Menyiapkan alat untuk rencana bunuh diri
3) Gelisah
4) Mudah emosi
5) Sedih
6) Murung
7) Menangis
8) Jalan mondar-mandir
3. Percobaan Bunuh Diri
a. Subyektif :
1) Mau mati
2) Jangan tolong saya
3) Biarkan saya
4) Saya tidak mau ditolong
5) Emosi labil
b. Obyektif
klien aktif mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri, minum racun,
memotong urat nadi, atau menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi ,
membenturkan kepala

2
C. Diagnosa keperawatan
Resiko bunuh diri
D. Pohon Masalah

Resiko menciderai diri sendiri, orang


lain dan lingkungan Akibat

Resiko Bunuh Diri


Core Problem

Harga diri rendah Penyebab

E. Tindakan Keperawatan pada klien percobaan bunuh diri


1. Tindakan keperawatan pasien
a. Tujuan Klien mampu:
1) Tetap aman dan selamat / Klien tidak menciderai diri sendiri.
2) Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri dengan membuat
daftar aspek positif diri sendiri.
b. Tindakan Keperawatan generalis klien (Strategi Pelaksanaan)
1) SP 1 Pasien : Mengidentifikasi beratnya masalah risiko bunuh diri: isarat,
ancaman, percobaan (jika percobaan segera rujuk)
2) SP 2 Pasien : Mengidentifikasi benda-benda berbahaya dan
mengamankannya (lingkungan aman untuk pasien)
3) SP 3 Pasien : Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri:
buat daftar aspek positif diri sendiri, latihan afirmasi/berpikir aspek positif
yang dimiliki
4) SP 4 Pasien : Mendiskusikan harapan dan masa depan
2. Tindakan Keperawatan generalis pada keluarga klien Percobaan Bunuh diri
a. Tujuan umum: Keluarga berperan serta merawat dan melindungi anggota
keluarga yang mengancam atau mencoba bunuh diri
Tujuan khusus : Keluarga mampu keluarga mengenal tanda gejala dan proses
terjadinya resiko bunuh diri
b. Tindakan Keperawatan generalis (Strategi Pelaksanaan) pada keluarga
1) SP 1 Keluarga : Mendiskusikan masalah yg dirasakan dalam merawat
pasien
2) SP 2 Keluarga : Menjelaskan pengertian, tanda & gejala, dan proses
terjadinya risiko bunuh diri (gunakan booklet)

3
3) SP 3 Keluarga : Menjelaskan cara merawat pasien dengan risiko bunuh diri,
melatih cara memberikan pujian hal positif pasien, memberi dukungan
pencapaian masa depan, melatih cara memberi penghargaan pada pasien
dan menciptakan suasana positif dalam keluarga.
4) SP 4 Keluarga : Menjelaskan perawatan lanjutan
E. STRATEGI PELAKSANAAN
1. Strategi Pelaksanaan Pasien
SP 1 Pasien : Percakapan untuk melindungi pasien dari isyarat bunuh diri

ORIENTASI
Salam Terapeutik
Selamat pagi Ibu, perkenalkan saya .........., saya mahasiswa STIKES Karya Husada
semarang dan saya senang diapnggil ........... Apakah benar ini Ibu Y. Ohh, senang dipanggil
apa ? Ohh Ibu Y.
Validasi
Bagaimana perasaan Ibu Y hari ini? Saya akan selalu menemani Ibu disini mulai dari pukul
08.00-14.00, nanti akan ada perawat yang menggantikan saya untuk menemani Ibu selama
dirawat di rumah sakit ini.
Kontrak (waktu, tempat, topik)
“Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang apa yang mbak rasakan selama ini, saya siap
mendengarkan sesuatu yang ingin mbak sampaikan. Bagaimana kalau kita lakukan disini
saja? Jam berapa kita akan berbincang – bincang? Bagaimana kalau jam 13.00 setelah
makan siang Ibu?
KERJA
Bagaimana perasaan Ibu setelah bencana itu terjadi? Apakah dengan bencana
tersebut Ibumerasa paling menderita di dunia ini? Apakah Ibu kehilangan kepercayaan diri?
Apakah Ibu merasa tidak berharga dan lebih rendah dari pada orang lain? Apakah Ibu sering
mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi? Apakah Ibu berniat untuk menyakiti diri sendiri
seperti ingin bunuh diri atau berharap Ibu mati? Apakah Ibu mencoba untuk bunuh diri? Apa
sebabnya?
Jika klien telah menyampaikan ide bunuh diri, segera memberikan tindakan untuk melindungi
klien.
Baiklah tampaknya Ibu memerlukan bantuan untuk menghilangkan keinginan untuk bunuh
diri. Saya perlu memeriksa seluruh kamar Ibu untuk memastikan tidak ada benda-benda yang
membahayakan Ibu.
Nah, karena Ibu tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidupIbu,
maka saya tidak akan membiarkan Ibu sendiri.
Apakah yang akan Ibu lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul? Ya, saya setuju. Ibu harus

4
memaggil perawat yang bertugas di tempat ini untuk membantu Ibu. Saya percaya Ibu dapat
melakukannya.
TERMINASI
Evaluasi
Bagaimana perasaan Ibu setelah kita bincang – bincang selama ini ?
Coba ibu sebutkan cara tersebut ?
RTL
Ibu, untuk pertemuan selanjutnya kita membicarakan tentang meningkatkan harga diri pasien
isyarat bunuh diri. Jam berapa Ibu bersedia bercakap-cakap lagi? mau berapa lama?
Ibu, mau dimana tempatnya?

SP 2 Pasien : Percakapan untuk meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri
ORIENTASI
Salam Terapeutik
Selamat pagi Ibu, masih ingat dengan saya? Ya betul sekali. Saya perawat ...........
Validasi
Bagaimana perasaan Ibu saat ini? Masih adakah dorongan mengakhiri kehidupan? Baik,
sesuai janji kita kemarin sekarang kita akan membahas tentang rasa syukur atas pemberian
Tuhan yang masih Ibu miliki. Mau berapa lama? Dimana?baiklah 30 menit disini ya bu.
KERJA
Apa saja dalam hidup Ibu yang perlu disyukuri, siapa saja kira-kira yang sedih dan rugi
kalau Ibu meninggal. Coba Ibu ceritakan hal-hal yang baik dalam kehidupan Ibu. Keadaan
yang bagaimana yang membuat Ibu merasa puas? Bagus. Ternyata kehidupan Ibu masih ada
yang baik yang patut Ibu syukuri. Coba Ibu sebutkan kegiatan apa yang masih
dapatIbu lakukan selama ini. Bagaimana kalau Ibu mencoba melakukan kegiatan tersebut,
Mari kita latih.
TERMINASI
Evaluasi
Bagaimana perasaan Ibu setelah kita bercakap-cakap? Bisa sebutkan kembali apa-apa saja
yang Ibu patut syukuri dalam hidup Ibu? Ingat dan ucapkan hal-hal yang baik dalam
kehidupan Ibu jika terjadi dorongan mengakhiri kehidupan. Bagus Ibu. Coba Ibu ingat lagi
hal-hal lain yang masih Ibu miliki dan perlu di syukuri!
RTL
Nanti jam 2 siang kita bahas tentang cara mengatasi masalah dengan baik. Tempatnya
dimana? Baiklah, tetapi kalau ada perasaan-perasaan yang tidak terkendali segera hubungi
saya ya!

SP 3 Pasien : Percakapan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan


masalah pada pasien isyarat bunuh diri

5
ORIENTASI
Salam Terapeutik
Selamat pagi Ibu. Masih ingat saya? Iya saya perawat ...........
Validasi
Bagaimana perasaan Ibu hari ini? Masihkah ada keinginan bunuh diri?
Apalagi hal-hal positif yang perlu disyukuri? Bagus!
Kontrak (waktu, tempat, topik)
Sekarang kita akan berdiskusi tentang bagaimana cara mengatasi masalah Ibu selama ini.
Mau berapa lama Ibu? Mau disini saja?
KERJA
Coba ceritakan situasi yang membuat Ibu ingin bunuh diri. Selain bunuh diri apalagi kira-
kira jalan keluarnya. Wow, banyak juga ya Ibu. Nah, sekarang coba kita diskusikan tindakan
yang menguntungan dan merugikan dari seluruh cara tersebut. Mari kita pilih cara mengatasi
masalah yang paling menguntungkan! Menurut Ibu cara yang mana? Ya saya juga setuju
dengan pilihan Ibu. Sekarang kita buat rencana kegiatan untuk mengatasi perasaan Ibu ketika
mau bunuh diri dengan cara tersebut.
TERMINASI
Evaluasi subjektif: Bagaimana perasaan Ibu, setelah kita bercakap-cakap?
Evaluasi objektif: Apa cara mengatasi masalah yang Ibu gunakan. Coba Ibu melatih cara
yang Ibu pilih tadi.
RTL
Besok di jam yang sama kita akan bertemu lagi untuk membahas pengalaman Ibu
menggunakan cara yang Ibu pilih.

SP 4 Pasien : Mendiskusikan harapan dan masa depan

ORIENTASI
Salam Terapeutik
Selamat pagi Ibu. Masih ingat saya? Iya saya perawat ...........
Validasi
Bagaimana perasaan Ibu hari ini? Masihkah ada keinginan bunuh diri?
Apalagi hal-hal positif yang perlu disyukuri? Bagus!
Kontrak (waktu, tempat, topik)
Sekarang kita akan berdiskusi tentang harapan dan masa depan ibu. Mau berapa lama
Ibu? Mau disini saja?
KERJA

6
Coba ceritakan apa harapan yang ingin ibu capai? Oh iyaa bagus ibu ingin menjadi istri
dan ibu yang baik untuk suami dan anak ibu, ibu juga ingin menjoba berjualan sayur d
rumah setelah pulang dari RS.
TERMINASI
Evaluasi
Baiklah ibu sudah mengungkapkan harapan masa depan ibu, dengan demikian
kemungkinan ibu untuk bunuh diri dapat dicegah.
RTL
Besok di jam yang sama kita akan bertemu lagi untuk membahas pengalaman Ibu
menggunakan cara yang Ibu pilih.
2. Strategi Pelaksanaan Keluarga
SP 1 Keluarga : Mendiskusikan masalah yg dirasakan dalam merawat pasien
ORIENTASI
Salam Terapeutik
“Selamat pagi !”perkenalkan saya ........... Perawat yang merawat Tn.S.
Validasi
“Bagaimana keadaan Bapak/Ibu pagi ini ?”
Kontrak (waktu, tempat, topik)
“Bagaimana kalau pagi ini kita ngobrol tentang masalah yang dihadapi Bapak/ibu dalam
merawat ibu Y? Berapa lama waktu Bapak/Ibu?30 menit? Baik, mari duduk di ruangan
wawancara!”
KERJA :
“Apa masalah yang Ibu hadapi dalam merawat ibu Y?ohh baiklah ternyata ibu tidak
mengetahuhi penyakit yang diderita ibu Y? iya bu Tn.S memiliki masalah resiko bunuh
diri.” Oleh karena itu Ibu Y membutuhkan perawatan untuk mengatasi penyakitnya. Maka
dari itu ibu harus tau bagaimana cara merawat Ibu Y”
TERMINASI
Evaluasi
”Bagaimana perasaan ibu setelah percakapan kita ini?” oh iya ibu ingin mengetahui
bagaimana cara merawat ibu Y.”
RTL
“Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk meberitahu bagaimana penyakit RBD dan
cara merawat ibu Y. Jam berapa Bp/Ibu datang? Baik saya tunggu. Sampai jumpa.”

7
SP 2 Keluarga : Menjelaskan pengertian, tanda & gejala, dan proses terjadinya
risiko bunuh diri

ORIENTASI
Salam Terapeutik
“Selamat pagi !”perkenalkan saya ........... Perawat yang merawat ibu Y.
Validasi
“Bagaimana keadaan Bapak/Ibu pagi ini ?”
Kontrak (waktu, tempat, topik)
“Bagaimana kalau pagi ini kita ngobrol tendang cara merawat ibu Y? Berapa lama waktu
Bapak/Ibu?30 menit? Baik, mari duduk di ruangan wawancara!”
KERJA
“Apa yang Ibu ketahui tendang masalah Bapak”
“Ya memang benar sekali Bu, ibu Y mengalami resiko bunuh diri yaitu upaya yang
disadari untuk mengakhiri kehidupan individu secara sadar berhasrat dan berupaya
melaksanakan hasratnya untuk mati. klien aktif mencoba bunuh diri dengan cara gantung
diri, minum racun, memotong urat nadi, atau menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi ,
membenturkan kepala.” Jika benar seperti itu sebaiknya ibu harus memperhatikan ibu Y
agar tidak melakukan hal-hal percobaan bunuh diri.”
TERMINASI
Evaluasi
”Bagaimana perasaan ibu setelah percakapan kita ini?”
“Dapatkah Ibu jelaskan kembali maasalah yang dihadapi ibu Y dan bagaimana cara
merawatnya?”
“Bagus sekali Ibu dapat menjelaskan dengan baik. Nah setiap kali Ibu kemari lakukan
seperti itu. Nanti di rumah juga demikian.”
RTL
“Bagaimana kalau kita bertemu lagi dua hari mendadang untuk latihan cara memberi
pujian langsung kepada ibu Y”
“Jam berapa Bp/Ibu datang? Baik saya tunggu. Sampai jumpa.”

SP 3 Keluarga: Melatih keluarga cara merawat pasien risiko bunuh diri

ORIENTASI
Salam Terapeutik
Assalamu’alaikum. Selamat pagi Bapak/Ibu. Benar kalian adalah orang tua dari Ibu Y ?
Kenalkan saya perawat .......... dari STIKES Karya husada semarang yang merawat ibu Y
selama disini.”
Validasi

8
Bagaimana bu sudah mengerti apa itu RBD?
Bagus sekali ibu sudah mengerti.
Kontrak (waktu, tempat, topik)
Sekarang kita akan mendiskusikan tentang car merawat ibu Y.
Dimana kita akan mendiskusikannya? Berapa lama bapak dan ibu ingin mendiskusikannya?
KERJA
Apa yang bapak/ibu lihat dari perilaku Ibu selama ini?
Bapak/Ibu sebaiknya lebih sering memperhatikan tanda dan gejala bunuh diri. Pada
umumnya orang yang akan melakukan tindakan bunuh diri menunjukkan tanda melalui
percakapannya seperti “ saya tidak ingin hidup lagi”. Apakah Ibu Y sering mengatakannya
pak?
Kalau bapak/ibu mendengarkan Ibu Y berbicara seperti itu, maka sebaiknya bapak
mendengarkan secara serius. Pengawasan terhadap kondisi Ibu Y perlu ditingkatkan, jangan
biarkan Ibu Y mengunci diri di kamar. Bapak perlu menjauhkan benda berbahaya seperti
gunting, silet, gelas dan lain-lain. Hal ini sebaiknya perlu dilakukan untuk melindungi Ibu Y
dari bahaya dan memberi dukungan untuk tidak melakukan tindakan tersebut.
Usahakan 5 hari sekali bapak dan ibu memuji dengan tulus.
Tetapi kalau sudah terjadi percobaan bunuh diri, sebaiknya bapak dan ibu mencari bantuan
orang lain. Apabila tidak dapat diatasi segeralah ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan
perawatan yang lebih serius. Setelah kembali ke rumah, bapak/ ibu perlu membantu Ibu
terus berobat untuk mengatasi keinginan bunuh diri
TERMINASI
Evaluasi Subjektif: Bagaimana bapak/ibu ada yang mau ditanyakan?
Evaluasi objektif: Bapak/ibu dapat mengulangi lagi cara-cara merawat anggota keluarga
yang ingin bunuh diri? Ya, Bagus.
RTL
Jangan lupa untuk selalu mengawasi Ibu Y ya pak jika ada tanda-tanda keinginan bunuh diri
segera menghubungi kami. Terima kasih Bapak/Ibu. Selamat Siang.

SP 4 Keluarga : Membuat perencanaan pulang bersama keluarga

ORIENTASI
Salam Terapeutik
“Selamat pagi Bu. Masih ingat dengan saya? Iya saya perawat ...........
Validasi
“Bagaimana kabar ibu? Sudah bisa kan merawat ibu Y?”
Kontrak (waktu, tempat, topik)
”Karena hari ini bapak direncanakan pulang, maka kita akan membicarakan jadwal Ibu
Y selama di rumah”

9
”Berapa lama Ibu ada waktu? Mari kita bicarakan di kantor
KERJA:
”Bu ini jadwal kegiatan Ibu Y selama di rumah sakit. Coba diperhatikan, apakah semua
dapat dilaksanakan di rumah?”Bu, jadwal yang telah dibuat selama Ibu Y dirawat
dirumah sakit tolong dilanjutkan dirumah, baik jadwal kegiatan maupun jadwal minum
obatnya”
”Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang ditampilkan oleh
Bapak selama di rumah. Misalnya kalau Ibu Y terus menerus menyalahkan diri sendiri
dan berpikiran negatif terhadap diri sendiri, menolak minum obat atau memperlihatkan
perilaku membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi segera hubungi rumah sakit atau
bawa bapak lansung kerumah sakit”
TERMINASI
Evaluasi
”Bagaimana Bu? Ada yang belum jelas? Ini jadwal kegiatan harian Bapak.
RTL
Jangan lupa kontrol ke rumah sakit sebelum obat habis atau ada gejala yang tampak.
Silakan selesaikan administrasinya!”

10
DAFTAR PUSTAKA

NANDA. (2012). Diagnosa Keperawatan definisi dan Klasifikasi 2012-2014. Cetakan


2012.Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.
Keliat, BA, Akemat. (2010). Model Praktek Keperawatan Profesional. Jiwa Jakarta:
Penerbit buku kedokteran EGC.
Keliat, BA, Akemat, Helena C D, Nurhaeni , H (2012). Keperawatan Kesehatan Jiwa
Komunitas: CMHN(Basic Course). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Stuart, G.W.(2013) Principles and Practise 0f Psychiatric Nursing. 8 ed. Missouri:Mosby

11