Anda di halaman 1dari 8

STRATEGIC ACTION PLAN

RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT

TAHUN 2020

PENYUSUN SAP

1. Nama : DODO RAHMAN, S.Kep. Ners.


2. Unit : RUANG IGD
3. Instansi : RSUD PANDEGA
4. Jabatan : Kepala Ruangan

PEMERINTAH KABUPATEN PANGANDAAN


RUMAH SAKIT UMUM PANDEGA
TAHUN 2020
RENCANA KERJA
RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT TAHUN 2020

1. PENDAHULUAN

Rumah sakit merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang

komplek dan mempunyai tugas melaksanakan upaya penyembuhan dan

pemulihan. Kontribusi yang diberikan rumahsakit terhadap peningkatan

derajat kesehatan masyarakat cukup besar. Tidak jarang rumah sakit dianggap

sebagai show window dari kemampuan pelayanan kesehatan pada masyarakat

(Warsita 1999).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PANDEGA sebagai salah satu

lembaga yang mempunyai fungsi pelayanan di Kabupaten Pangandaran yang

bertugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga

masyarakat Kabupaten Pangandaran pada khususnya dan warga masyarakat di

luar Kabupaten Pangandaran pada umumnya.

Salah satu Ruangan di RSUD PANDEGA adalah Ruang IGD. Ruang


IGD sebuah unit Pelayanan gawat darurat merupakan pelayanan yang dapat
memberikan tindakan yang cepat dan tepat pada seorang atau kelompok
orang agar dapat meminimalkan angka kematian dan mencegah terjadinya
kecacatan yang tidak perlu. Upaya peningkatan gawat darurat ditujukan untuk
menunjang pelayanan dasar, sehingga dapat menanggulangi pasien gawat
darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaaan bencana.
Dengan semakin meningkatnya jumlah penderita gawat darurat,
maka diperlukan peningkatan pelayanan gawat darurat baik yang
diselenggarakan ditempat kejadian, selama perjalanan ke rumah sakit,
maupaun di rumah sakit.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka di Instalasi Gawat Darurat
perlu dibuat standar pelayanan yang merupakan pedoman bagi semua pihak
dalam tata cara pelaksanaan pelayanan yang diberikan ke pasien pada
umumnya dan pasien IGD RSUD PANDEGA Kab.Pangandaran khususnya.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka, dalam melakukan
pelayanan gawat darurat di IGD harus berdasarkan standar pelayanan Gawat
Darurat RSUD PANDEGA Kab.Pangandaran.
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu kiranya disusun rencana kerja

tahunan dalam bentuk Strategi Action Plan sehingga semua pihak mempunyai

langkah yang sama.

Adapun yang melatarbelakangi rencana kegiatan ini adalah Visi RSUD

PANDEGA yaitu: RSUD yang menjadi kebanggan masyarakat

Kab.Pangandaran, yang dipercaya, aman, nyaman dan terjangkau, yang

diturunkan dalam visi Ruangan IGD serta hasil evaluasi ruangan.

A. VISI
Terwujudnya pelayanan IGD yang Mandiri, Modern, dan Profesional

B. MISI
1. Mengembangkan Sistem manajemen dan meningkatkan pelayanan di
Ruang IGD
2. Menyediakan alat kesehtan dan sarana prasarana sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
3. Meningkatkan kompetensi SDM yang meliputi ilmu pengetahuan,
keterampilan, dan karakter di seluruh pelayanan
4. Berperan aktif dalam meningkatkan Pertolongn cepat kepada kesehatan
masyarakat.

C. NILAI-NILAI/ VALUE
1. Brain
2. Beauty
3. Behavior
GAMBARAN KINERJA

PENYUSUN S.A.P

Nama : Dodo Rahman, S.Kep, Ners


Jabatan : PJ. Instalasi Gawat Darurat
Unit : Instalasi Gawat Darurat
Organisasi : RSUD PANDEGA

A. KEADAAN SEKARANG
I. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

a. Tugas Pokok
Merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan kegiatan-kegiatan dalam
sistem pelayanan di Instalasi Gawat Darurat
b. Fungsi
1. Perencana dan pengelola Instalasi Gawat Darurat
2. Penyelenggara kegiatan administrasi dan pelaporan kegiatan Instalasi Gawat
Darurat secara periodik.
3. Perencanaan kebutuhan tenaga di Instalasi Gawat Darurat.
4. Pelaksanaan hubungan profesional antara perawat dengan dokter dalam
pelayanan kepada pasien.
5. Penyusun uraian tugas dan membuat penilaian kerja terhadap bawahan secara
periodik.
6. Pelaksana evaluasi kinerja pelayanan Instalasi Gawat Darurat
7. Pelaksana monitoring dan evaluasi utilisasi asset Instalasi Gawat Darurat.
8. Pelaksana handling komplain.
9. Penyelenggaraan evaluasi mutu pelayanan Instalasi Gawat Darurat.
10. Pelaksana evaluasi on time delivery dokter.
11. Pelaksana memimpin pertemuan internal Instalasi Gawat Darurat.
12. Perencana pengembangan kualitas dan kemampuan SDM Instalasi Gawat
Darurat melalui pelatihan.
13. Penyusun dan evaluasi SPO di Instalasi Gawat Darurat.
II. RINGKASAN EKSEKUTIF ( executive summary )
Instalasi Gawat Darurat merupakan salah satu bagian dari pelayanan di
Rumah Sakit yang langsung memberikan bentuk pelayanan kesehatan perorangan
kepada pasien baik oleh dokter maupun perawat.
Tingginya tuntutan pelanggan terhadap kepuasan pelayanan di Instalasi
Gawat Darurat diperlukan suatu strategi dan analisa yang akurat sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan pelanggan tersebut melalui visi, misi, serta program
dan kegiatan yang terencana.
Menurut hasil analisa SWOT tergambar bahwa Instalasi Gawat Darurat
RSUD PANDEGA mempunyai beberapa kekuatan yaitu latar belakang pendidikan
tenaga perawat adalah NERS, kerjasama antar perawat yang baik, kemauan
perawat untuk belajar sangat tinggi, tersedianya SOP pelayanan yang cukup
lengkap, serta tarif pelayanan yang cukup kompetitif. Namun dari beberapa
kekuatan tersebut, Instalasi Gawat Darurat RSUD PANDEGA memiliki beberapa
kelemahan yaitu on time delivery yang masih lebih ditingkatkan lagi, kebutuhan
alat medis belum terpenuhi. Dari kelemahan tersebut maka penyusun melakukan
beberapa program dan kegiatan yang bertujuan meningkatnya kepuasan terhadap
pelayanan di Instalasi Gawat Darurat yang berdampak terhadap meningkatnya
angka kunjungan di Instalasi Gawat Darurat

III. VISI
Menjadikan Instalasi Gawat Darurat sebagai pintu gerbang terdepan dalam
memberikan pelayanan kegawatdaruratan prima guna meningkatkan kualitas hidup
masyarakat.

IV. MISI
1. Memberikan pelayanan gawat darurat secara professional, aman, informatif
dan manusiawi sesuai dengan nilai-nilai agama
2. Menerapkan mutu pelayanan kegawatdaruratan berstandar nasional.

V. NILAI-NILAI ( Value )
1. Memegang teguh kepercayaan dalam melakukan pekerjaan dengan penuh rasa
tanggung jawab.
2. Melayani dengan ikhlas.
3. Mengembangkan diri melalui pembelajaran.
4. Memegang teguh prinsip Islami.
VI. TUJUAN (Goal)
1. Tercapainya target strategis Instalasi Gawat Darurat.
2. Terwujudnya pelayanan Gawat Darurat dengan kualitas pelayanan berstandar
nasional dan sesuai Standar Pelayanan Minimal.
3. Terkendalinya pembiayaan di Instalasi Gawat Darurat.

VII. SASARAN (objectives)

Dari Tujuan 1
1. Tercapainya target ADQ dan pendapatan Instalasi Gawat Darurat.
2. Terselenggaranya pelayanan tepat waktu.
3. Terbentuknya SDM yang sesuai dengan standar kompetensi
4. Tersedianya fasilitas yang memadai sesuai dengan standart akreditasi.
5. Tersedianya sistem pelayanan yang memadai.

Dari Tujuan 2
1. Terwujudnya penurunan angka kematian dan kecacatan pada pasien
gawat darurat.
2. Terbentuknya Tim Siaga Bencana.
3. Terwujudnya pelayanan yang mengutamakan kepuasan dan keselamatan
pelanggan.

Dari Tujuan 3
1. Terselenggaranya pemantauan fasilitas umum yang berkaitan dengan
penghematan pembiayaan.
2. Terpeliharanya peralatan medis dan non medis yang siap pakai.
3. Terciptanya SDM yang sadar biaya di Instalasi Gawat Darurat.
RENCANA IMPLEMENTASI
(Implementation Plan)
2020-2021
INSTALASI GAWAT DARURAT

I. RENCANA APLIKASI S.A.P

TAHUN
VISI MISI TUJUAN SASARAN PROGRAM
2020 2021 2022 2023 2024
Menjadikan  Memberikan Tercapainya target Peningkatan ADQ dan
Instalasi Gawat pelayanan gawat strategis Instalasi Tercapainya target ADQ dan pendapatan Instalasi Gawat √ √ √ √ √
Darurat sebagai darurat secara Gawat Darurat. pendapatan Instalasi Gawat Darurat.
pintu gerbang profesional, aman, Darurat. Pengembangan pelayanan gawat
√ √ √ √ √
terdepan dalam informatif, dan darurat
memberikan manusiawi sesuai
pelayanan dengan nilai-nilai Optimalisasi OTD pelayanan
kegawatdaruratan agama. Terselenggaranya pelayanan
tenaga medis, paramedis dan √ √ √ √ √
prima guna  Menerapkan mutu tepat waktu.
penunjang medis.
meningkatkan pelayanan
kualitas hidup kegawatdaruratan Terbentuknya SDM yang Peningkatan kompetensi SDM √ √ √ √ √
masyarakat. berstandar sesuai dengan standar
nasional. kompetensi Pembinaan SDM √ √ √ √ √

Perencanaan dan pemetaan


Tersedianya fasilitas yang √ √ √ √ √
kebutuhan sarana dan prasarana.
memadai sesuai dengan
Utilisasi peralatan medik dan non
standart akreditasi. √ √ √ √ √
medik

Pemantauan sistem pelayanan


Tersedianya sistem pelayanan
dan pengembangan sistem √ √ √ √ √
yang memadai.
pelayanan.
Terwujudnya Terwujudnya penurunan angka
Pengembangan kemampuan life
pelayanan Gawat kematian dan kecacatan pada √ √ √ √ √
saving perawat gawat darurat.
Darurat dengan pasien gawat darurat.
kualitas pelayanan
berstandar nasional Perencanaan dan pengadaan
dan sesuai Standar sarana dan prasarana siaga √ √ √ √ √
Pelayanan Minimal. Terbentuknya Tim Siaga
bencana
Bencana
Pelatihan penanganan korban
√ √ √ √ √
bencana

Pengendalian infeksi nosokomial


√ √ √ √ √
Terwujudnya pelayanan yang di Instalasi Gawat Darurat.
mengutamakan kepuasan dan Patient Safety Instalasi Gawat
√ √ √ √ √
keselamatan pelanggan. Darurat
Survey kepuasan pelanggan √ √ √ √ √
Terkendalinya Terselenggaranya pemantauan
pembiayaan di fasilitas umum yang berkaitan Cost Contaiment bidang umum
√ √ √ √ √
Instalasi Gawat dengan penghematan Instalasi Gawat Darurat.
Darurat. pembiayaan.

Terpeliharanya peralatan medis


Cost Contaiment peralatan medik
dan non medis yang siap √ √ √ √ √
Instalasi Gawat Darurat.
pakai.

Terciptanya SDM yang sadar


Pembinaan dan pemantauan
biaya di Instalasi Gawat √ √ √ √ √
SDM sadar biaya.
Darurat.