Anda di halaman 1dari 99

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN


ASN

OPTIMALISASI PENGELOLAAN ARSIP


ELEKTRONIK MELALUI MEDIA ONLINE DI
LINGKUP INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN
KOLAKA UTARA
OLEH:

ISIL FAHSYANI, S. Kom


19891021 201903 2 002
Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XLIII


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA
2019

i
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA

OPTIMALISASI PENGELOLAAN ARSIP ELEKTRONIK MELALUI MEDIA


ONLINE
DI LINGKUP INSPEKTORAT DAERAH
KABUPATEN KOLAKA UTARA

PESERTA LATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XII

DISUSUN OLEH :

ISIL FAHSYANI, S. Kom


NIP. 19891021 201903 2 002

KELAS A / NDH. 11

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III


ANGKATAN XLIII TAHUN 2019

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH


PROVINSI SULAWESI TENGGARA
2019
ii
Scanned by CamScanner
Scanned by CamScanner
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin,segala puji dan syukur penulis panjatkan


kepada Allah SWT atas segala berkat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi dengan judul
“Optimalisasi Pengelolaan Arsip Elektronik Melalui Media
Online Di Lingkup Inspektorat Daerah ” dengan baik.
Tujuan dari pembuatan rancangan ini adalah sebagai bagian dari
tugas dalam pelaksanaan Pelatihan dasar CPNS Pemerintah Kabuaten
Kolaka utara Golongan III angkatan XLIII tahun 2019. Aktualisasi dan
Habituasi secara substansi dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
AparaturSipilNegara dengan sikap perilaku ASN dan nilai dasar ASN
yang terdiri dari: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
Penulis menyadari bahwa rancangan ini dapat terwujud karena
bantuan dan dorongan dari banyak pihak. Penulis dengan rendah hati
mengucapkan terima kasih kepada:

1. IbuDr.Hj. Nur Endang Abbas,SE.,M.Si selaku Kepala BPSDM Prov


Sultra beserta jajarannya selaku penyelenggara Latihan Dasar CPNS
2. Bapak Drs. Alimus, MM, selaku Inspektur Daerah Kab. Kolaka Utara
atas Bimbingan dan Motivasinya.
3. Bapak Jumadil, S.Pd selaku Kepala BKPSDM Kabupaten Kolaka Utara
beserta jajarannya yang telah memfasilitasi penyelenggaraan
Pelatihan Dasar CPNS Golongan III.
4. BapakDrs. Muhammad Judul, M. Siselaku penguji
5. La Hadifa, SE., M. Siselaku coach atas semua inspirasi, dorongan,
masukan dan bimbingannya.
6. Bapak Andi Agus Zakaria, SEselaku mentor atas semua arahan,
motivasi, dukungan, masukan dan bimbingan selama perancangan
program aktualisasi.

v
7. Keluarga besar Inspektorat Daerah atas dukungan dan kerjasamanya.
8. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat di
internalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
9. Seluruh Panitia, dan Binsuh yang telah membantu dan menfasilitasi
kegiatan latsar.
10. Keluarga besar peserta Latsar Golongan III Angkatan XLIII tahun
2019.
11. Suami Saya Muhtasyam, ST dan Anak saya Harun Hisyam Toworru

yang selalu menjadi motivasi dan penyemangat

12. Seluruh keluarga besar saya, terutama orang tua, Saudara yang selalu
mendukung dan mendoakan sepenuh hati demi terciptanya Laporan
ktualisasi ini.
Penulis sadar bahwa rancangan laporan aktualisasi ini masih jauh
dari kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan yang
membangun dari berbagai pihak sehingga membuat rancangan laporan ini
menjadi lebih baik. Sehingga rancangan aktualisasi ini dapat dijadikan
dasar dalam pelaksanaan dan pelaporan aktualisasi dan habituasi nilai-
nilai dasar ASN, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi
semua pihak yang membutuhkan.

Kendari, 19 Desember 2019

Penulis

vi
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN................................................................ .. ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................. iii
KATA PENGANTAR........................................................................ .... v
DAFTAR ISI.....................................................................................…. vii
DAFTAR TABEL................................................................................ .. viii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................. ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................. 1
B. Tujuan ............................................................................... 5
C. Manfaat ............................................................................. 5
D. Ruang Lingkup .................................................................. 6
E. Waktu dan Tempat ............................................................
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEP NILAI-NILAI
DASAR DAN KEDUDUKAN PERAN ASN
A. Gambaran Organisasi ....................................................... 7
B. Nilai-nilai dasar ASN …………………................................ 15
C. Kedudukan dan Peran ASN .............................................. 20
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
A. Penetapan Isu ...................................................……. 23
B. Analisis Isu .................................................................... 23
C. Rencana Kegiatan......................………………………… 25
D. Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar ASN................. 30
BAB IV CAPAIAN HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
PROFESI PNS..............................................................................
A. Capaian Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS.................. 31

BAB IV PENUTUP
B. Kesimpulan.............................................................................. 63

C. Langkah-langkah Antisipasi .................................................... 64

DAFTAR PUSTAKA......................................................................... 65

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Analisis isu ……………………………………………………….... 24


Tabel 2. Matriks rancangan aktualisasi…………………………………... 25
Tabel 3. JadwalKegiatan ………………………………………………….. 26
Tabel 4. Alternatif Pemecahan Masalah .................................................30
Tabel 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai
Dasar Aneka ...................................................................................... 31
Tabel 4.2 Kegiatan 1.......................................................................... 33
Tabel 4.3 Tabel Kegiatan 2 ................................................................ 38
Tabel 4.4 Tabel Kegiatan 3 ................................................................ 43
Tabel 4.5 TabelKegiatan 4 ................................................................. 49
Tabel 4.6 Tabel Kegiatan 5 ................................................................ 54
Tabel 4.7 TabelKegiatan 6 ................................................................. 60

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi Inspektorat Daerah

ix
BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar belakang
Indonesia adalah Negara kesatuan yang terdiri dari ribuan pulau
dengan berbagai suku bangsa yang bernaung dalam bentuk Negara
kesatuan Republik Indonesia. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa Indonesia memiliki
kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang
pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat
mengelola sumber daya alam yang melimpah diharapkan Sistem
Pemerintahan Negara Indonesia mempunyai suatu sistem birokrasi
dengan SDM nya yang berkualitas, yaitu PNS Profesional yang saat ini
dikenal dengan istilah ASN (Aparatur Sipil Negara).

Pegawai Negeri Sipil (PNS) menurut UU No. 5 Tahun 2014 adalah


profesi bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat sebagai
pegawai tetap oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan memiliki
nomor induk pegawai secara nasional, serta memiliki perjanjian kerja
terhadap instansi pemerintah. PNS melaksanakan kebijakan publik yang
dibuat oleh PPK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas, melaksanakan tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan
tertentu, serta mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, PNS harus memiliki
kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang dibutuhkan sesuai dengan
jabatannya masing-masing.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang


pendidikan dan pelatihan jabatan bagi pegawai negeri sipil (PNS),
ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat yang strategis untuk mewujudkan
PNS sebagai bagian dari aparatur sipil negara (ASN) yang profesional

1
adalah diklat prajabatan. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk
nilai-nilai dasar profesi PNS. Sedangkan pedoman penyelenggaraan diklat
prajabatan cpns golongan III diatur dalam PERKALAN No. 15 Tahun
2015. Selain itu, dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib
memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan.
Tujuan dari diklat ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran,
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang. Dengan demikian UU ASN
mengedepankan penguatan nilai-nilai dan

Latihan Dasar yang dilakukan untuk membentuk PNS yang


professional tersebut dilakukan melalui Pendidikan dan pelatihan dalam
dan luar ruangan, klasikal dan nonklasikal. Pelatihan Luar Ruangan atau
di lapangan dilakukan untuk memberikan materi Bela Negara dan
Kunjungan Lapangan sehinggga membentuk karakter PNS yang disiplin
dan berwawasan luas. Pelatihan Dalam Ruangan meliputi pemberian
materi dengan memasukkan model Pendidikan berkelompok dengan
materi-materi inti pembentuk PNS Profesional yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Pubik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA)
dan dibumbui materi pendukung manajemen organisasi seperti Whole of
Government, Manajemen ASN, dan Pelayanan Publik.
Arsip elektronik memiliki peranan penting dalam sistem
administrasi, selain itu juga sebagai alat bukti yang sah berdasarkan
Undang-undang Nomor 11 pasal 5 ayat (1) Tahun 2008. Perkembangan
teknologi informasi mengharuskan arsip diolah secara elektronik
Pegelolaan arsip elektronik berbeda dengan arsip cetak. Arsip
elektronik memiliki empat siklus pengelolaan yaitu penciptaan dan
penyimpanan, distribusi dan penggunaan, pemeliharaan, dan disposisi.
Pemindahan arsip cetak kedalam arsip elektronik bisa dilakukan dengan
2
cara scanning, conversion, Importing. Sedangkan penyimpanan arsip
elektronik bisa dilakukan secara online, offline maupun nearline
Era globalisasi ditandai dengan perkembangan teknologi dan
informasi yang semakin maju, berimbas pada meningkatnya kebutuhan
manusia akan informasi. Informasi merupakan hal yang sangat penting
dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Berbagai macam
dokumen dan media telah tercipta untuk kemudahan manusia dalam
menyimpan, mencari dan menyebarkan informasi. Dokumen-dokumen
tersebut lebih dikenal sebagai arsip, yang berarti suatu rekamam kegiatan
atau peristiwa yang telah terjadi. Arsip mempunyai nilai yang sangat
penting dalam berbagai peristiwa, selain sebagai informasi, arsip juga
merupakan bahan bukti yang dapat di pertanggung jawabkan
kebenarannya. Berdasarkan UU No. 43 Tahun 2009, pengertian arsip
yaitu: “Rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan
media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah,
lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi
kemasyarakatan, dan perorangan dalam pelaksanaan kehidupan
bermasyarakat dan bernegara”.
Di Indonesia masih ditemui adanya beberapa instansi yang belum
terlalu memperhatikan pengelolaan arsip khususnya arsip elektronik,
sehingga produk yang dihasilkan sebagian besar masih berupa arsip jenis
kertas. Hal ini berakibat pada banyaknya volume arsip kertas yang
menimbulkan berbagai masalah terkait dengan tempat penyimpanan,
biaya pemeliharaan, tenaga pengelola, fasilitas, ataupun faktor lain yang
bisa menyebabkan kerusakan arsip.
Sehingga untuk mengelola arsip kertas pada dasarnya justru
membutuhkan tenaga dan biaya yang tinggi. Munculnya teknologi
informasi dan komunikasi dalam bentuk media komputer juga menjadi
alasan mengapa arsip harus dikelola secara elektronik. Dengan adanya
media elektronik seperti komputer, proses pengelolaan dan pengurusan

3
arsip akan menjadi lebih mudah dan tidak akan memakan waktu lama
sehingga dapat memudahkan dalam proses penemuan kembali.
Penggunaan media elektronik dalam pengelolaan arsip inilah yang sering
disebut sebagai Sistem Pengarsipan Elektronik (Electronic Filing System )
yang berbasiskan pada penggunaan komputer. Pemanfaatan komputer
dapat menjadikan arsip konvensional menjadi digital atau juga dapat
menciptakan arsip elektronik.
Informasi yang yang disimpan pada dokumen dalam bentuk kertas
rentan mengalami kehilangan atau terselip dan membutuhkan ruang untuk
penyimpanan. Penggunaan sistem dan dengan kemajuan teknologi, kita
dapat melengkapi kearsipan manual yang masih menggunakan kertas
dengan kearsipan elektronik dengan tujuan penyimpanan dan
pengamanan salah satunya yaitu dengan aplikasi google drive. Aplikasi
google drive adalah layanan penyimpanan daring milik google yang
diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Google drive memberikan
layanan penyimpanan gratis 15GB. Layanan ini merupakan eksistensi dari
google docs dan akan mengganti URL docs.google.com dengan
drive.google.com setelah diaktifkan. Google drive memberikan layanan
penyimpanan gratis sebesar 15GB dan dapat ditambahkan dengan
pembayaran tertentu. Dengan fitur unggulan seperti dropbox, yaitu
sinkronisasi data melalui folder khusus di dalam dektop atau lebih dikenal
dengan dekstop sync clients. Fitur-fitur yang terintegrasi dengan layanan
google lainnya seperti : Gmail, G+ dan google search. Fitur yang bisa
digaris bawahi dari Gdrive adalah API’s untuk para Developer. Hingga kini
Gdrive telah terhubung dengan puluhan aplikasi pihak ketiga.
Perkembangan Revolusi Industri 4.0 saat ini sedang gencar-
gencarnya menjadi topik hangat dalam dunia bisnis maupun
pemerintahan. Para ASN juga turut serta menanggapi revolusi industri 4.0.
Tidak bisa dipungkiri pemerintah harus memiliki strategi yang jitu untuk
mempersiapkan para ASN di Tanah Air untuk siap mengikuti
perkembangan ini. Hal ini merupakan salah satu perubahan bagi para

4
ASN, dan harus ditanggapi dengan meningkatkan ketrampilan diri dan
tetap menjunjung tinggi rasa nasionalisme.
Berdasarkan masalah tersebut, Penulis mencoba membuat suatu
upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan arsip elektronik melalui media
Google Drive di lingkup Inspektorat Daerah

b. Tujuan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS


1. Tujuan
a) Mengaktualisasikan Nilai-Nilai dasar Profesi Aaparatur Sipil
Negara (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti korupsi)
b) Terkelolanya penataan arsip elektronik melalui media online
secara optimal.
2. Manfaat Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
1. Bagi penulis
a) Dapat Mengimplementasikan Nilai-Nilai dasar ASN
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu
dan Anti korupsi)
b) Dapat Mengimplementasikan peran dan kedudukan ASN
(Whole of Government, Pelayanan Publik dan Manajemen
ASN)
2. Bagi unit kerja
Penulis mampu mengimplementasikan Nilai-nilai Dasar ASN
pada instansi kerja sesuai dengan tupoksinya

3. Bagi masyarakat
Pelayanan Publik yang efektif, efisien, dan kemudahan akses
informasi bagi masyarakat

C. Ruang Lingkup Aktualisasi dan Teknik Analisis


1. Ruang Lingkup Aktualisasi

5
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi dibatasi pada
pengelolaan arsip elektronik Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
Reguler dari hasil pemeriksaan Tahun 2017 sampai dengan
Tahun 2019 dengan pemanfaatan cloud storage/media online
pada bagian Sekretariat Inspektorat Daerah Kabupaten kolaka
utara

2. Waktu dan tempat pelaksanaan


Kegiatan aktualisasi bertempat di Kantor Inspektorat
Daerah Kab. Kolaka Utara, JL. Kompleks Perkantoran PEMDA,
Lasusua, dilaksanakan pada 15 November - 18 Desember
2019.

6
BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI

A. Gambaran umum organisasi


1. Gambaran umum Inspektorat Daerah
Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara ditetapkan
berdasarlan Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Utara Nomor
3 Tahun 2016, tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat
Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Ketentuan lebih lanjut dari
Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Utara Nomor 3 Tahun
2016 diatur berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Kolaka
Utara Nomor 27 Tahun 2016 tentang kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Inspektorat
Kabupaten Kolaka Utara sebagai berikut:

a. Kedudukan
 Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara merupakan
unsur pelaksana pemerintah daerah kabupaten
 Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara dipimpin
oleh seorang inspektur daerah yang berada dibawah dan
bertanggungjwab kepada Bupati dan secara teknis
administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris
Daerah Kabupaten.
b. Tugas
Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara mempunyai
tugas membantu Bupati dalam membina dan mengawasi
pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi
kewenangan Daerah dan tugas pembantuan oleh Perangkat
Daerah

c. Fungsi
 Perumusan kebijakan tekniks bidang pengawasan dan
fasilitasi pengawasan;
7
 Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan
keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan,
dan kegiatan pengawasan lainnya;
 Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas
penugasan bupati;
 Penyusunan laporan hasil pengawasan;
 Pelaksanaan administrasi inspektorat kabupaten;
 Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati
terkait dengan tugas dan fungsinya.
Inspektorat daerah sebagai Aparat Pengawasan Intern
Pemerintah (APIP) memiliki peranan yang sangat strategis
dalam penyelenggaran pemerintahan di daerah. Sesuai
perkembangan jaman, inspektorat daerah selain sebagai
Pengawas Internal diharapkan menjadi agen perubahan
yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan satuan
kerja/organisasi. Sementara perkembangan konsep
pengelolaan organisasi yang pesta seperti muncuulnya
konsep munculnya konsep manajemen perencanaan,
manajemen resiko hingga manajemen sistem informasi
menuntut perubahan indikator keberhasilan Inspektorat
Daerah. Paradigma bahwa indikator kerberhasilan
inspektorat daerah adalah semakin banyak/besar temuan
audit semakin banyak kasus yang di ungkap, maka kinerja
inspektorat dianggap berhasil, seiring perkembangan jaman
di atas, paradigma tersebut ikut berubah. Inspektorat selain
sebagai hard control, diharapkan control diharapkan juga
berperan sebagai soft control, control evaluation menjadi
self assesment dan detective menjadi pereventiv.

8
2. Tugas dan Fungsi
1. Inspektur Daerah
Uraian tugas Inspektur Daerah:
a. Merumuskan Program Kerja penyusunan perencanaan
kebijakan umum dan teknis pengawasan daerah sesuai
yang tertuang dalam Rencana Strategis Inspektorat
Daerah sebagai bahan pelaksanaan tugas.Tahapan :
 Mengkaji Visi dan Misi Instansi
 Menjabarkan Ide berdasarkan Visi dan Misi Instansi
 Mengkonsultasikan Ide dengan atasan
 Menuangkan Ide kedalam draf kebijakan umum
 Menyusun Konsep Kebijakan Umum dan Teknis
pengawasan
b. Mengkoordinasikan program kerja pengawasan sesuai
peraturan yang berlaku untuk pelaksanaan tugas masing-
masing Inspektur Pembantu. Tahapan :
 Mempelajari Kebijakan dan Peraturan yang berlaku
 Menganalisis sasaran strategis tahun-tahun
sebelumnya
 Membahas rancangan sasaran masing-masing
inspektur pembantu
 Menetapkan sasaran strategis kegiatan pengawasan
yang dilaksanakan masing-masing inspektur
pembantu.
c. Membina, meningkatkan disiplin dan kapasitas sumber
daya Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP)
sesuai ketentuan yang berlaku.Tahapan :
 Mengadakan rapat koordinasi dengan pejabat
struktural, pejabat fungsional dan seluruh staf
padaInspektorat Daerah.

9
 Menghimpun dan membuat solusi atas masalah-
masalah yang dihadapi dalam melaksanakan tugas
pengawasan.
d. Mengarahkan kegiatan pengawasan kepada inspektur
pembantu sesuai Piagam Audit Internal sebagai dasar
dalam pelaksanaan pemeriksaan, reviu, evaluasi dan
pemantauan. Tahapan :
 Mengadakan rapat koordinasi khusus dengan
inspekur pembantu dalam rangka pemantapan
kegiatan pengawasan.
 Memutuskan pejabat pelaksana teknis kegiatan
dibidang pelaksanaan pengawasan.
e. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pengawasan
berupa pemeriksaan reguler, evaluasi, reviu, pemantauan
dan pengawasan lain berdasarkan Program Kerja
Pengawasan Tahunan (PKPT) dan sebagai dasar
pelaksanaan tugas Aparat Pengawas Intern Pemerintah
(APIP).
f. Mengevaluasi hasil kegiatan pengawasan pada masing-
masing inspektur pembantu sesuai progaram kegiatan
penagawasan tahunan untuk mengukur tingkat
keberhasilan pelaksanaan pengawasan.
g. Melaporkan hasil kegiatan pengawasan selama setahun
kepada atasan sesuai rencana kerja pengawasan
sebagai dasar pelaporan kinerja serta bahan penyusunan
Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD)
dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati
h. Melaksanakan Tugas Kedinasan lain yang diperinttahkan
pimpinan baik lisan maupun tulisan.
2. Pengelola Data

10
Pengelola Data di Sub Bagian Penyusunan Program dan
Keuangan Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara memiliki
uraian tugas sebagai berikut:
a. Mengimput data dengan memasukkan data ke dalam
computer sesuai prosedur agar data terekam di dalam
computer
b. Merawat data digital dengan membuat copy data sesuai
dengan prosedur agar data tersimpan dengan aman
c. Menyajikan data dengan mencetak data untuk dicatat ke
dalam buku ekspedisi sesuai prosedur untuk pelaksanaan
tugas
d. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas baik secara lisan
maupun secara tertulis untuk bahan pertanggung jawaban
pelaksanaan tugas
e. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh
atasan baik secara tertulis maupun lisan agar kegiatan
kedinasan dapat berjalan dengan lancar

3. Visi dan Misi


a) Visi
Kolaka Utara sebagai Kabupaten Madani di Sulawesi
Tenggara Rumusan visi ini merupakan satu kesatuan
konsep tentang kondisi pada tahun 2022 yang hendak
diwujudkan yang didalamnya terdapat tiga pilar atau pokok
visi. Pokok Visi Pertama adalah “ tatakelola
pemerintahan yang baik “ yakni kondisi dimana
penyelenggaraan pemerintahan berlangsung dengan basis
nilai-nilai kompetensi, disiplin kerja, etos kerja, dedikasi,
akuntabilitas dan bebas korupsi. indikator dari pokok visi ini
adalah tatakelola pemerintahan yang baik.

11
pokok visi kedua adalah “ akselerasi pembangunan dan
pelayanan “ yakni kondisi dimana berlangsung akselerasi
pembangunan yang berorientasi pada revitalisasi sektor
pertanian, peningkatan kualitas pelayanan dasar, dan
pengembangan kesempatan usaha berbasis ekonomi rakyat.
indikator dari pokok visi ini adalah akselerasi kemajuan
dalam kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan
dasar.
pokok visi ketiga adalah “ masyarakat madani “ yakni
kondisi dimana konstruksi sosial dan kelembagaan
masyarakat berkembang dan menguat dalam basis yang
berbudaya, berkarya dan berakhlak mulia dalam tatanan
kehidupan madani. indikator dari pokok visi ini adalah kondisi
tertib, tenteram, nyaman dan beradab dalam masyarakat.
b) Misi
Misi Kabupaten Kolaka Utara adalah sebagai berikut :
(1) Menyelenggarakan tatakelola pemerintahan yang baik,
efisien, efektif, akuntabel, dan bebas dari korupsi
(2) Mengembangkan dan meningkatkan intensifikasi,
diversifikasi dan produksi sektor pertanian dan perikanan
secara menyeluruh.
(3) Meningkatkan kapasitas dan akses pelayanan kesehatan
secara lebih mudah, nyaman dan merata.
(4) Meningkatkan kualitas pelayanan bidang pendidikan
berbasis kompetensi, berkeadilan dan terjangkau.
(5) Mengembangkan dan membina keberdayaan usaha
ekonomi mikro, kecil dan menengah.
(6) Mengembangkan dan memberdayakan pemuda
wirausaha mandiri dan tangguh.
(7) Mengembangkan, meningkatkan dan memelihara
infrastruktur daerah.

12
(8) Menyelenggarakan penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan dengan
semangat keberagaman.
4. Struktur Organisasi

Gambar 1. Struktur Organisasi

13
5. Nilai-nilai Organisasi Inspektorat Daerah
Profesional : Memiliki kompetensi dan kemampuan
dalam melakukan pengawasan internal

Akuntabel : Memiliki Sikap Akuntabel dalam


melakukan Fungsi Pengawasan di
daerah
Budaya : Memiliki kepatuhan terhadap aturan
disiplin yang berlaku

Open Memiliki sikap keterbukaan terhadap


mindset masukan masyarakat yang bersifat
membangun dan menerima ide - ide
kreatif karyawan dalam rangka memberi
terobosan baru bagi Institusi

Netral Melakukan Audit tanpa adanya


intervensi dari pihak manapun

14
B. Nilai-nilai dasar ASN
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadii
amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin
terwujudnya nilai-nilai publik. Nilai-nilai dasar akuntabilitas
meliputi :
a) Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke
bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting
dalam menciptakan lingkungannya.
b) Transparansi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang
dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.
c) Integritas
Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak
tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan
keyakinan.
d) Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun
yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban
e) Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral
mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
f) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah
kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan
akuntabilitas.
g) Keseimbangan

15
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja,
maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan
kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
h) Kejelasan
Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus
memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi
tujuan dan hasil yang diharapkan.
i) Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan
terus melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi aparatur sipil Negara
untuk mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya dengan orientasi mementingkan kepentingan publik,
bangsa dan Negara. Nilai-nilai dasar Nasionalisme meliputi:

a. Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa


Menyatakan keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan
sesuai dengan keimanan dan kepercayaan masing-masing
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Nilai-nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar dengan
kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan
keadilan. Sadar bahwa manusia itu semua sederajat, maka
dikembangkan sikap saling manghormati dan bekerjasama
dengan bangsa lain.
c. Nilai-nilai Persatuan Indonesia.
Bangsa Indonesia menempatkan persatuan dan
kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persatuan
dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
d. Nilai-nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
16
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Manusia Indonesia menjunjung tinggi dan menghayati
hasil dari keputusan musyawarah, karena itu semua pihak
harus mau untuk menerima dan melaksanakan hasil
musyawarah dengan penuh tangung jawab.Kepentingan
bersama lebih utama daripada kepentingan pribadi atau
golongan.Keputusan yang diambil harus menjunjung tinggi
nilai keadilan serta dapat dipertanggung jawabkan.
e. Nilai-nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Hak dan kewajiban itu sama kedudukannya dalam
menciptakan keadilan dalam masyarakat. Perlu
dikembangkan perbuatan yang luhur dan sikap kegotong
royongan dan kekeluargaan. Maka perlu kesinambungan
antara hak dan kewajiban untuk menjaga keadilan terhadap
sesama.

3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi atas standar norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan,
perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Pada prinsipnya
ada tiga dimensi etika publik:
a. Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma,
serta prinsip moral, sehingga etika publik membentuk
integritas pelayanan publik.
b. Dimensi Modalitas
Unsur-unsur modalitas dalam etika publik yakni
akuntabilitas, transparansi, dan netralitas.
c. Dimensi Tindakan Integritas Publik

17
Integritas publik adalah kualitas dari pejabat publik yang
sesuai nilai, standar, aturan moral yang diterima masyarakat.
d. Nilai-nilai dasar etika publik:
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara
Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar
Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak
berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya
kepada publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan
dan program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil
guna, dan santun.
10)Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11)Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12)Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai
komitmen mutu antara lain mengedepankan komitmen terhadap
kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk
menjaga dan memelihara.

18
Berikut adalah nilai-nilai yang perlu diperhatikan dalam
komitmen mutu antara lain :
a. Bekerja dengan berorientasi pada mutu
b. Inovatif
c. Selalu melakukan perbaikan mutu
d. Membangun komitmen pegawai untuk jangka panjang
e. Membangun kerjasama kolegial antar pegawai yang
dilandasi kepercayaan dan kejujuran
f. Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan baik
internal maupun eksternal
g. Menampilkan kinerja tanpa cacat (zerodefect) dan tanpa
pemborosan (zerowaste), sejak memulai setiap pekerjaan
h. Efektif dan efisien dalam bekerja

5. Anti Korupsi
Korupsi merupakan perbuatan yang tidak baik, buruk,
curang, dapat disuap, tidak bermoral, meyimpang dari kesucian,
melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum.
Kesadaran anti korupsi yang telah mencapai puncak tertinggi
akan menyentuh spiritual accountability yang akan selalu ingat
akan perjanjian dengan Tuhannya, dan ingat bahwa anti korupsi
adalah tujuan hidup dan sadar bahwa setiap langkah kehidupan
harus dipertanggungjawabkan. Di Indonesia, terdapat 7 tindak
pidana korupsi menurut UU No. 31/1999 jo. UU 20/2001 yaitu:
a. Kerugian keuangan negara
b. Suap-menyuap
c. Pemerasan
d. Perbuatan curang
e. Penggelapan dalam jabatan
f. Benturan kepentingan dalam pengadaan
g. Gratifikasi

19
Dalam pemberantasan korupsi perlu didukung tunas
integritas yang berprinsip bahwa manusia sebagai faktor kunci
perubahan, dan pendekatan yang seutuhnya terkait manusia
sebagai makhluk dengan aspek jasmani dan rohani serta
makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Adapun untuk mendukung pemberantasan korupsi, KPK
bersama para pakar telah mengidentifikasi nilai-nilai dasar anti
korupsi dan dihasilkan sebanyak 9 nilai anti korupsi yaitu jujur,
peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras,
sederhana, berani, dan adil

C. Kedudukan dan peran ASN dalam NKRI


1. Manajemen ASN
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN
adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah, sedangkan yang dimaksud Manajemen Pegawai
Negeri Sipil adalah pengelolaan pegawai negeri sipil untuk
menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional, memiliki
nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dalam Konsep
Manajemen ASN ini dikenal apa yang disebut dengan sistem
merit. Sistem Merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang
berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara
adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang
politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status
pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan.

Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut


Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
20
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundangundangan
sedangkanPegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat
PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat
tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh
pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan
pemerintahan. Manajemen PNS meliputi: penyusunan dan
penetapan kebutuhan; pengadaan; pangkat dan Jabatan;
pengembangan karier; pola karier; promosi; mutasi; penilaian
kinerja; penggajian dan tunjangan; penghargaan; disiplin;
pemberhentian; jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan
perlindungan.

2. Pelayanan Publik
istilah pelayanan dalam bahasa Inggris adalah “service”
A.S. Moenir mendefinisikan “pelayanan sebagai kegiatan yang
dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan
landasan tertentu dimana tingkat pemuasannya hanya dapat
dirasakan oleh orang yang melayani atau dilayani, tergantung
kepada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan
pengguna.” Pelayanan pada hakikatnya adalah serangkaian
kegiatan, karena itu proses pelayanan berlangsung secara rutin
dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan organisasi
dalam masyarakat. Proses yang dimaksudkan dilakukan
sehubungan dengan saling memenuhi kebutuhan antara
penerima dan pemberi pelayanan. Selanjutnya A.S. Moenir
(2002: 16) menyatakan bahwa proses pemenuhan kebutuhan
melalui aktivitas orang lain yang langsung inilah yang
dinamakan pelayanan. Jadi dapat dikatakan pelayanan adalah

21
kegiatan yang bertujuan untuk membantu menyiapkan atau
mengurus apa yang diperlukan orang lain.

Dalam kamus Bahasa Indonesia (1990), pelayanan publik


dirumuskan sebagai berikut :

a. Pelayanan adalah perihal atau cara melayani.


b. Pelayanan adalah kemudahan yang diberikan
sehubungan dengan jual beli barang dan jasa.
c. Pelayanan medis merupakan pelayanan yang diterima
seseorang dalam hubungannya dengan pensegahan,
diagnosa dan pengobatan suatu gangguan kesehatan
tertentu.

3. Whole of Government (WoG)


WoG (Whole of Government) didefinisikan sebagai
“Suatu model pendekatan integratif fungsional satu atap” yang
digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit
dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau
keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi
dimensi, menyangkut perubahan perilaku.

Salah satu bentuk penerapan WoG pada pelayanan


publik adalah e-Government. E-government adalah tata kelola
pemerintahan (governance) yang diselenggarakan secara
terintegrasi dan interaktif berbasis teknologi IT, agar hubungan-
hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat
dapat berlangsung lebih efisien, efektif, produktif dan responsif.
Hasil atau manfaat yang diperoleh melalui e-government antara
lain adalah :

22
a. Terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik
(good governance), efisien dan efektif
b. Hemat anggaran dan tepat waktu
c. Transparan sehingga peluang terjadinya kecurangan
(fraud), suap dan korupsi akan banyak berkurang.
d. Tingkat akurasi (ketepatan) dan kualitas pelayanan
meningkat dan tingkat kesalahan berkurang

23
BAB III

RANCANGAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Penetapan Isu
Penulis bertugas di Inspektorat Daerah Kab. Kolaka Utara
khususnya di Sekretariat Sub Bagian Penyusunan Program dan
Keuangan sebagai Pengelola Data yang mengerjakan beberapa
pekerjaan terkait sub Bagian Penyusunan Program dan Keuangan
Inspektorat Daerah Kab. Kolaka Utara.
Era globalisasi, pengelolaan dokumen secara elektronik menjadi
sangat penting untuk tujuan pelestarian dokumen, dan menjamin ke
awetan dan keamanannya.
Penulis mengambil kesimpulan bahwa pengelolaan Dokumen/arsip
secara elektronik di lingkup Inspektorat daerah belum optimal. Masalah
Pengelolaan Data yang terjadi di Inspektorat Daerah:
1. Tata Kelola dan Penyimpanan Dokumen/Arsip masih
menggunakan Medium Kertas

2. Metode pengelompokan Arsip yang masih kurang rapi

3. Pencatatan Register Surat Keluar dan Masuk masih dilakukan


secara Manual melalui buku register persuratan

4. Akses terhadap Penelusuran kembali Dokumen yang terbatas,


dan tidak efektif

5. Terbatasanya ruang penyimpanan Arsip karena metode


penyimpanan konvensional

6. Resiko kerusakan dan penghancuran Arsip(Kebakaran, banjir,


Termakan Rayap)
B. Analisis Isu

24
Permasalah di atas merujuk pada beberapa isu yang ditemukan
dalam pengelolaan arsip, yaitu:

1. Kurang Optimalnya Pengelolaan Arsip, yang dominan


menggunakan medium kertas, berdampak pada ancaman
pelestarian dokumen, sehingga Aksesibilitas Terhadap
informasi arsip/dokumen yang lambat dan terbatas

2. Pengelolaan arsip yang tidak efektif dan efisien

3. Kurangnya pemanfaatan Teknologi Aplikasi dalam back up


Dokumen

4. Hilangnya Arsip/dokumen, dan kesalahan klasifikasi arsip, dan


penyimpana

5. n yang salah

Isu dianalisa dengan matriks APKL ( Aktual, Problematik,


Khalayak, Layak)

Tabel 1. Analisis Isu

No Isu A P K L Skor Peringkat

1 Kurang Optimalnya
Pengelolaan Arsip
4 4 3 4 15 I
Elektronik berbasis
teknologi

2 Ruang Penyimpanan Arsip


yang terbatas pada 3 3 2 3 11 III
instansi

3 Aksesibilitas , penelusuran 3 3 3 3 12 II

25
Arsip/Dokumen yang tidak
Efektif

Berdasarkan masalah tersebut maka rangking tertinggi yaitu “ Kurang


optimalnya pengelolaan Arsip Elektronik berbasis Teknologi”

C. Rencana Kegiatan
Tabel 3. Rencana Kegiatan

Waktu
No Uraian Kegiatan Capaian Hasil Keterangan
Pelaksanaan

1 Konsultasi Minggu ke-3 Terlaksananya


dengan atasan november Konsultasi
terkaiT
Rancangan

2 Diskusi Lintas Minggu ke-3 Saran dan


Irban dan November Masukan
Sekretariat Terkait
rancangan

3 Sosialisasi terkait Minggu ke-4 Kesatuan


metode November pemahaman
Pengelolaan tentang Konsep
arsip elektronik tentang tata
kelola arsip
elektronik

26
Database Arsip
4. Pengumpulan Minggu ke-4 Elektronik
Data/Arsip November Laporan Hasil
Pemeriksaan
Elektronik (LHP)

5 Perancangan Minggu Ke-1 Sistem


SOP Desember Pengarsipan
LHP
Pengarsipan

6 Penatausahaan Minggu ke- 2 dan Penatausahaan


Arsip Elektronik 3 Desember arsip Dinamis
melalui media GD dan Statis yang
Akuntabel

27
Tabel 2 Deskripsi Kegiatan

Penguatan
Kegiatan & Capaian Hasil Nilai-Nilai Dasar Kontribusi Visi dan Misi
No. Tahapan Kegiatan Nilai
Output Kegiatan (ANEKA) Organisasi
Organisasi

1. Konsultasi dengan 1. Menyiapkan dokumen 1. Persetujuan Akuntabilitas Dengan adanya konsultasi Akuntabel
pimpinan terkait rancangan aktualisai Atasan atas (Pertanggungjawaban) dengan pimpinan akan
rancangan dan sebagai bahan tahapan membangun dukungan
Tahapan konsultasi Rancangan Nasionalisme pimpinan dengan ini dapat
aktualisasi 2. Melakukan konsultasi aktualisasi (Musyawarah) mewujudkan visi Kolaka
Output: dengan pimpinan 2. Foto-foto Utara point 1 yaitu tata
Terlaksananya 3. Mencatat saran dan kegiatan Etika Publik kelola pemerintahan yang
Konsultasi dengan petunjuk pimpinan (Sopan Santun) baik, dan mewujudkan visi
atasan/Pernyataan 4. Foto-fotokegiatan poin 3 yaitu menjadikan
dukungan dari Komitmen Mutu masyarakat Kolaka Utara
atasan/Catatan (inovatif, responsif) masyarakatmadaniberbuday
saran dan petujuk a, beradab, dan berakhlak
Anti Korupsi mulia dalam bekerja
(jujur)
2 Melakukan diskusi 1. Konsultasi dengan 1. Terwujudnya Akuntabilitas Dengan melaksanakan Open
dengan atasan mengenai diskusi ASN yang (Hubungan antar diskusi dengan rekan kerja Mindset
Sekretariat dan 2. Mendatangi Skeretaris, memahami individu) maka proses kegiatan akan
Irban Kasubag, dan Irban ANEKA berjalan dengan baik dan
3. Menjelaskan Konsep 2. Saran dan Nasionalisme cepat sehingga mendukung
rancangan penataan masukan untuk (Musyawarah) terwujudnya visiKolaka Utara
arsip eletronik melalui perbaikan poin 1 Tata kelola

28
pemanfataan media 3. Foto-foto Etika Publik pemerintahan yang baik
Gogle Drive kegiatan (Sopan Santun) yaitu disiplin kerja, dedikasi,
4. Foto-foto kegiatan akuntabilitas dan bebas
Komitmen Mutu korupsi
(inovatif)

Anti Korupsi
(jujur)
3 Sosialisasi dengan 1. Sosialisasi tentang 1. Terwujudnya Akuntabilitas Dengan melaksanakan Open
rekan ASN arsip elektronik ASN yang (Transparansi) diskusi dengan rekan kerja Mindset,
tentang Tata 2. Penjelasan manfaat memahami maka proses kegiatan akan Akuntabel
Kelola Arsip dan cara penggunaan ANEKA Nasionalisme berjalan dengan baik dan
Elektronik aplikasi Google Drive 2. Kesatuan (Musyawarah) cepat sehingga mendukung
menggunakan 3. Dokumentasi Kegiatan konsep terwujudnya visiKolaka Utara
media Google tentang tata Etika Publik poin 1 Tata kelola
Drive kelola arsip (Sopan Santun) pemerintahan yang baik
elektronik yaitu disiplin kerja, dedikasi,
3. Foto-foto Komitmen Mutu akuntabilitas dan bebas
kegiatan (inovatif) korupsi

Anti Korupsi
(jujur)
4 Pengumpulan 1. Penemuan dan Database arsip Akuntabilitas Dengan melaksanakan Profesional
arsip elektronik penyimpanan arsip elektronik LHP (Pertanggungjawaban) penataan arsip dengan tepat isme
Laporan Hasil elektronik dengan dari Tahun dan disiplin maka proses Akuntabel
Pemeriksaan Metode Scanning, 2016 – Nasionalisme kegiatan berjalan dengan
(LHP) Importing Sekarang (Penyajian Informasi) baik sehingga mendukung
2. Pencatatan Arsip (LHP Desa, terwujudnya visi Kolaka
menggunakan LHP Reguler Etika Publik Utara point 1 yaitu
aplikasi Excel OPD, LHP (Profesional) menyelenggarakan
Pemsus) tatakelola pemerintahan

29
Komitmen Mutu yang baik, efisien, efektif,
(inovatif) akuntabel, dan bebas dari
korupsi
Anti Korupsi
(tanggung jawab)
5 Perancangan SOP 1. Konsultasi dengan 1.sistem Akuntabilitas Akuntabel
Arsip Elektronik Inspektur dan Sekretaris pengarsipan Efektifitas
LHP 3. konsultasi dg dinas
kearsipan tentang tata
kelola arsip
2.perancangan sub sistem
kearsipan

6 Penatasuhaan 1. Pembuatan akun 1. Aksesibilitas Akuntabilitas Dengan membuat dan Profesional


Arsip Elektronik Google Drive Arsip yang (Pertanggungjawaban, isme
melaksanakan buku
melalui Media 2. Mengelompokkan mudah, cepat, konsistensi,
Google Drive Arsip berdasarkan dan dapat di aksesibilitas) peminjaman dengan Akuntabel
klasifikasi dan jenis akses dimana
tanggungjawab maka
arsip (Geografis, saja Nasionalisme
subjek, perihal) 2. Optimalnya (penyajian informasi) mendukung terwujudnya visi
3. Membuat folder di penataan arsip
Kolaka Utara point 1 yaitu
dalam Google Drive elektronik Etika Publik
sesuai 3. Database LHP (Profesional) menyelenggarakan
pengklasifikasian Desa, LHP
tatakelola pemerintahan
arsip Reguler OPD, Komitmen Mutu
4. Pemindahan arsip dan LHP (efektivitas dan yang baik, efisien, efektif,
dengan cara Pemeriksaan efisiensi)
akuntabel, dan bebas dari
Scaning,konversion, Khusus
dan importing, Anti Korupsi korupsi serta poin 3
5. Uploading file arsip (tanggung jawab)
menjadikan kolaka Utara
ke dalam Aplikasi

30
Google Drive Masyarakat Madani
6. Backup data secara
offline ke dalam
komputer/Hardisk
7. dokumentasiFoto
dokumentasi

31
D. Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai dasar Profesi PNS
1. Konsultasi dengan pimpinan terkait rancangan aktualisasi
Penulis akan Konsultasi dengan pimpinanmembangun kerjasama
untuk meningkatkan mutu pelayanan (komitmen mutu) dalam internal
Dinas sehingga pekerjaan akan menjadi lebih efektif dan efisien
(akuntabilitas) tanpa adanya paksaan penulis kepada pemimpin dan
sebaliknya (Nasionalisme) serta dilakukan dengan sopan santun (etika
pulik). Dalam kegiatan ini menghasilkan output dalam bentuk dukungan
pimpinan kepada penulis tanpa adanya imbalan (Anti Korupsi).
2. Melakukan diskusi dengan rekan ASN dan Honorer lingkup Sub
Bagian Umum dan Kepegawaian terkait penataan arsip dan nilai
dasar ANEKA
Penulis akan mendiskusikan dan mengajak rekan ASN dan
Honorer bekerjasama menyelesaikan penataan arsip agar prosesnya lebih
cepat dan agar rekan ASN menyadari pentingnya penataan arsip yang
baik serta menyadari bahwa penataan arsip adalah tanggungjawab
bersama(nasionalisme)selain itu penulis akan menjelaskan berdasarkan
pengetahuan penulis mengenai nilai-nilai ANEKA agar rekan ASN dan
Honorer bisa menjadi pelayan publik yang bermutu (komitmen mutu) dan
ikut merasa bertanggungjawab atas penataan arsip yang baik
(akuntabilitas)
3. Melakukan Sosialisasi tentang pengelolaan arsip digital
Dengan melaksanakan penataan arsip dengan tepat dan disiplin
maka proses kegiatan berjalan dengan baik, efektif dan efisien
(akuntabilitas)dengan arsip yang tertata rapi maka proses kegiatan di
lingkup Dinas Ketahanan Pangan akan lebih baik (komitmen mutu)
didalam pelaksanaannya penulis akan menggunakan sarana dan
prasarana yang ada dan akan berkonsultasi dengan sopan kepada atasan
dan bendahara (etika publik) terkait kekurangan sarana prasarana yang
dibutuhkan sesuai.

31
BAB IV
CAPAIAN HASIL AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

A. Capaian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

Berdasarkan hasil aktualisasi yang dilaksanakan dari tanggal 15


November sampai dengan tanggal 18 Desember 2019 di tempat tugas
saya sebagai Pengelola Data di Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka
Utara diuraikan sebagai berikut:

Tabel. 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi


Nilai-Nilai Dasar ANEKA

No. Uraian Waktu Capaian Hasil Keterangan


Kegiatan Pelksanaan

Konsultasi Tanggal 25 Terwujudnya Waktu


1. dengan s/d 26 dukungan pelaksanaan
Pimpinan dan November dalam dimundurkan 1
Mentor terkait 2019 pelaksanaan minggu dri jadwal
rancangan dan aktualisasi rancangan karena
tahapan menyesuaikan
kegiatan jadwal Pimpinan
Aktualisasi
Diskusi Lintas Tanggal 25 Terselenggaran Waktu
2. Irban dan November ya diskusi serta pelaksanaan
Sekretariat s/d 06 adanya saran dimundurkan 1
Desember dan masukan minggu dri jadwal
2019 rancangan karena
menyesuaikan
jadwal kegiatan di
kantor
Sosialisasi Tanggal 05 Terlaksananya Tahapan
3. terkait s/d 06 sosialisasi dan Terlaksana sesuai
Rancangan Desember adanya rancangan
Aktualisasi 2019 kesatuan
tentang pemahaman
Optimalisasi konsep tentang
pengelolaan tata kelola arsip
arsip Elektronik eletronik
Adanya SOP
4. Membuat SOP Tanggal 10 Arsip Elektronik Terlaksana susuai
Penataan Arsip s/d 13 LHP rancangan
Elektronik LHP Desember
2019

32
-
5. Pengumpulan - Kegiatan
Dokumen/Arsip dieliminasi
LHP dimasukkan ke
kegiatan ke 6
menjadi tahapan
kegiatan
penatausahaan
arsip elektronik

i. Aksesibilita
6 Penatausahaan Tanggal 03 s Arsip Terlaksana sesuai
Arsip elektronik s/d 15 LHP efektif rancangan
menggunakan Desember dan efisien
media Online 2019 ii. Optimalnya
penataan
arsip
elektronik
LHP
iii. Database
Arsip
elektronik
LHP
iv. Dokumenta
si Kegiatan

7 Penyusunan Tanggal 15 Tambahan


Tersusunnya
Laporan s/d 17 Laporan Kegiatan
Desember Aktualisasi
2019

Penjelasan secara rinci mengenai capaian kegiatan aktualisasi


nilai-nilai dasar profesi PNS ditampilkan sebagai berikut:

Tabel 4.2 Kegiatan 1 (Konsultasi dengan Pimpinan dan Mentor

33
terkait rancangan dan tahapan kegiatan Aktualisasi)

Tanggal Pelaksanaan Senin, 25 November 2019


1. Menyiapkan Dokumen
konsultasi

Gambar 4.1 Hardcopy rancangan aktualisasi

2. Melakukan konsultasi
dengan atasan
langsung dan
mejelaskan secara
singkat isi rancangan
dan tahapan kegiatan

Gambar. 4.2 Menyerahkan Hardcopy rancangan


Aktualisasi ke Inspektur Daerah

34
Gambar. 4.3. Peserta menjelaskan secara ringkas isi dan
tahapan rancangan

3. Persetujuan Inspektur
daerah akan tahapan
kegiatan aktualisasi di
kantor Inspektorat
Daerah Kab. Kolaka
Utara dan
penandatanganan
surat persetujuan.

Gambar. 4.5 Persetujuan pimpinan terkait jadwal kegiatan


aktualisasi

4. Konsultasi dengan
Mentor terkait jadwal
pelaksanaan setiap
tahapan setelah
mendapat persetujuan
Inspektur Daerah dan

35
Membuat jadwal
bimbingan

Gambar. 4.6 Bimbingan dengan Mentor

Gambar 4.6.1 Lembar Bimbingan Mentor


Deskripsi Output Kualitatif Kegiatan:
Terwujudnya dukungan dalam pelaksanaan Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Pertanggungjawaban, Laporan, Arahan Pimpinan)
2. Nasionalisme (konsultasi, menghormati, diskusi, musyawarah, tenggang
rasa)
3. Etika Publik (Komunikasi, sopan santun, tulus)
4. Komitmen Mutu (Efektif, Kualitas)
5. Anti Korupsi (Disiplin, Jujur, Tepat Waktu, Pelaksanaan kegiatan di jam
istrahat, Izin penggunaan fasilitas kantor )

Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi:


Pelaksanaan kegiatan konsultasi dengan Pimpinan dan Mentor ini dengan cara
menerapkan internalisasi nilai Aneka yaitu dengan cara yg transparan, sopan,
jelas dalam pelaksanaan tugas, musyawarah, konsultasi, serta jujur dapat
mendukung pencapaian visi organisasi yaitu Menjadikan Kolaka Utara
Kabupaten Madani, serta merupakan wujud dari misi menyelaraskan
penyelenggaraan pemerintahan.
Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Dengan Nilai-Nilai Dasar:
Tahapan Ke-1: Menyiapkan Dokumen konsultasi
Pada tahap ini untuk mengefektifkan waktu dibuat surat persetujuan
pelaksanaan aktualisasi sebagai dasar melaksanakan program aktualisasi
pelatihan dasar CPNS agar pelaksanaan konsultasi dapat berlangsung
secara efektif (Komitmen Mutu), saya kemudian membuat print out materi
rancangan aktualisasi sesuai yang telah diseminarkan pada seminar
rancangan aktualisasi untuk diperlihatkan kepada pimpinan sebagai bentuk
pertanggung jawaban saya sebagai bawahan yang ditugaskan untuk
melaksanakan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN (Akuntabilitas) dalam
masa habituasi, menurut rancangan telah diprint dengan rapi dan bersih
kemudian dimasukkan kedalam map sebagai bentuk kesopanan dan

36
penghargaan kepada atasan dalam menyerahkan dokumen kepada (Etika
Publik) dokumen sebagai bahan pendukung melakukan konsultasi
(Nasionalisme) dokumen disipakan dengan memperhatikan nilai-nilai
kejujuran dan pelaksanaan konsultasi dilaksanakan di jam istrahat
sehingga tidak mengganggu produktivitas kerja (Anti Korupsi).

Tahapan Ke-2: Menghadap Inspektur dan Menyerahkan Hardcopy


Rancangan dan mejelaskan secara singkat tahapan kegiatan
Setelah menyiapkan hardcopy rancangan saya menghadap pimpinan
dengan terlebih dahulu mengetuk pintu ruangan dan memberi salam dan
menjabat tangan Inspektur Daerah sebagai bentuk kesopanan (Etika
Publik) agar terbangun suasana konsultasi yang lebih terbuka dengan
atasan, dan setelah di persilahkan duduk saya menyampaikan maksud dan
tujuan. lalu menyerahkan harcopy rancangan sebagai wujud laporan
aktualisasi (Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan), untuk
mengefektifkan waktu saya menjelaskan secara singkat dan jelas detail
kegiatan-kegaiatn yang akan dilaksanakan selama masa habituasi
(Komitmen Mutu) karena hal ini terkait juga dengan izin penggunaan
fasilitas publik/organisasi pada pada saat pelaksanaan tahapan kegiatan,
yang mana harus sepengetahuan atasan dan hal ini saya sampaikan
dengan jujur (Anti Korupsi), lalu pimpinan selaku pemberi kewenangan
memberi arahan yang memadai, motivasi dan saran-saran
(Akuntabilitas dalam hubungan) untuk memudahkan pelaksanaan
tahapan kegiatan ditengah pelaksanaan tugas-tugas harian sebagai staf
inspektorat daerah, saya mendengarkan arahan dengan baik dan penuh
rasa hormat (Nasionalisme).
Tahapan Ke-3 : Persetujuan Inspektur daerah terkait tahapan kegiatan
yang akan dilaksanakan dilingkup inspektorat daerah dan
penandatanganan surat persetujuan
Pada tahap ini setelah mendiskusikan kegiatan beserta detail tahapannya
dengan pimpinan, saya kemudian dengan Tulus meminta izin dan
persetujuan inspektur untuk melaksanakan kegiatannya berikutnya agar
kegiatan ini dapat berjalan dengan dukungan penuh dri pimpinan (Etika
Publik) dan sebagai bukti pelaporan pertanggung jawaban kami
meminta inspektur untuk menandatangani surat persetujuan pelaksanaan
kegiatan (akuntabilitas) dan untuk efektifitas, agar pelaksanaan kegiatan
selanjutnya dapat segera dilaksanakan (Komitmen Mutu), kegiatan
dilaksanakan dengan menerapkan disiplin waktu (Anti Korupsi),
prinsip-prinsip musyawarah, hormat menghormati, dan tenggang
rasa (Nasionalisme)

Tahapan Ke-4: Konsultasi dengan Mentor terkait jadwal pelaksanaan


setiap tahapan setelah mendapat persetujuan Inspektur Daerah dan
Membuat jadwal bimbingan

37
Ditahap ini setelah berkonsultasi dan mendapat persetujuan pimpinan,
sebagai bentuk pertanggung jawaban laporan kepada mentor, saya
menhadap mentor dan melaporkan hasil konsultasi dengan pimpinan
(Akuntabilitas), saya menyampaikan hasil konsultasi dengan sopan
(Etika publik) sehingga laporan dapat diterima dengan baik, lalu
menjelaskan tahapan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan selama
masa habituasi dan mendiskusikan kemungkinan hambatan yang akan
dihadapi dalam pelaksanaannya dan bagaimana cara mengatasinya
(Nasionalisme), hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaannya tidak ada
tahapan yg kemudian tidak dilaksanakan yang mana hal tersebut dapat
mempengaruhi hasil dan kualitas aktualisasi (Komitmen Mutu),
sehingga aktualisasi dapat diselesaikan dengan tepat waktu (Anti
Korupsi)
Keterkaitan Kegiatan dengan Peranan Kedudukan PNS Dalam NKRI:
Pelaksanaan kegiatan Konsultasi dengan pimpinan merupakan bentuk
pelaksanaan tugas dan fungsi saya sebagai staf pengelola data kepada atasan
dalam hal melaporkan kegiatan, sesuai dengan prinsip Mata Latsar Pelayanan
Publik dan Majajemen ASN dilakukan secara akuntabel, partisipatif, dan
responsive.
Analisis Dampak:
Jika kegiatan Konsultasi dengan Pimpinan dan Mentor ini dilaksanakan
dengan mengabaikan NilaiNilai ANEKA, maka akan memberikan sentiment
negative terutama dari atasan dan mentor dalam masa habituasi dan dapat
menyebabkan rendahnya mutu capaian hasil aktualisasi di lingkungan kerja, dan
akan memberikan dampaknegatif bagi diri pribadi karena menjadi ASN yang
tidak berANEKA dalam melaksanakan kewajibannya

Adapun dampak konsultasi dengan pimpinan dan mentor jika dilaksanakan


dengan mengedepankan nilainilai ANEKA, maka berdampak positif pada
meningkatnya kualitas capaian hasil aktualisasi karena akan mewujudkan
optimalisasi pengelolaan arsip eletronik menggunakan media cloud storage
sebagai salah satu wujud langkah awal organisasi perangkat daerah (OPD)
dalam menyongsong era revolusi industry 4.0,yaitu dengan megadopsi system
elektronik dan sentiment postif atasan terhadap kinerja kita sebagai ASN,
karena dalam melaksanakan kewajiban selalu mengedepankan nilai-nilai dasar
profesi ASN

Kegiatan 2. Diskusi Lintas Irban dan Sekretariat


Tanggal Pelaksanaan Tanggal 25 November 2019 s/d 06 Desember 2019,
1. Berdiskusi dengan
Sekretaris dan irban
tentang konsep

38
rancangan serta
Meminta saran dan
masukan

Gambar. 4.8 Diskusi bersama sekretaris dan Irban I

Gambar. 4.9 Diskusi bersama Irban


2. Berdiskusi dengan
Kasubag

39
Gambar. 4.9 Diskusi bersama Kasubag
3. Berdiskusi dengan
para staf dan auditor
tentang pengelolaan
arsip elektronik LHP
yang bersumber dari
hasil periksaan
auditor per wilayah
Irban

Gambar. 4.10 Diskusi bersama Auditor, Staf,dan PTT

Gambar 4.11 Suasana Keleuargaan dalam pelaksanaan


Diskusi bersama staf dan auditor Inspektorat
Deskripsi Output Kualitatif Kegiatan:
Terselenggaranya diskusi serta adanya saran dan masukan

Nilai-Nilai Dasar:

40
1. Akuntabilitas (Transparans, Jelas, memberi saran yang memadai)
2. Nasionalisme (Kekeluargaan, Nilai Pancasila, Kesetaraan, antusias)
3. Etika Publik (Sopan, tulus, Tersenyum)
4. Komitmen Mutu (Efisiensi Waktu, Efektif, responsive, )
5. Anti Korupsi (Pelaksanaan Kegiatan di jam istrahat)
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi:
Pelaksanaan kegiatan Diskusi lintas irban dan sekretariat terkait optimalisasi
pengelolaan arsip elektronik secara baik, jujur, adil tidak membeda-
bedakan, sopan dan terbuka dapat mendukung pencapaian visi organisasi
yaitu menjadikan Kolaka Utara Kabupaten madani serta merupakan wujud
dari misi Tata kelola pemerintahan baik dan menyelaraskan
penyelenggaraan pemerintahan
Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Dengan Nilai-Nilai Dasar:
Tahapan Ke-1: Berdiskusi dengan Sekretaris dan Irban wilayah I
Pada tahap ini saya menemui sekretaris dan Inspektur Pembantu
(Irban ) Wilayah IInspektorat Daerah yang pada kesempatan yang
sama berkumpul dalam 1 waktu dan kesempatan, dan sebagai bentuk
sikap responsive mereka untuk mendukung kegiatan aktualisasi,
mereka bersedia untuk meluangkan waktu (Komitmen mutu) dalam
kondisi yang sederhana dan dilaksanakan di waktu istrahat agar
tidak mengganggu jam kerja (anti korupsi). Saya dengan sopan
(etika publik) menyampaikan tujuan dari di angkatnya isu rancangan
serta konsep penyelesaiannya secara transparan, jelas sehingga
output yang diharapkan dapat tercapai (akuntabilitas) sebagai kepala
kesekretariatan, sekretaris kemudian memberikan saran dan masukan
tentang pengarsipan di lingkup inspektorat daerah dan agar dalam
rancangan meperhatikan tata kelola, tugas dan fungsi inspektorat
daerah. Diskusi dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai
pancasila, asas kesetaraan, dan kekeluargaan (Nasionalisme)

Tahapan Ke-2: Berdiskusi dengan para Inspektur Pembantu (Irban)


Wilayah I, II dan III
Pada tahapan ini setelah berdiskusi dengan sekretaris di kesempatan
lain saya menemui para Irban yang sedang berkumpul dan dengan
sopan dan tulus (Etika Publik) meminta kesedian waktu
luang/istrahat mereka untuk mendiskusikan rancangan aktualisasi
yang kami angkat dalam seminar rancangan, diskusi dilakukan pada
jam istrahat agar tidak mengganggu produktifitas kerja mereka (Anti
Korupsi), setelah itu untuk mengefektifkan waktu saya menjelaskan
dengan dengan singkat agak waktu diskusi lebih efektif,(Komintmen
Mutu), kemudian mereka memberikan saran yang memadai untuk

41
kelengkapan rancangan (Akuntabilitas), diskusi juga dilakukan
dalam suasana yang nyaman, antusias, dan penuh rasa
kekeluargaan (Nasionalisme)
Tahapan Ke- 3 : Berdiskusi dengan para staf dan auditor tentang
pengelolaan arsip elektronik LHP
Pada tahap ini dimulai dengan saya mendatangi para auditor, staf, dan
PTT yang sedang berkumpul di teras kantor pada jam istrahat, saya
memilih waktu istrahat juga agar tidak mengganggu waktu kerja
(Anti Korupsi), saya menyapa mereka dengan wajah yang
tersenyum dan berbicara dengan sopan (Etika Publik) saat
meminta kesediaan mereka untuk meluangkan waktu istrahat mereka
sambil berdiskusi ringan tentang rancangan aktualisasi saya, setelah
itu sambil menikmati kudapan, untuk mengefisienkan waktu
(Komitmen Mutu) saya menjelaskan secara garis besar isu yang saya
angkat dalam rancangan, dan meminta tanggapan mereka, dimana
mereka adalah alur pertama dalam bisnis proses pengolahan data
LHP sebelum di setorkan ke kasubag administrasi umum, untuk
selanjutnya di lakukan pengarsipan dan alih media arsip, diskusi
dilakukan secara transparan (Akuntabilitas) dan dalam suasana
penuh kekeluargaan (Nasionalisme) sehingga diskusi dapat berjalan
dengan suasana hangat dan santai, namun output kegiatan tetap
dapat tercapai
Keterkaitan Kegiatan dengan Peranan Kedudukan PNS Dalam NKRI:
Pelaksanaan kegiatan diskusi lintas Irban dan sekretariat yang dilakukan
secara partisipatif, yang melibatkan beberapa stakeholder adalah wujud dari
pelaksanaan Mata Latsar Whole of Government (WoG), dan partisipasi aktif
dari sekretariat dan para irban beserta sataf dalam mendukung bisnis
proses pelaksanaan aktualisasi dalam hal optimalisasi penataan arsip
elektronik merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan pelayanan publik
yang optimal yang merupakan tanggung jawab seorang ASN
Analisis Dampak:
Jika kegiatan Diskusi dengan sekretariat dan Irban tidak dilakukan
dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN (ANEKA) yang pertama akan
berdampak pada penilaian negative atasan dalam hal ini sekretaris, para
Irban dan juga rekan-rekan ASN karena pelaksanaan tahapan kegiatan
hanya sekedar untuk memenuhi syarat selama masa habituasi, serta
berakibat pada kurangnya dukungan dalam melaksanakantahapan kegiatan
berikutnya dimana hal tersebut dapat mempengaruhi rendahnya mutu
capaian hasil rancangan kegiatan aktualisasi

Adapun dampak positif jika diskusi dengan sekretariat dan lintas irban

42
dilaksanakan dengan mengedepankan nilainilai ANEKA, maka
berdampak positif pada peningkatan kualitas capaian hasil aktualisasi dan
sentiment postif srekan sejawat/Stakeholder terhadap kinerja kita sebagai
ASN. adanya dukungan penuh dari rekan-rekan, karena dalam
melaksanakan kewajiban selalu mengedepankan nilai-nilai dasar profesi
ASN, yang akuntabel, beretika, nasionalis, mengutamakan mutu, dan
menanamkan sikap anti korupsi dalam keseharian kita selama menjalankan
tahapan kegiatan

Kegiatan 3. Sosialisasi terkait Rancangan Aktualisasi tentang


Optimalisasi pengelolaan arsip Elektronik

Tanggal Pelaksanaan Tanggal 05 Desember s/d 06 Desember 2019

1. Membuat
udangan, daftar
hadir, banner
sosialisasi, dan
Power point
rancangan
aktualisasi, serta
peminjaman alat
sosialisasi

43
Gambar 4.12 Pembuatan draft undangan, slide,
Banner, dan peminjaman Alat Proyektor Kantor
2. Menyebarkan
undangan kepada
irban dan staf

Gambar 4.13 Undangan Sosialisasi yang telah


diberi cap dan ditandatangani Sekretaris

3. Menyiapkan dan
memasang
perlengkapan
sosialisasi

44
Gambar 4.14 (dari atas ke bawah)Proses
Pemasangan Alat Proyektor, Kasubag Administasi
Umum membantu proses pemasangan alat,
pemasangan Banner sosialisasi dan uji coba
tampilan slide, siswi menyiapkan bahan persentase
sosialisasi
4. Melakukan
sosialisasi terkait
Optimalisasi
pengelolaan arsip
elektronik
menggunakan
mendia Online dan
penandatanganan
da

45
Gambar 4.15 Proses Pelaksanaan Sosialisasi
5. Melaporkan hasil
kegiatan
sosialisasi kepada
atasan dan mentor

Gambar 4.15 Melaporkan Hasil Kegiatan Sosialisasi


kepada Mentor dan Inspektur Daerah

46
Deskripsi Output Kualitatif Kegiatan:
Terselenggaranya Sosialisasi bersama staf dan auditor tentang optimalisasi
pengelolaan arsip elektronik menggunakan media online
Nilai-Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Asistensi, Paraf,Jujur, Konsisten, Pertanggungjwaban
Kegiatan)
2. Nasionalisme (Bahasa Indonesia, Adil, Sama, Menghormati,
Konsultasi))
3. Etika Publik (Sopa, Ramah, Tulus)
4. Komitmen Mutu (Tertib administrasi, Efektif, berkualitas)
5. Anti Korupsi (Pemakaian Fasilitas Pribadi, Izin penggunaan, Mandiri,
Jujur, LHP)
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi:
Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi terkait optimalisasi pengelolaan arsip
elektronik dilingkup inspektorat daerah dilakukan sesuai prosedur, tertib
administasi, Jujur, mandiri, transparan, dan mengedepankan asas
kemanusiaan saling hormat menghormati, tolong menolong, terbuka dapat
mendukung pencapaian visi organisasi yaitu menjadikan Kolaka Utara
Kabupaten madani serta merupakan wujud dari misi Tata kelola
pemerintahan baik dan menyelaraskan penyelenggaraan pemerintahan
Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Dengan Nilai-Nilai Dasar:

Tahapan Ke-1: Membuat Dokumen, banner sosialisasi, dan Power


point rancangan aktualisasi, serta peminjaman alat sosialisasi
Pada tahap ini saya memulai dengan mengecek jadwal kegiatan rutin
kantor agak kegiatan sosialisasi dapat dihadiri oleh sebagian besar
ASN maupun PTT, setelah jadwal ditetapkan saya membuat
kelengkapan dokumen sebagai bentuk tertib administrasi saya
(Komitmen Mutu) dokumen dibuat dengan menggunakan bahasa
Indonesia (Nasionalisme) yang baik dan sopan (Etika Publik), serta
baku (Komitmen mutu) agar pelaksanaan kegiatan tidak dilakukan
secara asal-asalan, dokumen disiapkan secara mandiri menggunakan
fasilitas pribadi, dan kemudian kami meminta izin untuk
menggunakan proyektor kantor karena (Anti korupsi), sebelum di
cetak, draft undangan di asistensi terlebih dahulu dengan sekretaris
dan setelah di ACC undangan di cetak (Akuntabilitas) sebagai tanda
bukti bahwa pelaksanaan kegiatan atas sepegetahuan pimpinan,
kemudian dilakukan penomoran, dan paraf (akuntabilitas) oleh
Kasubag Penyusunan Program dan Keuangan untuk selanjutnya di
tandatangani oleh sekretaris dan di stempel, sebelum disebar
(Komitmen Mutu),

Tahapan Ke-2: Menyebarkan undangan kepada para Irban beserta staf

47
Menyiapkan dan memasang kelengkapan sosialisasi
Ditahap ini Saya memperlakukan para irban maupun staf inspektorat
secara jujur (Akuntabilitas) adil, sama (Nasionalisme) saat
memberikan undangan sosialisasi sambil berbincang dengan ramah
dan sopan (Etika Publik) sehingga mereka bisa dengan senang hati
membantu proses pelaksanaan sosialisasi dan menyampaikan ke staf
lain, namun tidak berlarut-larut dalam berbincang untuk
mengefektifkan waktu (Komitmen Mutu), undangan disebar secara
mandiri (Anti Korupsi), setelah itu menyiapkan dan memasang
kelengkapan sosialisasi dimulai dengan saya membantu rekan
memasang Layar Proyektor, proyektortor dipasang dengan hati-hati
dan ditata rapi, untuk mendukung kualitas penyampaian informasi (
Komitmen Mutu ), saat pemasangan kasubag membantu dalam
persiapan, hal ini merupakan cerminan gotong royong dalam bekerja
(Nasionalisme), setelah itu saya menyiapkan bahan tayang dan
menyiapkan daftar hadir
Tahapan ke-3: Melakukan sosialisasi terkait Optimalisasi pengelolaan
arsip elektronik menggunakan mendia Online dan penandatanganan
dokumen
Setelah kelengkapan sosialisasi siap, Sosialiasi dimulai, kami dengan
hormat (Nasionalisme) mempersilahkan para staf ASN dan Honorer
untuk duduk, lalu mengucapkan salam pembuka dengan sopan dan
tulus (etika publik) untuk membuka kegiatan agar suasana
sosialisasi berjalan dengan terbuka, setelah dimulai daftar hadir
dibagikan dan menunjuk seorang kawan untuk menjadi notulen
pertemuan. Kemudian menayangkan slide rancangan aktualisasi untuk
mendukung kualitas sosialisasi (Komitmen Mutu), kemudian
menjelaskan secara detail konsep pengelolaan arsip elektronik
menggunakan media online, dan secara konsisten
(Akuntabilitas)meyakinkan rekan ASN dan honorer tentang manfaat
dari optimalisasi pengelolaan arsip elektronik, dan manfaatnya dalam
pengelolaan Laporan Hasil Pemeriksaan LHP (anti korupsi)
kedepannya.

Tahapan ke-4 : Melaporkan hasil kegiatan sosialisasi kepada atasan


dan mentor
Pada tahapan akhir kegiatan sosialisasi, hasil sosialisasi kemudian
dipaparkan dengan jujur dan sebenarnya kepada mentor (Anti
Korupsi) agar dapat diberikan masukan sesuai dengan kondisi dan
hasil sosialisasi serta sebagai bahan bimbingan, dan sebagai bahan
pertanggungjawaban kegiatan (Akuntabilitas) saya melaporkan
pelaksanaan kegiatan kepada atasan secara sopan dan terstruktur
(Etika Publik) dan sebagai bentuk tertib administrasi dilakukan

48
pembubuhan cap pada daftar hadir sosialisasi (Komitmen Mutu),
pembubuhan cap dan tanda tangan merupakan bagain akhir dari
kegiatan konsultasi (Nasionalisme)

Keterkaitan Kegiatan dengan Peranan Kedudukan PNS Dalam NKRI:


Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi secara partisipatif, yang melibatkan
beberapa stakeholder adalah wujud dari Whole of Government (WoG), dan
partisipasi aktif dari para rekan ASN dan honorer dalam mendukung bisnis
proses pelaksanaan aktualisasi dalam hal optimalisasi penataan arsip
elektronik LHP merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan pelayanan
publik yang optimal yang merupakan tanggung jawab seorang ASN
Analisis Dampak:
Jika kegiatan Diskusi dengan Sosialisasitidak dilakukan dengan
menerapkan nilai-nilai dasar ASN (ANEKA) akan berdampak pada
rendahnya output sosialisasi, subtansi kegiatan yang tidak tercapai.
rendahnya kualitas output dapat mengakibatkan rendahnya capaian hasil
aktualisasi, serta pandangan negative rekan-rekan ASN karena sikap kita
yang tidak sopan, menghargai,jujur, dan adil saat pelasanaan kegiatan,
proses yang tidak efisien sehingga sulit dipertanggungjawabkan,
Adapun dampak positif jika Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan dengan
mengedepankan nilainilai ANEKA, maka berdampak positif pada
meningkatnya kualitas capaian hasil aktualisasi dan sentiment positif rekan
sejawat/Stakeholder terhadap kinerja kita sebagai ASN, karena dalam
melaksanakan kewajiban selalu mengedepankan nilai-nilai dasar profesi
ASN

Kegiatan 4. Pembuatan SOP terkait penataan arsip elektronik

Tanggal Pelaksanaan Tanggal 10 s/d 13 Desember 2019


1. Membuat
rancangan daft
SOP

49
Gambar 4.16 Draft Rancangan SOP
2. Konsultasi dengan
bagian Sekretaris,
asistensi
rancangan

Gambar 4.17 Mengkosultasikan Draft SOP

Gambar 4.17.1 perbaikan draft oleh sekretaris


3. Mencetak dan
menandatangani
SOP Arsip

50
Elektronik

Gambar 4.18 Pembubuhan paraf oleh Sekretaris

Gambar 4.17.2 SOP yang telah dibubuhi Cap


Deskripsi Output Kualitatif Kegiatan:
Tersedianya SOP Arsip Elektronik
Nilai-Nilai Dasar:
1.Akuntabilitas (arahan, mudah, jelas, rinci, paraf,
pertanggungjawaban)
2. Nasionalisme (Konsultasi, tidak memaksa)
3. Etika Publik (sopan, Hormat)
4. Komitmen Mutu (Kualitas, efektif, efisien, layak)
5. Anti Korupsi (Mandiri, disiplin, pelaksanaan di waktu istrahat)
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi:
Pelaksanaan kegiatan Pembuatan SOP arsip elektronik secara Jelas,
Konsisten, terinci, efektif dan efisien dapat mendukung pencapaian visi
organisasi yaitu menjadikan Kolaka Utara Kabupaten madani serta
merupakan wujud dari misi Tata kelola pemerintahan baik dan
menyelaraskan penyelenggaraan pemerintahan

51
Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Dengan Nilai-Nilai Dasar:
Tahapan Ke-1: Konsultasi bagian Sekretariat dan membuat draft SOP
Pada tahapan ini, sebelum menbuat draft SOP Arsip elektronik, saya
terlebih dahulu mendatangi kasubag, dengan sopan meminta izin
untuk berkosultasi (Etika Publik) terkait pembuatan draft SOP, lalu
saya menyampaikan terkait perlunya dibuat SOP terkait Arsip digital
ini dikarenakan belum ada SOP terkait hal tersebut, guna menjamin
standar dan kualitas mutu Arsip digital nantinya (Komitmen Mutu),
serta ketertiban penyelenggaran pemerintahan, kasubag lalu memberi
arahan dan masukan terkait pembuatan sop dan saya melaksanakan
arahan tersebut (Akuntabilitas hubungan) dan menayarankan
untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan sekretaris, setelah itu saya
lalu membuat draft SOP yang natinya akan sy ajukan ke Sekretaris
sebagai bahan konsultasi (Nasionalisme), draft dibuat secara
mandiri (Anti Korupsi), dengan prinsip mudah dan jelas
(Akuntabilitas) efisien dan efektif, serta prinsip keselarasan
dengan dengan sop terkait (Komitmen mutu)dansesuai ketentuan
yang tertuang pada PermenPAN dan RB Nomor 35 tahun 2012
tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur
Administrasi Pemerintahan
Tahapan ke-2 : Konsultasi dengan sekretaris
Pada tahap ini saya dengan hormat meninta izin (Etika Publik) waktu
untuk melakukan konsultasi dengan Sekretaris Inspektorat Daerah
terkait draft SOP yang telah saya buat dan mengkosultasikan
(Nasionalisme) sistem pengarsipan yang saya ajukan, yang
dituangkan pada tahapan bisnis proses SOP Arsip Elektronik,
sekretaris lalu meminta saya menjelaskan flowchat yang dibuat, dan
tahapan-tahapannnya secara rinci, saya kemudian menjelaskan
secara jelas dan rinci (Akuntabilitas), singkat untuk
mengefektifkan waktu (Komitmen Mutu), setelah itu sekretaris
memberikan umpan balik, masukan untuk pernyempurnaan SOP, dan
dilakukan perbaikan di waktu yang sama, agar SOP dapat langsung
dicetak untuk ditandatangani Surat Keputusan penetapan SOP oleh
inspektur, kegiatan dilakukan secara mandiri dan dilaksanakan
pada jam istarahat (Anti Korupsi)
Tahapan ke-3 : Mencetak dan Menandatangani SOP Arsip Digital LHP
Saya mencetak draft SOP Arsip Elektronik LHP yang telah
disempurnakan dengan menggunakan kertas dan print yang sudah
tersedia di kantor secara efisien (komitmen mutu). Setalah
mencetak draft SOP, saya dengan sopan dan santun (etika publik)
terlebih dahulu menyerahkan konsideran SOP yang saya buat untuk

52
periksa dan divalidasi kembali, dilakukan perbaikan pada draft yang
telah dicetak pada susunan dan dasar hukum yang digunakan,
setelah di asistensi, dilakukan kembali perbaikan pada surat
keputusan, dan Sekretaris memberikan paraf terlebih dahulu sebagai
bukti draft telah diperiksa dan disetujui (Akuntabilitas), saya
kemudian menemui Inspektur Daerah untuk meminta beliau
memeriksa draft SOP tersebut. Setelah diperiksa dan dianggap layak
(komitmen mutu), saya dengan sikap tidak memaksa
(nasionalisme) meminta tanda tangan beliau pada SOP tersebut
agar dapat digunakan secara disiplin (anti korupsi) dan
bertanggung jawab (akuntabilitas) oleh atasan dan jajarannya di
inspektorat daerah kab. Kolaka utara

Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Peranan Kedudukan PNS


Dalam NKRI:
Pelaksanaan kegiatan membuat SOP Arsip Elektronik dilakukan secara
partisipatif melibatkan beberapa stakeholder yakni atasan langsung dan
jajarannya. Selain itu saya juga melakukan konsultasi sebagai wujud dari
pelaksanaan mata latsar Whole of Government (WoG) agar kegiatan dapat
berjalan dengan lancar. Adanya dukungan dan partisipasi dari dari pihak-
pihak yang terlibat dalam pembuatan SOP adalah wujud dari
tanggungjawab ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan serta
perekat dan pemersatu bangsa.
Analisis Dampak:
Jika kegiatan membuat SOP arsip elektronik tidak dilaksanakan
dengan mengabaikan Nilai-Nilai Dasar ASN (ANEKA), maka berdampak
pada rendahnya mutu sistem pengarsipan elektronik di inspektorat daerah
kab. Kolaka Utara.
Adapun dampak adanya kegiatan membuat SOP Arsip Elektronik jika
dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai ANEKA, maka
berdampak pada tercapainya output kegiatan yaitu tersedia standarisasi
penataan kearsipan khusunya arsip elektronik pada inspektorat daerah.

Kegiatan 5. Penatausahaan Arsip Elektronik (LHP) Menggunakan


Media Online

Tanggal Pelaksanaan Tanggal 03 s/d 15 Desember 2019

1. Mengumpulkan
Arsip Laporan
Hasil Pemeriksaan
(LHP) (Arsip media
kertas dan

53
elektronik) dan
Mengklasifikasikan
Dokumen

Gambar 4.19 Arsip Media Kertas dan Digital LHP


2. Alih Media Arsip
(LHP), Pembuatan
Database Arsip

Gambar 4.20 Proses Alih Media Arsip

Gambar. 4.20.1 Proses pengimputan DataBase

54
Gambar 4.21 Database Arsip Digital LHP

Gambar 4.22 Aplikasi Microsoft Acces untuk


pendataan Arsip Digital yang telah dialih media
3. Menyiapkan media
Penyimpanan
online
(Menentukan jenis
media online
storage)Membuat
atau mendaftarkan
akun pada online
storage
Gambar 4.23 Aplikasi dan Akun Media Online yang
digunakan untuk media penyimpanan
4. Upload Arsip
Digital ke Media
Online Storage

55
Gambar 4.24 Proses Uploading Arsip Digital ke
Media Online

Gambar 4.24 Arsip Digital selesai di upload ke


Media Online

Deskripsi Output Kualitatif Kegiatan:


Optimalnya pengelolaan arsipelektronik LHP, Database, Aksesibiltas Arsip
yang mudah dan Murah
Nilai-Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (pertanggungjawaban, pelayanan, memperbaiki
kinerja)
2. Nasionalisme (berkerja sama, membantu, bahasa indonesia,
menolong)
3. Etika Publik (cepat, menjaga kebersihan, sopan, berdaya guna)
4. Komitmen Mutu (efisien, efektif, cermat,teliti, kualitas)
5. Anti Korupsi (transparent, mandiri, meminta izin, pelaksanaan di jam
istrahat)
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi:
Pelaksanaan kegiatan Penatausahaan arsip Elektronik melalui media
Online yang dilaksanankan Secara tertib, Transparant, Inovatif,

56
bertanggung jawab, Efektif dan efisien mendukung terwujudnya Visi Kab.
Kolaka Utara Kabupaten Madani, dan Misi Kolaka Utara yaitu
penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, efisien,
akuntabel dan bebas korupsi.
Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Dengan Nilai-Nilai Dasar:
Tahapan Ke-1: Mengumpulkan Arsip Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) Arsip Media Kertas dan Arsip Digital dan mengkalsifikasikan
arsip
Pada tahap ini saya memulai dengan sopan (Etika Publik) meminta
izin kepada kasubag (Anti Korupsi) untuk mengakses Arsip LHP
pemeriksaan regular OPD dan mejelaskan tujuan akses sebagai
bentuk pertanggungjawaban bahwa Laporan hanya akan digunakan
untuk tujuan kelengkapan pelaksanaan aktualisasi (Akuntabilitas),
beliau lalu menjukan Lokasi penyimpanan dan membantu serta
menolong saya (Nasionalisme) dalan menyiapkan arsip
konvensional dan folder penyimpanan Arsip Digital yang sebelumnya
telah dialih media, kerjasama yang dilakukan dalam menyiapkan
Dokumen sangat mengefektifkan waktu pelaksanaan kegiatan
(Komitmen Mutu), setelah arsip terkumpul, di lakukan
pengklasifikasian berdasarkan jenis arsip (LHP regular OPD dan
Desa), serta tahun pemeriksaan untuk memudahkan proses alih
media dan pencatatan arsip (Komitmen Mutu)
Tahapan ke-2: Alih media arsip LHP, dan pembuatan database arsip
Setelah dokumen/Arsip media kertas dan digital dikumpulkan,
dipisah/diklasifikasikan berdasarkan jenis dan tahun pemeriksaannya,
saya dengan cermat dan teliti (Komitmen Mutu) memeriksa arsip,
lalu ditemukan bahwa Arsip LHP pemeriksaan Tahun 2017 belu
dilakukan alih media menjadi arsip Digital, LHP pemeriksaan Tahun
2018 dan 2019 telah dilakukan alih Media,sehingga alih media hanya
dilakukan pada arsip LHP untuk pemeriksaan tahun 2017. Alat alih
media berupa mesin Scanner Fujitsu disiapkan, Sesuai dengan
standarisasi Alih media yang telah dibuat (Komitmen Mutu), untuk
alih media Arsip LHP digunakan perangkat scanner fujitsu yang telah
tersedia di Kantor inspektorat daerah, kemudian plastik jilid dilepas
dengan hati-hati agar tidak merusak dokumen, dan melakukan
scaning arsip secara teratur, proses scanning dilakukan secara
mandiri pada jam istrahat (Anti Korupsi), arsip hasil alih media
laludibuatkan database menggunakan aplikasi untuk memudahkan
pertanggungjawaban dan permintaan data (Akuntabilitas), daftar
disusun menggunakan tata penulisan bahasa indonesia yang baik
(Nasionalisme), dalam proses pelaksanaannya dilakukan dengan
baik dan sampah residu kertas jilid langsung dibuang ketempat
sampah(Etika Publik), hasil alih media lalu dibuatkan berita acara

57
alih media yang memuat informasi dokumen, alat yang digunakan dan
jumlah arsip yang dialihmedia,yang ditandatanagani oleh Kasubag
dan sekretaris (Akuntabilitas),
Tahapan ke-3 :Menyiapkan media penyimpanan online, dan mengatur
hak akses
Pada tahap ini setelah saya melakukan alih media, saya kemudian
memilih yang akan digunakan sebagai media cloud storage dengan
mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari setiap layanan
cloud storage. Media cloud storage yang digunakan adalah google
drive dengan pertimbangan bahwa google drive merupakan aplikasi
bawaan untuk Google dan telah terintegrasi dengan semua produk
layanan Google dan aplikasi bawaan handphone yang menggunakan
sistem operasi android sehingga peng-install-an media hanya akan
dilakukan pada handphone dengan sistem operasi diluar android.
Disamping itu layanan cloud storage ini memiliki fiture pengelolaan
hak akses untuk menjaga keamanan data yang di-upload (Komitmen
Mutu), sehingga memudahkan akses data dan informasi untuk
memudahkan pelayanan dan pelaksanaan tugas-tugas
(Akuntabilitas), setelah itu dilakukan pembuatan dan pendaftaran
akun email organisasi yang baru, karena akun resmi yang lama login
di banyak perangkat handphone dan komputer staf, sementara LHP
memiliki limited acces, kegiatan dilakukan dengan transparan (Anti
Korupsi), setelah itu didaftar akun yang akan diberikan hak akses,
saya lalu meminta dengan sopan (Etika Publik) akun email yang
akan didaftarkan dan d atur hak aksesnya, kemudian sy membantu
(Nasionalisme) menjelaskan cara penggunaannya.
Tahapan ke-4 : Upload dokumen arsipp digital ke media online
storage, dan Melakukan uji coba download Arsip
Pada tahap ini setelah akun dibuat mendaftarkan akun yang akan
diberikan hak akses, saya kemudian login ke akun Google Drive,
dengan teliti(Komitmen Mutu) saya memilih satu persatu folder
yang akan di upload, proses dilakukan secara transparan (Anti
Korupsi)proses ini untuk menunjang peningkatan sistem
pengadministrasian demi memperbaiki kinerja (Akuntabilitas),
tahapan ini dilaksanakan secara tanggap, cepat, akurat dan
berdaya guna (Etika Publik), setalah itu secara bersama-sama
(Nasionalisme) dilakukan uji coba download dokumen melalui media
elektronik (Komputer,Laptop, dan Handphone).
Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Peranan Kedudukan PNS
Dalam NKRI:
Pelaksanaan kegiatan Upload arsip digital ke media online storage sebagai
wujud dari Whole of Government (WoG) agar kegiatan dapat berjalan
dengan lancar. Adanya dukungan dan partisipasi dari dari pihak-pihak

58
yang terlibat dalam proses upload dokumen adalah wujud dari
tanggungjawab ASN sebagai pelayan publik, menjalankan kebijakan
publikserta perekat dan pemersatu bangsa.
Analisis Dampak:
Jika kegiatan upload arsip digital dilaksanakan dengan mengabaikan
Nilai-Nilai Dasar ASN (ANEKA), maka berdampak pada kurang
tercapainya kuallitas output yang di harapkan dari proses upload dokumen,
karena ketidak telitian, tidak transparan, akurat dan berdaya guna dalam
pelaksanaanya, selanjutnya dapat mempengaruhi rendahnya kualitas hasil
aktualisasi
Adapun dampak adanya kegiatan upload arsip digital ke media
Onlinejika dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai ANEKA,
maka berdampak terlaksananya tahapan kegiatan upload dokumen sesuai
jadwal yang direncanakan dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Tabel 4.7 Kegiatan 6 (Penyusunan Laporan)

Tanggal Pelaksanaan 13 – 14Desember 2019


1. Mengumpulkan bukti-
bukti habituasi

Ket: SOP, daftar hadir dan lembar


persetujuan, Undangan

Gambar 4.25 Resume Aturan tentang


pengarsipan sebagai acuan pelaksanaan

59
2. Konsultasi dengan
Coach/Pembimbing
terkait penyusunan
laporan

Ket: Screenshot Konsultasi dengan coach


via whatsap
3. Menyusun Laporan
Aktualisasi pada
tanggal 13-14
Desember 2019

Ket : Penyusunan Laporan Aktualisasi


Deskripsi Output Kualitatif Kegiatan:
Terwujudnya Laporan Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (transparansi, jelas, bertanggung jawab)
2.Nasionalisme (bekerja sama, bahasa indonesia)
3.Etika Publik (peduli)
4. Komitmen Mutu (efektif,kreatifitas dan efisien)
5. Anti Korupsi (jujur, bertanggungjawab,amanah)
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi:
Pelaksanaan kegiatan penyusnan laporanhasil habituasi dilakukan secara
akuntabilitas, baik, jujur, sopan dan terbuka dapat mendukung
pencapaian visi organisasi yaitu menjadikan Kolaka Utara Kabupaten

60
madani serta merupakan wujud dari misi Tata kelola pemerintahan baik ,
efisien, efektif, akuntabel, dan bebas dari korupsi.
Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Dengan Nilai-Nilai Dasar:
Tahapan Kegiatan 1: Mengumpulkan bukti-bukti habituasi
Pada tahap ini saya secara jujur (anti korupsi)mengumpulkan
bukti-bukti dan bahan untuk penyusunan laporan. Saya meminta
secara sopan(etika publik) agar bisabekerja sama(nasionalisme)
dengan teman sekantor untuk menyiapkan beberapa bukti berupa
daftar hadir dan undangan. Beberapa bukti dokumentasi saya ambil
dari Hp teman kantor agar foto yang dihasilkan lebih efektif dan
meyakinkan (komimen mutu). Semua bukti-bukti habituasi yang
saya kumpulkan seperti dokumentasi, surat persetujuan pimpinan,
undangan dan daftar hadir dapat saya
pertanggungjawabakan(akuntabilitas)kebenarannya.

Tahapan Kegiatan 2: Konsultasi dengan Coach/Pembimbingterkait


penyusunan laporan
Pada tahap ini saya mengucapkan salam terlebih dahulu melalui via
whatshap sebelum berkonsultasi. Kemudiaan saya menyampaikan
pertanyaan secara sopan (etika publik) dan jujur (anti korupsi)
terkait kebimbangan saya dalam menyusun laporan. Saya
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
(nasionalisme)dalam menulis pesan. Pertanyaan ini saya
sampaikan secara singkat dan jelas agar lebih efektif dan efisien
(komitmen mutu). Saya melaksanakan pertanyaan ini untuk dapat
meneympurnakan laporan saya agar dapat
dipertanggungjawabkan (akuntabilitas)

Tahap 3 : Menyusun Laporan Aktualisasi


Pada tahap ini saya menyusun laporan sebagai bentuk
pertanggungjawabkan (akuntabilitas) selama masa habituasi.
Saya menyusun laporan secara jujur (anti korupsi)berdasarkan
petunjuk daricoach. Sebagai bentuk kepedulian(etika publik)
terhadap hasil laporan ini, saya secara kreatif(komitmen mutu)
membuat grafik untuk memudahkan pembacaan data. Saya juga
bediskusi(nasionalisme) dengan mentor dalam penyusunan
laporan ini. Laporan yang saya buat berdsarakan data-data yang
kredibel yang telah saya lakukan selama proses habituasi sehingga
dapat dipertanggungjawabkan(akuntabilitas) hasilnya.

Penjelasan Keterkaitan Tahapan Kegiatan Peranan Kedudukan PNS


Dalam NKRI:
Pelaksanaan kegiatan penyusunan laporan selama masa
habituasimerupakan salah satubentuk tugas saya sebagai CPNS dalam
menyelesaikan tugas latsar dalam mencapai ASN 100%. Sedangkan
kegiatan latsar ini adalah salah satu bentuk dari peran ASN sebagai

61
pelaksana kebijakan dalam NKRI. Sehingga pada saat saya melkukan
penyusuna laporan artinya saya telah melaksanakn peran ASN sebagai
pelaksana kebijakan.

Analisis Dampak:
Jika kegiatan penyusunan laporan ini dilaksanakan dengan
mengabaikan Nilai-Nilai Dasar ASN (ANEKA), maka berdampak pada
timbulnya sentiment negatif terhadap pembimbingpada saat berkonsultasi
sehinggahasil laporan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga
tujuan dari kegiatan latsar ini tidak akan tercapai.Padahal ASN sebagai
pelaksana kebijakan, Pelayan Publik, dan Perekat Pemersatu Bangsa
wajib menginternalisasi Nilai-nilai aneka dalam setiap sikap dan tindakan
yang dilakukannya.

Adapun dampak adanya kegiatan pembuatan rekomendasi SKTM


sesuia SOP jika dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai
ANEKA maka berdampak pada timbulnya kenyamanan saat
berkonsultasi dengan pembimbing sehingga hasil dari laporan ini benar-
benar transparansi dan dapat dipertanggungjawabkan. Serta terciptanya
sentiment positif dari pembimbing dan mentor terhadap kita karena dalam
melaksanakan kewajiban selalu mengedepankan nilai-nilai dasar profesi
ASN.

62
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelaksanaan aktualisasi ini berangkat dari adanya
permasalahan mengenai belum optimalnyapengelolaan arsip digital
di lingkup Inspektorar Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Olehnya
dilakukan aktualisasi yaitu optimalisasipengelolaan arsipelektronik
melauli media online di lingkup Inspektorat Daerah Kabupaten
Kolaka Utarapada tanggal 15 November sampai 18 Desember 2019.
Pengelolaan arsip elektronik menggunakan media online adalah
proses penyimpanan, dan backup data arsip hasil alih media,
dokumen media kertas yang telah di alih media menggunakan
metode scanning kedalam media penyimpanan berupa computer,
hardisk, dan kemudian melakukan uploading ke akun penyimpanan
media online, untuk memudahkan akses data kapan saja dibutuhkan
saat arsip konvensional tidak ada.
yang dimaksud adalah . Pelaksanaan aktualisasi dan habituasi
nilai-nilai dasar, peran, dan kedudukan ASN dalam optimalisasi
pengelolaan arsip elektronik melalui media online tertuang dalam 6
(Enam) kegiatan sebagai berikut:
1. Melakukan konsultasi dengan atasan dan mentor, dengan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN meliputi akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi;
2. Melakukan diskusi lintas irban dan sekretariat, dengan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN meliputi akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi;
3. Melakukan Sosialisasi terkait rancangan aktualisasi, dengan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN meliputi akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi;

63
4. Membuat SOP arsip elektronik, dengan mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar ASN meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi;
5. Penataushaaan arsip elektronik melalui media online, dengan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN meliputi akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi;
B. Saran
Pelaksanaan aktualisasi dan habituasi ASN di unit kerja
memberikan pengaruh terhadap optimalisasi engelolaan arsip digital
di lingkup inspektorat daerah. Terlebih dalam melakukan aktualisasi,
ASN juga menerapkan nilai-nilai dasar ASN meliputi Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi pada
tahapan kegiatan sehingga memberikan manfaat baik pada individu
ASN, Inspektorat Daerah Kab. Kolaka Utara, maupun masyarakat
pemerlu pelayanan.
Meskipun optimalisasi pengelolaan arsip elektronik telah
dilakukan di lingkup Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara,
namun dirasa perlu untuk dilakukan peningkatan system dan
perangkat pendukung untuk system pengarsipannya, dengan
menggunakan metodologi dan teknologi terkini, demi menyongsong
revolusi industry 4.0.

64
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara RI, Akuntabilitas, Modul Pelatihan Dasar


Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Lembaga Administrasi Negara RI, Anti Korupsi, Modul Pelatihan Dasar


Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Lembaga Administrasi Negara RI, Etika Publik, Modul Pelatihan Dasar


Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Lembaga Administrasi Negara RI, Komitmen Mutu, Modul Pelatihan Dasar


Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Lembaga Administrasi Negara RI, Nasionalisme, Modul Pelatihan Dasar


Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Lembaga Administrasi Negara RI, Manajemen ASN, Modul Pelatihan


Dasar Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Lembaga Administrasi Negara RI, Pelayanan Publik, Modul Pelatihan


Dasar Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Lembaga Administrasi Negara RI, Whole of Governance, Modul Pelatihan


Dasar Calon PNS. LAN RI, Jakarta, 2017

Kepmensos No 10/HUK/2007 tentang Pedoman Bimbingan Teknis


Jabatan Fungsional Pekerja Sosial.

PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil

UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

UU Nomor 43 tahun 2009 Tentang Kearsipan

UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

65
Budiman, M. Rosyid, Dasar Pengelolaan Arsip Elektronik (Badan Perpustakaan
dan Arsip Daerah Provinsi DIY, 2009), 3. http://bpadjogja.info/public/articl
e/113/e111a6b6d920969bcfa9eb696
e14fba7.pdf. Diakses pada 12 November 2019

66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
Lampiran :

Organisasi : Inspektorat Daerah Kabupaten Kolaka Utara


Unit Pengolah : Sub Bagian Administrasi Umum, Evaluasi dan Pelaporan

Media Arsip
No Nama Dokumen Jenis Arsip Jumlah Alat Ket
Semula Menjadi
Scanner Fujitsu
1 LHP REGULER DINAS PU LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
2 LHP REGULER BAPPEDA DAN PENANAMAN MODAL LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER KEC. WAWO DESA WALASIHO, LATAWE, Scanner Fujitsu
3 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
DAN DESA TINUKARI fi-7140 Series
LHP REGULER ATAS PENGELOLAAN DD DAN ADD
Scanner Fujitsu
4 DESA SALURENGKO, WAWO, PUUMBOLO, DAN DESA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
ULUWAWO KEC. WAWO
Scanner Fujitsu
5 LHP REGULER DINAS KESEHATAN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
6 LHP REGULER DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
7 LHP REGULER PUSKESMAS POREHU LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
8 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN POREHU LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series

31
Scanner Fujitsu
9 LHP REGULER TIM II KECAMATAN POREHU LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER DINAS PENDUDUKAN DAN Scanner Fujitsu
10 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
PENCATATAN SIPIL fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
11 LHP REGULER BLH, KEBERSIHAN DAN KEBAKARAN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER KANTOR KECAMATAN RANTEANGIN Scanner Fujitsu
12 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
DAN DESA LANDOLIA, LAWEKARA, DAN RANTEBARU fi-7140 Series
LHP REGULER DESA TOROTUO, POHU, DAN MAROKO Scanner Fujitsu
13 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
KECAMATAN RANTEANGIN fi-7140 Series
LHP REGULER DINAS PENDIDIKAN NASIONAL, PEMUDA Scanner Fujitsu
14 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
DAN OLAHRAGA fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
15 LHP REGULER BPKAD LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
16 LHP REGULER KECAMATAN KODEOHA II LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
17 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN KODEOHA I LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER BADAN PERPUSTAKAAN ARSIP DAN Scanner Fujitsu
18 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
DOKUMENTASI/PDE fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
19 LHP REGULER PUSKESMAS TOLALA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER TIM I PADA KANTOR KECAMATAN Scanner Fujitsu
20 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
TOLALA fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
21 LHP REGULER TIM 2 KECAMATAN TOLALA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series

32
Scanner Fujitsu
22 LHP REGULER BPMD LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI Scanner Fujitsu
23 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
DAN INFORMATIKA fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
24 LHP REGULER KECAMATAN LAMBAI TIM I LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER PADA DESA WOISE, WOITOMBO, Scanner Fujitsu
25 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
LAMBAI, DESA LAPASI-PASI KEC. LAMBAI fi-7140 Series
LHP REGULER DINAS KEBUDAYAAN, PARIWISATA, Scanner Fujitsu
26 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
27 LHP REGULER DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
28 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN TIWU I LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
29 LHP REGULER KANTOR KECMATAN TIWU II LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
30 LHP REGULER BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
31 LHP REGULER KANTOR SATPOL-PP LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
32 LHP REGULER PUSKESMAS BATUPUTIH LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
33 LHP REGULER PUSKESMAS LATOWU LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
34 LHP REGULER KECAMATAN BATUPUTIH LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series

33
Scanner Fujitsu
35 LHP REGULER KECAMATAN BATUPUTIH LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER DINAS PERINDUSTRIAN DAN Scanner Fujitsu
36 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
PERDAGANGAN fi-7140 Series
LHP REGULER PADA DINAS SOSIAL KAB. KOLAKA Scanner Fujitsu
37 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
UTARA fi-7140 Series
LHP REGULER PADA KECAMATAN LASUSUA DAN DESA
Scanner Fujitsu
38 RANTE LIMBONG, PUNCAK MONAPA, TOTALLANG DAN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
BABUSSALAM
LHP REGULER DESA TOJABI, PITULUA, BATUGANDA Scanner Fujitsu
39 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
KECAMATAN LASUSUA fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
40 LHP REGULER DESA SULAHO KECAMATAN LASUSUA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER DINAS PERKEBUNAN DAN Scanner Fujitsu
41 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
HORTIKULTURA fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
42 LHP REGULER SEKRETARIAT DAERAH LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
43 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN NGAPA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
44 LHP REGULER KECAMATAN NGAPA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
45 LHP REGULER DINAS KEHUTANAN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
46 LHP REGULER DISPENDA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
47 LHP REGULER PUSKESMAS PAKUE UTARA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series

34
Scanner Fujitsu
48 LHP REGULER TIM II KECAMATAN PAKUE UTARA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER BADAN PELAKSANA PENYULUHAN Scanner Fujitsu
49 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
50 LHP REGULER KANTOR KETAHAHAN PANGAN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
51 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN KATOI LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP REGULER BADAN KB DAN PEMBERDAYAAN Scanner Fujitsu
52 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
PEREMPUAN fi-7140 Series
LHP REGULER DINAS KOOPERASI, UKM DAN USAHA Scanner Fujitsu
53 LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
MIKRO fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
54 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN WATUNOHU II LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
55 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN WATUNOHU II LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
56 LHP REGULER BLUD H.M. DJAFAR HARUN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
57 LHP REGULER BADAN KESBANGPOL LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
58 LHP REGULER PUSKESMAS LATALI LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
59 LHP REGULER TIM I KECAMATAN PAKUE TENGAH LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
60 LHP REGULER TIM II KECAMATAN PAKUE TENGAH LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series

35
Scanner Fujitsu
61 LHP REGULER KELURAHAN OLO-OLOHO LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
62 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN PAKUE II LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
63 LHP REGULER KANTOR KECAMATAN PAKUE II LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
64 LHP REGULER KELURAHAN LAPAI LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
65 LHP REGULER KELURAHAN MALA-MALA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
66 LHP REGULER PUSKESMAS WAWO LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
67 LHP REGULER PUSKESMAS RANTEANGIN LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
68 LHP REGULER PUSKESMAS LAMBAI LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
69 LHP REGULER PUSKESMAS LASUSUA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
70 PUSKESMAS MALA-MALA LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
71 LHP REGULER PUSKESMAS TIWU LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
72 LHP REGULER PUSKESMAS LAPAI LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
Scanner Fujitsu
73 LHP REGULER PUSKESMAS KATOI LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series

36
Scanner Fujitsu
74 LHP REGULER PUSKESMAS WATUNOHU LHP Reguler Kertas Elektronik Format Pdf 1
fi-7140 Series
LHP Elektronik Format Scanner Fujitsu
75 LHP REGULER PUSKESMAS PAKUE KEC. PAKUE Kertas 1
Reguler Pdf fi-7140 Series

37