Anda di halaman 1dari 1

Faisal Tahir Rambe

13714011

Proses Pembuatan Insulator Listrik

Porselen dibentuk menjadi insulator listrik dengan metode plastic forming.


(Sumber: youtube.com)
Insulator listrik adalah material yang tidak dapat dilewati arus listrik secara bebas, sehingga
hampir mustahil dihasilkan arus listrik dengan pengaruh medan listrik olehnya. Insulator
digunakan pada peralatan listrik, seperti pada sistem kereta listrik, instalasi kabel listrik PLN,
dan lainnya sebagai pendukung dan pemisah konduktor listrik, sehingga arus listrik tidak
dapat mengalir dari konduktor satu ke konduktor lainnya. Insulator listrik dibuat dari
porselen, yang bahan baku utamanya adalah kaolin.
Serbuk kaolin dan bahan-bahan lainnya, seperti feldspar, ball clay, air, dan lainnya
dicampurkan hingga membentuk slurry. Kemudian, slurry porselen disaring dengan
penyaring bertekanan tinggi, sehingga sebagian besar airnya terbuang, dan terbentuk
adonan porselen yang plastis. Kemudian porselen tersebut diekstrusi, dan setelah itu
dibentuk dengan metode plastic forming, dengan bantuan mesin.
Setelah porselen terbentuk sesuai bentuk yang diinginkan, porselen dicelupkan secara
horizontal ke dalam cairan glasir, hingga lapisan glasir melekat sempurna. Kemudian,
porselen dipanaskan pada temperatur 1.000-1.300 derajat Celsius. Terakhir, dilakukan
pengujian dengan arus listrik, juga pengujian porositas, pengujian ultrasonik, pengujian tarik
dan tekan, pengujian bending, pengujian siklus temperatur, pengujian termomekanik,
pengujian vibrasi, dan pengujian dimensi.