Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

DIABETES MELLITUS

Topik : Diabetes Melitus


Pokok Bahasan : Neuropati Diabetes Melitus
Sasaran : Pasien dr Guntur Aryo Puntodewo
Tempat : FKTP dr Guntur Aryo Puntodewo
Waktu : 06.00 WIB - Selesai

I. Tujuan Instruksional Umum

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentangdiabetes melitus, diharapkan


masyarakat mampu memahami dan mengaplikasikan materi penyuluhan dalam
kehidupan sehari-hari.

II. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan pendidikan kesehatan ini diharapkan peserta didik mampu:


1. Memahami pengertian Diabetes Melitus.

2. Memahami Klasifikasi Diabetes Mellitus.

3. Mengetahui Faktor Pencetus Diabetes Mellitus.

4. Mengetahui Tanda-tanda Diabetes Mellitus.

5. Mengetahui Komplikasi Diabetes Mellitus.

6. Mengetahui Penatalaksanaan Diabetes Mellitus

III. Materi Penyuluhan

1. Pengertian Diabetes Melitus.

2. Klasifikasi Diabetes Mellitus.


3. Faktor Pencetus Diabetes Mellitus.

4. Tanda-tanda Diabetes Mellitus.

5. Komplikasi Diabetes Mellitus.

6. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus

IV. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi tanya jawab

V. Media
1. Leaflet

VI. Evaluasi
1. Masyarakat dapat menjelaskan Pengertian Diabetes melitus .
2. Masyarakat dapat menyebutkan klasifikasi penyebab Diabetes Mellitus.
3. Masyarakat dapat menyebutkan faktor penyebab Diabetes Mellitus.
4. Masyarakat dapat menyebutkan tanda-tanda dari Diabetes Mellitus.
5. Masyarakat dapat menyebutkan komplikasi dari Diabetes Mellitus..
6. Masyarakat dapat mengetahui dan menjalankan Gaya Hidup Sehat dan Nutrisi
yang tepat pada penderita Diabetes Mellitus.

MATERI PENYULUHAN
DIABETES MELLITUS
1. PENGERTIAN DIABETES MELLITUS
Diabetes Mellitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai
berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan
berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah
( Mansjoer dkk, 1999). Sedangkan menurut Francis dan John (2000), Diabetes
Mellitus klinis adalah suatu sindroma gangguan metabolisme dengan
hiperglikemia yang tidak semestinya sebagai akibat suatu defisiensi sekresi
insulin atau berkurangnya efektifitas biologis dari insulin atau keduanya.

2. KLASIFIKASI DIABETES MELLITUS


a.Klasifikasi Klinis
1) Diabetes Mellitus
a) Tipe tergantung insulin (DMTI), Tipe I
b) Tipe tak tergantung insulin (DMTTI), Tipe II
i. DMTTI yang tidak mengalami obesitas
ii. DMTTI dengan obesitas
2) Gangguan Toleransi Glukosa (GTG)
3) Diabetes Kehamilan (GDM)
b.Klasifikasi risiko statistik
1) Sebelumnya pernah menderita kelainan toleransi glukosa
2) Berpotensi menderita toleransi glukosa

3. FAKTOR PENCETUS DIABETES MELLITUS


1) Diabetes Mellitus tergantung insulin (DMTI)
a. Faktor genetik
b. Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri tetapi mewarisi
suatu presdisposisi atsu kecenderungan genetic kearah terjadinya diabetes
tipe I.
c. Faktor imunologi
d. Pada diabetes tipe I terdapat bukti adanya suatu respon autoimun. Ini
merupakan respon abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal
tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya
seolah-olah sebagai jaringan asing.
e. Faktor lingkungan
f. Faktor eksternal yang dapat memicu destruksi sel β pancreas, sebagai
contoh hasil penyelidikan menyatakan bahwa virus atau toksin tertentu
dapat memicu proses autuimun yang dapat menimbulkan destruksi sel β
pancreas.
2) Diabetes Mellitus tak tergantung insulin
Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya DM tipe II,
diantaranya adalah :
a) Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 tahun)
b) Obesitas
c) Riwayat keluarga
d) Kelompok etnik

4. TANDA – TANDA KLINIK DIABETES MELLITUS


Dikatakan menderita Diabetes Mellitus apabila menderita dua dari tiga gejala
yaitu :
1. Keluhan TRIAS : Banyak minum, Banyak kencing dan Penurunan berat
badan.
2. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120 mg/dl
3. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl

5. KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS


Beberapa komplikasi dari Diabetes Mellitus (Mansjoer dkk, 1999) adalah :
1. Akut
a. Hipoglikemia
b. Hiperglikemia
2. Komplikasi menahun Diabetes Mellitus
a. Penyakit makrovaskuler : mengenai pembuluh darah besar, penyakit
jantung koroner (cerebrovaskuler, penyakit pembuluh darah kapiler).
b. Penyakit mikrovaskuler, mengenai pembuluh darah kecil, retinopati,
nefropati.
c. Neuropati saraf sensonik (berpengaruh pada ekstrimitas), saraf
otonom berpengaruh pada gastro intestinal, kardiovaskuler (Suddarth and
Brunner, 1990).
d. Proteinuria
e. Kelainan koroner
f. Ulkus / gangrene

6. PENATALAKSANAAN DIABETES MELLITUS


1) Diet
Prinsip diet DM, adalah :
a. Jumlah sesuai kebutuhan
b. Jadwal diet ketat
c. Jenis : boleh dimakan / tidak
2) Latihan
3) Obat
4) Penyuluhan
5) Cangkok pankreas

SUMBER PUSTAKA
1. Brunner & Suddart, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Vol 3, Edisi 8,
Penerbit RGC, Jakarta.
2. http://nusaindah.tripod.com/kesdiabetesmilitus.htm/diabetes.