Anda di halaman 1dari 44

Start

Data bahan Data Tanah Data Lalu lintas Data Geometrik Data Lain
Urugan Pilihan DCP LHR Jumlah arah Perm. Air Tanah
Sub-Base (CBR) CBR Lap. Beban As Jumlah lajur Curah Hujan
Base (CBR) CBR Lab Pertumbuhan Persen kend Truk
ATB (MS) Test Lab. Umur Rencana Analysis Kelandaian
AC (MS) Tikungan
CTB (KT) Analisis Analisis Koefissien C
Faktor Regional
Analisis Seksi CBR yang LEP
Seragam LEA
DDT Sub-Base LET
a Sub-Base Desain CBR LER
DDT Base maing-masing
a Base Seksi
a ATB
a AC Analisis
a CTB
DDT Sub-Grade

Analysis pada Ipo dan Ipt

ITP1

D1 = ITP1 / a1

D1* = Pembulatan
ITP2

Not OK D2 = (ITP2 -D1* a1)/a2

ok D2* = Pembulatan

ITP3
Not OK
Jika D1*> D3 = (ITP3 -D1* a1- D2 a2)/a3
D1 min
D3* = Pembulatan

Not OK

Jika D2*>
D2 min
Grafik Korelasi DDT dan CBR INI ADALAH CONTOH... DALAM LEMBAR HI

AASHTO
BINA MARGA

AASHTO
BINA MARGA
INI ADALAH CONTOH... DALAM LEMBAR HITUNGAN TEBAL PERKERASAN, KONVERSI CBR-DDT SUDAH OTOMATIS

DDT = 3.71 Log (CBR) + 1.35


DDT = 4.30 Log (CBR) + 1.7

INPUT CBR HERE!! RESULT: DDT


4.9 Þ 3.9106274569
4.9 Þ 4.6678431441
Tabel 2 MAK. Koefisien Distribusi Kendaraan (C)
Kendaraan Ringan (*) Kendaraan Berat (**)
Lebar Perkerasan (L) Jumlah Jalur
1 arah 2 arah 1 arah 2 arah
5.50 m ≤ L < 8.25 m 2 0.60 0.50 0.70 0.50
8.25 m ≤ L < 11.25 m 3 0.40 0.40 0.50 0.475
11.25 m ≤ L < 15.00 m 4 0.00 0.30 0.00 0.45

15.00 m ≤ L < 18.75 m 5 0.00 0.25 0.00 0.425

18.75 m ≤ L < 22.00 m 6 0.00 0.20 0.00 0.40

IPt Lookup Table


Lokal Kolektor Arteri Tol
LER LER
1 2 3 4
< 10 0 1.0 - 1.5 1.5 1.5 - 2.0 -
10 - 100 10 1.5 1.5 - 2.0 2.0 -
> 1000 1000 - 2.0 - 2.5 2.5 2.5

FR Lookup Table
Curah Hujan Kelandaian & PCt Kendaraan Berat
(mm/th) 1 2 3 4 5 6
< 900 1 0.5 1.0 - 1.5 1.0 1.5 - 2.0 1.5 2.0 - 2.5
> 900 2 1.5 2.0 - 2.5 2.0 2.5 - 3.0 2.5 3.0 - 3.5
TABEL 3 MAK. Faktor Regional (FR)

Kelandaian I Kelandaian II Kelandaian III


(<6%) (6 - 10%) (>10%)
Iklim I
% kendaraan berat % kendaraan berat % kendaraan berat
≤ 30% >30% ≤ 30% >30% ≤ 30% >30%

≤ 900 mm/th 0,5 1,0−1,5 1,0 1,5−2,0 1,5 2,0−2,5

Iklim II
1,5 2,0−2,5 2 2,5−3,0 2.5 3,0−3,5
> 900 mm/th

Catatan : Pada bagian-bagian jalan tertentu, seperti persimpangan, pemberhentian atau tikungan
tajam (R<30m) FR ditambah dengan 0,5. Pada daerah rawa-rawa FR ditambah dengan 1,0

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 4 dari 44


PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR
Metoda Analisa Komponen (Bina Marga)

DATA UMUM
1. Nama Ruas : Ruas Jalan Suci-Banjarwanguan
2. Umur Rencana (UR) : 10 tahun
3. Tahun Awal Konstruksi (Asumsi Perhitungan) : 2019
Jalan dibuka untuk umum pada tahun (Asumsi
4. : 2020
Perhitungan)
5. Perkembangan lalu-lintas (i) selama pelaksanaan : 5% /tahun
6. Perkembangan lalu-lintas (i) akhir umur rencana : 6% /tahun
7. Data Curah hujan : <900 mm/tahun
8. Kelandaian <6% Ö 6%-10% >10%
9. CBR Tanah : 2.4 (%)
10.Fungsi Jalan adalah Lokal Ö 2 Jalur Ö 1 arah
Kolektor 4 Jalur 2 arah Ö
Arteri 6 Jalur
Tol
PERHITUNGAN
1. DATA LALU LINTAS TAHUN 2019
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton = 1869 Kendaraan
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton = 3646 Kendaraan
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton = 112 Kendaraan
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton = 276 Kendaraan
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

TOTAL LHR = 5903 kend/hari/2 jalur

276
2. Persentase kendaraan berat (> 5 ton) = = 4.68%
5903
3. LHR pada awal umur rencana, tahun 2020 = LHR x (1+ i)n
LHR awal  LHR pada awal tahun pelaksanaan x (1  i) n
dimana : i  angka pertumbuhan lalu lintas selama masa pelaksanaan (%)
n  waktu pelaksanaan (tahun)
i= 5.0% %
n= 2020 - 2019 = 1
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton = 1963 Kendaraan
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton = 3829 Kendaraan
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton = 118 Kendaraan
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton = 290 Kendaraan
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 5 dari 44


TOTAL LHR0 = 6200 kend/hari/2 jalur

4. LHR pada akhir umur rencana, tahun 2030 = LHR x (1+ i)n
LHR akhir  LHR pada akhir tahu n pelaksanaan x (1  i) n
dimana : i  angka pertumbuha n lalu lintas akhir umur rencana (%)
n  waktu pelaksanaan (tahun)
i= 6.0% %
n= 2030 - 2020 = 10
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton = 3516 Kendaraan
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton = 6858 Kendaraan
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton = 212 Kendaraan
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton = 520 Kendaraan
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

TOTAL LHRt = 11106 kend/hari/2 jalur

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 6 dari 44


5. Menghitung angka ekivalen (E) [Menggunakan Tabel 1.MAK]
beban sumbu [kg] 4
Sumbu Tunggal =
8160
0,086 x beban sumbu [kg] 4
Sumbu Ganda =
8160
JENIS KENDARAAN ANGKA EKIVALEN (E)
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton 0.00023 + 0.00023 = 0.00045
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton 0.00023 + 0.00023 = 0.00045
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton 0.00023 + 0.00023 = 0.00045
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton 0.14097 + 0.92385 = 1.06481
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

6. Koefisien Distribusi Kendaraan (C) [Menggunakan Tabel 2 MAK]


Konfigurasi = 2 Jalur 2 Arah
Koef. Dist. (c) Kendaraan Ringan = 0.5
Koef. Dist. (c) Kendaraan Berat = 0.5

7. Menghitung Lintas Ekivalen Permulaan (LEP) = E x LHR 0 x C


n
LEP   LHRj x CjxEj
i 1

dimana : E  angka ekivalen masing - masing kendaraan


C  koefisien distribusi kendaraan
j  jenis kendaraan yang melintasi jalan
ctt : LHR yang dipergunak an adalah LHR awal pelaksanaa n

JENIS KENDARAAN E LHR0 C LEP


Kendaraan ringan (LV) 0.00045 x 1963 x 0.5 = 0.4428
Sepeda Motor (MC) 0.00045 x 3829 x 0.5 = 0.8636
Kendaraan Tanpa
0.00045 x 118 x 0.5 = 0.0266
Motor (UM)

Kendaraan Berat
1.06481 x 290 x 0.5 = 154.3979
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

LEP = 155.7309

8. Menghitung Lintas Ekivalen Akhir (LEA) = E x LHRt x C


n
LEA   LHRj
j1
(1  i) UR
x CjxEj

dimana : E  angka ekivalen masing - masing kendaraan


C  koefisien distribusi kendaraan
j  jenis kendaraan yang melintasi jalan
UR  Umur Rencana,
catatan : LHR yang dipergunak an adalah LHR akhir

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 7 dari 44


JENIS KENDARAAN E LHR C LEP
Kendaraan ringan (LV) 0.00045 x 3516 x 0.5 = 0.7930
Sepeda Motor (MC) 0.00045 x 6858 x 0.5 = 1.5468
Kendaraan Tanpa
0.00045 x 212 x 0.5 = 0.0478
Motor (UM)

Kendaraan Berat
1.06481 x 520 x 0.5 = 276.8514
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

LEA = 279.2390

9. Menghitung Lintas Ekivalen Tengah (LET) = 0.5 x (LEP+LEA)


LET = 0.5 x 155.7309 + 279.2390 = 869.9398573914

10. Menghitung Lintas Ekivalen Rencana (LER) = LET x UR/10 = LET x Faktor Penyesuaian
LER = 869.939857391 x 10 / 10 = 869.9398573914

11. Menghitung ITP (Indeks Tebal Perkerasan)


a. Mencari Daya Dukung Tanah Dasar (DDT) [Grafik Korelasi atau rumus BINA MARGA]
DDT = 4.30 * LOG (CBR) + 1.7
CBR = 2.4 (%) Þ DDT = 3.33
b. Mencari Faktor Regional (FR) [Menggunakan Tabel 3 MAK]
Kelandaian = <6%
% Kendaraan berat = 4.68% FR = 0,5
Iklim/Curah Hujan = <900 mm/tahun
c. Mencari Indeks Permukaan Pada Awal Umur Rencana, IP 0 (Tabel 6)
Lapis Permukaan Dipakai AC-WC dengan IP0 = 3,9 − 3,5
d. Mencari Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana, IPt (Tabel 5)
LER = 869.94
IPt = 2
Klasifikasi jalan = Lokal

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 8 dari 44


e. Mencari Indeks Tebal Perkerasan, ITP [Menggunakan Nomogram]
IP0 = 3,9 − 3,5 11.5
Nomogram 4 ; ITP =
IPt = 2
12. Menghitung Tebal Perkerasan
ITP (Minimal) = 11.5
MATERIAL Kekuatan Bahan Koef. Kekuatan Relatif KETERANGAN
LAPIS
AC-WC MS = 744 (kg) a1 = 0.42 PERMUKAAN/SURFACE
COURSE

LAPIS PONDASI ATAS/BASE


Macadam MS = 340 (kg) a2 = 0.26 COURSE

LAPIS PONDASI
Batu Pecah Kelas B CBR = 80% a3 = 0.13 BAWAH/SUB BASE COURSE

SUSUNAN PERKERASAN Koef. Kekuatan TEBAL


LAPIS PERMUKAAN 0.42 D1 = 5 Cm

LAPIS PONDASI 0.26 D2 = 10 Cm

LAPIS PONDASI BAWAH 0.13 D3 = 15 Cm

TANAH DASAR

ITP = a1.D1+ a2.D2 + a3.D3


ITP = 0.42 (5 ) + 0.26 ( 10 ) + 0.12 ( 15 )
ITP = 6.65 cm < 11,5 [KURANG AMAN SECARA KONSTRUKSI]

13 SUSUNAN TEBAL PERKERASAN:

AC-WC 5.0 cm

Macadam 10.0 cm

Batu Pecah Kelas B 15.0 cm

Tanah Dasar CBR 2,4%

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 9 dari 44


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Tabel 1. Angka Ekivalen (E) Beban Sumbu Kendaraan


Beban Sumbu Angka Ekivalen
Kg Lb Sumbu Tunggal (*) Sumbu Ganda (**)
1,000 2,205 0.00023 0.00002
2,000 4,409 0.00361 0.00031
3,000 6,614 0.01827 0.00157
4,000 8,818 0.05774 0.00497
5,000 11,023 0.14097 0.01212
6,000 13,228 0.29231 0.02514
7,000 15,432 0.54154 0.04657
8,000 17,637 0.92385 0.07945
8,160 18,000 1.00000 0.08600
9,000 19,842 1.47982 0.12726
10,000 22,046 2.25548 0.19397
11,000 24,251 3.30225 0.28399
12,000 26,455 4.67697 0.40222
13,000 28,660 6.44188 0.55400
14,000 30,865 8.66466 0.74516
15,000 33,069 11.41838 0.98198
16,000 35,274 14.78153 1.27121
(*) Angka Ekivalen Sumbu Tunggal = (beban satu sumbu tunggal dalam Kg/8160)^4
(*) Angka Ekivalen Sumbu Ganda = 0.086 (beban satu sumbu ganda dalam Kg/8160)^4

Tabel 1. Koefisien Distribusi Kendaraan (C)


Jumlah Kendaraan Ringan (*) Kendaraan Berat (**)
Lebar Perkerasan (L)
Jalur 1 arah 2 arah 1 arah 2 arah
L < 5.50 m 1 ### ### ### ###
5.50 m ≤ L < 8.25 m 2 ### ### ### ###
8.25 m ≤ L < 11.25 m 3 ### ### ### ###
11.25 m ≤ L < 15.00 m 4 ### ### ### ###
15.00 m ≤ L < 18.75 m 5 ### ### ### ###
18.75 m ≤ L < 22.00 m 6 ### ### ### ###
* berat < 5 ton, contoh: mobill penumpang, pickup, mobil hantaran
** berat ≥ 5 ton, contoh: bus, truk, traktor, semi trailer, trailer

Tabel 3. FAKTOR REGIONAL (FR)


Kelandaian I Kelandaian II Kelandaian III
(<6%) (6 - 10%) (>10%)
% kendaraan berat % kendaraan berat % kendaraan berat

≤ 30% >30% ≤ 30% >30% ≤ 30% >30%


Iklim I
0,5 1,0−1,5 1,0 1,5−2,0 1,5 2,0−2,5
≤ 900 mm/th
Iklim II
1,5 2,0−2,5 1,0 2,5−3,0 1,5 3,0−3,5
> 900 mm/th
Catatan : Pada bagian-bagian jalan tertentu, seperti persimpangan,
pemberhentian atau tikungan tajam (R<30m) FR ditambah dengan
0,5. Pada daerah rawa-rawa FR ditambah dengan 1,0
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Tabel 4.
Indeks Permukaan (IP) atau Serviceability Index (*)
Nilai Uraian
1,0 permukaan jalan dalam keadaan rusak berat, sehingga sangat
mengganggu lalu lintas kendaraan
1,5 adalah tingkat pelayanan terendah yang masih mingkin dilalui
(jalan tidak terputus)
2,0
tingkat pelayanan rendah bagi jalan yang masih mantap

2,5
permukaan jalan masih cukup stabil dan baik

(*) Menyatakan kerataan & Kekokohan permukaan bertalian dengan tingkat pelayanan
lalulintas

Tabel 5.
Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana UR (IPt)
Lintas Ekivalen Rencana Klasifikasi Jalan
(LER) * Lokal Kolektor Arteri Tol
< 10 1.0 - 1.5 1.5 1.5 - 2.0 -
10 - 100 1.5 1.5 - 2.0 2.0 -
100 - 1000 1.5 - 2.0 1.5 2.0 - 2.5 -
> 1000 - 2.0 - 2.5 2.5 2.5
* LER dalam satuan angka ekivalen 8,16 ton beban tumbu tunggal
Tabel 6.
Indeks Permukaan Pada Awal Umur Rencana UR (IPo)
Roughness
Jenis Lapis Perkerasan Ipo
(mm/km)
LASTON ≥4 ≤ 1000
3,9 − 3,5 > 1000
LASBUTAG 3,9 − 3,5 ≤ 2000
3,4 − 3,0 > 2000
ASBUTON/H R A 3,9 − 3,5 ≤ 2000
3,4 − 3,0 > 2000
BURDA 3,9 − 3,5 < 2000
BURTU 3,4 − 3,0 < 2000
LAPEN 3,4 − 3,0 ≤ 3000
2,9 − 2,5 > 3000
LATASBUM 2,9 − 2,5
BURAS 2,9 − 2,5
LATASIR 2,9 − 2,5
JALAN TANAH ≤ 2,4
JALAN KERIKIL ≤ 2,4
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
Tabel 7. Koefisien Kekuatan Relatif (a)
Koef. Kekuatan Relatif Kekuatan Bahan
MS Kt CBR Jenis Bahan
a1 a2 a3
(kg) (kg/cm) (%)

0.40 - - 744 - -
0.35 - - 590 - -
Laston
0.32 - - 454 - -
0.30 - - 340 - -

0.35 - - 744 - -
0.31 - - 590 - -
Lasbutag
0.28 - - 454 - -
0.26 - - 340 - -

0.30 - - 340 - - Hot Rolles Asphalt (HRA)


0.26 - - 340 - - Aspal Macadam
0.25 - - - - - Lapen (Mekanis)
0.20 - - - - - Lapen (Manual)

- 0.28 - 590 - -
- 0.26 - 454 - - Laston Atas
- 0.24 - 340 - -

- 0.23 - - - - Lapen (Mekanis)


- 0.19 - - - - Lapen (Manual)

- 0.15 - - 22 -
Stabilitas Tanah dgn Semen
- 0.13 - - 18 -

- 0.15 - - 22 -
Stabilitas Tanah dgn Kapur
- 0.13 - - 18 -

- 0.14 - - - 100 Batu Pecah (Kelas A)


- 0.13 - - - 80 Batu Pecah (Kelas B)
- 0.12 - - - 60 Batu Pecah (Kelas C)

- - 0.13 - - 70 Sirtu/Pitrun (Kelas A)


- - 0.12 - - 50 Sirtu/Pitrun (Kelas B)
- - 0.11 - - 30 Sirtu/Pitrun (Kelas C)

- - 0.10 - - 20 Tanah/Lempung Kepasiran


Koefisien kekuatan relatif masing-masing bahan dan kegunaannya sebagai lapis permukaan, pondasi,
pondasi bawah ditentukan secara korelasi sesuai nilai Marshall Test (bahan dengan aspal), kuat tekan
(bahan yg distabilisasi dengan semen/kapur) atau CBR (untuk bahan lapis pondasi atau pondasi
bawah)

Catatan : - Kuat Tekan stabilitas tanah dengan semen, diperiksa pada hari ke 7.
- Kuat Tekan stabilitas tanah dengan kapur, diperiksa pada hari ke 21.
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Tabel 8.
Batas Minimum Tebal Lapisan Perkerasan

1. Lapis Permukaan

ITP Tebal Minimum Bahan

< 3,00 5 cm Lapis Pelindung : (Buras/Burtu/Burda)


3,00 − 6,70 5 cm Lapen/Aspal Macadam, HRA, Lasbutag, Laston
6,71 − 7,49 7.5 cm Lapen/Aspal Macadam, HRA, Lasbutag, Laston
7,50 − 9,99 7.5 cm Lasbutag, Laston
≥ 10,00 10 cm Laston

2. Lapis Pondasi

ITP Tebal Minimum Bahan

< 3,00 15 cm Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen,


stabilitasi tanah dengan kapur.
3,00 − 7,49 20 cm * Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen,
stabilitasi tanah dengan kapur.
10 cm Laston Atas
7,50 − 9,99 20 cm Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen,
stabilitasi tanah dengan kapur, pondasi macadam.
15 cm Laston Atas
10 − 12,14 20 cm Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen,
stabilitasi tanah dengan kapur, pondasi macadam,
Lapen , Laston Atas
≥ 12,15 25 cm Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen,
stabilitasi tanah dengan kapur, pondasi macadam,
Lapen , Laston Atas
* batas 20 cm dapat diturunkan menjadi 15 cm apabila untuk pondasi bawah digunakan
material berbutir kasar

3. Lapis Pondasi Bawah

Untuk setiap nilai ITP apabila digunakan pondasi bawah, tebal minimum adalah 10 cm
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
NOMOGRAM 4
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

ITP
ITP
2 3 15

1 14

 IPo  IPt 
13 3
DDT
G  logP= 8.16 Ton 
10
12
 4
IPt = 2
. 2  1 . 5 
11 IPo = 3.9-3.5
4
9
10
LER
8 10000 9
5000 5

8
7
1000
FR
6
500 7 0.5
6
1.0

100 2.0 7
5 6
50 5.0
8
4 10 5
5 9

3
10
1
4
0.5
2 11
2 11

12
1 LER = 869.9399
3 13
FR = 0,5
CBR DDT 14
2.4 3.33
15
ITP = 11.5
PERENCANAAN TEKNIS JALAN LINTAS UTAMA KALIMANTAN TENGAH
SEPANJANG 321,11 KM; (NO. PAKET-I.01TAHUN JAMAK)
RUAS 1 RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN

DATA CBR LAPANGAN PERHITUNGAN CBR RENCANA

CBR Jumlah Yang Sama atau Persentase Yang Sama atau


No. STA NILAI CBR
SORTING lebih besar lebih besar

(%) (%) (%)


1 12+000 4.5 3.5 3 265 100.00
2 12+200 5.5 4.0 4 264 99.62
3 12+400 5.0 4.0 - - -
4 12+600 4.5 4.0 - - -
5 12+800 5.0 4.0 - - -
6 13+000 6.5 4.0 - - -
7 13+200 4.5 4.0 - - -
8 13+400 3.5 4.0 - - -
9 13+600 5.0 4.0 - - -

10 13+800 7.0 4.0 - - -

11 14+000 6.0 4.5 4.5 255 96.23

12 14+200 9.5 4.5 - - -

13 14+400 6.5 4.5 - - -

14 14+600 10.0 4.5 - - -

15 14+800 6.5 4.5 - - -

16 15+000 7.0 4.5 - - -

17 15+200 5.5 4.5 - - -

18 15+400 5.0 4.5 - - -

19 15+600 5.0 4.5 - - -

20 15+800 4.0 4.5 - - -

21 16+000 5.0 4.5 - - -

22 16+200 5.0 4.5 - - -

23 16+400 6.0 4.5 - - -

24 16+600 6.0 4.5 - - -

25 16+800 10.0 4.5 - - -

26 17+000 9.0 4.5 - - -

27 17+200 8.5 4.5 - - -

28 17+400 5.5 4.5 - - -

29 17+600 11.0 4.5 - - -

30 17+800 12.0 4.5 - - -

31 18+000 8.5 4.5 - - -

32 18+200 7.0 4.5 - - -

33 18+400 7.5 4.5 - - -

34 18+600 5.5 4.5 - - -

35 18+800 5.5 5.0 5 231 87.17

36 19+000 5.0 5.0 - - -

37 19+200 5.0 5.0 - - -

38 19+400 6.0 5.0 - - -

RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN Halaman 17 dari 44


PERENCANAAN TEKNIS JALAN LINTAS UTAMA KALIMANTAN TENGAH
SEPANJANG 321,11 KM; (NO. PAKET-I.01TAHUN JAMAK)
RUAS 1 RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN

DATA CBR LAPANGAN PERHITUNGAN CBR RENCANA

CBR Jumlah Yang Sama atau Persentase Yang Sama atau


No. STA NILAI CBR
SORTING lebih besar lebih besar

(%) (%) (%)

39 19+600 6.0 5.0 - - -


40 19+800 6.0 5.0 - - -
41 20+000 7.0 5.0 - - -
42 20+200 5.0 5.0 - - -
43 20+400 6.5 5.0 - - -
44 20+600 7.0 5.0 - - -
45 20+800 8.0 5.0 - - -
46 21+000 7.0 5.0 - - -
47 21+200 7.0 5.0 - - -
48 21+400 6.0 5.0 - - -
49 21+600 8.0 5.0 - - -
50 21+800 6.5 5.0 - - -
51 22+000 6.0 5.0 - - -
52 22+200 4.5 5.0 - - -
53 22+400 4.5 5.0 - - -
54 22+600 6.0 5.0 - - -
55 22+800 6.0 5.0 - - -
56 23+000 6.0 5.0 - - -
57 23+200 6.0 5.0 - - -
58 23+400 6.5 5.0 - - -
59 23+600 9.0 5.0 - - -
60 23+800 8.0 5.0 - - -
61 24+000 7.5 5.0 - - -
62 24+200 7.5 5.0 - - -
63 24+400 6.5 5.0 - - -
64 24+600 8.0 5.0 - - -
65 24+800 6.5 5.0 - - -
66 25+000 6.0 5.0 - - -
67 25+200 6.0 5.0 - - -
68 25+400 4.5 5.0 - - -
69 25+600 5.0 5.0 - - -
70 25+800 6.5 5.0 - - -
71 26+000 6.0 5.0 - - -
72 26+200 5.5 5.0 - - -
73 26+400 5.0 5.0 - - -
74 26+600 5.5 5.0 - - -
75 26+800 4.5 5.0 - - -
76 27+000 6.0 5.0 - - -
77 27+200 5.0 5.0 - - -

RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN Halaman 18 dari 44


PERENCANAAN TEKNIS JALAN LINTAS UTAMA KALIMANTAN TENGAH
SEPANJANG 321,11 KM; (NO. PAKET-I.01TAHUN JAMAK)
RUAS 1 RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN

DATA CBR LAPANGAN PERHITUNGAN CBR RENCANA

CBR Jumlah Yang Sama atau Persentase Yang Sama atau


No. STA NILAI CBR
SORTING lebih besar lebih besar

(%) (%) (%)

78 27+400 5.5 5.0 - - -


79 27+600 4.5 5.0 - - -
80 27+800 5.5 5.0 - - -
81 28+000 6.0 5.0 - - -
82 28+200 6.0 5.0 - - -
83 28+400 6.0 5.0 - - -
84 28+600 7.0 5.0 - - -
85 28+800 6.5 5.0 - - -
86 29+000 7.5 5.0 - - -
87 29+200 6.0 5.0 - - -
88 29+400 5.0 5.0 - - -
89 29+600 6.0 5.5 5.5 177 66.79
90 29+800 5.5 5.5 - - -
91 30+000 4.5 5.5 - - -
92 30+200 4.5 5.5 - - -
93 30+400 4.5 5.5 - - -
94 30+600 6.5 5.5 - - -
95 30+800 5.0 5.5 - - -
96 31+000 7.0 5.5 - - -
97 31+200 6.0 5.5 - - -
98 31+400 4.5 5.5 - - -
99 31+600 6.0 5.5 - - -
100 31+800 5.5 5.5 - - -
101 32+000 5.0 5.5 - - -

102 32+200 6.0 5.5 - - -

103 32+400 7.0 5.5 - - -

104 32+600 6.5 5.5 - - -

105 32+800 6.5 5.5 - - -

106 33+000 5.0 5.5 - - -

107 33+200 4.5 5.5 - - -

108 33+400 5.5 5.5 - - -

109 33+600 6.5 5.5 - - -

110 33+800 6.0 5.5 - - -

111 34+000 6.0 5.5 - - -


112 34+200 7.0 5.5 - - -
113 34+400 6.0 5.5 - - -
114 34+600 8.0 5.5 - - -

RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN Halaman 19 dari 44


PERENCANAAN TEKNIS JALAN LINTAS UTAMA KALIMANTAN TENGAH
SEPANJANG 321,11 KM; (NO. PAKET-I.01TAHUN JAMAK)
RUAS 1 RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN

DATA CBR LAPANGAN PERHITUNGAN CBR RENCANA

CBR Jumlah Yang Sama atau Persentase Yang Sama atau


No. STA NILAI CBR
SORTING lebih besar lebih besar

(%) (%) (%)

115 34+800 6.5 5.5 - - -


116 35+000 7.5 5.5 - - -
117 35+200 8.0 5.5 - - -
118 35+400 6.5 6.0 6 148 55.85
119 35+600 6.0 6.0 - - -
120 35+800 5.0 6.0 - - -
121 36+000 4.5 6.0 - - -
122 36+200 7.0 6.0 - - -
123 36+400 7.5 6.0 - - -
124 36+600 7.0 6.0 - - -
125 36+800 5.0 6.0 - - -
126 37+000 5.5 6.0 - - -
127 37+200 6.0 6.0 - - -
128 37+400 5.0 6.0 - - -

129 37+600 5.0 6.0 - - -


130 37+800 7.0 6.0 - - -
131 38+000 4.5 6.0 - - -

132 38+200 5.5 6.0 - - -


133 38+400 6.5 6.0 - - -
134 38+600 6.0 6.0 - - -
135 38+800 6.5 6.0 - - -
136 39+000 6.0 6.0 - - -
137 39+200 6.0 6.0 - - -
138 39+400 7.5 6.0 - - -
139 39+600 6.5 6.0 - - -
140 39+800 8.0 6.0 - - -
141 40+000 7.5 6.0 - - -
142 40+200 6.0 6.0 - - -
143 40+400 5.0 6.0 - - -
144 40+600 6.0 6.0 - - -
145 40+800 7.0 6.0 - - -
146 41+000 6.0 6.0 - - -
147 41+200 5.0 6.0 - - -
148 41+400 6.0 6.0 - - -
149 41+600 6.0 6.0 - - -
150 41+800 6.5 6.0 - - -
151 42+000 6.0 6.0 - - -
152 42+200 6.0 6.0 - - -
153 42+400 6.5 6.0 - - -

RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN Halaman 20 dari 44


PERENCANAAN TEKNIS JALAN LINTAS UTAMA KALIMANTAN TENGAH
SEPANJANG 321,11 KM; (NO. PAKET-I.01TAHUN JAMAK)
RUAS 1 RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN

DATA CBR LAPANGAN PERHITUNGAN CBR RENCANA

CBR Jumlah Yang Sama atau Persentase Yang Sama atau


No. STA NILAI CBR
SORTING lebih besar lebih besar

(%) (%) (%)

154 42+600 7.0 6.0 - - -


155 42+800 6.0 6.0 - - -
156 43+000 5.5 6.0 - - -
157 43+200 7.5 6.0 - - -
158 43+400 6.0 6.0 - - -
159 43+600 7.0 6.0 - - -
160 43+800 7.5 6.0 - - -
161 44+000 5.0 6.0 - - -
162 44+200 5.0 6.0 - - -
163 44+400 4.0 6.0 - - -
164 44+600 5.0 6.0 - - -
165 44+800 5.0 6.0 - - -
166 45+000 5.0 6.0 - - -
167 45+200 5.0 6.0 - - -
168 45+400 5.0 6.0 - - -
169 45+600 4.0 6.0 - - -
170 45+800 4.0 6.0 - - -
171 46+000 5.0 6.0 - - -
172 46+200 4.5 6.0 - - -
173 46+400 4.0 6.0 - - -
174 46+600 6.0 6.0 - - -
175 46+800 4.0 6.0 - - -
176 47+000 5.0 6.0 - - -
177 47+200 6.5 6.0 - - -
178 47+400 6.0 6.0 - - -
179 47+600 6.0 6.0 - - -
180 47+800 5.5 6.5 6.5 86 32.45
181 48+000 7.0 6.5 - - -
182 48+200 6.0 6.5 - - -
183 48+400 6.0 6.5 - - -
184 48+600 9.5 6.5 - - -
185 48+800 7.0 6.5 - - -
186 49+000 7.5 6.5 - - -
187 49+200 7.0 6.5 - - -
188 49+400 5.5 6.5 - - -
189 49+600 7.0 6.5 - - -
190 49+800 6.5 6.5 - - -
191 50+000 4.5 6.5 - - -
192 50+200 6.0 6.5 - - -

RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN Halaman 21 dari 44


PERENCANAAN TEKNIS JALAN LINTAS UTAMA KALIMANTAN TENGAH
SEPANJANG 321,11 KM; (NO. PAKET-I.01TAHUN JAMAK)
RUAS 1 RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN

DATA CBR LAPANGAN PERHITUNGAN CBR RENCANA

CBR Jumlah Yang Sama atau Persentase Yang Sama atau


No. STA NILAI CBR
SORTING lebih besar lebih besar

(%) (%) (%)

193 50+400 4.0 6.5 - - -


194 50+600 5.5 6.5 - - -
195 50+800 5.5 6.5 - - -
196 51+000 6.0 6.5 - - -
197 51+200 6.0 6.5 - - -
198 51+400 4.5 6.5 - - -
199 51+600 5.0 6.5 - - -
200 51+800 4.5 6.5 - - -
201 52+000 4.5 6.5 - - -
202 52+200 6.0 6.5 - - -
203 52+400 5.0 6.5 - - -
204 52+600 5.5 6.5 - - -
205 52+800 4.5 6.5 - - -
206 53+000 4.0 7.0 7 60 22.64
207 53+200 6.0 7.0 - - -
208 53+400 6.0 7.0 - - -
209 53+600 6.5 7.0 - - -
210 53+800 6.5 7.0 - - -
211 54+000 6.0 7.0 - - -
212 54+200 5.5 7.0 - - -
213 54+400 5.0 7.0 - - -
214 54+600 5.5 7.0 - - -
215 54+800 5.0 7.0 - - -
216 55+000 4.5 7.0 - - -
217 55+200 5.0 7.0 - - -
218 55+400 5.0 7.0 - - -
219 55+600 5.5 7.0 - - -
220 55+800 6.0 7.0 - - -
221 56+000 5.0 7.0 - - -
222 56+200 5.0 7.0 - - -
223 56+400 5.5 7.0 - - -
224 56+600 6.0 7.0 - - -
225 56+800 5.5 7.0 - - -
226 57+000 6.0 7.0 - - -
227 57+200 5.0 7.0 - - -
228 57+400 5.5 7.0 - - -
229 57+600 5.0 7.0 - - -
230 57+800 6.0 7.0 - - -
231 58+000 7.0 7.5 7.5 35 13.21

RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN Halaman 22 dari 44


PERENCANAAN TEKNIS JALAN LINTAS UTAMA KALIMANTAN TENGAH
SEPANJANG 321,11 KM; (NO. PAKET-I.01TAHUN JAMAK)
RUAS 1 RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN

DATA CBR LAPANGAN PERHITUNGAN CBR RENCANA

CBR Jumlah Yang Sama atau Persentase Yang Sama atau


No. STA NILAI CBR
SORTING lebih besar lebih besar

(%) (%) (%)

232 58+200 7.0 7.5 - - -


233 58+400 6.0 7.5 - - -
234 58+600 7.0 7.5 - - -
235 58+800 5.0 7.5 - - -
236 59+000 5.0 7.5 - - -
237 59+200 5.0 7.5 - - -
238 59+400 9.5 7.5 - - -
239 59+600 8.0 7.5 - - -
240 59+800 6.0 7.5 - - -
241 60+000 5.0 7.5 - - -
242 60+200 4.5 7.5 - - -
243 60+400 5.0 7.5 - - -
244 60+600 6.0 7.5 - - -
245 60+800 6.5 8.0 8 21 7.92
246 61+000 5.0 8.0 - - -
247 61+200 5.0 8.0 - - -
248 61+400 4.0 8.0 - - -
249 61+600 5.5 8.0 - - -
250 61+800 4.5 8.0 - - -
251 62+000 5.0 8.0 - - -
252 62+200 5.5 8.0 - - -
253 62+400 5.0 8.0 - - -
254 62+600 7.5 8.5 8.5 12 4.53
255 62+800 7.5 8.5 - - -
256 63+000 8.0 9.0 9 10 3.77
257 63+200 5.0 9.0 - - -
258 63+400 5.0 9.0 - - -
259 63+600 6.0 9.5 9.5 7 2.64
260 63+800 5.0 9.5 - - -
261 64+000 5.5 9.5 - - -
262 64+200 6.0 10.0 10 4 1.51
263 64+400 7.0 10.0 - - -
264 64+600 7.5 11.0 11 2 0.75
265 64+800 9.0 12.0 12 1 0.38

RUAS: KASONGAN - KM.65/PALANTARAN Halaman 23 dari 44


PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR
Metoda Analisa Komponen (Bina Marga)

DATA UMUM
1. Nama Ruas : Ruas Jalan Suci-Banjarwanguan
2. Umur Rencana (UR) : 10 tahun
3. Tahun Awal Konstruksi : 2019
4. Jalan dibuka untuk umum pada tahun : 2020
5. Perkembangan lalu-lintas (i) selama pelaksanaan : 5% /tahun
6. Perkembangan lalu-lintas (i) akhir umur rencana : 6% /tahun
7. Data Curah hujan : <900 mm/tahun
8. Kelandaian <6% Ö 6%-10% >10%
9. CBR Tanah : 2.4 (%)
10. Fungsi Jalan adalah Lokal Ö 2 Jalur Ö 1 arah
Kolektor 4 Jalur 2 arah Ö
Arteri 6 Jalur
Tol
PERHITUNGAN
1. DATA LALU LINTAS TAHUN 2019
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton = 1869 Kendaraan
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton = 3646 Kendaraan
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton = 112 Kendaraan
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton = 276 Kendaraan
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

TOTAL LHR = 5903 kend/hari/2 jalur

276
2. Persentase kendaraan berat (> 5 ton) = = 4.68%
5903
3. LHR pada awal umur rencana, tahun 2020 = LHR x (1+ i)n
i= 5.0% %
n= 2020 - 2019 = 1
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton = 1963 Kendaraan
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton = 3829 Kendaraan
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton = 118 Kendaraan
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton = 290 Kendaraan
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

TOTAL LHR0 = 6200 kend/hari/2 jalur

4. LHR pada akhir umur rencana, tahun 2030 = LHR x (1+ i)n
i= 6.0% %
n= 2030 - 2020 = 10

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 24 dari 44


JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton = 3516 Kendaraan
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton = 6858 Kendaraan
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton = 212 Kendaraan
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton = 520 Kendaraan
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

TOTAL LHRt = 11106 kend/hari/2 jalur

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 25 dari 44


5. Menghitung angka ekivalen (E) [Menggunakan Tabel 1.MAK]
beban sumbu [kg] 4
Sumbu Tunggal =
8160
0,086 x beban sumbu [kg] 4
Sumbu Ganda =
8160
JENIS KENDARAAN ANGKA EKIVALEN (E)
Kendaraan ringan (LV) (1+1) ton 0.00023 + 0.00023 = 0.00045
Sepeda Motor (MC) (1+1) ton 0.00023 + 0.00023 = 0.00045
Kendaraan Tanpa
(1+1) ton 0.00023 + 0.00023 = 0.00045
Motor (UM)

Kendaraan Berat
(5+8) ton 0.14097 + 0.92385 = 1.06481
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

6. Koefisien Distribusi Kendaraan (C) [Menggunakan Tabel 2 MAK]


Konfigurasi = 2 Jalur 2 Arah
Koef. Dist. (c) Kendaraan Ringan = 0.5
Koef. Dist. (c) Kendaraan Berat = 0.5

7. Menghitung Lintas Ekivalen Permulaan (LEP) = E x LHR 0 x C


JENIS KENDARAAN E LHR C LEP
Kendaraan ringan (LV) 0.00045 x 1963 x 0.5 = 0.4428
Sepeda Motor (MC) 0.00045 x 3829 x 0.5 = 0.8636
Kendaraan Tanpa
0.00045 x 118 x 0.5 = 0.0266
Motor (UM)

Kendaraan Berat
1.06481 x 290 x 0.5 = 154.3979
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

LEP = 155.7309

8. Menghitung Lintas Ekivalen Akhir (LEA) = E x LHRt x C


JENIS KENDARAAN E LHR C LEP
Kendaraan ringan (LV) 0.00045 x 3516 x 0.5 = 0.7930
Sepeda Motor (MC) 0.00045 x 6858 x 0.5 = 1.5468
Kendaraan Tanpa
0.00045 x 212 x 0.5 = 0.0478
Motor (UM)

Kendaraan Berat
1.06481 x 520 x 0.5 = 276.8514
(HV)/Truk 2 as (13 ton)

LEA = 279.2390

9. Menghitung Lintas Ekivalen Tengah (LET) = 0.5 x (LEP+LEA)


LET = 0.5 x 155.7309 + 279.2390 = 869.9398573914

10. Menghitung Lintas Ekivalen Rencana (LER) = LET x UR/10 = LET x Faktor Penyesuaian
LER = 869.939857391 x 10 / 10 = 869.9398573914

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 26 dari 44


11. Menghitung ITP (Indeks Tebal Perkerasan)
a. Mencari Daya Dukung Tanah Dasar (DDT) [Grafik Korelasi atau rumus BINA MARGA]
DDT = 4.30 * LOG (CBR) + 1.7
CBR = 2.4 (%) Þ DDT = 3.33
b. Mencari Faktor Regional (FR) [Menggunakan Tabel 3 MAK]
Kelandaian = <6%
% Kendaraan berat = 4.68% FR = 0,5
Iklim/Curah Hujan = <900 mm/tahun
c. Mencari Indeks Permukaan Pada Awal Umur Rencana, IP 0 (Tabel 6)
Lapis Permukaan Dipakai AC-WC dengan IP0 = 3,9 − 3,5
d. Mencari Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana, IPt (Tabel 5)
LER = 869.94
IPt = 2
Klasifikasi jalan = Lokal

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 27 dari 44


e. Mencari Indeks Tebal Perkerasan, ITP [Menggunakan Nomogram]
IP0 = 3,9 − 3,5 11.5
Nomogram 4 ; ITP =
IPt = 2
12. Menghitung Tebal Perkerasan
ITP (Minimal) = 11.5
MATERIAL Kekuatan Bahan Koef. Kekuatan Relatif KETERANGAN
LAPIS
AC-WC MS = 744 (kg) a1 = 0.42 PERMUKAAN/SURFACE
COURSE

LAPIS PONDASI ATAS/BASE


Macadam MS = 340 (kg) a2 = 0.26 COURSE

LAPIS PONDASI
Batu Pecah Kelas B CBR = 80% a3 = 0.13 BAWAH/SUB BASE COURSE

SUSUNAN PERKERASAN Koef. Kekuatan TEBAL


LAPIS PERMUKAAN 0.42 D1 = 5 Cm

LAPIS PONDASI 0.26 D2 = 10 Cm

LAPIS PONDASI BAWAH 0.13 D3 = 15 Cm

TANAH DASAR

ITP = a1.D1+ a2.D2 + a3.D3


ITP = 0.42 (5 ) + 0.26 ( 10 ) + 0.12 ( 15 )
ITP = 6.65 cm < 11,5 [KURANG AMAN SECARA KONSTRUKSI]

13 SUSUNAN TEBAL PERKERASAN:

AC-WC 5.0 cm

Macadam 10.0 cm

Batu Pecah Kelas B 15.0 cm

Tanah Dasar CBR 2,4%

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 28 dari 44


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
NOMOGRAM 1
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

ITP
ITP
2 3 15

1 14

13  IPo  IPt  3
DDT
G  log  
10 12  4 .2  1 .5 
P = 8.16 Ton
11 IPt = 2.5
9 IPo = ³4 4
10
LER
8 10000 9
5000 5

7 8
1000 FR
6
500 0.5
6 7
1.0
100 2.0 7
5 6
50
5.0
8
4 10
5
5 9
3
1 10
0.5 4
2 11
11

LER = 2840 FR = 1.5 12


1
13
3

CBR DDT 14
4.5 4.51 15
ITP = 12.5
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR
Metoda Analisa Komponen (Bina Marga)

1. LER = 2840 SS/Hari


IPt =

2. CBR Tanah Dasar = 4.5 (%) Þ DDT =


3. Mencari Indeks Tebal Perkerasan, ITP [Menggunakan Nomogram]
IP0 = 4
Nomogram 1 ; ITP =
IPt = 2.5
Faktor Regional = 1.5
4. Menghitung Tebal Perkerasan
ITP (Minimal) = 12.5
MATERIAL Kekuatan Bahan Koef. Kekuatan Relatif
LASTON (AC) MS = 744 (kg) a1 = 0.39
Batu Pecah Kelas A CBR = 100% a2 = 0.14
Sirtu Kelas B CBR = 50% a3 = 0.12

SUSUNAN PERKERASAN Koef. Kekuatan


LAPIS PERMUKAAN 0.39

LAPIS PONDASI 0.14

LAPIS PONDASI BAWAH 0.12

TANAH DASAR

ITP = a1.D1+ a2.D2 + a3.D3 = 12.5


Cek Tebal Minimum (ITP) 12.5
LAPISAN PONDASI STANDAR DIPILIH
LASTON = D1 (cm) 10
LPA = D2 (cm) 25 25.00
LPB = D3 (cm) 10 35.00
ITP - a2.D2 - a3.D3
D1 = = 12.31 cm
a1
» 12.50 cm
Jadi :
Laston dipakai :
Lapis Aus (AC-WC) = 5.0 cm
Lapis Pondasi (AC-BC) = 8.0 cm
Lapis Pondasi dipakai :
Agregat Kelas A = 25.0 cm
Agregat Kelas B = 35.0 cm
5. SUSUNAN TEBAL PERKERASAN:

AC-WC 5.0 cm
AC-BASE COURSE 8.0 cm

AGGREGAT A 25.0 cm

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 31 dari 44


AGGREGAT B 35.0 cm

TANAH DASAR 4.5%

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 32 dari 44


2,5

4.51
enggunakan Nomogram]

12.5

KETERANGAN
LAPIS PERMUKAAN
LAPIS PONDASI ATAS
LAPIS PONDASI BAWAH

TEBAL
D1

D2

D3

(Tebal Minimum 4 cm)

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 33 dari 44


PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR
Metoda AASHTO 1972

1. CSA = 21000000

2. CBR Tanah Dasar = 5.5 (%) Þ S-Soil Support Value =


3. Mencari Indeks Tebal Perkerasan (ITP) atau Structural Number (SN)
P0 = 4
; SN =
Pt = 2
Faktor Regional = 2
4. Menghitung Tebal Perkerasan
ITP (Minimal) = 5.15
MATERIAL Kekuatan Bahan Koef. Kekuatan Relatif
PlantMix (High Stability) a1 = 0.44
Crushed Stone (Batu pecah) a2 = 0.14
Sandy Gravel a3 = 0.11

SUSUNAN PERKERASAN Koef. Kekuatan


LAPIS PERMUKAAN 0.44

LAPIS PONDASI 0.14

LAPIS PONDASI BAWAH 0.11

TANAH DASAR

ITP = a1.D1+ a2.D2 + a3.D3 = 5.15


Cek Tebal Minimum (ITP) 5.15
LAPISAN PONDASI STANDAR DIPILIH
LASTON = D1 (inch) 6 inch inch
LPA = D2 (inch) 7 inch 8.00 inch
LPB = D3 (inch) 8 inch 9.00 inch
ITP - a2.D2 - a3.D3
D1 = = 6.91 inch
a1
 17.55 cm
Jadi : » 18 cm
Laston dipakai :
Lapis Aus (AC-WC) = 4.0 cm
Lapis Pondasi (AC-BC) = 14.0 cm
Lapis Pondasi dipakai :
Agregat Kelas A = 20.3 cm
Agregat Kelas B = 22.9 cm
5. SUSUNAN TEBAL PERKERASAN:

AC-WC 4.0 cm
AC-BASE COURSE 14.0 cm

AGGREGAT A 8.0 cm

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 34 dari 44


AGGREGAT B 9.0 cm

TANAH DASAR 5.5%

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 35 dari 44


4.90

5.15

KETERANGAN
LAPIS PERMUKAAN
LAPIS PONDASI ATAS
LAPIS PONDASI BAWAH

TEBAL
D1

D2

D3

inch

(Tebal Minimum 4 cm)

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 36 dari 44


PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR
Metoda AASHTO 1972

1. CSA = 21000000

2. CBR Tanah Dasar = 5.5 (%) Þ S-Soil Support Value =


3. Mencari Indeks Tebal Perkerasan (ITP) atau Structural Number (SN)
P0 = 4
; SN =
Pt = 2.5
Faktor Regional = 2
4. Menghitung Tebal Perkerasan
ITP (Minimal) = 5.65
MATERIAL Kekuatan Bahan Koef. Kekuatan Relatif
PlantMix (High Stability) a1 = 0.44
Crushed Stone (Batu pecah) a2 = 0.14
Sandy Gravel a3 = 0.11

SUSUNAN PERKERASAN Koef. Kekuatan


LAPIS PERMUKAAN 0.44

LAPIS PONDASI 0.14

LAPIS PONDASI BAWAH 0.11

TANAH DASAR

ITP = a1.D1+ a2.D2 + a3.D3 = 5.65


Cek Tebal Minimum (ITP) 5.65
LAPISAN PONDASI STANDAR DIPILIH
LASTON = D1 (inch) 6 inch inch
LPA = D2 (inch) 7 inch 10.00 inch
LPB = D3 (inch) 8 inch 12.00 inch
ITP - a2.D2 - a3.D3
D1 = = 6.66 inch
a1
 16.91 cm
Jadi : » 17 cm
Laston dipakai :
Lapis Aus (AC-WC) = 4.0 cm
Lapis Pondasi (AC-BC) = 13.0 cm
Lapis Pondasi dipakai :
Agregat Kelas A = 25.4 cm
Agregat Kelas B = 30.5 cm
5. SUSUNAN TEBAL PERKERASAN:

AC-WC 4.0 cm
AC-BASE COURSE 13.0 cm

AGGREGAT A 10.0 cm

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 37 dari 44


AGGREGAT B 12.0 cm

TANAH DASAR 5.5%

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 38 dari 44


4.90

5.65

KETERANGAN
LAPIS PERMUKAAN
LAPIS PONDASI ATAS
LAPIS PONDASI BAWAH

TEBAL
D1

D2

D3

inch

(Tebal Minimum 4 cm)

Ruas: Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 39 dari 44


PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR
Metoda Analisa Komponen (Bina Marga)

DATA UMUM
1. Nama Ruas : Kasongan - KM. 65/Palantaran
2. Umur Rencana (UR) : 10 tahun
3. Tahun Awal Konstruksi : 2008
4. Jalan dibuka untuk umum pada tahun : 2009
5. Perkembangan lalu-lintas (i) selama pelaksanaan : 7.7% /tahun
6. Perkembangan lalu-lintas (i) akhir umur rencana : 7.7% /tahun
7. Data Curah hujan : >2000 mm/tahun
8. Kelandaian <6% Ö 6%-10% >10%
9. CBR Tanah : 5%
10. Fungsi Jalan adalah Lokal 2 Jalur Ö 1 arah
Kolektor Ö 4 Jalur 2 arah Ö
Arteri 6 Jalur
Tol
PERHITUNGAN
1. DATA LALU LINTAS TAHUN 2007
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR
Kendaraaan Ringan (1+1) ton = 1718 Kendaraan
Bus (8 ton) (3+5) ton = 20 Kendaraan
Truk 2 as (13 ton) (5+8) ton = 330 Kendaraan
Truk 3 as (20 ton) (6+7+7) ton = 26 Kendaraan
Truk 5 as (30 ton) (5+5+6+7+7) ton = 0 Kendaraan
TOTAL LHR = 2094 kend/hari/2 jalur
376
2. Persentase kendaraan berat (> 5 ton) = = 17.96%
2094
3. LHR pada awal umur rencana, tahun 2009 = LHR x (1+ i)n
i= 7.7% %
n= 2009 - 2007 = 2
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHR0
Kendaraaan Ringan (1+1) ton = 1993 Kendaraan
Bus (8 ton) (3+5) ton = 24 Kendaraan
Truk 2 as (13 ton) (5+8) ton = 383 Kendaraan
Truk 3 as (20 ton) (6+7+7) ton = 31 Kendaraan
Truk 5 as (30 ton) (5+5+6+7+7) ton = 0 Kendaraan
TOTAL LHR0 = 2431 kend/hari/2 jalur
4. LHR pada akhir umur rencana, tahun 2019 = LHR x (1+ i)n
i= 7.7% %
n= 2019 - 2009 = 10
JENIS KENDARAAN BEBAN SUMBU LHRt
Kendaraaan Ringan (1+1) ton = 4185 Kendaraan
Bus (8 ton) (3+5) ton = 51 Kendaraan
Truk 2 as (13 ton) (5+8) ton = 805 Kendaraan
Truk 3 as (20 ton) (6+7+7) ton = 66 Kendaraan
Truk 5 as (30 ton) (5+5+6+7+7) ton = 0 Kendaraan

Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 40 dari 44


TOTAL LHRt = 5107 kend/hari/2 jalur
5. Menghitung angka ekivalen (E) [Menggunakan Tabel 1]
beban sumbu [kg] 4
Sumbu Tunggal =
8160
0,086 x beban sumbu [kg] 4
Sumbu Ganda =
8160
JENIS KENDARAAN ANGKA EKIVALEN (E)
Kendaraaan Ringan (1+1) ton 0.00023 + 0.00023 = 0.00045
Bus (8 ton) (3+5) ton 0.01827 + 0.14097 = 0.15924
Truk 2 as (13 ton) (5+8) ton 0.14097 + 0.92385 = 1.06481
Truk 3 as (20 ton) (6+7+7) ton 0.29231 + 0.74516 = 1.03747
Truk 5 as (30 ton) (5+5+6+7+7) ton 0.57425 + 0.74516 = 1.31941

6. Koefisien Distribusi Kendaraan (C) [Menggunakan Tabel 2]


Konfigurasi = 2 Jalur 2 Arah
Koef. Dist. (c) Kendaraan Ringan = 0.5
Koef. Dist. (c) Kendaraan Berat = 0.5
7. Menghitung Lintas Ekivalen Permulaan (LEP) = E x LHR 0 x C
JENIS KENDARAAN E LHR C LEP
Kendaraaan Ringan 0.00045 x 1993 x 0.5 = 0.4495
Bus (8 ton) 0.15924 x 24 x 0.5 = 1.9108
Truk 2 as (13 ton) 1.06481 x 383 x 0.5 = 203.9117
Truk 3 as (20 ton) 1.03747 x 31 x 0.5 = 16.0808
Truk 5 as (30 ton) 1.31941 x 0 x 0.5 = 0.0000
LEP = 222.3529
8. Menghitung Lintas Ekivalen Akhir (LEA) = E x LHRt x C
JENIS KENDARAAN E LHR C LEP
Kendaraaan Ringan 0.00045 x 4185 x 0.5 = 0.9439
Bus (8 ton) 0.15924 x 51 x 0.5 = 4.0605
Truk 2 as (13 ton) 1.06481 x 805 x 0.5 = 428.5873
Truk 3 as (20 ton) 1.03747 x 66 x 0.5 = 34.2365
Truk 5 as (30 ton) 1.31941 x 0 x 0.5 = 0.0000
LEA = 467.8283
9. Menghitung Lintas Ekivalen Tengah (LET) = 0.5 x (LEP+LEA)
LET = 0.5 x 222.3529 + 467.8283 = 1380.3622611382
10. Menghitung Lintas Ekivalen Rencana (LER) = LET x UR/10
LER = 1380.36226114 x 10 / 10 = 1380.3622611382
11. Menghitung ITP (Indeks Tebal Perkerasan)
a. Mencari Daya Dukung Tanah Dasar (DDT) [Menggunakan Grafik Korelasi]
CBR = 5.0% Þ DDT = 4.6
b. Mencari Faktor Regional (FR) [Menggunakan Tabel 3]
Kelandaian = <6%
% Kendaraan berat = 17.96% FR = 1.0
Iklim/Curah Hujan = >2000 mm/tahun
c. Mencari Indeks Permukaan Pada Awal Umur Rencana, IP 0 (Tabel 6)
Lapis Permukaan Dipakai Laston dengan IP0 = 3.9-3.5
d. Mencari Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana, IPt (Tabel 5)

Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 41 dari 44


LER = 1380.36
IPt = 2
Klasifikasi jalan = Kolektor

Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 42 dari 44


e. Mencari Indeks Tebal Perkerasan, ITP [Menggunakan Nomogram]
IP0 = 3.9-3.5
Nomogram 4 ; ITP = 6.8
IPt = 2
12. Menghitung Tebal Perkerasan
ITP (Minimal) = 6.8
MATERIAL Kekuatan Bahan Koef. Kekuatan Relatif KETERANGAN
LASTON (AC) MS = 774 (kg) a1 = 0.4 LAPIS PERMUKAAN
Batu Pecah Kelas A CBR = 100% a2 = 0.14 LAPIS PONDASI
Sirtu Kelas B CBR = 50% a3 = 0.12 LAPIS PONDASI BAWAH

SUSUNAN PERKERASAN Koef. Kekuatan TEBAL


LAPIS PERMUKAAN 0.4 D1

LAPIS PONDASI 0.14 D2

LAPIS PONDASI BAWAH 0.12 D3

TANAH DASAR

ITP = a1.D1+ a2.D2 + a3.D3

diambil, D2 = 15.00 cm
D3 = 20.00 cm
ITP - a2.D2 - a3.D3
D1 = = 5.75 cm
a1
» 6.00 cm
BATAS MINIMUM TEBAL LAPISAN LASTON/HRA/ASBUTON [TABEL 8]
= 7.50 cm
TEBAL LAPISAN LASTON [FINAL] (*) = 9.00 cm
(*) DENGAN PERTIMBANGAN FAKTOR KENAIKAN PERTUMBUHAN LALU LINTAS SAAT JALAN DIBUKA &
PENINGKATAN MENJADI ARTERI II
Jadi :
Laston dipakai :
Lapis Aus (AC-WC) = 4.0 cm
Lapis Pondasi (AC-BC) = 5.0 cm
Lapis Pondasi dipakai :
Agregat Kelas A = 15.0 cm
Agregat Kelas B = 20.0 cm

13 SUSUNAN TEBAL PERKERASAN:

AC-WC 4.0 cm
AC-BASE COURSE 5.0 cm

AGGREGAT A 15.0 cm

AGGREGAT B 20.0 cm

Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 43 dari 44


TANAH DASAR CBR 5%

Kasongan - KM. 65/Palantaran Halaman 44 dari 44