Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Fisika Dasar III

Efek Fotolistrik

Di susun oleh :

1. Hairun Nisa / 1805035008

2. Rahman Setiyawan / 1805035006

Kelas : Reguler A Pendidikan Fisika 2018

UNIVERSITAS MULAWARMAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN FISIKA

2019
A. Pendahuluan
Pada thun 1905, Einstein memperkenalkan radiasi elektromagnetik (atau secara
sederhana disebut cahaya) merupakan jumlah terkuantitas dan terdapat dalam jumlah
elementer (kuanta) yang kita sebut foton. Jumlah energi terkecil yang dapat dimiliki
frekuensi gelombang cahaya adalah ℎ𝑓, energi foton tunggal. Jika gelombang memiliki
lebih banyak energi, total energinya merupakan kelipatan bilang bulat dari ℎ𝑓.
Selanjutnya Einstein menyatakan bahwa ketika cahaya diserap atau di pancarkan
oleh sebuah benda (materi), kejadian penyerapan atau pemancaran ini terjadi dalam atom
benda. Ketika cahaya dengan frekuensi 𝑓 diserap oleh sebuah atom, energi ℎ𝑓 dari satu
foton dipindahkan dari cahaya ke atom. Dalam kejadian penyerapan ini, foton lenyap dan
atom disebut menyerap foton. Ketika cahaya dengan frekuensi 𝑓 dipancarkan oleh
sebuah atom, jumlah energi ℎ𝑓 dipindahkan dari atom ke cahaya. Dalam kejadian
pemancaran ini, foton tiba-tiba muncul dan atom disebut memancarkan foton. Maka, kita
bisa mendapatkan penyerapan foton dan pemancaran foton oleh atom-atom sebuah
benda.
Jika Anda mengarahkan berkas cahaya dengan panjang gelombang yang cukup
pendek ke suatu permukaan logam yang bersih, cahaya akan menyebabkan elektron
meninggalkan permukaan tersebut (cayaha akan mengeluarkan elektron dari permukaan).
Efek fotolistrik inidigunakan dalam banyak peralatan, termasuk kamera TV, kamera
perekam, dan teropong malam. Einstein mendukung konsep fotonnya dengan
menggunakan konsep tersebut untuk menjelaskan efek ini, yang tidak dapat dipahami
tanpa fisika kuantum.

B. Persiapan

C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap jumlah elektron yang terlepas
selama proses efek fotolistrik?
2. Bagaimana pengaruh jenis plat terhadap kuat arus yang terbaca?
D. Hipotesis
1. Semakin tinggi intensitas cahaya, maka jumlah elektron yang terlepas juga akan
semakin banyak
2. Jika digunakan intensitas, tegangan, dan panjang gelombang yang sedangkan
jenis plat berbeda-beda maka kuat arus yang terbaca akan berbeda-beda.

E. Pengujian Hipotesis
 Penentuan Variabel
1. Variabel bebas: intensitas cahaya
Variabel terikat: jumlah elektron
Variabel kontrol: panjang gelombang, tegangan, dan jenis plat.
2. Variabel bebas: jenis plat
Variabelterikat: kuat arus yang terbaca
Variabel kontrol: panjang gelombang, tegangan,
 Definisi Operasional
1. Intensitas cahaya dapat di atur tingkatannya langsung pada alat selama proses
percobaan.
2. Jumlah elektron yang terlepas dapat diketahui dengan melihat nilai yang tertera
pada arus listrik, dimana arus listrik dapat dilihat pada alat tersebut
3. Tegangan dapat di atur tingkatannya langsung pada alat selama proses
percobaan.
4. Jenis plat dapat di atur jenisnya langsung pada alat selama proses percobaan.
5. Kuat arus listrik adalah nilai yang terbaca saat variabel bebas diubah-ubah pada
percobaan berlangsung .
 Definisi konsepsional
1. Intensitas cahaya merupakan tingkat kecerahan atau terang gelapnya cahaya.
2. Jumlah elektron adalah banyaknya elektron yang terlepas dari plat selama
proses penyinaran dan dapat dilihat atau ditentukan jumlahnya dengan melihat
arus listrik yang terbaca pada alat.
3. Tegangan adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam
rangkainyan listrik.
4. Plat adalah tempat elektron masuk (tertangkap) dan elektron keluar (terlepas).
5. Kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang melalui penampang suatu
penghantar setiap satuan waktu.
F. Alat dan Bahan
1. Seperangkat laptop
2. Software simulasi efek fotolistrik Amrita
3. Java Runtime Environment

G. Prosedur Kerja
Percobaan 1
a. Dipastikan telah membuka web Amrita
b. Dijalankan program simulasi efek fotolistrik di Amrita
c. Diatur plat copper
d. Di klik kemudian digeser panjang gelombang pada 200 nm
e. Diklik dan digeser tegangan hingga nilai -2volt
f. Diklik kemudian digeser intensitas cahaya dari tingkat yang terendah.
g. Diamati dan dicatat kuat arus yang terbaca
h. Ulang langkah f dan g hingga diperoleh data yang bervariasi
Percobaan 2
a. Dipastikan telah membuka web Amrita
b. Dijalankan program simulasi efek fotolistrik di Amrita
c. Di klik kemudian digeser panjang gelombang pada 100 nm
d. Diklik dan digeser tegangan hingga nilai -6volt
e. Diklik kemudian digeser intensitas cahaya dari tingkat 30 𝑊/𝑚2 .
f. Di ubah-ubah plat
g. Diamati dan dicatat kuat arus yang terbaca
h. Ulang langkah f dan g hingga diperoleh data yang bervariasi

H. Tabel Pengamatan
Tabel 1
Jenis Plat Panjang Tegangan Intensitas Cahaya(𝑊/ Arus (A) (10)^-
Gelombang (nm) (V) 𝑚2 ) 6
Tembaga 200 -2 1 0
Tembaga 200 -2 5 2,5
Tembaga 200 -2 10 5
Tembaga 200 -2 15 7,5
Tembaga 200 -2 20 10
Tembaga 200 -2 25 12,5
Tembaga 200 -2 30 15
Tabel 2
Panjang Gelombang Tegangan Intensitas Jenis Plat Arus (A)
(nm) Cahaya(𝑊/𝑚2 ) (10)^-5
100 -6 30 Tembaga 7,47
100 -6 30 Natrium 7,78
100 -6 30 Seng 7,47
100 -6 30 Platinum 7,45

Analisis Data
Data 1
𝜆 = 200 𝑛𝑚
𝑉 = −2𝑣𝑜𝑙𝑡
𝐼1 = 0 × 10−6 𝐴
𝐼2 = 2,5 × 10−6 𝐴
𝐼3 = 5 × 10−6 𝐴
𝐼4 = 7,5 × 10−6 𝐴
𝐼5 = 10 × 10−6 𝐴
𝐼6 = 12,5 × 10−6 𝐴
𝐼7 = 15 × 10−6 𝐴
Mencari frekuensi
c
f1 =

3×108 𝑚/𝑠
f1 =200×10−9 𝑚

f1 = 0,015 × 1017 Hz
Mencari Konstanta Planck (h)
eV
h=
f
1,602×1019 𝑐(2𝑉)
h= 0,015 × 1017 Hz

h = (1,602 × 1019c)(133 ×10−17 V/Hz)


h = (1,602 × 1019c)(1,33 ×10-15 V/ Hz)
h = 2,131 × 102 eV
Data 2
𝜆 = 100 𝑛𝑚
𝑉 = −6𝑣𝑜𝑙𝑡
𝐼1 = 7,47 × 10−5 𝐴
𝐼2 = 7,78 × 10−15 𝐴
𝐼3 = 7,47 × 10−6 𝐴
𝐼4 = 7,45 × 10−6 𝐴
Mencari frekuensi
c
f1 =

3×108 𝑚/𝑠
f1 =100×10−9 𝑚

f1 = 0,015 × 1017 Hz
Mencari Konstanta Planck (h)
eV
h=
f
1,602×1019 𝑐(6𝑉)
h= 0,03 × 1017 Hz

h = (1,602 × 1019c)(200 ×10−17 V/Hz)


h = (1,602 × 1019c)(2,00 ×10-15 V/ Hz)
h = 3,204 × 102 eV