Anda di halaman 1dari 69

BAB I

ILMU PELAYARAN DATAR

PENDAHULUAN

Untuk pelayaran sebuah kapal dari tempat tolak ke tempat tujuan


dengan aman dan efisien dipergunakan bermacam-macam pengetahuan
Navigasi dimana salah satu diantaranya dikenal dengan nama Ilmu
Pelayaran.
Ilmu Pelayaran atau Navigasi ialah ilmu yang mengajarkan kepada kita
bagaimana cara membawa kapal dari tempat tolak ke tempat tiba, aman
praktis dan ekonomis.

Adapun Navigasi itu sendiri didalam praktek terdapat empat jenis yaitu :
1. Navigasi Duga, dimana penentuan posisi kapal diatas peta laut
ditentukan berdasarkan haluan dan kecepatan kapal.
2. Pelayaran menyusur pantai, dimana penentuan posisi kapal diatas
peta laut ditentukan dengan cara membaring benda duniawi (pulau,
tanjung, suar dll)
3. Navigasi Astronomi dimana penentuan posisi kapal di atas peta laut
ditentukan dengan menggunakan benda-benda angkasa seperti :
matahari, bintang dan lain-lain dengan cara mengukur tinggi benda
angkasa tersebut.
4. Pelayaran elektronik, dimana berkedudukan kapal ditentukan
dengan menggunakan alat-alat elektronik seperti : radar, RDF, dan
lain-lain.

Ilmu Pelayaran itu sendiri dibagi lagi menjadi 3 bagian yaitu :


1. Ilmu Pelayaran Datar
2. Ilmu Pelayaran Astronomi dan,
3. Hitung Pelayaran
LINGKARAN BESAR DAN LINGKARAN KECIL

Diatas permukaan sebuah bola kita dapat membuat lingkaran-lingkaran


yang terdiri dari :

1. Lingkaran besar ialah lingkaran yang membagi bola menjadi 2


bagian yang sama besar.
Titik pusat lingkaran berimpit dengan titik pusat bola.

2. Lingkaran kecil ialah lingkaran yang membagi menjadi 2 bagian


yang tidak sama besar.

3. Titik pusat lingkaran tidak berimpit dengan titik pusat bola.

Gambar 1
BUMI
Bentuk dan ukuran Bumi :
Bumi dimana kita berada ini merupakan suatu benda yang bergerak
bebas di ruang angkasa mengitari matahari dan berbentuk seperti bola,
disamping beredar mengelilingi matahari bumi juga berputar pada
porosnya satu kali putaran dalam jangka waktu 23 jam 56 menit 4 detik,
dari barat ke timur sehingga semua benda seakan-akan terbit dari timur
dan terbenam di barat.

Jari-jari bumi : 637.800 m


Keliling bumi : 40.000 Km = 40.000.000 M
Bukti-bukti bahwa bumi berbentuk seperti bola sebagai berikut :
1. Apabila kita mendekat suatu benda ( menara suar, kapal dll ), maka
nampak lebih dahulu ialah bagian atasnya, kemudian bagian-
bagian yang letaknya lebih rendah.
2. Di tengah laut batas bagian yang nampak dari permukaan bumi
berbentuk lingkaran yang disebut cakrawala ( horizon ).
3. Pada gerhana bulan bayangan bumi yang jatuh diatas permukaan
bulan berbentuk busur lingkaran atau lingkaran atau lingkaran
penuh.

DEFINISI-DEFINISI

Poros Bumi
Ialah garis menengah bumi keliling dimana bumi berputar

Kutub-kutub
Ialah titik-titik potong permukaan bumi dengan poros bumi. Titik potong
yang satu disebut kutub utara (KU) dan yang lain disebut kutub selatan
(KS)
Katulistiwa ( equator )
Ialah lingkaran besar yang merupakan irisan permukaan bumi dengan
bidang yang melalui pusat bumi dan tegak lurus pada poros bumi.
Katulistiwa ini membagi bumi menjadi 2 bagian yang sama besar ialah
belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
Jajar ( Paralel )
Ialah lingkaran-lingkaran kecil di permukaan bumi yang sejajar dengan
katulistiwa.

Diantara jajar-jajar diatas permukaan bumi yang sejajar dengan


katulistiwa:
a. Lingkaran balik Mangkara ialah jajar yang letaknya 23 ½°
disebelah Utara Katulistiwa.
b. Lingkaran balik Jadayat ialah jajar yang letaknya 23 ½° disebelah
Selatan Katulistiwa
c. Lingkaran Kutub Utara/Selatan ialah sejajar yang letaknya 66½°
disebelah Utara/Selatan Katulistiwa
Jajar-jajar istimewa ini membagi bumi menjadi 5 daerah iklim.

Gambar. 2
Derajah ( meridian ) ialah setengah lingkaran besar yang dtarik melalui
kutub-kutub bumi dan tegak lurus pada katulistiwa.

Diantara derajah-derajah di permukaan bumi ada yang istimewa :


1. Derajah nol ( derajah pertama ) ialah derajah yang melalui kota
GREENWICH di Inggris.
2. Garis batas tunggal ialah derajah yang letaknya 180 % terhadap
derajah nol.
3. Derajah-derajah disebut juga lingkaran bujur. Bujur dihitung dari
derajah nol sampai 180° disebut bujur Timur, dari nol derajat
sampai 180° Barat disebut bujur Barat.

Kedua derajah tersebut merupakan lingkaran besar yang membagi bumi


menjadi 2 (dua) bagian yang sama besar ialah belahan bumi Timur dan
belahan bumi Barat.

Gambar. 3
KOORDINAT-KOORDINAT DI BUMI
Untuk menentukan letak suatu titik di atas permukaan bumi dipergunakan
sistem tata koordinat dengan 2 buah sumbu, sebagai sumbu mendatar
diambil katulistiwa dan sebagai sumbu tegak diambil derajah nol.
LINTANG
Suatu tempat di bumi ialah sebagian busur dari derajah yang melalui
tempat tersebut diukur dari katulistiwa sampai pada tempat itu.
Dalam hal ini dibedakan lintang utara dan lintang selatan tergantung letak
tempat tersebut terhadap katulistiwa.
Lintang dihitung dari 0° sampai dengan 90° Utara atau Selatan.

BUJUR
Suatu tempat dibumi ialah sebagai busur dari katulistiwa diukur dari
derajah nol sampai pada derajah yang melalui tempat tersebut.
Dalam hal ini dibedakan bujur Timur dan bujur Barat tergantung letak
tempat tersebut terhadap derajah nol Bujur dihitung dari 0° sampai
dengan 80°
Gambar 4

Selisih Lintang
( Δℓ ) ialah perbedaan antara lintang tempat tolak dan lintang tempat tiba.

Selisih bujur
(Δb ) ialah selisih (perbedaan) antara bujur tempat tolak dan bujur tempat
tiba.

Untuk mendapatkan Δ II atau Δ bu sebagai berikut :

1. Jika lintang kedua tempat tersebut senama diambil selishnya.


2. Jika lintang kedua tempat tersebut tidak senama diambil jumlahnya.
Gambar. 5

Kapal berlayar dari tempat tolak A ke tempat tiba B.


Lintang B = 15°
Lintang A = 5°
Δℓ = 10°

Lintang menengah ( lim )


Antara 2 tempat ialah jajar yang letaknya tepat di tengah-tengah diantara
jajar-jajar yang melalui kedua tempat tersebut.

Untuk menentukan lim adalah sebagai berikut :


1. Jika kedua lintang senama maka diambil setengah dari kedua
jumlah lintang tersebut.
2. Jika kedua lintang tidak senama maka diambil setengah dari selisih
dari kedua lintang, ditambahkan pada lintang kecil, atau
dikurangkan dari lintang yang besar .
Contoh I
T t 0 = 02° U
T t i = 08° U
Lim = 02° + 08° = 10° = 5°
2 2

Contoh II
T t 0 = 02° U
T t i = 08° U
Lim = 08° + 02° - 02°= 5°-2° = 3°U
2

Pipihan Bumi
Dari pengukuran derajat pada berbagai lintang menunjukkan bahwa bumi
tidak berbentuk bulat penuh, tetapi pipih pada katub-katubnya.
Menurut Bayfort pipihan bumi = 1/297 artinya sebagai berikut :

Gambar. 6
a-b = _1_
a 297

Menit derajah :
Akibat dari pipihan bumi tersebut diatas maka derajah berbentuk elips :
Satu menit derajah pada lintang yang tinggi adalah lebih panjang daripada
lintang yang rendah .
a. 1 derajah pada katub = 1861 m
b. 1 derajah pada katuliswa = 1843 m
c. 1 derajah lintang 450 = 1852 m
d. 1 katulistiwa = 1855 m

Mil Laut
Satu mil laut ialah menengah dari panjangnya satu menit derajah =
1843 m + 1861 m = 1852 m
2
Atau
Keliling bumi = 40.000.000 m
1 mil laut = 40.000.000 m = 1851, 851
360 x 60
= 1852 m

Lintang Geografis dan lintang Geocentris


Akibat yang lain dari pipihan bumi terjadinya lintang geografis dan lintang
geocentris

Lintang Geografis
Alah sudut yang dibentuk antara normal tempat penilik dengan bidang
katulistiwa ( < α ).

Lingtang Geocentris
Ialah sudut antara jari-jari bumi, dimana sipenilik berada dengan bidang
katulistiwa ( < β )

Gambar 7

Kl = Katulistiwa
β = lintang geografis
α = lintang geocentris
T = Sipenilik
Lintang geografis = lintang geocentris
Apabila sipenilik di katulistiwa atau di kutub

PROYEKSI PETA
Peta adalah proyeksi bumi atau sebagian muka bumi yang digambarkan
diatas bidang datar.
Untuk dapat menggambarkan permukaan bumi atau sebagian dari
padanya digunakan peta-peta. Dalam pembuatan peta laut dipergunakan
bermacam-macam jenis proyeksi peta tergantung dari pada keperluannya.
Di Indonesia pada umumnya dipergunakan proyeksi silinder dimana
bidang silindernya disinggungkan pada katulistiwa dan dikenal dengan
nama Proyeksi Mercator.

Gambar 8
JARINGAN PETA

Jaringan peta ialah gambaran derajah-derajah dan jajar-jajar didalam


peta yang saling ,memotong tegak lurus.
Oleh karena permukaan bola bumi tidak dapat dibuka menjadi bidang
datar maka sebuah peta tidak dapat memberikan gambaran yang
sebenarnya dari permukaan bumi.

Syarat-syarat untuk membuat peta yang sempurna sebagai berikut :


1. Harus sebangun yang berarti sudut-sudut dibumi harus sama
dengan sudut-sudut dipeta
2. Loxodron dilukis sebagai garis lurus
3. Daerah-daerah dan jajar-jajar tegak lurus satu sama lain.
4. Skala tetap,

Di dalam kenyataan persyaratan-persyaratan tersebut diatas tidak


mungkin dicapai dengan jenis proyeksi peta manapun.
Oleh sebab itu peta-peta yang dipakai dalam pelayaran adalah peta yang
sebanyak mungkin memenuhi persyaratan tersebut diatas,

SKALA PETA
Skala peta ialah perbandingan antara panjang suatu garis di peta dengan
panjang garis tersebut diatas permukaan bumi.
Pada umumnya ditulis sebagai bilangan dengan pembilang 1.

Misalnya’: _1___ atau 1 : 10.000 artinya :


10.000

Untuk mendapatkan panjang garis tersebut diatas permukaan bumi,


panjang garis dipeta harus dikalikan dengan 10.000.

PETA LAUT :
Untuk kepentingan berlayar pada umumnya sebuah peta laut harus
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Sudut-sudut di bumi harus sama dengan sudut-sudut dipeta
(konform)
2. Loksodrom (garis haluan) dipeta harus dapat dilukiskan sebagai
garis lurus.

Peta yang memenuhi kedua syarat ini disebut peta bertumbuh.


Akibatnya pada peta ini :
1. Derajah merupakan garis lurus mengarah ke kutub jalannya sejajar.
2. Jajar-jajar merupakan garis lurus.
3. Tiap derajah tegak lurus tiap jajar
4. Derajah-derajah harus sejajar satu sama lain.
5. Jajar-jajar harus sejajar satu sama lain.

Peta lintang bertumbuh (Konstruksi Mercator )


Pada Lintang Bertumbuh
Ialah peta yang jaringan petanya berbentuk empat persegi panjang ,
dimana makin mendekati kutub skala tegaknya main panjang.

Kutub a< b

A<0<d<0

Gambar. 9
PETA LINTANG MENENGAH
Peta Lintang Menengah : Ialah peta yang jaringan petanya berbentuk
empat persegi panjang yang sebangun (skala tegaknya sama
panjangnya)

a<b

Gambar. 10
PETA DATAR
Peta Datar : - Ialah peta lintang menengah yang lintang menengahnya
adalah Katulistiwa
- Jaringan merupakan bujur sangkar

Gambar. 11
LOXODRON dan ORTHODROM

Loxodron ialah suatu garis yang menghubungkan antara 2 tempat,


dibumi merupakan garis lengkung dan dipeta merupakan garis lurus yang
memotong derajah-derajah atas sudut yang sama besarnya.

Orthodrom ialah haluan yang ditempuh oleh kapal menurut jarak


perjalanan yang terpendek , jadi diatas bumi yang berbangun bulat itu
menurut lingkaran besar yang memotong derajah-derajah atas sudut yang
tidak sama besarnya.

ARAH
Di dalam perjalan dikenal 3 macam arah :
1. Arah Sejati ialah arah yang memakai patokan garis U – S yang
jatuh sama dengan arah derajah yang melalui suatu tempat.
Di peta laut arah sejati terdapat pada skala luar dari mawar
pedoman.
2. Arah Magnetis ialah arah yang memakai patokan garis yang
berimpit dengan arah magnit yang semata-mata hanya mendapat
pengaruh magnetis bumi
Di peta laut arah magnetis ditunjukkan pada skala dalam dari
mawar pedoman.
3. Arah Pedoman ialah arah yang memakai patokan garis U-S yang
ditunjukkan oleh pedoman di kapal. Pedoman di atas kapal selain
mendapat pengaruh magnetis bumi juga mendapat pengaruh dari
besi-besi kapal.

VARIASI
Variasi ialah sudut yang dibentuk antara Utara Sejati (US) dan arah Utara
Magnet (UM).

Variasi diberi sebutan Timur (positif) bilamana arah Utara magnetis (UM)
menyimpang ke arah Timur / kekanan terhadap Utara sejati (US).

Variasi diberi sebutan Barat (negatip) bilamana arah utara magnetis (UM)
menyimpang kearah Barat/ ke kiri terhadap utara sejati (US).
Gambar. 12

Kapal berada di A, variasi = 0°


Kapal berada di B, variasi = 180°
Kapal berada di UM atau US, variasi tak dapat ditentukan.

Kadang-kadang di suatu tempat kekuatan magnet bumi setempat berubah


secara periodik sehingga mempengaruhi arah Utara Magnetis.
Akibatnya sudut variasi akan membesar atau mengecil sesuai dengan
perubahan arah Utara Magnetis.

Jika sudut variasi bertambah besar disebut Increasing dan jika sudut
variasi bertambah kecil disebut Decreasing.

Didalam peta laut kita dapati misalnya :


Variasi 15°W (1970) decreasing annually 10’ artinya variasi di tempat
tersebut pada tahun 1970 adalah 15° W dan setiap tahun berkurang 10.
Nilai variasi untuk suatu tempat dibumi dapat diperoleh didalam :
1. Peta laut
2. Peta variasi

Besarnya variasi tergantung dari :


1. Tempatnya di bumi
2. Tahun ( Waktu )

Didalam peta variasi terlukis garis-garis yang ditarik melalui tempat-tempat


dengan variasi yang sama dan senama sebagi berikut :
Isogone : garis dipeta yang ditarik melalui tempat-tempat yang sama
variasinya.
Agone : garis yang dipeta ditarik melalui tempat-tempat yang
variasinya = nol
Isologone : garis dipeta, yang ditarik melalui tempat-tempat dengan
perubahan variasi yang berbeda.

Contoh I :
Dalam pera terlukis var. 15°w (1970) decreasing arri 101
Ditanyakan variasi tahun 1976 ?
Jawab : Variasi 1970 = 15°
Dec = 6 x 10l 60l = 1°
Variasi 1976 = 14°w

Contoh II
var. 15°w (1970) inc arri 10l
ditanyakan variasi 1976.
Jawab : Variasi 1970 = 15°w
Inc. = 6 x 10l = 60l =1°
Variasi 1976 = 16°w
DEVIASI
Deviasi adalah sudut yang dibentuk antara utara magnet (UM) dengan
arah Utara pedoman (UP)

Deviasi diberi sebuah positip (+) apabila arah utara pedoman (UP)
menyimpang ke kanan terhadap arah Utara magnetic ( UM).

Deviasi diberi sebuah negatip (-) apabila arah utara pedoman (UP)
menyimpang ke kiri terhadap arah Utara magnetic ( UM).

Deviasi = 0° apabila diperoleh didalam daftar deviasi. Besarnya nilai


deviasi tergantung daripada haluan kapal.

Gambar. 13

Salah tunjuk (S.t) atau salah pedoman


Salah tunjuk ialah sudut yang dibentuk antara Utara Sejati (US) dan Utara
Pedoman (UP) atau jumlah aljabar antara varisasi dan deviasi.

Salah tunjuk diberi sebutan positip (+) apabila arah Utara pedoman (UP)
menyimpang ke kanan terhadap arah Utara sejati (US)

Salah tunjuk diberi sebutan negatip (-) apabila arah Utara pedoman (UP)
menyimpang ke kiri terhadap arah Utara sejati (US)
Salah tunjuk =0° apabila arah Utara pedoman (UP) berimpit dengan arah
Utara Sejati (US).
Salah tunjuk juga merupakan jumlah aljabar dari variasi dan deviasi S.t =
Var + Dev

Gambar. 14

HALUAN (HK)
Haluan ialah sudut yang dibentuk antara garis limas kapal dan arah utara
selatan.
Berhubung ada 3 macam Utara, maka dikenal pula tiga macam haluan :
1. Haluan Sejati (HS) ialah sudut yang dibentuk oleh arah utara sejati
(US) dengan arah haluan kapal (HK).
2. Haluan Magnetis (HM) ialah sudut yang dibentuk oleh arah Utara
Magnetis (UM) dengan arah haluan kapal (HK)
3. Haluan Pedoman (HP) ialah sudut yang dibentuk oleh Utara
pedoman (UP) dengan arah haluan kapal (HK)

Sudut haluan selalu diukur dari arah Utara kekanan searah dengan arah
perputaran jarum jam.
Gambar. 15

Hubungan antara HS, HM, dan HP


1. HS = HM + Variasi
2. HS = HP + Salah Tunjuk
3. HM = HP + Deviasi

RIMBAN
Disebabkan oleh arus atau angin pada lambung kapal arah gerakan kapal
terhadap permukaan air tidak sama dengan haluan yang dikemudikan.

Haluan yang dilayari (Hdil) ialah sudut yang dibentuk oleh arah Utara
dengan arah gerakan kapal terhadap permukaan air.

Rimban ialah sudut yang dibentuk oleh garis lurus kapal dan arah
gerakan kapal.
Rimban diberi tanda positip (+) apabila kapal dihanyutkan ke kanan ( Hdi
> Hkmd)
Rimban diberi tanda negatip (-) apabila kapal dihanyutkan ke kiri ( Hdil <
Hkmd)
Gambar. 16

Perhitungan haluan dan jauh :


Dalam perhitungan haluan dan jauh terdapat 2 macam persoalan.
1. Tempat tolak, haluan dan jauh diketahui. Diminta posisi tempat tiba.
2. Posisi tempat tolak dan tempat tiba diketahui. Diminta haluan dan
jauh.

Pembagian haluan :
1. Haluan Utara / Selatan
Pada haluan ini kapal berlayar sepanjang derajah. Dalam hal ini
hanya lintang yang berubah. Adapun bujur tetap tidak berubah.
Jarak yang ditempuh = Δ lintang
Jumlah mil yang ditempuh =jumlah menit perubahan lintang.

Contoh I :
Tempat tolak 02° 15l U dan 94° 20l T
Kapal berlayar dengan HS = Utara, sejauh 72 mil
Diminta tempat tiba.
Jawab :
Jauh yang ditempuh = 72 mil, Δℓ =72l =01°12lU.
tt0 = 02° 15l U dan 94° 20l T
Δℓ = 01°12lU Δb = 0
tti = 03° 27l U dan 94° 20l T

Contoh II :
tt0 = 01° 20l U dan 115° 20l T
Hs = Selatan, jauh = 100 mil
Diminta : Tempat tiba

Jawab :
Jauh yang ditempuh = 100 mil, Δℓ = 100l = 01°40lS
tt0 = 01° 20l U dan 115° 20l T
Δℓ = 01°40lS Δb = 0
tti = 00° 20lS dan 115° 40lT

2. Haluan Timur / Barat’


Pada haluan ini kapal berlayar sepanjang sejajar. Dalam hal ini
hanya ada perubahan bujur. Adapun lintang tetap tidak berubah.
Jauh yang ditempuh = Simpang
- Jauh menurut jajar disebut simpang
- Jauh menurut katulistiwa disebut perubahan bujur
- Di katulistiwa Δb = simpang = jauh.

Untuk mendapatkan Δ bujur dapat dilakukan dengan :


Rumus : Δ bujur = simpang secan lintang.
Untuk penyelesaian digunakan :
a. Dengan logaritma
b. Dengan daftar II Ilmu Pelayaran.
Gambar 17

Kapal berlayar dari C ke D


CD = simpang
EF = Δb
∩ CD : ∩ EF = л : R
Simpang : Δb = л : R л : R = cos ℓ

Simpang = Δb cos ℓ (DAF I, III.p)


b = simp.sec ℓ(DAF II/p)

3. Haluan Serong
Pada haluan ini terjadi perubahan lintang dan perubahan bujur.
Untuk mendapatkan Δ lintang, Δbujur, haluan dan jauh dipakai
rumus-rumus sebagai beikut :
1. Sin H = Simpang
Jauh
2. Cos H = Lintang
Jauh

3. Tg H = Simpang
Lintang

4. Tg. HR= Bujur untuk lintang menengah TgR = Simpang


L.b.t 𝛥

a. Dengan skala lintang / tegak

Gambar. 18

b. Dengan skala bujur / datar

Gambar. 19
Haluan Rangkai
Berlayar dengan beberapa haluan dan jauh disebut merangkai haluan.
1. Tempat tiba duga = letak kapal yang diperoleh dari perhitungan
haluan dan jauh ( pedoman dan topdal )
2. Tempat tiba sejati = letak kapal yang diperoleh dari baringan
dan / atau penilikan benda angkasa atau alat elektronik,
3. Perolehan duga = haluan dan jauh dari tempat tolak ke tempat
tiba duga
4. Perolehan sejati = haluan dan jauh dari tempat tolak ke tempat
tiba sejati
5. Salah Duga = haluan dan jauh dari tempat tiba duga ke tempat
tiba sejati
Salah disebabkan oleh arus, penunjukkan topdal yang salah,
mengemudikan kurang baik dsb.
6. Merangkai haluan = Menjabarkan berbagai haluan dan jauh
menjadi satu haluan dan jauh (satu perolehan duga) serta
menghitung tempat tiba duga.

Cara merangkai haluan :


1. Merangkai secara datar
a. Ambilah jumlah aljabar dari semua Δlintang dan semua
simpang untuk tiap-tiap haluan ( Daftar I)
b. Tentukan nilai lintang menengah dengan menjumlahkan
lintang tolak dan lintang tiba dibagi dua.
c. Tentukan Δ bujur dengan argumen lintang menengah dan
jumlah simpang (Daftar II)
d. Dengan rumus Tg.H = Simpang dapat diperoleh haluan dan
Δℓ
jauh.
ditempuh ( Daftar I )
2. Merangkai secara bulatan
Dalam merangkai secara bulatan untuk setiap haluan ditentukan
Δbujur

Menandingkan arus
Yang dimaksud dengan menandingkan arus ialah memperhitungkan arah
dan kekuatan arus dalam perhitungan haluan dan jauh.

Arah arus ialah arah kemana arus itu mengalir.

Kekuatan arus ialah kecepatan arus dalam mil /jam.

Arah angin ialah arah dari mana angin bertiup.

Haluan dan jauh diatas arus


Yang dimaksud dengan haluan dan jauh diatas arus ialah haluan yang
harus dikemudikan dan jauh yang harus ditempuh di bawah pengaruh
arus, untuk mencapai tempat tujuan.

Oleh karena haluan yang dikemudikan itu terhadap perjalanan yang


ditempuh terletak pada sisi atas dari arus ialah sisi darimana arus itu
datang, maka haluan yang dikemudikan itu disebut haluan diatas arus.

Diketahui : Tempat tolak, tempat tiba, kekuatan/arah arus dan laju kapal
Diminta : Haluan yang harus dikemudikan dan banyaknya mil yang
harus ditempuh
Jawab :
Secara Konstruksi ( dipeta laut )
Gambar. 20

Soal :
1. Tempat tolak 02° 15l U dan 90° 20l T
Kapal berlayar dengan HS = Utara, sejauh 75 mil
Diminta tempat tiba ?
2. Lukiskan dari D dengan DE (laju kapal) sebagai kecepatan
kapal.
3. Tariklah AF/DE maka < UAF adalah haluan di atas arus dan AF
adalah jauh diatas arus.
4. Apa yang dimaksud dengan haluan rangkai ?
BAB II
PENENTUAN POSISI KAPAL DIATAS PETA LAUT

Definisi-definisi
Membaring ialah mengambil arahnya suatu benda dari kapal lalu arah
tersebut dengan arah berlawanan dilukis sebuah garis dari titik yang
dibaring dalam peta.

Sinar baring ialah sebagai lingkaran besar yang ditarik dari titik baringan
melalui pusat pedoman dari kapal.

Lengkung baring ialah garis lengkung yang menghubungkan antara titik


pusat pedoman di kapal dan benda yang dibaring yang memotong derajah
atas sudut yang sama.

Garis baringan ialah garis lurus dipeta laut yang pada titik yang dibaring
menyinggung lengkungan baringan.

Baringan ialah sudut yang dibentuk oleh arah utara dengan garis
baringan.

Ada 4 macam baringan :


1. Baringan Sejati (BS) ialah sudut yang dibentuk oleh arah Utara
Sejati (US) dengan garis baringan
2. Baringan Magnetis (BM) adalah sudut yang dibentuk oleh arah
Utara magnetis (UT) dengan garis baringan.
3. Baringan pedoman (BP) ialah sudut yang dibentuk oleh arah Utara
pedoman (UP) dengan garis baringan.
4. Baringan relatip (Br) ialah sudut antara sinar baringan dan haluan
kapal.
Gambar. 1
Untuk menentukan posisi kapal di atas peta laut dipakai bermacam-
macam cara tergantung jumlah benda-benda yang dapat dibaring dari
kapal.
1. Jika disekeliling kapal hanya terdapat satu benda baringan saja :
a. Satu benda dibaring 1 kali
1. Baringan dengan jarak
2. Baringan dengan peruman
3. Baringan dengan lingkaran suar
b. Satu benda dibaring 2 kali
1. Baringan dengan geseran
2. Baringan dengan sudut berganda
3. Baringan 4 surat
4. Baringan istimewa
5. Baringan dengan surat berganda
2. Jika disekeliling kapal terdapat dua benda yang dapat dibaring
Baringan silang

Gambar. 2
1) Bar I dan Bar II diambil dalam waktu hampir bersamaan, didapat
baringan pedoman.
2) Baringan pedoman yang diperoleh, dijabarkan dengan sembir
dan diperoleh baringan saja.
3) Lukis kedua baringan sejati tersebut dari benda yang dibaring
dalam peta.
4) Perpotongan kedua garis baringan sejati tersebut adalah posisi
kapal (K)

1.a.1 Baringan dengan peruman


Gambar. 3

Pelaksanaan :
1. Baringlah benda tersebut dengan pedoman (Bp), bersamaan
dengan itu kedalam air diukur dengan perum (25m)
2. Jabarkan Bp menjadi Bs dan lukis garis baringnya di peta
3. Jabarkan hasil peruman sampai muka serutan peta( lihat daftar
Pasang Surut )
4. Carilah pada garis baringan suatu kedalaman yang jatuh sama
dengan garis baringan (25m).
5. Posisi kapal (K) terletak pada titik tersebut.
1.a.2. Baringan Lingkar suar ( Baringan dengan jarak )
Gambar. 4
Pelaksanaan :
1. Terlebih dahulu buatlah lingkaran jarak nampak suar dengan suar
sebagai titik pusatnya dan jari-jarinya = jarak geografis suar ( lihat,
daftar suar )
2. Pada saat suar tersebut mulai nampak/hilang di cakrawala
baringlah suar tersebut denagn pedoman (Bp)
3. Jabarkan Bp menjadi Bs dan lukis garis baringnya di peta
4. Perpotongan antara Bs dangan lingkaran adalah posisi kapal (K)

1.b.1. Baringan dengan Geseran

Gambar. 5
Pelaksanaan :
1. Baringkah benda tersebut dengan pedoman (Bp) dan catat waktu.
2. Jabarkan Bp menjadi Bs 1 dan lukis garis baringnya dipeta
3. Setelah selang beberapa waktu kemudian benda tersebut dibaring
lagi dengan pedoman (Bp) dan dicatat waktunya.
4. Jabarkan Bp menjadi Bs II dan lukis garis baringnya di peta.
5. Hitunglah jarak yang ditempuh kapal dalam waktu antara BsI dan
bS II dan geserkan Bs I sepanjang garis haluan sesuai dengan
jarak tersebut.
6. Perpotongan antara Bs II dengan BsI yang digeserkan adalah
posisi kapal (K)

Catatan :
Jarak yang ditempuh dari bar I ke bar II =
Selisih waktu dalam menit X kecepatan atau / jam = d
60

1.b.2 Baringan dengan sudut berganda

Gambar. 6
Catatan :
I. Benda kiri
Baringan = H - < perpotongan
II. Benda kanan
Baringan = Haluan ( H) + < perpotongan

Pelaksanaan:
1. Baringlah benda tersebut dengan pedoman (Bp) dan catat waktunya.
2. Lukiskan Bs II sedemikian rupa sehingga sudut ytang dibentuk oleh BsII
dengan haluan 2x sudut yang dibentuk oleh Bs I dengan haluan
3. Pada saat terjadinya Bs II, catat waktunya
4. Hitunglah jarak waktu yang ditempuh kapal dalam waktu antara BsI-BsII
(misalnya = d mil ) dan ukurkan pada BD dari benda 7/8 di (BE)
5. Tarik dari E garis // garis keluar yang memotong bar II di K
6. Posisi kapal (K) terlertak pada titik tersebut.

1.b.3 Baringan Empat Surat

AC = BC ( segitiga siku-siku sama kaki )

Gambar. 7
Catatan :
I. Benda kiri
Baringan = H - < perpotongan
II. Benda kanan
Baringan = Haluan + < perpotongan
Catatan Benda dikiri
Bar I = H – 45°
Bar II = H - 90°
Karena baringan menggunakan pedoman magnet maka sembir harus
diperhitungkan.

Jika selama dalam pelayaran terdapat arus dari muka/belakang maka


letak kapal (K) lebih dekat /jauh dari benda sesuai dengan arah dan
kekuatan arus.

Pelaksaan :
1. Terlebih dahulu lukiskan garis-garis baringan Bs I dan Bs II
sedemikian rupa sehingga masing-masing membentuk sudut 45°
dan 90° dengan garis haluan (Hs)
2. Saat-saat terjadinya Bs I dan Bs II dicatat waktunya.
3. Hitunglah jarak yang ditempuh kapal dalam waktu antara Bs I –Bs II
( misalnya = d mil ) BD = a AC//ED
4. Posisi kapal (K) terletak pada titik tersebut.
1.b.4 Baringan Istimewa

Gambar. 8

Catatan :
I. Benda kiri
Baringan = H - < perpotongan
II. Benda kanan
Baringan = Haluan + < perpotongan

Pelaksanaan :
1. Terlebih dahulu lukiskan garis-garis baringan Bs I, Bs II dan Bs III
sedemikian rupa sehingga masing-masing membentuk sudut-sudut
26,5°, 45° dan 90° dengan garis haluan (Hs)
2. Saat-saat terjadinya Bs I dan Bs II dicatat waktunya.
3. Hitunglah jarak yang ditempuh kapal dalam waktu antara Bs I –Bs II
( misalnya = d mil ) dan geserkan Hs sepanjang Bs III sehingga
jaraknya dari benda tersebut = jarak yang telah dihitung,
4. Posisi kapal (K) pada perpotongan antara BS II dengan Hs yang
digeser.
Catatan :
Benda kiri
Bar I = H – 26,5°
Bar II = H - 45°
Sembir harus diperhitungkan

Keistimewaan daripada baringan istimewa ini adalah sebelum benda


tersebut melintang haluan, penilik sudah mengetahui saat dan jarak
kapal terhadap benda pada waktu melintang, sehingga jika jarak
tersebut dipandang kurang aman, kapal masih dapat dirubah
haluannya untuk menghindari bahaya navigasi.

Hal-hal yang perlu diperhatiakan dalam melaksanakan baringan silang


1. Waktu antara baringan yang satu dengan yang lain jangan terlalu
lama
2. Benda-benda yang perubahan sudut baringannya lambat dibaring
lebih dahulu.
3. Jika disekeliling kapal terdapat banyak benda yang dapat dibaring,
pilihlah benda-benda yang garis baringnya berpotongan tegak lurus
dan baringlah benda ketiga untuk pemeriksa.Jika pelaksanaan
baringan silang baik, ketiga garis baringan tersebut akan
berpotongan pada satu titik atau merupakan segitiga yang kecil.

Pelaksanaan :
1. Baringlah kedua benda tersebut dalam waktu yang hampir
bersamaan.
2. Jabarkan Bp menjadi Bs dan lukis garis-garis baringannya di peta
( BsI dan Bs II)
3. Perpotongan antara Bs I dan BS II adalah posisi kapal (K)
2.a. Baringan silang dengan geseran.

Gambar. 9

Pelaksanaan :
1. Baringlah n\benda yang satu (K) derngan pedoman (Bp) dan catat
waktunya
2. Jabarkan Bp I menjadi Bs I dan lukis garis baringnya di peta
3. Selang beberapa waktu kemudian baringlah benda yang lain (B)
dengan pedoman (Bp I) dan catat waktunya.
4. Jabarkan Bp II menjadi BS II dan lukis garis baringnya di peta.
5. Hitunglah jarak yang ditempuh kapal dalam waktu antara BSI- BS II
( misal = d mil ) dan geserkan Bs I sepanjang garis haluan dengan
jarak = jarak yang telah dihitung.
6. Perpotongan antara Bs II dengan Bs I yang digeser adalah posisi
kapal (K)
Menggunakan garis-garis merkah (garis-garis penuntun)
Untuk memudahkan navigasi seringkali dipasang merkah-merkah (menara
suar, suar penuntun, rambu-rambu dll ), sehingga kapal terhindar dari
bahaya navigasi dengan jalan menahan merkah-merkah tersebut menjadi
satu (berimpit) . Pada umumnya arah sejati telah diberikan.
Disamping mengarahkan haluan, garis penuntun juga digunakan untuk
menentukan deviasi (lihat transit)

Gambar. 10

Soal :
1. Apa yang dimaksud dengan deviasi, dan jelaskan ?
2. Bagaimana cara mengetahui bahaya-bahaya navigasi dalam
berlayar,?
3. Apa fungsi dari garis-garis merkah ( penuntun ).?
4. Sebutkan macam2 baringan, dan jelaskan ?
5. Bagaimana cara menentukan posisi kapal, ?
BAB III
BUKU-BUKU DAN SELEBARAN NAVIGASI

DAFTAR SUAR INDONESIA


Daftar suar Indonesia berisi perubahan-perubahan atau koreksi-koreksi
dari setiap suar yang diambil dari Berita Pelaut Indonesia (BPI)
Isi buku ini secara Umum antara lain :
a. Perhatian untuk BPI.
b. Keterangan-keterangan mengenai macam-macam penerangan dan
isyarat-isyarat dari pelampung, suar, kapal suar dan lain-lain.
c. Tabel untuk menghitung jarak nampak dari suar
d. Keterangan terperinci dari suar

Keterangan-keterangan dalam daftar suar Indonesia :


T = tetap ( F )
P = putus ( Oc )
C = cerlang ( Fl)
CC = cerlang cepat (Q)
CPJ = cerlang panjang ( LoFl)
H = hijau ( g )
M = merah ( r )
P = putih ( w)
KU = Kuning ( y)

Isi kolom-kolom tiap halaman


Kolom I = Nomor suar
Kolom II = Nama dan posisi suar
Kolom III = Lintang dan bujur
Kolom IV = Warna dari suar
Kolom V = Sifat dan periode
Kolom VI = Tinggi dalam meter
Kolom VII = Jarak nampak dalam mil pada cuaca terang
Kolom VIII = Uraian dari bangunan
Kolom IX = Penjelasan tentang sifat dari sektor Nampak.
Kolom X = Catatan dari BPI

Contoh Isi dari kolom IX


Cerlang 0,3 sec gelap 2,2 sec, cerlang 0,3 sec, gelap 7,2 sec
Kelihatan dari 258°, melalui Barat,Utara dan Timur sampai 147°.
Keterangan tersebut diatas artinya :
a. Periode = 0,3 dt + 2,2 dt + 0,3 dt + 7,2 dt = 10 detik.
b. Sektor nampak.

Gambar. 35

2. Daftar pasang surut Indonesia


a. Pada kulit luar tertera peta Indonesia
b. Peta tersebut diberi batas-batas dengan nomor yang sama
dengan daftar isi umpama bagan Siapi-api No. 4 dsb.
c. Pada halaman pertama dari Bagan Siapi-api diterangkan semua
mengenai naik turunnya air, tabiat, posisi, koreksi bulanan dsb.
d. satu halaman (daftar) berlaku satu bulan.
Contoh :

Gambar. 36

5,5 kenaikan tertinggi


1,1 kenalan terendah
Umpama tgl 7 Januari 0400
Dalam dipeta = 4,2 m
Daftar = ,5,5 m
Dalam air jam 7 = 9,7 m

3. Daftar arus Indonesia


a. Memberikan arah arus dan kecepatan arus setiap jam.
b. Arah arus hanya diberi tanda (-) atau (+)
c. Diberi keterangan haluan (+) arus mana kemana, begitu pula
haluan (-) arah arus kemana.
4. Berita Pelaut Indonesia

Diterbitkan oleh Hydrografi Angkatan Laut (HIDRA) yang merupakan suatu


buku dari kumpulan semua berita-berita dalam satu minggu yang
kemudian diterbitkan setiap minggu, diberi nomor menurut mingguannya
dari 1 sampai dengan 52
Contoh :
BP,1 2003/16/352
2003 menunjukkan tahun 2003
16 minggu ke 16
352 berita yang telah dikeluarkan.

5. Buku Kepanduan Bahari

Isi buku ini antara lain :


a. Suatu nota yang diambil dari BPI untukmelengkapi buku ini.
b. Cara pemakaian buku ini
c. Perhatian mengenai ukuran-ukuran serta satuan-satuan yang
dipakai.
d. Keterangan yang berhubungan dengan peta laut, penerbitan-
penerbitan navigasi pada umumnya dan cuaca.
e. Peta-peta Indek yang menunjukkan daerah.
f. Sistem pelampungan yang digunakan
g. Dan lain-lain.
Soal :
1. Sebutkan hal yang mempengaruhi jarak tampak suar ?
2. Pada waktu berlayar malam hari dengan HS = 90 tiba tiba di
haluan Nampak sebuah bouy cardinal dengan lampu QK FI (
quik flasing ) Tanda apakah bouy cardinal itu, dan apa
tindakan yang harus dilakukan ?
3. Apa yang dimaksud dengan peta gromonik dan peta datar ?
4. Jelaskan cara memindahkan posisi dari suatu peta ke peta
yang lain ?
5. Yang dimaksud dengan homing ?
BAB IV
MEMBUAT DAFTAR DEVIASI

Tiap-tiap kapal yang diperlengkapi dengan pedoman magnit selalu


terdapat suatu tabel yang menunjukkan nilai deviasi untuk haluan-haluan
surat induk. (U.T.S dan B) dan haluan-haluan surat induk antara (TL, TG,
BD, dan BL).
Tabel tersebut disebut daftar deviasi :

Daftar deviasi dibuat oleh petugas khusus yang menimbal pedoman ( dari
inspeksi Keselamatan Pelayaran ) pada waktu kapal turun dari dok,
selesai muat besi, selesai disambar kilat atau selesai kandas.

Meskipun sudah ada daftar deviasi di kapal, tetapi dianjurkan kepada para
Mualim untuk selalu mengontrol nilai deviasi tersebut. Karena dengan
adanya muatan-muatan di kapal, mungkin terdapat muatan yang
mengandung magnetis sehingga deviasi dapat berubah ( tidak sesuai
dengan tabel )
Sistem pembuatan daftar deviasi ada bermacam-macam cara antara lain
dengan :
1. Membaring 2 benda menjadi satu
2. Baringan sebelah menyebelah

Daftar Deviasi

Gambar. 1
BARINGAN SURAT BERGANDA

Gambar. 2

1. Terlebih dahulu lukiskan garis-garis bar I, bar II dan bar III


sedemikian rupa sehingga masing-masing membentuk sudut-sudut
22°, 5, 45° dan 90° dengan garis haluan (HS)
2. Saat-saat terjadinya bar I dan bar II dicatat waktunya, untuk
mendapatkan bar I dan bar II digunakan rumus :
a. Benda dikiri
Bp = HP - < Perpotongan
b. Benda di kanan’
BP = HP + < Perpotongan
3. Hitung jarak yang ditempuh dari bar I ke bar II umpama = d
4. Dari A pada bar III ukuran jarak d (A)
5. Dari E tarik garis sejajar dengan garis haluan yang memotong bar II
di K
6. K = posisi kapal waktu bar II diambil.
1. Membaring 2 benda menjadi satu ( Transit )
(membaring garis marka)

Gambar .3
Pelaksanaan :
1. Benda K dan B sudah diketahui posisinya dipeta.
Dengan demikian baringan magnetis (Bs) antara 2 benda
tersebut telah diketahui ( dengan menggeserkan arah KB ke
mawar pedoman )
2. Pada saat benda jadi satu (searah) baringlah (Bp)
3. Sembir Bs-Bp
4. Deviasi = s - v (variasi ada di peta )

Dengan rumus = Bm – Bp dapat diperoleh nilai deviasi untuk


haluan-haluan tersebut diatas.
2. Baringan sebelah menyebelah

Gambar.4

Contoh :
Dari kapal pedoman didarat dibaring = 60° (Bp)
Dari darat pedoman kapal dibaring = 245°
Deviasi = 245°+180°- 60° = (425°-360°)-60° = +5°

Pelaksanaan :
1. Di darat ditempatkan sebuag pedoman yang semata-mata
hanya dipengaruhi oleh magnetis bumi saja, sehingga arah
yang ditunjukkan adalah arah-arah magnetis.
2. Kapal dikemudikan pada haluan-haluan induk / haluan-haluan
induk antara pada saat yang bersamaan ( dengan semboyan )
petugas di kapal membaring pedoman di darat membaring
baringan pedoman (Bp) dan petugas di darat membaring
pedoman di kapal dan memperoleh baringan magnetis ( Bm)
3. Dengan rumus : dev = ( Bm + 1800 ) – Bp dapat diperoleh nilai
deviasi untuk haluan-haluan tersebut diatas.

Soal :
1. Sebutkan 4 cara menentukan deviasi pedoman magnet ?
2. Jelaskan cara membaring 2 benda menjadi 1?
3. Diman letak dari :
a. Title peta,
b. Nomor peta,
c. Tahun perpetaan,
d. Tahun percetakan peta,
e. Tahun penerbitan peta,
f. Dan skala peta.
4. Apa yang dimaksud dengan Local direction of buoyage dan
General direction of buoyage ?
BAB V
PELAMPUNG

Pada masa sekarang digunakan dua sistem pelampung yaitu :


1. Sistim A, Gabungan sistim Cardinal dan Lateral ( Merah disisi
lambung kiri ). Aturan ini cocok dipakai di Eropa, Afrika,
Australia,dan beberapa perairan di Asia termasuk Indonesia.
2. Sistim B Sistim lateral saja ( Merah disisi lambungh kanan ). Sistim ini
digunakan di perairan Amerika Utara dan Selatan dan
beberapa bagian di Asia.

A. URAIAN TANDA TANDA LATERAL


1. Sisi kiri

Gambar. 37

Warna : merah
Bentuk pelampung : tumpul atau batang
Tanda puncak (jika ada) : gunting tunggal
Suar (jika dilengkapi) :
Warna : merah
Irama : sembarang
2. Sisi lambung kanan

Warna : hijau
Bentuk pelampung : runcing atau batang
Tanda puncak (jika ada) : kerucut tunggal puncak ke atas
Suar (jika dilengkapi) :
Warna : hijau
Irama : sembarang
Nomor kanan : ganjil
Kiri : genap

B. TANDATANDA CARDINAL
Keempat kwadran ( Utara, Timur, Selatan, Barat ) dibatasi oleh
baringan - baringan benar, Barat Laut - Timur Laut - Tenggara - Barat
Daya diambil dari titik yang diamati

Gambar. 38
1. Tanda Cardinal Utara
Tanda Puncak : dua kerucut hitam, yang satu diatas yang lain
dengan puncaknya dua keatas.
Warna : hitam diatas kuning dibawah
Bentuk : menara atau batang
Suar ( jika dilengkapi )
Warna : putih
Irama : CSCP ( Cs ) atau CCP

2. Tanda Cardinal Timur


Tanda Puncak : dua kerucut hitam, yang satu diatas yang lain
dengan alasnya saling berhadapan.
Warna : hitam
Bentuk : menara atau batang
Suar ( jika dilengkapi )
Warna : putih
Irama : CSCP (C) (3) setiap 10 detik

3. Tanda Cardinal Selatan


Tanda Puncak : dua kerucut hitam, yang satu diatas yang lain
dengan puncaknya ke bawah
Warna : hitam
Bentuk : menara atau batang
Suar ( jika dilengkapi )
Warna : putih
Irama : CSCpp C) (6) + cerlang panjang setiap 10
detik atau Ccpp (6) cerlang panjang setiap
15 detik.
4. Tanda Cardinal Barat
Tanda Puncak : dua kerucut hitam, yang satu diatas yang lain
dengan puncaknya saling berhadapan.
Warna : kuning atau hitam
Bentuk : menara atau batang
Suar ( jika dilengkapi )
Warna : putih
Irama : CSCp C) (9) setiap 10 detik atau CC (C)15
detik.
Keterangan lain-lain
1. Sebuah tanda cardinal diberi nama dibelakang kwardan dimana
tanda tersebut ditempatkan.
2. Nama dari sebuah tanda Cardinal menunjukkan bahwa tanda
tersebut harus dilalui terhadap sisi bernama dari tanda itu.

C. TANDA BAHAYA TERPENCIL


Adalah suatu tanda yang didirikan atau dilabuhkan pada atau diatas
sebuah bahaya terpencil yang mempunyai perairan yang dapat dilalui
sekelilingnya.

Gambar. 40
Tanda Puncak : dua bola hitam, yang satu sama diatas yang lain
Warna : hitam diatas kuning dibawah
Bentuk : menara atau batang hitam merah hitam
Suar ( jika dilengkapi )
Warna : putih
Irama : cerang kelompok (2)

D. TANDA PERAIRAN AMAN


Menunjukkan bahwa perairan yang aman terdapat disekeliling tanda
tersebut. Ini termasuk tanda-tanda garis tengah dan tanda-tanda
pemisah. Tanda yang demikian ini juga dapat dipakai sebagai
pengganti terhadap sebuah tanda Cardinal atau sebuah tanda lateral
untuk menunjukkan suatu pengenal.

Gambar. 41

Warna : merah putih melajur tegak


Bentuk : menara atau batang
Tanda Puncak ( jika ada )
Warna : putih
Irama : fase sama, terputus-putus atau cerlang panjang
setiap 10 detik.
E. TANDA-TANDA KHUSUS
Tanda-tanda diutamakan tidak dengan maksud membantu
navigasi, tetapi untuk menunjukkan suatu kawasan khusus atau hal
yang dinyatakan dalam dokumen-dokumen nautis resmi, misalnya :
1. Tanda-tanda sistem perolehan data samudra.
2. Tanda-tanda pemisah jalur lalu lintas dimana penggunaan tanda
konvensional dapat membingungkan.
3. Tanda-tanda tempat pembangunan.
4. Tanda-tanda kawasan latihan militer
5. Tanda-tanda kabel atau bentangan pipa.
6. Tanda-tanda kawasan rekreasi.

Gambar. 42

Warna : kuning
Bentuk : boleh putih tetapi tidak boleh bertentangan
dengan tanda-tanda navigasi
Tanda Puncak : Bentuk X kuning tunggal
Suar ( Jika ada )
Warna : kuning
Irama : sembarang, lain dengan apa yang tersebut
sebelumnya panjang setiap 10 detik.
Soal :
1. Apakah yg dimaksud dengan pelampung system A ?
2. Diperairan mana saja pelampung system A diberlakukan
3. Bagaimana bentuk, warna, tanda puncak, dari
pelampung system A ?
4. Yang dimaksud dengan tanda bahaya terpencil ?
5. Apa warna dan bentuk pelampung dari sisi sebelah
kanan?
6. Gambarkan tanda perairan aman?
BAB VI
SINGKATAN PADA PETA ADMIRALTY

b = blue ft = feet
blk, bl = block fm,fms = fathorns
br = brown lat = latitude
brk,bk = broken sh, SH = shells
b = coarse sm = small
cl, cy = clay spk, sk = speckled
crl, co = coral st, St = stones
chk, ck = chalk stF, sf = stiff
f = fine w = white
g, G = gravel wd, Wd = weed
gn = green long = longitude
grd, Gd = ground Lt Ho = lightr House
h = hard LT vo = linght Vessel
m, M = mud m = miles, minutes
oz, OZ = ooze Mag = magnetic
peb, P = peebles Rf = Reff
r, R = rock Rk = Reef
s, S = saud Rs = Rock
sft, so = salf s = second
anek = anchorage SFB = submarine Station
B = bay W/T = Wireless Telegraf
Bk = bank W/T DF = Wireless Telegraf
C = cape direction finding station
E.D = existence
doubful
BAB VII
TANDA-TANDA / SYMBOL-SYMBOL PADA PETA LAUT

= tempat berlabuh yang baik.

= tempat berlabuh tidak baik.

= tempat berlabuh kapal kecil.

= kerangka tak berbahaya untuk perairan.

= kerangka berbahaya untuk perairan.

= tiang diatas air.

= kerangka selamanya kelihatan.

= tiang-tiang semua kelihatan.

= di perum 50 meter belum sampai dasar-dasar.

= batu timbul waktu air rendah.


= batu selamanya dibawah permukaan air lebih
kecil dari 10 meter.

= karang di bawah permukaan air.

= waktu air rendah ini 5 meter diatas air, kalau


pasang di bawah.

= 5,4 meter
= place doubt ful
= position approx 1 mau

= kota ( city or town )

= kampung ( village )

= building general

= puri ( castle )

= gereja ( church )
= candi ( temple ) pagoda

= mesjid ( mosque )

= Shinto shine

= pekuburan bukan Kristen (cementary non christian )

= pekuburan Kristen (cementary christian )

= lapangan terbang ( airlane landing field )

= tiang pengikat

= jembatan cecorok ( yetty )

= tanah tuang ( spoil ground )

= perikanan : serc ( fisheries I fishing stakes

= penangkap ikan ( duck blind )


= penangkap ikan salem

= penangkap krang

= karantina

= kantor syahbandar (harbour master offices)

= tugu monument

= reruntuhan ( ruins )

= kincir angin ( water mindmill )

= motor angin ( wind motor )

= menara air

= tangki minyak ( oil tank )


= bangunan ( building )

= pabrik ( factory )

= pertambangan ( mine quarty )

= stasion sembarangan ( any kind of station )

= stasion penjaga pantai (coart quard )

= stasion pengawasan (look out station)

= station pandu (pilot station)

= station isyarat ( storm segual station )

= tiang bendera

= rambu radio ( radio beacon )


station telegraf radio
station pembaring radio ( RDF station )
station radar

= reflector radar ( radar reflector )

= gudi ( dry dock )

= gudi apung (floating dock)

= galangan (patent ship, ship way )

= kantor perwira kesehatan(health office )

= pekerjaan pembangunan ( work in progress )

= jalan raya ( road or highway )

= jalan kereta api

= jalan trem (tramway )

= station kereta api (railway station)

= terusan ( tunnel )

= tunggal ( embankment )
= terusan ( culting )

= kabel tenaga ( power cable )

= saluran pemancar tenaga (power transmission


line)

= tiang pemancar tenaga ( power trans mast )

= kawat telegrap atau telepon yang penting


( prominebt telegraf or telephone line )

= pipa air ( water pipe )

= jembatan dalam air umum ( bridge in general )

= jembatan angkat ( draw bridge )

= perahu tambang ( ferry )


= jembatan ponton ( ponton bridge )

= penyeberangan sungai bendungan (dam )

= lumpur ( mud )

= pasir ( sand )

= ombak pulus

= pantai batu karang

= batas daerah tidak dipetakan ( limit of unsur vayed


areas )

= empasan gelombang ( breakers )

= penggaraman I softpans )

= padang rumput ( grass filed )

= sawah ( paddy fields )


= batu karang tergenang air tinggi diatas ATM ( which
does not cover )

= batu karang yang tergenang dari timbul tinggi diatas


muka surutan ( rock a wash at level of chart datum )

= batu karang setinggi jika surutan ( rock a wash at


level of chart datum )

= batu karang tenggelam ( sunken rock )

= batu karang tenggelam dengan air antara 5 sampai


dengan 18 meter diatasnya ( sunken rock with less
then 5 metres of water over it )

= batu karang tenggelam dengan air kurang 5 meter


diatasnya.

= garis-garis tinggi ( contour lines )

= taman ( park garden )

= perkebunan dalam arti umum ( tree plantation


general )
= pohon rimbun ( deciduous tree )
= cemara ( fir conifer )

= pohon palem ( palm tree )

=pohon nipa ( nipa palm )

= filao

= casuarinas

= lava, lahar ( lava flow )

= batu karang ( coral covred at sounding ) di bawah muka


surutan

= terusan arus ( overfall or tude rips )

= pusaran air ( addies )

= ganggang laut ( seaweed )

= batu hydrografi
= jembatan

= benteng rumah 72 tinggi diatas duduk menengah

= tinggi gunung 30 meter

= garis air rendah ( low water line )

= lingkaran menunjukkan karang ( kalau air rendah


kelihatan )

= Garis air tinggi kira-kira

= Pantai datar ( flat coast )

= Pantai curam( sleep coast )


= pantai rendah
= diparit : warna biru atau ungu
= sudah diparit dibawah 9 meter

= tidak diparit
= tidak diparit dalam bak.