Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KIMIA FARMASI II

KUMPULAN PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT)

ANGGOTA KELOMPOK VI :

1. WELI HASTUTI (1504098)


2. WIDIA SEPRINA (1504121)
3. FEMI ALYA HUMAIRA (1504126)
4. DILA FARISA (1704062)
5. LOLA SOFIANA (1704064)
6. AFIDAH TATA PARAWANSYAH (1704066)
7. NIKEN MELINIA PUTRI (1704068)
8. AMILIA PUTRI (1704070)
9. ANISA FITRIA (1704118)
10. AGI MIFTAHIR RIZKA (1704120)

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA PERINTIS PADANG

YAYASAN PERINTIS

PADANG

2019
PERTANYAAN DAN JAWABAN :

1. Bagaimana karakteristik atau pemilihan dalam memilih pelarut untuk digunakan pada
metode KLT ? (pertanyaan kelompok 2 Monica Aulia Rahmi).
JAWABAN :
Pemilihan pelarut yang digunakan untuk senyawa yang akan dianalisis dengan metode
KLT, harus dapat melarutkan analit dengan sempurna, mudah menguap, viskositas
rendah, serta dapat membasahi lapisan penyerap dan tidak bereaksi dengan analit, (yang
menjawab pertanyaan Jacko Valentino Gea).

2. Apa kekurangan dari metode KLT? (pertanyaan kelompok 3 Welly Defrianti).


JAWABAN :
a. Butuh ketekunan dan kesabaran yang ekstra untuk mendapatkan bercak atau noda
yang diharapkan.
b. Butuh sisitem trial and eror untuk menentukan sistem eluen yang cocok.
c. Memerlukan waktu yang cucup lama jika dilakukan secara tidak tekun, (yang
menjawab pertanyaan Sri Wahyuni).

3. Jika keadaan luar, misalnya kelembapan atmosfir yang tidak cukup atau penyerapan
sifatnya menyimpang, menghasilkan kromatogram yang secara umum menunjukkan
angka Rf lebih rendah / tinggi, apa yang harus dilakukan? (pertanyaan kelompok 4
Cahnia Rahmadani).
JAWABAN :
- Apa bila hRf tinggi akan menurunkan kepolaran pelarut.
- Apa bila hRf rendah akan meninggikan kepolaran pelarut.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara sederhana, misalnya pengarukan sistem benzena-
kloroform / kloroform – metanol, (yang menjawab pertanyaan Dhea Syahrani
Islamoza).

4. Mengapa KLT digunakan secara universal? (pertanyaan kelompok 5 sonia dwi utami).
JAWABAN :
Karena, kecepatannya dan kebutuhan akan senyawa yang sangat kecil merupakan
prosedur analit yang ideal untuk laboratorium apotek, (yang menjawab pertanyaan M.
Malik Maulana).
5. Bagaimana cara menetapkan kadar sampel pada sediaan KLT? (pertanyaan kelompok 6
agi miftahir rizka).

JAWABAN :
Misalnya dalam menetapkan kadar tablet yang mengandung efedrin dan teofilin dibuat
larutan standar teofilin dan efedrin dalam etanol 70%. Pada sampel ini yang digunakan
Neo Nopoan (mengandung 130 mg teofilin dan 12,5 mg efedrin Hcl) dan astina soho
(mengandung 125 mg teofilin dan 12,5 mg efedrin Hcl). Dibuat larutan sampel dalam
etanol 70%hingga didapatkan konsentrasi lebih kurang 5000 dan 500 ppm.
Seetelah itu larutan standar dan sampel ditotolkan pada lempeng KLT silika gel F254
masing- masing 2 ml, lempeng di elusi noda teofilin discrening pada +279, kemudian
dilakukan pewarnaan pada lempeng, noda efedrin hidroklorida yang terbentuk discrening
pada panjang gelombang 505 nm, dihitung kadar % b/b, (yang menjawab pertanyaan
Gita Florida).

6. Apakah kromatografi hanya digunakan dibagian laboratorium saja? Jika iya, jelaskan dan
dalam bidang apa saja kromatografi bisa dipakai, jelaskan? (pertanyaan kelompok 7
winda fitria).
JAWABAN :
a. Kreomatografi merupakan suatu teknik pemisahan, jadi pati prosesnya terjadi di
dalam laboratorium.
b. Bidang-bidang apa saja :
Seperti bidang bioteknologi dan bidang klinik.
(Yang menjawab pertanyaan Aulia Rolika).

7. Bagaimana cara agar bercak dari substansi tidak berwarna yang digunakan pada KLT
menjadi terlihat? (kelompok 8 icha febriani).

JAWABAN :
Dengan cara melakukan secara kimia dan fisika. Cara kimia yang biasa digunakan adalah
dengan cara mereaksikan bercak dengan suatu pereaksi melalui cara penyemprotan
sehingga bercak menjadi jelas, ex : vanilin As. Sulfat reagen deondroff, dan secara fisika
yang bisa digunakan yaitu pencacahan radioaktif dan fluoresensi sinar uv, (yang
menjawab pertanyaan Annisa Sabrina).

KESIMPULAN

Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan


perambatan komponen dalam medium tertentu. Pada kromatografi, komponen-komponen
nya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu fase diam dan fase gerak. Fase diam akan
menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen
campuran. Komponen yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal. Sedangkan
komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan bergerak lebih cepat. Semua
kromatografi memiliki fase diam (dapat berupa padatan, atau kombinasi cairan-padatan) dan
fase gerak (berupa cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa
komponen- komponen yang terdapat dalam campuran. Komponen- komponen yang berbeda
bergerak pada laju yang berbeda. Penentuan suatu senyawa dengan metode ini adalah dengan
menghitung nilai Rf nya. Nilai Rf dapat dihitung dengan rumus perbandingan jarak noda
sampel dengan jarak pelarut yang digunakan.

Kromatografi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam analisis sediaan
farmasi untuk menentukan senyawa yang terdapat dalam suatu campuran. Contohnya untuk
melakukan pengujian ada atau tidaknya bahan kimia obat yang terdapat dalam jamu.