Anda di halaman 1dari 9

HKI

Hadhanah berasal dari kata “Hidhan” artinya


lambung. Seperti kata :hadhanah ath-thaairu
baidhahu artinya burung itu mengapit telur
itu di bawah sayapnya. Begiru pula seorang
ibu yang mengapit anaknya.
Ahli fiqih mendefinisikan “Hadhanah”
melakukan pemeliharaan anak-anak yang
masih kecil yang belum tamyiz menyediakan
sesuatu yang menjadi kebaikannya,
menjaganya, mendidik jasamani, rohani dan
akalnya agar mempu berdiri sendiri
mengahdapi hidup dan memikul tanggung
jawab.
Wajib : mengabaikannya berarti menghadapkan
anak-anak yang masih kecil pada bahaya
kebinasaan.
Hadhanah merupakan hak bagi anak-anak yang
masih kecil yang harus diberikan oleh ayah
dan ibu karena ia membutuhkan
pengawasan, pendidikan, penjagaan dll.
Tetapi ibulah yang berkewajiban utk
melakukan hadhanah.
Hadis rasul saw: “Ibu lebih berhak terhadap
anaknya”
Jika terjadi perceraian antara ibu dan ayah
maka ibu lebih berhak terhadap anak itu
dibandigkan ayahnya. Selama tidak ada suatu
alasan yang mencegah ibu melakukan
pekerjaan hadhanah tersebut, atau anak
telah mampu memilih apakah mau ikut ibu
atau ayah.
1. Ibu lebih berhak
2. Kerabat ibu lebih berhak dari pada kerabat
ayah
3. Nenek dan ke atasnya
4. Ayah
5. Saudara perempuan sekandung
6. Saudara perempuan seibu
7. Saudara peremapuan seayah
8. Keponakan perempuan sekandung
9. Keponakan perempuan seibu
10. Saudara perempuan ibu yang sekandung dll
1. Berakal sehat
2. Dewasa
3. Mampu mendidik
4. Amanah dan berbudi
5. Islam ;An-nisa:141
6. Ibunya belum kawin lagi
7. Merdeka
Upah hadhanah seperti upah menyusui. Ibu
tidak berhak atas upah selama ia masih
menjadi istri atau selama masa iddahnya.
Firman Allah albaqarah:223, ath-thalaq:6