Anda di halaman 1dari 22

PROPOSAL

PRAKTEK KERJA LAPANG

PROSES PENGOLAHAN HASIL PRODUKSI NANAS KALENG


MENJADI BIOGAS DI PT. GREET GIANT PINEAPPLE LAMPUNG

Oleh

Aprilia Firdha Damayanti

NIM.165100600111019

Dhita Karunia Vrasna

NIM.165100600111005

Yukari Latifatul Aulia

NIM.165100601111005

JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2018
i
ii
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
perlindungannya, penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang
berjudul “Proses Pengolahan Limbah Hasil Produksi Nanas Kaleng Menjadi Biogas di PT Great
Giant Pineapple Lampung”.

Pertama-tama penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Angky Wahyu Putranto, STP, M.P selaku dosen pembimbing


2. Bapak Dr.Ir. Bambang Dwi Argo, DEA selaku dosen pembimbing
3. Ibu La Choviyah Hawa, STP, MP, PhD selaku Ketua Jurusan Keteknikan Pertanian
Universitas Brawijaya Malang
4. Keluarga dan teman-teman yang telah memberikan dukungan

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, mohon maaf apabila terjadi kesalahan baik dalam
penulisan maupun melalui tindakan yang tidak berkenan dalam penyusunan proposal PKL ini.
Penulis mengucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah memberikan kritik dan
saran membangun demi kesempurnaan penulisan proposal PKL ini. Semoga proposal PKL ini
dapat memberikan manfaat dan penambah wawasan ilmu pengetahuan baik dari jurursan,
fakultas, maupun universitas.

Malang, 25 September 2018

Penulis

iii
ABSTRAK

PROSES PENGOLAHAN HASIL PRODUKSI NANAS KALENG

MENJADI BIOGAS DI PT. GREAT GIANT PINEAPPLE LAMPUNG

Oleh
Aprilia Firdha Damayanti, Dhita Karunia Vrasna, dan Yukari Latifatul Aulia
NIM 165100600111019, 165100600111005, dan 165100601111005

Nanas termasuk buah yang digemari masyarakat Indonesia. Namun, masyarakat hanya
mengkonsumsi bagian buahnya saja, sedangkan bagian bonggol dan kulitnya masih belum
banyak dimanfaatkan. Limbah nanas yang berjumlah banyak ini apabila tidak diolah atau
mendapatkan penanganan yang tepat dapat mencemari lingkungan sekitar. Sebagai salah satu
penghasil nanas terbesar diprovinsi Lampung, PT. Great Giant Pineapple sudah melakukan
suatu trobosan besar yaitu memanfaatkan limbah nanas menjadi biogas yang digunakan
sebagai tenaga pembangkit yang turut menunjang proses produksi yang ada di pabrik. Limbah
nanas yang digunakan yaitu bagian kulit buah dan bagian inti buah yang terbuang saat
pengolahan nanas kaleng. Kandungan karbon (C) dan Nitrogen (N) yang terkandung dalam
limbah hasil pengolahan dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas.

Kata kunci : Biogas, Limbah Nanas, Nanas

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ....................................................................................................... i

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. iii

ABSTRAK ............................................................................................................................... iv

DAFTAR ISI ............................................................................................................................. v

DAFTAR TABEL .................................................................................................................... vi

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................ vii

DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................................viii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang............................................................................................................... 1

1.2 Tujuan............................................................................................................................ 2

1.2.1 Tujuan Umum ...................................................................................................... 2

1.2.2 Tujuan Khusus ..................................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................... 3

2.1 Nanas ........................................................................................................................... 3

2.2 Limbah .......................................................................................................................... 4

2.2.1 Limbah Nanas ....................................................................................................... 4

2.3 Biogas .......................................................................................................................... 4

2.4 Proses Pembuatan Biogas ........................................................................................... 5

BAB III METODE PELAKSANAAN........................................................................................... 8

3.1 Waktu dan Tempat ........................................................................................................ 8

3.2 Metode Pengumpulan Data dan Informasi .................................................................... 8

3.3 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) .......................................... 9

BAB IV PENUTUP ................................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 11

LAMPIRAN ............................................................................................................................ 12

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rencana Kegiatan Praktek Kerja Lapang ................................................................... 9

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Buah Nanas (Ananas cosmosus) ......................................................................... 3


Gambar 2.2 Proses Produksi Biogas ...................................................................................... 6

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Formulir Biodata Peserta PKL ............................................................................ 12

viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Nanas (Ananas cosmosus) merupakan jenis tumbuhan tropis yang


berasal dari benua Amerika tepatnya Negara Brasil. Nanas sendiri mulai dikenal
masyarakat Indonesia pada tahun 1599 yang dibawa oleh bangsa Spanyol.
Nanas dapat hidup di daerah tropis maupun subtropis, oleh karenanya nanas
mudah tumbuh di hampir semua daerah di Indonesia. Berdasarkan data dari
PUSDATI (2015), rata-rata produksi nanas pada tahun 2010–2014 dipasok dari
provinsi Lampung, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dengan
presentase terbesar dihasilkan oleh provinsi Lampung sebanyak 33.65%.
Nanas termasuk buah yang digemari masyarakat Indonesia. Namun,
yang banyak dikonsumsi hanya bagian daging buahnya saja, sedangkan bagian
bonggol dan kulitnya masih belum banyak dimanfaatkan. Limbah nanas yang
berjumlah banyak apabila tidak dimanfaatkan dan tidak mendapatkan
penanganan yang tepat akan mencemari lingkungan sekitar. Sebagai salah satu
penghasil nanas terbesar di provinsi Lampung, PT. Great Giant Pineapple sudah
memanfaatkan limbah nanas menjadi tenaga pembangkit yang turut menunjang
proses produksi yang ada di pabrik. Limbah nanas tersebut diolah kembali
hingga menjadi biogas.
Proses pengolahan limbah nanas yang sudah dilakukan PT. Great Giant
Pineapple sangat sesuai dengan ilmu yang kami pelajari di Program Studi Teknik
Bioproses, Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Brawijaya dan sangat mendukung untuk dilakukannya Praktik Kerja
Lapang (PKL) di PT. Great Giant Pineapple. Sebagaimana PKL merupakan
sarana mahasiswa untuk menambah wawasan, memahami proses dan
meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik. PKL ini
juga akan membantu mahasiswa untuk mengetahui dan memahami proses dan
kenyataan yang ada di lapangan, sehingga praktik kerja lapang dengan judul
“Pemanfaatan Limbah Nanas Menjadi Biogas di PT. Great Giant Pineapple
Lampung” mampu memberikan wawasan dan pengalaman.

1
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Tujuan umum dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapang adalah
sebagai berikut:
1. Memenuhi salahsatu persyaratan dalam menyelesaikan jenjang
program Pendidikan tingkat strata 1 di Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Brawijaya, Malang.
2. Mengaplikasikan teori yang dipelajari dalam perkuliahan dalam praktek
kerja di lapangan dan menelaahnya apabila terjadi perbedaan-
perbedaan atau penyesuaian.
3. Melatih mahasiswa bekerja mandiri di lapang dan sekaligus berlatih
beradaptasi dengan kondisi lapangan pekerjaan yang nantinya akan
ditekuni sesuai profesinya
4. Menambah peengalaman dan pengetahuan mahasiswa mengenai
kondisi nyata di lingkungan kerja serta mengetahuipermasalahan-
permasalahan beserta alternatif penyelesaiannya

1.2.2 Tujuan Khusus


Tujuan Khusus dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapang adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui secara umum kondisi PT. Great Giant Pineapple yang
bertempat di Jl. Raya Arah Menggala Km 77, Terbanggi Besar,
Kabupaten Lampung Tengah, Lampung yang meliputi sejarah,
perkembangan perusahaan, struktur organisasi dan aspek
ketenagakerjaan.
2. Mempelajari dan memahami aspek penerapan bidang keteknikan
pertanian di industri khususnya bidang teknik bioproses yang meliputi
bahan, mesin, dan peralatan yang digunakan pada pengolahan limbah
cair serta proses pengolahan limbah cair yang diterapkandi PT. Great
Giant Pineapple yang bertempat di Jl. Raya Arah Menggala Km 77,
Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.
3. Mengetahui proses pengolahan limbah nanas hingga menjadi biogas
yang diterapkan di PT. Great Giant Pineapple yang bertempat di Jl.
Raya Arah Menggala Km 77, Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung
Tengah, Lampung.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Nanas

Nanas berasal dari Brasil (Amerika Selatan) dalam klasifikasinya atau


sistematika tanaman (taksonomi) nanas termasuk dalam famili Bromiliaceae dan
memiliki nama latin Ananas cosmosus yang termasuk dalam divisi Spermatophyla,
sub divisi Angiospermae, kelas Monocotyledonae. Tanaman nanas banyak ditanam
di Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Nanas merupakan komoditas
hortikultura yang sangat potensial dan penting di dunia. Produksinya mencapai 20%
produksi buah tropika dunia. Berdasarkan hasil statistik tahun 2000, perdagangan
nanas mencapai 51% dari total 2,1 juta ton seluruh perdagangan buah dan
Indonesia menempati posisi yang ketiga dari negara- 5 negara penghasil nanas
olahan dan segar (Mointi, 2011). Gambar buah nanas dapat dilihat pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Buah Nanas (Ananas cosmosus)


Sumber: (Ali, 2017)
Nanas adalah buah yang dapat dimanfaatkan mulai dari daging buah hingga
limbah yang dihasilkan, yaitu untuk pembuatan kompos maupun bahan bakar seperti
biogas yang sangat bermanfaat untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hal ini
karena kurangnya pemakaian bahan bakar minyak dan kayu. Selain itu limbah
digester dari biogas dapat kita manfaatkan sebagai pupul organik, baik yang berupa
cair maupun padat bagi pertanian (Sutanto, 2011).

3
2.2 Limbah Nanas

Limbah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber
aktivitas makhluk hidup dan belum memiliki nilai ekonomi. Berdasarkan jenis
senyawa, limbah dikelompokkan menjadi dua yaitu limbah organic dan limbah
anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang mengandung unsur carbon (C)
sehingga meliputi limbah dari makhluk hidup dan bersifat cepat busuk, sedangkan
limbah anorganik merupakan limbah yang tidak mengandung unsur carbon (C) dan
tidak dapat terurai atau busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai (Samosir,
2014).
Limbah nanas merupakan bagian kulit buah dan bagian inti buah yang
terbuang pada saat pengolahan sari buah nanas. Komposisi limbah nanas ini
mencapai 40% dimana didalamnya terdapat kandungan sisik sebesar 5%. Kulit
nanas mengandung 81.72 % air, 20.87 % serat kasar, 17.53 % karbohidrat, 4.41 %
protein, 0.02 % lemak, 0.48 % abu, 1.66 % serat basah, dan 13.65 % gula reduksi
(Widodo, 2016).

2.3 Biogas

Biogas atau gas bio merupakan salah satu jenis energi yang dapat dibuat
dari bebagai jenis bahan buangan dan bahan sisa, misalnya sampah rumah tangga,
sampah hasil pertanian, kotoran ternak, jerami, eceng gondok serta banyak bahan-
bahan organik lainnya (Mochamad, 2013). Secara alami proses pembentukan
biogas membutuhkan kisaran waktu yang relatif lama sekitar 10–12 hari, hal ini
dikarenakan aktivitas mikoroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi
hanya berasal dari bahan organik yang membusuk. Untuk meningkatkan efisiensi
pembentukan biogas dari sampah organik, maka diperlukan optimalisasi peranan
dari mikroorganisme yaitu dengan cara melakukan penambahan inokolum
mikroorganisme. Bahan dasar dari biogas yaitu, semua jenis limbah organik dapat
digunakan sebagai substrat seperti limbah dapur, kebun, kotoran sapi dan buangan
domestic. Sumber biomassa atau limbah yang berbeda akan menghasilkan
perbedaan kuantitas biogas (Werner dkk., 1989).

4
2.4 Proses Pembuatan Biogas

Proses pembuatan biogas dilakukan secara fermentasi yaitu proses


terbentuknya gas metana dalam kondisi anaerob dengan bantuan bakteri anaerob di
dalam suatu digester sehingga akan dihasilkan gas metana (CH4) dan gas karbon
dioksida (CO2) yang volumenya lebih besar dari gas hidrogen (H2), gas nitrogen
(N2) dan gas hidrogen sulfida (H2S). Proses fermentasi memerlukan waktu 7 sampai
10 hari untuk menghasilkan biogas dengan suhu optimum 35oC dan pH optimum
pada range 6,4–7,9. Bakteri pembentuk biogas yang digunakan yaitu bakteri
anaerob seperti Methanobacterium, Methanobacillus, Methanococcus dan
Methanosarcina (Sutanto, 2011).
Pembentukan biogas merupakan proses biologis dengan bahan dasar
berupa bahan organic akan berfungsi sebagai sumber karbon yang merupakan
sumber aktivitas dan pertumbuhan bakteri. Bahan organik dalam digester akan
dirombak oleh bakteri dan kemudian akan menghasilkan campuran gas metana
(CH4) dan CO2, H2S, H2, dan N2. Fermentasi perombakan CH4 adalah proses
mikrobiologis yang merupakan himpunan proses metabolism sel. Fermetasi bahan
organik dapat terjadi dalam keadaan aerob maupun anaerob. Sedangkan biogas
merupakan hasil proses fermentasi anaerob. Optimasi proses tidak hanya
tergantung pada substrat, jasad pemrosesnya tetapi juga faktor lingkungan yang
bersifat biotik maupun abiotik (Sahidu, 1983). Skema proses produksi dapat dilihat
pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Proses Produksi Biogas


Sumber: (Larasati, 2010)

5
Penguraian senyawa organic seperti karbohidrad, lemak dan protein yang
terdapat dalam limbah cair organic dengan proses anaerobic akan menghasilkan
biogas yang mengandung gas metana (50-70%), CO2 (25-45%) dan sejumlah
nitrogen kecil nitrogen, hidrogen, dan hidrogen sulfida. Reaksi sederhana
penguraian senyawa organic secara anaerob adalah sebagai berikut:

Anaerobik
Bahan Organik CH4 + CO2 + H2 + N2 + H2O
Mikroorganisme
Penguraian bahan organik dengan proses anaerobik mempunyai reaksi yang
kompleks dan terdiri dari ratusan reaksi yang masing-masing mempunyai
mikrooganisme dan enzim aktif yang berbeda. Penguraian dengan proses anerobik
secara umum dapat disederhanakan menjadi 3 tahapan yaitu tahap asidogenik,
tahap asitogenik, dan tahap metanogenik. Langkah pertama dari tahap
pembentukan asam adalah hidrolisa senyawa organik baik yang terlarut maupun
yang tersuspensi dari berat molekul besar (polimer) menjadi senyawa organik
sederhana (monomer) yang dilakukan oleh enzim-enzim ekstraseluler.
Pembentukan senyawa asam dari senyawa-senyawa organik sederhana dilakukan
oleh bakteri penghasil asam. Tahap kedua, asam propionat dan butirat diuraikan
oleh bacteri asetogenik menjadi asam asetat. Tahap ketiga adalah pembentukan
metana yang dilakukan oleh bakteri penghasil metana yang terdiri yang
menguraikan asam asetat menjadi metana dan karbon dioksida. Karbon dioksida
dan hidrogen yang terbentuk dari reaksi penguraian, disintesa oleh bakteri
pembentuk metana menjadi metana dan air (Larasati, 2010).

6
BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Waktu dan Tempat

Praktek Kerja Lapang (PKL) ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 1 bulan
yaitu pada tanggal 21 Desember 2018 hingga 21 Januari 2019 di PT. Great Giant
Pineapple yang bertempat di Jl. Raya Arah Menggala Km. 77, Terbanggi Besar,
Kabupaten Lampung Tengah, Lampung 34163, Indonesia.

3.2 Metode Pengumpulan Data dan Informasi

Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara:

1) Observasi
Teknik ini dilakukan dengan cara pengamatan dan peninjauan secara
langsung terhadap obyek kegiatan dalam proses pengalengan yang meliputi
peralatan pendukung serta prosesnya.
2) Wawancara
Teknik ini dilakukan dengan tanya jawab secara langsung dengan
pembimbing lapang dan para pekerja yang ada di lokasi baik di fasilitas
manajemen untuk memperoleh informasi tentang obyek yang dipelajari
sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan.
3) Dokumentasi
Teknik ini dilakukan dengan cara pencarian dan pengumpulan dokumen-
dokumen, laporan-laporan, buku-buku yang berhubungan dengan obyek
pembahasan. Data yang dikumpulkan antara lain :
a. Sejarah perusahaan
b. Struktur organisasi
c. Ketenagakerjaan
d. Diagram alir proses
e. Sistem manajemen mutu
g. Proses pembuatan biogas dari limbah nanas
Teknik ini dilakukan dengan bantuan dari bermacam-macam sumber pustaka.

7
Teknik ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil yang diperoleh selama
pelaksanaan Praktek Kerja Lapang.
4) Studi Kepustakaan
Teknik ini dilakukan dengan bantuan dari bermacam-macam sumber
pustaka. Teknik ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil yang diperoleh
selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapang dengan berbagai literatur yang
berhubungan dengan obyek pembahasan melalui perpustakaan dan juga
pengumpulan data sekunder yang mendukung kegiatan ini.
5) Orientasi
Teknik ini dilakukan dengan bekerja secara langsung di lapang
namun tetap dalam bimbingan dan pengawasan pembimbing lapang dan para
pekerja.

3.3 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL)

Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama PKL dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rencana Kegiatan Praktek Kerja Lapang

Pelaksanaan Bulan/Minggu Ke-


Desember Januari Februari Maret April
No Nama Kegiatan
2018 2019 2019 2019 2019
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Aktivitas Lapang
a. Kondisi Umum dan
Struktur
b. Tata Letak
c. Ketenagakerjaan
d. Mesin, Peralatan,
dan Proses Produksi
e. Pedalaman Tugas
Khusus
Penulisan dan
2. Konsultasi Laporan
3. Ujian
4. Revisi
Pengumpulan
5. Laporan
Catatan : Waktu kegiatan dapat berubah sesuai dengan kondisi dan pelaksanaan di
lapangan

8
BAB IV
PENUTUP

Proposal yang diajukan oleh pelaksana praktek kerja lapang ini diharapkan
dapat memberikan informasi yang jelas mengenai rencana kegiatan praktek
lapangan sehingga akan mempermudah pelaksanaannya di lapangan. Selain itu,
diharapkan adanya kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua belah
pihak dalam hal pengembangan ilmu dan teknologi.
Demikian Proposal Praktek Kerja Lapang ini kami ajukan, semoga dapat
memberikan penjelasan maksud dan tujuan Praktek Kerja Lapang (PKL) kepada
PT.Great Giant Pinepeaple, Lampung. Besar harapan kami untuk dapat diterima
melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL). Disamping itu, kegiatan ini merupakan
suatu bentuk kegiatan aplikatif dimana pelaksanaannya membutuhkan bimbingan
dan arahan, sehingga apabila permohonan ini diterima kami mengharapkan bantuan
serta bimbingan dari berbagai pihak. Atas bantuan dan kerja sama semua pihak
yang terkait kami ucapkan terimakasih.

9
DAFTAR PUSTAKA

Ali, S.M.S. 2017. Modelling, Design, and Simulation of System. Singapura: Springer
Hermawan,B. 2007. Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Sumber Biogas untuk
Mengatasi Krisis Energi dalam Negeri.
Larasati, T.R.D. 2010. Pemanfaatan Bagase Tebu dan Limbah Nanas sebagai
Bahan Baku Pengahasil Biogas. Thesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Mochamad. 2007. Pengaruh Cairan Lumpur Organik Unit Gas Bio Terhadap
Persentase Kandungan Bahan Organik dan Protein Kasar Padatan Lumpur
Organik Unit Gas Bio. Malang: Universitas Brawijaya
Mointi, R. 2011. Uji Aktifitas Infus Daun Nanas Terhadap Bakteri Staphilylococcuc
aureus. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
Pusdatin. 2015. Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Hortkultura Nanas. Jakarta:
Kementrian Pertanian
Sahidu, S. 1983. Kotoran Ternak Sebagai Sumber Energi. Jakarta: Dewaruci Press
Samosir, B.S.L. 2014. Pelaksanaan Kewajiban Pengelolaan Limbah Oleh Pengelola
Usaha Laundry dalam Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Kota
Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Atmajaya
Sutanto, A. 2011. Degradasi Bahan Organik Limbah Cair Nanas Oleh Bakteri
Indigen. Jurnal El-Hayah. Vol. 1, No. 4
Werner, U., V. Stochr, and N. Hees. 1989. Biogas Plant in Animal Husbandry. Berlin:
Guesllechaft fuer Technische Zusemmernarbeit (GTZ) GnbH
Widodo, Hari. 2016. Pembuatan Nata dari Kulit Nanas dengan Variasi Sumber
Nitrogen dan Variasi Waktu Fermentasi Bakteri Acetobacter Xylinum sebagai
Alternatif Sumber Belajar Kimia Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 6
Pekanbaru dan Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Pekanbaru. Skripsi.
Pekanbaru: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

10
11
12
13