Anda di halaman 1dari 4

1.

Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh
dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi
untuk berfungsi. (Marshall B.Romney & Paul J.Steinbart)

 To eliminate paperwork and reduce costs (Ashutosh Deshmukh)


Hal ini mengacu pada manajemen pengeluaran atau pengeluaran untuk bahan, jasa dan
komoditas langsung dan tidak langsung, yang menggemakan definisi pengadaan elektronik.

Untuk mencapai tujuan ini, manajemen harus membuat keputusan kunci berikut:
- Berapa tingkat inventory dan supplies yang optimal untuk disimpan?
- Pemasok mana yang memberikan kualitas dan layanan terbaik dengan harga terbaik?
- Bagaimana organisasi dapat mengkonsolidasikan pembelian lintas unit untuk
mendapatkan harga yang optimal?
- Bagaimana teknologi informasi (TI) dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan
akurasi fungsi logistik inbound?
- Bagaimana organisasi dapat mempertahankan kas yang cukup untuk memanfaatkan
diskon yang ditawarkan pemasok?
- Bagaimana pembayaran ke vendor dikelola untuk memaksimalkan arus kas?

To accomplish this objective, management must make the following key decisions:
o What is the optimal level of inventory and supplies to carry?
o Which suppliers provide the best quality and service at the best prices?
o How can the organization consolidate purchases across units to obtain optimal prices?
o How can information technology (IT) be used to improve both the efficiency and accuracy
of the inbound logistics function?
o How can the organization maintain sufficient cash to take advantage of any discounts
suppliers offer?
o How can payments to vendors be managed to maximize cash flow?

2. Aktivitas utama dalam siklus pengeluaran:


1. Pemesanan bahan baku, perlengkapan, dan jasa – mengirimkan pesanan ke pemasok
2. Penerimaan – menerima barang atau jasa dari pemasok (logistik inbound)
3. Memproses faktur – meninjau dan menyetujui faktor dari pemasok
4. Pengeluaran kas – memproses pembayaran ke pemasok

3. Siklus produksi adalah rangkaian kegiatan bisnis yang terus berulang dan operasi pemrosesan
informasi yang terkait dengan pembuatan produk.
Aktivitas utama siklus produksi: 1) Desain produk, 2) Planning produksi dan kontrol, 3) Cost
accounting.
Desain produk adalah kegiatan kolaboratif dan dapat melibatkan sejumlah spesialis dari
berbagai bidang fungsional. Perencanaan dan pengendalian produksi melibatkan perencanaan
produksi dengan mengoptimalkan faktor-faktor seperti permintaan pelanggan, ketersediaan
bahan dan tenaga kerja, kendala kapasitas, kendala distribusi, dan kendala penyimpanandan
sebagainya. Kegiatan manufaktur yang direncanakan dilakukan dengan mengolah bahan
mentah melalui kombinasi mesin dan manusia dan menciptakan produk jadi. Sistem akuntansi
biaya menyediakan data yang berguna untuk mengevaluasi fungsi produksi, menentukan biaya
produk dan menghasilkan informasi untuk penilaian inventaris untuk keperluan pelaporan
eksternal.

Product design is a collaborative activity and can involve a number of specialists from different
functional areas. Production planning and control involves planning production by optimizing
factors such as customer demand, availability of materials and labor, capacity constraints,
distribution constraints and storage constraints, to mention a few. Planned manufacturing
activities are carried out by processing raw materials though a combination of machines and
humans and creating a finished product. The cost accounting system provides data useful for
evaluating production function, determining product costs and generating information for
inventory valuation for external reporting purposes.

4. Perencanaan Sumber Daya Produksi (MRP II - Manufacturing Recources Planning)


adalah perluasan dari konsep sederhana yang masih digunakan dan disebut sebagai sistem
perencanaan permintaan bahan baku (materials requirements planning – MRP). MRP II adalah
teknik rekayasa yang mengintegrasikan beberapa proses bisnis. MRP II mengintegrasikan
desain produk, dan proses produksi pabrik dengan entri pesanan, informasi akuntansi, serta
sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, yang akan memungkinkan produsen kelas
dunia untuk untuk membuat, mengkomunikasikan dan melaksanakan jadwal produksi dengan
tetap mengendalikan biaya serta mempertahankan tingkat persediaan serendah mungkin.
JIT (just in time): Sistem JIT meminimalkan baik biaya pengiriman dan penyimpanan. Sistem
JIT menjadwalkan produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan, sehingga secara nyata
meniadakan persediaan barang jadi.

5. Aktivitas utama dalam siklus buku besar dan pelaporan:


1) Update buku besar, 2) Posting jurnal penyesuaian, 3) Menyiapkan laporan keuangan,
4) Membuat laporan menajerial
Siklus buku besar terdiri dari posting entri dari jurnal khusus, buku besar pembantu, dan
jurnal umum ke buku besar; serta menghasilkan laporan keuangan, manajerial dan khusus.
Transaksi akuntansi pertama kali dicatat dalam jurnal khusus dan umum dari dokumen
sumber dan diposting ke buku besar pembantu dan buku besar. Pada akhir periode
akuntansi, neraca saldo yang belum disesuaikan disiapkan. Kemudian entri penyesuaian
dibuat berdasarkan informasi dari pengontrol dan bendahara. Buku besar umum kemudian
dapat digunakan untuk menghasilkan laporan yang diperlukan. Setelah laporan keuangan
diselesaikan, buku-buku akuntansi ditutup melalui entri penutupan, dan saldo uji coba
pasca-penutupan disiapkan.

The general ledger cycle consists of posting of entries from special journals, subsidiary
ledgers, and general journal to general ledger; as well as generating financial, managerial
and special reports. Accounting transactions are first recorded in special and general
journals from source documents and posted to subsidiary and general ledgers. At the end
of the accounting period, an unadjusted trial balance is prepared. Then adjusting entries
are made based on information from the controller and treasurer. The general ledger can
then be used to generate required reports. Once the financial statements are finalized,
accounting books are closed via closing entries, and a post-closing trial balance is
prepared.

6. Inaccurate and unauthorized adjusting journal entries are threats that need to be addressed
because they can produce erroneous financial statements that lead to poor decisions.
Additional control is provided by creating a standard adjusting entry file (control 6.3) for
recurring adjusting entries made each period, such as depreciation expense. A standard
adjusting entry file improves input accuracy by eliminating the need to repeatedly key in
the same types of journal entries. It also reduces the risk of forgetting to make a recurring
adjusting entry, thereby ensuring input completeness.

Entri jurnal penyesuaian yang tidak akurat dan tidak sah adalah ancaman yang perlu
ditangani karena mereka dapat menghasilkan laporan keuangan yang salah yang
menyebabkan keputusan yang buruk.
Kontrol tambahan disediakan dengan membuat file entri penyesuaian standar untuk entri
penyesuaian berulang yang dibuat setiap periode, seperti biaya penyusutan. File entri
penyesuaian standar meningkatkan akurasi input dengan menghilangkan kebutuhan untuk
berulang kali memasukkan jenis entri jurnal yang sama. Ini juga mengurangi risiko lupa
membuat entri penyesuaian berulang, sehingga memastikan kelengkapan input.
Terdapat 5 (lima) kategori dasar adjusting entries, yaitu:
a. Accruals, mewakili catatan-catatan yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk
menggambarkan transaksi yang telah terjadi namun kas belum diterima atau belum
dibayar. Contohnya pencatatan pendapatan sewa.
b. Defferals, mewakili catatan-catatan yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk
menggambarkan pertukaran dari kas yang dibayar dimuka untuk pelaksanaan dari
kejadian yang berhubungan.
c. Estimates, mewakili catatan-catatan untuk menggambarkan bagian dari pengeluaran
yang terjadi diluar periode akuntansi. Contohnya penyusutan dan biaya piutang tak
tertagih.
d. Revalutions, mewakili catatan-catatan yang dibuat untuk menggambarkan perbedaan
antara nilai sebenarnya dengan nilai yang tercatat dari suatu asset atau perubahan
prinsip akuntansi. Contohnya perubahan metode yang digunakan untuk menilai
persediaan.
e. Corrections, mewakili catatan-catatan yang dibuat untuk mengatasi pengaruh-pengaruh
dari kesalahan yang ditemukan dalam general ledger. Contohnya rekonsiliasi.