Anda di halaman 1dari 9

Sistem Informasi Registrasi ….

(A’bed Khurin Tasniimul Anaam) 1

SISTEM INFORMASI REGISTRASI PESERTA PELATIHAN BERBASIS


WEBSITE DI UPT BALAI LATIHAN KERJA (UPT BLK) KABUPATEN
GUNUNGKIDUL

REGISTRATION INFORMATION SYSTEM FOR TRAINING PARTICIPANTS WEBSITE BASED


IN UPT BLK KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Oleh: A’bed Khurin Tasniimul Anaam, Prodi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri
Yogyakarta, abed015ft@student.uny.ac.id

Abstrak
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk: (1) meningkatkan kualitas pelaksanaan registrasi peserta pelatihan
berbasis web, dan (2) menjamin kualitas perangkat lunak yang dikembangkan sesuai dengan standar ISO 25010 pada
aspek functional suitability, usability, performance efficiency, reliability, dan maintainability. Metodologi penelitian
yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Waterfall. Waterfall
memiliki 5 tahapan pengembangan dimulai dari communication, planning, modeling, construction, dan deployment.
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) sistem registrasi peserta pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di
BLK. (2) Sistem telah memenuhi standar kualitas perangkat lunak sesuai standar ISO 25010 pada aspek functional
suitability sebesar 1 (sangat layak), aspek usability sebesar 81.67% (sangat layak) dengan alpha croncbach sebesar
0.92 (excellent), aspek performance efficiency subkarakteristik pagespeed sebesar 97.27% (Grade A), YSlow sebesar
93.38% (Grade A), dan loaded time sebesar 1.68 detik (sangat layak), aspek reliability sebesar 99.9%, dan aspek
maintainability sebesar 100 (sangat mudah dirawat).

Kata kunci: registrasi, sistem informasi, standar ISO 25010.

Abstract
The study was conducted with the aim of: (1) improving the quality of the implementation of web-based training
participant registration, and (2) ensure the quality of software developed by testing according to ISO 25010
standards on functional suitability, usability, performance efficiency, reliability, and maintainability aspects. The
research methodology used is Research and Development (R&D) with Waterfall development model. Waterfall has
five development stages starts from communication, planning, modeling, construction, and deployment. The results
of this study are: (1) training participant registration system to improve service quality at BLK (2) The system has
fulfill the ISO 25010 standar quality of software on the aspect functional suitability of 1 (very feasible), usability
aspect of 81.67% (very feasible) with alpha croncbach of 0.92 (excellent), performance efficiency aspect with 97.27%
pagespeed (Grade A), YSlow by 93.38% (Grade A), and loaded time by 1.68 seconds (very feasible), reliability aspect
with 99.9% in all aspect (reliably), and maintainability aspect by 100 (very easy to maintain).

Keywords: registration, information system, ISO 25010 standard

PENDAHULUAN produktivitas kerja dan memberikan informasi


Perkembangan teknologi internet sangat yang seluas–luasnya kepada masyarakat tentang
signifikan ditinjau dari jumlah pengguna internet instansi pemerintah yang dimaksud.
di Indonesia. Berdasarkan statistik Number of Secara umum lembaga pelatihan seperti UPT
Internet Users in Indonesia from 2015 to 2022 BLK Kabupaten Gunungkidul memiliki prosedur
yang dihimpun oleh situs www.statista.com, registrasi. Prosedur registrasi yang diterapkan di
menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di UPT BLK Kabupaten Gunungkidul masih
Indonesia pada tahun 2015 sebesar 89.32 juta bersifat manual. Prosedur registrasi yang
pengguna dan menjadi 104.96 juta pada tahun diterapkan di UPT BLK Kabupaten Gunungkidul
2017. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengguna meliputi (1). Calon peserta pelatihan mengisi
internet di Indonesia setiap tahunnya mengalami form pendaftaran yang ada di bagian registrasi
peningkatan. Jumlah tersebut termasuk dengan UPT BLK Kabupaten Gunungkidul, (2). Calon
pengguna internet di instansi pemerintah. peserta pelatihan menunggu informasi
Penggunaan teknologi internet di instansi selanjutnya dari pihak UPT BLK Kabupaten
pemerintah bertujuan untuk meningkatkan Gunungkidul melalui layanan pesan singkat
2

terkait waktu pelaksanaan tahap seleksi, (3). internasional. Standar ISO 25010 yang saat ini
Calon peserta pelatihan datang ke kantor UPT digunakan adalah perbaikan dan standar
BLK Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan pendahulunya, yakni IS0 9126. Oleh karena itu,
tahap seleksi, (4). UPT BLK Kabupaten standar ISO 25010 digunakan untuk mengetahui
Gunungkidul melakukan penyeleksian peserta dan menguji kualitas sistem registrasi peserta
dan memberikan pengumuman tentang calon pelatihan berbasis website.
peserta yang dinyatakan lulus dalam tahap Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
seleksi, (5). Peserta pelatihan yang telah kemudahan dan kemanfaatan bagi UPT BLK
dinyatakan lulus seleksi, diharuskan untuk Kabupaten Gunungkidul dalam proses registrasi
melakukan daftar ulang secara langsung ke kantor peserta pelatihan.
UPT BLK Kabupaten Gunungkidul.
Berdasarkan prosedur yang diterapkan di METODE PENELITIAN
UPT BLK Kabupaten Gunungkidul tersebut,
menyebabkan masyarakat dalam hal ini calon Jenis Penelitian
peserta pelatihan harus datang beberapa kali Penelitian ini menggunakan model
untuk menyelesaikan prosedur registrasi hingga pengembangan Research and Development
dinyatakan menjadi peserta pelatihan. Ditambah (R&D). Metode penelitian dan pengembangan
lagi dengan luasnya wilayah Kabupaten adalah metode penelitian yang digunakan untuk
Gunungkidul menjadi permasalahan lain bagi menghasilkan produk tertentu (Sugiyono,
calon peserta pelatihan yang berdomisili jauh 2015:407).
dengan lokasi UPT BLK Kabupaten Gunungkidul Model pengembangan yang digunakan dalam
padahal sebenarnya berminat menjadi peserta penelitian ini adalah menggunakan model
pelatihan di UPT BLK Kabupaten Gunungkidul. pengembangan waterfall. Model pengembangan
Berdasarkan hasil wawancara dengan waterfall dapat dilihat pada Gambar 1.
Saudara Willy Rusdiantono selaku staff instruktur
sekaligus administrator UPT BLK Kabupaten
Gunungkidul beliau menyatakan bahwa jumlah
calon peserta yang akan mendaftar pelatihan
cukup banyak. Hal tersebut tentunya dapat
menyebabkan kemungkinan terjadinya kesalahan Gambar 1. Model Pengembangan Waterfall
bagi pegawai/staff yang bertugas mengurusi data (Pressman, 2010:39)
calon peserta pelatihan dalam melakukan input Model waterfall menyediakan pendekatan
data ke dalam komputer. alur pengembangan perangkat lunak secara
Berdasarkan uraian dan permasalahan di atas, sekuensial atau terurut dimulai dari tahap
penelitian ini diharapkan dapat membuat sebuah komunikasi (communication), perencanaan
sistem yang dapat digunakan oleh pihak UPT (planning), pemodelan (modeling), konstruksi
BLK Kabupaten Gunungkidul dan Pendaftar (construction), dan penyerahan perangkat lunak
dalam mempermudah proses registrasi. kepada pengguna (deployment).
Permasalahan dalam pengembangan sebuah
sistem atau perangkat lunak berkaitan dengan Waktu dan Tempat Penelitian
kualitas sistem yang buruk, hal ini menyebabkan Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
sebuah website tidak sesuai dengan keinginan Maret 2018 sampai dengan bulan Juni 2018.
pengguna, tampilan yang tidak sesuai, keandalan Tempat pengembangan dan pengujian perangkat
sebuah website ketika digunakan oleh pengguna, lunak dilakukan di laboratorium komputer UPT
dan masalah teknis ataupun non-teknis lainnya. BLK Kabupaten Gunungkidul dan pelaksanaan
Agar sistem yang dikembangkan menghasilkan penelitian dan ujicoba perangkat lunak kepada
kualitas yang baik, tentunya diperlukan sebuah pengguna dilakukan pada bulan Juli 2018 di UPT
standar pengujian yang dapat menjamin kualitas BLK Kabupaten Gunungkidul.
sistem.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan- Subjek Penelitian
kesalahan dan juga keandalan perangkat lunak Subjek penelitian digunakan untuk menguji
sebelum diimplementasikan kepada pengguna. kualitas aplikasi pada aspek functional suitability,
ISO 25010 adalah standar pengujian kualitas dan aspek usability dari produk yang telah
perangkat lunak yang telah diakui secara dihasilkan. Subjek penelitian untuk aspek
Sistem Informasi Registrasi …. (A’bed Khurin Tasniimul Anaam) 3

functional suitability dibutuhkan tiga responden kebutuhan dan pengumpulan data pada aspek
ahli pengembang perangkat lunak. Sedangkan performance efficiency, reliability, dan
untuk pengujian aspek usability dilakukan kepada maintainability. Kuesioner digunakan untuk
24 responden yang terdiri dari 21 calon peserta menguji perangkat lunak yang dikembangkan
pelatihan dan 3 pegawai BLK. Jumlah tersebut pada aspek functional suitability, dan usability.
sudah sesuai dengan pendapat Nielsen (2012)
yang menyatakan bahwa jumlah sampel minimal Teknik Analisis Data
untuk pengujian dalam aspek usability adalah 20 1. Pengujian aspek functional suitability
orang. Subjek penelitian pada aspek performance Pengujian aspek functional suitability
efficiency, reliability, dan maintainability yakni menggunakan skala guttman. Skala guttman
dokumentasi online dari pengembangan sistem. dapat digunakan dalam penelitian bila ingin
mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu
Prosedur permasalahan yang ditanyakan (Sugiyono,
Prosedur pengembangan meliputi lima 2015:139). Skala guttman hanya akan
tahapan, diantara yaitu communication, planning, menghasilkan nilai satu untuk jawaban berhasil
modeling, construction, dan deployment. Pada dan nilai nol untuk jawaban gagal. Hasil
tahap communication dilakukan observasi dan pengujian kemudian dihitung dengan
wawancara secara langsung kepada Kepala dan menggunakan matriks feature completeness
juga administrator UPT BLK Kabupaten (Acharya & Sinha, 2013). Rumus yang digunakan
Gunungkidul. Dari hasil wawancara dan adalah:
observasi dapat dilakukan analisis kebutuhan 𝐼
X=𝑃
user, fungsionalitas perangkat lunak, analisis
Keterangan:
kebutuhan hardware dan software. Pada tahap
I : Jumlah fitur yang berhasil
planning dilakukan pembuatan jadwal penelitian
diimplementasikan
agar penelitian dapat berjalan efektif dan tepat
P : Jumlah fitur yang dirancang
waktu. Tahap modeling dilakukan dengan
Dari hasil yang didapatkan pada pengujian aspek
membuat desain use case diagram, activity
functional suitability dapat disimpulkan bahwa
diagram, sequence diagram, entity relationship
apabila seluruh fitur yang dibuat keseluruhannya
diagram, dan desain user interface bagi
mendapatkan nilai 1, maka perangkat lunak yang
pengguna. Hasil dari tahap modeling digunakan
dikembangkan telah memenuhi syarat (sangat
untuk diimplementasikan ke dalam
layak).
pengembangan perangkat pada tahap
2. Pengujian aspek usability
construction yang berupa pembuatan kode
Pengujian aspek usability menggunakan
program dan pengujian. Hasil implementasi kode
skala Likert dengan menggunakan kuesioner USE
program harus disesuaikan dengan desain dengan
Questionnaire (Lund, 2011). Skala likert yang
kebutuhan pengguna. Tahap construction
digunakan pada USE Questionnaire dapat
dilakukan dengan menggunakan bantuan
menggunakan skala 5 ataupun 7. Instrumen USE
framework Laravel 5.4, MySQL sebagai
Questionnaire terdapat 30 pertanyaan sehingga
(database). Pengujian dilakukan sesuai dengan
direkomendasikan untuk menggunakan skala 5
standar kualitas ISO 25010 pada aspek functional
(Sauro, 2010).
suitability, usability, performance efficiency,
Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka
reliability, dan maintainability. Setelah
jawaban yang ada pada skala likert dapat diberi
dilakukannya tahap construction, maka tahap
skor (Sugiyono, 2015:135) sebagai berikut:
selanjutnya adalah tahap deployment. Tahap
a. Sangat Setuju (SS) diberi skor 5.
deployment adalah penyerahan perangkat lunak
b. Setuju (S) diberi skor 4.
kepada pengguna dilakukan dengan melakukan
c. Ragu–ragu (RG) diberi skor 3.
unggah hasil kode program ke layanan hosting.
d. Tidak Setuju (TS) diberi skor 2.
e. Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1.
Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan
Data yang didapat dari pengujian usability
Data
kemudian dilakukan perhitungan berdasarkan skor
Teknik pengumpulan data dilakukan
jawaban responden. Berikut adalah rumus dari
dengan menggunakan observasi dan kuesioner.
perhitungan pengujian usability:
Observasi dilakukan dengan melakukan
pengamatan untuk membantu proses analisis
4

Skor total = (JSS x 5) + (JS x 4) + (JRG x 3) alpha croncbach disesuaikan dengan pendapat
+ (JTS x 2) + (JSTS x 1) (Gliem & Gliem, 2003) yakni seperti Tabel 2.
Keterangan: Tabel 2. Intepretasi Alpha Croncbach
JSS = Jumlah responden yang menjawab No Nilai r₁₁ Interpretasi
pilihan sangat setuju. 1 r₁₁ > 0.9 Excellent
JS = Jumlah responden yang menjawab 2 0.9 > r₁₁ > 0.8 Good
pilihan setuju. 3 0.8 > r₁₁ > 0.7 Acceptable
JRG = Jumlah responden yang menjawab 4 0.7 > r₁₁ > 0.6 Qustionable
pilihan ragu-ragu. 5 0.6 > r₁₁ > 0.5 Poor
JTS = Jumlah responden yang menjawab 6 r₁₁ < 0.5 Unacceptable
pilihan tidak setuju.
3. Pengujian aspek performance efficiency
JSTS = Jumlah responden yang menjawab Pengujian aspek performance efficiency
pilihan sangat tidak setuju. menggunakan bantuan dari tools GTMetrix dan
Hasil perhitungan tersebut kemudian didapatkan tiga parameter pengujian yaitu
dihitung persentase skor yang didapatkan dengan Pagespeed, YSlow, dan juga loaded time. Waktu
menggunakan rumus: loaded time yang disarankan adalah kurang dari
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 10 detik (Nielsen, 2010).
Persentase skor = 𝑞 𝑥 𝑟 𝑥 5 𝑥 100 %
4. Pengujian aspek reliability
Keterangan: Pengujian aspek reliability dilakukan
Skor total = skor total hasil jawaban menggunakan tools WAPT 9.7. Hasil dari
responden pengujian menggunakan software WAPT
q = jumlah pertanyaan didapatkan nilai successful dan failed session,
r = jumlah responden successful dan failed pages, successful dan failed
Setelah hasil persentase skor didapatkan, hits, dan average reponse time. Menurut standar
kemudian nilai tersebut diintepretasikan sesuai Telcordia, sebuah website dinyatakan memenuhi
dengan persentase skor yang diperoleh. Konversi syarat aspek reliability apabila persentase yang
persentase skor dapat dilihat pada Tabel 1. didapatkan mencapai 95%.
Tabel 1. Kriteria Intepretasi Skor Aspek 5. Pengujian aspek maintainability
Usability Pengujian aspek maintainability
No. Persentase Skor Interpretasi menggunakan software PHPMetrics (Lepine,
1. 0-20% Sangat Tidak 2015). Pengujian maintainability akan
Layak menghasilkan nilai maintainability index (MI).
2. 21%-40% Tidak Layak Hasil dari maintainability index kemudian
3. 41%-60% Cukup Layak diintepretasikan sesuai dengan Tabel 3.
4. 61%-80% Layak Tabel 3. Kriteria Skor Maintainability Index
5. 81%-100% Sangat Layak Rentang Level Keterangan
Hasil pengujian yang didapat dari Skor
kuesioner usability, lalu dihitung reliabilitas >85 Highly Sangat mudah
terhadap instrumen yang digunakan. Perhitungan maintainable dirawat
reliabilitas instrumen menggunakan konsistensi 65 – 84 Erately Normal untuk
alpha croncbach dengan rumus: maintainable dirawat
<65 Difficult to Sulit untuk
maintain dirawat
Dimana: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
r₁₁ = reliabilitas instrumen Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan
n = banyaknya butir pertanyaan dengan menggunakan metode waterfall
∑ 𝜎 2 𝑖 = total varian butir dihasilkan sebuah produk yaitu sistem informasi
𝜎 2𝑡 = varian total registrasi peserta pelatihan berbasis website di
Apabila hasil dari perhitungan alpha UPT BLK Kabupaten Gunungkidul.
croncbach didapatkan nilai (r₁₁) ≤ 0.7, maka Berikut adalah tahapan-tahapan dalam
instrumen penelitian dapat dinyatakan reliabel pengembangan sistem.
(Setiawan, 2013:456). Intepretasi nilai reliabilitas
Sistem Informasi Registrasi …. (A’bed Khurin Tasniimul Anaam) 5

1. Tahap communication 4. Operating System : Windows 10 x64


Tahap komunikasi dilakukan untuk 5. Koneksi Internet
memperoleh dan mengidentifikasi permasalahan 6. Domain untuk nama website
yang ada di UPT BLK Kabupaten Gunungkidul.
Tahap ini akan menghasilkan sebuah analisis
c. Analisis kebutuhan perangkat lunak
kebutuhan dalam pengembangan sistem.
Perangkat keras yang dibutuhkan dalam
Kesimpulan dari wawancara yang dilakukan pada
pengembangan ini ditunjukkan pada Tabel 5.
tahap ini yakni proses registrasi yang
Tabel 5. Spesifikasi Perangkat Lunak
diselenggarakan oleh pihak BLK masih dilakukan
No Nama Deskripsi
secara manual. Berikut spesifikasi produk yang
dihasilkan: 1. Apache2 Web server yang
- Produk berupa halaman website yang dapat bertanggung jawab pada
digunakan untuk mendapatkan informasi request-response
mengenai pelatihan yang akan HTTP/HTTPS
diselenggarakan. 2. Sublime Text Editor
- Produk yang dikembangkan dapat Text 3
mengisikan data-data pribadi ke dalam form 3. MySQL Penyimpanan database
registrasi setelah melakukan pendaftaran 4. Laravel 5.4 Framework PHP yang
akun ke dalam sistem.
digunakan.
- Produk yang dikembangkan dapat mencetak
kartu pendaftar untuk bukti tanda registrasi. 5. Microsoft Membuat desain UML.
- Produk yang dikembangkan dapat Visio 2013
mengelompokkan data peserta pelatihan 6. Corel Membuat desain user
dalam format file excel. Draw X7 interface (UI).
- Produk yang dikembangkan dapat 7. Web Menguji coba hasil website.
menginformasikan hasil seleksi dalam format Browser
file pdf. 8. Hosting Mengunggah hasil dari
Untuk menghasilkan spesifikasi produk
CPanel pengodean agar dapat
diatas diperlukan adanya analisis kebutuhan
diakses dari mana saja
Analisis kebutuhan tersebut diantaranya adalah:
a. Analisis kebutuhan fungsionalitas produk melalui internet
- Produk dapat mengisikan data-data
pribadi pendaftar setelah melakukan 2. Tahap planning
pendaftaran akun ke dalam sistem. Tahap perencanaan akan menghasilkan
- Produk dapat mencetak kartu tanda sebuah jadwal (schedule) yang berfungsi untuk
pendaftar. memudahkan kegiatan penelitian sehingga dapat
- Produk dapat menyimpan dan berjalan efektif dan memenuhi waktu yang telah
mengelompokkan data pendaftar ke ditetapkan. Hasil dari penjadwalan penelitian
dalam format file excel berdasarkan dari secara umum dapat dilihat pada Tabel 6.
jenis pelatihan yang dipilih. Tabel 6. Perkiraan Waktu Penyelasaian Tiap
- Produk dapat menginformasikan hasil Tahapan
seleksi ke dalam website dalam format Maret April Mei Juni
file pdf.
Communication
b. Analisis kebutuhan perangkat keras
Perangkat keras yang dibutuhkan dalam Planning
pengembangan ini ditunjukkan pada Tabel 4.
Tabel 4. Spesifikasi Perangkat Keras Modeling

No Spesifikasi Construction
1. Processor : Intel(R) Core(TM) i3-3217U Deployment
CPU @ 1.80GHz
2. RAM : 6GB
3. Harddisk : 500GB
6

3. Tahap modeling
Tahap modeling dilakukan dengan
pembuatan diagram UML diantaranya adalah use
case diagram, sequence diagram, dan activity
diagram. Tahap ini juga dilakukan pemodelan
user interface (UI) dan ERD (Entity Relationship
Diagram).
Use case diagram pendaftar dapat dilihat
pada Gambar 2. Gambar 4. Potongan Kode Program Model
Jadwal
Setelah tahap construction selesai
dilakukan, maka tahap selanjutnya yakni tahap
pengujian. Pengujian pada penelitian ini
dilakukan untuk menguji kualitas perangkat lunak
berdasarkan Standar ISO 25010 pada aspek-aspek
sebagai berikut:
a. Aspek Functional Suitability
Pengujian functional suitability dilakukan
Gambar 2. Use Case Diagram Pendaftar untuk menguji fitur-fitur yang dikembangkan
Contoh desain tampilan sistem dapat dilihat pada sistem informasi registrasi peserta pelatihan
pada Gambar 3. dan dilakukan terhadap tiga orang ahli
pemrograman. Pengujian terdiri dari tiga aspek
yaitu:
- Functional completeness
Terdapat 31 fungsi yang diujikan dan
menghasilkan hasil seluruh penguji
memberikan nilai 1 pada seluruh fungsi.
Sehingga didapatkan nilai I dan P adalah
31x3 = 93.
Kemudian dihitung dengan menggunakan
rumus:
𝐼
Gambar 3. Desain Tampilan Halaman X=𝑃
Pengguna Umum 93
X = 93
4. Tahap construction
X=1
Tahap construction merupakan tahap
- Functional correctness
implementasi kode program dengan
Terdapat 2 fungsi yang diujikan dan
menggunakan framework Laravel dengan text
menghasilkan hasil seluruh penguji
editor Sublime Text 3. Tahap construction pada
memberikan nilai 1 pada seluruh fungsi.
model pengembangan waterfall terdiri dari
Sehingga didapatkan nilai I dan P adalah 2x3
implementasi kode program dan pengujian.
= 6.
Implementasi kode program didasarkan pada
Kemudian dihitung dengan menggunakan
analisis kebutuhan dan desain yang telah dibuat
rumus:
pada tahap sebelumnya. Implementasi kode 𝐼
program menggunakan konsep dari Laravel yakni X=𝑃
MVC yang terdiri dari Model, View, Controller, 6
X=6
dan Routes. Salah satu potongan kode program
X=1
Model dapat dilihat pada Gambar 4.
- Functional appropiateness
Terdapat 2 fungsi yang diujikan dan
menghasilkan hasil seluruh penguji
memberikan nilai 1 pada seluruh fungsi.
Sehingga didapatkan nilai I dan P adalah
2x3 = 6.
Sistem Informasi Registrasi …. (A’bed Khurin Tasniimul Anaam) 7

Kemudian dihitung dengan menggunakan


rumus:
𝐼
X=𝑃
6
X=6
X=1
Kesimpulan dari pengujian aspek functional Gambar 5. Hasil Pengujian Performance
suitability didapatkan nilai X = 1 (sangat layak). Efficiency Halaman Login Registrasi
b. Aspek Usability Pengujian performance efficiency dilakukan
Pengujian usability dilakukan terhadap 24 terhadap 26 halaman website dan didapatkan nilai
responden yang terdiri dari 21 calon peserta rata-rata pada page speed sebesar 97.27% (Grade
pelatihan dan 3 orang staff BLK Kabupaten A), YSlow sebesar 93.38% (Grade A), dan
Gunungkidul menggunakan instrumen USE loaded time sebesar 1.688 detik (Sangat Layak).
Questionnaire. Diperoleh total nilai yang didapat d. Aspek Reliability
adalah 2940. Kemudian dilakukan perhitungan Pengujian aspek reliability menggunakan
persentase skor yakni: software WAPT 9.7. Pengujian dilakukan dengan
skenario ramp-up dengan jumlah 20 user dalam
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 waktu 10 menit. Metriks yang diukur adalah
𝑃 𝑠𝑘𝑜𝑟(%) = 𝑥 100%
𝑖𝑥𝑟𝑥5 pages, hits, dan sessions.
2940 Kemudian dilakukan persentase maka akan
= 𝑥 100%
30 𝑥 24 𝑥 5
menghasilkan nilai:
1522−1
= 81,67% a. successful sessions = 1522 𝑥 100%
Hasil pengujian usability kemudian 1521
dilakukan perhitungan konsistensi reliabilitas = 1522 𝑥 100%
instrumen dengan rumus alpha croncbach yakni: = 99.9%
∑ 𝜎2 𝑖 15683−1
𝑛 b. successful pages = 15683 𝑥 100%
𝑟11 = [(𝑛−1)] [1 − ]
𝜎2 𝑡 15682
= 15683 𝑥 100%
Dimana:
= 99.9%
r₁₁ = reliabilitas instrumen
c. successful hits =
n = banyaknya butir pertanyaan 34854−11
∑ 𝜎 2 𝑖 = total varian butir 𝑥 100%
34854
34843
𝜎 2𝑡 = varian total = 34854 𝑥 100%
Perhitungan koefisien alpha croncbach = 99.9%
mendapatkan nilai r₁₁ = 0.92. Kesimpulan yang didapatkan pada pengujian
Sehingga didapatkan kesimpulan bahwa: reliability adalah sistem telah memenuhi aspek
Hasil perhitungan persentase skor usability reliability karena persentase hasil pengujian lebih
adalah 81.67%, sistem telah memenuhi aspek dari 95%.
usability dengan kategori “Sangat Layak” dan e. Aspek Maintainability
koefisien alpha croncbach menunjukkan nilai Pengujian aspek maintainability
0.92 dengan kategori “Excellent”. menggunakan tools PHPMetrics dan akan
c. Aspek Performance Efficiency menghasilkan nilai Maintainability Index
Pengujian pada aspek performance efficiency (MI). Hasil dari pengujian maintainability
menggunakan tools GTMetrix dan menghasilkan dapat dilihat pada Gambar 6.
tiga parameter pengujian yaitu page speed,
YSlow, dan loaded time. Salah satu Contoh hasil
pengujian performance efficiency dapat dilihat
pada Gambar 5.

Gambar 6. Hasil Pengujian Maintainability


Menggunakan PHPMetrics
Berdasarkan Gambar 6 didapatkan nilai
maintainability index (MI) adalah 100 sehingga
8

dapat disimpulkan bahwa sistem telah memenuhi sessions, successful pages, dan succesful hits
aspek maintainability dengan kategori “sangat adalah 99.99% (reliabel), serta nilai
mudah dirawat”. maintainability sebesar 100 (sangat mudah
5. Tahap deployment dirawat).
Tahap terakhir dalam model pengembangan
waterfall adalah deployment. Proses Saran
deployment dilakukan dengan mengunggah Berdasarkan simpulan dan temuan dari hasil
sistem yang telah dibuat ke layanan hosting. penelitian yang telah dilakukan, maka dapat
Proses pengunggahan sistem ditunjukkan disarankan beberapa hal sebagai berikut:
pada Gambar 7. 1. Perlu ditambahkan fitur unggah foto bagi
pendaftar.
2. Perlu ditambahkan fitur pencarian data untuk
mengetahui kelulusan calon pendaftar yang
bersangkutan.
3. Perlu ditambahkan fitur pemindaian alamat
yang terintegrasi dalam database.
4. Sistem informasi ini dapat dikembangkan
Gambar 7. Proses Unggah ke Layanan Hosting lebih lanjut dengan tidak hanya terbatas pada
sistem registrasi saja tetapi dapat ditambahkan
SIMPULAN DAN SARAN dengan sistem seleksi, sistem daftar ulang, dan
sistem pelatihan.
Simpulan
Menurut hasil penelitian dan pembahasan DAFTAR PUSTAKA
yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut: Acharya, A. & Sinha, D. (2013). Assessing the
1. Penelitian ini menghasilkan produk yakni Quality of M-Learning Systems
sebuah sistem informasi registrasi peserta using ISO/IEC 25010. International
pelatihan yang berfungsi untuk memudahkan Journal of Advanced Computer
pendaftar dalam melakukan prosedur Research, 67-75.
registrasi yang masih bersifat manual. Sistem
ini memiliki 3 level pengguna yaitu admin, Anonim. (2017). Number of Internet Users in
pendaftar, dan pengguna umum. Pengguna Indonesia from 2015 to 2022. Diakses
admin dapat menambah, mengubah dan dari
menghapus data pegawai, peserta, profile https://www.statista.com/statistics/2544
BLK, daftar kejuruan dan pengumuman. 56/number-of-internet-users-in-
Pengguna pendaftar dapat menambah dan indonesia/ pada tanggal 8 September
mengubah data pribadi dan melakukan cetak 2018.
kartu tanda peserta, dan pengguna umum
dapat melihat informasi mengenai profile Gliem, J. A., & Gliem, R. R. (2003). Calculating,
BLK, daftar kejuruan, pengumuman dan Intepreting, and Reporting
pendaftaran. Cronbach’s Alpha Reliability
2. Sistem registrasi peserta pelatihan berbasis Coefficient for Likert-Type Scales.
website di UPT BLK Kabupaten Gunungkidul Midwest
telah diuji kelayakan kualitas sistem Research to Practice Conference in
menggunakan standar ISO 25010 dalam 5 Adult, Continuing, and Community
kriteria pengujian. Diantaranya adalah nilai Education, 82-88.
functional suitability sebesar 1 (sangat layak), Lepine, J.-F. (2015). Diakses dari
nilai usability 81.67% (sangat layak) dengan http://www.phpmetrics.org/
nilai alpha croncbach sebesar 0.92
(excellent), nilai performance efficiency: (1) Lund, A. M. (2001). Measuring Usability with the
page speed sebesar 97.27% (Grade A), (2) USE Questionnaire. Diakses dari
YSlow sebesar 93.38% (Grade A), dan (3) https://www.researchgate.net/publicatio
loaded time sebesar 1.688 detik (sangat
layak), nilai reliability untuk successful
Sistem Informasi Registrasi …. (A’bed Khurin Tasniimul Anaam) 9

n/230786746_Measuring_Usability_wit Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan


h_the_USE_Questionnaire Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
Nielsen, J. (2010). Website Response Times.
Diakses dari
http://www.nngroup.com/articles/websit
e-response-times/

________. (2012). How Many Test Users in a


Usability Study?. Diakses dari
http://www.nngroup.com/articles/how-
many-test-users/

Pressman, R. S. (2010). Software Engineering A


Practitioner’s Approach Seventh
Edition. New York: McGraw-Hill.

Sauro, J. (2010). Should You Use 5 or 7 Point


Scales?. Diakses dari
https://measuringu.com/scale-points/,

Setiawan, A. (2013). Uji Validitas dan Uji


Reliabilitas Menggunakan Metode
Bootstrap pada Data Kuesioner Tipe
Yes/No Questions. Diakses dari
https://www.researchgate.net/publicatio
n/301558964_UJI_VALIDITAS_DAN
_UJI_RELIABILITAS_MENGGUNA
KAN_METODE_BOOTSTRAP_PAD
A_DATA_KUISIONER_TIPE_YESN
O_QUESTIONS, 452-458.

Yogyakarta, September 2018

Menyetujui, Menyetujui,
Penguji Utama Dosen Pembimbing

Dr. Rahmatul Irfan, S.T., M.T. Dr. Drs. Eko Marpanaji, M.T.
NIP. 19790517 200604 1 002 NIP. 19670608 199303 1 001