Anda di halaman 1dari 2

Rumah yang tak hangat kasih sayang.

Nama aku tiara aku tinggal disebuah desa di ujung pulau sumatera aku adalah anak tunggal
karena sejak umurku 3tahun ibuk dan bapakku sudah bercerai dan ibuku pergi meinggalkan ku
untuk bekerja sebagai Tkw di luar negri disinilah awal perjuangan hidupku yang harus
mehanan batin yang sangat mendalam, dulu bapakku adalah seorang puitikus yang tentu saja
banyak wanita tergila-gila dengan puisinya saat merayu sang pujian hati pada suatu hari bapaku
mendampakan seorang perempuan yang bernama tante mirna akan tetapi saat hendak melamar
tante mirna kakak tante mirna tak setuju dengan pernikahan tersebut dengan dalih bapakku
dengan tante mirna masih mempunyai hubungan akhirnya bapaku depresi berat dan kakak
bapaku yang paling yang bertugas di pulau timur mengajak bapakku ikut serta bersamanya.
Setelah lana bekerja disana bapakku yang setengah frustasi akhirnya merayu ibuku dengan kata
puitis dan indahnya akhirnya ibuku yang terpesona dengan kata-kata itu berbunga-bunga
seketika saja menaruh hati kepada bapakku ternyata cinta yang beliau pupuk bertepuk sebelah
tangan, setelah hampir 1tahun akhirnya bapakku pulang kekampung halamanya selang
beberapa lama ibuku menyusul bapakku dengan harapan dirinya segera dinikahi karena nenek
dan kakekku iba kepadanya yang jauh datang dari pulau timur untuk mengejar bapaku akhirnya
mereka menikah, tapi sebelum itu aku akan menceritakan sedikit saja tentang keluarga ibuku
bapak dan ibu dari ibuku seorang pendeta dikampungnya dan sangat kaya mempunyai berpuluh
ekor babi jadi tak heran apabila ibuku bisa menyusul bapaku ke sumatera,ibuku seorang kristen
harus meninggalkan agamanya karena cinta yang bagai gunung di pundaknya mencintai
seseorang, pernikahan pun dilangsungkan dengan sangat meriah semua kerabat berkumpul saat
acara pernikahan akan dimulai ada tragedi yang diluar nalar yakni sebuah kubur didesaku tiba-
tiba terbakar hebohlah warga kampung berbondong-bondong memadamkan api tersebut
setelah 1tahun pernikahan cecok dalam rumah tannga pun terjadi karena ibuku yang terlalu
cerwet membuat bapaku tak betah padanya,waktu itu ibuku sedang mengandung dalam
keadaan lemah tak ada suami yang menemaninya hanya adek dari bapaku yang menemaninya
setelah 9bulan berlalu akhirnya lahirlah aku ya aku bayi yang saat lahir tak melihat sosok ayah
disampingnya bayi yang tak diadazani oleh ayah kandungnya sendiri bayi tersebut diazani oleh
seorang kakak sepupu bapak yang paling besar,saat aku kelaur dari puskesmas pun aku banyak
dititipi ke orang lain jangakan asi seperti bayi lain saat ibuku memandikan ku saja aku tengelam
dari bak sampai akhirnya telingaku berair, bukan sampai disitu saja dari kecil hingga aku
berumur 5 tahun aku diasuh oleh sesorang yang aku panggil dengan sebutan ibu juga setelah
itu aku dirawat oleh kakek,nenek dan bibiku yang memebrikan perhatiaan yag begitu luar biasa
sehinggan aku tumbuh dengan rasa nyaman walau terkadang iri melihat teman sebaya yang
dirumahnya ada sesorang yang dipanggil ibu dan bapak akan tetapi aku tak terlalu memikirkan
hal itu.
Walau bapakku hanya memberi sedikit perhatiian dan sesekali-kali menyakan kabarku walau
hanya itu saja aku sangat bahagia, aku tumbuh tidak seperti anak-anak lain yang dibesarkan
oleh orang tua bukan tak bersyukur akan tetapi aku hanya ingin seperti teman-teman ku walau
sehari saja yang ditemani bapaknya menonton tv atau bergurau dengan ibuknya saat menonton
tv dan ketiduran ada yang mengkatnya tsedih ada yang merangkul saat ada masalah ada yang
melindungi aku hanya bisa diam karena bibiku sudah mengajariku dari kecil bahwa segala
sesuatu itu sudah ditakdirkan oleh allah SWT.Disini aku akan menceritakan sedikit tentang
keluarga bapak ku jadi bapak ku anak kedua dari 6 bersaudara beda ibu dan satu ayah kakek
ku adalah seorang kepala sekolah dan pelaut jadi aku sudah hidup lumayan enak dari kecil jadi
aku bisa seperti anak lain bahkan lebih,bibiku yang waktu itu juga sudah menjadi seorang PNS
Bahkan memberikan ku perhatian lebih materi yag cukup jadi aku tak perlu terlalu bersedih
memikirkan keadaan ku sebagai anak broken home, akan tetapi kekecewaan kepada orangtua
ku masih ada bahkan aku selalu menyalahkan allah swt aku sering menangis walau tak
bersuaraa aku sering mempertanyakan dimana keadillah allah terhdapku kenapa anak lain bisa
dipeluk oleh ibuknya bisa bermain dengan bapaknya sedangkan aku mempunyai akan tetapi
seperti tidak ada mempunyai demikian begitu.
Agar aku tak terjerumus dari pergaulan bebas bibiku memasukan aku ke pesanteren bibiku
adalah seorang malaikat karena dari aku kecil hingga aku masuk ke pesantren bbikulah yang
membiyaiinya, setelah masuk pesantren aku menjadi pribadi yang bisa menngerti karena
setelah sharing dan berbagi cerita aku mengerti segala sesuatu pasti ada hikmahnya, aku lupa
menceritakan saat aku kelas 4 sd bapaku menikah dengan mantan pacarnya dulu ketika sma
sebut saja tante mina walapun bapakku cuek atau kurang perhatiian akan tetapi untuk masalah
materi bapaku juga tak mengabaikan hal itu. Singkat cerita ketika aku kelas 3Mts bibiku
menikah dengan orang berdarah cina, sebenarnya banyak sekali yang ingin meminang bibiku
karena merasa iba terhadapku akhirnya beliau memutuskan menikah saat sudah berumur waktu
itu bibik sedang menikmati malam pertamanya sebagai pengantin baru pada saat itulah bapaku
dengan botol minuman yang berada ditanganya berjalan sempoyongan menngedor rumah
bibiku ingin meminjam uang sebsar 1juta rupiah akan tetapi bibiku tidak memberikan uang
tersebut karena memang waktu itu bibiku tak mempunyai uang setelah perdebatan panjang
bapaku pun mengadai mtor milik bibiku sonta bibiku marah akhirnya bapaku memecahkan
kaca jendela bibiku dan kita semua terusir dari rumah itu, sebenarnya rumah itu adalah milik
kakek dan nenek yang direnovasi oleh bibiku rumah yang penuh cinta dan kasih sayang
akhirnya diambil oleh bapak dan ibu tiriku aku tak pernah menggap semua itu perbuatan
jahat,setelah itu kami semua tinggal dirumah istri kakek yang kedua dengan rumah pagar
berukuran kecil waktu itu kakek ku tinggal bersama bapaku dirumah yang ditempati oleh
bibiku dulu seiring berjalanya waktu kakek pun sakit batuk berdahak atau TBC ibu tiriku
mempunyai anak gadis yang satu tahun lebih besar dari padaku sering menginap disana karena
tak ingin anak gadisnya tertular ibu tiri ku

Beri Nilai