Anda di halaman 1dari 22

PRE-PLANNING

SENAM KAKI DIABETES MELLITUS UNTUK


MEMPERBAIKI SIRKULASI DARAH PADA KAKI LANSIA YANG
TERKENA DIABETES MELLITUS

Fasilitator:
Diyan Mutyah, S.Kep.,Ns.,M.Kes

Oleh Kelompok A6:


1. Novi Trias D (1510038)
2. Tiara Noviyanti U (1510052)
3. Tyas Solit N (1510053)
4. Vamila M (1510054)
5. Wahyu Denoveta (1510056)

PRODI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
SURABAYA
2018
LEMBAR PENGESAHAN
PRE-PLANNING
SENAM KAKI DIABETES MELLITUS UNTUK
MEMPERBAIKI SIRKULASI DARAH PADA KAKI LANSIA YANG
TERKENA DIABETES MELLITUS

Mengetahui

Pembimbing Institusi Pembimbing Puskesmas

( ) ( )

PRODI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
SURABAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat dan karuniaNya sehingga kami diberi kesempatan untuk dapat
menyelesaikan proposal ini. Proposal ini dibuat untuk sebagai syarat sebelum
melakukan penyuluhan kesehatan di wilayah puskesmas Gayungan adapun judul
proposal ini yaitu “ Pre Planning Senam Kaki Diabetik untuk memperbaiki
sirkulasi darah pada kaki lansia yang terkena diabetes”

Dalam proses pembuatan proposal ini tidak akan terwujud tanpa adanya
bantuan dan dorongan baik materi atau moril dan dari semua pihak. Maka dari itu
kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam menyelesaikan proposal ini dengan keadaan senang hati dan tepat waktu.

Kami menyadari bahwa penyusunan proposal ini masih jauh dari


kesempurnaan.Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran sebagai bahan
untuk pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi.Semoga proposal ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.

Surabaya, 14 November 2018

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Senam kaki diabetes merupakan salah satu pencegahan sekunder yang
dapat membatu sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan
mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki, mengatasi keterbatasan jumlah
insulin pada penderita Diabetes Militus. Dan juga dapat memberikan rasa
nyaman, mengurangi nyeri, dan mengurangi kerusakan syaraf setelah latihan
senam kaki ( Taylor,2010; Black & Hawk, 2009 ).Senam kaki merupakan
latihan yang dilakukan pada penderita DM atau bukan penderita untuk
mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah di
kaki(Soebagio,2011)

Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan. Estimasi


terakhir International Diabetes Federation (IDF) tahun 2013, di dunia lebih dar
382 juta orang terkena DM, dan pada tahun 2035 jumlah tersebut diperkirakan
akan meningkat menjadi 592 juta orang. Organisasi kesehatan dunia (WHO)
memprediksi kenaikan jumlah penyandang diabetes mellitus di Indonesiadari
8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030
(Perkeni,2006). Di Jawa Timur jumlah penderita Diabetes dari tahun 2007
sampai tahun 2013 mencapai 330.516 penderita ( Kemenkes RI,2014).
Sedangkankan data di Kecamatan Gayungan kota Surabaya pada tahun 2018
memiliki kasus diabetes sebesar 82 penderita.

Komplikasi yang terjadi pada diabetes militus mengakibatkan angka


kematian dan kesakitan bukan hiperglikemi ( Pernama,2013) karena diabetes
menyerang semua ogan tubuh dan menimbulkan keluhan. Salah satu
komplikasi penyakit diabetes mellitus paling sering dijumpai adalah kaki
diabetic (diabetic foot), yang dapat bermanifestasikan sebagai ulkus, infesi,
gangren, dan artropati charcot (Rheptuz, 2009); dikutip Andrawati, 2009).

latihan jasmani atau olahraga yang dianjurkan salah satunya adalah senam
kaki diabetes. Senam direkomendasikan dilakukan dengan moderat (60-70
maksimum heart rate), durasi 30-60 menit, dengan frekuensi 3-5 kali
perminggu dan tidak lebih dari 2 hari berturut-turut melakukan senam
(American Diabetes Association, 2003),.
Gerakan-gerakan senam kaki ini dapat memperlancar peredaran darah di
kaki, memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot kaki , dan mempermudah
gerak sendi kaki, dengan demikian diharapkan kaki penderita diabetes dapat
terawat dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes
(Anneahira, 2011).

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat memahami serta
mempraktikkan kemabali senam kaki Diabetes Mellitus.
1.2.2 Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui pengertian Senam Kaki Diabetes Mellitus.
2. Untuk mengetahui manfaat dari Senam Kaki Diabetes Mellitus
3. Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi dari senam kaki
Diabetes Mellitus.
4. Untuk mengetahui hasil penelitian pada jurnal senam kaki Diabetes
Mellitus.
5. Untuk mengetahui langkah-langkah senam kaki Diabetes Mellitus.

1.3 Rumusan masalah


1. Apa yang dimaksud Senam Kaki Diabetes Mellitus?
2. Apa saja manfaat dari senam kaki Diabetes Mellitus?
3. Apa saja indikasi dan kontraindikasi dari senam kaki Diabetes Mellitus?
4. Bagaimana hasil penelitian pada jurnal senam kaki Diabetes Mellitus?
5. Bagaimana langkah-langkah senam kaki Diabetes Mellitus?

1.4 Manfaat
Agar masyarakat khususnya lansia dapat mengetahui bahwa terdapat cara
alternative jasmani dan olahraga dengan senam kaki Diabetes Mellitus untuk
memperbaiki sirkulasi darah, dan juga memperkuat otot-otot kecil kaki serta
mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki pada lansia yang terkena diabetes
mellitus.
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Senam Kaki Diabetes Mellitus

Senam kaki Diabetes Mellitus adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan
oleh pasien yang menderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya luka
dan membantu memperlancar peredaran darah bagian kaki. (Setyoadi &
Kushariyadi, 2011)

Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes
mellitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan
peredaran darah bagian kaki. Senam kaki dapat membantu memperbaiki
sirkulasi darah atau memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya
kelainan bentuk kaki. Kaki orang dengan diabetes mengalami gangguan
sirkulasi darah dan neuropati dianjurkan untuk melakukan latihan jasmani
atau senam kaki sesuai dengan kondisi dan kemampuan tubuh (Soegondo S
dkk. 2013 : 326)

2.2 Manfaat Senam Kaki Diabetes Mellitus

1. Memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil kaki dan


mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki.
2. Meningkatkan kekuatan otot betis, dan otot paha.
3. Mengatasi keterbatasan pergerakan sendi pada pasien diabetes mellitus
sehingga, nutrisi lancar ke jaringan tersebut.

2.4 Indikasi dan kontraindikasi

1. Indikasi

Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita diabetes


mellitus tipe 1 dan II. Namun sebaiknya diberian sejak pasien di
diagnosa menderita Diabetes Mellitus sebagai pencegahan tindakan
dini. Orang yang depresi, cemas, atau khawatir, tekanan darah tinggi
perlu diperhatikan sebelum dilakukan senam kaki. Selain itu kaji
keadaan umum pasien apakah layak untuk dilakukan senam kaki pada
pasien tersebut, cek tanda-tanda vital, respiratori (adalah dispnea atau
nyeri dada), kaji status emosi pasien (suasana hati atau mood, motivasi),
serta perhatikan indikasi dan kontraindikasi dalam pemberian tindakan
senam kaki Diabetes Mellitus.

2. Kontaindikasi
1. klien mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dispnea atau
nyeri dada.
2. orang yang depresi, khawatir, dan cemas.

2.6 Jurnal Penelitian senam kaki diabetes


Penelitian tentang “Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap
Perubahan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di
Wilayah Kerja Puskesmas Enema Wira” yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap perubahan kadar gula
darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas Enema
Wira. Populasi penelitian adalah semua lanjut usia dengan Diabetes
Mellitus berumur 51-60 tahun dan yang paling besar berjenis kelamin
perempuan yang mengikui posyandu lanjut usia di Puskesmas Enema
Wira. Dengan jumlah 56 orang yang diambil dengan menggunakan total
sampling. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi kadar gula darah
sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam kaki Diabetes yang
direkomendasikan dilakukan dnegan intensitas moderat (60-70
maksimum heart rate), dengan durasi 30-60 menit, dengan frekuensi 3-5
kali perminggu dan tidak lebih dari 2 hari berturut-turut tidak melakukan
senam. Dari hasil uji statistic menggunakan uji t-test paired sample test
didapatkan nilai p value= 0,000,<a = 0,05.sehingga dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh senam kaki diabetes terhadap perubahan kadar
gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja
Puskesmas Enema Wira.
2.7 Langkah-Langkah Senam Kaki Diabetes Mellitus
1. Dengan tumit yang diletakkan di lantai, gerakan jari-jari kaki ke atas
dan kebawah, ulangi sebanyak 2 set x 10 repetisi.

2. Angkat telapak kaki kiri ke atas dengan bertumpu dengan tumit,


lakukan gerakan memutar keluar dengan pergerakan pada telapak
kaki sebanyak 2 set x 10 repetisi, lakukan gerakan bergantian pada
kaki yang satunya.

3. Angkat kaki sejajar, gerakan kaki ke depan dan kebelakang


sebanyak 2 set x 10 repitisi.
4. Selanjutnya luruskan salah satu kaki dan angkat. Lalu putar kaki
pada pergelangan kaki, lakukan gerakan seperti menulis di udara
dengan kaki dari angka 0 hingga 10 dilakukan secara bergantian.

5. Letakkan selembar koran dilantai. Kemudian bentuk kertas koran


tersebut menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki.
6. Lalu buka kembali bola tersebut menjadi lembaran seperti semula
menggunakan kedua belah kaki. Gerakan ini dilakukan hanya
sekali saja.

7. Kemudian robek koran menjadi 2 bagian, lalu pisahkan kedua


bagian koran tersebut. Sebagian koran di sobek - sobek menjadi
kecil - kecil dengan kedua kaki.
BAB 3
PELAKSANAAN KEGIATAN

Pokok Bahasan : Senam Kaki Diabetes Mellitus Untuk Memperbaiki


Sirkulasi Pada Kaki Lansia Yang Terkena Diabetes
Mellitus
Sasaran : Lansia
Metode : 1. Ceramah
2. Diskusi
3. Demonstrasi
Media : Leaflet
Waktu : 30 menit
Tempat : Posyandu Lansia
Haridantanggal : Rabu , 14 November 2018
Pukul : 08.00-08.30

KEGIATAN PENYULUHAN

No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan Audience


Pembukaan
1. Penyuluh memulai penyuluhan 1. Menjawab salam
dengan mengucapkan salam 2. Memperhatikan
1 5 Menit 2. Memperkenalkan diri 3. Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Memperhatikan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
Pelaksanaan
1. Menjelaskan pengertian senam 1. Memperhatikan
kaki Diabetes Mellitus 2. Memperhatikan
2. Menjelaskan Manfaat senam 3. Memperhatikan
kaki Diabetes Mellitus 4. Memperhatikan
3. Menjelaskan indikasi dan 5. Bertanya dan
kontraindikasi Senam kaki mendengarkan
2 10 Menit
Diabetes Mellitus jawaban
4. Menjelaskan jurnal dan
mengaplikasikan langkah-
langkah senam kaki Diabetes
Mellitus
5. Memberikan kesempatan
kepada peserta untuk bertanya
Evaluasi:
1. Meminta audience menjelaskan 1. Menjelaskan
pengertian senam kaki Diabetes pengertian
Mellitus Diabetes Mellitus
2. Meminta audience menjelaskan 2. Menjelaskan tanda
manfaat senam kaki Diabetes gejala Diabetes
Mellitus Mellitus
3. Memintaa udience menjelaskan 3. Menjelaskan
3 10 Menit
indikasi dan kontraindikasi manfaat senam
senam kaki Diabetes Mellitus kaki Diabetes
4. Meminta audience menjelaskan Mellitus
jurnal dan mengaplikasikan 4. Menjelaskan dan
langkah-langkah senam kaki mengaplikasikan
Diabetes Mellitus langkah-langkah
senam kaki
Diabetes Mellitus
Terminasi
4 5 Menit
1. Mengucapkan terima kasih atas 1. Memperhatikan
perhatian yang diberikan
2. Mengucapkan salam penutup 2. Membalas salam

PENGORGANISASIAN
Moderator : Novi Tryas D
Penyaji : 1. Vamila M
2. Wahyu Denoveta
Fasilitator dan Observer : Tiara Noviyanti U
Notulen : Tyas Solit Naomiyah

JOB DESKRIPSI
1. Moderator
1. Membuka acara penyuluhan.
2. memandu jalannya acara penyuluhan.
3. memperkenalkan masing masing jobdesk kepada peserta.
4. menyampaikan informasi dan tujuan yang akan dibahas dalam
penyuluhan.
2. Penyaji
1. Bertangung jawab memberikan penyuluhan.
2. Memahami topik penyuluhan.
3. Meexplore pengetahuan audience tentang senam kaki Diabetes
Mellitus.
4. Menjelaskan dan mendemonstrasikan Senam Kaki Diabetes
Mellitus yang benardengan bahasa yang mudah dipahami oleh
audience.
5. Memberikan reinforcement positif atas partisipasi aktif audience.
3. Fasilitator
1. Menjalankan absensi audien dan mengawasi langsung pengisian di
awalacara.
2. Memperhatikan presentasi dari penyaji dan member kode pada
moderatorjika ada ketidaksesuaian dengan dibantu oleh observer.
3. Memotivasi peserta untuk aktif berperan dalam diskusi, baik dalam
mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan.
4. Membagikan leaflet di akhir acara.
4. Observer
1. Mengoreksi kesesuaian penyuluhan dengan jadwal dan target
2. Mengamati jalannya kegiatan penyuluhan
3. Memberikan laporan evaluasi penyuluhan dengan merujuk ke
satuanacara penyuluhan
5. Notulen
1. Mencatat pertanyaan yang diajukan oleh peserta
2. Menyampaikan hasil kesimpulan materi yang telah disampaikan oleh
penyaji

SETTING TEMPAT

Keterangan :

: Pembawa acara dan moderator

: Penyaji : Audience

: Fasilitator : Notulen dan obsever


BAB 4

EVALUASI

4.1 Kriteria Evaluasi


1.1.1 Struktur
a. Materi dan media yang akan dibawakan pada penyuluhan telah
dikonsultasikan terlabih dahulu oleh pembimbing akademik dan
pembimbing puskesmas dan telah mendapat persetujuan.
b. Media yang diperlukan telah tersedia sebelum hari-H.
c. Penyuluh telah membuat janji dan menginformasikan waktu
pelaksanaan penyuluhan kepada setiap pihak yang terlibat.
d. Pasien di posyandu lansia Puskesmas Gayungan Surabaya mengikuti
kegiatan penyuluhan.
1.1.2 Proses
a. Pendidikan kesehatan dilakukan sesuai dengan waktu yang
direncanakan
b. Persiapan pre-planning kegiatan dilakukan 1 hari sebelum kegiatan.
c. Persiapan pengorganisasian tugas dilakukan satu hari sebelum
kegiatan.
d. Persiapan pada klien usia dewasa dilakukan kegiatan 30 menit sebelum
kegiatan dimulai.
e. Pemateri antusias terhadap materi penyuluhan.
f. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum
penyuluhan berakhir.
g. Sasaran aktif bertanya dan menjawab selama penyuluhan berlangsung.
h. Sasaran dapat tenang dan konsentrasi tentang materi yang dipaparkan.
1.1.3 Hasil

Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta dapat :

a. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat selama kegiatan


berlangsung.
b. Peserta mampu mengikuti kegiatan dengan kooperatif.
c. Peserta mampu menjawab dan menjelaskan tentang senam kaki
diabetes mellitus.
d. Peserta mengikuti kegiatan sampai kegiatan berakhir.
DAFTAR PUSTAKA

Kushariyadi & Setyoadi.2011. Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien


Psikogeriatrik. Jakarta : Salemba Medika.

Adwiyana (2014), Pengaruh latihan jasmani Senam kaki diabetes mellitus


terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus diwilayah kerja
puskesmas rasimah ahmad kota bukit tinggi. http://www.jurnal.shb.ac.id

Sunaryo, T dan Sudiro (2013) Pengaruh Senam Diabetik Terhadap Penurunan


Resiko Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Perkumpulan
Diabetik. http://poltekkes-solo.ac.id Di akses tanggal 29 September 2013.

Zaenurokhim K A dan Andi,M. (2012). Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap


Perubahan Tekanan Darah Pada Klien DM Tipe 2

Perkeni. (2006). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2


di Indonesia. http://www.pbpapdi.org. Di akses tangal 1 Oktober 2015

Priyanto. S, (2012). Pengaruh senam kaki terhadap sensitivitas kaki dan kadar
gula darah pada agregat lansia DM di Magelang. http://lib.ui.ac.id di akses tanggal
30 September 2015.
DAFTAR HADIR KEGIATAN PENYULUHAN PADA LANSIA TENTANG
SENAM KAKI DIABETES MELLITUS UNTUK MEMPERBAIKI
SIRKULASI DARAH PADA KAKI LANSIA YANG TERKENA
DIABETES MELLITUS

No Nama Tanda Tangan


1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. 10.
11. 11.
12. 12.
13. 13.
14. 14.
15. 15.
16. 16.
17. 17.
18. 18.
19. 19.
20. 20.
21. 21.
22. 22.
23. 23.
24. 24.
25. 25.
DOKUMENTASI DI POSYANDU LANSIA ELANG PERKASA

RW 03 JEMUR GAYUNGAN 1 SURABAYA