Anda di halaman 1dari 1

Tn.

K laki-laki 57 tahun masuk rumah sakit pada tanggal 22 desember dengan keluhan
nyeri setiap buang air kecil, pasien dilakukan operasi tindakan TUR-P di ICU pada tanggal 23
desember 2019, dan setelah operasi dilakukan, keesokan harinya pasien dipindahkan ke ruangan
untuk perawatan lebih lanjut. klien mengeluh nyerinya bertambah setelah dilakukan operasi.
Pasien dari ICU sudah terpasang kateter, dan diberikan cairan IVFD RL 500 di tangan kanan.
Selanjutnya pasien dipindahkan ke ruangan BIMA RSU SANJIWANI GIANYAR. Pasien
terpasanga kateter dan infus RL 500 ditangan kanan.

Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan tekanan darah: 130/80 mmhg, nadi:


80x/menit, respirasi: 20 x/menit, suhu: 36oC. Terapi yang diberikan IVFD RL 500, Cefriaxon
2x1fls, Kalnex 3x500mg, Caterolax 3x300mg, Paracetamol 3x1fls. Pasien terdapat menggunakan
kateter, dan infusa pada tangan kanan.

Dari data diatas diagnosa yang muncul yaitu Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri
fisik (insisi sekunder pada TURP), ditandai dengan pasien mengeluh nyeri saat miksi dan pasien
tampak meringis. Intervensi yang diberikan seperti, mengukur ttv pasien, ajarkan tehnik relaksasi
dan distraksi, mengatur posisi pasien, kaji tingkat nyeri.